← Daftar isi Rut · bab 3/8

RUT MEMAKAI HAKNYA

Pembacaan Alkitab: Rut 2

Setelah suami Rut mati, dia memiliki dua pilihan: tetap tinggal di Moab atau pergi bersama Naomi untuk menjadi orang asing di Israel. Rut memilih untuk pergi ke negeri Israel karena mungkin dia telah mendengar hubungan yang besar mengenai Allah, janji Allah, dan tanah permai. Dia telah mendengar kabar baik dengan saksama sehingga dia membuat satu pilihan yang indah. Setelah datang di tanah permai Israel bersama Naomi, Rut memakai haknya. Perkara ini di bahas dalam pasal dua.

I. PERINTAH ALLAH KEPADA ORANG ISRAEL

UNTUK MEMPERHATIKAN ORANG-ORANG YANG MEMERLUKAN BANTUAN DI ANTARA UMAT PILIHANYA MENGENAI MENUAI PANENNYA

Perintah Allah mengenai menuai panen yaitu Yehova akan memberkati bangsa Israel bila mereka meninggalkan di tepi ladang mereka dan dibiarkan dipungut orang miskin, orang asing, anak-anak yatim, dan janda-janda. Mengenai hal ini Imamat 23:22 mengatakan, “Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kau sabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya dan janganlah kau pungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu, semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing.” Kata yang sama ditemukan di Imamat 19:9-10. Ulangan 24:19 mengatakan, “Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim, dan janda, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.” Ini menunjukkan bukan saja kasih setia Allah dan kebesaran, kebaikan, dan apa adanya Dia, tetapi juga menunjukkan hasil yang limpah dari tanah permai.

Allah ingin memberkati panen orang Israel di tanah permai, tetapi berkat ini memiliki satu keadaan, yaitu sesuatu harus di tinggalkan bagi orang miskin. Bangsa itu seharusnya tidak diizinkan untuk menuai seluruhnya sampai tepi ladang mereka. Karena itu dalam ketetapan hukum yang diberikan Allah melalui Musa mengenai penuai, luas tepi ladang tidak ditetapkan. Luas terserah pada iman tuan tanah dalam Yehova. Besarnya iman seseorang dalam Yehova, menentukan besarnya tepi ladang tersebut. Saya percaya bahwa hal ini dilaksanakan Boas menuruti ketetapan ini. Dia memiliki iman yang besar dalam Yehova. Di bawah kekuasaan Allah ketetapan ini kelihatannya telah dituliskan bagi seseorang, Rut.

II. NAOMI KEMBALI KE BETLEHEM BERSAMA MENANTUNYA RUT PADA PERMULAAN PANEN JELAI

Naomi kembali ke Betlehem bersama menantunya Rut pada permulaan panen jelai (Rut 1:22b). Jelai, yang masak duluan dari pada gandum, melambangkan kebangkitan Kristus (Yoh. 6:9-10, 55-56).

III. NAOMI MEMILIKI KERABAT DARI SUAMINYA, SEORANG YANG KAYA RAYA, YANG BERNAMA BOAS

“Naomi itu memiliki seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas” (2:1). Allah berdaulat, dan dalam kedaulatan-Nya Dia membawa Rut dari Moab ke kota Betlehem. Sebelum dia tiba di sana, Dia telah mempersiapkan kelimpahan, seorang dermawan yang bernama Boas.

IV. RUT MENDAPATKAN IZIN DARI NAOMI

UNTUK PERGI MEMUNGUT

Rut mendapatkan izin dari Naomi untuk pergi memungut (ay. 2-3). Rut meminta Naomi untuk mengijinkan dia pergi ke ladang dan memungut di antara bulir-bulir gandum setelah Rut mendapatkan belaskasihan dari Boas. Naomi mengizinkan Rut pergi, kemudian pergi dan memungut di ladang mengikuti para penuai, hal ini terjadi pada sebidang ladang milik Boas.

V. BOAS MENGENAL RUT

Boas akhirnya mengenal Rut (ay. 4-7). Dia datang dari Betlehem dan berkata kepada para penuai, “TUHAN kiranya menyertai kamu” jawab mereka kepadanya “TUHAN kiranya memberkati tuan” (ay. 4). Ketika Boas bertanya kepada orang-orang muda bujangnya mengenai Rut, orang-orang muda itu memberi tahu Boas bahwa dia itu seorang perempuan muda dari Moab yang telah kembali bersama Naomi dari negeri Moab dan yang telah meminta izin untuk menuai dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkat jelai di belakang para penuai ini. Perkataan mereka kepada Boas mengenai Rut mengindikasikan bahwa Boas senang terhadap Rut, sehubungan dia seorang perempuan yang taat dan bajik.

VI. PERKATAAN KASIH KARUNIA KEPADA RUT

Dalam ayat 8 sampai 13 kita memiliki perkataan kasih karunia Boas kepada Rut. Dia berkata kepadanya, “Dengarkanlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dengan pengerja-pengerjaku perempuan. Lihat saja ke ladang yang sedang di sabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu” (ay. 8-9). Kemudian Rut mendengar perkataan ini, dia sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepada Boas, “Mengapakah aku mendapat belaskasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing” (ay. 10). Boas menjawab, telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi dengan suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. Kemudian dia menjawab Boas, “TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau dapat berlindung” (ay. 12). Respon Rut katanya bahwa memang dia mendapat belaskasihan dari padanya sebab dia telah menghiburnya dan menenangkan hatinya (ay. 13).

VII. KEDERMAWANAN BOAS TERHADAP RUT

Boas bukan saja murah hati kepada Rut juga menunjukkan kedermawanan kepadanya (ay. 14-16). Ketika sudah waktu makan berkatalah Boas kepadanya untuk makan sesuatu, diberikan beberapa bertih gandum kepadanya, dan dia makan sampai kenyang. Ketika dia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pekerja-pekerjanya untuk membiarkan dia memungut di antara berkat-berkas gandum dan jangan menghardik dia. Kemudian Boas selanjutnya berkata kepada mereka, “Bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia” (ay. 16).

VIII. RUT MENDENGARKAN KISAH NAOMI

Ketika kembali dari ladang, Rut memberi tahu kisah pengalamannya bersama Boas kepada Naomi, mertuanya (ay. 17-21). Ketika Rut memberi tahu Naomi bahwa dia telah memungut di ladang Boas, Naomi berkata kepadanya, “Diberkatilah kiranya orang itu oleh Tuhan yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati” (ay. 20a). Kemudian Naomi berkata kepada Rut bahwa orang itu kerabat dekat, orang yang wajib menebusnya

IX. NAOMI MEMERINTAH RUT

Dalam ayat 22 Naomi memerintah Rut, katanya, “Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.” Seperti yang akan kita lihat ketika sampai pada pasal tiga, apa yang ada di dalam hati Naomi bukan saja Rut dapat berbagian dari kekayaan Boas dan dipuaskan, tetapi juga dia akan mendapatkan Boas bagi dirinya sebagai suaminya dan melahirkan seorang anak bagi nama Elimelekh.

X. RUT TETAP DEKAT PADA PENGERJA-PENGERJA PEREMPUAN BOAS

Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas dan memungut sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir; dan dia tinggal bersama mertuanya (ay. 23).

XI. RUT MEMAKAI HAKNYA UNTUK BERBAGIAN DENGAN HASIL YANG LIMPAH DARI WARISAN UMAT PILIHAN ALLAH

Dalam semua ini Rut, sebagai seorang yang telah kembali kepada Allah dari latar belakangnya yang menjijikan, memakai haknya untuk berbagian dengan hasil yang limpah dari warisan umat pilihan Allah. Rut seorang Moab, telah datang ke tanah permai sebagai orang asing. Menurut status tiga gandanya sebagai seorang asing, seorang miskin, dan seorang janda, dia memakai haknya untuk memungut tuaian. Sekalipun dia seorang miskin, dia tidak pernah menjadi pengemis. Dia memungut dengan diindahkan orang; ini adalah haknya.

Kitab Rut menggambarkan cara orang dosa mendapat posisi, kelayakan, dan hak untuk berbagian dalam Kristus dan untuk menikmati Kristus. Menurut ketentuan Allah, kita telah bersyarat dan tepat untuk menuntut hak kita untuk menikmati Kristus. Ini berarti bahwa hari ini kita tidak perlu mengemis kepada Allah untuk menyelamatkan kita. Kita dapat datang kepada Allah dan menuntut keselamatan-Nya bagi diri kita. Kita telah tepat, bersyarat, dan berhak untuk menuntut keselamatan dari Allah. Inilah standar tertinggi penerimaan injil.

XII. LAMBANG-LAMBANG BERARTI DALAM

KISAH YANG HARUM INI

Sebagai satu kisah, kitab Rut adalah menyenangkan, menjamah, meyakinkan, dan lembut. Lambang-lambang berarti dalam kisah yang harum ini ada dalam pasal dua.

A. Boas, Kaya Raya

Boas, kaya raya (2:1), melambangkan Kristus, yang kaya dalam kasih karunia ilahi (2Kor. 12:9).

B. Ladang dari Tanah Permai yang Dijanjikan Allah

Ladang dari tanah permai yang dijanjikan Allah (Rut 2:2-3) melambangkan Kristus yang almuhit, yang adalah sumber segala hasil rohani dan ilahi bagi suplai hayat umat pilihan Allah (Flp. 1:19b).

C. Jelai dan Gandum

Jelai dan gandum (Rut 2:23) melambangkan Kristus sebagai bahan untuk membuat makanan bagi Allah dan umat-Nya (Im. 2; Yoh. 6:9, 33, 35).

D. Rut Seorang Moab, Seorang Dosa yang Dibenci

Rut seorang Moab (Ul. 23:3), seorang dosa yang dibenci, diasingkan dari janji Allah (Ef. 2:12), diberi hak untuk berbagian memungut tuaian dari umat pilihan Allah melambangkan “Anjing-anjing Kafir” yang berhak memungut remah-remah di bawah meja bagian dari umat pilihan Allah (Kol. 1:12; Mat. 15:25-28).