BAGAIMANA MENGONTAKI ORANG (1)
GARIS BESAR
LIII. Kita harus menjadi orang yang ada di dalam persekutan yang intim dan tuntas dengan Tuhan, tanpa ada sekatan apapun di antara Tuhan dan kita.
LIV. Memiliki pengakuan yang tuntas setiap waktu atas segala kegagalan, cacat/cela, kesalahan, perbuatan-perbuatan daging, dan manusia alamilah kita, pelanggaran kita terhadap Allah dan manusia dan dosa-dosa kita.
LV. Berdoa dengan tuntas bagi kunjungan kita kepada orang lain, bagi orang yang kita kunjungi dan kontaki.
LVI. Kita harus benar-benar mengenal akan semua garis besar berita-berita yang baru mengenai persona Kristus dan penggenapan-Nya dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh sehingga kita dapat menghafalkannya dan menggunakannya secara langsung/spontan dalam kunjungan dan kontak kita dengan orang-orang.
KESAKSIAN
Hidup gereja di sini amat manis. Sampai sekarang, kita berada dalam lokalitas di mana gereja tersebut adalah gereja yang kecil dan memiliki situasi-situasi yang sulit. Inilah saat pertama dimana kita merasakan kita itu sendiri (1) digembalakan oleh saudara/i. (2) Saudara/i di sini dengan tulus menuntut Kristus dan membangun gereja menurut minstri Perjanjian Baru. Hal itu begitu menyegarkan dan juga telah mengekspos/menyingkap. Saya menyadari bahwa saya telah menjadi agak usang dan dingin. Tetapi saya dihangatkan kembali!
(3) Banyak saudara/i secara aktif menggembalakan saudara/i baru pada tingkatan yang bervariasi. Juga (4) Sedikitnya separuh dari saudara/i masih pergi mengetuk pintu setiap minggu. (5) Mereka telah mempraktekkannya selama sepuluh tahun terakhir! (6) Saudara/i baru (kebanyakan bangsa kulit putih) dengan mantap masuk ke dalam hidup gereja dengan mengetuk pintu-pintu, dan (7) mengontaki tetangga-tetangga, teman sekerja, dan sanak keluarga. (8) Dalam sidang tidak pernah ada kesenjang di antara kesaksian-kesaksian (pembagian nikmat). Sangatlah sulit untuk bersaksi karena begitu banyak yang ingin bersaksi. (9) Selera saya sendiri telah ditinggikan oleh (10) selera saudar/i yang begitu kuat dan serius bagi ministri.
Tuhan telah memperlihatkan pada kita dalam seri berita ini bahwa kita mengontaki orang dengan merawat dan mengasuh mereka (Ef. 5:29). Pada awal abad ini, R.A. Torrey menerbitkan buku berjudul How to Bring Men to Christ. Tuhan telah membawa kita maju untuk melihat bahwa kita perlu merawat orang dalam keinsanian Yesus dan mengasuh mereka dalam keilahian Kristus. Kita mengasuh mereka dengan tujuan merawat mereka dengan kekayaan Kristus yang tak terduga dalam ministri-Nya yang penuh dalam tiga tahap. Dalam berita ini kita ingin melanjutkan persekutuan kita mengenai bagaimana mengontaki orang.
Pada tahun 1984 saya menyadari bahwa pemulihan, baik di Taiwan maupun di Amerika, telah menjadi tidak bergerak/mati. Sesungguhnya kita telah menjadi seperti Laodikia. Mereka mengatakan bahwa mereka kaya, tetapi mereka miskin dlam emas (Why. 3:17-18). Emas adalah Allah itu sendiri. Gereja di Laodikia bangga karena kaya dalam pengetahuan doktrin yang sia-sia, tetapi mereka miskin dalam realitas akan Allah itu sendiri. Tuhan berdoa agar Bapa menguduskan kita dengan Firman-Nya karena firman-Nya adalah kebenaran, realitas (Yoh. 17:17). Realitas adalah Allah Tritunggal. Karena Allah Tritunggal terkandung dalam firman-Nya, firman-Nya adalah realitas, dan kita dikuduskan dalam realitan firman ini.
Kaum Saudara menjadi Laodikia karena mereka sombong atas pengetahuan tentang banyak doktrin. Akhirnya, mereka terpecah-pecah oleh pengajaran doktrin mereka. Mereka dibangkitkan oleh Tuhan pada awal abad sembilan belas, tetapi dalam jangka waktu yang pendek mereka terpecah-pecah menjadi sekitar seribu kelompok. Walaupun mereka kaya dalam doktrin, tetapi doktrin mereka bukanlah kebenaran karena kurang elemen ilahi. Elemen ilahi, realita Allah, adalah emas. Tuhan menasihati orang-orang Laodikia untuk membeli emas agar mereka menjadi kaya. Dia juga menyuruh mereka untuk membeli minyak mata untuk mengulasi mata mereka sehingga mereka bisa melihat. Ini berarti bahwa di luar pengetahuan doktrin mereka, mereka tidak memiliki penglihatan rohani yang sejati. Mereka tidak memiliki terang, hayat, atau realitas. Kita harus diperingatkan oleh firman Tuhan kepada Laodikia. Kita mungkin kaya dalam pengetahuan tentang puncak tinggi wahyu ilahi, tetapi kita tidak seharusnya berpikir bahwa kita memiliki realitas. Doktrin semata tidaklah berarti. Beban saya adalah membantu kita menjadi vital dan memiliki vitalitas untuk berkontak dan mendapatkan orang.
MENJADI ORANG DALAM PERSEKUTUAN YANG INTIM DAN TUNTAS DENGAN TUHAN
Untuk menjadi vital, kita harus menjadi orang yang berada dalam persekutuan yang intim dan tuntas dengan Tuhan tanpa ada sekatan apapun di antara Tuhan dan kita. Jika kita bukan orang yang semacam itu, maka kita tidak layak untuk mengontaki orang bagi ekonomi Allah. Banyak orang dalam kekristenan mempromosikan ‘memenangkan jiwa-jiwa’. Mereka mungkin mendapatkan orang, tetapi sebagian besar dari orang yang mereka peroleh sekarat/mati secara rohani. Kita tidak mau membawa orang yang mati dan sekarat ke dalam pemulihan. Kita harus memiliki vitalitas untuk membuat orang yang kita kontaki itu menjadi vital. Vitalitas tersebut tersembunyi di dalam persekutuan kita yang intim dan tuntas dengan Tuhan, tanpa ada sekatan di antara kita dengan Tuhan. Ini membuat kita dengan mutlak satu dengan Tuhan.
II. MEMILIKI PENGAKUAN YANG TUNTAS
Kita harus memiliki pengakuan yang tuntas setiap waktu atas setiap kegagalan, cacat/cela, kesalahan, perbuatan daging, dan perbuatan manusia alamiah kita, perlanggaran kita terhadap Allah dan manusia, dan dosa-dosa kita. Kita mau tinggal di dalam dan diserupakan dengan kematian Kristus (Flp. 3:10). Kita harus mengaku bahwa kita belum sepenuhnya diserupakan dengan kematian-Nya, khususnya dalam cara kita berbicara kepada pasangan kita. Satu Yohanes 1 mengatakan bahwa jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa maka kita berdusta (ay. 8,10). Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, berarti kita buta. Kita penuh dengan dosa-dosa, karena itu kita harus memiliki pengakuan yang tuntas atas dosa-dosa kita. Karena tangan kita menjadi kotor sepanjang hari maka kita harus mencucinya berkali-kali. Demikian juga sama halnya dengan itu kita harus mengakui dosa-dosa kita kepada Tuhan sepanjang hari untuk menerima pencucian oleh darah-Nya secara terus menerus/berkesinambungan.
III. BERDOA DENGAN TUNTAS BAGI ORANG YANG KITA KUNJUNGI
Kita harus berdoa bagi kunjungan kita kepada orang dan bagi orang-orang yang kita kunjungi dan kontaki. Kita tidak seharusnya mengontaki seseorang tanpa mendoakannya. Kita harus berdoa dengan doa yang cukup dan doa yang sungguh-sungguh meminta kepada Tuhan akan orang-orang yang kita kontaki. Di masa lampau saya mendorong kaum saleh untuk mengunjungi orang dengan mengetuk pintu mereka sekali seminggu selama kira-kira tiga jam. Mereka yang pergi haru mampu berdiri di atas doa mereka yang tuntas sepanjang minggu itu. Kita harus berdoa dengan kemauan yang keras agar Tuhan membuat kita berbuah. Jika setiap orang di antara kita tidak mendapatkan satu orang bagi Tuhan dalam setahun, ini merupakan hal yang memalukan. Tuhan memerintahkan kita untuk pergi dan berbuah agar Bapa dimuliakan (Yoh. 15:8, 16). Kita harus memegang firman Tuhan untuk berbuah, tetapi kita belum melakukannya dengan mutlak.
IV. HARUS BENAR-BENAR MENGENAL GARIS BESAR BERITA-BERITA YANG BARU MENGENAI PERSONA KRISTUS DAN PENGGENAPAN-NYA
Kita harus benar-bernar mengenal garis besar berita-berita yang baru mengenai persona Kristus dan penggenapan-Nya dan tiga tahap ministri-Nya yang penuh. Kita dapat menghafalkan dan menggunakannya dengan spontan dalam kunjungan dan kontak kita kepada orang-orang. Gereja-gereja di Taiwan telah memasuki jalan doa-baca, mempelajar, menghafal, dan menuturkan semua butir garis besar. Jika kita melaksanakan ini, kita akan dijenuhi dan diresapi dengan semua butir ini, dan kita akan memiliki banyak kebenaran untuk dibicarakan kepada orang lain. Jika kita mengambil jalan ini, kita dapat berguna dalam kepergian kita berbicara kepada orang lain. Apa yang kita bicarakan mengenai persona Kristus menurut terang baru yang kita terima akan sangat memikat orang, karena mereka tidak pernah mendengar hal-hal semacam itu.
Saya telah menghabiskan lebih dari sepuluh tahun untuk membantu gereja-gereja masuk ke dalam situasi yang vital. Baru-baru ini, saya menerima kesaksian dari seseorang yang memperlihatkan bahwa setidaknya ada satu gereja yang telah menjadi vital. Isi dari kesaksian ini tertulis di bawah, dan kita telah memberi nomor butir-butir penting di dalamnya.
KESAKSIAN
Hidup gereja di sini amat manis. Sampai sekarang, kita berada dalam lokalitas di mana gereja tersebut adalah gereja yang kecil dan memiliki situasi-situasi yang sulit. Inilah saat pertama dimana kita merasakan kita itu sendiri (1) digembalakan oleh saudara/i. (2) Saudara/i di sini dengan tulus menuntut Kristus dan membangun gereja menurut minstri Perjanjian Baru. Hal itu begitu menyegarkan dan juga telah mengekspos/menyingkap. Saya menyadari bahwa saya telah menjadi agak usang dan dingin. Tetapi saya dihangatkan kembali!
(3) Banyak saudara/i secara aktif menggembalakan saudara/i baru pada tingkatan yang bervariasi. Juga (4) Sedikitnya separuh dari saudara/i masih pergi mengetuk pintu setiap minggu. (5) Mereka telah mempraktekkannya selama sepuluh tahun terakhir! (6) Saudara/i baru (kebanyakan bangsa kulit putih) dengan mantap masuk ke dalam hidup gereja dengan mengetuk pintu-pintu, dan (7) mengontaki tetangga-tetangga, teman sekerja, dan sanak keluarga. (8) Dalam sidang tidak pernah ada kesenjang di antara kesaksian-kesaksian (pembagian nikmat). Sangatlah sulit untuk bersaksi karena begitu banyak yang ingin bersaksi. (9) Selera saya sendiri telah ditinggikan oleh (10) selera saudar/i yang begitu kuat dan serius bagi ministri.
Orang yang menulis kesaksian di atas mengatakan bahwa dia digembalakan oleh kaum saleh, bukan oleh penatua atau sekerja. Ini berarti bahwa mereka mempraktekkan penggembalaan yang diajarkan ministri. Kita perlu menaruh perhatian pada frase oleh kaum saleh dalam kesaksian di atas.
Kaum saleh di lokalitas ini menuntut Kristus menurut Perjanjian Baru, bukan menurut pengajaran yang berbeda-beda. Wahyu 2 membicarakan pengajaran Bileam (ay. 14), pengajaran Nikolaus (ay. 15), pengajaran Izebel (ay. 20), dan pengajaran terdalam dari Satan (ay. 24). Dalam kekristenan hari ini, begitu banyak pengajaran berbeda, tetapi kita seharusnya hanya memiliki satu pengajaran, pengajaran Perjanjian Baru, yang disebut pengajaran para rasul (Kis. 2:42). Pengajaran unik/satu-satunya dalam Perjanjian Baru adalah pengajaran para rasul mengenai ekonomi kekal Allah untuk menghasilkan gereja bagi Tubuh yang merampungkan Yerusalem Baru. Ketika kita menuntut Kristus dan membangun gereja menurut pengajaran para rasul, ministri Perjanjian Baru, kita akan berada di bawah berkat Tuhan. Kita mungkin mengatakan bahwa amat sulit mendapatkan kaum kulit putih (Kaukasia), tetapi dalam tempat yang disebutkan di atas, sedikitnya separuh kaum saleh setia melaksanakan pengetukan pintu selama sepuluh tahun belakangan ini, dan orang-orang baru yang mereka dapatkan kebanyakan orang kulit putih (Kaukasia). Isi kesaksian di atas adalah menurut yang telah saya ajarkan selama sepuluh tahun belakangan. Kesaksian ini meneguhkan bahwa jalan yang Allah tetapkan untuk mempraktekkan dan membangun hidup gereja menurut ministri Perjanjian Baru sungguh-sungguh berhasil.