BAB 1
Pembacaan Alkitab:
Wahyu 18:11-13; I Korintus 15:45-46; Kejadian 2:7
Wahyu 18:11-13, -- "Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak permata dan mutiara . . . lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa (jiwa manusia). "
Perhatikanlah, barang-barang dagangan yang disebutkan di sini dimulai dari emas dan perak, dan berakhir dengan jiwa manusia. Emas dan perak, kuda dan kereta, semuanya memang barang-barang dagangan yang dapat diperjual-belikan. Budak-budak di sini juga dapat diperjual-belikan, merupakan suatu perdagangan tubuh manusia. Tetapi di sini juga dikatakan bahwa jiwa manusia pun bisa seperti barang dagangan, dapat diperjual-belikan.
Satu Korintus 15:45, -- "Seperti ada tertulis: Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan." Terjemahan yang lebih tepat untuk ayat di atas adalah "Manusia pertama, Adam menjadi jiwa yang hidup. Tetapi Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hidup."
Satu Korintus 15:46, -- "Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah." Terjemahan yang lebih tepat untuk ayat di atas adalah "Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohani, tetapi yang jiwani; kemudian barulah datang yang rohani."
Kejadian 2:7, -- "Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." Kata-kata "makhluk yang hidup" lebih tepat diterjemahkan "jiwa yang hidup."
Perhatikanlah, di sini saya tidak bermaksud menentang atau mengecam bahwa penerjemahan Alkitab yang telah ada itu tidak baik. Karena kalau menerjemahkan menurut susunan bahasa aslinya, tidak akan tersusun bahasa yang baik, maka para penerjemah terdahulu menerjemahkannya demikian. Namun, karena kita ingin menuntut dan mendapatkan makna yang lebih tepat dan lebih mendalam, maka tak dapat tidak kita memeriksa Alkitab bahasa aslinya.
Sebenarnya, dua tahun lebih yang lalu, saya telah merasa perlu menyampaikan berita ini. Tetapi berita ini sangat sulit; sulit dikhotbahkan dan juga sulit dimengerti oleh para pendengarnya. Sebab itu, saya tidak memasukkan berita ini dalam buku "Manusia Rohani" (Bab III -- Jiwa). Tetapi, bagaimanapun saya selalu merasa, hal ini harus diberitakan; terutama setelah membaca berbagai buku dan majalah, serta berhubungan dengan banyak orang di dunia ini pada taraf tertentu. Saya merasa betapa mustikanya kebenaran yang telah kita ketahui ini. Mengingat situasi serta kecenderungan gereja dan dunia pada saat ini, maka tidak bisa tidak kita harus membagikan apa yang telah diberikan kepada kita. Kalau tidak, berarti kita menaruh pelita di bawah gantang.
Dalam berita ini, saya ingin membahas hubungan antara peperangan rohani dengan akhir zaman. Hal ini, dahulu saya anggap tidak dapat disisipkan di dalam buku "Manusia Rohani". Mengenai perbedaan antara roh, jiwa, dan tubuh, itu telah dijelaskan secara rinci dalam "Manusia Rohani". Untuk menjangkau para pembaca yang belum pernah membaca buku "Manusia Rohani," baiklah sekali lagi saya bahas secara singkat mengenai roh, jiwa, dan tubuh.
PERBEDAAN ROH, JIWA, DAN TUBUH
Kejadian 2:7 mengatakan, "Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah." Bagian ayat ini menyinggung tentang tubuh manusia. "Dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya." Bagian ayat ini melukiskan bagaimana Allah memberikan roh kepada manusia; yaitu roh Adam. Jadi, tubuh manusia dibentuk dari debu tanah, dan roh manusia diberikan oleh Allah. "Demikianlah manusia itu menjadi jiwa yang hidup". Setelah nafas hidup dihembuskan masuk ke dalam hidung manusia, maka manusia menjadi jiwa yang hidup. Pemakaian kata "jiwa" ini, sering kali dicampuradukkan dengan roh. Sebenarnya roh, jiwa, dan tubuh adalah tiga organ yang berlainan. Kalau kita menganggap bahwa manusia terdiri dari roh/jiwa dan tubuh, anggapan ini salah. Satu Tesalonika 5:23 mengatakan, "Semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna . . ." Roh merupakan pemberian Allah; jiwa merupakan jiwa yang hidup; dan tubuh merupakan ciptaan Allah.
Menurut pengertian umum, jiwa adalah kepribadian manusia kita. Ketika roh dan tubuh bersatu, manusia menjadilah jiwa yang hidup. Sifat khas malaikat adalah roh. Sifat khas dari makhluk hidup yang lebih rendah, misalnya binatang buas, adalah tubuh daging. Kita, manusia, mempunyai roh dan tubuh; tetapi sifat khas kita bukanlah roh ataupun daging melainkan jiwa. Kita memiliki jiwa yang hidup. Sebab itu, Alkitab menyebut manusia jiwa. (Istilah ini sangat jelas dalam bahasa aslinya atau dalam bahasa Inggris). Misalnya, ketika Yakub dan keluarganya pergi ke Mesir, Alkitab mengatakan, "Jadi keluarga Yakub yang tiba di Mesir, seluruhnya berjumlah tujuh puluh jiwa" (Kejadian 46: 27). Alkitab juga menyebut orang-orang yang menerima perkataan Petrus pada hari Pentakosta dan dibaptis, "jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa" (Kis. 2:41). Jadi, jiwa itu kepribadian manusia kita, yaitu yang menjadikan kita sebagai manusia.
Lalu, apakah fungsi roh, jiwa, dan tubuh? Sebenarnya ini telah dijelaskan dalam buku "Manusia Rohani" bagian I. Tetapi saya sangat gembira, karena suatu hari saya menemukan sejilid buku tulisan Andrew Murray (The Spirit of Christ) pada rak buku. Pada akhir tulisan dalam catatan tambahan buku itu, diuraikan tentang roh; jiwa, dan tubuh; uraiannya sesuai dengan interpretasi kita. Berikut ini adalah petikan dari salah satu catatan itu:
"Dalam sejarah penciptaan manusia, kita melihat "TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah," demikianlah tubuh manusia dibuat. Kemudian "menghembuskan nafas (roh) hidup ke dalam hidungnya," demikianlah roh manusia berasal dari Allah, dan akibatnya "manusia menjadi jiwa yang hidup". Roh menghidupkan tubuh, membuat manusia menjadi jiwa yang hidup, yaitu manusia yang hidup, dengan kesadaran diri sendiri. Jiwa adalah titik perpaduan atau titik temu antara roh dengan tubuh. Melalui tubuh, manusia sebagai jiwa yang hidup, bisa berhubungan dengan dunia luar dapat mempengaruhi atau dipengaruhi olehnya. Melalui roh, manusia bisa berhubungan dengan dunia rohani dan Roh Allah tempat asal usulnya; dapat menjadi penerima dan pelayan (minister) hayatnya dan kekuatannya. Jiwa manusia berada di antara dua dunia dan menjadi sarana penghubung dari keduanya, mempunyai kekuatan untuk menentukan, apakah ia mau sepenuhnya dikendalikan oleh roh atau dikendalikan oleh tubuh.
Dalam pembentukan ketiga bagian manusia ini, roh berhubungan dengan Allah, karena itu organ ini adalah yang tertinggi. Tubuh berhubungan dengan dunia kasat mata, karena itu organ ini adalah yang terendah. Di tengahnya adalah jiwa. Jiwa sendiri, kalau tidak cenderung pada sifat khas tubuh, tentu cenderung pada sifat khas roh. Posisi jiwa adalah tempat perpaduan keduanya, berfungsi untuk menjaga keseimbangan yang tepat antara keduanya; memelihara agar tubuh sebagai organ yang paling rendah, takluk kepada roh yang adalah organ tertinggi. Jiwa sendiri menerima melalui roh, apa yang didambakannya untuk kesempurnaannya (menerima dari Roh Allah melalui roh), dan menyalurkannya kepada tubuh, sehingga tubuh bisa mengambil bagian dalam kesempurnaan rohani dan menjadi "tubuh yang rohani."
(Lihat The Spirit of Christ, 1888, hlm. 333-334).
Petikan di atas menunjukkan, bukan hanya kita demikian membedakan, Andrew Murray juga demikian jelas membedakan roh, jiwa, dan tubuh.
Apakah roh? Roh adalah sesuatu yang membuat kita sadar akan Allah dan yang menghubungkan kita dengan Allah. Apakah jiwa? Jiwa adalah organ yang menghubungkan dan memberi kita kesadaran akan diri sendiri. Lalu, apakah tubuh? Tubuh adalah organ yang menghubungkan kita dengan dunia. C.I.Scofield, dalam referensi Alkitabnya juga menjelaskan bahwa roh memberikan kesadaran akan Allah; jiwa memberikan kesadaran akan diri sendiri; dan tubuh memberikan kesadaran akan dunia. Kuda dan sapi tidak memiliki kesadaran akan Allah, karena mereka tidal( mempunyai roh. Mereka hanya sadar akan keberadaannya sendiri. Tubuh menghubungkan kita dengan dunia, melalui indera manusia, kita dapat merasakan panas, dingin, dan sebagainya. Mengenai tubuh, tentunya kita telah tahu banyak, maka hal itu tidak perlu saya bahas lebih jauh lagi.
Di atas telah dijelaskan tentang fungsi-fungsi roh, jiwa, dan tubuh. Sekarang saya ingin membahas masalah yang paling penting. Banyak orang memandang masalah roh, jiwa, dan tubuh sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan kehidupan rohani, tetapi kita perlu menyadari bahwa hal itu juga berhubungan dengan pekerjaan rohani dan peperangan rohani. Kita cenderung membandingkan diri kita dengan Adam sebelum kejatuhannya. Kita menganggap, karena kita adalah manusia seperti halnya Adam, maka tidak ada perbedaan yang mencolok antara kita dengan Adam. Manusia sering menyangka bahwa sebelum Adam jatuh, keadaannya tidak jauh berbeda dengan keadaan kita. Kita berpikir, Adam adalah manusia, kita juga adalah manusia, tidak ada bedanya. Apa yang tidak mampu kita lakukan, Adam juga tidak mampu melakukannya. Memang, apa yang tidak mampu dilakukan oleh Adam, tidak mampu pula Anda lakukan. Tetapi apa yang mampu Adam lakukan, tidak mampu Anda lakukan. Saya kuatir kalau-kalau Anda tidak mengetahui bagaimana kemampuan Adam itu. Jika Anda mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh, Anda akan nampak sebenarnya bagaimanakah Adam sebelum ia jatuh.
KEKUASAAN DAN KEKUATAN TUBUH ADAM
Kejadian 1:27-28 mengatakan, "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranak-cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Allah berfirman, bahwa mereka akan berkuasa atas bumi. Saudara saudari, pernahkah terlintas dalam pikiran Anda berapa luasnya bumi ini?
Seandainya seorang majikan menyuruh seorang pelayannya mengurus dua buah rumah, maka dia akan menunjuk pelayan itu berdasarkan kemampuannya mengurus rumah-rumah tersebut. Tidak ada seorang pun yang sanggup mengurusi semua rumah yang ada di sebuah daerah; dia tidak dapat melakukan sesuatu di luar kemampuannya. Kalaupun ada majikan yang jahat, paling banyak ia hanya bisa membebankan lebih banyak pekerjaan daripada tuntutan pekerjaan semula, tanpa bisa menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuan pelayannya.
Lalu, mungkinkah Allah menyuruh Adam melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukannya? Dari sini dapat kita ketahui bahwa Adam mampu mengurus/mengatur seluruh bumi. Jadi, kemampuan Adam jelas jauh lebih super daripada kemampuan kita saat ini. Dia memiliki kuasa, kemampuan, dan keterampilan. Segala sesuatu yang ada di dalam atau di luar dirinya, semuanya merupakan kekuatan yang segar yang diterimanya dari Allah Pencipta. Walaupun kekuatan Adam tidak miliaran kali lebih hebat daripada kita, namun kita dapat memperkirakan dengan pasti bahwa kekuatan Adam jutaan kali lebihhebat daripada kekuatan kita. Jika tidak, tentu Adam tidak akan mampu menunaikan amanat yang telah Allah perintahkan kepadanya. Seandainya kita dim inta untuk menyapu sebuah lapangan tiga kali sehari, kita mungkin tidak tahan. Katakanlah kita sudah melakukannya, kita mungkin sudah tidak mampu lagi meluruskan punggung kita. Tetapi Adam tidak hanya berkuasa atas seluruh bumi, juga berkuasa atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan semua makhluk hidup di bumi. Memerintah bukan sekadar duduk dan tidak melakukan apa-apa. Memerintah memerlukan pengendalian dan pengaturan. Jadi, dari sini kita dapat melihat bahwa Adam pasti memiliki satu kekuatan yang istimewa, yang jauh melampaui keadaan kita hari ini.
Apakah Anda menganggap ini suatu pengetahuan yang baru? Sebenarnya semua ini adalah ajaran Alkitab. Sebelum Adam jatuh, dia memiliki kekuatan yang sedemikian rupa sehingga dia tidak pernah merasa lelah setelah bekerja. Baru setelah ia jatuh, Allah berkata kepadanya, "Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu." Jadi, kita tahu, sebelum Adam jatuh, ia mampu bekerja tanpa merasa lelah. Karena kekuatan itu berpancar dari kekuatan segar yang diberikan oleh Allah dalam penciptaanNya kepadanya.
KEKUATAN OTAK DAN DAYA INGAT ADAM
"Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semua itu kepada manusia untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu" (Kejadian 2:19). Saudara saudari, betapa menakjubkan! Seandainya Anda mengambil sebuah kamus dan membaca semua nama binatang, Anda harus mengakui bahwa Anda tidak mampu mengenal dan mengingat semua itu. Tetapi Adam mampu memberi nama semua burung dan binatang. Alangkah berhikmat dan cerdasnya Adam! Mereka yang kurang cerdas, tentu merasa putus asa dan berhenti belajar ilmu hewan oleh karena gagal menghafal semua rinciannya. Tetapi Adam tidak saja mengingat semua nama binatang, bahkan dialah pemberi nama semua binatang itu. Dengan ini kita tahu betapa kaya dan sempurnanya kekuatan pikiran Adam. Tahukah Anda ada berapa juta jenis binatang dan makhluk hidup? Adam justru menamai mereka satu per satu.
KEKUATAN PENGELOLAAN ADAM
Kejadian 2:15 mengatakan, "TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." Kita tinggalkan dulu pembahasan tentang bagaimana Adam mengatur bumi. Kini marilah kita lihat tugas-tugas yang Allah berikan kepadanya. Allah menyuruh Adam mengusahakan dan memelihara taman Eden. Mengusahakan dan memelihara mengandung seluk-beluk yang lebih dalam daripada mengatur. Berapakah luasnya taman Eden? Kejadian 2:10-14 menyebutkan, empat batang sungai, yaitu sungai Pison, Gihon, Tigris dan Efrat. Keempat sungai itu mengalir dari taman Eden dan membaginya menjadi empat bagian. Sekarang Anda dapat membayangkan betapa luasnya taman
Eden. Betapa kuatnya Adam sehingga dia ditugaskan untuk mengusahakan dan memelihara sebidang tanah yang dialiri oleh empat buah sungai! Tidak hanya mengusahakan, juga memelihara. Memelihara berarti harus menjaganya dari gangguan musuh. Jadi kekuatan yang dimiliki Adam saat itu tentu sangat luar biasa. Dia tentu seorang manusia yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Semua kekuatannya itu tercakup dalam jiwanya yang hidup. Menurut pandangan kita, kekuatan Adam itu adalah sesuatu yang adikodrati dan ajaib, tetapi bagi Adam sendiri, semua kemampuan itu bukan keajaiban, melainkan wajar, manusiawi; bukan adikodrati, tetapi alamiah.
Apakah saat itu Adam menggunakan seluruh kekuatannya? Menurut apa yang dapat kita pelajari dari kitab Kejadian, dia belum menggunakan seluruh kekuatannya. Karena tak lama setelah diciptakan Allah dan sebelum dapat memanifestasikan semua kemampuannya, dia telah jatuh.
Dengan umpan apa musuh menggoda Hawa? Apa yang dijanjikan musuh kepadanya? Yaitu, "Pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat" (Kejadian 3:5). "Menjadi seperti Allah" adalah janji musuh. Musuh mengatakan bahwa antara kekuatan yang dimilikinya dengan kekuatan Allah masih terdapat perbedaan yang sangat jauh, tetapi kalau ia mau memakan buah pengetahuan baik dan jahat, maka dia akan memiliki kekuasaan, hikmat, dan kekuatan Allah. Pada waktu itu Hawa dicobai, tertipu, dan jatuh.
KEKUATAN YANG ALLAH BERIKAN
KEPADA ADAM
Hari ini, kita bukannya sangat ingin tahu yang anehaneh, melainkan kita hanya ingin melihat, sebenarnya apa yang Allah berikan kepada Adam. Kejadian 1:26, "Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita . . ." Kata "gambar" dalam bahasa aslinya mengacu kepada bentuk yang di luar, sedang kata "rupa" seolah sama dengan kata "gambar", dan hanya diulang saja. Tetapi menurut bahasa aslinya kata "rupa" ini tidak mengacu kepada bentuk yang di luar, melainkan mengacu kepada bentuk moral dan rohani. Saya sendiri tidak ahli dalam bahasa Ibrani, hanya bisa membaca kamus bahasa lbrani. Seorang saudari dari satu misi Barat, yang cukup ahli dalam bahasa Ibrani menerjemahkan, kata "rupa" ini dalam bahasa aslinya berarti "berubah menjadi serupa"; yang artinya, "diserupakan" sehingga mirip Dia. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah agar manusia diubah menjadi serupa denganNya. Allah menginginkan Adam bisa menjadi serupa Dia. Iblis berkata, "Engkau akan menjadi seperti Allah". Tetapi maksud Allah yang sebenarnya adalah Adam harus diubah menjadi serupa Dia.
Dari sini kita tahu bahwa sebelum Adam jatuh, di dalam dirinya terkandung suatu kekuatan yang bisa menjadikannya serupa dengan Allah. Di dalam dirinya ada suatu kekuatan tersembunyi yang memungkinkannya menjadi serupa dengan Allah. Gambar yang di luar sudah mirip dengan Allah, tetapi di aspek moral (Saya memakai istilah 'moral' untuk menunjukkan segala hal yang berada di atas benda-benda material, bukan mengacu kepada tingkah laku manusia yang baik), Allah ingin agar kita melampaui benda-benda material, dan berubah menjadi serupa dengan-Nya. Dengan demikian, kita nampak betapa besar kerugian yang diderita manusia karena kejatuhannya. Kerugian yang demikian besar ini, mungkin tidak pernah terlintas dalam benak manusia.
KEJATUHAN MANUSIA
Adam adalah satu jiwa. Roh dan tubuhnya berpadu dalam jiwanya itu. Sebab itu, semua kekuatan luar biasa yang kita sebutkan di atas itu berada di dalam jiwanya. Dengan perkataan lain, jiwa yang hidup yang merupakan hasil dari perpaduan antara roh dengan tubuh itu memiliki kekuatan adikodrati yang tak terbayangkan. Ketika ia jatuh, kekuatan yang membedakan Adam dengan kita itu segera gaib. Hal ini tidak berarti bahwa kekuatan seperti itu telah tidak ada lagi. Kekuatan itu masih ada di dalam manusia, tetapi seolah menjadi mati beku, tidak bisa digunakan. Sampai Kejadian 6, setelah kejatuhan manusia, manusia menjadi milik daging. Daging telah membungkus seluruh diri manusia, menaklukkan manusia agar taat kepada daging. Semula manusia adalah jiwa yang hidup, kini manusia telah jatuh, menjadi milik daging. Jiwa manusia yang tadinya taat kepada pengaturan roh, kini takluk kepada pengaturan daging. Karena itu, Allah berkata, "RohKu tidak akan selamalamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging" (Kejadian 6:3). Di sini, ketika Allah menyebutkan manusia, Dia menyebutnya daging; karena menurut pandanganNya manusia itu telah menjadi milik daging. Sebab itu Alkitab mengatakan, "Sebab semua daging (manusia) menjalankan hidup yang rusak di bumi" (Kejadian 6:12; aslinya); dan lagi, "Kepada daging (badan) orang biasa janganlah minyak itu (minyak urapan kudus, melambangkan Roh Kudus) dicurahkan" (Keluaran 30:32); juga, "Sebab tidak ada daging (seorang pun) yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat" (Roma 3:20).
Mengapa saya harus menyinggung hal itu? Karena perkara yang disinggung dalam Wahyu 18 merupakan perkara yang akan terjadi pada akhir zaman. Di depan telah kita singgung bagaimana jiwa manusia akan menjadi barang dagangan yang dapat diperjual-belikan di Babel. Mengapa jiwa manusia diperlakukan sebagai barang dagangan? Karena Iblis (Satan) dan Antikristus akan memakai jiwa manusia sebagai alat untuk aktivitas-aktivitas mereka pada akhir zaman. Pada saat Adam jatuh di taman Eden, kekuatannya juga ikut jatuh. Ketika Adam jatuh, kekuatannya bukan hilang, melainkan terpendam (laten) di dalam dirinya. Adam telah menjadi daging, dan dagingnya itu menutup rapat-rapat kekuatan yang luar biasa itu. Dari generasi ke generasi, kekuatan Adam yang dulu itu menjadilah satu kekuatan yang "terpendam" di dalam keturunannya, manusia. Kekuatan itu telah berubah menjadi kekuatan yang "terpendam". Manusia tidak kehilangan kekuatan itu, tetapi ia telah diselubungi dan dibelenggu oleh daging.
Hari ini, di dalam setiap orang yang hidup di bumi ini, masih ada kekuatan Adam itu. Namun kekuatan itu terkurung di dalam diri manusia dan tidak dapat dinyatakan secara bebas. Kekuatan itu tetap ada di dalam jiwa manusia, sebagaimana dulu ada di dalam jiwa Adam. Karena sekarang jiwa berada di bawah kurungan daging, maka kekuatan ini juga terkurung oleh daging. Hari ini Iblis justru ingin merangsang jiwa manusia, agar kekuatan terpendam yang ada di dalam manusia dapat dinyatakan dengan bebas; dan dengan ini menipu manusia, membuat manusia menganggapnya sebagai suatu kekuatan rohani. Alasan saya mengemukakan hal itu adalah untuk memperlihatkan kepada kita, adanya hubungan khusus antara jiwa manusia dengan Iblis pada akhir zaman.
Kita telah melihat bahwa Adam memiliki kekuatan yang istimewa, yang adikodrati. Sebenarnya apa yang dia miliki itu sama sekali tidak adikodrati dan istimewa, hanya bagi kita hari ini, ia kelihatan adikodrati dan istimewa. Sebelum kejatuhannya, Adam dapat mempergunakan semua kekuatan itu dengan biasa dan mudah, sebab kekuatan itu berada di dalam jiwanya. Tetapi setelah ia jatuh, kekuatan itu terbungkus oleh dagingnya. Semula tubuh adalah sebuah organ yang membantu jiwa Adam, tetapi setelah jatuh, kekuatannya dikurung oleh tempurung daging. Namun hari ini Iblis berusaha menghancurkan tempurung daging serta membebaskan kekuatan yang terpendam di dalam jiwa manusia. Melalui hal itu ia ingin mengendalikan jiwa manusia. Banyak orang tidak menyadari strategi Iblis ini, malahan menganggapnya berasal dari Allah. Mereka tertipu oleh Iblis.
DITINJAU DARI SEGI KEPERCAYAAN
Hal ini tidak hanya terjadi pada dunia kekristenan saja. Banyak orang dari Babel, Arab, Budha, Tao dan Hindu pun, berusaha dengan sekuat tenaga untuk membebaskan kekuatan yang telah diwariskan Adam pada jiwa manusia. Tak peduli kepercayaan apapun, tak peduli betapa berbedanya pelajaran, tata cara atau sarana yang di luar, pada dasarnya hanya ada satu prinsip yang sama di balik semua perbedaan di luar itu. Prinsip itu ialah ingin mengalahkan daging yang di luar agar jiwa terbebaskan dari segala macam belenggu, sehingga dapat difungsikan dengan leluasa. Ada ajaran tertentu yang mengajarkan penghancuran penghalangan dari tubuh; ada yang berikhtiar agar tubuh dapat menyatu dengan jiwa; ada yang memperkuat jiwa melalui latihan, agar ia dapat mengalahkan tubuh. Bagaimanapun juga, prinsipnya tetap sama. Kita perlu nampak hal itu; kalau tidak, kita akan mudah tertipu.
Saya tidak tahu bagaimana dan dari mana orang-orang itu mengetahui bahwa di dalam jiwa manusia ada kekuatan adikodrati yang terpendam. Saya juga tidak tahu bagaimana mereka mengetahui bahwa kekuatan itu terbelenggu oleh daging manusia, yang kalau dibebaskan dari kurungan daging, akan menghasilkan kekuatan mujizat yang luar biasa, bahkan sampai pada pencapaian status yang disebut "dewa". Yang pasti, aktivitas demikian sangatlah diinginkan oleh Iblis dan roh-roh jahat. Karena itu, meskipun penjelasan mereka mungkin berbeda-beda, namun prinsip yang di dalamnya sama, yaitu penggunaan sarana-sarana tertentu untuk membebaskan kekuatan jiwa. Mungkin mereka tidak memakai istilah "kekuatan jiwa" seperti kita, tetapi faktanya adalah demikian. Misalnya, banyak orang dari kalangan kepercayaan tertentu, dan bahkan dalam beberapa sekte kekristenan, memiliki kekuatan-kekuatan adikodrati tertentu untuk melakukan mujizat-mujizat, kesembuhan, dan meramal hal-hal yang akan datang.
Sebagai contoh, praktik-praktik pertapaan dan pernafasan dari kaum Taois, atau bahkan bentuk yang paling sederhana dari meditasi, semedi, dilakukan menurut satu prinsip penaklukan tubuh di bawah jiwa agar kekuatan jiwa terbebaskan. Sebab itu, dalam agama Tao, banyak perkara mujizat terjadi; banyak kejadian merupakan fakta yang tidak dapat kita remehkan atau kita anggap takhayul. Dalam agama Budha tidak ada Allah. Sidharta Gautama sendiri adalah seorang yang tidak ber-Allah. Itu adalah hasil kesimpulan dari para sarjana yang mempelajari agama Budha. Sidharta Gautama percaya pada perpindahan jiwa maupun nirwana (Kesenangan yang mutlak, dengan ciri terbebaskan dari lingkaran inkarnasi dan dicapai melalui penghancuran diri sendiri). Menurut mereka, kalau seseorang bisa mencapai keadaan serba kosong, ia dapat melampaui segalanya dan berhasil menjadi Budha.
Saya tidak bermaksud membicarakan ajaran agama Budha. Saya hanya ingin menjelaskan mengapa dalam agama itu juga banyak keajaiban telah dilakukan, dan bagaimana cara mereka memperolehnya. Dalam agama ini ada ajaran tentang terbebas dari dunia. Mereka yang telah mengucapkan sumpah Budhis harus pantang menikah dan pantang makan makanan tertentu. Mereka juga tidak boleh membunuh makhluk hidup. Melalui praktik pertapaan, tirakat, akhirnya mereka mencapai tingkat penghapusan semua makanan. Beberapa biksu/biksuni tingkat tinggi bahkan dapat melihat masa lalu dan meramalkan masa depan. Mereka melakukan banyak keajaiban dengan mistik Budhis. Pada saat yang mereka sebut 'darah hati' bergelora, mereka dapat meramalkan perkara-perkara yang akan terjadi. Segala jenis pantangan dan praktik-praktik pertapaan itu bersumber dari satu prinsip yang sama, yaitu mereka berusaha mematahkan segala macam belenggu tubuh dan material agar kekuatan jiwanya bebas.
Saya mengenal beberapa orang yang lebih tua daripada saya, yang mengikuti "Kelompok kesatuan". Mereka dan teman-teman anggotanya melakukan praktik meditasi abstrak. Mereka mengatakan kepada saya, bahwa setiap tingkatan yang mereka masuki, memiliki tingkat terangnya sendiri. Berapa tinggi tingkatan yang mereka masuki, sebanyak itulah terang yang mereka terima. Saya percaya bahwa semua itu adalah fakta riil. Sebenarnya mereka hanyalah terlepas dari kekangan tubuh, sehingga membebaskan kekuatan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya. Dalam hal itu sebenarnya tidak ada yang istimewa.
Aliran kekristenan modern "Ilmu Pengetahuan", yang belakangan ini mulai populer, dipelopori oleh nyonya Mary Baker Eddy. Dia berkata, "Sebenarnya atas manusia itu tidak ada penyakit, tidak ada rasa sakit, tidak ada dosa dan tidak ada kematian." (Tetapi, nyonya Eddy sendiri telah meninggal). Menurut ajarannya, penyakit itu tidak ada, kalau seseorang menderita sakit, dia hanya perlu melatih angan-angannya dan berkata, "Aku tidak sakit," maka dia akan sembuh. Ini berarti jika seseorang percaya tidak ada penyakit, maka dia tidak akan sakit. Demikian juga terhadap dosa. Jika seseorang percaya bahwa dirinya tidak ada dosa, maka dia tidak akan berdosa. Mereka berkata, "Asal mau melatih tekad dan emosi manusia sampai suatu taraf, lalu menyangkal keberadaan semua perkara itu, memandang semua perkara itu tipuan belaka, maka semua perkara itu benar-benar tidak ada."
Ketika ajaran itu mulai diajarkan, banyak orang menentangnya; terutama para dokter, karena jika hal itu benar, maka dokter tidak akan dibutuhkan lagi. Tetapi melalui penyelidikan terhadap orang-orang yang telah disembuhkan oleh orang-orang aliran ini, dokter-dokter itu menemukan bahwa orang-orang itu benar-benar telah sembuh; mereka tidak bisa menyangkalnya, sehingga makin banyak orang mengikuti ajaran aliran itu. Bahkan banyak ilmuwan terkenal dan para dokter menjadi percaya dan mengikuti ajaran itu. Semua itu tidaklah ajaib, sebab kekuatan adikodrati yang dulunya ada di dalam jiwa Adam, kini terbungkus oleh daging. Asal manusia dapat membebaskan kekuatan yang ada di dalam jiwanya, maka ia akan mendapatkannya.
DITINJAU DARI SEGI ILMIAH
Sekarang marilah kita meninjau hal ini dari segi ilmiah. Dewasa ini, telah dilakukan lebih banyak penelitian di bidang psikologi daripada sebelumnya. Lalu, apakah psikologi itu? Kata psikologi merupakan gabungan dari dua kata Yunani: "psyche" yang berarti "jiwa" dan "logia" yang berarti "ilmu". Jadi psikologi adalah "ilmu tentang jiwa". Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan modern hanyalah mencapai penelitian bagian jiwa manusia saja; terbatas pada jiwa, sama sekali tidak menjangkau bagian roh manusia.
Tokoh para psikologi modern adalah Franz Anton Mesmer. Penemuan pertamanya sekarang dikenal dengan Mesmerisme (hipnotis seperti yang dipraktikkan oleh Mesmer sendiri), terjadi pada tahun 1778. Setelah itu, murid-murid Mesmer mengunggulinya melalui penemuan-penemuan yang lebih banyak. Seperti warna hijau yang diturunkan dari warna biru, namun ia mengungguli warna biru. Beberapa percobaan mereka menghasilkan sesuatu yang hampir mustahil dapat dipercaya. Metode mereka tak lain adalah melepaskan daya terpendam yang ada di dalam jiwa manusia itu. Contohnya, dalam kewaskitaan (kekuatan untuk merasakan/mengetahui hal-hal yang ada di luar kemampuan alamiah indera manusia) atau telepati (komunikasi melalui sarana-sarana yang secara ilmiah tidak diketahui atau tidak dapat dijelaskan, seperti melatih kekuatan mistik), orang-orang tersebut dapat melihat atau mendengar atau mencium sesuatu yang beribu-ribu mil jauhnya. Semua itu dipelopori oleh Mesmer dan dikembangkan oleh pengikut-pengikutnya hingga sekarang.
Ada buku yang mengatakan, "Mesmerisme adalah batu karang besar. Semua ilmu tentang mental, psikologi, merupakan hasil dari galian terhadap batu karang besar ini." Sebelum era Mesmer, penyelidikan-penyelidikan terhadap kekuatan batin masih belum merupakan satu cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri; ia hanya menempati kedudukan yang kurang penting dalam ilmu alam. Tetapi karena adanya penemuan-penemuan yang mengherankan itu, ia telah menjadi satu bidang ilmu tersendiri.
Saudara saudari, saya tidak mengharapkan Anda memperhatikan bagaimana menyelidiki hal-hal psikologi, tetapi kita harus tahu bahwa semua fenomena ajaib itu dicapai melalui pembebasan kekuatan laten jiwa manusia, kemampuan yang telah tersembunyi di dalam manusia setelah kejatuhan Adam. Mengapa semua itu disebut "kekuatan laten"? Karena setelah Adam jatuh, Allah belum mengambil kembali kekuatan "luar biasa" yang pernah dimilikinya itu. Hanya saja kekuatan itu turut jatuh bersamanya dan terkurung rapat-rapat di dalam dagingnya. (Inilah sebabnya Iblis bisa secara khusus memperalatnya). Kekuatan itu masih ada, hanya ia tidak berdaya dinyatakan. Sebab itu kita sebut "Kekuatan Laten".
Ekspresi (pernyataan) kehidupan manusia kita, seperti berbicara, berpikir, dan lain-lainnya, sebenarnya merupakan kemampuan-kemampuan yang ajaib. Namun, di dalam manusia kita masih ada satu kekuatan laten, yang tersembunyi, yang belum ternyatakan. Jika kekuatan itu dapat dinyatakan, ia akan lebih ajaib daripada yang terekspresi dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak kejadian ajaib yang ditemukan oleh parapsikolog modern hari ini, bukanlah berarti mereka memiliki semacam kekuatan yang seolah menjamah Allah. Mereka hanya menggunakan suatu metode agar kekuatan laten jiwa dapat dibebaskan.
Setelah manusia menemukan kuncinya, dari sebuah daftar beberapa 'penemuan' menyusul penemuan yang dicapai Mesmer mengenai pengetahuan dasar kekuatan misterius yang terpendam di dalam tubuh manusia, terlihat perkembangan yang sangat mengagumkan. Pada tahun 1784, seorang murid Mesmer menemukan "kewaskitaan" (dalam segi ketajaman penglihatan -- bisa melihat hal-hal yang bagi manusia biasa tidak mungkin dilihat) sebagai basil dari tidur ala Mesmer. Bersamaan dengan itu menemukan "Telepati" (komunikasi antar angan-angan tanpa melalui saluran-saluran indera yang dikenal) -- memungkinkan seseorang menggunakan kekuatan batinnya untuk mengetahui pikiran orang lain tanpa diketahui orang itu.
Hipnotisme, psikiatri, Psikometri . . dan lain-lainnya yang tak terhitung jumlahnya menyusul seiring dengan berjalannya waktu. Hipnotis misalnya, adalah suatu kondisi yang memasukkan seseorang ke dalam suasana tidur buatan, yang membuat orang yang terhipnotis sangat responsif terhadap sugesti yang diberikan oleh penghipnotisnya (baik berbicara, berpikir, maupun bertindak). Bukan hanya manusia, bahkan binatang pun dapat dihipnotis. Psikiatri adalah metode penyembuhan penyakit dengan cara-cara seperti hipnotis atau mengusir penyakit dengan kemampuan anganangan. Psikometri adalah penemuan bahwa angan-angan dapat bekerja di luar tubuh manusia dan menghasilkan suatu fungsi tersendiri. Orang yang 'peka psikometri' bisa mengetahui semua masa lalu seseorang.
Ada lagi satu penemuan yang disebut ilmu "Lepas Raga". Orang yang menguasai ilmu ini bisa mengendalikan tekadnya sedemikian rupa sehingga tekadnya bisa meluncur keluar dari tubuhnya. Tak peduli berapa jauh tempat yang dicapainya, di sana ia bisa di luar tubuh jasmaninya melihat, mendengar, merasakan, dan mengecap apa yang ada di tempat itu. Apa yang umumnya bisa dilakukan orang dengan tubuh jasmaninya, dapat juga dilakukannya di luar tubuhnya. Ilmu itu makin lama makin maju. Pada tahun 1847, ada orang setelah bangun dari meditasinya, menemukan sesuatu yang disebut "Pathetisme", yang mengatakan bahwa manusia dapat mengeluarkan kekuatannya sendiri untuk tidak merasakan sakit dan juga bisa menyembuhkan penyakit-penyakit.
Mula-mula, banyak orang tidak percaya dan tidak mengakui penemuan-penemuan di atas, tetapi setelah banyak kejadian ajaib terjadi, dan semua itu adalah fakta, maka ilmu itu diselidiki sebagai satu ilmu tersendiri. Bagi para pelaku ilmu itu, kejadian-kejadian ajaib itu adalah sesuatu yang alami/wajar; bagi kita, kejadian-kejadian itu seharusnya lebih-lebih adalah hal yang alami. Karena mereka hanyalah menyatakan kekuatan jiwa yang terpendam akibat kejatuhan Adam.
Para psikolog mengatakan bahwa di dalam diri manusia terdapat suatu kekuatan yang luar biasa, kekuatan untuk mengendalikan diri, kekuatan untuk mencipta, kekuatan untuk membangun, kekuatan iman, kekuatan membangkitkan kebangunan, kekuatan untuk hidup kembali (yaitu kekuatan yang membuat orang meskipun sudah tua tetapi tetap seperti anak). Semua kekuatan itu dapat dinyatakan oleh manusia. Sebuah buku psikologi bahkan bertindak lebih jauh, mengatakan, "semua manusia adalah dewa-dewa, hanya dewa-dewa tersebut terkurung di dalam kita. Kalau dewa-dewa yang ada di dalam kita terbebaskan, maka kita semua akan menjadi dewa." Betapa miripnya kata-kata ini dengan perkataan Iblis.
KAIDAH UMUM
Baik di Asia maupun di negara-negara Barat, semua praktik-praktik pernafasan, pertapaan, hipnotis, ramalan, tanggapan, dan komunikasi, tak lain adalah pembebasan dan penyataan dari kekuatan yang ada di dalam. Saya rasa, kita semua telah mendengar keajaiban-keajaiban hipnotis. Peramal-peramal yang dapat meramal dengan tepat sangat populer di Cina. Setiap hari mereka hanya dapat melayani beberapa orang. Mereka mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk menyempurnakan kemampuan mereka, dan ramalan mereka amatlah tepat dan sangat mengherankan. Kaum Budhis dan Taois juga mempunyai pameran-pameran ajaib. Meskipun banyak yang ternyata palsu, tetapi adanya pernyataan-pernyataan adikodrati tidak dapat disangkal begitu saja.
Penjelasan tentang semua itu cukup sederhana, yaitu orang-orang itu, baik secara kebetulan atau dituntun oleh roh jahat, mengetahui cara-cara pertapaan yang memungkinkan mereka memperoleh kekuatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak bisa dilakukan oleh orang biasa. Orang-orang itu umumnya tidak tahu kalau di dalam diri mereka ada kekuatan itu. Namun ada juga orang-orang yang melalui ilmu pengetahuan tahu adanya kekuatan yang terpendam di dalam diri mereka, walaupun mereka tidak dapat menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Kita yang telah belajar tentang Allah tahu, bahwa kekuatan itu tak lain adalah kekuatan laten jiwa manusia, yang kini terbelenggu di dalam daging akibat kejatuhan Adam. Kekuatan itu telah jatuh bersama manusia, sehingga Allah menghendaki agar ia jangan digunakan lagi. Tetapi Iblis ingin agar kekuatan terpendam ini dikembangkan sehingga manusia merasa bahwa dirinya itu limpah kaya. Mengetahui bahwa "dirinya adalah Allah," menggenapi perkataan Iblis, "kamu akan menjadi seperti Allah." Demikian membuat manusia meninggikan diri sendiri, yang secara tidak langsung menyembah kepada Iblis, akibatnya manusia kehilangan kedudukannya. Karena itu, sebenarnya Iblislah yang berada di belakang semua penyelidikan-penyelidikan psikologi. Kini ia sedang berusaha sekuat tenaga menggunakan kekuatan laten jiwa untuk mencapai tujuannya. Sebab itu, semua orang yang mengembangkan kekuatan jiwanya, mustahil terluput dari berkontak dan dipakai oleh Iblis dan roh-roh jahat.
G.H. Pember dari sudut pandang lain mengatakan, "Asal manusia berbuat sedemikian rupa, ia segera bisa berhubungan dengan setan." Dia menyelidiki perkara ini cukup dalam, dan yang dijumpainya juga cukup banyak. Dalam buku "Earth's Earliest Ages" ia mengatakan, "Ada dua cara yang dapat digunakan manusia agar dapat berhubungan dengan setan untuk memperoleh kekuatan dan pengetahuan yang tidak sah.. Pertama, mengaktifkan kekuatan laten jiwanya. Kedua, khusus dirasuk oleh setan."
Hari ini, yang akan kita perhatikan adalah cara pertama, yaitu apakah yang dimaksud dengan mengaktifkan kekuatan laten jiwa. Dia berkata, "Orang yang dapat mengaktifkan kekuatan laten jiwanya sangat sedikit. Banyak orang tidak dapat mencapainya, karena cara melaksanakannya adalah harus membiarkan jiwa mengendalikan tubuhnya, membiarkan jiwa terlepas dari kekangan tubuh." Pandangan tersebut mutlak sama dengan pandangan kita. Kita lihat praktik pertapaan dari kaum tertentu, pernafasan dan meditasi abstrak dari kaum Taois, meditasi dan konsentrasi pikiran pada hipnotis, duduk tenang oleh mereka yang ada dalam "Kelompok Kesatuan", dan segala macam meditasi/ kontemplasi, konsentrasi pikiran sampai kosong, dan beratus-ratus kegiatan serupa yang dipraktikkan manusia, semuanya menganut kaidah yang sama (meskipun pengetahuan dan kepercayaan mereka berbeda-beda). Apa yang mereka lakukan tak lain adalah membawa pikiran luar yang kacau, gejolak emosi dan tekad yang lemah, ke suatu tempat yang tenang atau hening, dengan daging yang sepenuhnya ditaklukkan. Berbuat demikian memungkinkan pembebasan kekuatan laten jiwa. Hari ini kekuatan laten jiwa tidak bisa ternyata di atas tiap orang, dikarenakan tidak semua orang dapat menembus pembatas daging dan membawa semua ekspresi jiwa yang umum kepada keheningan/kekosongan yang mutlak.
BEBERAPA FAKTA
Beberapa tahun yang lalu, ketika berada di Singapura, saya berkenalan dengan seorang teman India. Dia bercerita tentang seorang temannya yang menganut agama Hindu, yang dapat mengungkapkan perkara-perkara tersembunyi dari orang lain dengan tepat. Pernah sekali, dia menguji kemampuan temannya itu. Dia mengundang teman itu ke rumahnya, ternyata temannya itu mampu menyebutkan semua benda yang ada di dalam setiap laci di rumah itu. Kemudian ia mempersilakan temannya itu untuk keluar sebentar, sedang ia sendiri segera membungkus sebuah barang yang sangat berharga dengan kain dan kertas, dimasukkan ke dalam sebuah kotak, lalu meletakkannya dalam sebuah laci, kemudian dikunci. Teman Hindunya itu masuk kembali dan dia dapat menguraikan mengenai barang berharga itu dengan tepat. Tidak diragukan lagi, hal ini pasti menyangkut pekerjaan kekuatan jiwa yang dapat menembus semua halangan material.
Nyonya Jessie Penn-Lewis, pernah menulis satu hal di majalah "Pemenang" berbahasa Inggris sebagai berikut:
"Pernah sekali, aku berkenalan dengan seorang laki-laki di India Utara. Orang ini adalah salah seorang yang dapat keluar-masuk ke lingkungan tertinggi dari masyarakat Simla, tempat kedudukan pemerintahan India di musim panas. Pada suatu sore, dia bercerita kepadaku tentang hubungannya dengan para Mahatma di India dan di negara-negara Iainnya di Asia. Dia mengatakan bahwa dia bisa mengetahui banyak kejadian politik berminggu-minggu dan berbulan-bulan sebelum semua itu terjadi. Dia berkata, 'Saya tidak tergantung pada berita telegram-telegram dan surat kabar. Semua itu hanya mencatat peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, tetapi kami mengetahui peristiwa-peristiwa sebelum itu terjadi." Bagaimana mungkin seseorang yang berada di India bisa mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di London? Hal itu dijelaskan kepadaku, bahwa semua itu melalui "kekuatan jiwa" yang dinyatakan oleh orang-orang yang mengetahui rahasia para Mahatma."
G.H. Pember berkata pula, "Dalam aliran Budha, ada banyak orang dapat melihat pikiran orang lain, mengendalikan roh-roh jahat, mempercepat pertumbuhan tanaman, memadamkan kobaran api secara tiba-tiba, menaklukkan binatang-binatang buas. Mereka dapat berbicara di luar tubuh daging dengan orang lain, dan menjamah lain di luar tubuhnya. Tidak hanya itu, mereka dapat menunjukkan tubuh batiniahnya kepada temannya yang berada di kejauhan, dalam bentuk yang sama benar dengan tubuh dagingnya. Bahkan mereka dapat menciptakan benda-benda yang tadinya tidak ada pada mereka, seolah-olah mereka dapat menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Orang-orang yang ahli dalam hal ini, harus terlebih dulu melewati latihan dalam waktu yang cukup panjang."
SIKAP ORANG KRISTEN
Saudara saudari, semua kejadian ajaib dalam ajaran keagamaan dan ilmu pengetahuan tidak lain adalah pernyataan kekuatan terpendam manusia, yang dapat dipakai dan diperalat oleh roh jahat. Mereka semuanya mengikuti satu kaidah umum: menembus penghalang daging dan membebaskan kekuatan jiwa. Perbedaan antara kita (orang-orang Kristen) dengan mereka, terletak pada fakta bahwa semua mujizat yang kita perbuat, dikerjakan oleh Allah melalui Roh Kudus. Iblis memanfaatkan kekuatan jiwa manusia untuk menyatakan kekuatannya. Kekuatan jiwa manusia adalah alat kerja Iblis, dan ini digunakan Iblis untuk merealisasikan maksud jahatnya.
Allah tidak pernah menggunakan kekuatan jiwa manusia, sebab kekuatan tersebut tidak berguna bagiNya. Mulai dari kelahiran kembali, kita dilahirkan oleh Roh Kudus. Allah bekerja dengan Roh Kudus dan roh kita yang telah dilahirkan kembali. Allah tidak pernah berminat menggunakan kekuatan jiwa kita. Bahkan sejak kejatuhan manusia, Allah telah melarang manusia menggunakan kekuatan jiwa yang dulu pernah ada. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sering mengatakan, bahwa kita harus kehilangan jiwa/nyawa kita, terlepas dari kekuatan jiwa kita.
Hari ini Allah menghendaki kita sedikitpun tidak menggunakan kekuatan jiwa. Kita tidak dapat mengatakan bahwa semua tanda ajaib pada masa kini itu palsu, kita harus mengakui bahwa banyak di antaranya memang riil. Tetapi semua fenomena itu dihasilkan dari kekuatan laten jiwa setelah kejatuhan Adam. Sebagai orang Kristen pada zaman akhir ini, kita harus sangat 'berhati-hati, jangan merangsang atau mengusik kekuatan laten jiwa, baik secara sengaja maupun tidak.
Sekarang, marilah kita kembali kepada ayat Alkitab yang telah kita baca sebelumnya. Kita telah nampak bahwa pada akhir zaman ini pekerjaan khusus dari Iblis dan roh jahat adalah memperdagangkan kekuatan jiwa manusia, dengan maksud memenuhi dunia ini dengan kekuatan laten jiwa. Seorang koresponden majalah "Pemenang" mengatakan, "Sekarang ini kekuatan jiwa sedang berbaris menentang/menerjang kekuatan roh." Setiap orang yang memiliki penglihatan dan kepekaan perasaan rohani pasti merasakan kebenaran pernyataan ini. Kekuatan jiwa kini seperti gulungan ombak yang terus-menerus menerjang kita. Hari ini, Iblis sedang menggunakan ilmu pengetahuan (psikologi, psikometri), agama, dan bahkan "gereja" yang ceroboh (yang secara berlebihan berusaha mendapatkan pernyataan adikodrati, tanpa mengontrol karunia-karunia adikodrati menurut ajaran Alkitab), agar dunia ini dipenuhi oleh kuasa kegelapan. Semua ini adalah persiapan terakhir dari Iblis sambil menantikan munculnya Antikristus. Orang-orang yang benar-benar rohani (yaitu yang menolak kekuatan jiwa) pasti merasakan bahwa tentangan roh-roh jahat di sekeliling mereka makin hebat dari hari ke hari, sekeliling gelap pekat seolah sangat sulit untuk maju. Namun semua ini juga adalah persiapan Allah dalam prosedurnya mengangkat para pemenang.
Semua yang saya singgung di atas, tak lain bertujuan agar kita nampak apakah kekuatan jiwa dan apakah yang dapat dilakukan oleh kekuatan jiwa. Ketahuilah, sebelum kedatangan Tuhan, perkara-perkara semacam ini akan semakin bertambah dengan mencolok, bahkan mungkin lebih dari seratus kali lipatnya. Iblis akan melakukan banyak perbuatan mujizat melalui kekuatan jiwa untuk menyesatkan umat pilihan Allah.
Kita sekarang makin bergerak maju mendekati masa murtad besar. Nyonya Penn-Lewis berkata, "Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tangan musuh utama Allah dan manusia sedang memegang kemudi, dan dunia terhanyut dengan cepat menuju masa yang gelap. Saat itu Iblis akan menjadi ilah zaman ini, memerintah dunia melalui seorang 'super'. Kemunculan orang ini, tidak akan lama lagi." "Apakah kekuatan jiwa itu? Dengan kembali kepada Alkitab dan dengan terang Roh Kudus, kaum saleh harus tahu bahwa kekuatan itu adalah kekuatan jahat yang menyebar ke semua negara di bumi, untuk mengubah seluruh dunia ini menjadi kacau balau."
Hari ini Iblis sedang menggunakan kekuatan jiwa untuk menggantikan Injil Allah dan kuat kuasa Injil. Iblis berusaha membutakan hati manusia dengan mujizat kekuatan jiwa, agar mereka menerima agama yang tanpa darah. Iblis juga menggunakan penemuan-penemuan ilmu kejiwaan untuk menimbulkan keraguan terhadap perbuatan ajaib dalam kekristenan, membuat orang menganggap bahwa semua perbuatan ajaib dalam kekristenan juga merupakan hasil dari kekuatan laten jiwa. Di satu pihak, Iblis ingin menggantikan keselamatan Kristus dengan kekuatan jiwa; dengan perbuatan hipnotis berusaha mengubah kebiasaan-kebiasaan jahat dan temperamen buruk, adalah salah satu pelopor dari usaha ini. Di pihak lain, di dalam gereja, Iblis terus menimbulkan hal-hal yang aneh-aneh yang berasal darinya untuk menyesatkan anak-anak Allah.
Anak-anak Allah dapat terlindung kalau mereka mengenal perbedaan antara roh dengan jiwa. Jika tidak ada pekerjaan salib yang lebih dalam diterapkan pada hayat Adam, dan melalui Roh Kudus secara riil bersatu dengan hayat Tuhan yang telah dibangkitkan itu, maka tanpa disadari, kita akan mengembangkan kekuatan jiwa kita.
Nyonya Penn-Lewis mengatakan, "Peperangan hari ini adalah kekuatan jiwa melawan kekuatan roh. Tubuh Kristus dengan Roh Kudus di dalamnya, sedang maju terus menuju sorga. Atmosfir dunia telah dipenuhi dengan kekuatan jiwa, dan justru roh-roh jahat ada di balik kekuatan itu. Satu-satunya keselamatan teguh bagi anak-anak Allah ialah mengetahui dengan pasti hidup bersatu dengan Kristus, agar mereka dapat tinggal bersama Kristus di dalam Allah; jauh dari udara beracun yang disebarkan oleh raja dunia ini. Darah Kristus untuk menyucikan. Salib Kristus untuk mematikan. Demi mengumumkan kuasa Tuhan yang bangkit dan naik ke sorga oleh Roh Kudus, dan memanfaatkannya terus-menerus agar anggota-anggota Tubuh Kristus akan memperoleh kemenangan dan terangkat, untuk bersatu dengan Sang Pemimpin Kenaikan."
Harapanku ialah para pembaca dapat mengetahui sumber dan pekerjaan-pekerjaan kekuatan laten jiwa. Semoga Allah menyadarkan kita dengan fakta, bahwa di mana ada kekuatan jiwa, di sana juga ada roh jahat. Kita harus menolak apa saja yang keluar dari diri kita sendiri! sebaliknya hanya menerima apa saja yang keluar dari Roh Kudus. Pada akhir zaman ini, marilah kita dengan tegas menolak kekuatan laten jiwa, agar kita tidak jatuh ke dalam tangan Iblis. Karena kekuatan jiwa, melalui kejatuhan Adam, telah jatuh ke bawah kekuasaan Iblis, dan telah menjadi alat kerja Iblis. Kita harus sangat berhati-hati, agar tidak jatuh ke dalam tipu muslihat Iblis.