← Daftar isi Keluaran (3) · bab 7/16

MAKANAN SURGAWI — MANNA (5)

Pembacaan Alkitab:

Kel. 16:13b-15, 31-36; Ibr. 9:4; Why. 2:17

B. DALAM BULI-BULI EMAS

Dalam 16:33, kita melihat bahwa segomer penuh manna ditaruh dalam sebuah buli-buli emas di hadapan Tuhan untuk disimpan turun-temurun. Ibrani 9:4 mengatakan tentang “botol (buli-buli) emas berisi manna”. Jadi, manna yang tersembunyi berada dalam buli-buli emas. Manna yang tersembunyi dalam buli-buli emas itu melambangkan hayat kita yang tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Dalam Kolose 3:3, Paulus mengatakan kepada kita bahwa “hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah”. Kristus yang tersembunyi di dalam Allah, adalah Kristus yang tersembunyi dalam buli-buli emas.

Dalam Alkitab, emas melambangkan sifat ilahi. Menurut 2Petrus 1:4, kita mengambil bagian dalam kodrat (sifat) ilahi. Hanya kodrat Allah, kodrat ilahi, yang dapat menyimpan Kristus sebagai manna kita yang tersembunyi. Puji Tuhan, kita memiliki buli-buli emas di dalam kita, berarti kita memiliki kodrat ilahi. Kita tidak dapat menyimpan Kristus dalam angan-angan atau emosi kita. Kita hanya dapat menyimpan-Nya dalam kodrat ilahi yang ada di dalam kita, yang kita dapatkan melalui kelahiran kembali. Sebenarnya, kodrat ilahi di dalam kita adalah Allah sendiri. Manna dalam buli-buli emas menunjukkan bahwa Kristus yang kita nikmati sebagai suplai hayat kita disimpan dalam kodrat ilahi, yang sekarang berada dalam bagian diri kita yang paling dalam. Kristus adalah bagian makanan kita yang khusus yang tersembunyi di dalam kodrat ilahi. Ketika kita menyentuh kodrat ilahi, yaitu buli-buli emas, kita menikmati Kristus sebagai manna yang tersembunyi di dalamnya.

C. DALAM TABUT PERJANJIAN

DALAM RUANG MAHA KUDUS

Buli-buli emas dengan manna yang tersembunyi berada di bagian dalam tabut perjanjian dalam ruang maha kudus (Ibr. 9:4). Kebanyakan dari kita tahu bahwa tabut perjanjian melambangkan Kristus. Kristus sebagai manna disimpan dalam kodrat ilahi, dan kodrat ilahi adalah di dalam Kristus yang dilambangkan oleh tabut perjanjian. Kristus ini berada dalam roh kita, yang di dalam pengalaman kita adalah ruang maha kudus.

Sekali lagi kita nampak bahwa sukar sekali untuk memahami secara doktrinal. Akan tetapi, jika kita menerapkan gambaran manna, buli-buli emas, dan tabut perjanjian ini ke dalam pengalaman kita, kita akan dapat memahaminya. Kita semua bisa bersaksi bahwa kita benar-benar telah menikmati Kristus. Kita juga telah nampak bahwa Kristus yang kita nikmati telah menjadi Kristus yang kita simpan. Jika kita menikmati segomer manna, kita juga menikmati segomer manna yang tersembunyi. Kristus yang kita nikmati, disimpan dalam kodrat ilahi yang berada di dalam kita. Kodrat ilahi ini sepenuhnya berada di dalam Kristus, yaitu realitas tabut perjanjian. Selain itu, Kristus berada di dalam roh kita. Ketika kita tinggal di dalam roh, kita akan berkontak dengan Kristus. Di dalam Kristus yang kepada-Nya kita berkontak terdapat kodrat ilahi yang menyimpan Kristus yang kita nikmati sebagai manna yang tersembunyi.

Roh kita adalah untuk gereja, di dalam gereja, dan bersama gereja. Gereja disusun bukan dengan tubuh kita atau jiwa kita, tetapi dengan roh kita. Efesus 2:22 mengatakan bahwa tempat kediaman Allah berada di dalam roh kita. Bahkan kita boleh mengatakan bahwa roh kita yang berbaur dengan Roh Allah adalah gereja. Ketika kita menikmati Kristus, kita menyimpan-Nya dalam kodrat ilahi, kodrat ilahi ada di dalam Kristus, dan Kristus ada di dalam roh kita. Karena roh kita adalah untuk gereja, bersama gereja, dan di dalam gereja, maka dalam pengalaman, kita benar-benar merupakan Kemah Pertemuan Allah hari ini.

D. DI HADAPAN KESAKSIAN

Dalam Keluaran 16:34, kita nampak bahwa Harun menempatkan buli-buli dengan segomer manna di dalamnya “di hadapan Kesaksian (LAI: tabut hukum Allah) untuk disimpan” (Tl.). Beberapa penerjemah Alkitab menganggap kesaksian di sini sebagai tabut perjanjian. Kita sangat tidak sependapat dengan pengertian itu. Dalam Perjanjian Lama, kesaksian tidak mengacu kepada tabut perjanjian, tetapi mengacu kepada hukum Allah, Sepuluh Perintah Allah. Tabut perjanjian disebut tabut kesaksian, karena dua loh ba-tu yang bertuliskan hukum ditaruh di dalamnya. Selanjutnya, Kemah Pertemuan disebut kemah kesaksian, karena Kemah Pertemuan berisi kesaksian yang ada di dalam tabut perjanjian. Karena itu, tabut perjanjian adalah tabut kesaksian, dan Kemah Pertemuan adalah kemah kesaksian. Dalam tabut perjanjian yang ada di dalam Kemah Pertemuan terdapat kesaksian Allah hukum Taurat. Jika kita mengatakan bahwa kesaksian dalam Keluaran 16:34 mengacu kepada tabut perjanjian, maka buli-buli emas dengan manna yang tersembunyi di dalamnya pasti di luar tabut perjanjian, sebab ayat ini mengatakan bahwa buli-buli tersebut ditempatkan di hadapan kesaksian. Tetapi melalui membaca Alkitab dengan teliti, kita akan nampak bahwa buli-buli emas berada dalam tabut perjanjian bersama tongkat Harun yang pernah bertunas, dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian (Ibr. 9:4). Buli-buli emas pasti ditempatkan tepat di hadapan dua loh batu dalam tabut perjanjian.

Gambaran mengenai buli-buli emas di hadapan dua loh kesaksian, menunjukkan bahwa manna yang tersembunyi dalam buli-buli itu sesuai dengan hukum Allah. Ini berarti bahwa manna sesuai dengan hukum Allah. Manna yang terkandung dalam kodrat Allah itu sesuai dengan kesaksian Allah, yang menjelaskan dan memberikan kesaksian tentang sifat Allah. Hukum Taurat merupakan kesaksian tentang apa adanya Allah. Sebagaimana telah berkali-kali kita tunjukkan, hukum Taurat memberi kesaksian bahwa Allah itu kudus dan adil, juga Allah adalah terang dan kasih. Keempat atribut ini merupakan aspek terpenting dari penjelasan mengenai atribut Allah yang diberikan oleh hukum Taurat. Sifat Allah itu kudus dan adil, dan Allah sendiri adalah terang dan kasih. Sepuluh Perintah Allah menjelaskan dan memberikan kesaksian tentang atribut-atribut ini. Fakta bahwa manna yang tersembunyi dalam buli-buli emas ditempatkan di hadapan kesaksian menunjukkan bahwa manna sesuai dengan kesaksian Allah, dan memuaskan tuntutannya.

Kita perlu menerapkan hal ini dalam pengalaman kekristenan kita. Wahyu dalam Alkitab menunjukkan bahwa sebagai orang-orang yang telah dilahirkan kembali, kita memiliki kesaksian Allah di dalam kita. Kita memiliki hukum hayat (Rm. 8:2), dan kita memiliki hati nurani (suara hati). Dalam pengalaman kita, kita mengetahui bahwa usaha kita untuk mencapai tuntutan Allah dengan hayat alamiah selalu berakhir dengan kegagalan. Tidak ada sesuatu apa pun dalam hayat alamiah yang sesuai dengan hukum Allah. Namun demikian, bila kita makan manna sebagai suplai hayat kita, manna yang kita makan akan menjadi manna yang tersembunyi. Manna yang tersembunyi, yang disimpan dalam kodrat ilahi di dalam kita, sesuai dengan hukum hayat dan memenuhi tuntutannya. Dalam Roma 8:4 dikatakan bahwa tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam mereka yang hidup menurut roh.

Loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian dalam tabut perjanjian menyatakan bahwa kesaksian Allah berada di dalam Kristus. Kesaksian ini memerintah kita, dan menuntut hal-hal tertentu dari kita. Di dalam diri kita sendiri, kita tidak bisa memenuhi perintah-perintah dan tuntutan-tuntutan tersebut, sebab kita tidak memiliki apa-apa di dalam kita, yang sesuai dengan kesaksian Allah. Tetapi bila kita menerima Kristus ke dalam kita sebagai makanan kita dan sebagai suplai hayat kita, Kristus yang tersembunyi ini, yaitu Kristus sebagai manna yang tersembunyi, membuat kita sesuai dengan kesaksian Allah. Dengan kata lain, Kristus yang disimpan di dalam kita menyebabkan kita sesuai dengan kesaksian Allah.

Kita telah melihat bahwa menurut Keluaran 16:34, buli-buli dengan manna di dalamnya “ditempatkan Harun di hadapan kesaksian” (Tl.). Banyak terjemahan yang menulis kata “kesaksian” dengan huruf besar. Jika kesaksian ini menunjukkan tabut perjanjian, maka buli-buli emas dengan manna yang tersembunyi di dalamnya akan berada di luar tabut perjanjian. Tetapi Ibrani 9:4 dengan sederhana mengatakan bahwa buli-buli emas dengan manna di dalamnya berada dalam tabut perjanjian. Karena itu, kesaksian dalam Keluaran 16:34 pasti bukan menunjukkan tabut perjanjian, melainkan menunjukkan loh-loh batu yang bertuliskan hukum yang berada dalam tabut perjanjian. Alangkah bermaknanya hal ini bila dipandang dari terang pengalaman kita! Kristus yang kita nikmati hari ini bukan berada di luar kita, sesuai dengan hukum Allah. Sebaliknya, Kristus yang kita nikmati berada di dalam kita. Lagi pula, Kristus yang di dalam sesuai dengan hukum Allah, yang juga berada di dalam kita. Puji Tuhan atas hukum hayat yang ada di dalam kita! Hukum ini mempunyai banyak permintaan. Tetapi kita memiliki Kristus sebagai manna yang batini dan tersembunyi, yang sesuai dengan hukum Allah dan menggenapkan tuntutannya. Kristus yang kita makan dan kita serap membuat kita sesuai dengan hukum hayat yang di dalam. Karena itu, kita memiliki tiga hal yang penting: makanan, kesaksian, dan kesesuaian antara makanan dengan kesaksian. Haleluya atas manna yang tersembunyi dalam kodrat ilahi ini, yang sesuai dengan tuntutan hukum hayat yang di dalam! Oleh karena kesesuaian yang ajaib ini, kita bebas dari semua perontaan, pergumulan, dan peperangan yang di dalam. Kita dapat berada dalam kedamaian. Di satu pihak, kita memiliki hukum Taurat dengan tuntutan-tuntutannya; di pihak lain, kita memiliki Kristus sebagai suplai hayat kita yang sesuai dengan hukum tersebut. Hasilnya, kita dapat berada dalam kedamaian.

Pada butir ini kita perlu ingat bahwa pengalaman ini berhubungan dengan gereja, dan terjadi di dalam gereja. Kita telah nampak bahwa gereja adalah Kemah Pertemuan hari ini. Di dalam gereja sebagai Kemah Pertemuan Allah, tempat kediaman Allah, kita memiliki tiga hal dalam batin: manna yang tersembunyi, kesaksian, dan kedamaian yang sesuai. Ketika kita mengalami hal-hal ini dalam Kemah Pertemuan, kita melayani Allah, dan Allah menerima pelayanan kita. Lagi pula, inilah tempat pembicaraan Allah, tempat sabda-Nya.

Bermacam-macam aspek dari pengalaman atas manna yang tersembunyi berada di luar ungkapan manusia. Karena itu lebih baik kita tidak terlalu banyak membicarakannya. Cukuplah asal kita memiliki peta yang memimpin kita dalam pengalaman rohani kita. Jika kita membaca peta ini, kita akan memahami pengalaman kita, dan mengetahui ke mana kita dalam hal manna yang tersembunyi.

E. UNTUK PARA PEMENANG BAGI PEMBANGUNAN

TEMPAT KEDIAMAN ALLAH

Menurut Wahyu 2:17, manna yang tersembunyi adalah untuk para pemenang. Manna yang terbuka untuk kenikmatan umat Tuhan secara umum; manna yang tersembunyi adalah bagian khusus yang disimpan untuk para pencari yang menang, yang mengalahkan kemerosotan gereja duniawi. Sementara gereja menempuh jalan dunia, pemenang-pemenang ini tampil untuk tinggal dalam kehadiran Allah di dalam ruang maha kudus, di mana mereka menikmati Kristus yang tersembunyi sebagai bagian yang khusus untuk suplai mereka sehari-hari.

Setiap imam yang tepat adalah seorang pemenang. Jangan mengira Anda tidak mungkin menjadi seorang pemenang. Anda dapat menjadi pemenang dengan menikmati Kristus sebagai manna. Makanlah manna yang terbuka, maka Kristus akan menjadi manna yang tersembunyi. Manna yang tersembunyi ini akan menyusun Anda menjadi seorang pemenang. Manna ini juga akan menggenapkan tuntutan-tuntutan hukum hayat yang di dalam, dan membawa Anda ke dalam kedamaian. Hasilnya, Anda akan menjadi seorang pemenang sesuai dengan Wahyu 2:17.

Menurut Perjanjian Lama, orang-orang Israel makan manna selama 40 tahun di padang gurun. Tetapi 1.600 tahun kemudian, Tuhan Yesus berkata kepada gereja di Pergamus, dan kepada ketujuh gereja di Asia, mengenai manna yang tersembunyi. Setelah melewati waktu berabad-abad, Tuhan membawa umat-Nya kembali kepada manna. Tujuan Allah ialah agar semua gereja makan manna. Namun, di dalam gereja kita harus tidak hanya makan manna yang terbuka, tetapi kita juga harus makan manna yang tersembunyi, yang membuat kita menjadi imam dan pemenang.

Dengan makan manna yang tersembunyi, kita akan menerima batu putih (Why. 2:17). Dalam Alkitab, batu melambangkan bahan-bahan bangunan. Jika kita makan manna yang tersembunyi, kita akan menjadi imam dan pemenang. Akhirnya, manna yang tersembunyi itu akan mengubah kita menjadi batu-batu untuk pembangunan tempat kediaman Allah.

Pada masa lalu, perihal makan manna berhubungan dengan pembangunan Kemah Pertemuan sebagai tempat kediaman Allah. Hari ini, makan Kristus sebagai manna yang tersembunyi juga berhubungan dengan pembangunan tempat kediaman Allah. Alkitab secara terus-menerus mewahyukan bahwa makan manna adalah untuk pembangunan tempat kediaman Allah.

Pengertian kita mengenai manna yang tersembunyi terbatas oleh pengalaman kita. Saya tidak dapat melayani melebihi apa yang telah saya alami mengenai hal ini. Akhirnya kita nampak bahwa hari ini kita sedang makan Kristus dan menyimpan-Nya. Pada waktu yang sama, Ia sedang mengubah kita menjadi imam dan pemenang. Ia juga membuat kita menjadi batu putih untuk pembangunan tempat kediaman Allah di dalam roh.

Hari ini banyak orang Kristen yang menuntut mukjizat-mukjizat, tanpa menyadari bahwa semua butir yang berhubungan dengan manna ini merupakan mukjizat yang sesungguhnya. Sementara banyak orang yang menuntut mukjizat-mukjizat yang dangkal, kita menikmati mukjizat yang lebih dalam, yang ditemukan dalam manna. Hari demi hari, kita makan Kristus dan menikmati-Nya. Bukankah ini merupakan suatu mukjizat? Jika makan manna yang dilakukan oleh orang-orang Israel merupakan suatu mukjizat, tentu saja makan Kristus yang kita lakukan hari ini juga merupakan suatu mukjizat. Mengenai manna, terdapat mukjizat di atas mukjizat.

Bahkan banyaknya bagian manna kita setiap hari pun menakjubkan. Bagaimanapun rajin atau rakusnya kita, mungkin dalam mengumpulkan manna, akhirnya kita hanya memperoleh satu gomer. Menyadari hal ini, akan menyebabkan kita berada dalam kedamaian dan hidup untuk sehari itu. Jangan mencoba untuk menyimpan manna untuk hari esok. Sebaliknya, hiduplah dengan pemberian Tuhan yang ajaib. Apa yang Anda nikmati dari Kristus, akan menjadi apa yang disimpan bersama Kristus dalam kodrat ilahi. Ini hanya terjadi di dalam roh kita, dan berhubungan dengan gereja. Kristus yang kita nikmati di dalam gereja tersembunyi di dalam Allah dan disimpan dalam kodrat Allah. Kapasitas Kristus yang kita simpan dalam buli-buli emas berada dalam tabut perjanjian, dan sesuai dengan hukum Allah. Semua ini berada dalam ruang maha kudus, yang berada dalam Kemah Pertemuan.

Mereka yang rakus mungkin mencoba menyimpan manna untuk hari esok. Tetapi manna yang Anda simpan dalam cara ini, tidak akan dapat dimakan pada keesokan harinya. Sebaliknya, manna itu akan berulat. Tetapi aneh, segomer manna yang disimpan dalam buli-buli emas tidak rusak atau busuk. Manna itu tetap untuk selama-lamanya.

Dalam Keluaran 16:21 juga dikatakan bahwa ketika matahari menjadi panas, manna itu mencair. Di satu pihak, manna dapat digiling, ditumbuk, dan dimasak. Di pihak lain, manna mencair ketika dibiarkan di bawah panas matahari. Namun, segomer manna yang disimpan dalam buli-buli emas tidak mencair. Inilah penjelasan yang lebih jauh mengenai hakiki yang ajaib dari persediaan manna.

Meskipun kita mengumpulkan lebih banyak atau lebih sedikit, tujuan Allah ialah memberi kita satu gomer manna. Banyaknya manna yang kita terima tergantung pada Allah, bukan tergantung pada kita. Takaran ini menurut kehendak Allah. Lagi pula, dalam hal makan manna, kita hanya dapat makan satu gomer. Ini menunjukkan bahwa banyaknya manna yang kita makan bukan menurut nafsu makan kita, tetapi menurut pengaturan Tuhan.

Ada orang, begitu mendengar bahwa pemungutan dan makan manna adalah menurut Allah, bukan menurut kita, mungkin akan berkata, “Kita tidak perlu keluar untuk mengumpulkan manna. Entah kita mengumpulkannya atau tidak, Tuhan akan membelaskasihani kita.” Jika kita bersikap seperti ini, Tuhan tidak akan membelaskasihani kita. Kita harus mengerjakan bagian pengumpulan manna. Berapa pun banyaknya manna yang kita kumpulkan, kita akan menerima satu gomer. Demikian juga, berapa pun banyaknya kita dapat makan manna, kita akhirnya hanya menerima satu gomer. Jangan mengira bahwa dengan makan manna secara rakus, Anda dapat menerima lebih banyak manna.

Semua aspek manna yang berbeda-beda itu sangat ajaib. Seluruh kisah mengenai pengiriman manna dari Allah merupakan suatu keajaiban yang tidak dapat dijelaskan dengan pengertian alamiah kita. Pada hari keenam, orang-orang Israel mengumpulkan untuk dua hari, supaya memiliki persediaan pada hari Sabat. Dalam hal ini, bagian ekstra tersebut tidak berulat. Tentu saja ini sesuai dengan Allah. Lagi pula kita telah nampak bahwa manna yang dalam buli-buli emas tidak busuk atau mencair. Ini mewahyukan bahwa pengalaman atas manna bukanlah menurut peraturan manusia. Allah adalah Sang penentu, yang menentukan bagaimana manna harus dikumpulkan, dimakan, dan disimpan. Jika kita mencoba menyimpan manna, manna ini akan berulat. Tetapi jika Allah menyuruh kita mengumpulkan bagian manna untuk dua hari, manna itu akan tetap segar. Jika Allah meminta kita menyimpan segomer manna dalam sebuah buli-buli emas, bagian manna itu akan tetap untuk selamanya.

Mengenai manna, peraturan-peraturannya tidak menurut konsepsi alamiah kita. Ini menunjukkan bahwa kenikmatan atas Kristus tidak berdasarkan cara atau penilaian manusia. Kenikmatan kita atas Kristus harus berdasarkan Allah. Cara untuk menikmati Kristus, seluruhnya tergantung pada peraturan Allah. Meskipun kita tidak dapat dengan sepenuhnya menyatakan hal ini dalam kata-kata, kita dapat memahaminya berdasarkan pengalaman kita.

Boleh jadi kita rakus dalam menuntut Tuhan, terutama orang-orang muda, yang tidak suka dibatasi. Meskipun demikian, orang-orang yang rakus itu perlu dikurangi oleh Allah. Mungkin kita mengumpulkan banyak manna, tetapi Allah akan mengatur kita dan mengurangi sampai pada takaran yang tepat. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa kita harus malas. Lagi pula, jangan mencoba mengatur diri kita sendiri atau menakar diri kita sendiri. Kita hanya harus menuruti ukuran surgawi untuk mengatur kita. Bagaimanapun serakahnya kita dalam mengumpulkan manna, akhirnya kita akan sama dengan yang lainnya, dan kita tidak akan menerima lebih dari yang mereka terima. Jangan mencoba mengatur diri kita sendiri. Orang-orang yang rakus tidak akan pernah malas, dan orang-orang yang malas tidak akan pernah rakus. Mencoba mengubah diri kita sendiri hanyalah merupakan usaha agamawi. Kita harus menuntut Tuhan saja; apa yang kita terima dari Tuhan, akan menjadi suatu keajaiban yang berdasarkan belas kasihan-Nya. Berapa pun banyaknya manna yang kita kumpulkan, setelah manna ditakar, masing-masing dari kita akan memperoleh satu gomer.

Mendengar bahwa entah kita mengumpulkan lebih banyak atau lebih sedikit kita akan menerima segomer manna, beberapa orang mungkin akan berkata, “Kalau begitu kita jangan mencoba melakukan apa pun.” Jika Anda bisa menghentikan semua yang sedang Anda perbuat, saya menganjuri Anda supaya menghentikan aktivitas Anda. Tetapi, sebenarnya semua itu tergantung pada Tuhan.

Butir mengenai fakta bahwa Allah mengatur kita, mungkin tidak jelas bagi semua orang beriman. Manna sendiri merupakan mukjizat, dan yang berhubungan dengan manna juga merupakan mukjizat. Segala sesuatu yang berhubungan dengan manna sangat ajaib. Cara manna dikirimkan sangat ajaib, dan cara pengaturan yang berdasarkan takaran surgawi juga ajaib. Kita sulit memahami mengapa setelah mengumpulkan sedemikian banyaknya manna kita tetap hanya menerima satu gomer. Dalam prinsip yang sama, sukar pula kita memahami mengapa mereka yang mengumpulkan kurang dari satu gomer juga menerima satu gomer. Semuanya ini sangat ajaib.

Alkitab tidak memberi tahu kita bahwa manna mencair setelah orang-orang Israel membawanya kembali ke kemah mereka. Tetapi, jika manna ditinggalkan pada tempat yang terbuka, manna itu akan mencair ketika matahari menjadi panas. Mungkin temperatur di dalam kemah lebih tinggi daripada temperatur di luar. Namun, manna mencair ketika berada pada tempat yang terbuka, tetapi tidak mencair dalam kemah orang-orang Israel. Ini menunjukkan bahwa seluruh pengalaman atas manna tidak berdasarkan konsepsi alamiah atau konsepsi ilmiah. Lagi pula, tidak berdasarkan pengaturan manusia. Orang-orang Israel harus mengumpulkan, menikmati, dan menyimpan manna sesuai dengan Allah dan peraturan-peraturan-Nya. Hal ini sama dengan pengalaman kita atas Kristus sebagai suplai hayat kita.

Kita telah nampak bahwa manna yang disimpan dalam buli-buli emas turun-temurun tidak membusuk atau mencair. Prinsipnya, manna adalah persediaan yang ajaib dari Tuhan. Selain itu, mukjizat ini tidak berjangka pendek. Pengiriman manna adalah suatu mukjizat jangka panjang yang berkesinambungan selama 40 tahun. Pagi demi pagi, manna datang dalam cara yang ajaib. Di mana pun orang-orang Israel berada dalam perjalanan mereka, manna datang setiap pagi. Pengiriman manna tidak terbatas pada suatu tempat tertentu. Meskipun manna di padang gurun merupakan mukjizat jangka panjang, bagi kita manna tidak seabadi Kristus. Sebagai makanan kita, Kristus akan abadi dalam kekekalan. Berbagian atas Kristus adalah suatu mukjizat. Hal ini bukan berdasarkan konsepsi alamiah, dan tidak dapat dipahami dengan penyelidikan ilmiah.

Jika Anda tidak percaya bahwa makan Kristus merupakan suatu mukjizat, saya ingin bertanya kepada Anda, mengapa di antara sedemikian banyak orang-orang Kristen hari ini, Anda mendambakan Kristus, sedangkan orang lain tidak? Bukankah ini suatu mukjizat? Mengapa Anda berbagian atas Kristus tatkala orang lain tidak mempunyai selera terhadap Dia? Di antara anak-anak dalam satu keluarga, beberapa anak mungkin memiliki hati terhadap Kristus dan yang lainnya tidak. Sekelompok orang Kristen mungkin mendengar berita-berita yang sama dan menerima kebenaran rohani yang sama, tetapi beberapa orang menuntut Tuhan, dan yang lainnya tidak. Inilah penjelasan yang lebih lanjut bahwa kita berbagian atas Kristus merupakan suatu keajaiban.

Kemah Pertemuan dalam Perjanjian Lama menggambarkan pengalaman rohani. Dalam Kemah Pertemuan terdapat ruang maha kudus. Di dalam ruang maha kudus terdapat tabut perjanjian, dan di dalam tabut perjanjian terdapat buli-buli emas berisi manna. Semua ini merupakan gambaran pengalaman kita. Di dalam ruang maha kudus, yaitu roh kita, kita memiliki Kristus, tabut perjanjian Allah. Di dalam Kristus terdapat buli-buli emas, kodrat ilahi, yang menyimpan Kristus yang telah kita nikmati. Gambaran ini mewahyukan bahwa manna yang tersembunyi disimpan dalam bagian kita yang paling dalam, dalam Kristus yang tersembunyi dan tersimpan di dalam kodrat ilahi. Kristus yang tersembunyi dan yang tersimpanlah yang akan menjadi suatu peringatan sampai kekekalan.

Jika kita ditanyai, di mana manna yang tersembunyi itu berada hari ini, kita jangan hanya mengatakan bahwa manna itu berada di dalam roh kita. Kita harus melanjutkan mengatakan bahwa manna yang tersembunyi itu berada di dalam buli-buli emas, buli-buli emas itu berada dalam tabut perjanjian, dan tabut perjanjian itu berada dalam ruang maha kudus. Inilah gambaran dari kenikmatan kita atas Kristus.

Alkitab adalah buku yang sangat ajaib. Setelah orang-orang Kristen mulai makan manna, Allah menyuruh mereka menyimpan segomer manna dalam buli-buli emas, dan menempatkan buli-buli ini dalam tabut kesaksian. Tujuan Allah di sini adalah untuk menggambarkan pengalaman kita atas Kristus. Guru-guru Kristen tertentu tidak menafsirkan gambaran ini secara demikian, sebab pandangan mereka bersifat obyektif. Menurut penafsiran mereka, ruang maha kudus menunjukkan surga. Jika penafsiran mereka tepat, maka buli-buli emas yang berisi manna yang tersembunyi itu jauh dari kita. Penafsiran itu hanya meliputi aspek surgawi, bukan aspek pengalaman rohani. Untuk menjangkau aspek pengalaman tersebut, kita perlu menafsirkan gambaran itu dalam cara yang subyektif. Berdasarkan pandangan ini, ruang maha kudus menunjukkan roh kita. Di manakah manna yang tersembunyi itu hari ini? Manna itu berada dalam kodrat ilahi di dalam roh kita. Jika kita memiliki pengalaman yang sejati atas Kristus, kita akan menghargai Kristus dan menikmati-Nya dalam kodrat ilahi di dalam roh kita.

Hari ini kita adalah Kemah Pertemuan Allah. Sebagai Kemah Pertemuan, kita memiliki tabut perjanjian, yaitu Kristus, di dalam roh kita. Saya telah berkali-kali menunjukkan bahwa buli-buli emas berada di dalam tabut perjanjian, dan manna berada dalam buli-buli itu. Dalam pengalaman kita, kita menikmati tiga hal yang berharga, tabut perjanjian, buli-buli emas, dan manna. Betapa subyektifnya Kristus sebagai manna yang tersembunyi! Ia adalah manna yang kita terima dan kita nikmati. Manna ini akan disimpan dalam kodrat ilahi sampai kekekalan. Saya percaya bahwa ketika kita masuk ke dalam kekekalan, kita akan mengerti lebih jelas mengenai ini.

Gambaran mengenai penyimpanan manna dalam buli-buli emas berhubungan dengan pengalaman kita atas Kristus. Karena banyak orang Kristen yang tidak paham akan arti gambaran ini, mereka hanya menyadari bahwa manna baik untuk dimakan. Mereka tidak memiliki gambaran bahwa manna yang kita nikmati adalah untuk disimpan sebagai suatu peringatan dalam kodrat ilahi di dalam kita. Syukur kepada Tuhan atas gambaran pada akhir Keluaran 16. Gambaran ini menggambarkan pengalaman atas Kristus sebagai manna. Jika kita makan Kristus sebagai manna, manna yang kita makan itu akan tersimpan dalam kodrat ilahi di dalam kita. Manna yang tersembunyi ini, menjadi suatu peringatan atas Kristus sebagai suplai bagi umat Allah untuk pembangunan tempat kediaman Allah. Peringatan sedemikian ini akan menjadi peringatan sampai kekekalan. Semua benda lain mungkin akan berubah, tetapi pengalaman kita atas Kristus akan tetap untuk selamanya. Apa yang kita nikmati dari Kristus hari ini, akan menjadi suatu peringatan pada masa yang akan datang. Apa saja yang kita makan dari Dia, akan tersimpan di dalam kodrat ilahi sebagai peringatan yang kekal. Inilah makna dari gambaran pada akhir Keluaran 16.

Jangan menuruti guru-guru Alkitab yang hanya menafsirkan gambaran ini dalam cara yang obyektif. Kita perlu memahami gambaran ini dalam cara yang subyektif, yang sesuai dengan pengalaman kita. Jika kita memandang gambaran tentang penyimpanan manna tersebut dalam cara sedemikian ini, kita akan nampak bahwa kita adalah Kemah Pertemuan, dan isi Kemah Pertemuan berada di dalam kita. Tabut perjanjian dan kesaksian, hukum hayat, berada di dalam kita. Lagi pula, buli-buli emas dengan manna di dalamnya berada di dalam kita sebagai suatu peringatan hingga kekekalan.