MENGASUH ORANG DENGAN KEKAYAAN KRISTUS YANG TAK TERDUGA DALAM TIGA TAHAP MINISTRI-NYA YANG PENUH (3)
GARIS BESAR
XLVIII.
XLIX.
L.
LI.
LII. Perampungan Kristus dalam tahap intensifikasi-Nya, dari kemerosotan gereja sampai perampungan Yerusalem baru:
A. Mengintensifkan keselamatan-Nya yang organik:
1. Bagi ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, untuk melaksanakan keselamatan organik-Nya demi menghasilkan gereja dan membangun Tubuh-Nya untuk merampungkan Yerusalem baru.
2. Ditengah-tengah perjalanan ministri Kristus dalam tahap inklusi-Nya, gereja menjadi merosot sehingga menghalangi perampungan ekonomi kekal Allah.
3. Oleh sebab itu, Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang satu itu menjadi tujuh roh Allah—Why. 1:4; 4:5; 5:6; 3:1:
a. Bukan tujuh Roh individual.
b. Tetapi satu Roh yang diintensifkan tujuh ganda
c. untuk mengintensifkan tujuh ganda keselamatan organik Kristus bagi pembangunan Tubuh Kristus, untuk merampungkan tujuan kekal Allah—Yerusalem baru.
B. Menghasilkan para pemenang
1. Dalam kemerosotan gereja, hampir semua orang beriman dalam Kristus dikalahkan oleh Satan, dosa, dunia dan daging mereka di dalam manusia lama mereka.
2. Dalam ketujuh surat kiriman-Nya kepada gereja-gereja yang merosot, Kristus memanggil kaum beriman yang kalah untuk menjadi pemenang-pemenang-Nya oleh diri-Nya sendiri sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda bagi pengalaman mereka terhadap keselamatan organik-Nya dalam intensifikasi tujuh ganda-Nya.
C. Merampungkan Yerusalem Baru:
1. Menurut seluruh wahyu perjanjian baru, sasaran satu-satunya dari pekerjaan orang-orang Kristen seharusnya adalah Yerusalem baru, yaitu sasaran akhir ekonomi Allah.
2. Kemerosotan gereja terutama dikarenakan fakta bahwa hampir semua pekerja Kristen disimpangkan sehingga mengambil perkara-perkara selain Yerusalem Baru sebagai tujuan mereka.
3. Oleh sebab itu, di bawah kemerosotan gereja, untuk menjadi pemenang yang menjawab panggilan Tuhan, kita perlu menang bukan hanya atas perkara-perkara negatif, tetapi lebih-lebih atas perkara-perkara positif yang menggantikan Yerusalem Baru sebagai sasaran.
4. Sasaran satu-satunya dan yang ultima dari seorang pemenang seharusnya adalah sasaran ekonomi kekal Allah, yaitu Yerusalem Baru.
V. PENGGENAPAN KRISTUS DALAM
TAHAP INTENSIFIKASI-NYA
Dalam berita ini kita ingin melihat penggenapan Kristus dalam tahap intensifikasi-Nya dari kemerosotan gereja sampai pada perampungan Yerusalem Baru. Baru-baru ini kita telah melihat bahwa Yohanes 4:14b menunjuk kepada kita bahwa tujuan ekonomi kekal Allah ialah Yerusalem Baru: “air memancar ke dalam hayat kekal.” Bapa adalah mata air, sumber, mengalir di dalam Putra sebagai aliran, yang mengalir keluar sebagai Roh, sungai ke dalam hayat kekal. Frase ke dalam hayat kekal berarti masuk ke dalam totalitas hayat kekal. Tiap manusia merupakan suatu totalitas/keseluruhan hayat manusia. Totalitas, keseluruhan dari hayat kekal adalah Yerusalem Baru. Allah kita adalah Allah yang mengalir, mengalir untuk memberikan dan mendispensikan diri-Nya sendiri sebagai hayat ke dalam semua orang yang mengasihi-Nya. Akhirnya, hayat kekal akan memiliki satu keseluruhan, satu totalitas, satu konsumasi. Totalitas itu ialah Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah totalitas/keseluruhan dari hayat kekal dalam seluruh Alkitab.
Rasul Paulus mengatakan bahwa kta adalah ladang Allah untuk menumbuhkan Kristus dan bangunan Allah (1 Kor. 3:9). Saat kita bertumbuh di dalam hayat ilahi, kita diubah menjadi bahan-bahan yang berharga untuk bangunan Allah: emas, perak, dan batu-baru permata (ay. 12). Yerusalem Baru tersusun oleh bahan berharga yang telah diubah: emas sebagai dasar, mutiara sebagai pintu gerbang, dan batu permata untuk tembok kota. Jika kita membangun gereja dengan diri kita sendir, dengan dunia, atau dengan hal-hal yang berhubungan dengan bumi, maka kita sedang membangun dengan kayu, rumput dan jerami, yang hanya bisa terbakar (ay. 12b-13). Jika kita membangun gereja dengan Allah Tritunggal—Bapa sebagai emas, Putra sebagai mutiara atau perak dan Roh sebagai batu permata—niscaya pekerjaan pembangunan kita akan merupakan bagian dari Yerusalem Baru. Dengan perkataan lain, pekerjaan kita akan masuk ke dalam hayat kekal. Yerusalem baru sebagai keseluruhan/totalitas hayat kekal adalah tujuan Allah. Koor dari pada kidung (Inggris 976), suatu kidung mengenai Yerusalem Baru, mengatakan????? Kristus telah menjadi Roh yang diintensifkan tujuh ganda untuk memperkuat/mengintensifkan keselamatan-Nya yang organik dan menghasilkan para pemenang bagai perampungan Yerusalem Baru.
A. Mengintensifkan keselamatan-Nya yang organik
1. Kristus menjadi Roh pemberi hayat, Kristus yang pneumatik, dalam tahap inklusi-Nya
Bagi ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, untuk melaksanakan keselamatan organik-Nya demi menghasilkan gereja dan membangun Tubuh-Nya untuk merampungkan Yerusalem baru.
2. Gereja menjadi merosot
Ditengah-tengah perjalanan ministri Kristus dalam tahap inklusi-Nya, gereja menjadi merosot sehingga menghalangi perampungan ekonomi kekal Allah.
3. Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang satu itu menjadi tujuh Roh Allah
Oleh sebab itu, Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang satu itu menjadi tujuh roh Allah (Why. 1:4; 4:5; 5:6; 3:1). Roh ini bukanlah tujuh Roh individu, tetapi satu Roh yang diintensifkan tujuh ganda. Ini untuk mengintensifkan tujuh ganda keselamatan organik Kristus bagi pembangunan Tubuh Kristus, untuk merampungkan tujuan kekal Allah—Yerusalem baru.
D. Menghasilkan para pemenang
1. Dalam kemerosotan gereja, hampir semua orang beriman dalam Kristus dikalahkan oleh Satan, dosa, dunia dan daging mereka di dalam manusia lama mereka.
2. Dalam ketujuh surat kiriman-Nya kepada gereja-gereja yang merosot, Kristus memanggil kaum beriman yang kalah untuk menjadi pemenang-pemenang-Nya oleh diri-Nya sendiri sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda bagi pengalaman mereka terhadap keselamatan organik-Nya dalam intensifikasi tujuh ganda-Nya.
E. Merampungkan Yerusalem Baru:
1. Menurut seluruh wahyu perjanjian baru, sasaran satu-satunya dari pekerjaan orang-orang Kristen seharusnya adalah Yerusalem baru, yaitu sasaran akhir ekonomi Allah.
2. Kemerosotan gereja terutama dikarenakan fakta bahwa hampir semua pekerja Kristen disimpangkan sehingga mengambil perkara-perkara selain Yerusalem Baru sebagai tujuan mereka.
3. Oleh sebab itu, di bawah kemerosotan gereja, untuk menjadi pemenang yang menjawab panggilan Tuhan, kita perlu menang bukan hanya atas perkara-perkara negatif, tetapi lebih-lebih atas perkara-perkara positif yang menggantikan Yerusalem Baru sebagai sasaran.
Sasaran satu-satunya dan yang ultima dari seorang pemenang seharusnya adalah sasaran ekonomi kekal Allah, yaitu Yerusalem Baru