← Daftar isi Kelompok Vital · bab 11/16

MENGASUH ORANG DI DALAM KEILAHIAN KRISTUS GARIS BESAR

XXXVII. Anggota keleompok vital harus belajar bagaimana mengasuh/memberi makan orang untuk melanjutkan penghiburan mereka kepada orang.

XXXVIII. Menghibur orang adalah membuat orang gembira, senang dan terhibur; mengasuh orang adalah untuk memberi makan mereka dengan Kristus yang Allahlmuhit di dalam ministri penuh-Nya dalam tiga tahap.

XXXIX. Baik menghibur dan mengasuh orang keduanya harus dengan hayat ilahi dan mistikal di dalam kebangkitan, bukan dengan hayat alamiah di dalam ciptaan lama.

XL. Teladan Kristus menghibur dan mengasuh gereja-gereja dalam memelihara/menjaga gereja-gereja—Why. 1:12-13:

A. Dia memelihara/menjaga gereja-gereja sebagai kaki dian di dalam keinsanian-Nya sebagai “Anak Manusia” untuk menghibur mereka—ay. 13a:

1. Membersihkan/menata lampu-lampu kaki dian—Kel. 30:7.

2. Memasang sumbu lampu kaki dian—Kel. 25:38.

B. Dia, sebagai Imam Tinggi, memelihara/menjaga gereja-gereja sebagai kaki dian di dalam keilahian dengan kasih ilahi-Nya, yang dilambangkan oleh ikat pinggang emas yang melilit dada-Nya, untuk mengasuh gereja-gereja—Why. 1:13b:

1. Dengan ministri-Nya yang ilahi dan mistikal oleh kasih dalam tiga tahap.

2. Supaya gereja-gereja dapat bertumbuh dan matang dalam hayat ilahi dan menjadi pemenang-pemenang dalam intensifikasi tujuh ganda-Nya.

Dalam berita yang lalu, kita melihat bahwa kita perlu menghibur/merawat orang di dalam keinsanian Yesus. Menghibur/merawat orang adalah membuat mereka merasa gembira dan nyaman. Mengasuh mereka adalah memberi makan kepada mereka, memberi mereka sesuatu untuk makan. Dalam Efesus 5 Paulus membicarakan tentang perhatian Kristus akan gereja oleh kedua hal ini : menghibur/merawat dan mengasuh (ay. 29).

I. BELAJAR BAGAIMANA MENGASUH ORANG

Anggota kelompok vital harus belajar bagaimana mengasuh orang untuk melanjutkan penghiburan/perawatan bagi orang. Menghibur/merawat tanpa ada pengasuhan adalah hampa/sia-sia. Ketika seorang ibu ingin memberi makan untuk anaknya yang nakal, dia pertama-tama akan membuat anaknya gembira dengan menghiburnya. Tetapi tanpa mengasuh dia, penghiburannya tidak artinya. Setelah menghibur anak itu, ibu mengasuh dengan memberi makan. Ini adalah cara/jalan Kristus sebagai sang Kepada menjaga/memelihara gereja. Dia mengasuh kita setelah menghibur kita.

Wahyu 1 menunjukkan kepada kita bagaimana Kristus memperhatikan gereja-gereja. Wahyu adalah sebuah kitab dari tanda-tanda. Suatu tanda adalah suatu simbol dengan perlambangan spritual/rohani. Tanda pertama dalam Wahyu menunjukkan kepada kita mengenai Kristus di dalam keinsanian sebagai Imam Tinggi, dan tanda terakhir adalah Yerusalem Baru. Sebagai Anak Manusia, Kristus sebagai Imam Tinggi sedang memelihara semua gerja sebagai kaki dian (1:12-13). Di satu pihak, Dia menghibur/merawat gereja-gereja di dalam keinsanian; di pihak lain, Dia mengasuh gereja-gereja di dalam keilahian. Anggota kelompok vital harus belajar kedua hal ini. Ketika kita mengunjungi orang, undanglah mereka ke rumah kita, atau mengontaki mereka sebelum dan sesudah sidang/pertemuan, kita harus menjadi satu dengan Kristus untuk menghibur/merawat dan mengasuh mereka.

II. ARTI/MAKNA DARI MENGHIBUR/MERAWAT DAN MENGASUH ORANG

Menghibur/merawat orang adalah membuat mereka gembira/bahagia dan membuat mereka merasa sukacita dan nyaman. Kita harus memiliki wajah yang sukacita ketika mengontaki mereka. Kita harus gembira dan sukacita. Kita tidak seharusnya mengontaki seseorang dengan raut wajah yang menyedihkan. Kita harus menunjukkan kepada orang bahwa kita murni/tulus sukacita dan gembira. Kalau tidak demikian, maka kita tidak akan dapat menghibur/merawat mereka, untuk membuat mereka sukacita.

Kemudian sebagai kelanjutan, kita harus mengasuh mereka. Kita tidak mengasuh orang ketika kita berbicara tentang pernikahan, masa pacaran, politik, situasi dunia, atau pendidikan. Mengasuh orang adalah memberi makan mereka dengan Kristus almuhit dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh. Ketika kita berbicara kepada orang tentang Kristus, kita tidak seharusnya berbicara kepada mereka dalam suatu cara yang tidak bisa dipahami/dimengerti dalam bahasa yang mereka tidak mengerti. Kita harus menemukan suatu jalan untuk menghadirkan Kristus kepada setiap orang. Jika seseorang menginginkan orang lain makan daging sapi, dia harus menemukan suatu cara tepat untuk memasak daging itu yang membuat orang ingin sekali memakannya. Demikian juga halnya dengan kita, kita harus “memasak” Kristus yang almuhit. Ada banyak cara untuk memasak hal yang sama. Saya telah memasak Kristus di negara ini selama lebih 33 tahun dengan kira-kira tiga ribu berita.

Untuk mengasuh orang dengan Kristus, kita pertama-tama harus mencari/menuntut Kristus, mengalami Kristus, mendapatkan Kristus, menikmati Kristus, dan berbagian dalam Kristus. Dalam Filipi, khususnya dalam pasal dua dan tiga, Paulus menggunakan ungkapan dan pernyataan yang berbeda untuk menggambarkan bagaimana dia mencari dan mengejar Kristus untuk mendapatkan Kristus. Dia memberitahu kita bahwa kita harus melakukan segala sesuatu tanpa sungut-sungut/mengeluh dan alasan-alasan. Saudari yang sedang menuntut/mencari Kristus harus belajar untuk tidak mengeluh/bersungut, dan saudara harus belajar untuk tidak menggunakan alasan. Jika anda bersungut-sungut mengeluh dan beralasan, anda akan membuat suatu pelanggaran terhadap Kristus yang diam di dalam, yang adalah bagian dari Allah Tritunggal, sebab Allah ini sedang bekerja di dalam anda agar anda melaksanakan/melatih keselamatan anda (2:12-14). Keselamatan kita adalah mendapatkan dan mengalami Kristus. Mendapatkan Kristus adalah melatih/melaksanakan keselamatan organik kita sehari-hari.

III. OLEH HAYAT ILAHI DAN MISTIKAL DI DALAM KEBANGKITAN

Baik penghiburan/perawatan dan penghiburan orang keduanya harus dengan hayat ilahi dan mistikal di dalam kebangkitan, bukan oleh hayat alamiah di dalam ciptaan lama. Ketika sesuatu yang ilahi sedang bekerja di dalam seseorang, orang ini menjadi sangat mistikal. Ketika saya masih muda, saya bekerja selama lebih dari tujuh setengah tahun pada sebuah perusahaan yang besar. Tiba-tiba, saya berhenti dari pekerjaan saya sehingga saya dapat memberitakan Kristus sepanjang umur saya. Mereka bertanya bagaimana saya dapat menjalani hidup. Jawaban saya adalah Tuhan Yesus akan menyediakan bagi saya. Saya menjadi mistikal bagi teman kelas dan teman-teman dan juga anggota keluarga saya. Mereka tidak dapat mengerti mengapa saya berhenti bekerja untuk melayani Tuhan seumur hidup saya. Saya menjadi suatu misteri bagi mereka.

Kita harus menghibur orang dengan hayat ilahi dan mistikal di dalam kebangkitan. Di dalam kebangkitan berarti bahwa tidak ada sesuatu yang alamiah dalam hal kita memperhatikan orang. Segala sesuatu yang berasal dari hayat alamiah kita tidak seharusnya dipakai. Hayat kita harus di dalam kebangkitan. Dengan perkataan lain, hayat alamiah kita harus disalibkan dan bangkit menjadi hayat insan di dalam kebangkitan. Orang muda harus belajar bagaimana bekerja dalam pelayanan injil kampus bukan dengan hayat alamiah mereka tetapi dengan Allah di dalam mereka sebagai hayat mereka. Inilah hayat ilahi, dan hayat ilahi ini membuat kita menjadi suatu misteri. Seorang yang dikontaki oleh anda mungkin akan bertanya dimana anda lulus sekolah dan gelar apa yang anda sandang. Anda mungkin mengatakan bahwa anda menyandang gelar sarjana kimia dari Universitas Harvard. Mereka mungkin bertanya,” apa yang sedang anda lakukan di sini ?” Ketika anda mengatakan bahwa anda sedang belajar untuk memberitakan Kristus, mereka tidak akan dapat mengerti orang macam apakah anda itu. Mereka akan menganggap,”orang ini telah lulus dari universitas yang top/terkenal dengan gelar yang hebat. Seluruh dunia memerlukan dia. Dia bisa saja mendapatkan pekerjaan yang luar biasa. Lalu mengapa dia datang ke sini untuk memberitakan Kristus?” Ini membuat anda menjadi seorang yang mistikal. Anda telah memdapat pendidikan yang tinggi, tetapi anda sekarang melakukan suatu pekerjaan yang kelihatannya tidak tinggi tetapi sangat mistikal. Anda telah menjadi seorang yang ilahi dan mistikal di dalam kebangkitan.

Kita harus menyadari bahwa Roh pemberi hayat yang telah digandakan tujuh kali lipat hanya menghargai/mengakui hal-hal yang ada di dalam kebangkitan. Jika anda melakukan suatu pekerjaan tidak tidak di dalam kebangkitan, Roh pemberi hayat tidak akan menghargai hal itu, maka pelayanan/pekerjaan anda akan ada di dalam kesia-siaan/hampa tanpa ada hasil. Sebagian besar orang kristen bekerja di dalam hayat alamiah mereka, bukan dengan hayat ilahi dan mistikal di dalam kebangkitan. Segala sesuatu yang alamiah adalah di dalam ciptaan lama. Kontak kita terhadap orang lain tidak seharusnya ada di dalam ciptaan lama tetapi di dalam kebangkitan. Hanya dengan jalan inilah kita dapat menghibur/merawat dan mengasuh orang dengan Kristus Sang yang almuhit.

IV. TELADAN KRISTUS MENGHIBUR/MERAWAT

DAN MENGASUH GEREJA-GEREJA DI DALAM MENJAGA/MEMELIHARA GEREJA-GEREJA

Kristus adalah teladan yang terbaik dalam menghibur/merawat dan mengasuh gereja-gereja seperti terlihat dalam Wahyu pasal 1. Dalam ayat dua belas dan tiga belas Yohanes mengatakan,”Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan ditengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pnggang dari emas.” Ini menunjukkan bahwa Kristus sedang memjaga/memelihara kaki dian dengan menjadi Anak Manusia berpakaian jubah yang panjang. Jubah ini adalah untuk dipakai oleh imam (Kel. 28:33-35), yang menunjukkan bahwa Kristus adalah Imam Agung Tinggi kita.

Dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ikat pinggang ini sepotong emas yang panjang. Ikat pinggang dan emas bukan dua hal yang terpisah. Ikat pinggang adalah emas tersebut. Ikat pinggang emas adalah sepotong emas yang panjang untuk menjadi sebuah ikat pinggang. Anak Manusia ada di dalam keinsanian-Nya, dan ikat pinggang emas ini melambangkan keilahian-Nya. Ikat pinggang ini dililitkan di dada-Nya, dan dada ini adalah suatu perlambangan/tanda kasih.

Imam dalam perjanjian lama memakai ikat pinggang untuk pelayanan mereka (Kel. 28:4). Dalam Daniel 10:5 Kristus juga mengikat pinggang-Nya, dengan emas murni. Diikat pada pinggang adalah diperkuat untuk bekerja. Kristus telah menyelesaikan pekerjaan ilahi-Nya di dalam menghasilkan gereja-gereja. Sekarang dengan kasih-Nya Dia sedang memelihara/menjaga gereja-gereja yang telah Dia hasilkan. Inilah sebabnya mengapa Dia diikat didada-Nya. Hari ini Kristus adalah Imam Tinggi kita yang menjaga/memelihara gereja-gereja-Nya yang dibangun oleh pelayanan/pekerjaan-Nya. Tetapi sekarang Dia memelihara/menjaga gereja-gereja bukan ikat pinggang yang diikat dipinggang tetapi yang dililitkan di dada-Nya yang melambangkan kasih. Saya mengharapkan kita semua dapat menyadari bahwa dalam hari-hari ini bahkan diantara kita, Kristus sedang mengenakan ikat pinggang emas pada dada-Nya.

Ikat pinggang emas adalah suatu tanda, perlambangan keinsanian Kristus menjadi tenaga-Nya. Tenaga Kristus secara keseluruhan adalah keilahian-Nya. Sepotong emas sekarang adalah sebuah ikat pinggang. Totalitas/keseluruhan Kristus di dalam keilahian-Nya telah menjadi ikat pinggang. Ikat pinggang emas melambangkan keilahian Kristus menjadi tenaga-Nya, dan dada-Nya melambangkan tenaga emas yang terlaksana dan terdorong oleh kasih-Nya. Tenaga ilahi-Nya terlaksana oleh dan dengan kasih-Nya untuk mengasuh gereja-gereja.

A. Memelihara/menjaga gereja-gereja di dalam keinsanian-Nya

Kristus memelihara/menjaga gereja-gereja sebagai kaki dian di dalam keinsanian-Nya sebagai Manusia Allah untuk menghibur mereka (Why 1:13a). Kristus sebagai Imam Tinggi memelihara gereja-gereja yang telah Dia bangun pertama dengan menghibur/merawat gereja-gereja di dalam keinsanian-Nya, membuat gereja-gereja sukacita, gembira dan nyaman.

1. Dengan membersihkan/menata lampu-lampu

Dia melakukan hal ini dengan membersih/menata lampu-lampu dari kaki dian. Imam tinggi dalam perjanjian lama menata lampu-lampu kaki dian setiap pagi (Kel. 30:7). Membersihkan/menata lampu-lampu adalah membuat lampu-lampu tersebut layak/sempurna.

2. Memasang sumbu lampu

Kristus memperhatikan kaki dian dengan menyalakan sumbu lampu-lampu dari kaki dian emas, seperti yang dilakukan imam pada perjanjian lama (Kel. 25:38). Ketika sumbu dimatikan, sumbu tersebut menjadi hangus dan hitam, sehingga imam harus memotong bagian yang hangus dan hitam itu. Inilah yang dimaksud memadamkan sumbu sehingga lampu itu dapat bersinar lebih baik lagi. Bagian yang hangus dari sumbu, yang padam melambangkan hal-hal yang tidak seturut dengan tujuan Allah yang perlu dipotong, seperti daging kita, manusia alamiah kita, diri sendiri, dan ciptaan lama kita. Semua kaki dian adalah organik. Mereka adalah kaki dian yang hidup. Kapan kala setiap gereja adalah kaki dian yang hidup, tiap gereja memiliki banyak perasaan. Sebuah gereja dengan sumbu yang hangus tidak akan merasa nyaman.

Kira-kira delapan tahun yang lalu, tidak ada perasaan sukacita atas kegembiraan di gereja di Anaheim. Ini karena sumbu yang telah mati, hangus, dan hitam. Tetapi suatu hari Kristus sebagai Imam Tinggi datang untuk membersihkan lampu-lampu kaki dian, gereja di Anaheim, dengan memasang sumbu, untuk memotong semua sumbu yang hangus dan hitam. Ini adalah penghiburan/perawatan, untuk membuat gereja di Anaheim sukacita, gembira, dan nyaman. Tidak ada perbandingan antara cara gereja di Anaheim delapan tahun lalu dan cara pada hari ini. Delapan tahun yang lalu gereja di Anaheim penuh dengan sumbu yang hangus, hitam, tanpa bersinar. Kaum saleh merasa tidak sukacita, tidak gembira, dan tidak nyaman. Tetapi suatu hari Tuhan Yesus sebagai Imam Tinggi di dalam keinsanian datang untuk memadamkan hal-hal negatif. Kemudian kami menjadi sukacita, gembira, dan nyaman. Ini adalah pemeliharaan Kristus terhadap gereja di dalam keinsanian untuk menata/membersihkan lampu-lampu gereja.

Saya berterima kasih kepada Tuhan bahwa hari ini dalam pemulihan-Nya Dia adalah Imam Tinggi di dalam keinsanian. Ibrani pasal 4 mengatakan sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (ay. 15). Kristus kita adalah sama seperti adanya kita. Dia telah dicobai dalam segala hal seperti kita, sehingga Dia dapat dengan mudah dijamah dengan perasaan lemah kita. Ini berarti bahwa Dia selalu bersimpati dengan kelemahan kita di dalam keinsanian-Nya. Dia adalah Imam Tinggi di dalam keinsanian memelihara/menjaga kita dengan merawat/menghibur kita setiap waktu.

B. Memelihara/menjaga gereja-gereja di dalam keinsanian-Nya

Kristus sebagai Imam Tinggi menjaga/memelihara gereja-gereja sebagai kaki dian di dalam keilahian-Nya dengan kasih ilahi-Nya, yang dilambangkan dengan ikat pinggang emas yang dililitkan di dada-Nya, untuk mengasuh gereja-gereja (Why. 1:13b). Kristus bukan hanya insan tetapi juga ilahi. Dia adalah Anak Manusia yang mengenakan ikat pinggang emas, yang melambangkan keilahian-Nya sebagai tenaga ilahi-Nya. Keilahian-Nya sebagai tenaga ilahi mengasuh gereja-gereja dalam banyak cara.

Wahyu 2 dan 3 memberitahukan tentang perhatian Kristus terhadap kaki dian. Di satu pihak, Dia memasang sumbu lampu-lampu gereja, memotong semua pelanggaran, kekurangan, kegagalan, dan cacat/cela yang disebut dalam tujuh surat kiriman kepada tujuh gereja. Kristus melakukan pekerjaan terbaik ini di dalam keinsanian-Nya untuk menghibur/merawat gereja-gereja. Di pihak lain, dalam tiap-tiap surat kiriman, kita selalu nampak pengasuhan Kristus .

Dalam surat kiriman pertama kepada gereja di Efesus, Kristus berkata,”Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” Tetapi jika kita tidak menikmati Kristus sebagai pohoh hayat di dalam penghidupan gereja pada hari ini, maka pasti kita tidak berbagian dalam pohon hayat di zaman kerajaan. Berdasarkan pengalaman saya, hari ini gereja di Anaheim adalah suatu firdaus bagi saya. Di dalam firdaus ini saya banyak makan Kristus sebagai pohon hayat setiap hari. Jika saya tidak makan Kristus disini pada hari ini, saya tidak akan Dia di zaman kerajaan. Saya harus memakan Dia disini pada hari ini.

Dalam surat kiriman kedua kepada Smirna, sebuah gereja yang menderita dan tersiksa, Kristus berkata bahwa Dia akan mengaruniakan mahkota kehidupan bagi mereka yang menang (ay. 10). Sebuah mahkota melambangkan kemenangan. Jika kita bukan seorang pemenang hari ini, mengatasi siksaan dan penderitaan, bagaimana kita dapat menjadi pemenang di dalam kerajaan? Kemenangan kita hari ini adalah dari Kristus menjadi hayat kita. Jika kita tidak kenikmatan seperti itu hari ini, bagaimana kita dapat mengenakan mahkota kehidupan di zaman berikutnya?

Surat kiriman ketiga adalah kepada gereja di Pergamus. Pergamus adalah gereja yang telah menikah dengan dunia. Tuhan akan memberikan manna tersembunyi bagi pemenang-pemenang di gereja Pergamus (ay. 17). Dalam perjanjian lama, manna ini tersedia di dalam buli-buli emas, dan buli-buli emas tersebunyi di dalam tabut (Kel. 16:32-34; Ibr. 9:4). Hari ini kita harus menikmati Kristus yang tersembunyi di dalam sifat ilahi emas Allah. Kemudian kita akan menikmati Kristus sebagai manna yang tersembunyi pada zaman yang akan datang. Tuhan juga akan memberikan kita sebuah batu putih yang diatasnya tertulis nama baru, yang melambangkan kita telah menjadi orang yang telah ditransformasikan untuk menjadi bahan bangunan bagi pembangunan Allah.

Tuhan berjanji kepada pemenang-pemenang di dalam gereja di Tiatira bahwa mereka akan dikaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa, untuk meraja sebagai raja (Why. 2:26). Pertama-tama kita perlu meraja sebagai raja pada hari ini. Menurut Roma 5:17 kita harus menerima karunia yang melimpah dari Tuhan untuk meraja di dalam hayat pada hari ini. Jika kita tidak meraja sebagai raja hari ini di dalam hayat, bagaimana kita dapat menjadi raja pada zaman yang akan datang untuk memerintah bangsa-bangsa?

Surat kiriman-Nya yang kelima, Tuhan berkata kepada gereja di Sardis bahwa mereka mati dan sekarat. Dia berjanji bahwa pemenang-pemenang di dalam gereja di Sardis bahwa mereka akan dikenakan pakaian putih (Why. 3:5). Pakaian Putih melambangkan penempuhan jalan dan hidup yang tidak dicemari oleh kematian. Cara para pemenang berjalan di dalam zaman ini akan menjadi karunia bagi mereka pada zaman yang akan datang. Kita harus menjadi hidup sehingga kita dapat memiliki pakaian putih itu.

Tuhan berkata kepada gereja di Filadelfia untuk memegang apa yang ada padanya (ay. 11). Mereka yang menang dan memegang apa yang ada pada mereka di dalam pemulihan Tuhan akan dibangun menjadi Yerusalem Baru, bait Allah sebagai sokoguru (ay. 12). Dalam tujuh belas surat kiriman, Tuhan menasihatkan gereja di Laodikia untuk membeli daripada-Nya emas, pakaian putih, minyak untuk melumaskan mata untuk diselamatkan dari kemerosotan didalam keadaan suam-suam kuku (ay. 18). Dia berjanji untuk masuk bagi mereka yang membukakan pintu bagi Dia (ay. 20). Kita dapat melihat bahwa ini adalah pengasuhan Kristus di dalam keilahian yang dilaksanakan dengan dan oleh kasih-Nya.

1. Dengan ministri-Nya yang ilahi dan mistikal oleh kasih dalam tiga tahap-Nya

Dia juga adalah Imam Tinggi dengan keilahian-Nya sebagai “tenaga ikat pinggang” mengasuh kita oleh diri-Nya sendiri sebagai Kristus yang almuhit dalam tiga tahap ministri-Nya yang penuh.

2. Supaya gereja-gereja dapat bertumbuh

dan matang di dalam hayat ilahi

Pengasuhan-Nya kepada gereja-gereja dalam keinsanian-Nya adalah supaya gereja-gereja dapat bertumbuh dan matang di dalam hayat ilahi-Nya dan menjadi pemenang-pemenang dalam intensifikasi tujuh ganda-Nya.

Kristus kita hari ini adalah Imam Tinggi kita. Di dalam keinsanian-Nya Dia dengan mudah dijamah dengan perasaan dan kelemahan. Dia bersimpati terhadap kelemahan kita karena Dia dicobai di dalam segala hal tertentu sama seperti kita. Dia sedang menghibur/merawat kita di dalam keinsanian-Nya. Sementara itu, Dia sedang mengasuh kita di dalam keilahian-Nya dengan segala aspek positif diri-Nya yang telah diberitahu dalam ketujuh surat kiriman kepada tujuh jemaat/gereja di dalam pemulihan dalam Wahyu 2 dan 3. Dia sedang memelihara/menjaga gereja-gereja di dalam pemulihan dengan dua cara tersebut. Di dalam keinsanian-Nya Dia sedang menghibur/merawat kita untuk membuat kita sempurna sehingga kita bisa sukacita, gembira, dan nyaman. Di dalam keilahian-Nya Dia sedang mengasuh kita sehingga kita dapat bertumbuh dan matang di dalam hayat ilahi untuk menjadi pemenang untuk merampungkan ekonomi kekal-Nya.