UNSUR POKOK KELOMPOK VITAL (2)
Pembacaan Alkitab:
Rm. 12:5; 8:29; Yoh. 20:17; 1 Kor. 14:1, 31
GARIS BESAR
VI.
VII.
VIII.
IX. Anggota-anggota Kristus—Rm. 12:5:
A. Keselamatan organik Allah adalah Kristus sebagai inti dan tubuh-Nya sebagai penyebaran.
B. Anggota Kritus menyusun/mengkonstitusi tubuh-Nya untuk penyebaran oleh pelipat-gandaan-Nya.
C. Pelipat-gandaan Kristus ialah oleh Dia sebagai:
1. Sebutir biji gandum yang menghasilkan banyak butir—Yoh. 12:24.
2. Pokok/pohon anggur yang menghasilkan banyak buah sebagai pelipat-gandaan-Nya melalui carang-carang-Nya (anggota-anggota)—Yoh. 15:5.
D. Pelipat-gandaan yang seperti itu menyebar Allah melalui berbicara untuk pertambahan Kristus (mempelai-Nya)—Yoh. 3:29-30:
1. Dia membicarakan firman Allah untuk dispensi daripada Roh tanpa batas—Yoh. 3:34.
2. Perkataan-perkataan yang dikatakan oleh-Nya dan yang diterima oleh kaum imani-Nya adalah roh dan hidup/hayat—Yoh. 6:63.
X. Saudara-saudara Kristus—Rm. 8:29; Yoh 20:17:
A. Di dalam ekonomi perjanjian-Nya, Allah berbi cara dengan perantara Anak/ Putera-Nya—Ibr. 1:2.
B. Kemuliaan hak keputeraan ilahi (Rm. 8:15, 23; Yoh. 17:22) adalah korporat, terdiri dari:
1. Kristus sebagai Putera sulung Allah—Rm. 8:29.
2. Kaum beriman--Nya sebagai banyak putera—Ibr. 2:10.
C. Sebagai Putera sulung Allah menjadi Firman Allah (Yoh. 1:1) adalah imam Allah sebagai perkataan dan dispensi Allah untuk melaksanakan ekonomi kekal-Nya, sehingga banyak putera Allah menjadi anggota-anggota dari Firman Allah tersebut, yang adalah imam Allah berbicara dan mendispensikan Allah untuk penyebaran Allah dan pertambahan Kristus.
XI. Nabi-nabi Allah—1 Kor. 14:1, 31:
A. Ketika semua putera Allah adalah orang-orang yang berbicara bagi Allah, mereka menjadi nabi-nabi Allah, yaitu orang-orang yang membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah.
B. Menurut 1 Korintus 14 sidang-sidang kaum beriman haruslah menjadi sidang-sidang yang membicarakan/bernubuat bagi Allah.
C. Ayat pertama dari pasal ini mengatakan bahwa kita harus mengejar kasih itu dan mengusahakan untuk memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah.
D. Ayat 31 mengatakan bahwa semua kaum imani boleh bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah seorang demi seorang.
E. Ayat 3 sampai ayat 4 memberitahu kita bahwa bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah adalah membangun, menasihati dan menghibur.
F. Ayat 5 mengatakan bahwa rasul Paulus ingin supaya kita dapat bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah, dan mereka yang bernubuat,membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah adalah lebih berharga.
G. Untuk hal ini Allah menginginkan semua manusia diselamatkan dan datang kepada kebenaran yang penuh bahwa mereka boleh bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah—1 Tim. 2:4
H. Oleh sebab itu kita kaum imani sebagai putera-putera Allah yang menjadi nabi-nabi Allah harus memberitakan firman Allah, siap sedia baik atau tidak baik waktunya untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah—2 Tim. 4:2.
Pada berita yang lalu kita telah nampat tiga macam unsur pokok kelompok vital bagian pertama yaitu kaum imani Kristus, murid-murid Kristus, dan saksi-saksi Kristus. Pada berita pertama kita menekankan untuk menempuh penghidupan gereja, kita harus mengejar dengan mereka yang berseru kepada nama Tuhan dengan hati yang murni (2 Tim. 2:22). Kita juga harus belajar bagaimana menikmati Kristus sebagai Roh itu di dalam roh kita menjadi kasih karunia kita untuk kenikmatan kita (4:22). Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita sudah melatih hal ini sehari demi sehari. Dalam kehidupan kita sehari-hari apakah kita menikmati Kristus sebagai Roh pemberi hayat di dalam roh kita menjadi kasih karunia kita untuk kenikmatan kita? Kita mungkin mendoakan hal ini, tetapi apakah kita melatih apa yang kita doakan? Kita harus mengakui bahwa kita belum membiarkan Tuhan sepenuhnya melatih kita dalam aspek ini.
Rasul Petrus dilahirkan sebagai orang Yahudi. Konsepnya seluruhnya ialah Yahudi, dan dia adalah seorang nelayan. Tetapi suatu hari Dia yang ilahi dan mistikal yaitu Tuhan Yesus datang kepadanya. Tuhan Yesus begitu menawan hati dalam cara yang misterius. Ketika Dia berkata kepada Petrus agar ia ikut dengan-Nya, dia segera meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Dia (Mat. 4:18-20). Tuhan Yesus menghabiskan waktu tiga puluh tiga setengah tahun dengan Petrus siang dan malam untuk membuat dia menjadi seperti apa adanya Dia yaitu manusia Allah. Yesus adalah manusia, bahkan Yahudi, tetapi Dia memperhidupkan sesuatu yang ilahi. Konsep Petrus diubah menjadi penjala manusia, mendapatkan orang untuk ekonomi Allah.
Kita mungkin bisa mengatakan bahwa kita perlu menempuh penghidupan hayat ilahi dengan menyangkal hayat alamiah kita. Kita mungkin orang yang berkobar-kobar membicarakan/mengatakan tentang hal tersebut tetapi apakah kita menempuh penghidupan itu? Saya berterima kasih kepada Tuhan bahwa Dia tidak akan melepaskan kita pergi. Dia menjadikan orang-orang dosa dan pemungut cukai murid-murid-Nya untuk membuat mereka menjadi manusia Allah yang memperhidupkan Kristus. Dia sedang mengajar/melatih kita sehingga kita menjadi unsur-unsur pokok kelompok vital yang murni. Di dalam berita ini kita ingin melihat tiga macam unsur pokok yang terakhir yaitu anggota-angota Kristus, saudara-saudara Kristus, dan nabi-nabi Allah.
IV. ANGGOTA ANGGOTA KRISTUS
Setelah kita dimuridkan menjadi saksi-saksi Kristus, kita layak menjadi anggota-anggota-Nya. Roma 12:5 mengatakan,”demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.” Sebagai anggota Kristus, kita adalah satu bagian dengan Dia.
A. Keselamatan organik Allah dengan Kristus sebagai inti dan tubuh-Nya sebagai penyebarluasan
Keselamatan organik Allah adalah Kristus sang kepala sebagai inti dan tubuh-Nya sebagai penyebarluasan.
B. Menyusun/mengkonstitusi tubuh-Nya
Anggota-anggota Kristus menyusun/mengkonstitusi tubuh-Nya untuk penyebarluasan-Nya oleh pelipatgandaanNya. Kita di dalam pemulihan Tuhan adalah menyebarluaskan Kristus untuk pelipatgandaan-Nya, tetapi tingkat pelipatgandaan kita belum tinggi. Kristus adalah besar dan agung. Maka Dia memerlukan suatu tubuh yang besar dengan banyak anggota melalui pelipatgandaan-Nya. Kita harus ingat kedua kata ini yaitu penyebarluasan dan pelipatgandaan.
C. Pelipatgandaan Kristus
1. Sebutir biji gandum
Pelipatgandaan Kristus adalah oleh Dia sebagai sebutir biji gandum yang menghasilkan banyak butir (Yoh 12:24). Dia adalah biji gandum yang asli dan unik, dan kita adalah butiran-butiran gandum. Dalam fungsi kita, kita harus menjadi sama seperti Kristus bagi pelipatgandaan-Nya.
2. Pokok/pohon anggur
Dalam Yohanes 15 Tuhan berkata,”Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (ay. 5). Carang-carang tidak untuk mekar tetapi untuk menghasilkan buah. Kristus sebagai pokok anggur menghasilkan banyak buah sebagai pelipatgandaan-Nya melalui carang-carang-Nya, anggota-anggota-Nya.
D. Penyebaran Allah melalui berbicara/nubuat
Pelipatgandaan Kristus menyebar Allah melalui berbicara/nubuat untuk pertambahan Kristus, mempelai-Nya. Yohanes pembaptis mengatakan,”Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki;...Ia harus makin besar (bertambah), tetapi aku harus makin kecil (Yoh. 3:29-30). Pertambahan ini ialah mempelai.
1. Membicarakan/bernubuat firman Allah
Kristus membicarakan firman Allah untuk dispensi daripada Roh itu tanpa batas (Yoh. 3:34). Pembicaraan kita harus diikuti Roh untuk dispensi/penyaluran.
2. Adalah Roh dan hayat/hidup
Firman-Nya yang dikatakan oleh-Nya dan diterima oleh kaum imani-Nya adalah Roh dan hidup. Ketika firman Allah yang dibicarakan kita diterima oleh roh orang, firman Allah tersebut menjadi roh dan hayat/hidup bagi mereka. Pelipatgandaan Kristus menyebarkan Allah melalui perkataan-Nya dan perkataan kita. Perkataan-Nya dan perkataan kita haruslah sama. Perkataan-perkataan tersebut harus mengikuti Roh itu. Oleh sebab itu, kita adalah anggota Firman Allah itu. Dalam kapasitas kita yang seperti itu kita harus menjadi orang-orang yang berbicara bagi Allah, menyebar Allah untuk pelipatgandaan dan pertambahan Kristus.
V. SAUDARA-SAUDARA KRISTUS
Unsur pokok dari kelompok vital juga adalah saudara-saudara Kristus. Roma 8:29 mengatakan bahwa Kristus adalah Putera sulung diantara saudara-saudara-Nya. Dalam Yohanes 20:17 Kristus yang telah bangkit berkata kepada Maria,”..pergilah kepada saudara-saudaraKu.” Sebelum kebangkitan-Nya, Kristus tidak pernah memanggil murid-murid-Nya saudara-saudara-Nya. Tetapi dalam kebankitan Dia mengenali semua murid-Nya sebagai saudara-saudara-Nya. Dia adalah Putera sulung Allah dan kita adalah banyak putera Allah yang adalah saudara-saudara-Nya.
A. Berbicara dengan perantaraan Anak
Di dalam ekonomi perjanjian baru-Nya, Allah berbicara dengan perantaraan Anak-Nya (Ibr. 1:2)
B. Kemuliaan hak keputeraan ilahi adalah korporat
Kemuliaan hak keputeraan ilahi adalah suatu perkara korporat. Roma 8:15 dan 23 membicarakan tentang keputeraan. Kemudian Yohanes 17:22 memberikan definisi tentang keputeraan kepada kita. Keputeraan ialah hak ilahi untuk mengekspresikan Allah di dalam hayat dan sifat-Nya untuk kemuliaan-Nya. Kemuliaan hak keputeraan ilahi adalah korporat, terdiri dari Kristus sebagai Putera sulung Allah (Rm. 8:29) dan kaum imani-Nya sebagai banyak putera Allah (Ibr. 2:10).
C. Putera-putera Allah adalah anggota-anggota Firman Allah menjadi untuk menjadi imam-imam Allah
Sebagai Putera sulung Allah menjadi Firman Allah (Yoh. 1:1) ialah imam Allah untuk pembicaraan dan dispensi Allah untuk melaksakan ekonomi kekal-Nya, sehingga banyak putera Allah menjadi anggota Firman Allah yang adalah imam Allah membicarakan dan mendispensikan Allah untuk penyebaran dan pertambahan Kristus. Putera sulung Allah ialah imam Allah, dan kita ialah banyak putera. Ini berarti bahwa semua anak-anak Allah ialah imam Allah sehingga Allah memiliki penyebaran dan Kristus memiliki pertambahan.
VI. NABI-NABI ALLAH
A. Mereka yang membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah
Unsur pokok dari kelompok vital juga adalah nabi-nabi Allah (1 Kor. 14:1,31). Ketika semua putera Allah adalah imam Allah, mereka menjadi nabi-nabi Allah, mereka yang membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah. Seorang nabi adalah seorang yang berbicara. Bernubuat dalam kata Yunani memiliki arti berbicara bagi atau berbicara terhadap.
B. Sidang-sidang/pertemuan adalah untuk membicarakan Allah
Menurut 1 Korintus 14 sidang-sidang/pertemuan dari kaum imani haruslah sidang untuk membicarakan Allah. Pertemuan dalam kekristenan adalah untuk satu pembicara untuk berbicara, tetapi menurut 1 Korintus 14, semua kaum imani harus menjadi pembicara (ay. 26,31).
C. Berusaha memperoleh karunia untuk bernubuat
Ayat pertama dari 1 Korintus 14 mengatakan bahwa kita harus mengaejar kasih itu dan mengusahakan diri kita untuk memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah dan berbicara terhadap Allah.
D. Semua kaum imani bisa bernubuat
1 Korintus 14:21 mengatakan bahwa semua kaum beriman dapat bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah seorang demi seorang. Saya khawatir bahwa banyak dari kita belum pernah berbicara dalam sidang gereja. Kita mungkin hanya menggunakan mata dan telinga kita di dalam sidang, dan meninggalkan mulut kita di rumah. Kita harus melatih roh kita dan menggunakan mulut kita di dalam sidang-sidang untuk berbicara bagi Allah.
E. Membangun, menasihati, dan menghibur
Ayat 3 sampai 4 memberitahu kita bahwa bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, berbicara terhadap Allah, membangun, menasihati, dan menghibur orang.
F. Paulus menginginkan supaya kita terutama bernubuat
Ayat 5 mengatakan bahwa rasul Paulus menginginkan supaya kita terutama bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah, dan yang lebih berharga adalah ada orang yang bernubuat, membicarkan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah.
G. Allah menginginkan semua orang diselamatkan dan datang kepada pengetahuan yang penuh akan kebenaran bahwa mereka boleh bernubuat
Oleh karena hal ini Allah menginginkan semua orang beroleh selamat dan datang kepada pengetahuan yang penuh akan kebenaran bahwa mereka boleh bernubuat, membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah (1 Tim. 2:4). Kita tidak bisa dan tidak berbicara karena kita tidak memiliki pengetahuan akan kebenaran. Kita perlu datang kepada pengetahuan yang penuh akan firman Allah, kebenaran-Nya, bahwa kita boleh bernubuat.
H. Memberitakan firman Allah baik atau tidak baik waktunya
Oleh sebab itu kita, kaum imani sebagai banyak putera Allah menjadi nabi-nabi Allah, harus membicarakan firman Allah baik atau tidak baik waktunya untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah (2 Tim. 4:2).
Dalam berita ini dan berita yang lalu kita telah melihat enam aspek dari unsur pokok kelompok vital. Pertama kita adalah kaum beriman di dalam Kristus, yang dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus, dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru, bersatu dengan Kristus di dalam hayat ilahi, dan bersatu padu dengan Kristus menjadi satu roh. Kita juga adalah murid-murid Kristus. Kita semua perlu dimuridkan untuk menjadi manusia-manusia Allah.
Petrus ialah seorang nelayan Yahudi, bukan seorang manusia Allah. Tetapi Kristus memanggil Petrus dengan maksud memuridkan dia dari seorang Yahudi menjadi seorang manusia Allah. Dia yang memanggil Petrus, Yesus Kristus, adalah seorang manusia Allah. Dia adalah seorang Yahudi, tetapi Dia tidak menempuh penghidupan orang Yahudi. Dia menempuh penghidupan hayat ilahi dengan menyangkal kehidupan/hayat orang Yahudi-Nya. Menempuh penghidupan hayat ilahi membuat Dia menjadi ilahi. Menyangkal hayat/kehidupan orang Yahudi membuat Dia menjadi mistikal. Oleh sebab itu Dia adalah seorang manusia yang ada di dalam alam ilahi dan mistikal. Petrus adalah seorang yang ada di dalam alam alamiah Yahudinya, tetapi Kristus memanggilnya dengan maksud untuk memuridkan dia selama tiga setengah tahun untuk menunjukkan kepadanya harus menjadi manusia seperti apakah dia itu.
Kita tidak seharusnya menjadi orang Yahudi, orang Cina, atau orang Amerika, tetapi harus menjadi manusia-manuisa Allah. Memuridkan seorang Yahudi menjadi seorang manusia Allah adalah suatu pekerjaan yang luar biasa. Tuhan Yesus tahu bahwa hal ini bukan pekerjaan yang cepat. Dia tahu bahwa hal itu memerlukan tiga setengah tahun. Dia memerintahkan Petrus untuk mengikuti Dia sehingga Petrus dapat mengamati apa yang Dia lakukan, bagaimana Dia hidup, dan bagaimana Dia berbicara. Memang Yesus adalah seorang Yahudi, tetapi sebenarnya Dia menempuh penghidupan hayat ilahi dengan menyangkal hayat/penghidupan orang Yahudi-Nya. Ini adalah cara bagaimana Dia memuridkan pengikut-pengikut-Nya.
Mereka juga melihat bagaimana Dia disalibkan dan bankit. Mereka melihat seorang manusia Allah memperhidupkan hayat ilah dengan menyangkal hayat alamiah melalui disalibkan dan bangkit. Pada malam hari pada kebangkitan Kristus, murid-murid berkumpul di suatu tempat dengan kesedihan dan ketakutan. Tiba-tiba, Yesus datang dan berdiri ditengah-tengah mereka dan berkata,”Damai sejahtera bagi kamu” (Yoh. 20:19). Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata:”Terimalah Roh Kudus (ay. 22). Pada saat itu Dia masuk ke dalam murid-murid-Nya. Sebelum hal itu terjadi, Petrus sering berbicara dengan ceroboh. Tetapi setelah Tuhan mengembusi diri-Nya sendiri ke dalam Petrus dan mencurahkan Roh-Nya padanya untuk menguatkan dia, Petrus memberikan khotbah/berita yang luar biasa pada hari Pentakosta.
Di dalam empat Injil kita nampak bahwa Yesus menempuh penghidupan hayat manusia Allah, dan dalam Kisah para rasul kita melihat bahwa murid-murid juga menempuh penghidupan yang seperti itu. Karena mereka telah dimuridkan oleh Tuhan, Dia berkata kepada mereka agar mereka menjadi saksi-saksi-Nya. Mereka juga adalah anggota-anggota Kristus, bagian-bagian dari Kristus, untuk menyebar Allah, melipatgandakan Kristus, dan membuat pertambahan Kristus. Tiga kata penting dalam berita ini adalah penyebaran, pelipatgandaan, dan pertambahan. Penyebaran Allah, pelipatgandaan Kristus, dan pertambahan Kristus adalah melalui kita membicarakan firman Allah untuk mendispensikan Kristus sebagai hayat untuk menghasilkan dan membangun tubuh Kristus.
Murid-murid menjadi imam Allah, putera-putera Allah yang berbicara. Tuhan Yesus terus berbicara dalam menjalankan ministri-Nya di bumi. Beberapa pembicaraan/perkataan-Nya tercatat dalam Matius 5 sampai 7, 13 dan 24 sampai 25 dan dalam Yohanes 14 sampai 16 dan doa-Nya dalam pasal tujuh belas. Dia adalah Putera yang berbicara dari Allah yang berbicara. Dia adalah Imam Allah, dan semua saudara-Nya, banyak kaum imani adalah sama. Oleh sebab itu, kita adalah putera-putera yang berbicara dari Allah yang berbicara. Akhirnya kita semua menjadi nabi-nabi Allah, yang membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan berbicara terhadap Allah untuk menguatkan/membimbing kaum saleh dan membangun gereja, tubuh Kristus, untuk menrampungkan Yerusalem Baru untuk menggenapkan ekonomi kekal Allah. Kita perlu dimuridkan oleh Tuhan dengan semua inti/poin dalam berita ini.