← Daftar isi Matius (2) · bab 13/17

KELANJUTAN MINISTRI RAJA (5)

DAN

PERLUASAN MINISTRI RAJA

(1)

KELANJUTAN MINISTRI RAJA

(5)

Dalam Matius 9 Kristus diwahyukan sebagai Tabib, Mempelai Laki-laki, dan bahkan sebagai kain yang belum susut, anggur yang baru, dan kantong kulit yang baru. Be-rikut ini, diperlukan wahyu Kristus lebih lanjut. Wahyu ini menuntut suatu suasana lingkungan tertentu untuk memung-kinkan terwahyunya Kristus dalam aspek lain. Terwahyu-kannya Kristus kepada kita bukan masalah doktrin. Supaya Kristus terwahyukan, selalu diperlukan suasana lingkung-an yang khusus. Dalam pasal 9, Kristus diwahyukan dalam banyak aspek yang begitu manis, indah, dan menyenang-kan. Suasana lingkungan yang dibutuhkan untuk terwah-yunya Kristus dalam pasal 9 dihasilkan oleh ministri-Nya. Agar Kristus dapat diwahyukan kepada kita, dibutuhkan satu lingkungan khusus. Kristus mulai melayani dalam pasal 4. Setelah memanggil keempat murid yang pertama dan menarik banyak massa, Dia naik ke atas gunung di mana Dia mengumumkan konstitusi Kerajaan Surga. Se-telah Dia turun dari gunung, Dia melanjutkan ministri-Nya. Ministri-Nya sebelum Dia memberikan konstitusi di atas gunung adalah baik untuk konstitusi itu sendiri, te-tapi belum cukup mewahyukan lebih lanjut tentang apa dan siapakah Dia itu. Setelah Yesus diwahyukan sebagai hal yang menyenangkan dalam pasal 9, perlu ada kelanjutan dari ministri-Nya. Ministri yang lebih lanjut ini mencipta-kan suasana lingkungan bagi Dia untuk diwahyukan tidak hanya sebagai Raja, tetapi juga sebagai Tabib, Mempelai perempuan, kain yang baru, anggur yang baru, dan kan-tong kulit yang baru. Jika Anda tidak nampak ministri ini secara demikian, jika Anda tidak nampak semua tentang apa dan siapakah Kristus itu, walaupun Anda mungkin telah membaca Injil Matius seratus kali, Anda tetap tidak akan menerima sesuatu dari pembacaan Anda. Untuk Anda agaknya Injil Matius hanyalah sebagai buku cerita atau teori, dan Anda pun takkan menerima hayat dari kitab ini. Jika Anda ingin nampak terang dalam Injil Matius, perta-ma-tama Anda harus nampak Raja Surgawi. Setelah Ia diurapi dan dicobai, Ia memulai ministri-Nya. Ministri-Nya sangat penting dan menentukan sebab mutlak diperlukan untuk pewahyuan-Nya. Kristus tidak semata-mata memberi tahu bahwa Dia adalah Tabib, Mempelai Laki-laki, kain yang baru, anggur yang baru, dan kantong kulit yang ba-ru; karena jika demikian, itu hanya seperti ajaran yang diberikan dalam sekolah teologi. Betapa kasihannya bila kita mengumpulkan sekelompok orang hanya semata-mata memberi tahu mereka, Kristus itu apa. Saya ulangi lagi, un-tuk menerima pewahyuan Kristus, perlu adanya suasana lingkungan yang diciptakan oleh ministri-Nya.

Dalam kelanjutan ministri-Nya Raja melakukan banyak mukjizat. Dia menyembuhkan orang yang kena sakit kusta, Dia menyembuhkan budak laki-laki seorang perwira Roma, Dia juga menyembuhkan ibu mertua Petrus. Selanjutnya, Dia menyembuhkan banyak orang lain. Inilah ministri-Nya. Ke-lanjutan ministri Raja berbeda dengan permulaan ministri-Nya, sebab pada mulanya tidak ada tanda-tanda pengecu-alian. Sebaliknya, Dia mengontak orang, menarik mereka, dan mendapatkan mereka. Karena sejumlah besar massa mengikuti Dia, Dia dapat memberikan pengumuman kon-stitusi Kerajaan Surga.

Walaupun Injil Matius adalah kitab kerajaan, tetapi juga sebuah pewahyuan Kristus. Pada suatu hari Kristus membawa murid-murid-Nya ke Kaisarea Filipi dan bertanya kepada mereka, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Mat. 16:13). Setelah mereka memberi jawaban, Ia bertanya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat. 16:15). Ini me-nunjukkan bahwa kitab kerajaan mewahyukan “siapa Kristus”. Merupakan suatu berkat bila kita nampak pewahyuan Kristus dalam buku ini! Silsilah Kristus dalam pasal 1 adalah sebuah pewahyuan Kristus, yang mewahyukan bah-wa Kristus adalah Anak Daud, Anak Abraham; silsilah suatu pernikahan yang menggabungkan dua jalur keturunan Daud. Menurut Matius 1 Yesus tidak begitu sederhana. Dia adalah Yehova Penyelamat dan Imanuel, Allah beserta kita. Kristus itulah Anak Daud, Anak Abraham, benih perem-puan, Yehova Penyelamat, dan Imanuel—Allah beserta kita. Dalam pasal 2, Dia dikunjungi sebagai seorang Raja. Jadi, pa-sal 2 mewahyukan bahwa Dia adalah Raja. Dalam pasal 3 Raja ini dipilih dan diurapi dan dalam pasal 4 Dia dicobai, memenuhi syarat, dan dibenarkan. Kemudian setelah pen-cobaan-Nya, Raja ini memulai ministri-Nya. Melalui minis-tri-Nya, Dia menarik banyak orang. Setelah memberikan konstitusi Kerajaan Surga, Dia melanjutkan ministri-Nya, melakukan mukjizat yang bermakna zaman. Mukjizat ini melambangkan bahwa Dia datang menyampaikan penyela-matan pertama-tama kepada orang Yahudi, kemudian ber-paling dari orang Yahudi kepada orang bukan Yahudi. Tanda-tanda ini juga melambangkan bahwa setelah tergenapnya keselamatan orang bukan Yahudi, Kristus akan membawa penyelamatan-Nya kembali kepada orang Yahudi. Kemudi-an akan terjadi pemulihan seluruh bumi pada masa seribu tahun. Pada saat itu semua penyakit akan disembuhkan. Melalui kelanjutan ministri Raja ini, suatu suasana ling-kungan, suatu perjamuan disediakan. Perjamuan ini bera-sal dari ministri Kristus. Melalui ministri-Nya, Tuhan men-dapatkan seorang berdosa, pemungut cukai yang bernama Matius yang menyediakan suatu perjamuan besar bagi Tuhan dan murid-murid-Nya. Pada perjamuan ini Matius mengun-dang sejumlah besar teman-temannya yang juga adalah orang berdosa dan pemungut cukai. Ada suatu pepatah yang me-ngatakan “Orang macam apa terlihat dari teman-teman-nya”. Matius, seorang pemungut cukai, mempunyai teman-teman pemungut cukai dan orang berdosa. Perjamuan yang disediakan oleh Matius menciptakan suasana lingkungan yang tepat bagi Tuhan untuk mewahyukan diri-Nya sebagai Tabib, Mempelai laki-laki, baju yang baru untuk menutupi kita, anggur yang baru untuk memenuhi kita, dan kantong kulit yang baru untuk menyimpan anggur yang telah kita terima. Dalam aspek-aspek ini, Kristus diwahyukan melalui suasana lingkungan yang dihasilkan oleh ministri-Nya.

Situasinya sama dengan situasi hari ini. Tanpa ministri, tidak ada sesuatu pun dari hal-hal mengenai Kristus dan mengenai gereja yang dapat diwahyukan. Saya tidak dapat hanya mengumpulkan beberapa orang dan memberikan ku-liah kepada mereka. Dalam suasana lingkungan semacam ini tidak ada sesuatu yang dapat saya utarakan. Tetapi da-lam suasana lingkungan yang tepat saya dapat memberi tahu Anda satu per satu hal mengenai Kristus. Betapa luar biasa Kristus yang kita miliki! Kita perlu bersyukur kepada Tuhan karena ministri-Nya dan karena suasana lingkungan yang Dia ciptakan melalui ministri-Nya. Bahkan orang-orang Farisi dari agama usang dan murid-murid Yohanes dari agama baru digunakan oleh Tuhan. Agama usang memberi Tuhan Yesus kesempatan untuk mewahyukan diri-Nya se-bagai Tabib, dan agama baru memberi Dia kesempatan un-tuk mewahyukan diri-Nya sebagai Mempelai Laki-laki, kain yang baru, anggur yang baru, dan kantong kulit yang baru. Kita perlu berkata, “Terima kasih, orang-orang Farisi, dan terima kasih murid-murid Yohanes. Tanpa kalian, kami ti-dak dapat memiliki visi sedemikian tentang Kristus. Kita tidak akan mengenal bahwa Raja Surgawi kita ialah Tabib, Mempelai Laki-laki, kain yang baru, anggur yang baru, dan kantong kulit yang baru.”

Ketika muda, saya membaca Matius 8 dan 9 tanpa nampak apa pun. Saya membaca tentang kain yang baru, anggur yang baru, dan kantong kulit yang baru, tetapi tidak ada satu pun yang berkesan kepada saya. Kemudian, dalam suasana lingkungan yang tepat, mata saya tercelik sehing-ga nampak betapa manis dan menyenangkannya Tuhan Yesus itu. Oh, Dialah Mempelai Laki-laki kita! Betapa menye-nangkan! Dialah kain yang baru, penutup kita, dan anggur yang baru untuk memenuhi kita. Dan Dia pun kantong ku-lit yang baru, sebuah bejana. Saya pun mulai nampak em-pat macam orang Kristen yang ditunjukkan oleh hal-hal ini: kaum modern, kaum fundamental, kaum hayat batiniah, dan kaum gereja. Saya girang berada di antara kaum gere-ja. Saya menikmati berada dalam kantong kulit yang baru. Saya ditutupi oleh jubah baru, saya minum anggur yang baru, dan saya berada dalam kantong kulit yang baru, me-nikmati penyertaan Mempelai Laki-laki. Betapa ajaib hal ini! Inilah Kristus kita! Hari ini, kita betul-betul tahu ge-reja itu apa. Kita adalah gereja Kristus! Dalam pemulihan Tuhan, Kristus ialah Mempelai Laki-laki kita, jubah baru kita, anggur baru kita, dan kantong kulit kita yang baru.

VI. MENGULANGI TANDA-TANDA

YANG BERMAKNA ZAMAN

Dalam Matius 9:18-34 terdapat pengulangan tanda-tanda yang bermakna zaman. Ayat-ayat ini memberikan gambaran singkat mengenai zaman ini dan zaman yang akan datang. Karena itu, catatan dalam bagian ini memi-liki makna zaman, seperti yang tercatat dalam 8:1-17. Anak perempuan kepala rumah ibadat mewakili orang Yahudi dan perempuan yang sakit pendarahan mewakili orang bukan Yahudi. Ketika anak perempuan itu meninggal, perempuan itu disembuhkan. Setelah perempuan itu disembuhkan, anak perempuan itu hidup kembali. Selanjutnya, dua orang buta dan satu orang bisu disembuhkan. Ini adalah satu lambang, menunjukkan bahwa ketika orang Yahudi dibuang, orang bukan Yahudi diselamatkan, dan setelah jumlah orang bu-kan Yahudi yang diselamatkan tergenap, orang Yahudi akan diselamatkan (Rm. 11:15, 17, 19, 23-26). Setelah itu, masa seribu tahun akan dimulai. Pada masa itu, semua orang buta dan bisu akan disembuhkan (Yes. 35:5-6).

A. Anak Perempuan Kepala Rumah Ibadat Meninggal

Ayat 18 mengatakan,“Sementara Yesus berbicara de-mikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata, ‘Anak perem-puanku baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letak-kanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.’” Kepala rumah ibadat ini bernama Yairus yang artinya “dia akan menerangi” atau “diterangi”, melambangkan bahwa Tuhan akan menerangi orang bukan Yahudi (Kis. 13:46-48) dan bahwa orang Yahudi juga akan diterangi. Menurut catatan dalam Markus dan Lukas, anak perempuan kepala rumah ibadat ini berusia dua belas tahun. Kepala rumah ibadat ini tertarik kepada Raja surgawi, tetapi tidak memiliki iman sebanyak iman perwira. Perwira memberi tahu Tuhan Yesus bahwa ia tidak perlu datang ke rumahnya, cukup mengata-kan sepatah kata saja. Apabila kepala rumah ibadat mem-punyai iman seperti ini, anaknya akan disembuhkan. Na-mun, ia mohon Tuhan datang ke rumahnya dan meletakkan tangan-Nya di atas anak perempuannya. Imannya hanya sampai sejauh ini, tidak dapat lebih jauh. Karena bersimpati kepadanya, Tuhan Yesus bangkit dan mengikuti dia.

B. Kesembuhan Seorang Perempuan yang Sakit Pendarahan

Ketika Tuhan dalam perjalanan menuju ke rumah ke-pala rumah ibadat, seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh jumbai jubah-Nya. Perempu-an ini menderita sakit pendarahan, pengeluaran darah yang tidak wajar (Im. 15:25). Hayat tubuh daging ada di dalam darah (Im. 17:11). Karena itu, penyakit ini melambangkan hayat yang tidak dapat disimpan. Perempuan ini sudah dua belas tahun lamanya menderita sakit. Dua belas tahun justru adalah umur anak perempuan kepala rumah ibadat (Luk. 8:42). Perempuan ini mendekati Tuhan dari belakang dan menyentuh jumbai jubah-Nya, berkata dalam dirinya, “Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Perempuan di sini dan perwira dalam 8:5-10, keduanya mewakili orang bukan Yahudi yang datang untuk berkontak dengan Tuhan dengan cara yang sama, yaitu dengan iman. Perempuan itu disembuhkan ketika Tuhan dalam perjalanan ke rumah kepala rumah ibadat. Ini menandakan bahwa orang bukan Yahudi diselamatkan ketika Kristus sedang dalam perjalan-an ke rumah Israel.

Jubah Kristus melambangkan perbuatan benar-Nya, dan jumbai jubah-Nya melambangkan pemerintahan surgawi. Menurut Bilangan 15:38-40, orang laki-laki Israel wajib mengenakan jumbai biru pada jubah mereka, pita berwarna biru. Ini berarti bahwa kehidupan mereka, perilaku mereka terkendali oleh pembatasan surgawi. Ketika Tuhan Yesus ber-ada di bumi, Dia mungkin berpakaian semacam ini. Jubah melambangkan kebajikan dalam perilaku manusia. Dalam kebajikan insani Tuhan Yesus terdapat kuasa penyembuh-an. Karena itu, ketika perempuan yang sakit pendarahan ini menjamah jumbai jubah-Nya, kuasa kebajikan-Nya tersalur kepadanya dan ia pun disembuhkan. Dari perilaku Kristus yang diatur oleh surga, keluar kebajikan yang menjadi kuasa penyembuhan (Mat. 14:36).

Kesembuhan perempuan yang menderita pendarahan menunjukkan bahwa Tuhan dijumpai dan ditangkap oleh orang bukan Yahudi ketika Ia menuju ke bangsa Yahudi. Menurut sejarah, orang bukan Yahudi itu sakit dan orang Yahudi sedang sekarat. Dengan perkataan lain, orang-orang bukan Yahudi itu sakit dan orang-orang Yahudi akan me-ninggal. Anak perempuan orang Yahudi berumur dua belas tahun, dan perempuan itu sudah dua belas tahun menderita sakit. Selama dua belas tahun perempuan itu menderita pen-darahan, dan selama dua belas tahun anak perempuan itu bertumbuh menuju maut. Ini melambangkan bahwa ketika orang-orang bukan Yahudi menderita sakit dosa, orang-orang Yahudi sedang menuju maut. Setelah perempuan itu disem-buhkan Tuhan Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat orang Yahudi. Ini melambangkan bahwa ketika keselamatan orang bukan Yahudi genap, Kristus akan tiba di rumah Israel.

C. Kesembuhan Anak Perempuan

Kepala Rumah Ibadat

Dalam ayat 23-26 tercatat kesembuhan anak perempuan kepala rumah ibadat. Anak perempuan di sini dan ibu mer-tua Petrus dalam 8:14-15, keduanya mewakili orang Yahudi pada akhir zaman ini, yang disembuhkan di sebuah rumah oleh kedatangan Tuhan dan sentuhan langsung-Nya. Ini me-nunjukkan bahwa pada akhir zaman ini, sisa orang Yahudi akan diselamatkan di dalam rumah Israel oleh kedatangan Tuhan dan sentuhan langsung-Nya (Rm. 11:25-26; Za. 12:10).

Ketika Yesus masuk ke rumah kepala rumah ibadat dan nampak peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, Ia berkata, ‘Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.’ Tetapi mereka menertawakan Dia” (ayat 24). Dalam ministri-Nya, Tuhan tidak pernah berusaha mendapatkan orang ba-nyak. Ayat 25 mengatakan,“Setelah orang banyak itu disu-ruh keluar, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.” Melalui ini kita nampak bahwa Tuhan Yesus bermaksud membangkitkan orang Yahudi, te-tapi mereka tidak beriman. Ini memberi kesempatan yang sangat baik bagi orang bukan Yahudi untuk menyentuh Tuhan sehingga menerima keselamatan. Setelah kegenapan keselamatan orang bukan Yahudi, Tuhan Yesus akan tiba di rumah Israel dan semua orang Yahudi yang mati akan disembuhkan.

D. Kesembuhan Orang Buta dan Bisu

Segera setelah pembangkitan anak perempuan kepala rumah ibadat, dua orang buta dan seorang bisu dibawa kepada Tuhan (ayat 27-33).

1. Kesembuhan Dua Orang Buta

Dalam ayat 27-31 disinggung tentang kesembuhan dua orang buta. Ketika Tuhan Yesus meneruskan perjalanan-Nya, “Dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata, ‘Kasihanilah kami, hai Anak Daud.’” Kebu-taan menandakan tiadanya daya lihat batin untuk nampak Allah dan perkara-perkara yang bersangkutan dengan Allah (2 Kor. 4:4; Why. 3:18). Kedua orang buta ini menyebut Tuhan Anak Daud. Dalam Kerajaan Seribu Tahun, yaitu dalam ke-mah Daud yang dipulihkan (Kis. 15:16), Kerajaan Mesias, orang-orang Yahudi akan mengenal Kristus sebagai Anak Daud, dan kebutaan mereka akan disembuhkan. Ini diwa-kili oleh dua orang buta yang mengenal Kristus sebagai Anak Daud. Kedua orang buta itu disembuhkan dalam ru-mah oleh sentuhan langsung Tuhan (ayat 29), seperti anak perempuan kepala rumah ibadat (ayat 25) dan ibu mertua Petrus (8:14-15). Terbukanya mata orang buta ini melam-bangkan pemulihan daya lihat batini, yang dengannya kita dapat melihat Allah dan hal-hal rohani (Kis. 9:17-18; 26:18; Ef. 1:18; Why. 3:18).

2. Kesembuhan Seorang Bisu yang Kerasukan Setan

Dalam ayat 32-33 kita nampak kesembuhan seorang bisu yang kerasukan setan. Kebisuan yang disebabkan oleh kerasukan setan melambangkan ketidakmampuan manusia berbicara bagi Allah (Yes. 56:10) dan memuji Allah (Yes. 35:6) karena manusia menyembah berhala yang bisu (1 Kor. 12:2). Orang bisu itu bisa berbicara melambangkan kemam-puan kita untuk berbicara dan memuji dipulihkan karena kita dipenuhi dengan Tuhan di dalam roh (Ef. 5:18-19).

3. Bayangan Seribu Tahun

Kesembuhan orang buta dan orang bisu melambangkan pemulihan orang-orang di bumi selama seribu tahun. Dalam zaman seribu tahun, semua orang buta akan nampak dan mulut orang bisu akan terbuka. Yesaya 35:5-6 mengatakan, “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” Orang buta akan nampak kemu-liaan Allah dan orang bisu akan mengatakan kemuliaan Allah. Mereka akan terus-menerus memuji. Sebab itu masa seribu tahun adalah masa pemulihan, masa kebangunan kembali. Bila terdapat suatu kebangunan kembali di antara orang Kristen hari ini, mata yang buta dicelikkan dan mu-lut yang bisu dibukakan. Sebelum pembangkitan seperti itu, begitu banyak orang Kristen yang buta tidak nampak Allah atau perkara Allah, dan orang bisu tidak dapat mengata-kan sepatah kata pun bagi Allah. Bila mereka yang berada dalam denominasi hari ini diminta untuk berdoa, banyak yang tidak bisa dan mereka akan menjawab, “Ini bukan pe-kerjaanku, bukan profesiku. Mintalah pendeta yang ber-doa.” Ini menunjukkan bahwa mereka telah dirasuk oleh setan bisu. 1 Korintus 12 mewahyukan bahwa kita tidak melayani berhala bisu. Jadi, kita harus terus-menerus ber-bicara. Mata kita dicelikkan untuk nampak perkara-perkara Allah dan mulut kita dibuka untuk memuji Dia dan mem-persaksikan Dia. Kita semua wajib menjadi orang macam ini. Kesembuhan ini merupakan suatu bayangan, miniatur masa seribu tahun yang akan datang.

4. Penolakan Orang Farisi terhadap Raja

Ayat 34 mengatakan,“Tetapi orang Farisi berkata, ‘Dengan kuasa pemimpin setan Ia mengusir setan.’” Pemim-pin setan adalah Iblis, yang disebut Beelzebul (12:24). Per-kataan hujat orang-orang Farisi ini merupakan kelanjutan yang tegas dari penolakan terhadap Raja Surgawi oleh pemimpin-pemimpin Yudaisme.

PERLUASAN MINISTRI RAJA

(1)

Kini kita melihat perluasan ministri Raja (9:35—10:15).

I. PERLUNYA PENGGEMBALAAN DAN PENUAIAN

Kelanjutan ministri Raja dalam pasal 9 mendatangkan situasi lain yang memungkinkan Dia mampu mewahyukan diri-Nya sendiri. Setelah kesembuhan perempuan yang men-derita pendarahan, kebangkitan anak perempuan muda dan kesembuhan dua orang buta serta satu orang bisu, Tuhan di-wahyukan sebagai Gembala dan sebagai Tuan pemilik tuaian.

A. Raja Berkeliling ke Semua Kota, Desa, Mengajar, Berkhotbah, dan Menyembuhkan

Ayat 35 mengatakan,“Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kele-mahan.” Setiap penyakit dan kelemahan dalam ayat ini me-lambangkan penyakit rohani.

B. Raja Tergerak Hati-Nya oleh Belas Kasihan karena Mereka seperti Domba Tanpa Gembala

Ayat 36 mengatakan,“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” Ini menunjukkan bahwa Raja Surgawi menganggap orang-orang Israel sebagai domba dan diri-Nya sebagai Gembala. Ketika Kristus datang kepada orang-orang Yahudi untuk kali pertama, mereka seperti orang kusta, orang lumpuh, orang yang kerasukan setan, dan segala ma-cam orang yang kasihan, karena mereka tidak mempunyai gembala untuk merawat mereka. Kini dalam ministri raja-ni-Nya, untuk mendirikan Kerajaan Surgawi-Nya, Dia me-layani mereka bukan hanya sebagai seorang Tabib, tetapi juga sebagai Gembala, seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 53:6 dan 40:11.

Di tengah-tengah situasi yang dilukiskan dalam ayat 36 Tuhan mewahyukan diri-Nya sebagai gembala. Ini me-rupakan wahyu lebih lanjut. Dia tidak hanya Tabib dan Mempelai Laki-laki, tetapi juga gembala. Tanpa kelanjutan ministri-Nya yang lebih jauh, suasana lingkungan ini tidak akan muncul. Karena itu, sekali lagi kita nampak bahwa supaya Kristus terwahyu kepada kita, kita harus mempu-nyai ministri yang mendatangkan suasana lingkungan tertentu. Perjamuan besar yang dihadiri oleh pemungut cu-kai dan orang berdosa mendatangkan suatu kesempatan yang amat baik bagi Tuhan untuk mewahyukan diri-Nya sebagai Tabib. Di samping itu suasana lingkungan di mana banyak orang sedang bersukaria dan berpesta, memberi Tuhan kesempatan untuk mewahyukan diri-Nya sebagai Mempelai Laki-laki, kain yang baru, anggur yang baru, dan kantong kulit yang baru. Kemudian dalam ayat 36 ketika Tuhan tergerak hati-Nya oleh belas kasihan karena melihat banyak orang yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala, Ia dapat mewahyukan diri-Nya sebagai gembala.

C. Banyak Tuaian, tetapi Pekerja Sedikit

Dalam ayat 37 Tuhan berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Raja sur-gawi menganggap orang-orang bukan hanya sebagai domba, tetapi juga sebagai tuaian. Domba memerlukan penggemba-laan dan tuaian perlu dituai. Meskipun para pemimpin bangsa Israel sudah menolak Raja surgawi, masih ada se-jumlah orang di antara orang banyak itu yang perlu dituai.

D. Mintalah kepada Tuan yang Punya Tuaian,

supaya Dia Mengirimkan Pekerja-pekerja untuk Tuaian Itu

Raja kerajaan surgawi menganggap diri-Nya bukan ha-nya sebagai Gembala domba, tetapi juga Tuan yang punya tuaian. Kerajaan-Nya didirikan dengan hal-hal hayat yang dapat bertumbuh dan berlipat ganda. Dialah Tuan yang pu-nya tuaian ini. Kita adalah kawanan domba juga tuaian. Kawanan domba terdiri atas binatang-binatang hidup, dan hasil tuaian adalah padi-padian dan sayur mayur yang hi-dup. Di bawah tangan Tuhan Yesus, tidak ada sesuatu yang mati. Ia tidak mempedulikan benda-benda mati, tetapi benda-benda hidup. Segala sesuatu yang Raja surgawi per-hatikan adalah benda-benda yang hidup.

Kita semua perlu nampak visi Tuhan Yesus sebagai Tuan yang punya tuaian. Dalam ayat 38 Tuhan memberi tahu kita agar meminta kepada Tuhan yang punya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pertama-tama, dalam ekonomi-Nya, Allah mempunyai suatu rencana untuk dirampungkan, kemudian umat-Nya perlu meminta-Nya, berdoa kepada-Nya mengenai hal ini. Dalam menjawab doa mereka, Dia akan merampungkan apa yang mereka doakan mengenai rencana-Nya. Sering kali ketika kita memerlukan pekerja-pekerja, kita berteriak minta ban-tuan. Tetapi mulai hari ini, ketika Anda memerlukan pe-kerja-pekerja, Anda wajib pertama-tama berdoa kepada Tuan yang punya tuaian dengan berkata, “Tuhan inilah tuaian-Mu. Engkaulah Tuan yang punya tuaian. Kami berseru kepada-Mu untuk minta pekerja-pekerja bagi tuaian-Mu itu. Tuhan, utuslah lebih banyak pekerja untuk menuai tuaian-Mu.” Berdoa seperti ini akan berbeda. Berdoa sedemikian berarti kita telah nampak suatu visi bahwa Kristus kita, Sang Rajani, Sang Gembala, ialah Tuan yang punya tuaian. Bila Anda berdoa agar Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian-Nya, Anda sangat menghormati-Nya. Ini sangat berbeda dengan memanggil orang untuk membantu Anda dalam pekerjaan Anda! Bila Anda berbuat demikian, berarti Anda tidak menghormati Kristus sebagai Tuan yang punya tuaian. Itu hanya merupakan masalah pekerjaan Anda, bukan tuaian-Nya. Dengan demikian Anda sudah men-jadi tuan pekerjaan itu dan Dia tidak Anda hargai sebagai Tuan yang punya tuaian. Karena itu, kita perlu berseru kepada-Nya dan mengatakan, “Tuhan, Engkaulah Tuan yang punya tuaian. Pekerjaan dalam ladang ini adalah milik-Mu, dan tuaian ini adalah milik-Mu juga. Kami berseru kepada-Mu bagi tuaian-Mu. Tuhan, utuslah pekerja-pekerja-Mu.”

Baru-baru ini, seorang saudara memberi tahu saya bahwa hidup gereja di tempatnya sangat indah dan meminta saya untuk berkunjung ke sana. Sekalipun pembicaraan saudara ini sangat baik, namun agak alamiah. Tanpa visi apa pun. Saudara ini tidak seharusnya mengundang saya, melainkan ia harus berdoa, “Tuhan, gereja di tempatku adalah tuaian Raja surgawi. Tuan yang punya tuaian, aku berseru kepa-da-Mu untuk mengirimkan pekerja-pekerja.” Gereja di tem-pat Anda itu tuaian Anda atau tuaian-Nya? Jika itu tuaian Tuhan, Anda tidak berhak memanggil orang lain bekerja di sana! Berbuat demikian berarti melanggar kehormatan Tuhan. Dalam berbuat demikian Anda gagal mengenal bahwa Anda bukan Tuhan. Dialah Tuhan yang punya tuai-an. Satu-satunya perkara yang dapat Anda lakukan ialah memohon Dia untuk mengutus pekerja-pekerja. Kita me-merlukan wahyu yang lebih lanjut tentang aspek Tuhan ini.

Saya percaya bahwa kedua belas murid berdoa menu-rut firman Tuhan. Walaupun Alkitab tidak memberi tahu kita demikian, tetapi saya percaya bahwa mereka benar-benar berdoa. Dalam Alkitab terdapat sebuah prinsip bahwa ketika Anda berdoa kepada Tuhan untuk sesuatu, Tuhan akan mengutus Anda untuk menggenapkan apa yang telah Anda doakan. Kedua belas murid berdoa kepada Tuhan yang empunya tuaian agar Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja, dan Tuhan menjawab doa mereka dengan mengutus mere-ka pergi. Siapa yang berdoa akan menjadi yang diutus. Mi-salnya, Anda mungkin berdoa kepada Tuhan akan kurang-nya penatua (Namun, janganlah berdoa menurut ambisi Anda. Tuhan tidak akan menjawab doa sedemikian). Anda semata-mata berdoa, “Tuhan, sangat diperlukan adanya pe-natua.” Setelah sejangka waktu Tuhan mungkin berkata, “Bagaimana dengan kamu?” Inilah prinsipnya. Kedua belas murid berdoa, akhirnya kedua belas murid itu diutus pergi!

II. PEMILIHAN DAN PENGUTUSAN PEKERJA

Dalam 10:1-4 terdapat pemilihan dan pengutusan kedua belas rasul. Sebelum pasal 10 Tuhan melaksanakan ministri rajani-Nya sendirian. Tetapi mulai dari pasal ini, kedua be-las rasul itu ditambahkan untuk perluasan, perkembangan ministri itu.

A. Memberi Mereka Kuasa untuk Mengusir Setan dan Menyembuhkan Orang Sakit

Ayat 1 mengatakan, “Yesus memanggil kedua belas mu-rid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan.” Di sini kuasa untuk meng-usir roh-roh najis dan menyembuhkan orang sakit merupa-kan pencicipan akan kuasa dari zaman yang akan datang (Ibr. 6:5), yaitu kuasa dari masa seribu tahun, yang di dalam-nya semua setan diusir dan semua orang sakit disembuhkan (Yes. 35:5-6).

B. Mengutus Mereka Berdua-dua

Dalam ayat 2-4 disebutkan nama dua belas rasul. Rasul adalah orang yang diutus. Kini kedua belas murid ini (ayat 1) diutus, karena itu mereka telah menjadi kedua belas rasul. Dalam mengutus kedua belas rasul itu, Tuhan telah mengatur mereka berpasangan: Simon Petrus dengan Andreas, Yakobus dengan Yohanes, Filipus dengan Bartolomeus, Tomas dengan Matius, Yakobus anak Alfeus dengan Tadeus, dan Simon orang Zelot dengan Yudas Iskariot. Kita perlu terkesan dengan prinsip ini. Kita semua wajib berpa-sangan. Tidak ada satu pun di antara kita terutama anak-anak muda, boleh pergi ke mana-mana sendirian. Kita perlu seorang lain untuk berpasangan dengan kita. Lihatlah ma-ta Anda, telinga Anda, lubang hidung Anda, bibir, bahu, lengan, tangan, kaki, dan telapak kaki kita: anggota tubuh Anda diatur berpasangan. Ketika Anda mendapat beban dari Tuhan untuk pergi ke suatu tempat, janganlah pergi sendiri. Sebaliknya, pergilah berpasangan. Jika tidak ada orang yang berpasangan dengan Anda, Anda akan kehilang-an berkat. Untuk menerima berkat, Anda harus berpa-sangan. Ini bukan opini saya, melainkan ekonomi Tuhan. Karena itu kita semua wajib belajar berpasangan dengan orang lain.

Injil Markus dan Injil Lukas mencantumkan Matius sebelum Tomas (Mrk. 3:18; Luk. 6:15), tetapi Matius, pe-nulis kitab ini, mencantumkan dirinya setelah Tomas. Ini menunjukkan kerendahan hatinya. Dalam ayat 3, Matius secara khusus menyebut dirinya “pemungut cukai”, mung-kin ia mengingat keselamatannya dengan penuh syukur. Pemungut cukai yang diremehkan dan penuh dosa sekali-pun bisa menjadi seorang rasul Raja kerajaan surgawi. Keselamatan yang benar-benar luar biasa!

Simon orang Zelot berpasangan dengan Yudas Iskariot, orang yang mengkhianati Tuhan. Iskariot ialah kata Yunani, yang mungkin berasal dari Ibrani, yang berarti seorang Keriot. Keriot berada di Yehuda (Yos. 15:25). Jadi, Yudas ada-lah satu-satunya rasul dari Yudea, yang lain berasal dari Galilea.

III. JALAN UNTUK MENYEBARLUASKAN

INJIL KERAJAAN KE RUMAH ISRAEL

A. Raja Mengutus Dua Belas Rasul

Hanya ke Rumah Israel

Dalam 10:5-15 terdapat jalan untuk menyebarluaskan Injil kerajaan ke rumah Israel. Dalam ayat 5 dan 6 kita nampak bahwa Tuhan Yesus menyuruh kedua belas rasul bukan masuk ke dalam bangsa-bangsa atau ke dalam Kota Samaria, melainkan hanya ke “domba yang hilang dari ru-mah Israel”. Bangsa-bangsa ialah orang kafir, sedangkan orang Samaria merupakan perbauran antara orang kafir dengan orang Yahudi (2 Raj. 17:24; Ezr. 4:10; Yoh. 4:9).

Kedua belas rasul diutus hanya ke rumah Israel dan dipesan agar tidak pergi kepada bangsa lain atau kepada orang Samaria. Mereka yang diutus oleh Tuhan mendapat kuasa dari Tuhan. Ketika Tuhan mengutus kedua belas murid itu, Dia memberi mereka kuasa. Ketika kita diutus, kita harus percaya bahwa kuasa Tuhan menyertai kita.

B. Memberitakan Bahwa Kerajaan Surga Sudah Dekat

Ayat 7 mengatakan, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.” Bahkan sampai saat ini, walaupun Ke-rajaan Surga belum datang, tetapi sudah dekat.

C. Menggunakan Kuasa Kerajaan

Ketika mereka diutus pergi memberitakan Kerajaan Surga, para rasul diberi kuasa untuk melenyapkan penyakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan (ayat 8). Mereka boleh menggunakan kuasa demikian dalam misi mereka.

D. Seorang Pekerja Patut Mendapat Upahnya

Dalam ayat 9-10 Tuhan berkata, “Janganlah kamu mem-bawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggang-mu. Janganlah kamu membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, ka-sut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat naf-kahnya.” Kedua belas rasul (diutus ke rumah Israel, bukan kepada orang bukan Yahudi), sebagai pekerja yang patut mendapat makanan mereka, tidak perlu membawa barang-barang keperluan mereka. (Namun, pekerja Tuhan yang di-utus kepada orang bukan Yahudi tidak seharusnya mengam-bil sesuatu dari orang bukan Yahudi — 3 Yoh. 7). Prinsip ini berubah setelah Tuhan sepenuhnya ditolak oleh rumah Israel (Luk. 22:35-38).

E. Membawakan Damai Sejahtera ke Tempat Mereka Berkunjung

Ayat 12-13 mengatakan, “Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak me-nerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, sa-lammu itu kembali kepadamu.” Ketika Tuhan mengutus kita, kita mempunyai penyertaan-Nya, yaitu damai sejahte-ra. Ke mana pun Tuhan mengutus kita, kuasa, penyertaan Tuhan, dan damai sejahtera mengikuti kita. Inilah sebab-nya Tuhan memberi tahu murid-murid untuk mencari seseorang yang layak menerima damai sejahtera yang me-reka sampaikan. Dia seolah-olah berkata, “Lihatlah siapa yang patut mendapat damai sejahteramu. Jika mereka ti-dak menerima kamu, damai sejahteramu akan pergi bersama kamu ke mana kamu pergi.” Ini sangat berarti. Menerima rasul, orang utusan Tuhan, berarti menerima penyertaan Tuhan dan damai sejahtera. Menolak mereka berarti me-nolak penyertaan Tuhan dan damai sejahtera. Diutus oleh Tuhan bukan masalah yang tidak penting. Sebagai orang yang diutus, kita menjadi wakil Tuhan. Kita mempunyai kuasa-Nya, penyertaan-Nya, dan damai sejahtera-Nya. Ke mana saja kita pergi, kita membawa hal-hal ini beserta kita. Si-apa saja yang menerima kita akan memperoleh penyertaan Tuhan dan berkat Tuhan. Dengan cara inilah ministri Raja disebarluaskan.

F. Penghakiman terhadap Orang-orang yang Menolak

Dalam ayat 14-15 Tuhan berkata, “Apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan ke-baskanlah debunya dari kakimu. Sesungguhnya Aku ber-kata kepadamu: Pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.” Ini menunjukkan bahwa penghukuman yang berasal dari penghakiman Allah berbeda-beda tingkatannya. Meno-lak rasul-rasul Tuhan dan perkataan mereka akan menda-tangkan lebih banyak penghukuman daripada dosa Sodom dan Gomora.

Inilah jalan memperluas ministri Raja. Ministri Raja telah disebarluaskan dari perjalanan satu orang ke perjalan-an dua belas orang. Penyebarluasan ini akan menghasilkan suasana lingkungan lain untuk kelanjutan wahyu Raja sur-gawi. Kita akan nampak suasana lingkungan ini dan wahyu dalam pasal 10 dan 12. Kita bersyukur kepada Tuhan ka-rena ministri-Nya, karena kesinambungan ministri-Nya, dan terutama untuk perluasan ministri-Nya. Melalui minis-trilah lingkungan itu didatangkan untuk pewahyuan Kristus rajani.