PENYIMPANGAN ELIMELEKH, KEMBALINYA NAOMI, DAN PEMILIHAN RUT
Pembacaan Alkitab: Rut 1
Dalam berita ini kami akan membahas Rut 1, satu pasal yang membahas penyimpangan Elimelekh, kembalinya Naomi, dan pemilihan Rut.
I. PENYIMPANGAN ELIMELEKH DARI PERHENTIAN DALAM EKONOMI ALLAH
Dalam ayat 1 dan 2 kita nampak bahwa Elimelekh menyimpang dari perhentian dalam ekonomi Allah. Dia berada di tanah permai dan memiliki bagiannya, dan seharusnya dia tetap tinggal di sana. Tetap tinggal di tanah permai yang telah Allah janjikan dan berikan adalah perhentian sejati. Elimelekh sangat bodoh, dia menyimpang dari perhentian yang indah ini.
A. Israel Tinggal di Negeri yang Dijanjikan Allah
untuk Melaksanakan Ekonomi Allah
Israel sebagai umat pilihan Allah, tinggal di negeri yang dijanjikan Allah untuk melaksanakan ekonomi Allah. Ini berarti bahwa tetap tinggal di tanah permai bukan saja untuk kita menerima penghidupan tetapi untuk kita berbagian dalam melaksanakan ekonomi Allah.
B. Perhentian Israel Berhubungan dengan Situasi Mereka bersama Allah dalam Ekonomi-Nya
Perhentian, kemakmurannya bagi kenikmatannya dan kepuasannya, berhubungan dengan situasinya bersama Allah dalam ekonomi-Nya. Ketika orang Israel meninggalkan tanah permai berarti dia memotong dirinya dari ekonomi kekal Allah.
Kitab Rut membicarakan Kristus dibawa masuk ke dalam umat manusia melalui inkarnasi. Inilah perhentian yang sejati. Kitab Rut adalah satu kitab perhentian. Seperti yang akan kita lihat, setelah Rut menikahi Boas, mereka melahirkan seorang anak, yang bernama Obed, dan Rut menikmati perhentian dengan kepuasan yang mutlak dan pengharapan yang penuh untuk keturunannya. Keturunan selanjutnya menikmati perhentian di bawah Daud. Kemudian setelah seribu tahun, mereka menikmati perhentian yang sejati bersama Tuhan Yesus. Dua ribu tahun kemudian, perhentian ini akan menjadi kenikmatan yang penuh dalam kerajaan milenium dengan Kristus sebagai Raja. Setelah milenium, kenikmatan akan rampung dalam Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru selama-lamanya. Perkara perhentian ini adalah kunci kitab Rut.
C. Dari Betlehem di Yehuda
Kesalahan Elimelekh adalah menyimpang dari dasar, kedudukan, yang diberikan kepada dia kesempatan untuk menikmati perhentian di tanah permai. Dia menyimpang dari Betlehem di Yehuda.
1. Betlehem, Kota Daud
Betlehem, kota Daud, ditetapkan sebagai tempat kelahiran Kristus (Mikha 5:2; Luk. 2:4-7). Dalam pandangan Allah, Betlehem adalah satu tempat khusus, baginya tempat di mana Dia, melalui inkarnasi akan dilahirkan menjadi seorang manusia.
2. Yehuda
Yehuda adalah negeri suku rajani di tengah-tengah Israel (Kej. 49:8-10). Dari semua suku, tidak ada suku yang memiliki bagian tertinggi dari negeri itu seperti Yehuda. Inilah bagian yang unggul dari negeri yang dijanjikan Allah (Kel. 3:8b), bagian unggul tanah permai (Ul. 8:7-10), dan bagian unggul negeri Imanuel (Yes. 8:8). Sungguh satu kesalahan Elimelekh telah menyimpang dari negeri ini!
D. Ke Moab
Elimelekh penyimpang dari Betlehem di Yehuda ke Moab, satu tempat sumbang yang ditolak dan dikutuk oleh Allah. Moab adalah negeri dari keturunan Lot melalui perbuatan sumbangnya (Kej. 19:30-38). Ini juga satu negeri dari rakyat yang tidak diijinkan masuk ke dalam jemaat Yehova karena perbuatan sumbang bapak leluhurnya (Ul. 23:2-3) dan karena mereka menganiaya orang Israel (ay. 4). Lebih jauh lagi, Moab adalah negeri dari rakyat yang selama hidupnya tidak mengikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan Allah (ay. 6). Akhirnya, Moab adalah negeri penyembah berhala (Hak. 10:6).
E. Pada Zaman itu Dikuasai Hakim-hakim
Elimelekh meninggalkan negeri itu pada zaman penguasaan hakim-hakim, di bawah orang Israel yang meninggalkan Allah dan di bawah kemerosotan, kekacauan dan kerusakan.
F. Terjadi Kelaparan di Tanah Permai
Elimelekh meninggalkan tanah permai pada saat terjadi kelaparan, kekurangan suplaian hidup bagi penghidupan dan kepuasan sebagai satu hukuman Allah (Im. 26:26; Yeh. 14:13). Kita mungkin heran mengapa ada terjadi kelaparan di tanah permai sejak Allah menjanjikan negeri ini sebagai negeri yang mengalirkan susu dan madu. Allah mengirimkan kelaparan kepada umat-Nya sebagai satu penghakiman yang serius. Dia menghakimi mereka melalui menghentikan suplaian makanan mereka. Karena mereka telah meninggalkan Dia sebagai sumber dan Suaminya dan telah pergi ke berhala-berhala, Dia membiarkan mereka pergi kepada berhala-berhala untuk makanan seperti yang dikehendakinya. Tidak ada makanan dari Allah dan tidak ada makan dari suami yang tidak sah dari perzinahannya.
G. Bersama Istri dan Kedua Anaknya
Elimelekh meninggalkan tanah permai bersama istri dan kedua anaknya, yang baik untuk memperluas kerajaan Allah.
H. Penghukuman Allah di Moab
atas Keluarga Elimelekh
Rut 1:3 dan 5 membicarakan penghukuman Allah atas keluarga Elimelekh. Elimelekh dihakimi oleh Allah dengan kematian atas dirinya dan kedua anaknya. Tinggal istrinya, Naomi sebagai seorang janda dengan kedua menantunya di negeri asing. Suasana kasihan ini akibat penyimpangan Elimelekh dari perhentian dalam ekonomi kekal Allah.
II. KEMBALINYA NAOMI UNTUK PERHENTIAN
DALAM EKONOMI ALLAH
Dalam ayat 4 sampai 7 dan 19 sampai 22 kita nampak kembalinya Naomi untuk perhentian dalam ekonomi Allah.
A. Dari Moab
Naomi kembali dari Moab, negeri penyembahan berhala.
B. Ke Yehuda
Naomi kembali ke Yehuda, negeri Imanuel.
C. Telah Dirampas Allah dari Suaminya
dan Kedua Anaknya
Naomi kembali karena dia telah dirampas Allah, pertama-tama suaminya dan kemudian kedua anaknya, tinggal dia dan kedua menantunya sebagai janda tanpa memiliki anak (ay. 5, 20-21). Naomi kembali juga karena dia telah mendengar bahwa Yehova telah melawat umat-Nya melalui memberikan mereka makanan (ay. 6). Dalam pemulihan Tuhan, kita juga memiliki pengalaman lawatan belaskasihan Tuhan. Selama tahun-tahun terakhir Dia memberkati kita dan mensuplai kita dengan makanan yang limpah.
D. Dengan Rut, Menantunya
Naomi kembali dengan Rut, menantunya yang diberikan Allah kepadanya untuk menggenapkan ekonomi-Nya mengenai Kristus (ay. 22a).
E. Tiba di Betlehem
Naomi tiba di Betlehem, tempat kelahiran Kristus (ay. 19a, 22b).
F. Seluruh Kota Gempar
Seluruh kota gempar karena Naomi dan Rut, dan perempuan-perempuan kota itu berkata, “Naomikah ini?” (ay. 19b). Naomi berkata kepada mereka, “Janganlah sebutkan aku Naomi (artinya ‘kesenangan’); sebutkanlah aku Mara (artinya ‘kepahitan’), sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapa kamu menyebut aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku” (ay. 20-21).
III. PEMILIHAN RUT BAGI TUJUANNYA
Dalam ayat 8 sampai 18 kita memiliki satu kisah pemilihan Rut bagi tujuannya.
A. Proposal Naomi kepada Kedua Menantunya
bagi Masa Depannya
Naomi membuat satu proposal kepada kedua menantunya bagi masa depannya. Dia berkata kepada mereka, “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibumu; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku. Kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya” (ay. 8-9a). Kemudian diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan keras dan berkata kepadanya, “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu” (ay. 9b-10). Tetapi Naomi berkata: “Pulanglah, anak-anakku, mengapa kamu turut dengan aku? Bukankah tidak ada lagi anak-anak yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti? Pulanglah anak-anakku, pergilah, sebab engkau sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikiranku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini akan bersuami, bahkan sekalipun masih melahirkan anak laki-laki, masakah kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakah karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang akan alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku? (ay. 11-13). Ketika menantunya mendengar hal ini menangislah mereka dengan keras. Kemudian Orpa mencium mertuanya, tetapi Rut tetap terpaut padanya. Naomi berkata kepada Rut, “telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu” (ay. 14-15).
B. Pilihan Rut untuk Pergi bersama Naomi
Rut berkata kepada Naomi, “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situlah jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (ay. 16-17). Ketika Naomi nampak bahwa Rut telah memutuskan untuk pergi bersamanya, dia menghentikan pembicaraannya tentang hal ini (ay. 18).
Rut memilih tujuan berbagian dengan umat pilihan Allah dalam menikmati Kristus, dan dia bahkan menjadi nenek moyang Kristus yang unggul yang membantu membawa masuk Kristus ke dalam umat manusia. Ini lebih dari pada sekadar tekad atas bagian seorang janda Moab; inilah tujuan, pilihan. Rut memilih Allah dan kerajaan-Nya untuk melaksanakan ekonomi Allah mengenai Kristus. Haleluya untuk tujuan yang sedemikian dan untuk seorang yang memilih tujuan ini!