← Daftar isi Apakah Hayat? · bab 3/14

PENGALAMAN HAYAT YANG PERTAMA – KELAHIRAN KEMBALI

Kita sudah melihat apakah hayat, juga sudah melihat apakah pengalaman hayat. Sekarang kita akan membahas pengalaman hayat yang pertama, yaitu kelahiran kembali. Kelahiran kembali adalah langkah awal pengalaman kita terhadap hayat Allah; karena itu, kelahiran kembali adalah pengalaman pertama kita akan hayat Allah. Pengalaman ini sangat mendasar dan benar-benar penting. Kita akan membaginya dalam beberapa butir. Pertama-tama, marilah kita melihat :

I. MENGAPA PERLU DILAHIRKAN KEMBALI

Mengapa kita harus dilahirkan kembali? Ada dua alasan yang membuat kita perlu dilahirkan kembali.

Pertama, ditinjau dari aspek yang lebih rendah, kita harus dilahirkan kembali karena hayat kita telah rusak dan menjadi jahat (Yer. 17:9; Rm. 7:18), tidak dapat lagi diubah menjadi baik (Yer. 13:23). Inilah alasan yang biasa kita sebutkan. Karena hayat kita (1) rusak dan bobrok, (2) tidak dapat diperbaiki, maka kita perlu dilahirkan kembali. Semua orang yang dipandang bijak baik di masa lalu maupun di masa kini mendukung ajaran perbaikan diri demi memperbaiki manusia. Tetapi keselamatan Allah bukan memperbaiki manusia, melainkan melahirkan kembali manusia, karena hayat manusia kita sudah rusak dan tidak dapat diperbaiki melalui perbaikan diri. Inilah alasan pertama vang mengharuskan kita dilahirkan kembali.

Kedua, ditinjau dari aspek yang lebih tinggi, masih ada alasan lain yang mengharuskan kita dilahirkan kembali. Namun terlebih dulu kita ingin bertanya : Kalaupun hayat kita tidak rusak dan tidak menjadi jahat, masih perlukah kita dilahirkan kembali? Ya, kita masih perlu dilahirkan kembali, karena hayat manusia kita hanyalah hayat ciptaan, bukan hayat Allah yang non-ciptaan. Ketika kita diciptakan, kita hanya mendapatkan hayat ciptaan; kita tidak mendapatkan hayat Allah yang non-ciptaan. Tujuan Allah terhadap umat manusia ialah agar manusia bisa mendapatkan hayat-Nya yang non-ciptaan, dan diubah menurut gambar-Nya sehingga serupa dengan Dia, sama seperti Dia. Itulah sebabnya, sekalipun hayat manusia kita tidak dirusak, kita masih perlu dilahirkan kembali.

Pada mulanya, walaupun hayat Adam tidak rusak, hayatnya tetap adalah hayat ciptaan, bukan hayat non-ciptaan; hayatnya adalah hayat manusia, bukan hayat Allah. Karena itu, sekalipun manusia tidak jatuh atau hayatnya tidak rusak, bahkan sekalipun ia baik tanpa kejahatan sedikit pun, ia masih perlu dilahirkan kembali. Tujuan Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk mendapatkan manusia yang baik, lebih-lebih untuk mendapatkan manusia Allah, yaitu manusia yang mempunyai hayat dan sifat Allah, yang serupa dengan Allah. Kalau Allah hanya menginginkan manusia menjadi orang yang baik, dan manusia juga tidak jatuh dan rusak, maka manusia tidak perlu dilahirkan kembali. Tetapi, Allah bukan hanya menghendaki agar manusia menjadi orang yang baik, tetapi juga menjadi manusia Allah, yaitu manusia yang sama seperti Dia. Karena itu, orang yang baik sekalipun masih harus dilahirkan kembali.

Sekali-kali jangan menganggap alasan yang kedua ini sebagai perkara yang ringan, yang remeh. Perkara ini sangat besar! 0, tujuan kelahiran kembali adalah agar kita mempunyai hayat Allah dan menjadi seperti Allah! Jangankan mengatakan bahwa kita telah rusak, jahat, dan tidak dapat diperbaiki; sekalipun kita benar-benar baik atau dapiit diperbaiki hingga sempurna, kita masih perlu dilahirkan kembali agar kita bisa memiliki hayat Allah.

Allah menciptakan manusia agar manusia menjadi seperti Dia dan menjadi manusia Allah, memiliki hayat dan sifat-Nya. Namun ketika Dia menciptakan manusia, Dia tidak menaruh hayat-Nya dalam manusia. Dia ingin manusia menggunakan tekadnya sendiri untuk memilih menerima hayat-Nya. Karena itu, meski seandainya kita, sebagai umat ciptaan, tidak jatuh, kita masih perlu mendapatkan hayat Allah di samping hayat manusia kita yang sudah ada. Ini berarti kita harus dilahirkan kembali.

Karena itu, alasan agar kita dilahirkan kembali terdiri atas dua aspek. Aspek yang lebih rendah adalah karena hayat kita telah rusak, jahat, dan tidak bisa diubah; maka kita perlu hayat lain yang olehnya kita dapat hidup. Aspek yang lebih tinggi adalah karena Allah menghendaki agar manusia menjadi seperti Dia, maka kita harus mendapatkan hayat Allah di samping hayat kita sendiri. Semoga kita semua melihat hal ini, agar mulai sekarang, jika kita membicarakan kelahiran kembali, kita juga menunjukkan aspek yang lebih tinggi ini, yang membuat orang nampak bahwa sekalipun seseorang sempurna dan tidak berdosa, la masih perlu dilahirkan kembali.

II. APAKAH KELAHIRAN KEMBALI?

Menurut Alkitab, dilahirkan kembali berarti dilahirkan oleh Roh (Yoh. 3:3-6). Pada mulanya, roh kita mati, tetapi sewaktu kita percaya, Roh Allah datang untuk menjamah roh kita, sehingga roh kita mendapatkan hayat Allah dan dihidupkan. Dengan cara inilah Roh Allah melahirkan kita, selain kelahiran kita yang pertama, yaitu kelahiran jasmani kita. Singkatnya, dilahirkan kembali berarti dilahirkan sekali lagi dari Allah (Yoh. 1:13), atau, selain hayat manusia kita yang semula, kita mendapatkan hayat Allah.

Dilahirkan kembali berarti dilahirkan sekali lagi. Mengapa dilahirkan sekali lagi? Karena, semula kita dilahirkan oleh orang tua kita; tetapi kini kita dilahirkan sekali lagi dari Allah; karena itu pengalaman ini disebut dilahirkan sekali lagi. Dilahirkan dari orang tua membuat kita mendapatkan hayat manusia, sedangkan dilahirkan darl Allah membuat kita mendapatkan hayat Allah. Karena itu, kita yang telah dilahirkan kembali, di samping memiliki hayat manusia juga memiliki hayat Allah.

Itulah sebabnya, kita harus melihat dengan jelas bahwa dilahirkan kembali berarti dilahirkan dari Allah, atau, selain memiliki hayat manusia, kita juga memiliki hayat Allah. Selain hayat kita yang semula, Allah menaruh hayat-Nya ke dalam diri kita – inilah dilahirkan kembali.

III. BAGAIMANA KITA DAPAT DILAHIRKAN KEMBALI?

Bagaimana seseorang bisa dilahirkan kembali? Singkatnya, Roh Allah masuk ke dalam roh manusia dan menaruh hayat Allah ke dalamnya; dengan demikian manusia dilahirkan kembali.

Bagaimana Roh Allah bisa masuk ke dalam roh manusia? Ketika manusia mendengarkan Injil atau membaca Alkitab, Roh Allah bekerja di dalamnya dan menyebabkan ia merasa bahwa ia telah berdosa dan rusak; sehingga ia diinsafkan akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:8). Ketika manusia melihat dirinya sendiri sebagai orang yang berdosa, mengakui kerusakannya, dan bersedia bertobat, maka Roh Allah akan membuat dia melihat bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamatnya, dan bahwa Dia mati di atas salib dengan mencucurkan darah-Nya demi pengampunan dosa. Pada saat ini, ia dengan sendirinya percaya kepada Tuhan dan menerima Dia sebagai Juruselamatnya begitu ia menerima Tuhan sebagai Juruselamatnya, Roh Allah masuk ke dalam rohnya dan menaruh hayat Allah ke dalamnya, membuat dia dilahirkan kembali.

Jadi, ditinjau dari sudut pandang Roh Allah, Roh Allah itulah yang masuk ke dalam roh kita untuk menaruh hayat Allah ke dalam kita sehingga kita dilahirkan kembali. Dari sudut pandang kita, karena kita bertobat, percaya, dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, maka kita mengalami kelahiran kembali, yang berarti di samping hayat asal kita, kita mendapatkan hayat Allah.

IV. HASIL DILAHIRKAN KEMBALI

Hasil dilahirkan kembali adalah hal-hal yang dirampungkan oleh kelahiran kembali; secara singkat dapat digolongkan dalam tiga butir :

Pertama, kelahiran kembali membuat manusia menjadi anak-anak Allah. Karena kelahiran kembali berarti dilahirkan dari Allah, maka dengan sendirinya membuat manusia menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13) dan mempunyai hubungan hayat dengan Allah. Hayat yang didapat dari Allah melalui kelahiran kembali membuat manusia dapat menjadi anak-anak Allah; hayat ini juga adalah hak manusia untuk menjadi anak-anak Allah. Anak-anak Allah yang memiliki hayat dan sifat Allah, serta dapat menjadi serupa dengan Allah ini, dapat menggenapkan tujuan Allah dalam menciptakan manusia.

Kedua, kelahiran kembali membuat manusia menjadi ciptaan baru. Ciptaan baru adalah ciptaan yang mempunyai unsur-unsur Allah di dalamnya. Jika sesuatu itu mempunyai unsur-unsur Allah di dalamnya, maka ia adalah ciptaan baru. Dalam ciptaan lama, tidak ada unsur Allah. Asalnya, kita adalah manusia yang tidak mempunyai unsur Allah sedikit pun; karena itu kita adalah ciptaan lama. Ketika unsur Allah ditambahkan ke dalam kita, barulah kita menjadi ciptaan baru. Inilah yang telah dirampungkan oleh kelahiran kembali di dalam kita. Kelahiran kembali membuat kita mendapatkan hayat Allah dan unsur-Nya, dengan demikian menjadikan kita ciptaan baru (2 Kor. 5: 17). Ciptaan baru ini merupakan kristalisasi dari Allah yang berbaur dengan manusia, dan kristalisasi ini merupakan hal yang paling menakjubkan dalam alam semesta : ia memiliki unsur-unsur insani dan unsur-unsur ilahi, ia adalah manusia juga adalah Allah, ia seperti manusia juga seperti Allah.

Ketiga, kelahiran kembali membuat manusia disatukan dengan Allah. Kelahiran kembali tidak hanya membuat manusia mendapatkan hayat Allah dan unsur-unsur-Nya, tetapi juga disatukan dengan Allah. Melalui kelahiran kembali, Allah yang adalah Roh masuk ke dalam roh manusia, membuat manusia disatukan dengan Dia menjadi satu Roh (I Kor. 6:17). Allahlah yang membuat manusia memiliki hubungan yang paling dalam dengan diri-Nya, menjadi satu dengan Dia.

Jadi, dilahirkan kembali adalah Roh Kudus, (karena kita percaya kepada Tuhan Yesus), menaruh hayat Allah ke dalam roh kita dan membuat kita dilahirkan dari Allah, menjadi anak-anak Allah, bersatu dengan Allah dalam ciptaan baru.