← Daftar isi Kelompok Vital · bab 6/16

PENGGEMBALAAN DAN PENGAJARAN—KEWAJIBAN DARI KELOMPOK VITAL JALAN UTAMA YANG DITENTUKAN ALLAH DALAM MEMBANGUN TUBUH KRISTUS UNTUK MEMRAMPUNGKAN TUJUAN KEKALNYA—YERUSALEM BARU (1)

GARIS BESAR

III. Di dalam ministri Kristus untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah:

A. Keluar menggembala:

1. Mencari domba yang sesat untuk sukacita-Nya dan sukacita di sorga—Luk 15:4-7.

2. Untuk penuaian panen Allah—Mat. 9:36-38.

3. Untuk menjaga sekelompok umat Allah:

a. Menjadi pintu masuk dan pintu keluar bagi umat pilihan Allah—Yoh. 10:2-5.

b. Bagi keselamatan mereka dan pemberian makan (padang rumput) supaya mereka boleh memiliki hayat-Nya dan memilikinya dengan limpah melalui penghidupan manusia-Nya sebagai gembala yang baik—Yoh. 10:9-15, 17-18.

c. Mengumpulkan mereka bersama menjadi satu kelompok umat Allah—satu gereja—Yoh 10:16.

4. Sebagai Kepala Gembala yang menggembalakan penatua dan gereja-gereja—1Pet. 5:4.

5. Sebagai Gembala agung, Allah berdasarkan darah perjanjian kekalNya yang menebus, memperlengkapi domba Allah, gereja-gereja, dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya—Ibr. 13:20-21.

6. Menggembalakan domba yang menyimpang jalannya dan mengembalikannya kepada-Nya, memelihara kondisi yang ada di dalam mereka sebagai pemelihara jiwa-jiwa mereka (1 Pet. 2:25). Ini seharusnya menjadi bagian dalam diri-Nya yang menhibur kaum imani seperti uraian selanjutnya.

B. Menghibur dari dalam

1. Menjadi Roh realitas sebagai penghibur yang kedua—Yoh. 14:16-17a; 15:26.

2. Untuk menyusun organisme ilahi, inkorporasi antara Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan terkonsumasi dengan umat pilihan-Nya yang telah dilahirkan kembali dan diubah/transformasi—Yoh 14:17b-20.

C. Mengajar untuk menguatkan penggembalaan dan mencapai tujuannya.

1. Dalam Matius:

a. Mengenai unsur pokok dari kerajaan sorga—pasal 5-7.

b. Mengenai misteri kerajaan—pasal 13.

c. Mengenai manisfestasi dari kerajaan—pasal 24-25.

2. Dalam Yohanes:

a. Mengenai Allah Tritunggal menjadi aliran air hidup untuk kenikmatan kaum beriman di dalam Kristus—pasal 1-7

b. Mengenai pembauran dan inkorporasi Allah Tritunggal yang telah terproses dan terkonsumasi dengan kaum imani-Nya yang telah dilahirkan kembali dan telah ditransformasikan dan hasil-hasil—pasal 14-17.

3. Semua pengajaran yang ilahi dan mistikal dari Gembala agung dan Penghibur kita ini bukan hanya sebagai hal yang telah dibentangkan dan terang yang diberikan oleh-Nya tetapi juga merupakan pemberian makan/pengasuhan oleh-Nya bagi pertumbuhan dan kedewasaan di dalam hayat ilahi-Nya sehingga ekonomi kekal Allah bisa dirampungkan melalui kita.

Penggembalaan dan pengajaran adalah kewajiban dari kelompok vital. Jika kita tidak melakukan hal ini, kita berhutang kepada Tuhan, kepada kaum saleh, dan kepada semua pendosa di bumi ini (Rm. 1:14). Penggembalaan dan pengajaran adalah kewajiban kita sebagai suatu perintah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Ini adalah jalan dasar yang ditentukan Allah dalam membangun tubuh Kristus untuk merampungkan tujuan kekal-Nya—Yerusalem baru.

I. DI DALAM MINISTRI KRISTUS UNTUK MELAKSANAKAN EKONOMI ALLAH

Injil memperlihatkan kepada kita tentang penggembalaan dan pengajaran Kristus dalam ministri-Nya untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah.

A. Keluar menggembala

1. Mencari domba yang sesat

Kristus mencari domba yang sesat untuk menjadi sukacita-Nya dan sukacita sorga (Luk 15:4-7).

2. Untuk penuaian panen Allah

Kristus datang sebagai gembala bukan hanya mencari yang tersesat tetapi juga menuai panen Allah (Mat. 9:36-38). Pada satu sisi, mereka yang ada di dalam kelompok vital harus keluar mencari pendosa yang sesat; di sisi lain, mereka juga harus keluar untuk menuai panen Allah.

3. Untuk perawatan/asuhan kelompok umat Allah

a. Menjadi pintu masuk dan pintu keluar bagi umat pilihan Allah

Penggembalaan Kristus adalah untuk perawatan/asuhan kelompok umat Allah. Dia adalah pintu masuk dan pintu keluar bagi umat pilihan-Nya (Yoh. 10:2-5). Dia adalah pintu memasuki sekelompok kaum saleh pada perjanjian lama seperti Musa, Yosua, Daud dan Yesaya. Sekelompok ini melambangkan hukum, atau atau agama Yahudi sebagai hukum agama. Ketika Kristus datang dalam masa perjanjian baru, Dia adalah pintu keluar dari kelompok umat Allah sehingga orang pilihan Allah seperti Petrus, Yohanes, Yakobus, dan Paulus, dapat keluar untuk menikmati Dia sebagai padang rumput yang hijau. Yohanes 9 menceritakan suatu kisah seorang yang buta yang telah dicelikkan oleh Allah. Kristus menjadi pintu keluar dari kelompok umat agama Yahudi.

b. Untuk keselamatan dan pemberian makan/pengasuhan bagi mereka

Kristus adalah pintu bagi umat pilihan Allah untuk keselamatan dan pengasuhan/pemberian makan (padang rumput) mereka sehingga mereka boleh memiliki hayat-Nya dan memilikinya dengan berlimpah melalui pengorbanan penghidupan manusia-Nya sebagai Gembala yang baik (Yoh. 10:9-15, 17-18). Semua anggota kelompok vital harus seperti Kristus. Kita harus menjadi pintu bagi orang agar menjadi keselamatan dan pemberian makan untuk mereka, sehingga mereka bisa makan Kristus sebagai padang rumput mereka dan mereka boleh memiliki hayat ilahi secara berlimpah.

c. Mengumpulkan mereka bersama menjadi satu kelompok umat Allah—satu gereja

Dalam Yoh. 10:16 Tuhan berkata,”Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

4. Sebagai Kepala Gembala

Kristus sebagai Kepala Gembala, menggembalakan sekumpulan umat-Nya melalui penatua dari gereja (1 Ptr. 5:4). Semua penatua adalah adalah gembala-gembala dibawah-Nya. Kristus sebagai sang Kepala yakni Kepala Gembala. Sebenarnya bukan kita orang-orang yang menggembalakan. Ketika kita menggembala, hal tersebut haruslah Kristus yang menggembalakan melalui kita. Jika kita menggembalakan orang diluar/terlepas dari Kristus, maka hal ini bukanlah di dalam kebangkitan tetapi masih penggembalaan di dalam ciptaan lama. Ketika Kristus menggembalakan melalui kita, pekerjaan kita adalah di dalam kebangkitan. Hanya Kristuslah kebangkitan itu. Segala sesuatu yang ilahi adalah kebangkitan. Semua penatua harus belajar untuk menggembalakan gereja-gereja bukan oleh mereka sendiri di dalam ciptaan lama tetapi oleh Kristus sebagai Kepala Gembala di dalam kebangkitan.

5. Sebagai Gembala agung

Kristus adalah Gembala agung yang melalui Dia Allah berdasarkan darah penjanjian kekal-Nya yang menebus, memperlengkapi domba-domba Allah, gereja-gereja dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya (Ibr. 13:20-21). Ini adalah satu-satunya tempat dalam seluruh kitab Ibrani yang membicarakan Allah Tritunggal berada dalam kita.

6. Sebagai pemelihara jiwa kaum beriman

Kristus menggembalakan domba yang menyimpang jalannya dan membuatnya kembali kepada-Nya, memelihara kondisi yang ada di dalam sebagai pemelihara jiwa-jiwa (1 Ptr. 2:25). Ini harus menjadi suatu bagian di dalam diriNya yang menghibur kaum imani.

B. Menghibur di dalam batin

Ketika penggembalaan Tuhan lebih mendalam di atas diri kita, hal itu mencapai/menjangkau jiwa kita untuk memelihara/menjaga keadaan di dalam kita bagi pelaksanaan kehendak Allah di dalam kita. Kristus sebagai Gembala jiwa kita memelihara keadaan jiwa kita yang ada di dalam yang menyusun pikiran, emosi dan tekad. Kita memerlukan Dia untuk memperlengkapi/menyempurnakan pikiran kita, memperbaiki emosi kita, dan membenarkan tekad kita.

1. Menjadi Roh realitas

Kristus menjadi Roh realitas sebagai Penghibur yang kedua (Yoh. 14:16-17a; 15:26). Penghibur pertama adalah Kristus di dalam daging, dan Penghibur kedua ialah Kristus sebagai Roh pemberi hayat, yaitu Roh realitas tersebut.

2. Untuk menyusun organisme ilahi

Kristus menghibur kita dari dalam untuk menyusun organisme yang ilahi, inkorporasi antara Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan terkonsumasi dengan umat pilihan-Nya yang telah dilahirkan kembali dan yang telah ditransformasi/diubah (Yoh. 14:17b-20). Sebagai Penghibur kedua, Kristus adalah Roh realitas yang bukan hanya datang untuk beserta dengan kita, tetapi juga ada di dalam kita, umat Allah yang telah ditebus (ay. 17). Kemudian Putera yang kita yakini ada di dalam Bapa dan kita ada di dalam Dia dan Dia ada di dalam kita. Keempat perihal di dalam tersebut menunjukkan bahwa Allah Tritunggal berinkorporasi dengan orang-orang/umat-Nya yang telah ditebus dan ditransformasi menjadi satu wujud.

C. Mengajar untuk memperkuat penggembalaan dan mencapai tujuannya

1. Dalam Matius

a. Mengenai konstitusi kerajaan sorga

Konstitusi daripada kerajaan dalam Matius 5 sampai 7 memerintahkan kaum beriman di dalam Kristus, orang-orang kerajaan, untuk menjadi miskin di dalam roh (5:3), menjadi suci/murni hati (ay. 8), dan memiliki kebenaran yang lebih baik dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi (ay. 20).

b. Mengenai misteri/rahasia kerajaan

Pengajaran Tuhan mengenai misteri/rahasia kerajaan adalah dalam Matius 13. Pasal ini memberitahu bahwa kita perlu menjadi tanah yang baik untuk menumbuhkan Kristus dan diubah menjadi mutiara yang sangat berharga (ay. 23, 45-46).

c. Mengenai manisfestasi kerajaan

Matius 24 dan 25 memberitahukan manifestasi dari kerajaan sorga dan membicarakan kaum beriman yang menang yang menerima sukacita pertama, dihargai sebagai hamba setia Allah, dan masuk ke dalam kerajaan sebagai gadis-gadis bijaksana.

2. Dalam Yohanes

a. Mengenai aliran Allah Tritunggal

Yohanes 1 sampai 7 adalah mengenai aliran Allah Tritunggal menjadi air hidup untuk kenikmatan kaum beriman di dalam Kristus. Kita menikmati Allah Tritunggal dengan Bapa sebagai mata air, Putera sebagai aliran dari mata air dan Roh sebagai sungai yang mengalir ke dalam totalitas hayat kekal, Yerusalem baru (4:14b).

b. Mengenai pembauran dan inkorporasi antara Allah Tritunggal yang telah melalui Proses dan terkonsumasi dengan kaum imani-Nya yang telah dilahirkan kembali dan ditransformasikan dan hasilnya

Yohanes 14 sampai 17 berhubungan dengan pembauran dan inkorporasi antara Allah Tritunggal yang telah terproses dan terkonsumasi dengan umat pilihan-Nya yang telah dilahirkan kembali dan telah ditransformasikan dan hasilnya. Hasil dari pembauran dan inkorporasi ini ialah kaum beriman berbagian di dalam rumah Bapa, di dalam pohon anggur Putera, dan di dalam anak Roh menjadi keesaan tubuh Kristus berinkorporasi dengan keesaan Allah Tritunggal.

3. Ilahi Kristus dan pengajaran mistikal memberi kita makan untuk pertumbuhan dan kedewasaan kita di dalam hayat ilahi-Nya

Semua pengajaran ilahi dan mistikal dari Gembala agung dan Penghibur kita ini bukan hanya hal yang telah dibentangkan dan terang yang diberikan olehNya tetapi juga pemberian makan olehNya bagi kita untuk pertumbuhan dan kedewasaan di dalam hayat ilahi-Nya agar ekonomi kekal Allah bisa dirampungkan melalui kita.

Kristus datang untuk mencari pendosa agar mereka bisa memiliki hayatNya dan memilikinya dengan berlimpah, sehingga kita tidak seharusnya pergi keluar untuk mendapatkan orang di dalam ?????????????. Kita harus pergi keluar dengan penuh hayat ilahi sehingga orang dapat memiliki hayat Kristus memlalui kita. Kita harus diisi sampai ??? oleh hayat Kristus sehingga hayat-Nya mengalir keluar dari kita untuk mendispensikan orang lain. Kita perlu di????? Dan ???? dengan Kristus di dalam dan di luar Kita. Di dalam keadaan ini, kita menjadi Kristus dan hayat kekal sebab kita telah minum Allah sebagai mata air,??? Ke dalam aliran mata air, dan ????? ke dalam sungai hayat untuk mengalir keluar dari???

Kita juga perlu mengajar kebenaran-kebenaran ilahi kepada orang untuk memperkuat penggembalaan kita dan mencapai tujuannya. Kita boleh berbagi?? Dengan seorang profesor teologi mengenai empat di dalam dalam Yohanes 14:17-20. Kita yang pergi keluar sebagai Kristus untuk memberikan hayat dan kebenaran kepada orang lain akan menarik dan menyakinkan mereka. Kita perlu dimuridkan agar menjadi Kristus yang demikian. Di satu sisi, kita seharusnya menggembalakan orang dengan mendispensikan hayat ilahi ke dalam diri mereka. Di sisi lain, kita harus mengajar mereka kebenaran-kebenaran ilahi di dalam alam ilahi dan mistikal. Inilah yang menjadi beban saya.

Jika kita mempraktekkan hal-hal ini, akan ada suatu pemulihan/perbaikan yang nyata di dalam pemulihan Tuhan. Kita harus menjadi gembala dengan?? hati Allah Bapa kita yang penuh kasih dan pengampun di dalam keilahian-Nya dan penggembalaan dan pencarian roh oleh Kristus Juruselamat kita di dalam keinsanian-Nya. Kita juga harus memiliki visi sorgawi daripada pengajaran Kristus yang ilahi dan mistikan. Penggembalaaan dan pengajaran adalah kewajiban dari kelompok vital dan merupakan jalan dasar yang ditentukan Allah untuk membangun tubuh Kristus untuk merampungkan Yerusalem baru.