KUAT KUASA KRISTUS DI DALAM KEBANGKITAN
Pembacaan alkitab:
Kis. 1:2-3; Mat. 28:16-20; Mrk. 16:15; Lks 24:47; Kis. 2:32-36; 5:30-32; 22:15; 1:8
GARIS BESAR
I. Kristus di dalam kebangkitan:
A. Kristus di dalam inkarnasiNya:
1. Membawa Allah ke dalam diri manusia, membuat Allah dan manusia menjadi satu.
2. Hidup dalam keinsanian untuk mengekspresikan atribut-atribut Allah di dalam kebajikan-kebajikanNya yang harum.
3. Untuk merampungkan
B. Kritus di dalam kebangkitanNya:
1. Melalui kematianNya Kristus masuk ke dalam kebangkitanNya untuk melaksanakan ministriNya di dalam tahap inklusiNya.
2. Melalui semua kaum imani di dalam Dia sebagai tubuhNya untuk merampungkan ekonomi kekal Allah.
II. Kuasa Kristus:
A. Setelah Kristus masuk ke dalam kebangkitanNya dari tahap inkarnasi ke dalam tahap inklusiNya, Dia menyertai murid-muridNya/rasul-rasul selama empat puluh hari untuk mempersiapkan mereka untuk melaksanakan ministri sorgawiNya di dalam kebangkitanNya—Kis. 1:2-3.
B. Mendekati hari ke-40 ketika Dia mempersiapkan rasul-rasul, Dia memberi mereka kuasaNya yang besar.
C. Dengan semua kuasa di sorga dan di bumi yang diberikan kepadaNya—Mat. 28:18.
D. Sebelas rasul menerima kuasa yang besar dari Kristus bukan hanya sebagai rasul-rasul saja tetapi juga sebagai murid-murid—Mat. 28:16:
1. Menjadikan semua bangsa murid Tuhan dan mengajar mereka tentang pengajaran Kristus—Mat. 28:19-20.
2. Memberitakan Injil kepada setiap makhluk—Mrk 16:15.
3. Memberitakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa—Luk. 24:47.
4. Mempersaksikan bahwa Kristus yang bangkit ini telah ditunjuk Allah untuk menjadi Tuhan dan Kristus (Mesias), yang diurapi Allah, dan menjadi penguasa dan penyelamat—Kis. 2:32-36; 5:30-32.
5. Mempersaksikan Kristus, memperbesar Kristus, dan untuk memamerkan Kristus—Kis. 22:15.
6. Menyelamatkan dan mengumpulkan semua orang yang dipilih Allah dari Yerusalem sampai ke Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi—seluruh dunia, semua bangsa—Kis 1:8; Mrk 16:15; Luk 24:47.
Isi dari berita ini jauh lebih sulit dibandingkan dengan yang telah ada. Pada waktu lampau banyak orang telah menggunakan perihal kuasa yang besar untuk menggambarkan perintah Tuhan kepada murid-muridNya sebelum Dia mairat ke sorga. Tetapi dalam berita ini kita ingin mengambil suatu pengertian yang lebih mendalam dan penerapan dari perihal ini. Kuasa besar dari Kristus adalah di dalam kebangkitan. Di dalam kebangkitan merupakan suatu frasa yang sangat penting. Kuasa Kristus tidak ditemukan dimanapun juga selain di dalam kebangkitanNya. Diluar kebangkitanNya, Dia tidak memiliki kekuasaan. Kristus yang memberi kuasa besar ialah Seorang yang di dalam kebangkitan. Dia bukan hanya ada di dalam kebangkitan; Dia sendiri adalah kebangkitan. Dalam Yohanes 11:25 Tuhan Yesus berkata,”Akulah kebangkitan dan hidup.”
KRISTUS DIDALAM KEBANGKITAN
Untuk melihat apa itu kebangkitan, kita perlu melihat bahwa ministri Tuhan di dalam sejarahnya memiliki tiga tahap. Ini merupakan terang baru bagi kita dari Tuhan. Kita menyebut tiga tahap ini sebagai tiga I : inkarnasi, inklusi dan intensifikasi. Tahap pertama adalah tahap inkarnasi, mulai dari kelahiranNya sampai kepada kematianNya. Dalam tahap itu Tuhan adalah di dalam daging, tetapi dia bekerja dan bergerak dengan pimpinan Roh. Pertama-tama, Ia dikandung Maria oleh Roh Kudus (Mat. 1:18, 20). Kemudian Matius 4:1 memperlihatkan bahwa Kristus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Matius 12:28 mengatakan bahwa Dia mengusir setan dengan kuasa Roh Allah. Ibrani 9:14 mengatakan bahwa Dia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai persembahan yang tak bercacat oleh Roh. Ini menunjukkan bahwa ketika Kristus di dalam daging, Dia juga ada di dalam kebangkitan.
Kristus melakukan segala sesuatu di dalam kebangkitan. Dalam Yohanes 5:19 dan 30 Dia mengatakan bahwa Dia tidak melakukan segala sesuatu dari diriNya. Sebaliknya, Dia hidup oleh Bapa yang mengutus Dia (Yoh. 6:57a). Inilah kebangkitan. Dalam Yohanes 14:10 Tuhan Yesus berkata,”...Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu, sendiri tetapi Bapa, ayng diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya.” Bapa yang bekerja ketika Anak berbicara adalah kebangkitan. Dalam pelajaran kristalisasi injil Yohanes kita telah menunjukkan bahwa tidak hanya Dia membangkitkan Lazarus tetapi juga segala sesuatu yang Kristus lakukan adalah pelaksanaan dari diriNya sendiri sebagai kebangkitan. Ketika Dia ada di dalam daging, Dia memiliki suatu bagian ?kehidupan” manusiaNya yang bukan merupakan kebangkitan. Segala sesuatu yang manusia bukanlah kebangkitan, tetapi apapun yang ilahi itulah kebangkitan. Dia ada di dalam daging, dan pada waktu yang bersamaan Dia juga adalah kebangkitan. Dia hidup di dalam daging tetapi Dia tidak hidup berdasarkan/dengan daging. Dia hidup berdasarkan/dengan faktor lain, sumber lain, yaitu Dia yang mengutus diriNya. Dia yang mengutus diriNya adalah Bapa, yang adalah ilahi. Dia yang ilahi adalah kebangkitan.
Kemudian ketika Kristus melewati kematian dan masuk ke dalam kebangkitan, Dia mengangkat bagian insani/manusiaNya ke dalam keilahian. Roma 1:3-4 mengatakan bahwa,”tentang AnakNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Melalui kebangkitanNya juga kita dilahirkan kembali, diperanakkan Allah, menjadi banyak putera Allah (1 Ptr. 1:3; Rom. 8:29). Di dalam kelahiran kembali Allah memperanakkan allah-allah, yang adalah anak-anakNya di dalam hayat dan sifatnya tetapi bukan di dalam keAllahanNya (Yoh. 1:12-13). Ini karena keinsanian/manusia kita telah diangkat, dibangkitkan. Efesus 2:5-6 mengatakan bahwa kita ????????. Bangkit berarti mengangkat keinsanian kita ke dalam keilahian, dari tahap keinsanian ke tahap keilahian.
Kristus di dalam inkarnasiNya
Membawa Allah ke dalam manusia
Kebangkitan berarti keilahian. Inkarnasi berarti keinsanian. Kristus menjadi manusia merupakan bagian dari tahap inkarnasiNya dengan membawa keilahian kedalam keinsanian. Ini adalah untuk membawa Allah ke dalam diri manusia, membuat Allah dan manusia menjadi satu, sebagai satu eksistensi nyata kehidupan, satu orang, satu manusia Allah. Ini tidak pernah diketahui dan terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Tidak ada seorang pun sebelum Kristus yang adalah satu eksistensi di dalam keilahian dan keinsanian.
Hidup di dalam keinsanian untuk mengekspresikan Allah
Kristus tinggal di dalam keinsanian untuk mengekspresikan atribut-atribut Allah di dalam kebajikan-kebajikan insaniNya. Meskipun Dia ada di dalam keinsanianNya, Dia tidak mengekspresikan keinsaniaanNya. Dia mengekspresikan keilahian. Dia terutama mengekspresikan atribut-atribut Allah. Atribut-atribut Allah adalah apa adanya Allah. Allah itu kasih, terang, kudus, dan benar. Ketika atribut-atribut ini diekspresikan di dalam keinsanian Kristus, atribut-atribut tersebut mencari kebajikan-kebajikan keinsanianNya.
Untuk merampungkan kematiaanNya yang mengakhiri segala sesuatu dan menebus
Kristus merampungkan suatu kematian yang mengakhiri segala sesuatu dan menebus untuk menyelesaikan ministriNya di dalam inkarnasiNya. KematianNya mengakhiri segala perkara-perkara negatif. Apapun yang diakhiri oleh kematian Kristus juga ditebus, maka kematianNya adalah kematian yang menebus juga mengakhiri segala sesuatu. MinistriNya di dalam inkarnasi diselesaikan oleh kematianNya.
Kristus di dalam kebankitan
1. Masuk ke dalam kebangkitanNya
Melalui kematianNya Kristus masuk ke dalam kebangkitan untuk melaksanakan ministriNya dalam tahap inklusi. Sebelum Kristus menjadi seorang manusia, Dia adalah Allah dan Putera Allah. Pada saat itu tidak ada satu pun unsur keinsanian di dalam diriNya. Tetapi ketika Dia dibawa masuk ke dalam kebangkitan melalui kematianNya, Dia menjadi Kristus yang almuhit. Sekarang di dalamNya bukan hanya ada keilahian tetapi juga ada keinsanian. Di dalam Dia juga ada kematianNya dengan segala ?????. dan kebangkitan beserta kekuatan kebankitan. Sekarang Kristus tidak lagi sederhanaa; Dia adalah almuhit. Melalui kematian Dia masuk ke dalam kebangkitan untuk melaksanakan ministriNya di tahap lain, yaitu tahap inklusi. Ini adalah tahap dimana Kristus menjadi/sebagai Roh pemberi hayat. (1 Kor. 15:45b).
Melalui semua kaum beriman di dalam Dia sebagai tubuhNya
Kristus melaksanakan ministriNya dalam tahap inklusiNya melalui semua kaum beriman di dalam Dia sebagai tubuhNya untuk merampungkan ekonomi kekal Allah. Banyak orang menggunakan perihal kuat kuasa, tetapi mereka tidak nampak bahwa kuasa berar Kristus ialah melaksanakan ekonomi kekal Allah. Sebagian besar dari mereka berpikir bahwa kuat kuasa Kristus ialah hanya menyelamatkan orang dosa, dan melaksanakan mendapatkan jiwa-jiwa. Mendapatkan jiwa-jiwa adalah kuat kuasa mereka. Tetapi kuat kuasa bagi kita yang terungkap di dalam alkitab bukan mendapatkan jiw-jiwa, untuk menyelamatkan orang dosa tetapi melaksanakan ekonomi kekal Allah. Tujuan dari ekonomi kekal Allah ini ialah Yerusalem baru, yang adalah pembauran total dari manusia ilahi Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan terkonsumasi dengan orang-orang pilihanNya yang telah ditebus, dilahirkan kembali, diubah/tranformasi, dan dimuliakan.
KUASA KRISTUS
A. Mempersiapkan rasul-rasul untuk melaksakan ministri sorgawiNya
Setelah Kristus masuk ke dalam kebangkitanNya dari tahap inkarnasi ke tahap inklusiNya, Dia menyertai rasul-rasul/murid-muridNya selama empat puluh hari lamanya untuk mempersiapkan mereka dalam melaksanakan ministri sorgawiNya di dalam kebangkitanNya (Kis. 1:2-3).
Memberikan kuat kuasaNya
Menjelang hari ke-40 persiapan rasul-rasul, Dia memberi mereka kuat kuasaNya.
Dengan segala kuasa di sorga maupun di bumi yang telah diberikan kepadaNya
Kuat kuasa ini diberikan oleh Kristus yakni Dia yang telah diberikan segala kuasa di sorga maupun di bumi (Mat. 28:18).
Menerima kuat kuasa sebagai murid-murid
Kita mungkin berpikir bahwa kuat kuasa Kristus hanya diberikan kepada sebelas rasul bukan kepada kita. Tetapi sebelas rasul yang menerima kuat kuasa Kristus bukan hanya sebagai rasul saja tetapi juga sebagai murid-murid (Mat. 28:16). Ketika rasul-rasul menerima kuat kuasaNya, mereka tidak berada di dalam status mereka sebagai rasul. Mereka ada di dalam status mereka sebagai murid, yang adalah status kita. Kita tidak memiliki status rasul, tetapi kita memiliki status sebagai murid. Sebagai murid, kita layak untuk menerima kuat kuasa Kristus.
Menjadikan semua bangsa murid
Kuat kuasa yang Tuhan berikan kepada kita adalah untuk menjadikan semua bangsa murid-muridNya dan mengajar mereka ajaran-ajaran Kristus (Mat.28:19-20). Saya telah ada di bawah ajaran Tuhan selama kira-kira tujuh puluh tahun, dan saya masih sedang dilatih/diajar oleh Tuhan.
Memberitakan injil kepada setiap makhluk
Dalam Markus 16:15 Tuhan berfirman,”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk.” Kolose 1:20 mengatakan bahwa dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya melalui kematianNya. Segala sesuatu, baik di bumi maupun di sorga, diperdamaikan kepada Allah, dan injil harus diberitakan kepada semua makhluk di bawah langit (Kol. 1:23).
Memberitakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa
Kristus memberi kuasa kepada kita untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa (Luk. 24:47). Kita harus memiliki pengalaman yang tepat dalam hal ini jika kita memberitakan tentang hal itu. Setiap orang yang menuntut Tuhan perlu mempunyai pertobatan yang penuh dan membuat suatu pengakuan dosa di hadapan Tuhan. Di tahun 1935 Saudara Watchman Nee berada di kota kediaman saya yang menyelenggarakan suatu sidang konferensi tentang Kristus yang hidup sebagai hayat kemenangan kita, suatu hari selama konferensi itu, saya datang ke tempat sidang ketika tak seorang pun ada di sana untuk sesaat bisa bersama dengan Tuhan. Saya melakukan satu pertobatan yang tuntas dan membuat suatu pengakuan dosa yang tuntas kepada Tuhan selama lebih dari dua jam. Setelah mengakui dosa, saya merasa bahwa saya sepenuhnya terlepas dan gembira/berpengharapan lagi. Jika kita tidak mengakui dosa kita yang lalu untuk menerima pembasuhan darah Tuhan dan menerima ampunanNya, kita akan terasa berat terbeban. Jalan untuk terlepas dari beban ini ialah mengakui dosa kita kepada Tuhan. Ketika kita mengalami pertobatan dan pengampunan dari dosa kita, kita akan dapat secara leluasa memberitakan hal ini kepada orang lain.
Untuk mempersaksikan Kristus yang telah bangkit
Tuhan juga memerintahkan kita utnuk mempersaksikan Kristus yang bangkit yang ditunjuk Allah menjadi Tuhan dan Kristus (Mesias), yang diurapi oleh Allah, dan menjadi Penguasa dan Juruselamat (Kis. 2:32-36; 5:30-32).
Untuk memperluas/memperbesar Kristus
Mempersaksikan Kristus ialah memperluas Kristus, memamerkan Kristus (Kis. 22:15). Ketika orang melihat Paulus, mereka nampak Kristus. Paulus berkata bahwa bukan lagi dia yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam dia (Gal. 2:20a). Bagi dia hidup ialah Kristus (Flp. 1:21a). Ketika Paulus hidup, ia adalah Kristus. Kesaksian kita ialah untuk mempersaksikan bahwa kita adalah Kritus yang kita layani terhadap orang lain. Ketika kita memperhidupkan Kristus, semua hal-hal negatif akan berakhir dan semua orang-orang itu melihat Kristus. Ini ialah suatu hayat yang tinggal di dalam keinsanian tetapi mengekspresikan keilahian Kristus. Ini untuk memperhidupkan Kristus, memperluas Kristus, memamerkan Kristus, dan menunjukkan Kristus kepada orang.
Menyelamatkan dan mengumpulkan semua orang yang dipilih Allah
Tuhan memberikan kuat kuasaNya kepada murid-murid untuk menyelamatkan dan mengumpulkan semua orang yang dipilih Allah dari Yerusalem sampai Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi—seluruh dunia, semua bangsa (Kis. 1:8; Mrk 16:15; Luk. 24:47). Hari ini Yerusalem bagi kita adalah kenalan-kenalan dekat kita. Mereka yang bekerja bagi kepentingan Tuhan di Rusia adalah saksi-saksi Kristus sampai ke ujung bumi. Sasaran dari kuat kuasa kita akhirnya adalah untuk mendapatkan seluruh bangsa, seluruh bumi.
Untuk melaksanakan kuat kuasa Kristus di dalam kebangkitan, kita harus menempuh penghidupan hayat ilahi di dalam hayat insani kita. Kita tinggal di dalam insani kita tetapi kita tidak menempuh penghidupan insani kita, melainkan kita menempuh penghidupan hayat ilahi di dalam penghidupan insani kita. Kebangkitan berarti bahwa hayat alamiah kita telah disalibkan, telah diserupakan dengan kematian Kristus. Saat ini kita tinggal di dalam penghidupan insani, tetapi kita tidak menempuh penghidupan hayat insani. Kita menempuh penghidupan hayat ilahi, dan hayat ilahi ini adalah kebangkitan. Kebangkitan berarti bahwa hayat alamiah kita disalibkan. Kita harus menyangkal diri kita sendiri, untuk menyalibkan manusia alamiah, hayat insani kita. Kemudian kita membiarkan Kristus tinggal di dalam kita menjadi hayat ilahi. Kebangkitan berarti tidak memperhidupkan hayat alamiah kita tetapi memperhidupkan hayat ilahi. Keinsanian kita kemudian terangkat menjadi hayat ilahi melalui kebangkitan dan di dalam kebangkitan.