← Daftar isi Kelompok Vital · bab 13/16

MENGASUH ORANG DENGAN KEKAYAAN KRISTUS YANG TAK TERDUGA DALAM TIGA TAHAP MINISTRINYA YANG PENUH (2)

GARIS BESAR

XLIV.

XLV.

XLVI.

XLVII. Penggenapan Kristus dalam tahap inklusi-Nya dari kebangkitan-Nya sampai kemerosotan gereja:

A. Dilahirkan sebagai Putra Sulung Allah:

1. Dari kekekalan lampau tanpa permulaan, Kristus adalah Putra tunggal Allah:

a. Hanya memiliki keilahian, tanpa keinsanian.

b. Belum melalui kematian untuk masuk ke dalam kebangkitan.

2. Dalam inkarnasi, Putra tunggal Allah menjadi daging untuk menjadi seorang Manusia-Allah, seorang manusia yang memiliki sifat ilahi dan sifat insani.

3. Melalui kematian dan kebangkitan, Kristus di dalam daging sebagai benih Daud ditetapkan menjadi Putra sulung Allah:

a. Dalam kematian, keinsanian-Nya disalibkan

b. Dalam kebangkitan, keinsanian-Nya yang disalibkan itu dihidupkan oleh Roh keilahian-Nya dan ditinggikan ke dalam keputraan Putra tunggal Allah.

c. Karenanya, Ia dilahirakan oleh Allah dalam kebangkitan-Nya untuk menjadi Putra sulung Allah.

B. Menjadi Roh pemberi-hayat:

1. Satu Korintus 15:45b mengatakan,”Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) menjadi Roh pemberi-hayat.”

2. Roh pemberi-hayat ini “belum ada(belum datang)” sebelum kebangkitan Kristus—pemuliaan Kristus—Yoh.7:39.

3. Kristus, Putra Allah, sebagai Yang kedua dari Trinitas Ilahi, setelah menggenapkan ministri-Nya di bumi, menjadi (ditransfigurasi menjadi) Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan-Nya:

a. Roh pemberi hayat ini dilambangkan oleh air yang mengalir keluar dari rusuk Yesus yang tertikam di atas salib—Yoh. 19:34.

b. Melepaskan hayat ilahi yang telah terkurung dalam tempurung keinsanian Kristu dan mendispensikannya ke dalam kaum beriman-Nya, membuat mereka menjadi banyak anggota yang menyusun Tubuh-Nya—Yoh. 12:24.

4. Roh pemberi-hayat yang adalah Kristus yang pneumatik juga disebut:

a. Roh hayat—Rm. 8:2.

b. Roh Yesus—Kis. 16:7.

c. Roh Kristus—Rm. 8:9.

d. Roh Yesus Kristus—Flp. 1:19.

e. Tuhan Roh—2 Kor. 3:18.

C. Melahirkan kembali kaum beriman bagi Tubuh-Nya—1 Ptr.1:3:

1. Kristus yang pneumatik menjadi Putra sulung Allah dan Roh pemberi-hayat untuk melahirkan kembali kaum beriman, menjadikan mereka putra-putra Allah yang dilahirkan dari Allah bersama-sama Dia dalam satu persalinan besar secara universal:

a. Untuk peyusunan/komposisi rumah Allah bahkan keluarga Allah

b. Untuk penyusunan/konstitusi Tubuh Kristu menjadi kepenuhan-Nya, yaitu ekspresi dan perluasan-Nya, untuk merampungkan ekspresi dan perluasan kekal Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna:

1) Semua kaum beriman dari Kristus dalam satu Roh ini telah dibaptis ke dalam satu Tubuh Kristus—1 Kor. 12:13a.

2) Semua kaum beriman yang dibaptis dalam satu Roh ini diberi minum dari Roh ini—1 Kor. 12:13b.

2. Kristus dalam kebangkitan-Nya, memberikan diri-Nya tanpa batas sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit melalui Ia membicarakan firman Allah—Yoh. 3:34.

3. Semua kaum beriman dalam Kristus terbangun menjadi tempat tinggal Allah di dalam roh mereka yang dihuni oleh Dia sebagai Roh itu—Ef. 2:22:

a. Melalui pengudusan watak—Rm. 15:16.

b. Melalui pembaruan—Tit. 3:5.

c. Melalui tranformasi—2 Kor. 3:18.

d. Melalui penyerupaan—Rm. 8:29.

Dalam berita-berita yang lalu kita nampak mengenai penggenapan Kristus dalam tahap inkarnasi-Nya. Sekarang kita ingin melihat penggenapan-Nya dalam tahap inklusi-Nya dari kebangkitan-Nya sampai kepada kemerosotan gereja. Kita perlu dikonstitusi/disusun dengan semua berita/hal dari wahyu ini sehingga kita dapat mengasuh orang dengan kekayaan Kristus yang tak terduga dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh.

IV. PENGGENAPAN KRISTUS DALAM TAHAP

INKLUSI-NYA DARI KEBANGKITAN-NYA SAMPAI PADA KEMEROSOTAN GEREJA

Kemerosotan gereja dimulai pada akhir ministri rasul-rasul yang awal. Dalam surat kiriman Paulus yang kedua kepada Timotius kita dapat melihat kemerosotan ini. Kita perlu melihat tiga hal utama yang Kristus genapkan dalam tahap inklusi-Nya dari kebangkitan-Nya sampai pada kemerosotan gereja. Di dalam kebangkitan Kristus, Dia dilahirkan sebagai Putra Sulung Allah, Dia menjadi Roh pemberi-hayat, dan Dia melahirkan kembali kaum beriman bagi Tubuh-Nya.

Suatu ilustrasi yang bagus dari kematian dan kebangkitan Kristus yang diberikan oleh Tuhan ketika Dia mengumpamakan diri-Nya sebagai sebutir biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati dan menghasilan banyak butir dalam kebangkitan. Setelah biji gandum ini ditabur ke tanah, di satu sisi biji ini mati, pada sisi lain biji itu bangkit. Kulit luarnya mati, tetapi elemen hayat di dalam biji ini bertumbuh. Akhirnya, tunas keluar dari kematian dan bangkit dari biji gandum itu. Menurut satu Petrus 3:18, kebangkitan Kristus berlangsung ketika Dia mati disalib. Dia pada satu pihak mati di dalam daging, tetapi dipihak lain, dihidupkan di dalam Roh.” Menurut daging-Nya Dia disalibkan karena dosa-dosa kita, tetapi menurut Roh Dia menjadi sangat aktif. Kebangkitan bukanlah suatu peristiwa yang mendadak/tiba-tiba. Sebenarnya, ketika Kristus mati di dalam daging diatas salib, Dia aktif bergerak dan bertenaga dengan hayat untuk bangkit.

A. Dilahirkan sebagai Putra Sulung Allah

1. Putra tunggal Allah

Dari kekekalan lampau tanpa permulaan, Kristus adalah Putra tunggal Allah, hanya memiliki keilahian, tanpa keinsanian.belum melalui kematian untuk masuk ke dalam kebangkitan.

2. Menjadi daging untuk menjadi manusia Allah

Dalam inkarnasi, Putra tunggal Allah menjadi daging untuk menjadi seorang Manusia-Allah, seorang manusia yang memiliki sifat ilahi dan sifat insani.

3. Ditetapkan menjadi Putra Sulung Allah

Melalui kematian dan kebangkitan, Kristus di dalam daging sebagai benih Daud ditetapkan menjadi Putra sulung Allah. Dalam kematian, keinsanian-Nya disalibkan. Dalam kebangkitan, keinsanian-Nya yang disalibkan itu dihidupkan oleh Roh keilahian-Nya dan ditinggikan ke dalam keputraan Putra tunggal Allah. Karenanya, Ia dilahirakan oleh Allah dalam kebangkitan-Nya untuk menjadi Putra sulung Allah.

B. Menjadi Roh pemberi-hayat

1. Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) menjadi Roh pemberi-hayat

Satu Korintus 15:45b mengatakan,”Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) menjadi Roh pemberi-hayat.” Adam yang akhir ini ialah manusia yang terakhir. Penyaliban Kristus adalah akhir daripada manusia. Di dalam kebangkitan Kristus, Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi-hayat untuk mendispensikan hayat.

2. Roh pemberi-hayat ini “belum ada(belum datang)” sebelum kebangkitan Kristus

Menurut Yohanes 7:39, sebelum pemuliaan Kristus, kebangkitan Kristus,” Roh itu belum ada.” Ini berarti bahwa Roh pemberi hayat “belum ada” sebelum kebangkitan Kristus—pemuliaan Kristus. Sebelum Kristus dibangkit, Roh Allah bukan Roh pemberi-hayat.

3. Kristus diubah/ditransfigurasikan menjadi Roh pemberi-hayat

Kristus, Putra Allah, sebagai Yang kedua dari Trinitas Ilahi, setelah menggenapkan ministri-Nya di bumi, menjadi (ditransfigurasi menjadi) Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan-Nya. Roh pemberi hayat ini dilambangkan oleh air yang mengalir keluar dari rusuk Yesus yang tertikam di atas salib—Yoh. 19:34. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus melepaskan hayat ilahi yang telah terkurung dalam tempurung keinsanian Kristu dan mendispensikannya ke dalam kaum beriman-Nya, membuat mereka menjadi banyak anggota yang menyusun Tubuh-Nya—Yoh. 12:24.

4. Roh pemberi-hayat yang adalah Kristus yang pneumatik

Roh pemberi-hayat ini yang adalah Kristus yang pneumatik juga disebut sebagai Roh hayat (Rm. 8:2), Roh Yesus (Kis. 16:7), Roh Kristus (Rm 8:9), Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19), Tuhan Roh (2 Kor. 3:18). Tuhan Roh dapat dipertimbangkan/dianggap sebagai ungkapan majemuk seperti Allah Bapa dan Tuhan Kristus.

C. Melahirkan kembali kaum

beriman bagi Tubuh-Nya

Satu Korintus 1:3 memberitahukan bahwa Kristus melahirkan kembali kita semua yang percaya di dalam Dia dalam kebangkitan-Nya. Bagi Allah tidak ada unsur waktu. Menurut pandangan manusia kita, kita dilahirkan kembali pada suatu waktu tertentu, tetapi dalam pandangan Allah semua anak-anak-Nya dilahirkan kembali melalui kebangkitan Kristus. Dalam Wahyu, hampir semua predikat/kata yang menerangkan subjek ada dalam bentuk tata kalimat yang lampau. Dimata Allah Yerusalem Baru telah selesai. Kita mengatakan bahwa kita sedang menkonsumasi/merampungkan Yerusalem Baru, dan ini benar menurut pandangan kita dalam waktu. Tetapi menurut Allah, Dia telah mengkonsumasikan/merampungkan Yerusalem Baru. Wahyu 13:8 mengatakan bahwa Anak Domba yang telah disembelih sejak dunia dijadikan. Dalam pandangan Allah yang kekal, dari waktu Dia menciptakan segala sesuatu menjadi kehidupan Kristus telah disalibkan.

1. Putra-putra Allah dilahirkan dengan Kristus sebagai Putra Sulung Allah dalam satu persalinan besar yang universal

Tujuan dari Kristus dilahirkan menjadi Putra sulung Allah dan menjadi Roh pemberi-hayat yaitu untuk melahirkan kembali kaum beriman, menjadikan mereka putra-putra Allah yang dilahirkan dari Allah bersama-sama Dia dalam satu persalinan besar secara universal. Kebangkitan Kristus adalah satu persalinan besar dari diri-Nya sendiri sebagai Putra Sulung dan kaum berminan sebagai saudara-saudara-Nya, berjuta-juta saudara “kembar.” Ini adalah untuk peyusunan/komposisi rumah Allah bahkan keluarga Allah dan untuk penyusunan/konstitusi Tubuh Kristus menjadi kepenuhan-Nya, yaitu ekspresi dan perluasan-Nya, untuk merampungkan ekspresi dan perluasan kekal Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna. Semua kaum beriman dari Kristus dalam satu Roh ini telah dibaptis ke dalam satu Tubuh Kristus (1 Kor. 12:13a). Selanjutnya semua kaum beriman yang dibaptis dalam satu Roh ini diberi minum dari Roh ini (1 Kor. 12:13b). Melalui baptisan kita ditenggelamkan/dicelupkan di dalam Roh, dan dengan meminum Roh didapat dalam diri kita.

2. Mengaruniakan Roh tanpa batas

Kristus dalam kebangkitan-Nya, memberikan diri-Nya tanpa batas sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit melalui Ia membicarakan firman Allah—Yoh. 3:34. Semakin banyak kita menerima firman Tuhan, semakin banyak kita terisi oleh Roh tanpa batas.

3. Dibangun menjadi tempat tinggal

Allah di dalam roh

Semua kaum beriman dalam Kristus terbangun menjadi tempat tinggal Allah di dalam roh mereka yang dihuni oleh Dia sebagai Roh itu (Ef. 2:22) melalui pengudusan watak(Rm. 15:16), pembaruan (Tit. 3:5), tranformasi (2 Kor. 3:18), melalui penyerupaan (Rm. 8:29).

Untuk masuk ke dalam rincian/seluk beluk dari garis besar kita telah menjabarkan Kritus dalam tiga tahap-Nya, saya ingin memuji latihan kaum saleh yang ada di Taipei. Mereka datang bersama-sama dalam kelompok kecil untuk mendoa-bacakan garis besar. Setelah mendoa-bacakan mereka mempelajarinya. Kemudian mereka belajar menghafal semua garis besar, kata demi kata. Lalu mereka bertutur-sabda. Kita mungkin merasakan bahwa kita tidak bisa melakukan hal ini, tetapi jika ada kemauan/minat, pastilah ada jalan. Latihan daripada doa-baca, belajar, hafal, dan tutur-sabda telah menjadi jalan yang terbaik bagi kaum saleh di Taipei untuk mencerna/memahami/membuat ringkasan semua garis besar yang baru ini. Setelah mereka mempraktekkan hal ini, mereka sepenuhnya terasuh/kenyang, dan mereka bisa pergi mengasuh orang yang lain.

Isi dari garis besar mengenai Kristus dalam salah satu tahap-Nya seperti sepuluh makanan. Kita harus mengasuh/memberi makan orang dengan satu makanan. Tiap anggota kelompok vital harus menyajikan satu makanan bagi orang untuk pengasuhan/pemberian makan atas diri mereka. Sulit untuk melihat satu kelompok diantara kita hari ini yang benar-benar vital. Kelompok-kelompok kita tidak vital karena kita tidak terasuh/kenyang. Jika kita ingin memasuki makna/arti yang terkandung dalam Alkitab, kita perlu membuat ringkasan/memahami dari garis besar ini yang telah kita jabarkan untuk memudahkan kita mengasuh orang lain dengan kekayaan Kristus yang tak terduga dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh.