← Daftar isi Keluaran (3) · bab 6/16

MAKANAN SURGAWI — MANNA (4)

Pembacaan Alkitab:

Kel. 16:31-36; Ibr. 9:4; Why. 2:17

Dalam berita ini, kita sampai pada sebuah masalah yang sangat dalam mengenai manna, yaitu penyimpanan segomer manna dalam sebuah buli-buli di hadapan Tuhan untuk disimpan turun-temurun (16:31-36). Perintah untuk menyimpan sebagian manna di hadapan Tuhan ini agak luar biasa. Dalam Alkitab, tidak ada tempat lain yang mengatakan bahwa Allah memerintahkan umat-Nya menyimpan semacam makanan di hadapan-Nya untuk generasi yang akan datang. Tetapi setelah orang-orang Israel menikmati manna, Allah memerintahkan mereka untuk mengambil sebuah buli-buli, menaruh segomer penuh manna di dalamnya, dan menempatkannya di hadapan TUHAN (16:33). Kemudian kita akan melihat bahwa manna ini ditempatkan dalam sebuah buli-buli emas (Ibr. 9:4).

Apa arti perintah untuk menyimpan segomer manna, makanan surgawi untuk umat Allah? Mengapa manna ditempatkan dalam sebuah buli-buli emas, dan mengapa buli-buli itu ditempatkan di dalam tabut perjanjian bersama-sama loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian? Manna berada dalam buli-buli, buli-buli tersebut berada dalam tabut perjanjian, dan tabut perjanjian berada dalam ruang maha kudus. Selanjutnya ruang maha kudus berada dalam Kemah Pertemuan, dan Kemah Pertemuan dikelilingi oleh halaman berpagar. Di dalam halaman berpagar terdapat Kemah Pertemuan, di dalam Kemah Pertemuan terdapat ruang maha kudus, di dalam ruang maha kudus terdapat tabut perjanjian, di dalam tabut perjanjian terdapat buli-buli emas, dan di dalam buli-buli emas terdapat segomer manna.

Kelihatannya tabut perjanjian merupakan butir utama dari Kemah Pertemuan. Sebenarnya, manna yang disimpan dalam buli-buli yang ditempatkan dalam tabut perjanjianlah butir utamanya. Manna yang di dalam buli-buli tersebut tersimpan di bawah lima lapisan penutup. Karena itu, butir yang benar-benar utama adalah manna di dalam buli-buli emas.

Kita harus benar-benar bertanya kepada diri kita sendiri, apa butir utama dari kehidupan kekristenan kita. Sebagaimana manna dalam buli-buli emas merupakan butir utama dari tempat kediaman Allah, demikian pula Kristus sebagai manna yang kita makan, akan menjadi butir utama seluruh diri kita. Kemah Pertemuan adalah tempat kediaman Allah dalam Perjanjian Lama, dan kita adalah tempat kediaman Allah hari ini. Dari sudut pengalaman, mungkin kita menganggap diri kita identik dengan Kemah Pertemuan, sebab Kemah Pertemuan adalah bangunan Allah, dan kita juga bangunan-Nya. Gereja adalah Kemah Pertemuan Allah hari ini. Kita secara korporat identik dengan Kemah Pertemuan, sebab kita adalah bagian dari gereja. Sebagai bagian dari gereja, butir utama dari seluruh diri kita haruslah manna. Untuk menerangkan manna secara lebih jelas, kita boleh mengatakan bahwa manna ini adalah Kristus yang dimakan, dicerna, dan diasimilasi oleh umat-Nya.

Sekarang kita dapat memahami mengapa Allah berfirman agar sebagian manna disimpan dalam sebuah buli-buli emas di hadapan-Nya. Ini menunjukkan bahwa Kristus yang kita makan, kita cerna, dan kita asimilasi, merupakan pusat kita. Apa yang menjadi pusat seluruh diri Anda hari ini? Untuk menjawab bahwa pusat kita adalah manna, haruslah kita gunakan istilah Perjanjian Lama. Dalam istilah Perjanjian Baru, kita harus menjawab bahwa pusat seluruh diri kita adalah Kristus yang kita makan, kita cerna, dan kita asimilasikan. Saya bisa bersaksi dengan berani bahwa butir utama seluruh diri saya adalah Kristus yang sedemikian ini.

IV. SUATU PERINGATAN DI HADAPAN ALLAH

Manna yang ditaruh di dalam buli-buli disimpan untuk menjadi suatu peringatan di hadapan Allah turun-temurun. Keluaran 16:32 mengatakan, “Ambillah segomer penuh un-tuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari Tanah Mesir.” Jika kita memperhatikan catatan ini dari sudut pengalaman kita, kita nampak bahwa jika kita makan Kristus hari demi hari, kita juga menyimpan Kristus. Tetapi banyak orang Kristen yang tidak menyimpan Kristus. Kita semua perlu menyimpan Kristus. Sebelum masuk ke dalam hidup gereja, saya tidak banyak menyimpan Kristus. Tetapi oleh belas kasihan Tuhan, saya bisa bersaksi bahwa selama tiga puluh tahun ini, saya telah banyak menyimpan Kristus. Dalam hal ini, saya merasa sangat senang terhadap orang-orang muda. Bahkan orang-orang muda di antara kita pun dikaruniai dalam menyimpan Kristus banyak-banyak. Banyaknya Kristus yang kita simpan tergantung pada banyaknya Kristus yang kita makan. Semakin banyak kita makan Kristus, kita akan semakin banyak menyimpan-Nya.

Dalam Perjanjian Lama, manna disimpan dalam jumlah yang sama dengan yang dikumpulkan dan dimakan. Dalam 16:33, Musa memerintahkan Harun untuk menyimpan segomer penuh dari manna dalam buli-buli. Dalam mengumpulkan dan makan manna, beberapa orang Israel mungkin ada yang rakus, sedangkan yang lainnya mungkin malas. Menurut 16:16, bangsa itu memungut “segomer seorang”. Dalam ayat 17 dikatakan bahwa orang-orang Israel “mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit”. Akan tetapi, setelah mereka menakar manna yang mereka kumpulkan, maka orang yang mengumpulkan banyak tidak kelebihan, dan orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan (ayat 18). Mereka yang rakus dalam mengumpulkan manna menerima satu gomer, dan mereka yang malas pun juga menerima satu gomer. Menurut takaran kita, manna yang kita kumpulkan mungkin jauh lebih banyak daripada segomer. Tetapi menurut takaran Allah, ukurannya adalah tepat segomer. Dalam perkara-perkara rohani, janganlah kita rakus. Bagaimanapun cakapnya kita mengumpulkan manna, akhirnya kita masing-masing menerima satu gomer.

Kita telah melihat bahwa banyaknya manna yang dikumpulkan setiap pagi adalah segomer seorang. Banyaknya manna yang dimakan tiap hari juga segomer seorang. Bagaimanapun besarnya nafsu makan atau kapasitas seseorang, ia makan satu gomer manna. Sebaliknya, seseorang yang nafsu makan dan kapasitasnya kecil, juga makan satu gomer.

Fakta bahwa satu gomer manna disimpan dalam buli-buli, menunjukkan bahwa banyaknya manna yang disimpan sama dengan banyaknya manna yang dikumpulkan dan dimakan. Ini menandakan bahwa kita tidak dapat menyimpan Kristus lebih dari yang kita kumpulkan dan kita makan. Sebaliknya, kita mengumpulkan dan makan dalam jumlah tertentu, dan kita menyimpannya dalam jumlah yang sama dengan yang kita kumpulkan dan kita makan tersebut. Menggunakan istilah-istilah Perjanjian Lama, apa yang kita kumpulkan dan kita makan bertakaran satu gomer, dan apa yang kita simpan juga bertakaran satu gomer. Berapa pun banyaknya manna yang kita kumpulkan, kita tetap memperoleh satu gomer. Demikian juga, berapa pun banyaknya kita bisa makan, kita tetap hanya makan satu gomer.

Orang-orang Israel tidak diizinkan untuk menyisakan manna sampai keesokan harinya. Dalam Keluaran 16:19 Musa berkata kepada bangsa itu, “Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” Meskipun demikian, ada yang tidak mendengarkan Musa dan menyisakannya sampai pagi, sehingga berulat dan berbau busuk (ayat 20). Orang-orang Israel perlu makan jatah manna mereka setiap hari. Jika mereka mencoba menyimpannya sampai pagi berikutnya, manna itu akan menjadi busuk. Ini menunjukkan bahwa menyimpan manna menurut konsepsi alamiah kita tidaklah Alkitabiah.

Dalam Matius 6:34, Tuhan Yesus berkata kepada kita supaya jangan khawatir akan hari esok. Hari esok adalah hari esok. Janganlah khawatir akan hari esok. Mereka yang mengkhawatirkan hari esok berarti berusaha untuk menyimpan manna sebanyak mungkin. Penyimpanan sedemikian ini bukan untuk hari ini, namun selalu untuk hari esok. Tetapi kita harus tidak hidup untuk hari esok. Kita hanya memiliki hari ini, kita tidak memiliki hari esok. Tidak seorang pun dapat hidup untuk hari esok. Setiap hari kita harus mengumpulkan manna. Kita harus tidak rakus maupun malas, melainkan mengumpulkan manna sesuai dengan firman Allah. Allah memerintahkan kita untuk mengumpulkan manna pada pagi hari, dan kita berbuat sesuai dengan perintah-Nya. Kemudian setelah menggiling, menumbuk, atau memasak manna tersebut, kita memakannya. Alangkah damai dan sentosanya makan manna seperti ini hari demi hari! Kita memiliki hayat yang penuh damai dan sentosa, tanpa masalah (kesulitan) dan kekhawatiran. Setiap hari kita makan bagian manna kita, dan hidup untuk hari itu.

Yang penting di sini ialah Allah memerintahkan bangsa itu untuk menyimpan segomer manna, yaitu sebanyak yang mereka kumpulkan dan mereka makan setiap hari. Ini menunjukkan bahwa banyaknya Kristus yang kita makan adalah sebanyak yang kita simpan. Allah tidak memerintahkan kita untuk menyimpan jenis makanan lain di hadapan-Nya. Namun Ia menghendaki kita menyimpan Kristus yang banyaknya sama dengan yang kita makan.

A. KRISTUS SEBAGAI UNSUR

PENYUSUN KEMBALI UMAT ALLAH

Fakta bahwa Kristus yang kita makan adalah Kristus yang kita simpan, menunjukkan bahwa apa saja yang kita makan dari Kristus, akan menjadi suatu peringatan turun-temurun. Hanya Kristus yang telah kita makan dan kita alamilah yang patut diingat. Kristus yang kita nikmati akan menjadi peringatan yang kekal, sebab Kristus yang kita alami dan kita nikmati akan menjadi susunan kita. Ia benar-benar menjadi unsur penyusun kembali umat Allah, yaitu unsur yang menyebabkan kita tersusun kembali. Bukan apa ada-nya kita, apa yang kita miliki, atau apa yang dapat kita kerjakan yang patut diingat. Hanya Kristus yang telah menjadi susunan kitalah yang patut menjadi peringatan yang kekal. Apa yang kita ingat di dalam kekekalan tak lain adalah Kristus. Dari generasi ke generasi, Kristus akan menjadi peringatan kita.

Ketika beberapa orang Kristen berada dalam kekekalan, mungkin mereka tidak banyak memiliki Kristus untuk diingat. Karena hari ini mereka tidak cukup banyak makan Kristus, mereka tidak banyak memiliki-Nya untuk diingat dalam kekekalan. Namun demikian, hari demi hari jika hubungan kita dengan Tuhan tepat dan kita makan Tuhan secara terus-menerus, kita akan memiliki banyak perkataan tentang Dia di dalam kekekalan. Kita akan mengingat waktu-waktu yang sangat menyenangkan yang kita peroleh dalam hidup gereja dengan makan dan menikmati Kristus. Apa saja yang kita nikmati dari Kristus dalam gereja hari ini akan menjadi sebuah peringatan yang kekal. Peringatan ini akan disimpan di hadapan Allah, bahkan di dalam Allah.

B. KRISTUS SEBAGAI SUPLAI SURGAWI UMAT ALLAH

BAGI TEMPAT KEDIAMAN ALLAH DI BUMI

Menurut Alkitab, peringatan tentang manna ini menunjukkan bahwa sebagai manna yang sejati, Kristus adalah sumber suplai bagi tempat kediaman Allah. Kristus adalah suplai surgawi umat Allah bagi tempat kediaman Allah di bumi. Dalam berita selanjutnya, kita akan melihat bahwa dengan manna sebagai suplai mereka, orang-orang Israel membangun Kemah Pertemuan. Kemah Pertemuan adalah lambang dari orang-orang Israel, yang merupakan tempat kediaman Allah yang sejati dengan disuplai dan disusun kembali oleh manna. Dalam hal ini, suplai manna bahkan menjadi Kemah Pertemuan.

Apa yang akan kita ingat mengenai Kristus dalam kekekalan memiliki dua aspek: aspek kenikmatan akan Kristus sebagai unsur penyusunan ulang kita, dan aspek Kristus sebagai suplai untuk menjadikan kita tempat kediaman Allah di alam semesta. Kedua aspek ini jelas berhubungan dengan pengalaman kita dalam pemulihan Tuhan hari ini. Dengan menerima Kristus sebagai suplai hayat kita, dalam sidang demi sidang, kita akan menikmati Kristus sebagai unsur penyusun kita, dan kita membangun tempat kediaman Allah. Aspek-aspek pengalaman kita atas Kristus ini akan menjadi peringatan dalam kekekalan. Jangan mengira ketika kita berada dalam kekekalan, kita tidak ingat akan pengalaman kita hari ini. Sebaliknya, kita akan ingat bagaimana kita menikmati Kristus, dan bagaimana kita menerima-Nya sebagai suplai kita untuk menjadi tempat kediaman Allah. Inilah manna yang disimpan sebagai peringatan di hadapan Allah.

V. MANNA YANG TERSEMBUNYI

Sekarang kita sampai pada masalah manna yang tersembunyi. Peringatan ini adalah manna yang tersembunyi. Dalam Wahyu 2:17 Tuhan Yesus berkata, “Siapa yang menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembuyi.” Manna adalah lambang Kristus sebagai makanan surgawi, yang memungkinkan umat Allah untuk menempuh jalan-Nya. Bagian manna yang disimpan dalam buli-buli emas itu tersembunyi dalam tabut. Manna yang terbuka adalah untuk kenikmatan umat Allah secara umum; sedangkan manna yang tersembunyi, yang melambangkan Kristus yang tersembunyi, adalah bagian yang khusus disediakan bagi kaum beriman pemenang.

Sebelumnya saya telah menunjukkan bahwa manna yang terbuka dikumpulkan oleh orang-orang Israel setiap pagi, itu adalah manna yang umum. Tetapi segomer manna yang ditempatkan dalam buli-buli emas dan disimpan dalam tabut perjanjian dalam ruang maha kudus adalah tersembunyi. Manna ini bukanlah untuk jemaah itu secara umum. Namun, dari sudut pengalaman kita dapat juga dikatakan bahwa manna yang terbuka adalah manna yang belum kita makan, sedangkan manna yang tersembunyi mengacu kepada manna yang telah kita makan, kita cerna, dan kita asimilasikan. Setiap kali kita makan manna, manna ini secara spontan menjadi manna yang tersembunyi.

Kita perlu ingat bahwa kita identik dengan Kemah Pertemuan dalam Perjanjian Lama. Roh di dalam lubuk batin kita adalah ruang maha kudus. Di dalam roh kita ada Kristus sebagai tabut perjanjian Allah. Manna yang tidak kita makan tetap terbuka di bawah langit. Tetapi manna yang kita makan menjadi tersembunyi di dalam kita. Banyak orang Kristen yang hanya mengetahui manna yang terbuka. Karena mereka tidak makan Kristus sebagai manna mereka, mereka tidak memiliki manna yang tersembunyi. Tetapi bagi orang yang setiap hari makan manna, manna yang terbuka itu menjadi manna yang tersembunyi.

A. SEGOMER — SEPERSEPULUH EFA

Saya telah menunjukkan bahwa manna yang disimpan sebagai peringatan bertakaran segomer. Dalam 16:36 dikatakan, “Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.” Jika Anda membaca Bilangan 18:26-30, Anda akan nampak bahwa sepersepuluh menunjukkan bagian khusus yang disediakan bagi jabatan imam. Ini menunjukkan bahwa manna yang tersembunyi bukan untuk jemaah secara umum, melainkan untuk para imam yang melayani secara khusus. Jika sebagai umat Allah kita tidak makan manna, kita hanya memiliki manna yang terbuka, tidak memiliki manna yang tersembunyi. Tanpa manna yang tersembunyi, kita tidak akan dapat berfungsi sebagai imam. Sebaliknya, kita hanya akan berada di antara rakyat umum, bagian dari jemaah itu. Tetapi jika kita makan manna, mencernanya, dan mengasimilasikannya, kita akan memiliki manna yang tersembunyi. Manna yang kita makan, secara spontan akan menyebabkan perubahan yang mengubah kita dari jemaah awam menjadi imam.

Ketika kaum beriman tidak berfungsi dalam hidup gereja, mereka tidak akan hidup sebagai imam. Karena mereka belum makan manna, mereka hanya merupakan bagian dari jemaah itu. Tetapi jika Anda makan manna yang terbuka, manna ini akan menjadi manna yang tersembunyi, yang memungkinkan Anda berfungsi dalam hidup gereja. Jadi, semakin banyak Anda makan Kristus, Anda akan semakin berfungsi. Dengan demikian, Anda akan menjadi seorang imam secara riil dan praktis. Tadinya Anda hanya merupakan bagian dari jemaah itu secara umum; sekarang Anda menjadi seorang imam yang berfungsi. Dulu Anda berada di luar Kemah Pertemuan; sekarang Anda hidup di dalam ruang maha kudus. Makan manna secara riil menyebabkan suatu perbedaan. Manna menyusun kita menjadi jenis orang yang berbeda. Jika kita tidak makan manna, kita hanya akan berada di antara jemaah itu. Tetapi jika makan manna, kita akan diubah menjadi imam dengan manna yang tersembunyi sebagai bagian kita yang khusus. Kristus yang kita nikmati dan kita alami secara spontan akan menjadi bagian yang khusus. Dialah manna yang tersembunyi di dalam kita.

Dalam berita ini saya telah berbicara mengenai pengalaman, bukan mengenai doktrin. Mudah untuk mengatakan tentang manna yang terbuka. Tetapi, sukar sekali memahami apa yang dimaksud dengan manna yang tersembunyi. Namun jika kita memperhatikan manna yang tersembunyi itu dari sudut pengalaman kita, kita akan memperoleh pengertian yang tepat mengenai manna. Setiap kali kita makan Kristus sebagai manna yang terbuka, manna ini menjadi manna yang tersembunyi di dalam kita. Ini menyebabkan kita menjadi orang yang berbeda. Dulu kita merupakan bagian dari jemaah yang umum, tetapi sekarang kita berada dalam keimaman. Sebagai imam-imam yang berfungsi, kita melayani Allah dengan menikmati Kristus sebagai bagian kita yang khusus.