BAB 2
Kita telah melihat bahwa Adam dilengkapi dengan kekuatan 'super' dan 'adikodrati' ketika ia diciptakan Allah. Tetapi ketika Adam jatuh, kekuatan itu turut jatuh bersamanya. Orang-orang yang tidak paham beranggapan, bahwa kekuatan 'super' itu musnah bersama dengan kejatuhan Adam. Tetapi bukti-bukti yang dihasilkan oleh para psikolog modern menunjukkan bahwa kekuatan Adam tidak lenyap, ia hanya terpendam di dalam jiwanya. Karena dalam 5.000-6.000 tahun yang telah lalu, di antara orang yang tak percaya kepada Tuhan Yesus, ada orang-orang yang mampu mendemonstrasikan kekuatan jiwa ini, hanya saja jumlahnya tidak banyak. Selama 100 tahun terakhir ini, makin banyak orang yang mampu menyatakan kekuatan laten jiwa ini. Dalam berita yang lalu, saya telah mengemukakan banyak contoh dan fakta yang membuktikan bahwa kekuatan Adam tidaklah hilang, melainkan tersembunyi di dalam dagingnya. Dalam berita ini, saya akan menyinggung hubungan antara kekuatan laten jiwa dengan orang Kristen. Apakah bahayanya jika seorang Kristen tidak mengetahui hal ini? Bagaimana kita berwaspada terhadapnya? Marilah kita perhatikan dengan serius keempat perkara di bawah ini.
EMPAT FAKTA
(1) Di dalam diri Adam terdapat satu kekuatan tak terbatas, kekuatan mujizat (kekuatan inilah yang kita sebut kekuatan jiwa). Fakta dari hasil penelitian psikologi membuktikan bahwa kekuatan jiwa itu masih ada di dalam diri manusia. Sejak penemuan Mesmer pada tahun 1778, semua jenis, kekuatan yang terpendam telah dipamerkan - baik dinyatakan secara psikologis, secara agamis maupun secara ilmiah. Semua itu tak lain adalah pembebasan kekuatan laten jiwa manusia. Ingatlah, kekuatan jiwa ini sudah ada dalam diri manusia sebelum manusia jatuh. Ketika manusia jatuh, kekuatan ini menjadi semacam kekuatan terpendam.
(2) Iblis ingin mengendalikan kekuatan yang ada dalam jiwa manusia. Iblis benar-benar tahu, bahwa di dalam jiwa manusia ada kekuatan luar biasa yang olehnya bisa dilakukan banyak perkara. Sebab itu, Iblis berusaha menghalangi Allah memegang kendali ini; Iblis ingin dirinyalah yang memegang kendalinya, agar dengan kekuatan ini ia dapat melakukan pekerjaannya. Tujuan Iblis mencobai Adam dan Hawa di taman Eden ialah ingin memperoleh kuasa untuk memegang kendali ini.
Telah sering saya uraikan makna rohani dari pohon pengetahuan baik dan jahat dan pohon kehidupan (hayat). Makna pohon pengetahuan baik dan jahat ialah merdeka, bertindak berdasarkan diri sendiri. Makna pohon hayat ialah bersandar kepada Allah. Pohon hayat memberitahu kita, bahwa hayat asali Adam melulu hanyalah hayat manusia, ia perlu bersandar kepada Allah, perlu mendapatkan hayat ilahi Allah untuk menempuh hidup manusia. Pohon pengetahuan baik dan jahat menyatakan bahwa manusia bersandar dirinya sendiri sudah bisa melakukan sesuatu, menempuh hidup, dan menghasilkan sesuatu, tanpa perlu bersandar kepada Allah. Mengapa perkara ini saya singgung lagi? Karena saya ingin Anda nampak sebab-musabab kegagalan Adam dan Hawa. Kemudian barulah kita tahu, apa dan bagaimana kita bertindak untuk selanjutnya. Kalau kita dapat membebaskan kekuatan Adam yang terpendam itu, kita pun dapat melakukan banyak perbuatan mujizat. Tetapi bolehkah kita berbuat demikian?
Iblis tahu bahwa di dalam diri manusia terdapat kekuatan ajaib, maka ia berusaha menipu manusia agar manusia tidak bersandar kepada Allah, bahkan merdeka terhadap Allah. Jadi, kejatuhan di taman Eden itu sebenarnya adalah pemisahan diri manusia terhadap Allah, manusia mau bertindak bersandar dirinya sendiri. Iblis menipu manusia makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, dengan tujuan agar selanjutnya manusia tidak memerlukan Allah lagi, tidak perlu bersandar kepada Allah, demi diri sendiri sudah mampu, bersandar kekuatan diri sendiri sudah bisa melakukan sesuatu. Dengan mempelajari kisah kejatuhan dalam taman Eden, kita dapat mengetahui apa maksud Iblis. Iblis ingin mendapatkan jiwa manusia. Begitu manusia gagal dan jatuh, semua kemampuan dan kekuatan manusia yang luar biasa itupun jatuh ke dalam tangan Iblis.
(3) Hari ini Iblis ingin melepaskan dan memamerkan kekuatan laten jiwa manusia. Segera setelah kejatuhan manusia, Allah 'memenjarakan' kekuatan jiwa manusia di dalam dagingnya, di bawah pengaturan tubuh daging. Begitu Adam jatuh, kekuatannya yang besar itu juga turut jatuh di bawah belenggu daging, terpendam dalam daging sebagai kekuatan laten, tetap ada tapi tidak aktif. Setelah kejatuhan, semua yang jiwani jatuh di bawah kendali dan pengaturan daging; semua kekuatan jiwa diatur oleh kekuatan tubuh. Tujuan Iblis ialah melepaskan kekuatan jiwa manusia melalui peremukan tempurung luar dagingnya, sehingga jiwanya bebas dari ikatan-ikatan daging dan ternyatalah kekuatan yang terpendam itu. Inilah yang dimaksudkan Wahyu 18:13 dengan memperdagangkan jiwa manusia. Ya, jiwa manusia telah menjadi salah satu jenis barang dari barangbarang dagangan musuh. Iblis secara khusus ingin mendapatkan kekuatan jiwa manusia sebagai barang-barang dagangannya.
Pada hari-hari ini, yaitu hari-hari menjelang akhir zaman, Iblis bermaksud memperoleh apa yang sejak semula diinginkannya di taman Eden. Walaupun di dalam taman Eden ia berusaha memperoleh pengendalian atas jiwa manusia, namun usaha itu tidak sepenuhnya berhasil. Karena setelah kejatuhan manusia, seluruh keberadaan manusia, termasuk kekuatan jiwanya, jatuh di bawah dagingnya. Dengan kata lain, kekuatan jiwa manusia jatuh di bawah penguasaan kekuatan dagingnya. Musuh tak berdaya, rencananya tidak mengenai sasaran.
Ribuan tahun berselang, dengan kekuatannya, Iblis selalu berusaha agar manusia menyatakan kekuatan laten jiwa mereka. Di suatu tempat, ia menemukan seorang, di tempat lain ia menemukan seorang lagi, tahun itu mendapat seorang, tahun ini mendapatkan seorang lainnya. Orang-orang itu adalah para tokoh aliran kepercayaan/agama atau para pemimpin yang bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib dengan kekuatan jiwa dari zaman ke zaman. Tetapi beberapa ratus tahun terakhir ini, khususnya sejak penemuan Mesmer, banyak penemuan baru dari gejala psikologi telah bermunculan. Semua itu tak lain dikarenakan musuh terus berusaha merampungkan pekerjaannya yang dulu belum berhasil. Musuh bermaksud menyatakan keluar semua kekuatan laten manusia. Itulah sebabnya dia memperdagangkan jiwa manusia di samping barang-barang dagangan semacam emas, perak, batu-batu mustika, mutiara, ternak, dan kuda. Justru, jiwa manusia merupakan barang dagangan yang paling dikelola oleh musuh, dan ia berusaha keras untuk mendapatkannya.
(4) Penggunaan Kekuatan Jiwa oleh Iblis. Sebenarnya, keuntungan apakah yang diperoleh Iblis dengan menyuruh manusia menyatakan kekuatan laten j iwanya? Banyak.
(a) Dia akan dapat memenuhi janjinya yang semula kepada manusia, bahwa "engkau akan menjadi seperti Allah". Dia ingin, dengan dapatnya manusia bersandar diri sendiri melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, maka manusia akan menganggap dirinya sendiri sebagai Allah, menganggap di luar manusia tidak ada Allah lain, dan tidak lagi menyembah Allah, sebaliknya meninggikan dirinya sendiri.
(b) Dia akan mengacaukan mujizat-mujizat Allah. Iblis ingin agar manusia percaya bahwa semua mujizat dalam Alkitab tak lain adalah gejala psikologis belaka, lalu menyejajarkan mujizat-mujizat dari Allah dengan hasil-hasil yang mengherankan dari kekuatan jiwa. Dengan demikian, makna mujizat Allah direndahkan. Dia ingin agar manusia beranggapan bahwa apa yang bisa dilakukan oleh Tuhan Yesus, juga bisa dilakukan oleh manusia pada umumnya.
(c) Dia akan mengacaukan pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus bekerja di dalam manusia melalui roh manusia. Sekarang Iblis melalui jiwa manusia menimbulkan banyak kejadian yang serupa dengan pekerjaan Roh Kudus: membuat manusia mengalami pertobatan yang semu, keselamatan yang semu, kelahiran ulang yang semu, kebangunan yang semu, sukacita yang semu, dan masih banyak lagi hal-hal yang bukan merupakan pengalaman dari Roh Kudus.
(d) Dia akan menggunakan manusia sebagai alat untuk menyukseskan rencananya yang terakhir dalam menentang Allah di akhir zaman ini. Roh Kudus adalah kuasa/kekuatan Allah melakukan mujizat; tetapi jiwa manusia adalah kekuatan Iblis melakukan perkara-perkara ajaib. Tiga setengah tahun terakhir (selama kesusahan besar) akan menjadi periode yang penuh dengan tandatanda ajaib yang dibuat oleh jiwa manusia yang diperalat oleh Iblis.
Sekarang kita bisa menarik kesimpulan yaitu:
1) Semua kekuatan mujizat itu sejak semula sudah ada di dalam Adam.
2) Tujuan Iblis adalah memegang kendali atas kekuatan itu.
3) Pada akhir zaman, Iblis sedang dan akan terus berusaha agar kekuatan itu dinyatakan.
4) Iblis ingin menggenapkan pekerjaannya yang semula yang belum berhasil.
TITIK PERBEDAAN ANTARA PEKERJAAN ALLAH
DENGAN PEKERJAAN IBLIS
Bagaimana dapat berwaspada dan menolak tipu daya Iblis? Terlebih dulu kita harus nampak apakah pekerjaan Allah dan apakah pekerjaan Iblis, apakah pekerjaan Roh Kudus dan apakah pekerjaan musuh. Semua pekerjaan Roh Kudus selalu dikerjakan melalui roh manusia; tetapi semua pekerjaan musuh dikerjakan melalui jiwa manusia. Roh Kudus menggerakkan roh manusia, sedang musuh menggerakkan jiwa manusia. Inilah titik dasar perbedaan antara pekerjaan Allah dengan pekerjaan musuh. Pekerjaan Allah digerakkan di dalam roh, tetapi pekerjaan musuh digerakkan di dalam jiwa manusia.
Karena jatuh, roh manusia mati dan tidak dapat bersekutu dengan Allah. Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dilahirkan kembali. Apakah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dilahirkan kembali? Diselamatkan dan dilahirkan kembali bukan hanya suatu istilah. Di hadapan Allah ini adalah perubahan organik yang nyata terjadi di dalam kita. Ketika kita percaya Tuhan Yesus, Allah meletakkan hayatNya ke dalam roh kita agar roh kita hidup kembali. Sebagaimana roh manusia adalah suatu substansi yang rill, demikian pula roh baru yang Allah letakkan di dalam kita juga adalah suatu substansi yang riil.
Injil Yohanes 3:6 memberitahu kita apakah dilahirkan kembali itu. “Apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh”. Yehezkiel juga memberitahu kita, bahwa "Allah akan menaruh roh yang baru di dalam kita" (Yehezkiel 36:26). Jadi, ketika kita dilahirkan kembali, kita mendapat roh yang baru. Tuhan Yesus juga pernah berkata, "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna, perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan hidup/hayat" (Yohanes 6:63). Sebab itu, hidup dan pekerjaan kita, semuanya harus berada di dalam ruang lingkup roh. Ketika Allah memakai kita, Ia pun bekerja di dalam dan melalui roh kita. Efesus 5:18 mengatakan, "Hendaklah kamu penuh dengan Roh." Ini menunjukkan bahwa roh kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus. Jadi kita nampak, Allahlah yang memenuhi roh kita dengan Roh KudusNya.
Jelaslah bagi kita, bahwa Roh Kudus bekerja di dalam roh kita; tetapi roh jahat bekerja di dalam jiwa kita. Roh manusia adalah tempat Roh Kudus bekerja; Iblis hanya dapat bekerja/beroperasi di dalam jiwa dan melalui kekuatan jiwa. Iblis tidak berdaya menjangkau dan bekerja di dalam roh manusia; dia hanya dapat di dalam jiwa, dan hasil pekerjaannya paling dalam hanya mencapai jiwa manusia. Apa yang telah musuh perbuat 5.000 - 6.000 tahun, masih dilakukannya pada hari ini, dan akan dilakukannya terus di masa mendatang. Mengapa Iblis seolah-olah mahabisa, mahahadir dan mahatahu seperti Allah? Tidak lain karena ia melakukannya melalui jiwa manusia. Boleh kita katakan demikian: Roh Kudus adalah kekuatan Allah, sedang jiwa manusia tampil menjadi kekuatan Iblis.
Sayang sekali, banyak orang tidak mengetahui bahwa praktik-praktik pertapaan, pernafasan, meditasi abstrak, hipnotis, dan banyak keajaiban-keajaiban yang terlihat dalam penelitian psikologis itu tidak lain hanyalah pernyataan kekuatan laten jiwa manusia. Karena itu mereka tidak mengetahui betapa hebatnya kekuatan jiwa itu.
Saudara saudari, jangan menganggap remeh perkara ini, jangan mengira ini hanya satu penelitian untuk para pelajar, lalu kalau kita di sini membahasnya, itu tidak begitu berarti. Ketahuilah, hal ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap kita.
DUA JENIS KEKUATAN JIWA
Menurut Alkitab, kekuatan laten jiwa terdiri dari dua jenis; kalau dilihat dari sudut psikologi juga ada dua jenis. Kita mengakui bahwa kita tidak dapat membaginya dengan sangat jelas, juga tidak bisa dengan sangat yakin mengatakan milik jenis mana. Kita hanya dapat berkata bahwa ada 2 jenis yang berbeda dalam kekuatan laten jiwa. Yang pertama adalah yang 'biasa', sedang yang kedua adalah yang 'ajaib'; yang satu kelihatannya seolah 'alamiah', sedang yang lainnya kelihatannya seolah 'adikodrati'; yang satu 'dapat dimengerti' oleh manusia, dan yang lainnya 'di luar pengertian' manusia.
Istilah "pikiran (angan-angan)" dalam psikologi mempunyai arti yang lebih luas daripada yang dipakai dalam Alkitab. Menurut para psikolog, istilah 'angan-angan' atau 'hati' terdiri dari 2 bagian: bagian alam sadar dan bagian alam bawah sadar. Bagian alam bawah sadar inilah yang kita sebut dengan bagian kekuatan mujizat jiwa. Jadi, apa yang disebut dengan "hati" dalam psikologi, itu adalah "jiwa" dalam Alkitab. Walaupun para psikolog dengan jelas membedakan apa yang dimaksud dengan alam sadar dan alam bawah sadar, namun mereka sendiri mengalami kesulitan dalam memisahkannya. Apa yang dapat mereka lakukan hanyalah menggolongkan pernyataan jiwa yang umum ke dalam alam sadar, sedangkan pernyataan yang aneh yang bersifat mujizat digolongkan ke dalam alam bawah sadar. Biasanya kita hanya menggolongkan pernyataan-pernyataan umum itu ke dalam wawasan jiwa. Sebenarnya, pernyataan-pernyataan yang lebih hebat, yang terasa ajaib, juga berasal dari wawasan jiwa. Hanya yang belakangan itu secara perlahan-lahan masuk ke alam bawah sadar. Karena kekuatan laten jiwa tiap orang berbeda, maka dapat dikatakan ada fenomena yang lebih cenderung tergolong dalam alam sadar dan ada yang lebih cenderung tergolong dalam alam bawah sadar.
Setiap pekerja Tuhan, harus menaruh perhatian khusus pada masalah ini. Kalau tidak, ketika ia mau membantu atau memimpin orang lain, ia malah hanyut terbawa oleh kekuatan-kekuatan mujizat. Baiklah saya tegaskan lagi perbedaan antara jiwa dengan roh: Jiwa Adam adalah ciptaan lama; sedang roh yang telah dilahirkan kembali itu adalah ciptaan baru. Setiap perkara yang dilakukan Allah, dikerjakan melalui roh manusia, sebab ini adalah hayat kelahiran kembali manusia, ciptaan baru manusia. Sebaliknya, perkara yang dilakukan Iblis, dikerjakan melalui jiwa manusia, termasuk jiwa yang ada di dalam Adam yang kemudian jatuh itu. Iblis hanya dapat menggunakan ciptaan lama, tidak dapat menggunakan ciptaan baru, sebab hayat yang telah dilahirkan kembali tidak dapat berdosa.
YANG DIKERJAKAN IBLIS DALAM GEREJA
PADA MASA KINI
Bagaimanakah Iblis melalui jiwa manusia memperalat kekuatan laten itu? Telah saya singgung banyak contoh tentang itu dalam Budhis, Taoisme, kekristenan, para psikologi, dan lainnya. Sekarang saya ingin memberi ilustrasi dengan beberapa contoh yang menunjukkan bagaimana Iblis memakai jiwa manusia dalam perkara-perkara rohani. Hal ini akan membantu kita membedakan, mana yang berasal dari Allah dan mana yang berasal dari musuh; juga agar kita tahu bahwa Allah menggunakan roh manusia, tetapi Iblis menggunakan jiwa manusia.
DOA
Semua doa yang tercatat dalam Alkitab itu bermakna dan tidak ceroboh. Ketika Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya berdoa, perkataanNya yang pertama adalah, "Bapa kami yang di sorga." Tuhan mengajar kita berdoa kepada Bapa yang di sorga. Tetapi orang Kristen sering berdoa kepada "allah" yang ada dalam ruangannya,, bukan untuk Bapa yang di sorga. Kita harus berdoa kepada Bapa yang di sorga; didengarkan olehNya. Allah ingin agar kita memanjatkan doa-doa kita ke sorga dengan iman, tanpa mempedulikan apakah keadaan kita sedang baik atau tidak. Kalau Anda berdoa kepada "allah" yang ada dalam ruangan Anda dengan harapan didengar oleh "allah" yang ada di dalam ruangan Anda, saya kuatir Anda akan menerima banyak perasaan aneh, pengalaman ajaib, atau penglihatan dari "allah" yang ada di dalam ruangan Anda. Sebenarnya semua itu diberikan kepada Anda oleh Iblis, dan yang Anda terima dari Iblis itu, ada yang di dalam alam sadar, ada yang di dalam alam bawah sadar.
Ada orang yang tidak berdoa kepada "allah" yang ada di dalam ruangannya, tetapi dia mengarahkan doa-doanya kepada orang lain (yang ia doakan). Hal ini juga sangat berbahaya. Misalnya Anda berdoa untuk seorang teman Anda yang bertempat tinggal jauh dari tempat Anda. Anda mohon agar Tuhan menyelamatkan atau membangkitkan kerohaniannya. Anda tidak mengarahkan doa Anda kepada Bapa di sorga, tetapi Anda memusatkan pikiran, pengharapan, dan keinginan Anda sebagai satu kekuatan dan mengirimkannya kepada teman Anda; pikiran Anda, keinginan Anda, harapan Anda. dan segala Anda sepertinya mengurung teman Anda itu. Doa Anda ini seolah busur yang meluncurkan pikiran, pengharapan, dan keinginan Anda sebagai anak-anak panah kepada teman Anda. la akan menjadi sangat tertekan oleh kekuatan itu dan ternyata ia berbuat seperti yang Anda inginkan. Anda mengira bahwa doa Anda telah dijawab. Tetapi ketahuilah, ini adalah jawaban doa Anda yang Anda arahkan kepada teman Anda, bukan jawaban Allah atas doa yang Anda panjatkan kepadaNya.
Ada orang berkata, "Saya telah terus-menerus menumpuk doa-doa saya ke atas dirinya, dan sekarang doa saya telah terkabul." Saya berkata kepadanya, "Ya, Anda telah berdoa kepadanya, Anda tidak berdoa kepada Allah; jadi yang terjawab itu adalah doa Anda, bukan Allah yang menjawab doa Anda." Saudara saudari, ketahuilah, kalau Anda berbuat demikian, meskipun Anda tidak mengetahui seluk-beluk hipnotis, tetapi tanpa disadari Anda telah melakukannya menurut prinsip hipnotis. Anda telah melepaskan kekuatan jiwa Anda untuk menggenapkan suatu pekerjaan.
Baiklah saya kutipkan sebagian isi sepucuk surat yang ditulis oleh seorang imani:
"Baru-baru ini saya diserang oleh musuh dengan sangat hebat. Saya muntah darah, jantung berdebar-debar, nafas tersengal-sengal, anggota-anggota tubuh terasa lemah, seluruh tubuh seolah remuk tak berdaya. Ketika saya berdoa, Allah memberi saya satu perasaan, agar saya dengan doa melawan doa-doa yang didoakan dengan kekuatan jiwa dan diarahkan kepada saya oleh banyak orang. Saya segera mohon Allah menjaga dan menaungi saya dengan darah Tuhan Yesus. Saya juga percaya bahwa kekuatan Allah segera akan terekspresi di atas diri saya. Ketika saya demikian melawan dan berdoa, ajaib sekali, segera jantung saya tidak berdebar-debar lagi, tidak muntah darah lagi, nafas kembali normal, kekuatan tubuh pulih kembali; semua pulih seperti sebelum sakit. Sejak hari itu, Allah memperlihatkan kepada saya, biasanya saya muntah darah, jantung berdebar-debar, nafas tersengal-sengal, dan tubuh Iemah, semua itu dikarenakan ada sekelompok kaum saleh yang tertipu (yaitu orang-orang yang menentang saya dan yang 'mendoakan' saya), justru telah 'mendoakan' saya sampai sakit. Kemudian, Allah memakai saya untuk membimbing dua orang dari antara mereka sehingga mereka terbebaskan dan beroleh selamat, tetapi sayang, sisanya tetap berada dalam jurang maut . . ."
Saudara saudari, mengapa bisa demikian? Karena Anda tidak berdoa kepada Allah yang di Sorga, Anda "mengarahkan, mengelilingi, dan menimbun" doa-doa Anda ke atas orang yang Anda doakan. Secara luaran, kelihatannya Anda sedang berdoa, tetapi sebenamya Anda sedang menekan orang itu dengan kekuatan jiwa Anda. Bila Anda berdoa untuk seseorang dengan menggunakan kekuatan jiwa Anda, misalnya Anda mendoakan agar orang itu kalau tidak dihukum, sedikitnya harus didisiplinkan. Doa dengan kekuatan jiwa ini akan meluncur ke atas diri orang itu, dan bisa jadi orang itu lalu jatuh sakit. Ini adalah satu prinsip yang pasti dari jiwa, ini adalah hukum jiwa; sama seperti kalau orang memasukkan jari tangannya ke dalam api, api pasti akan membakar jari tangan itu. Ini adalah satu hukum.
Sebab itu, sewaktu kita berdoa, kita tidak boleh mendoakan kalau orang itu tidak demikian, ia akan mengalami ini atau itu. Kalau Anda demikian berdoa, maka Andalah penyebab semua penderitaan atau musibah yang tertimpa atas orang itu. Bila kita berkonsentrasi berdoa, berdoalah kepada Allah, tidak seharusnya diarahkan kepada manusia.
Diriku pribadi pernah mengalami akibat buruk dari doa semacam ini. Beberapa tahun yang lalu saya menderita sakit lebih dari setahun, ini dikarenakan doa-doa dari lima atau enam orang yang tertimbun ke atas diriku. Semakin banyak mereka berdoa, semakin lemahlah diriku. Akhirnya saya menemukan penyebabnya. Segera saya melawan doa-doa itu, dan mohon agar Allah melepaskan saya dari apa yang mereka doakan. Saya pun pulih kembali."
KEKUATAN PEKERJAAN
Bila seseorang yang mempunyai pengalaman di dalam Tuhan hadir pada suatu sidang kebangunan rohani, ia akan dapat mengetahui apakah si pengkhotbah menggunakan kekuatan jiwa atau kekuatan roh. Pada suatu hari, seorang saudara bercerita kepadaku bahwa pengkhotbah anu kalau berkhotbah mempunyai kekuatan yang sangat besar. Aku menjawab, "Aku belum pernah berjumpa dengannya, karena itu aku tidak bisa memberi komentar." Kemudian saya menulis catatan pada selembar kertas dan memberikannya kepadanya. Tulisan itu demikian, "Penuh dengan kekuatan, tapi kekuatan yang memenuhinya itu, kekuatan apa?" Saudara ini tidak sedalam istrinya di dalam Tuhan. Ia tidak mengerti maksud tulisanku, lalu menoleh dan bertanya kepada istrinya. Setelah membaca catatan tersebut, sang istri tertawa sambil berkata, "Benar, inilah masalah yang sebenarnya. Dengan kekuatan apa pengkhotbah itu dipenuhi?" Pernah seorang saudara di antara kita berkata, "Seseorang mempunyai kekuatan atau tidak, itu tidak tergantung pada dapat tidaknya ia dengan keras memukul meja mimbar." Karena itu, ketika kita bersidang, kita harus bisa membedakan, kekuatan orang itu adalah kekuatan jiwa atau kekuatan roh.
Mengenai hal ini, kita dapat melihatnya dari dua aspek. Pertama, dari diri pengkhotbah itu sendiri; dan kedua dari para pendengarnya. Kalau pengkhotbah itu mengandalkan pengalaman-pengalamannya yang dulu; mengira dulu berkhotbah demikian, akibatnya banyak orang bertobat dan mengaku dosa, maka sekarang berkhotbah demikian juga, dengan harapan ada orang yang bertobat dan mengaku dosa. Atau dia berusaha menggugah dan mengharukan orang dengan banyak kisah pertobatan orang lain. Jika demikian motivasinya, kita tahu dengan pasti, ia sedang menggunakan kekuatan jiwanya untuk bekerja.
Sebaliknya, kalau sikap si pengkhotbah seperti sikap Evan Roberts, (Bejana Tuhan dalam kebangunan rohani di Welsh pada tahun 1904-1905), yaitu mohon Tuhan menindas dirinya, mohon Tuhan membelenggu kekuatan jiwanya, membelenggu dirinya, menolak segala sesuatu yang berasal dari diri sendiri, maka bereslah orang ini. Jika demikian motivasi dan tuntutan si pengkhotbah, maka ia berkemungkinan menolak kekuatan jiwa. Pengkhotbah sendiri harus dapat membedakan dengan tegas, betapa berbedanya kedua kekuatan itu; pengkhotbah sendiri harus bisa tahu dan membedakan, di antara pekerjaannya sendiri, mana yang berdasarkan kekuatan jiwa, mana yang berdasarkan kekuatan Allah.
Pekerjaan Roh Kudus itu ada tiga aspek:
1) melahirkan kembali kita,
2) berhuni di dalam kita agar kita menghasilkan buah-buah Roh,
3) tercurah di atas kita agar kita berkekuatan untuk bersaksi.
Kuasa/kekuatan Roh Kudus yang disinggung dalam Alkitab, semuanya ditujukan untuk bekerja atau bersaksi; ini tercurah ke atas diri kita, bukan pekerjaan Roh Kudus di dalam kita. Jadi, kuasa Roh Kudus adalah untuk bekerja; sedang berhuninya Roh Kudus di dalam kita adalah untuk menghasilkan buah. Dalam bahasa aslinya, "kuasa" Roh Kudus selalu dikatakan "tercurah/hinggap"; sedangkan "berbuahnya" Roh Kudus selalu dikatakan "tinggal/ berhuni".
Apa yang dimaksud dengan "tercurah"? Yaitu semua kekuatan yang diberikan Roh Kudus kepada Anda itu, yang ada di luar Anda. Anda sendiri tidak merasakannya, Anda sendiri tidak bisa menentukannya. Sebab itu, dalam suatu sidang, kalau ada orang bertanya kepada Anda, apakah Anda yakin bahwa sidang ini akan sukses? Apakah Anda yakin banyak orang akan diselamatkan? Anda hanya bisa berkata bahwa Anda sama sekali tidak bisa apa-apa, sebab kuasa itu ada di luar Anda. Kuasa Roh Kudus itu di luar Anda, di luar genggaman Anda. Lalu, bagaimana dengan kekuatan jiwa? Anda bisa meyakininya. Anda tabu bahwa berita Anda itu dapat membuat orang menangis, berita Anda dapat membuat orang bertobat dan mengaku dosa. Apakah yang disebut dengan "kuasa dinamis"? Itu tak lain adalah kekuatan jiwa.
Pada suatu ketika, saya merasa bahwa saya tidak mempunyai kekuatan. Meskipun banyak orang mengatakan bahwa keadaanku cukup baik, namun saya tetap merasa tidak berkekuatan. Maka saya pergi menemui seorang saudari tua yang berpengalaman, Margaret E.Barber. Saya berkata kepadanya, "Kekuatan Anda sangat besar, mengapa aku tidak mempunyai kekuatan?" Kami berdua sudah saling mengenal baik, dan ia sering membantuku dalam hal-hal rohani. Dia menatap saya dengan serius dan bertanya, "Kekuatan apakah yang kauinginkan? Kekuatan yang dapat kaurasakan atau kekuatan yang tidak dapat kaurasakan?" Mendengar jawaban ini, saya segera paham. Saya menjawab, "Aku mau yang tidak dapat kurasakan." Ia berkata lagi, "Kamu harus ingat, semua kuasa yang diberikan oleh Roh Kudus, selamanya tidak memerlukan dirasakan oleh penerima kuasa. Kewajiban manusia hanya taat kepada Allah. Sebab kuasa Roh Kudus tidak diberikan kepada manusia untuk dirasakan" (catatan: tentang perasaan di dalam roh adalah masalah lain). Jadi, kewajibanku adalah mohon Tuhan membelenggu kekuatan jiwaku, yaitu kekuatanku sendiri. Saya harus mutlak taat kepada Allah, selebihnya biarlah Dia sendiri yang mengerjakannya.
Kalau kita bekerja dengan tenaga jiwa, maka kita dapat merasakannya; seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukan hipnotis, mereka dapat mengetahui hasil yang akan mereka dapatkan karena melakukan hal-hal tertentu. Mereka tahu apa yang harus dilakukan pada tahap pertama, apa yang harus dilakukan pada tahap kedua, dan apa yang harus dilakukan pada tahap terakhir. Bahaya bagi para pengkhotbah ialah, mereka sendiri tidak mengetahui bahwa mereka sedang menggunakan kekuatan jiwanya. Mereka menyangka bahwa diri mereka mempunyai kekuatan, namun sebenarnya mereka melakukannya dengan kekuatan jiwa, mereka mendapatkan orang dengan kekuatan psikologi.
Ada orang mengatakan bahwa para pengkhotbah adalah orang-orang yang ahli dalam masalah psikologi untuk memanipulasi orang banyak. Tetapi saya akan menjawab, "Tidak benar." Memang kita tahu bahwa kita bisa mendapatkan orang melalui cara-cara psikologi, tetapi kita menghindari cara demikian, kita tidak mau menggunakan kekuatan jiwa.
Ketika saya bekerja di Shantung. Ada seorang profesor berkata kepada temannya, juga seorang profesor, "Pengkhotbah-pengkhotbah ini bekerja dengan fungsi emosi". Kebetulan sekali, sore itu saya memberitakan kepada kaum saleh setempat bahwa emosi itu sangat tidak dapat diandalkan, tidak ada gunanya. Teman profesor yang berkata tadi juga hadir dalam sidang itu. Setelah mendengar uraianku, ia berkata, "Sayang profesor yang berbicara kepada saya itu tidak hadir." Kalau hadir, dia akan mendengar bahwa emosi pun tidak ada gunanya.
Saudara saudari, ingatlah, semua pekerjaan yang dilakukan melalui emosi tidak bisa diandalkan, tidak tahan lama, segera Iewat. Maka di dalam sidang-sidang gereja, kalau pekerjaan itu dilakukan oleh Roh Kudus, manusia tidak perlu memeras tenaganya sendiri dan tidak perlu melakukan apa-apa. Kalau pengkhotbah bekerja dengan kekuatan jiwa, ia harus mengeluarkan banyak tenaga; selain itu, ia masih perlu memakai sejumlah metode seperti menangis, berteriak, meloncat-loncat, menyanyi dengan tidak berkeputusan, atau mengisahkan kisah-kisah yang mengharukan orang. (Saya tidak mengatakan bahwa dalam sidang tidak boleh menyanyi atau mengisahkan cerita-cerita, hanya semuanya itu harus dilakukan pada batasan yang tepat). Semua itu tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali sementara mengharukan para pendengar.
Kita tahu ada orang, mungkin tidak lebih baik atau lebih fasih daripada orang lain, namun ia dapat menarik orang-orang kepada dirinya. Ini adalah:daya tariknya lebih hebat daripada orang lain. Sering orang berkata kepadaku, "Anda mempunyai daya tarik yang besar terhadap si Anu, mengapa Anda tidak menariknya?" Terhadap perkataan demikian, saya menjawab, "Itu tidak ada gunanya. Karena yang demikian ini adalah alamiah, bukan rohaniah." Banyak orang memandang kekristenan dengan pandangan yang salah, menganggap kekristenan tak lain adalah sejenis aliran psikologi, dan yang dikemukakan adalah perkara-perkara yang berhubungan dengan psikologi. Pandangan ini dikarenakan kaum saleh sendiri yang terlebih dulu bertindak salah. Kalau Tuhan tidak menarik orang tua atau anakanak Anda, tidak peduli seberapa besarnya daya tarik Anda, itu tidaklah berguna. Katakan Anda berhasil menarik mereka dengan kekuatan Anda, Anda tetap tidak akan memperoleh apa-apa.
DAMAI DAN SUKACITA
Apakah titik tertinggi yang dapat dicapai oleh orang Kristen? Yaitu pada satu pihak, mutlak bersatu dengan Allah; di pihak lain, mutlak kehilangan diri sendiri. Dalam psikologi modern, ada yang disebut persekutuan manusia dengan "batin" yang tidak kelihatan sedemikian rupa sehingga menyebabkan orang kehilangan identitasnya. Hal itu nampaknya serupa dengan kekristenan, tetapi sebenarnya sangat jauh berbeda.
Dr. Frank Buchman yang terkenal itu (dari Kelompok Pergerakan Oxford) menganjurkan psikologi jenis ini. Salah satu ajarannya adalah mengenai meditasi. Dia menganggap meditasi adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Allah. Dia tidak menganjuri orang membaca Alkitab pada pagi hari, melainkan menganjuri orang untuk bermeditasi, kemudian baru berdoa. Dia berkata lagi, "Pikiran pertama yang muncul setelah berdoa, adalah pikiran yang Allah berikan kepada Anda, dan sepanjang hari itu Anda wajib hidup dan berperilaku menurut pikiran tersebut." Tetapi sebenarnya praktik itu tidak lain adalah bentuk lain dari meditasi abstrak atau duduk-diam. Apakah basil meditasi seperti itu? Mereka berkata, "Dengan berbuat demikian, Anda akan penuh dengan damai dan sukacita." Memang, kalau Anda dengan tenang mengarahkan pikiran Anda kepada sesuatu selama kira-kira I jam, maka Anda akan mendapatkan apa yang disebut "damai dan sukacita itu." Juga kalau Anda bermeditasi abstrak, mengosongkan pikiran sama sekali selama satu jam, Anda akan berhasil mendapatkan apa yang disebut "damai dan sukacita" itu.
Meditasi-meditasi kebanyakan orang hanyalah semacam pergerakan psikologi. Tetapi iman Kristiani tidak demikian. Kita tidak perlu bermeditasi kepada Tuhan, sebab kita sudah memiliki hayatNya. Kita dapat mengenal Dia dalam intuisi (perasaan langsung) kita, tanpa mempedulikan bagaimana perasaan kita. Di dalam kita ada pimpinan langsung yang membuat kita mengenal Allah; di luar kita ada firman Allah yang memberitahu kita. Apa yang dikatakan oleh firman Tuhan, kita percaya. Kita percaya tanpa mempedulikan bagaimana perasaan kita. Di sinilah letak perbedaan antara iman Kristiani dengan psikologi.
TANDA-TANDA AJAIB
Sekarang kita akan melihat tentang tanda-tanda ajaib. Secara pribadi saya tidak menentang hal-hal ini. Dengan mata kepala sendiri, saya telah menyaksikan kesembuhan ilahi atas beberapa orang. Ada orang mengatakan bahwa dirinya mempunyai karunia penyembuhan. Kita tidak menentangnya; tetapi kita menentang penyembuhan dengan prinsip yang salah. Ada orang bertanya, "Apakah Anda menentang berbahasa roh?" Jawabku, "Tidak." Tetapi saya menentang berbahasa roh yang diperoleh dengan cara yang salah. Saya juga tidak menentang karunia penglihatan dan mimpi-mimpi. Saya sendiri pernah menerima penglihatan terang yang besar. Semua perkara itu ada dalam Alkitab dan kita tentu mengakuinya. Tetapi saya menentang segala penglihatan dan mimpi yang diperoleh melalui sarana-sarana yang tidak wajar.
Misalnya, terhadap penyembuhan, Alkitab menyinggung tentang penumpangan tangan dan pengurapan minyak. Tetapi ada orang ketika menumpangkan tangannya ke atas kepala orang lain, dia menggosok kuat-kuat dan mengurut tengkuk atau leher orang itu sambil bertanya apa yang dirasakannya. Tentunya ketika diurut/digosok, leher orang itu akan merasa hangat. Ini adalah tipuan rendahan yang bahkan hipnotis pun menolak menggunakannya. Kita tahu bahwa pada bagian belakang otak kita terdapat sebuah saraf besar yang memanjang ke tulang punggung. Orang yang mengurut mungkin tidak menyadari bahwa ini sebenarnya adalah sejenis hipnotis; dan orang yang diurut merasa adanya rasa hangat yang mengalir melalui tulang punggungnya dan mungkin sakitnya bisa disembuhkan. Namun praktik ini tak lain adalah penyataan dari kekuatan laten jiwa manusia. Meskipun mungkin terjadi kesembuhan, tapi saya tidak mengakuinya sebagai kesembuhan ilahi.
BAPTISAN ROH
Sekarang kita membicarakan tentang baptisan Roh Kudus. Ketika saya sejangka waktu berada di Shantung, saya juga menganjuri orang-orang untuk menuntutnya. Namun saya tidak membenarkan adanya sejumlah orang yang mengunci diri dalam sebuah ruang kecil selama berhari-hari, berpuasa, berdoa, dan menyanyi ulang nyanyian-nyanyian pendek. Saya beritahu Anda, orang-orang yang berbuat demikian, (karena ada yang telah berpuasa beberapa hari, tubuh terasa lemah, ruangan kecil, udara pengap, ditambah lagi dengan terus-menerus menyanyi), tak lama lagi mereka tentu ada yang 'tak sadarkan diri', tekadnya akan menjadi pasif, dan mulutnya tidak bisa tidak mengeluarkan suara atau kata-kata yang tidak karuan dan aneh. Dengan cara inilah kekuatan laten mereka akan dinyatakan.
Dalam suatu sidang untuk mencari baptisan Roh, ada juga praktik demikian: orang-orang yang hadir terus-menerus meneriakkan, "Haleluya, haleluya, haleluya,…" sampai ratusan bahkan ribuan kali. Tentunya, dengan berseru demikian, pada akhirnya otak mereka akan menjadi seperti linglung, pikirannya menjadi lumpuh, dan mereka mulai melihat penglihatan-penglihatan. Bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa praktik itu adalah baptisan Roh? Itu tidak lain adalah baptisan jiwa. Ketahuilah, yang mereka dapatkan itu bukan kuasa Roh Kudus, melainkan kekuatan jiwa, penyataan dari kekuatan laten jiwa. Jadi apa yang mereka peroleh adalah dihasilkan dari diri manusia melalui latihan-latihan, bukan berasal dari Allah; karena itu bukan cara yang wajar untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus. Tetapi masih banyak orang bahkan memimpin dan memaksa orang lain berbuat demikian. Cara itu bukan mereka pelajari dari petunjuk Allah, melainkan dari pengalaman-pengalaman masa lalu mereka sendiri.
Membaca sampai di sini, mungkin ada orang yang bertanya, "Menurut apa yang Anda katakan, benarkah tidak ada mujizat yang terjadi?" Ada. Kita memuji syukur kepada Tuhan untuk mujizat-mujizat yang berasal dari Dia. Tetapi kita harus membedakan, kalau mujizat itu tidak datang dari Tuhan, tentu ia dihasilkan oleh kekuatan laten jiwa manusia. Ketika saya berada di Shantung, saya mendengar ada seorang wanita yang lumpuh tahunan telah disembuhkan. Kalau kesembuhan itu berasal dari Tuhan, saya bersyukur kepada Tuhan baginya. Tetapi kesembuhan yang diperolehnya itu, berasal dari penumpangan tangan mereka secara demikian.
MENGENAL KEKUATAN LATEN JIWA
Nyonya Mary Baker Eddy, seorang pendiri gereja Kristus Ilmu Pengetahuan, menyangkal adanya kematian, penyakit, dan kesakitan. Tetapi dia sendiri telah mati. Walaupun demikian, gereja Kristus Ilmu Pengetahuan masih bertahan dan bahkan sangat berkembang. Mereka tetap menyetujui adanya gagasan bahwa kalau seseorang yang menderita sakit itu percaya bahwa dirinya tidak sakit, maka dia tidak akan merasa sakit; seorang yang hampir mati, kalau percaya bahwa dirinya tidak akan mati, maka ia tidak akan mati. Hasilnya, memang ada banyak orang yang disembuhkan. Sebenarnya, gereja Kristus Ilmu Pengetahuan bukan termasuk kekristenan, juga bukan ilmu pengetahuan. Aliran ini hanyalah berusaha melepaskan belenggu atas tubuh manusia, agar kekuatan jiwanya menjadi nyata. Melalui pembebasan kekuatan laten jiwa, mereka berusaha mengalahkan kelemahan-kelemahan tubuh manusia.
Akhir-akhir ini, dikarenakan makin berkembangnya kekuatan laten jiwa, maka tanda-tanda ajaib makin bertambah banyak; bahkan banyak yang benar-benar adikodrati, benar-benar luar biasa. Tetapi semuanya itu hanyalah penyataan dari kekuatan laten jiwa manusia. Walaupun saya bukan seorang nabi, tapi saya membaca kitab-kitab nubuatan. Di situ saya pelajari, bahwa pada masa yang akan datang, kekuatan laten itu akan semakin banyak dinyatakan. Karena pada akhir zaman, musuh akan merampas kekuatan jiwa manusia untuk merampungkan pekerjaannya. Kalau dia berhasil merebut kekuatan ini, maka dia akan dapat melakukan keajaiban-keajaiban yang makin besar.
Ada dua golongan orang yang sama-sama ekstrim. Golongan pertama, adalah orang-orang yang menyatakan tidak ada mujizat. Kalau kepada mereka dibicarakan tentang mujizat, kesembuhan ilahi, mereka tidak sudi mendengarkannya. Golongan kedua, adalah orang-orang yang terlalu menekankan tanda-tanda ajaib, tanpa mempedulikan asal tanda-tanda ajaib itu -- dari Allah atau dari musuh. Hari ini, kita harus berhati-hati, jangan cenderung pada ekstrim yang manapun. Setiap kali kita mendengar tentang mujizat atau tanda ajaib, hendaklah kita bertanya, "Itu dilakukan oleh Allah atau oleh musuh? Itu dilakukan oleh Roh Kudus Allah atau oleh hukum psikologi manusia?"
Hari ini kita harus bekerja dengan memakai hakiki kita, seperti pikiran, tekad, dan emosi; kita tidak seharusnya menggunakan kekuatan yang terpendam dalam jiwa kita. Pikiran, tekad, dan emosi adalah organ jiwa manusia yang tidak dapat tidak digunakan. Kalau manusia tidak menggunakannya, maka roh jahatlah yang akan ganti menggunakannya. Tetapi kalau kita memaksa menggunakan kekuatan laten di baliknya, maka roh jahat akan mulai memberikan banyak mujizat paisu kepada kita. Segala hasil pekerjaan yang dilakukan oleh jiwa dan hukum jiwa adalah paisu. Hanya yang dikerjakan oleh Roh Kuduslah yang sejati. Roh Kudus memiliki hukumNya sendiri. Roma 8:2 mengatakan, "Hukum Roh pemberi hayat" (Tl.). Syukur kepada Allah! Roh Kudus itu dan hukum Roh Kudus juga riil. Mujizat yang terjadi menurut hukum Roh Kudus barulah berasal dari Allah.
Perkara percaya kepada Tuhan Yesus adalah hal yang amat sulit dilakukan oleh penganut kepercayaan tertentu. Karena itu, hanya sedikit dari mereka yang dapat menjadi orang Kristen. Bagaimanakah cara orang-orang itu berdoa? Mereka berdoa di tempat ibadah mereka beberapa kali sehari. Mereka mengatakan bahwa kalau ada sesuatu yang perlu dilakukan, berdoalah dengan sehati dengan ribuan atau puluhan ribu orang. Apa yang mereka doakan? Hanya dengan beberapa kalimat yang itu-itu saja; atau mereka menyerukan slogan-slogan tertentu. Hal yang amat disayangkan, banyak doa-doa orang Kristen diraih oleh karena penyataan kekuatan laten jiwa mereka, mirip dengan penganut kepercayaan di atas, bukan karena penggenapan dari Allah.
Kita dapat juga melihat kekuatan yang diperlihatkan oleh aliran kepercayaan tertentu di India. Beberapa orang dari mereka dapat berjalan di atas bara api tanpa mengalami cidera hangus terbakar. Ini bukan cerita kosong. Mereka berjalan di atas bara api bukan hanya beberapa langkah, tapi menempuh satu perjalanan yang cukup panjang. Dengan telapak kaki telanjang mereka menginjak-injak besi yang panas membara, tetapi kaki mereka tidak terbakar. Ada beberapa orang dari mereka yang dapat tidur telentang di atas tempat tidur dengan paku-paku yang ujungnya menghadap ke atas. (Tentunya mereka yang masih belajar pada taraf permulaan tidak dapat tahan dan akan merasa pedih dan terluka). Hal ini juga adalah perkembangan dari kekuatan jiwa. Tetapi sayang sekali, banyak orang imani justru menampilkan mujizat-mujizat dengan kekuatan yang sama dengan yang dipakai oleh orang-orang di India itu.
Ketika kaum imani bersidang, mereka sering kali merasakan adanya semacam kekuatan yang menekan, atau sewaktu berdoa dan membaca Alkitab, mereka merasa tertekan tanpa satu alasanpun. Semuanya itu datangnya dari Iblis yang memakai kekuatan jiwa untuk menekan atau menyerang kita. Setiap orang Kristen yang berpengalaman, sadar akan adanya serangan-serangan ganas dari musuh pada akhir zaman ini. Karena seluruh atmosfir bumi telah dipenuhi dengan kekuatan jiwa, maka kita perlu berlindung di bawah darah adi Tuhan.
Jika kita mendengarkan khotbah pada suatu Katedral atau tempat kebaktian yang besar, kita dapat dengan segera merasakan apakah di sana kekuatan jiwa sedang beroperasi atau tidak. Anda dapat merasakan ada tidaknya sesuatu yang seolah-olah mempengaruhi Anda. Walaupun pengkhotbah mengumumkan bahwa ada beberapa orang telah bertobat dan diselamatkan, kita perlu memperhatikan bagaimana keadaan akhir dari orang-orang yang disebut beroleh selamat itu. Sebab ada pencemaran kekuatan lain dalam pekerjaan itu. Kalau kekuatan itu berasal dari Allah, yaitu kuasa dari Allah sang Rob, orang-orang itu akan merasa sangat ringan dan jernih. Tetapi kekuatan yang berasal dari musuh, kekuatan jiwa, timbul oleh karena kehadiran sejumlah besar orang. Inilah perbedaannya. Semoga kita dapat melihat perbedaannya; kalau tidak, kita akan tertipu.
Waktunya sudah tiba. Iblis sedang mengerahkan segenap kekuatannya dan memakai segala macam sarana untuk membangkitkan kekuatan laten jiwa manusia, baik di dalam kaum agamawan, kaum cerdik pandai dan bahkan orang-orang Kristen. Fakta ini ada di hadapan kita. Kita perlu mohon agar Tuhan memberikan terang, supaya kita dapat membedakannya. Amin.