← Daftar isi Kelompok Vital · bab 12/16

MENGASUH ORANG DENGAN KEKAYAAN KRISTUS YANG TAK TERDUGA DALAM TIGA TAHAP MINISTRI-NYA YANG PENUH (1)

GARIS BESAR

XLI. Tiga tahap Kristus:

A. Tahap inkarnasi

B. Tahap inklusi

C. Tahap intensifikasi

XLII. Ministri Kristus yang penuh:

A. Segala pekerjaan perampungan Kristus.

B. Dari inkarnasi sampai dengan perampungan Yerusalem Baru.

XLIII. Perampungan Kristus dalam tahap inkarnasi:

A. Membawa Allah yang tak terbatas ke dalam manusia yang terbatas.

B. menyatukan dan membaurkan Allah tritunggal dengan manusia tiga bagian.

C. mengekspresikan limpah lengkap Allah di dalam keinsanian-Nya dalam atribut-atribut kaya-Nya melalui kebajikan-kebajikan-Nya yang harum:

1. Mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam penghidupan insani-Nya.

2. Terutama mengekspresikan Allah dalam atribut-atribut kaya-Nya, yaitu, dalam segala kekayaan yang tak terduga dari apa adanya Allah.

3. Melalui kebajikan-kebajikan harum Kristus yang mana Dia memikat dan menawan orang-orang:

a. Bukan dengan memperhidupkan hayat insani-Nya di dalam daging.

b. Melainkan dengan memperhidupkan hayat ilahi-Nya di dalam kebangkitan.

D. Untuk merampungkan penebusan yuridis-Nya yang almuhit:

1. Mengakhiri segala hal yang berasal dari ciptaan lama.

2. Menebus segala hal yang telah diciptakan oleh Allah dan telah jatuh dalam dosa—Ibr. 2:9; Kol. 1:20.

3. Menciptakan (mengandung) manusia baru dengan elemen ilahi-Nya—Ef. 2:15.

4. Melepaskan hayat ilahi-Nya dari tempurung keinsanian-Nya—Yoh. 12:24.

5. Meletakkan suatu pondasi/dasar bagi keselamatan organik-Nya dan mendirikan prosedur untuk mencapai ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya(kealmuhitan-Nya).

Kita telah nampak pada berita-berita yang lalu bagaimana Kristus menhibur/merawat kita di dalam keinsanian-Nya dan menghibur kita di dalam keilahian-Nya. Sudah tentu ini adalah kata-kata baru dalam bahasa baru. Beban saya adalah melayani sesuatu yang baru, tetapi masih tetap purba/kuno. Perjanjian baru ditulis dengan cara yang khusus. Tiap-tiap dari keempat injil memiliki cara khusus untuk menjelaskan Kristus kepada kita. Injil yang paling khusus dan misterius adalah injil Yohanes.

Kita tidak seharusnya memperlihatkan/menghadirkan Kristus kepada orang lain dengan jalan yang lama atau tradisional tetapi dengan jalan yang baru berdasarkan wahyu kekayaan Kristus yang diungkapkan dalam perjanjian baru. Kita mungkin berkata kepada seseorang: “Kristus adalah Allah yang menciptakan alam semesta. Suatu hari Dia lahir dari seorang dara untuk menjadi manusia dengan nama Yesus.” Cara pembicaraan ini baik dan benar. Meskipun saya menghargainya, saya akan tetap mengatakan bahwa cara pembicaraan/penyampaian itu lama/tradisional. Karena Amerika merupakan negara kristen yang lama, banyak orang telah mendengar penyajian semacam ini mengenai Kristus. Kita harus belajar memperlihatkan/menghadirkan Kristus dengan jalan baru. Kita ingin mengasuh orang dengan kekayaan Kristus yang tidak terduga dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh.

Ketika kita pergi mengunjungi orang, kita tidak ingin dengan sederhana menyampaikan sesuatu kepada mereka tetapi untuk mengasuh mereka dengan Kristus sebagai makanan mereka. Saat pertama dimana saya nampak bahwa kaum beriman Kristus harus belajar bagaimana memakan Dia adalah pada tahun 1958 di Taiwan. Yohanes 6:57 mengungkapkan bahwa Yesus dapat dimakan/dinikmati: “Barangsiapa memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Kita tentu hidup oleh apa yang kita makan. Sebenarnya, Alkitab dimulai dengan pemikiran Allah yang benar-benar menginginkan manusia memakan buah pohon hayat. Allah menciptakan seorang manusia yang sempurna, Adam, tetapi Allah meletakkan manusia ini di depan pohon hayat. Dia tidak meletakkan manusia di depan sebuah buku yang mengajarnya banyak hal-hal, termasuk bagaimana menjalani penghidupan pernikahan. Allah setelah menciptakan seorang manusia yang sempurna, membawa manusia itu ke dalam taman yang ada pohon hayat itu. Allah memperingatkan manusia ini untuk tidak memakan buah dari sebuah pohon yaitu pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Kej. 2:9, 16-17). Manusia harus memakan buah pohon yang benar atau dia akan keracunan.

Manusia hanya perlu makan satu hal—pohon hayat. Pohon ini melambangkan Kristus. Ketika Kristus berinkarnasi, Dia berkata,”Akulah...dan hidup/hayat” (Yoh 14:6); Dia juga mengatakan,”Akulah pokok anggur” (Yoh. 15:5a). Dia adalah hayat/hidup dan Dia juga adalah pohon anggur, maka Dia adalah pohon hayat. Kristus bukan hanya Juruselamat dan penebus tetapi juga pohon hayat kita. Dia adalah makanan kita sehingga kita dapat diasuh oleh Dia. Ketika kita mengontaki orang, kta harus selalu berusaha keras untuk menyajikan makanan rohani untuk mereka, bukan untuk mengajar mereka dengan pengetahuan yang secuil. Kemudian mereka akan terasuh. Efesus 3:8 mengatakan bahwa kekayaan Kristus adalah tak terduga, atau tidak dapat diselidiki. Satu-satunya zaman yaitu perjanjian baru mengungkap secara tak terduga kekayaan Kristus dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh.

I. TIGA TAHAP KRISTUS

A. Tahap inkarnasi

Pertama-tama Kristus berinkarnasi menjadi manusia. Kemudian Dia hidup di bumi ini selama tiga puluh tiga setengah tahun. Dia mati dikayu salib, dan penyaliban-Nya mengakhiri tahap inkarnasi-Nya.

B. Tahap inklusi

Penyaliban-Nya mengantar Dia masuk ketahap lain. Setelah kematian-Nya, Dia bangkit dan masuk ketahap inklusi. Dalam tahap ini Kristus adalah Roh yang almuhit. Dia sekarang adalah Allah, manusia dan juga Roh pemberi hayat yang almuhit (1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17).

C. Tahap intensifikasi

Menurut daging, Kristus adalah Adam yang terakhir. Kemudian sebagai Adam yang terakhir, Dia menjadi Roh pemberi hayat. Kitab Wahyu menunjukkan bahwa sebagai Roh pemberi hayat, Dia menjadi Roh yang telah diintensifkan tujuh kali ganda (Why. 1:4; 3:1; 4:5; 5:6). Kita menyebut tiga tahap ini dengan sebutan tiga I : inkarnasi, inklusi, dan intensifikasi.

II. MINISTRI KRISTUS YANG PENUH

Ministri Kristus yang penuh berisikan semua pekerjaan perampungan Kristus. Kristus merampungkan begitu banyak hal oleh ministri dan pelayanan-Nya, dari inkarnasi-Nya sampai pada perampungan Yerusalem Baru. Injil Matius menyajikan kelahiran Kristus, Inkarnasi-Nya, dan Kitab Wahyu menyajikan Yerusalem Baru, kota kudus.

III. PERAMPUNGAN KRISTUS

DALAM TAHAP INKARNASI-NYA

Tahap inkarnasi Kristus ada di dalam daging, di dalam keinsanian-Nya, dari kelahiran insan-Nya sampai kematian-Nya.

A. Membawa Allah yang tak terbatas

ke dalam manusia yang terbatas

Hal pertama yang dirampungkan Kristus dalam inkarnasi-Nya ialah membawa Allah yang tak terbatas de dalam manusia yang terbatas. Ketika kita mengontaki seorang yang tidak beriman, kita dapat berkata,” Saya ingin memberitahu anda bahwa Kristus telah membawa Allah yang tak terbatas ke dalam manusia yang terbatas.” Ini akan mengerakkan keinginannya dan dia akan ingin mendengar lebih banyak. Dengan menjelaskan Kristus dengan kata-kata baru yang memikat ini, kita bisa mendapatkan orang.

B. Menyatukan dan membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tiga bagian

Allah adalah Tritunggal dan manusia memiliki tiga bagian. Kristus dalam inkarnasi menyatukan dan membaurkan dua bagian ini—Allah yang maha besar dan menakjubkan yang adalah Tritunggal, dan manusia yang luar biasa, yang memiliki tiga bagian. Beberapa orang mungkin telah mendengar bahwa Allah adalah Tritunggal, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa manusia terdiri dari tiga bagian. Jika kita membagikan Kristus dengan mereka dalam istilah/terminologi baru ini, mereka akan tertarik dan akan ingin mendengar lebih banyak.

C. Mengekspresikan Allah yang limpah lengkap di dalam keinsanian-Nya dalam atribut-atribut kaya-Nya melalui kebajikan-kebajikan-Nya yang harum

Pernyataan untuk bagian/point ini seluruhnya adalah baru. Kristus dalam inkarnasi-Nya datang ke bumi bukan hanya membawa Allah yang tak terbatas ke dalam manusia yang terbatas dan menyatukan, membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tiga bagian, tetapi juga mengekspresikan Allah yang limpah lengkap di dalam keinsanian-Nya, hidup manusia-Nya. Allah itu limpah lengkap akan kekayaan dan banyak atribut-atribut. Atribut-atribut Allah adalah apa adanya Allah. Dia adalah kasih, terang, kudus, dan benar. Kita semua kagum akan kerendahan hati. Yang memiliki kerendahan hati yang sejati ialah Allah. Dia adalah Allah yang tidak terbatas, tetapi Dia merendahkan hati-Nya untuk menjadi manusia yang terbatas. Filipi 2 : 6-7 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang dipertahankan, melainkan mengosongkan diri-Nya sediri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Ayat 8 mengatakan,”Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Dia walaupun dalam rupa Allah, tetapi Dia merendahkan diri-Nya untuk mengambil rupa seorang manusia, taat kepada Allah, bahkan taat sampai mati dikayu salib. Dia menjadi hamba, membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh. 13:1-11). Allah adalah insan sejati yang rendah hati. Kerendahan hati adalah salah satu dari banyak atribut Allah. Atribut-atribut Allah diekspresikan di dalam Kristus sebagai seorang manusia untuk menjadi kebajikan-kebajikan Kristus. Kristus mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam penghidupan insan-Nya, terutama mengekspresikan Allah dalam atribut-atribut-Nya yang kaya, yaitu dalam kekayaan yang terduga dari apa adanya Allah. Kita harus mempelajari hal-hal ini sehingga kita bisa mendapatkan/memperoleh point baru ini dengan kata-kata/perkataan-perkataan baru.

Ketika atribut-atribut Allah menjadi kebajikan-kebajikan Kristus di dalam keinsanian, kebajikan-kebajikan ini adalah harum dan manis. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang sepanjang abad telah terpikat oleh Yesus dan mengasihi Yesus. Sewaktu saya muda saya menyibukkan diri dengan dunia, tetapi kemudian saya terpikat oleh Kristus yang harum. Dia begitu manis dan baik. Kristus memikat dan menawan orang bukan dengan memperhidupkan hayat insan-Nya di dalam daging tetapi dengan memperhidupkan hayat ilahi-Nya dalam kebangkitan. Kristus yang berinkarnasi ini memiliki dua status. Dia sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, memiliki hayat insan dan hayat ilahi. Meskipun Dia hidup di dalam hayat insan, tetapi dia tidak memperhidupkan hayat insan-Nya. Dia memperhidupkan hayat ilahi-Nya dalam kebangkitan. Hayat insan-Nya selalu dikesampingkan. Dia mengatakan bahwa Dia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak (Joh 5:19, 30). Dia tidak melakukan segala sesuatu di dalam hayat alamiah-Nya tetapi Dia melakukan segala sesuatu di dalam hayat ilahi-Nya dalam kebangkitan. Dia selalu meletakkan hayat alamiah-Nya diatas salib, dan melalui saliblah Dia masuk ke dalam kebangkitan. Hal tersebut haruslah begitu pada diri kita hari ini. Seorang saudara bisa berbicara kepada istrinya dengan dua cara. Dia bisa berbicara kepada istrinya di dalam hayat alamiah, tetapi hal ini adalah salah. Dia seharusnya berbicara kepadanya di dalam alamiah, hayat manusia yang telah berdasarkan pada hayat yang lain yaitu hayat Kristus, hayat yang ilahi dan hayat yang kekal. Kita harus mengalami hal ini dan kemudian kita dapat menggunakan kebenaran ini untuk mengasuh orang-orang yang kita kontaki/hubungi.

D. Untuk merampungkan penebusan

yuridis-Nya yang almuhit

Di dalam tahap inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah yang tak terbatas ke dalam manusia yang terbatas; He menyatukan dan membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tiga bagian; dan Dia mengekspresikan Allah yang limpah lengkap di dalam keinsanian-Nya dalam atribut-atribut kaya-Nya melalui kebajikan-kebajikan-Nya yang harum. Akhirnya Dia sampai kepada salib untuk merampungkan penebusan yurudis-Nya yang almuhit. Kebanyakan orang kristen dengan begitu saja mengatakan bahwa Kristus mati di atas salib karena dosa-dosa kita sehingga kita dapat diampuni oleh Allah. Ini benar, tetapi kita perlu melihat kelanjutannya yaitu kematian Kristus bagi penebusan kita dalam arti yang lebih mendalam.

Kristus mati di atas salib untuk mengakhiri segala sesuatu dari ciptaan lama. Dia juga menebus segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah dan yang jatuh ke dalam dosa ( Ibr. 2:9; Kol. 1:20). Diatas salib Dia menciptakan (mengandung) manusia baru dengan elemen ilahi-Nya. Efesus 2:15 mengatakan bahwa Kristus menciptakan di dalam diri-Nya sendiri keduanya Yahudi dan orang yang tidak mengenal Allah menjadi satu manusia baru. Setiap pembuahan/hasil memerlukan elemen tertentu. Di dalam diri-Nya sendiri memiliki arti bahwa Dia sendiri sebagai elemen ilahi untuk mengandung. Di dalam kematian-Nya yang menebus Dia juga melepaskan hayat ilahi-Nya dari tempurung keinsanian-Nya (Yoh. 12:24).

Semuanya ini adalah meletakkan suatu pondasi bagi keselamatan oraganik-Nya. Penebusan yuridis-Nya yang mendasar dirampungkan melalui kematian-Nya. Kemudian kematian-Nya mengantar-Nya ke dalam kebangkitan untuk melaksanakan keselamatan yang organik. Lebih jauh lagi, penebusan yuridis-Nya bukan haya suatu dasar tetapu juga merupakan suatu prosedur untuk mencapai ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya. Kita harus berusaha keras untuk belajar semua hal-hal yang telah disajikan dalam berita ini dan dua berita berikutnya yang berhubungan erat dengan kekayaan Kristus yang tak terduga dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh.