← Daftar isi Keluaran (3) · bab 14/16

KEKALAHAN AMALEK

Pembacaan Alkitab:

Kel. 17:8-16; 1Ptr. 2:11; Ul. 25:17-19;

1Sam. 15:2; Rm. 7:24; 8:34b; Ibr. 7:25;

Gal. 5:16-17; Rm. 8:13; Bil. 24:20

Kita perlu nampak bahwa Kitab Keluaran merupakan gambaran lengkap mengenai karunia keselamatan Allah yang sempurna. Fakta ini ditegaskan oleh gambaran yang disajikan dalam Keluaran 17:8-16. Dalam Keluaran 16, kita memiliki manna dari surga sebagai suplai hayat kita, dan dalam Keluaran 17, kita memiliki air hayat yang mengalir keluar dari batu karang untuk meleraikan haus kita. Kemudian dalam Keluaran 17:8-16, ada peperangan melawan orang Amalek. Tentu saja urutan ini bukanlah kebetulan. Sebaliknya, urutan ini menurut rencana Allah. Menurut gambaran dalam Keluaran 16 dan 17, setelah kita menerima suplai hayat surgawi dan air hayat dari batu karang, kita siap untuk berperang melawan orang Amalek.

Peperangan melawan orang Amalek, adalah peperangan pertama bagi orang Israel. Ketika mereka di Mesir, mereka tidak berperang. Di Laut Merah terjadi peperangan antara Allah dengan Firaun, tetapi orang Israel sendiri tidak berperang melawan tentara Firaun. Namun dalam Keluaran 17, kita nampak bahwa orang Israel ikut serta dalam peperangan melawan orang Amalek. Banyak pelajar Alkitab yang mengenal bahwa peperangan ini menggambarkan pertentangan antara daging dengan Roh. Ini menunjukkan bahwa ketika kita maju bersama Tuhan, peperangan pertama yang terjadi adalah peperangan antara daging dengan Roh. Fakta bahwa peperangan pertama di mana orang Israel ikut serta adalah melawan orang Amalek, menunjukkan bahwa setelah kita diselamatkan dan dibaptis, pertentangan pertama yang kita alami adalah peperangan antara daging dengan Roh yang melahirkan kita kembali.

Dalam Keluaran 14-17, kita memiliki gambaran mengenai bermacam-macam pengalaman yang kita lalui setelah pembaptisan. Pengalaman-pengalaman ini meliputi pengalaman di Mara, di Elim, makan manna surgawi untuk mengenyangkan rasa lapar kita, dan minum air hayat untuk meleraikan rasa haus kita. Setelah pengalaman-pengalaman ini, kita diperlengkapi dan siap berperang melawan daging. Pengalaman kita terhadap Tuhan bisa membuktikan hal ini. Setelah kita beroleh selamat dan dibaptis, kita memiliki pengalaman di Mara dan di Elim. Kemudian kita makan manna dan minum air hayat. Hanya setelah itulah kita baru menemukan betapa daging sangat menghalangi kita dalam mengikuti Tuhan. Dalam hal ini, daging merupakan musuh yang lebih besar daripada dunia.

I. TUNJANGAN UNTUK BERPERANG

Jika di dalam batin kita merasa lapar dan haus, kita tidak akan dapat berperang melawan daging. Untuk berperang, pertama-tama rasa lapar kita harus dikenyangkan, dan rasa haus kita harus dileraikan. Kita memerlukan manna, yaitu makanan surgawi, dan memerlukan air yang keluar dari batu karang, yaitu air hayat. Hanya setelah itulah kita baru memiliki kekuatan untuk berperang. Manna dan air hayat menunjang orang Israel dalam peperangan mereka melawan orang Amalek. Tanpa tunjangan ini, orang Israel tidak akan dapat menempuh peperangan tersebut. Hal ini sama dengan pengalaman rohani kita. Jika kita tidak setiap hari menikmati manna surgawi dan minum air hayat secara terus-menerus, kita akan dikalahkan dan ditaklukkan oleh daging. Tanpa manna dan air hayat, secara spontan kita akan menjadi satu dengan daging, dan berjalan menurut daging. Hanya bila kita disuplai oleh Kristus dan dengan Kristus, serta haus kita dileraikan oleh Roh pemberi hayat, kita siap untuk berperang melawan daging.

Keluaran 17:8 mengatakan, “Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.” Ayat ini menunjukkan bahwa orang Amaleklah yang mengambil inisiatif untuk berperang melawan orang Israel. Orang Amalek mendengar apa yang telah terjadi dengan orang Israel dan mereka merasa iri. Karena itu, orang Amalek keluar untuk berperang melawan umat Allah.

Bila kita tidak dipuaskan oleh Kristus dan tidak disuplai oleh Roh pemberi hayat, kita akan ditaklukkan di bawah daging. Tetapi bila kita bangkit dan menikmati Kristus sebagai manna, dan minum Roh pemberi hayat sebagai air hayat, kita tidak lagi ditaklukkan oleh daging. Tentu, aktivitas daging adalah hasutan iblis yang bekerja melalui daging.

Daging tidak tahan melihat kenikmatan kita atas Kristus, dan tidak tahan melihat kita minum air hayat. Karena alasan inilah maka daging bangkit melawan kita, dan berusaha menaklukkan kita.

Sebelum kita mulai menikmati Kristus sebagai makanan dan menikmati Roh pemberi hayat sebagai air hayat, kita sedikit pun tidak menyadari bahwa daging sedang berperang melawan kita. Pada waktu itu, secara sepenuhnya kita ditaklukkan di bawah daging. Kita hidup di dalam daging, bertindak demi daging, dan berjalan menurut daging. Segala sesuatu yang kita lakukan adalah di dalam daging. Meskipun demikian, kita tidak menyadari bahwa daging sedemikian aktif dan kuat. Kita ini korban yang tidak berdaya di bawah kekuasaan jahat ular, yaitu Iblis. Ular itu dapat bekerja di dalam dan di atas kita, dan kita tidak menyadari hal itu. Tetapi bila kita mulai makan makanan surgawi dan minum air hayat, kita pun mulai bangkit dari bawah tangan Iblis, dan tidak mau menjadi korban lagi. Pada saat ini, Iblis menghasut daging untuk berperang melawan kita. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi mengenai ini. Kita dapat bersaksi bahwa setelah kita mulai menikmati Kristus dan minum air hayat, daging bangkit melawan kita. Puji Tuhan, kita memiliki manna surgawi dan air hayat, untuk menunjang kita selama kita berperang melawan daging!

Hari demi hari kita disuplai dengan manna, yaitu Kristus yang surgawi, sebagai bagian kita. Tuhan Yesus mengajar kita berdoa, “Berikanlah kami pada hari ini makan-an kami yang secukupnya.” Setiap hari kita perlu berdoa seperti ini, “Tuhan berilah kami pada hari ini bagian kami atas Kristus.” Saya senang berdoa secara demikian. Sering saya berkata, “Tuhan, terima kasih atas hari yang baru. Aku mohon Engkau memberiku bagian berkat hari ini.” Setiap hari kita memerlukan bagian berkat yang khusus, yaitu Kristus sebagai suplai hayat kita. Kita juga memerlukan Roh itu sebagai air hayat. Kita memiliki Kristus yang surgawi maupun Roh pemberi-hayat. Kristus yang surgawi adalah manna kita untuk mengenyangkan rasa lapar kita, dan Roh itu adalah air hayat untuk meleraikan rasa haus kita. Apakah hari demi hari Anda menikmati manna dan air hayat ini? Saya dapat bersaksi bahwa hari ini saya telah menikmati bagian saya atas Kristus, dan saya telah minum banyak sekali air hayat. Karena itu, saya tidak ditaklukkan oleh daging. Rasa lapar saya telah dipuaskan, dan rasa haus saya telah dileraikan. Jadi saya memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada kaum beriman. Air hayat dapat mengalir keluar dari dalam batin saya, untuk meleraikan rasa haus orang lain.

Meskipun kita makan Kristus sebagai manna surgawi dan minum Roh itu sebagai air hayat, orang Amalek tetap siap berperang melawan kita. Kita perlu sadar akan fakta bahwa orang Amalek, yaitu daging, selalu bersama-sama dengan kita. Segera setelah kita menikmati Tuhan dalam penyegaran pagi, boleh jadi pada waktu makan pagi, sesuatu mungkin akan terjadi untuk membangkitkan daging. Daging merasa iri terhadap kenikmatan kita atas Kristus. Karena itu, Iblis membangkitkan daging supaya berperang melawan kita, untuk menghalangi kita dalam mengikuti Tuhan.

Satu-satunya alasan serangan orang Amalek ialah rasa iri mereka terhadap umat Allah. Orang Amalek tidak ingin melihat sebuah bangsa yang demikian bercahaya dan jaya. Orang Israel telah dikenyangkan oleh manna surgawi, dan mereka minum air hayat yang menakjubkan. Paulus mengatakan bahwa batu karang yang mengalirkan air hayat itu mengikuti mereka (1Kor. 10:4). Orang Israel harus merasa gembira karena manna dan air hayat itu. Apakah Anda akan merasa senang seandainya Anda berada di sana? Di sana mereka tidak perlu khawatir akan makanan. Mereka memiliki suplai manna surgawi. Lagi pula, mereka dapat minum air yang mengalir keluar dari batu karang. Alangkah indahnya pemandangan ini! Tetapi, seandainya orang Israel tidak memiliki manna maupun air hayat, mereka pasti telah bertengkar dan berperang satu sama lain. Situasi yang sedemikian tidak akan membuat musuh iri. Tetapi, orang Amalek merasa iri begitu mendengar tentang sebuah bangsa yang bercahaya, gembira, dan menang. Didorong oleh rasa iri, mereka berperang melawan orang Israel dengan tujuan memusnahkan mereka.

Dalam Alkitab, banyak disinggung mengenai peperangan antara daging dengan Roh itu. Peperangan ini tidak hanya dicatat dalam Keluaran 17, tetapi juga dalam 1Samuel 15. Alkitab banyak membicarakan orang Amalek. Alasan untuk ini ialah karena dalam sejarah pengalaman orang Kristen, daging menduduki tempat yang besar. Jika Anda hendak menulis biografi dari seorang beriman, Anda pasti akan mencurahkan perhatian Anda pada daging. Pada segi negatif, kehidupan orang Kristen merupakan suatu sejarah, suatu catatan mengenai daging. Dalam perjalanan kekristenan kita sehari-hari, kita diganggu oleh daging. Bahkan mungkin ketika Anda duduk di dalam persidangan gereja, Anda teringat akan hal-hal yang tidak menyenangkan, teringat bagaimana orang lain telah menyakiti Anda. Pikiran-pikiran Anda mengenai kesalahan-kesalahan ini adalah di dalam daging. Setelah bersidang, mungkin Anda benar-benar diserang oleh daging. Orang Amalek akan datang untuk berperang melawan Anda. Pada segi negatif, kehidupan orang Kristen terutama adalah berkenaan dengan daging. Daging menyerang kita dalam berbagai macam cara.

II. ORANG AMALEK

A. SUKA BERPERANG, MERUSAK, MENGGANGGU

Nama “Amalek” berarti “suka berperang”. Daging senang berperang, dan tidak pernah mau memelihara perdamaian. Lagi pula, daging bersifat sangat merusak. Perusak kehidupan kekristenan yang terbesar ialah daging. Daging merusak kehidupan pernikahan kita, kehidupan keluarga kita, dan hidup gereja (church life) kita. Daging berusaha merusak setiap hal yang positif. Perhatikan, berapa banyak daging telah merusak Anda sejak Anda menjadi orang Kristen.

Daging tidak hanya suka berperang dan merusak, tetapi juga sangat mengganggu. Jika Anda membaca Roma 7, Anda akan nampak gangguan apa yang disebabkan oleh daging. Menurut pasal ini, Paulus demikian terganggu sehingga ia berseru, “Aku, manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (ayat 24). Kelihatannya gangguan ini disebabkan oleh dosa. Tetapi sebenarnya gangguan ini disebabkan oleh daging. Betapa suka berperang, merusak, dan mengganggunya daging itu!

B. KETURUNAN ESAU

Orang-orang Amalek adalah keturunan Esau (Kej. 36:12), saudara kembar Yakub. Esau dan Yakub sangat dekat. Ini menunjukkan bahwa daging yang dilambangkan oleh Esau, sangat dekat dengan adanya kita yang telah dilahirkan kembali, yang dilambangkan oleh Yakub, yang menjadi Israel. Esau dilahirkan lebih dulu, kemudian barulah Yakub. Ini menunjukkan bahwa daging adalah milik manusia pertama, dan adanya kita yang telah dilahirkan kembali adalah milik manusia kedua.

Alkitab berbicara mengenai dua Amalek yang berbeda. Orang Amalek yang disebutkan dalam Kejadian 14:7, berbeda dengan orang Amalek keturunan Esau. Tetapi banyak pelajar Alkitab yang tidak mengetahui perbedaan ini, dan mereka mengira bahwa kedua bangsa Amalek itu sama dan satu. Karena itu kita perlu nampak bahwa Alkitab memberi tahu kita tentang dua bangsa Amalek yang berbeda. Orang Amalek dalam Keluaran 17 adalah keturunan Esau. Karena itu, mereka adalah macam orang Amalek yang kedua, yaitu keturunan Esau, yang mengganggu umat Allah. Persoalan kita adalah dengan orang-orang Amalek ini. Daging kita adalah keturunan Esau. Ini berarti daging adalah milik manusia pertama, yaitu manusia lama. Daging adalah hasil dari manusia pertama.

C. DEKAT DENGAN YAKUB

Saya telah menunjukkan bahwa Esau sangat dekat dengan Yakub, demikian pula daging sangat dekat dengan manusia kita yang telah dilahirkan kembali. Dalam Alkitab, tidak pernah dikatakan bahwa keturunan Esau akan dilenyapkan. Sebaliknya, orang-orang Edom, yaitu keturunan Esau, selalu merupakan masalah bagi orang-orang Israel.

D. BERPERANG MELAWAN ORANG-ORANG ISRAEL

Kita telah nampak bahwa orang Amalek merupakan salah satu keturunan Esau, yaitu bangsa yang pertama-tama berperang melawan orang Israel. Peperangan ini merupakan gambaran dari daging yang berperang melawan kaum beriman. Petrus menunjukkan peperangan ini, “Saudara-saudaraku yang terkasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa” (1Ptr. 2:11).

E. MUSUH PERTAMA DALAM PERJALANAN

ORANG ISRAEL KE TANAH PERMAI

Orang Amalek adalah musuh pertama yang dihadapi orang Israel dalam perjalanan mereka menuju ke tanah permai (Ul. 25:17-18; 1Sam. 15:2). Ini menunjukkan bahwa daging kita adalah musuh yang pertama dari antara semua musuh kita. Daging mengambil pimpinan atas dosa, dunia, dan Iblis, berhubungan satu dengan yang lain. Empat hal ini saling berkaitan. Dalam berperang melawan kaum beriman, yang paling mencolok ialah daging. Iblis, dosa, dan dunia, adalah bawahan daging. Bila dalam pengalaman kekristenan kita daging ditaruh ke dalam kematian, dunia tidak akan dapat menahan kita, dosa tidak akan dapat beroperasi di dalam kita, dan Iblis tidak akan berdaya bekerja di atas kita. Dunia menang, dosa kuat, dan Iblis aktif, karena kita masih berada di dalam daging. Ketiga musuh ini semuanya tergantung pada daging. Sebab itu, daging adalah musuh kita yang utama. Karena alasan inilah, Alkitab memberikan gambaran yang lengkap tentang orang Amalek, sebagai musuh pertama yang berperang melawan orang Israel. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi bahwa dari saat pertama kita menuntut Tuhan dan menempuh jalan-Nya, daging telah berperang melawan kita. Daging adalah musuh utama dalam menghalangi kita dari maju bersama Tuhan.

Di bawah pimpinan Allah, orang-orang Israel mempunyai satu sasaran. Sasaran ini ialah memasuki tanah permai. Tujuan orang Amalek dalam menyerang umat Allah ialah untuk menghalangi mereka memasuki tanah permai ini. Kita juga mempunyai sasaran yaitu masuk ke dalam Kristus yang almuhit dan memiliki-Nya sebagai tanah permai kita. Kita telah diselamatkan, dengan ajaib telah keluar dari Mesir, kita telah menyeberangi Laut Merah, dan kita telah menempuh perjalanan melalui padang gurun, di mana kita memperoleh sejumlah pengalaman yang menakjubkan. Tetapi kita belum mencapai sasaran ini. Kita belum masuk ke dalam Kristus yang almuhit. Mengetahui bahwa sasaran ini berada di depan kita, musuh, yaitu orang Amalek, berusaha menghalangi kita dalam mencapai sasaran ini. Kita perlu mengetahui bahwa tujuan Iblis membangkitkan daging kita supaya berperang melawan kita ialah agar kita tidak bisa dengan sepenuhnya menikmati Kristus. Tujuan daging dalam berperang melawan kita ialah untuk menghalangi kita masuk ke dalam Kristus sebagai tanah yang almuhit. Kita harus mengakui bahwa tidak banyak orang Kristen, bahkan di antara kita pun, yang mempunyai kenikmatan penuh atas Kristus yang almuhit. Terutama dikarenakan kita telah diganggu oleh daging. Meskipun mungkin kita menikmati Tuhan dalam penyegaran pagi, tetapi setelah itu, daging sering datang menyerang. Serangan ini akan mencegah kita dalam menikmati Kristus yang almuhit selama satu hari tersebut. Sebagai akibatnya, sepanjang hari itu kita hanya memperoleh sedikit kenikmatan atas Kristus. Karena itu, tujuan daging dalam berperang melawan kita ialah mencegah kita menikmati Kristus.

III. KALAHNYA AMALEK

A. OLEH ORANG-ORANG YANG LEMAH

Dalam mengalahkan orang-orang Amalek, Tuhan memakai orang-orang yang lemah (Kel. 17:9; Rm. 7:24). Dalam Keluaran 17:9 Musa berkata kepada Yosua, “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek.” Kata Ibrani mengenai “orang-orang” dalam ayat ini menunjukkan orang-orang yang lemah. Dalam pandangan Allah, orang-orang Israel adalah orang-orang yang lemah. Hal ini sama dengan kaum beriman hari ini. Mungkin Anda mengira bahwa seorang saudara sangat kuat; tetapi dalam pandangan Allah, saudara ini sebenarnya lemah. Kelemahan kita dibuktikan oleh fakta bahwa kita dengan mudah dapat dikalahkan, bahkan oleh anak atau cucu kita. Seorang saudara mungkin bahkan dikalahkan oleh ekspresi yang tidak menyenangkan pada wajah istrinya. Jangan mengira diri sendiri kuat. Tidak, kita ini lemah. Tetapi Allah tidak memakai orang-orang yang kuat untuk berperang melawan orang Amalek. Yosua diperintah untuk memilih orang-orang yang lemah bagi peperangan itu. Kita memilih orang-orang yang kuat, tetapi Allah memilih mereka yang lemah. Para pemenang atas orang Amalek adalah orang-orang yang lemah.

B. KARENA MUSA MENGANGKAT TANGANNYA DI PUNCAK BUKIT

Kelihatannya, peperangan melawan orang Amalek dilakukan oleh orang-orang yang lemah. Tetapi sebenarnya dilakukan oleh Allah sendiri. Ini dibuktikan oleh fakta bahwa kemenangan atau kekalahan ditentukan oleh terangkatnya tangan Musa. Keluaran 17:11 mengatakan, “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.” Musa mengangkat tangannya di puncak bukit, melambangkan Kristus yang naik ke surga dan berdoa syafaat di surga (Rm. 8:34b; Ibr. 7:25). Menang atau kalah tidak tergantung pada peperangan yang dilakukan oleh orang-orang yang lemah. Meskipun mereka harus berperang, kemenangan tidak tergantung pada mereka. Kemenangan tergantung pada terangkatnya tangan Musa dengan memegang tongkat Allah. Meskipun kita perlu berperang melawan orang-orang Amalek, jangan mengira bahwa dengan berperangnya kita, kita dapat menang. Sebaliknya, kita tidak memenuhi syarat untuk menang. Dalam peperangan, kita harus sadar tidak boleh berdasarkan diri sendiri berperang, tetapi melalui Musa dan Yosua.

C. KARENA YOSUA YANG BERPERANG

BAGI BANGSA ITU

Di satu pihak, Musa mengangkat tangannya di puncak bukit; di pihak lain, Yosua berperang bagi bangsa itu (Kel. 17:10a, 13). Kita telah nampak bahwa manna melambangkan Kristus dan air hayat melambangkan Roh itu. Sekarang saya harus menunjukkan bahwa Musa melambangkan Kristus yang surgawi, dan Yosua melambangkan Roh yang berhuni yang berperang melawan daging (Gal. 5:16-17; Rm. 8:13). Banyak orang Kristen yang menyadari bahwa di dalam perlambangan, Yosua mewakili Yesus. Sesungguhnya, kata Yunani “Yesus” adalah bentuk kata Yunani dari nama Ibrani “Yosua”. Meskipun Yosua melambangkan Yesus, tetapi dalam Keluaran 17, Yosua melambangkan Roh itu. Menurut gambaran dalam Keluaran 17, Kristus yang surgawi, yang dilambangkan oleh Musa, adalah Pengantara, dan Kristus yang berhuni, yang dilambangkan oleh Yosua, membunuh musuh. Manna, air hayat, Musa, dan Yosua, semuanya melambangkan Kristus. Kristus adalah suplai hayat, air hayat, Pengantara di surga, dan Sang penghuni yang berperang melawan musuh. Pendek kata, Kristus adalah segala-galanya. Gambaran dalam Kitab Keluaran sangat jelas mengenai ini.

Bukanlah kebetulan bahwa Kristus dilambangkan dalam Kitab Keluaran dalam semua cara ini. Dalam hikmat kedaulatan-Nya, Allah telah menyediakan lambang-lambang ini, dan menyusun lambang-lambang ini dalam suatu urutan yang menakjubkan. Pertama-tama kita memiliki manna dan air hayat, kemudian kita memiliki Musa di puncak bukit dan peperangan Yosua. Kita semua harus mengenal Kristus sebagai manna surgawi, air hayat, Musa yang bersyafaat, dan Yosua yang berperang. Kita juga perlu mengalami Kristus dalam aspek manna, air hayat, Pengantara, dan Pejuang. Sebagai Roh yang berhuni, Kristus adalah Yosua kita yang sekarang ini, yang riil, yang berperang melawan daging, dan yang mematikan daging. Dalam peperangan ini kita perlu bekerja sama dengan Dia. Bila Ia berperang, kita juga berperang. Namun, peperangan kita sendiri tidak terhitung apa-apa. Meskipun demikian, Kristus masih menghendaki kita berperang bersama Dia. Inilah cara untuk mengalahkan orang Amalek, cara untuk mengalahkan daging.

IV. NASIB BANGSA AMALEK

A. INGATAN TERHADAPNYA DIHAPUSKAN

DARI KOLONG LANGIT

Nasib orang Amalek, pertama-tama ialah ingatan terhadapnya dihapuskan dari kolong langit. Dalam Keluaran 17:14 Tuhan berkata kepada Musa, “Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” Tak peduli bagaimanapun kuatnya, kerasnya, atau menangnya daging, ingatan terhadapnya akan dihapuskan. Ini menunjukkan kebencian Allah terhadap daging. Menurut Roma 8:7 dan 8, daging adalah musuh Allah. Daging tidak mau dan juga tidak dapat taat kepada Allah. Karena itu, nasib daging adalah dihapuskan.

Tetapi dalam Kitab Keluaran, orang Amalek belum dihapuskan. Dalam 1Samuel 15, kita nampak bahwa orang Amalek masih ada dan kuat. Meskipun demikian, Allah telah memutuskan bahwa daging harus dihapuskan. Ini akan terjadi pada waktu Kerajaan Seribu Tahun. Hari ini adalah saatnya kita masih berperang melawan daging. Tetapi bila Kerajaan Allah datang, daging akan dihapuskan dari kolong langit.

B. ALLAH BERPERANG MELAWAN AMALEK

TURUN-TEMURUN

Allah demikian tegas melawan daging, sebab orang Amalek menentang takhta Tuhan. Keluaran 17:16 mengatakan, “Ia berkata: ‘Karena ada tangan yang menentang takhta TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun’” (Tl.). Daging adalah tangan yang menentang takhta Tuhan, menentang pemerintahan Allah. Karena daging menentang takhta Tuhan, maka Tuhan harus berperang melawan dia. Tuhan berperang melawan Amalek turun-temurun.

Daging memberontak terhadap Allah dan takhta-Nya. Daging sangat berbahaya karena daging menentang takhta, pemerintahan, dan rencana Allah. Ini adalah perkara yang sangat bermakna. Tetapi tidak banyak orang Kristen yang menyadari bahwa sedemikian jahatnya daging itu. Daging tidak hanya melakukan pelanggaran yang kecil, daging adalah tangan yang menentang takhta Allah. Karena daging adalah tangan yang menentang takhta Allah, maka Allah memutuskan untuk berperang melawan dia. Orang Amalek, yaitu daging, tetap adalah tangan yang menentang pemerintahan Allah. Ini berarti daging kita memberontak terhadap pemerintahan Allah. Apa saja yang Allah lakukan secara pemerintahan, daging menentangnya. Sebagai contoh, di antara banyak orang Kristen, daging benar-benar menentang gereja, sebab gereja adalah pemerintahan Allah. Gereja diejek, dan banyak kata-kata yang menghina gereja. Ini menunjukkan bahwa dalam pandangan Allah, daging itu memberontak. Daging benar-benar adalah tangan yang menentang takhta Tuhan. Karena itu, Tuhan akan berperang melawan pemberontak ini, dan ingatan terhadapnya akan dihapuskan.

C. MEZBAH YANG DINAMAI PANJI-PANJI TUHAN SEBAGAI SUATU PERINGATAN

Dalam Keluaran 17:15 dikatakan bahwa, “Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: ‘TUHANlah panji-panjiku (Yehova-nissi).’” Nama “Yehova-nissi” artinya ialah “Tuhan panji-panjiku”. Karena Tuhan menjadi panji-panji kita, berarti Tuhan Allah adalah kemenangan kita. Musa membangun sebuah mezbah dan menamainya panji-panji Tuhan. Mezbah melambangkan salib yang menanggulangi daging kita (Gal. 5:24). Di satu pihak, daging kita harus dihapuskan; di pihak lain, salib harus menjadi suatu peringatan. Melalui salib, kita menikmati kemenangan Tuhan. Ini berarti melalui mezbah, kita menikmati panji-panji Tuhan (Yehova-nissi).

Mezbah yang dibangun dan dinamai oleh Musa dalam Keluaran 17 melambangkan salib Kristus sebagai peringatan atas kemenangan kita. Melalui salib, kita mengalami Tuhan sebagai panji-panji kita. Kita menikmati-Nya sebagai pemenang kita, dan kita menikmati kemenangan melalui salib Tuhan. Menurut Surat Galatia, daging harus dienyahkan, dan salib harus menjadi kebanggaan kita. Paulus mengatakan bahwa ia tidak membanggakan penyunatan, tetapi ia membanggakan salib Kristus. Ingatan terhadap daging harus di hapuskan, dan peringatan atas salib harus didirikan. Kita perlu mengingat salib Kristus yang olehnya kita menikmati Tuhan sebagai panji-panji kita, sebagai kemenangan kita. Salib ini merupakan peringatan bahwa daging telah dihapuskan.