← Daftar isi Kelompok Vital · bab 2/16

UNSUR POKOK DARI KELOMPOK VITAL (1)

Pembacaan Alkitab:

Yoh. 3:15-16; Mat. 5:1; 28:19; Kis. 1:8

GARIS BESAR

III. Kaum beriman di dalam Kristus—Yoh 3:15-16:

A. Dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus—1 Kor. 15:22.

B. Dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru di dalam Kristus dan semua yang lama telah berlalu—2 Kor. 5:17; Tit. 3:5.

C. Bersatu dengan Kristus di dalam hayatNya yang kekal—suatu kesatuan di dalam hayat ilahi.

D. Bersatu padu dengan Kristus menjadi satu roh dengan Dia—1 Kor. 6:17.

IV. Orang-orang yang mengikuti Kristus (Mat.5:1; 28:19), mengikuti Dia melalui:

A. Penghidupan insani Kristus di bumi, sebagai contoh dari seorang manusia-Allah yang menyangkal diriNya sendiri di dalam keinsanianNya (Yoh. 5:19, 30), mengubah konsep mereka mengenai manusia (Flp. 3:10; 1:21a).

B. Penyaliban Kristus untuk menghapus penghidupan manusia mereka agar mereka menempuh penghidupan yang ilahi—Gal. 2:20.

C. Kebangkitan Kristus:

1. Untuk mengenal Dia sebagai Putera sulung Allah—Rm. 1:4; Kis 13:33; Rm. 8:29.

2. Untuk mengenal Dia sebagai Roh pemberi hayat—1 Kor. 15:45.

3. Untuk menghasilkan banyak putera Allah sebagai pertambahan dan pelipatgandaanNya—Ibr. 2:10; Yoh. 12:24.

V. Saksi-saksi Kristus—Kis. 1:8:

A. Mempersaksikan bahwa:

1. Kristus telah bangkit—Kis. 1:22; 3:15; 10:39-41; 13:31.

2. Kristus yang bangkit ini adalah pengurapan oleh Allah untuk melaksanakan kekuasaanNya—Kis. 10:38-39.

3. Kristus yang bangkit ini dibangkitkan Allah:

a. Tuhan dan Kristus (Mesias)—Kis. 2:32-36.

b. Pemimpin dan Juruselamat—Kis. 5:30-32.

c. Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati—Kis. 10:42.

B. Kristus yang hidup—Kis 22:15; Flp. 1:21a; 2Kor. 13:3:

1. Dalam kebangkitan—Flp. 3:10a.

2. Melalui kematianNya—Flp. 3:10b.

Satuan/unsur pokok Kelompok vital ada enam kategori. Dalam berita ini kita akan membahas tiga kategori pertama: kaum beriman di dalam Kristus, pengikut Kristus, dan saksi Kristus. Dalam berita selanjutnya kita akan mempersekutukan tentang anggota-anggota tubuh Kristus, saudara-saudara Kristus, dan nabi-nabi Allah.

I. KAUM BERIMAN DI DALAM KRISTUS

Kita mungkin merasakan bahwa kaum beriman di dalam Kristus adalah hal yang biasa, tetapi sesungguhnya kita tidak menyadari apa sebenarnya arti seorang kaum beriman tersebut.

A. Dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus

Kaum beriman di dalam Kristus (Yoh. 3:15-16) telah dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus (1 Kor. 15:22). Sebelum kita dilahirkan kembali, kita berada di dalam wilayah/batasan Adam. Seluruh dunia dengan milyaran manusianya ada di dalam wilayah/batasan/alam Adam. Adam merupakan suatu wilayah/batasan/alam yang besar, tetapi kelahiran kembali kita telah memindahkan kita keluar dari Adam masuk ke dalam Kristus. Kristus hari ini adalah wilayah/batasan/alam kita. Secara fisik, kita misalnya ada di suatu negara Amerika, tetapi sesungguhnya kita ada di dalam Kristus.

B. Dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru

Kita juga telah dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru di dalam Kristus dan semua yang lama telah berlalu (2 Kor. 5:17; Tit. 3:5). Wilayah luaran kita bukan hanya diubah, tetapi juga sifat yang di dalam kita telah diubah melalui kelahiran kembali. Saya dilahirkan sebagai orang Tiongkok 91 tahun yang lalu, tetapi suatu hari saya dilahirkan kembali. Kita harus menekankan kata “ -kembali”. Kita telah dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. Jika kita melihat kebenaran-kebenaran ini, kita akan menyadari bahwa kita tidak normal dalam pengalaman kita. Kita telah dipindahkan keluar dari Adam, tapi kita masih melakukan banyak hal di dalam Adam dan bukan di dalam Kristus. Kita dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru, tetapi kita masih menempuh penghidupan sebagai ciptaan lama. Ketika kita telah menjadi ciptaan baru, semua yang lama telah berlalu melalui pemandian kembali. Tetapi permandian ini juga merupakan proses yang berkesinambungan sepanjang penghidupan kristen kita. Saya khawatir bahwa banyak konsep-konsep lama kita belum berlalu. Titus 3:5 mengungkapkan bahwa kelahiran kembali tersebut ialah permandian yang luar biasa. Kita telah diselamatkan dengan permandian kelahiran kembali, yang merupakan suatu perbaikan/pembersihan, diciptakan ulang, atau perubahan bentuk oleh hayat untuk membuat kita semua baru.

Sidang-sidang kelompok kita tidak vital disebabkan sebagian banyak waktu kita dalam bersidang berada dalam cara ciptaan lama. Hal-hal ciptaan lama masih bisa berada didalam kita secara umum. Banyak dari kita datang bersama-sama sebagai suatu kelompok yang “bebas” bukan sebagai kelompok vital. Seorang saudara mungkin menanyakan saudara lain yang baru memotong rambutnya. Kita tidak seharusnya berbicara mengenai memotong rambut kita tetapi harus berbicara tentang pemotongan, penyaliban daripada daging. Kita tidak seharusnya menjadi begitu bebas di dalam sidang kelompok kita. Kita harus menjadi terbatas oleh karena Roh itu. Kelompok vital kita tersusun oleh orang-orang di dalam ciptaan baru yang membicarakan mengenai ciptaan baru, bukan membicarakan tentang ciptaan lama.

C. Bersatu dengan Kristus

Kaum beriman didalam Kristus telah bersatu dengan Kristus hayat kekalNya, yang menjadi satu kesatuan di dalam hayat ilahi. Ini merupakan satu kesatuan oraganik.

D. Bersatu padu dengan Kristus

Kita juga bersatu padu dengan Kristus menjadi satu roh dengan Dia (1 Kor. 6:17). Banyak orang Kristen hari ini tidak menyadari bahwa Kristus ialah Roh pemberi hayat dan bahwa kita telah bersatu/bergabung menjadi satu roh dengan Dia. Ini berarti bahwa kita menjadi roh.”...dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh (Yoh 3:6b). Kita sudah dilahirkan oleh Roh untuk menjadi roh. Ketika kita datang ke dalam kelompok vital, kita seharusnya datang sebagai posisi/status ini.

II. PENGIKUT-PENGIKUT KRISTUS, MENGIKUTI DIA MELALUI PENGHIDUPAN INSANI KRISTUS, PENYALIBAN KRISTUS DAN KEBANGKITAN KRISTUS

Satuan-satuan dari kelompok vital adalah orang-orang yang mengikuti Kristus (Mat. 5:1). Dalam Matius 28:19 Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya,”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu.” Semua bangsa disini ialah semua orang yang tidak mengenal Allah. Menjadikan semua orang yang tidak mengenal Allah ialah untuk menjadikan orang yang tidak mengenal Allah tersebut menjadi murid Kristus. Tuhan Yesus secara khusus menjadikan empat orang murid-muridNya dari dua keluarga yaitu Petrus, Andreas dan Yakobus, Yohanes. Dia mengajar mereka selama tiga setengah tahun. Mereka mengikuti Tuhan dan tinggal dengan Dia siang dan malam, berjalan dengan Dia, makan bersama denganNya, dan melakukan segala sesuatu dengan Dia. Mereka hidup dengan Dia dan menyertaiNya sepanjang waktu. Mereka melihat bagaimana manusia Allah ini berprilaku. Mereka mengamatiNya. Dia adalah seorang Yahudi, yang tanpa keraguan terlahir sebagai rupa seorang Yahudi. Dia memiliki darah Yahudi dan daging Yahudi dengan sifat dan kehidupanNya. Tetapi Dia hidup dengan penghidupan lain di dalam penghidupan insaniNya. Penghidupan lain ini ialah penghidupan ilahi. Karena Dia menempuh penghidupan ilahi di dalam kehidupan insaniNya, maka penghidupan insaninya menjadi mistikal, suatu misteri. Diluar penghidupan insaniNya ada sesuatu yang ilahi.

Apapun yang Tuhan lakukan di bumi dalam waktu tiga setengah tahun merupakan suatu tanda, menandakan sesuatu (Yoh 2:11—cat 2). Setiap mujizat merupakan suatu tanda. Tuhan memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan adalah suatu mujizat. Murid-murid tentu sangat gembira saat mereka melihat hal yang luar biasa itu, tetapi setelah itu Tuhan memerintahkan mereka untuk mengumpulkan makanan yang masih tersisa. Hal itu juga merupakan suatu tanda (Mat. 14:20—not 1). Tuhan ialah Tuhan yang ilahi dan mistikal. Dia melakukan dan mengatakan segala sesuatu yang merupakan suatu tanda.

Dalam injil Yohanes 8 seorang perempuan berdosa dibawa kehadapan Tuhan. Akhirnya Dia berkata kepadanya,”...Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” (ay. 10). Jawabnya:”tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus:”Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (ay. 11). Ini juga merupakan suatu tanda. Tuhan Yesus adalah ekspresi Allah, yang sampai sekarang Ia tidak akan menghukum seorang yang berdosa. Apakah ini bukan sesuatu yang mistikal? Dia ialah seorang yang ilahi dan mistikal yang hidup di dalam alam ilahi dan mistikal, yang melakukan segala sesuatu di dalam suatu cara ilahi dan mistikal. Kita seharusnya menjadi orang seperti itu. Jika kita sedang bekerja di kantor, Semua orang yang ada di sekitar kita harus merasakan bahwa ada sesuatu yang ajaib tentang diri kita. Sesuatu yang ajaib ini ialah ilahi dan mistikal. Kita semua perlu diajar/dilatih/mengikuti Tuhan agar menjadi orang-orang yang ilahi dan mistikal.

Atas belas kasih Tuhan, saya bisa menulis kidung nomor 83 karena pengajaran/dilatih Tuhan. Bait ke empat dari kidung ini:

Kamilah reproduksiMu, TubuhMu, mempelaiMu;

ekpresiMu, luapanMu, tempat tinggal kekalMu.

Kamilah perbanyakanMu, perluasan hayatMu;

pertambahan dan limpahMu, kekal esa denganMu.

Saya menggubah kidung ini pada usia enam puluh, setelah saya sudah ikut dengan Tuhan selama empat puluh tahun.

Murid-murid yang mengikuti Tuhan selama tiga setengah tahun melihat apa yang Tuhan lakukan, bagaimana Dia berprilaku, dan bagaimana Dia berbicara. Itulah yang memuridkan mereka. Mereka menyaksikan penghidupan insani Kristus, kematianNya dikayu salib selama enam jam, dan melihat Dia dalam kebangkitanNya Kristus menggunakan tiga proses ini—kealmuhitanNya, kematianNya yang mengakhiri segala sesuatu, pelepasan hayat, dan kematian manusia ciptaan baru, dan kebangkitan dispensi hayatNya—untuk mengajar/melatih pengikut-pengikutNya.

Didalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi hayat dan masuk ke dalam mereka. Dia mengembusi mereka, dan berkata:”terimalah Roh Kudus” (Yoh. 20:22). Dalam Kejadian 2 Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (ay. 7). Inilah yang menyebabkan orang menjadi hidup yakni seorang yang hidup. Pada hari kebangkitanNya, Kristus menghembuskan diriNya sendiri ke dalam murid-murid mereka dan mereka juga menjadi hidup. Mereka dihidupkan dengan penghidupan ilahi. Roh hayat dan realitas yang dihembus ke dalam mereka akan membimbing mereka ke dalam semua realitas Tuhan yang mereka lihat dan mereka amati saat mereka bersama Tuhan selama tiga setengah tahun. Saya ada di pemulihan Tuhan mengamati bagaimana saudara Watcman Nee berprilaku selama delapan puluh tahun. Semua yang saya amati di dalam dia menjadi hal-hal yang memuridkan/mengajar saya.

A. Penghidupan insani Kristus

Pengikut-pengikut Kristus diajar melalui penghidupan Kristus di bumi, sebagai suatu model dari seorang manusia-Allah—memperhidupkan Allah dengan menyangkal diriNya di dalam keinsanianNya (Yoh. 5:19, 30), mengubah konsepsi mereka mengenai manusia (Flp. 3:10; 1:21a). Konsep daripada murid-murid/pengikut-pengikut diubah dengan apa yang mereka lihat yakni penghidupan Kristus yang selalu memperhidupkan Allah dan menyangkal diriNya sediri di dalam keinsanianNya.

B. Penyaliban Kristus

Mereka diajar/dilatih melalui penyaliban Kristus untuk menghilangkan penghidupan manusia/insani mereka agar mereka hidup dalam penghidupan hayat ilahi (Gal. 2:20).

C. Kebangkitan Kristus

1. Mengenal Dia sebagai Putera Sulung Allah

Mereka juga dimuridkan/diajar melalui kebangkitan Kristus untuk mengenal Dia sebagai Putera sulung Allah (Rm. 1:4; Kis. 13:33; Rm. 8:29). Sebagai Putera tunggal Allah, Kristus hanya memiliki sifat dan hayat ilahi. Dia tidak memiliki keinsanian. Tetapi sebagai Putera sulung Allah, Dia adalah kedua-duanya yakni ilahi dan insani. Kristus memiliki sifat dan hayat insani, tetapi Dia hidup dalam hayat dan sifat ilahi dengan menyangkal hayat dan sifat insaninya. Ini adalah penghidupanNya yang ilahi dan mistikal untuk memuridkan/mengajar semua pengikut-pengikut/murid-muridNya selama tiga setengah Tahun.

2. Mengenal Dia sebagai Roh pemberi hayat

Mereka juga dimuridkan/diajar untuk mengenal Kristus sebagai Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45).

3. Untuk menghasilkan banyak putera Allah

Kebangkitan Kristus adalah untuk menghasilkan banyak putera sebagai pelipatgandaanNya dan sebagai pertambahanNya (Ibr. 2:10; Yoh. 12:24).

Jika kita terbuka pada Roh itu dari dalam diri kita seperti kita dengan sungguh-sungguh berdoa memikirkan persekutuan ini, kita akan terlatih. Hanya mereka yang terlatih yang adalah satuan-satuan kelompok vital. Mereka terlatih menjadi vital. Seorang murid ialah seorang yang hidup di dalam hayat ilahi dan insani. Vitalitas/kekuatan hidup dari ministri berhubungan dengan penghidupan seseorang yang hidup berdasarkan hayat ilahi diluar daripada hayat/kehidupan insaninya. Kemudian apa yang dia ekspresikan ialah ilahi diluar penghidupan manusianya yang telah disalibkan. Kita perlu menyangkal penghidupan insani kita untuk melepaskan sesuatu yang ilahi. Ini ialah faktor utama kita untuk menjadi vital.

III. SAKSI SAKSI KRISTUS

Pada akhirnya kita adalah sakti-saksi Kristus. Dalam Kisah para rasul 1:8 Tuhan berkata kepada muri-muridNya,”..dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Seorang saksi ialah orang yang telah melihat sesuatu. Setelah Paulus diselamatkan dalam perjalanannya ke Damsyik, Tuhan memilih dia untuk menjadi saksiNya (Kis. 26:16).

A. Mempersaksikan

1. Kristus telah dibangkitkan

Murid-murid Tuhan mempersaksikan bahwa Kristus sudah bangkit (Kis. 1:22; 3:15; 10:39-41; 13:31). Jika kita mempersaksikan bahwa Kristus telah bangkit, kita pasti tinggal di dalam hayat kebangkitan.

2. Pengurapan oleh Allah

Kebangkitan Kristus adalah pengurapan Allah untuk melaksanakan kehendakNya (Kis. 10:38-39).

3. Allah telah membangkitkan Kritus, Tuhan dan Kristus, Pemimpin dan Juruselamat, dan Hakim atas orang-orang yang hidup dan orang-orang mati

Kebangkitan Kristus dilakukan Allah sang Tuhan segenap bumi dan Kristus, Mesias, untuk melaksanakan ekonomi Allah (Kis 2:32-36). Dia juga meninggikan Kristus sebagai Pemimpin dan Juruselamat (Kis 5:30-32). Dia adalah penguasa atas raja-raja di bumi (Why. 20:11-15) dan satu-satunya yang mengatur seluruh bumi dan situasi sehingga umat-umat pilihanNya percaya kepadaNya sebagai Juruselamat untuk menyelamatkan mereka. Di dalam kebangkitanNya Dia juga telah ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang yang hidup dan orang-orang mati (Kis. 10:42). Dia akan menghakimi semua yang hidup diatas takhta kemuliaanNya (Mat. 25:31-46), dan Dia akan menghakimi orang-orang mati diatas takhta putihNya (Why. 20:11—15).

B. Memperhidupkan Kristus

Butir penting dari saksi-saksi Kristus ialah bahwa mereka memperhidupkan Kristus (Kis. 22:15; Flp. 1:21a; 2 Kor. 13:3) di dalam kebangkitanNya dan melalui KematianNya (Flp. 3:10). Mereka tidak tidak begitu saja berkhotbat atau berbicara mengenai Kristus, tetapi mereka menempuh suatu penghidupan yang mempersaksikan Kristus.

Unsur pokok kelompok vital ialah kaum beriman di dalam Kristus, Murid-murid Kristus, dan saksi-saksi Kristus. Semua saudara sepenuh waktu perlu menyadari bahwa mereka sedang dimuridka/diajar oleh penghidupan insani Kristus, oleh kematianNya yang almuhit, dan oleh kebangkitanNya yang mendispensikan hayatNya. Setelah mereka dilatih mereka harus pergi bukan hanya untuk mengajar, berkhotbah, dan berkembang biak tetapi untuk bersaksi. Karena belas kasih Tuhan, saya telah diajar selama kira-kira tujuh puluh tahun, dan saya masih tetap dibawah ajaran/pemuridan Tuhan sampai hari ini.