KATA PENDAHULUAN
Pembacaan Alkitab:
Rut 1:1-5; 2:1-2; 3:1; 4:9-10, 13, 21-22; Mat. 1:5-6
Dalam berita ini kami akan memberikan kata pendahuluan yang singkat untuk pelajaran-hayat kitab Rut.
I. KITAB RUT ADALAH TAMBAHAN UNTUK KITAB HAKIM-HAKIM,
SEZAMAN DENGAN SETENGAH PERTAMA KITAB HAKIM-HAKIM
Kitab Rut adalah tambahan kitab Hakim-hakim, sezaman dengan setengah pertama kitab Hakim-hakim. Kitab Hakim-hakim adalah kitab sejarah orang Israel yang menyedihkan, gelap dan menyakitkan; Kitab Rut adalah catatan kisah sejoli yang menakjubkan, terang dan harum. Peran utama dalam kisah ini seperti bunga bakung yang tumbuh di antara semak belukar dan seperti bintang yang bercahaya di gelap malam.
II. KITAB RUT ADALAH BAGIAN PENTING
DARI SILSILAH KRISTUS
Kitab Rut juga adalah bagian penting dari silsilah Kristus (Mat. 1:5), yang mencatat mengenai inkarnasi Kristus.
Di seluruh alam semesta, tidak ada sesuatu yang lebih besar dari inkarnasi Kristus. Setelah Allah yang kekal menciptakan manusia, Dia hampir-hampir tersembunyi selama empat ribu tahun. Selama zaman itu tidak seorangpun mengenal apa yang Allah kerjakan. Malaikat-malaikat tidak mengenalnya, dan orang-orang dalam Perjanjian Lama, seperti Abraham, Musa, dan Daud, tidak mengenalnya. Kemudian Allah yang kekal keluar dari kekekalan dan masuk ke dalam waktu. Dia keluar dari kekekalan dengan keilahian-Nya supaya masuk ke dalam keinsanian untuk membuat diri-Nya, yang Ilahi, bersatu dengan manusia, menjadi seorang manusia Allah. Inilah perkara terbesar dalam alam semesta. Kitab Rut yang pendek ini, berisi hanya empat pasal, yang menghubungkan dengan cara yang khusus untuk inkarnasi Kristus.
III. PENULISNYA
Menurut isi kitab Rut, penulisnya seharusnya Samuel, kasusnya berhubungan dengan kitab Hakim-hakim.
IV. WAKTUNYA
Menurut kata “Isai memperanakkan Daud” (4:22), waktu penulisan seharusnya setelah penguasaan hakim-hakim dan pada zaman raja-raja. Waktu sejarah yang diliput dalam kitab ini berisi sebelas tahun, dari kira-kira 1322 S.M. (1:4) sampai kira-kira 1312 S.M. (4:13).
V. TEMPATNYA
Sejarah yang dicatat dalam kitab Rut terjadi di Moab dan Yehuda (1:1, 22).
VI. ISINYA
Isi kitab ini mengenai seorang Moab, Rut. Rut adalah seorang suku Moab (ay. 4). Moab adalah anak Lot, buah dari hubungan sumbang Lot dengan anak perempuanya (Kej. 19:30-38). Menurut Ulangan 23:3 orang Moab dilarang masuk ke dalam umat Tuhan, bahkan sampai sepuluh keturunan. Maka, sebagai seorang Moab, Rut adalah seorang yang diasingkan. Namun, dia dibawa ke umat kudus Allah dan menjadi nenek moyang penting Kristus melalui pernikahannya dengan Boas, buyutnya Raja Daud (Rut 4:21-22; Mat. 1:5-6), yang menjadi satu faktor yang membawa masuk inkarnasi Kristus (Mat. 1:5-6). Melalui ini kita nampak bahwa Rut menjadi nenek moyang penting untuk membawa masuk Kristus ke dalam keinsanian. Hal ini membawa masuk inkarnasi yang ajaib, yang membuat Allah bersatu dengan manusia. Ini adalah makna mendasar isi kitab Rut.
VII. POKOK PIKIRANNYA
Pokok pikiran kitab Rut adalah bahwa seorang Kafir, bahkan perempuan Moab, dapat bersatu dengan umat kudus Allah dan menjadikan dia seorang yang berbagian dengan warisan kudus melalui dia bersatu dengan salah seorang umat kudus yang menebus dia. Ini bukan semata-mata satu lambang tetapi satu gambaran yang lengkap dari membawa orang Kafir yang berdosa, bersama umat Israel, umat pilihan Allah, ke dalam warisan ilahi melalui penebusan Kristus dalam persatuannya dengan Dia.
VIII. BAGIAN-BAGIANNYA
Kitab Rut memiliki enam bagian.
A. Penyimpangan Elimelekh dari Perhentian
dalam Ekonomi Allah
Bagian pertama (1:1-2) memperlihatkan pada kita bahwa Elimelekh, seorang umat Allah, menyimpang dari perhentian dalam ekonomi Allah.
B. Kembalinya Naomi untuk Perhentian
dalam Ekonomi Allah
Bagian kedua (1:3-7, 19-22) memperhatikan kembalinya Naomi untuk perhentian dalam ekonomi Allah. Padahal Elimelekh penyimpang dari perhentian ini, Naomi kembali kepadanya.
C. Pemilihan Rut bagi Tujuannya
Beberapa pengarang membicarakan penetapan dan penentuan Rut. Tetapi apa yang kita nampak pada Rut, bukan saja penetapannya atau penentuannya melainkan pemilihannya bagi tujuannya. Inilah yang digambarkan dalam bagian ketiga kitab ini.
D. Rut Memakai Haknya
Bagian selanjutnya kitab ini (psl. 2) membahas Rut memakai haknya. Setelah dia membuat pilihan berhubungan dengan sasarannya, dia mempergunakan haknya.
E. Rut Mendambakan Perhentiannya
Bagian kelima kitab ini (psl. 3) membahas Rut mendambakan perhentiannya. Sejak dia mempergunakan haknya sehingga sampai kepadanya melalui dia memilih bagi sasarannya, Rut, dalam hikmat, nampak bagi perhentiannya.
F. Pahala Rut bagi Ekonomi Allah
Karena Rut mutlak bagi ekonomi Allah, dia menerima pahala dari Allah. Pahala Rut bagi ekonomi Allah dibahas dalam pasal empat, bagian terakhir kitab ini.