← Daftar isi Kekakauan dan Ketenangan Melaksanakan Hidup Gereja yang Umum · bab 2/4

PROBLEM HAKIKI DI ANTARA KITA

Dalam persekutuan ini saya ingin membahas problem hakiki di antara kita.

PERKATAAN SINGKAT

MENGENAI SEJARAH PERGERAKAN TUHAN

DALAM PEMULIHANNYA

Terlebih dulu, saya berbeban bersarna kalian membahas sejarah pemulihan Tuhan yang sebenarnya. Allah kita adalah Allah yang bekerja. Setelah Dia bekerja menciptakan alam semesta, Dia terus bekerja melalui zaman demi zaman. Setiap zaman adalah suatu pengaturan. Dalam setiap zaman, cara Allah bekerja seialu berbeda. Misalnya, pada zaman Abraham Allah bekerja menurut janjiNya. Kemudian pada zaman Musa, zaman hukum Taurat, Allah bekerja menurut hukum Taurat. Hari ini dalam zarnan ini, Allah masih bekerja. Kita tidak percaya bahwa sekarang kita berada dalam zaman kesunyian tanpa pekedaan Allah. Hari ini kita berada dalam zaman akhir ciptaan lama Allah, dan Allah benar-benar sedang bekerja.

Menurut seluruh Alkitab, Allah bekerja terutama oleh dan dengan firmanNya. Pekerjaan Allah dilakukan oleh perkataan Allah. Allah menciptakan alam semesta dengan mengatakan sesuatu hingga terjadilah sesuatu. Dia berfirman maka semuanya jadi; Dia memberi perintah maka semuanya ada (Mzm. 33:9). Apapun yang Allah katakan, semuanya terjadi. Pekedaan Allah adalah perkataan Allah.

Dalam latihan baru-baru ini tentang Yosua, Hakim-hakim, dan Rut, saya menunjukkan bahwa seperti kedua belas suku Israel, demikian juga terdapat dua belas suku di antara umat pilihan Perjanjian Baru Allah, "Israel Allah" yang sejati (Gal. 6:16). Dalam seluruh Perjanjian Baru, Allah senantiasa berbicara kepada umat pilihanNya. Tak diragukan lagi, Allah berbicara kepada rasul-rasul yang pertama. Kemudian Allah berbicara kepada bapa-bapa gereja, kepada kaum martir di bawah kekaisaran Roma, dan kepada tokoh-tokoh reformasi sejak dari kekaisaran Roma sampai zaman Reformasi. Kemudian terutama dalam zaman Reformasi, Allah berbicara kepada Martin Luther. Dia kemudian berbicara kepada kaum mistik, saudara-saudara Moravia, Kaum Saudara Inggris, orang-orang Kristen hayat batini, Kristen Injili, dan Kristen Pentakosta. Hari ini Dia berbicara kepada suku kedua belas, pemulihan Tuhan, yang telah memulihkan kembali wahyu Perjanjian Baru kepada rasulrasul yang pertama. Pemulihan Tuhan dapat dianggap sebagai suku Lewi, yaitu suku yang menikmati semua bagian yang tertinggi, khusus, dan istimewa, dari kesebelas suku lainnya. Kita menikmati semua pengalaman atas Kristus dalam kesebelas suku lainnya termasuk rasul-rasul yang pertama, bapa-bapa gereja, kaum martir, kaum reformasi, kaum Protestan, kaum mistik, kaum Moravia, kaum Saudara, kaum Kristen hayat batini, kaum Injili, dan kaum Pentakosta.

Pemulihan Tuhan di antara kita dimulai oleh saudara Watchman Nee. Allah membangkitkan satu orang muda dalam suatu negara kafir yang menyembah dan memuja berhala, kuno, konservatif, yang merupakan ras terbesar di bumi. Perkataannya mengejutkan semua misionaris. Mereka heran bahwa seorang pemuda Cina dapat membicarakan firman Allah dengan cara yang luar biasa. Allah memakai dia untuk berbicara di antara kita selama tiga puluh tahun, dari 1922 sampai 1952, yakni hingga tahun dia dipenjarakan.

PROBLEM HAKIKI DI ANTARA KITA

Tidak Mengakui Pembicaraan Allah

Masalah yang pertama di antara kita hari ini berkaitan dengan pengakuan terhadap pembicaraan Allah. Saya tidak pernah mengatakan bahwa orang lain tidak boleh berbicara dan bahwa saya adalah satu-satunya pembicara. Saya tidak pemah mengatakan bahwa ministri saya adalah ministri yang satu-satunya. Saya telah berkali-kali menjelaskan dengan tulisan-tulisan saya, bahwa bila saya berkata "ministri itu," ini mengacu kepada ministri Perjanjian Baru, bukan hanya ministri saya. Bila ministri saya adalah bagian dari ministri itu, maka saya sangat berterima kasih kepada Allah. Problem di antara kita yang pertama adalah karena kita mengesampingkan pernbicaraan Allah.

Tidak Mengakui Kepemimpinan

Tidak mengenal kepernimpinan juga merupakan problem di antara kita. Dalam setiap zaman di mana Allah bekerja melalui pembicaraNya, selalu ada seorang pemimpin. Dalam zaman hukumTaurat, Musa adalah pemimpinnya. Setelah Musa, Yosua menjadi pernimpin. Sebenamya, kepernimpinan bukanlah orangnya. Kepernimpinan adalah pembicaraan Allah. Semua orang dalam zaman hukum Taurat sebenamya tidak mengikuti Musa. Pada realitasnya, mereka mengikuti firman Allah yang dikatakan oleh Musa. Dulu saya seialu bersama saudara Watchman Nee. Kami sealu menganggap dia sebagai otoritas, karena firman Allah datang kepada kami melalui dia. Maka, bukan dia yang memegang pimpinan, melainkan pernbicaraan Allah. Firman Allah adalah kepernimpinan.

Sekitar lima belas tahun yang lalu, semua gereja-gereja di bumi menghormati kepernimpinan pembicaraan Allah. Tetapi ada satu pemberontakan yang menaruh tanda tanya kepada kepernimpinan. Mereka yang memimpin pemberontakan belakangan ini bukan hanya menaruh tanda tanya kepada kepemimpinan, bahkan berusaha sedapatnya dan juga terus-menerus berusaha untuk menggulingkan kepemimpinan.

Ketika saya masih di daratan Cina, saudara Watchman Nee adalah sasaran semua serangan. Hari ini saya sulit sekaii untuk berbicara, sebab sayalah yang menjadi sasaran. Kepernimpinan di antara kita telah diabaikan, dan bahkan ada beberapa orang yang ingin menggulingkannya.

Ingin Melakukan Pekerjaan Sendiri

dalam Pemulihan

Problem ketiga dimulai sejak masa saudara Watchman Nee. Beberapa orang saleh menerima pemulihan dan masuk ke dalam pemulihan, tetapi mereka ingin melakukan pekerjaan mereka sendiri dalam pemulihan. Ada seorang sekerja yang berusaha mempromosikan, menonjoikan ministrinya sendiri, tetapi gereja-gereja di sekitarnya tidak mau melaksanakannya. Para pewajib di sana berkata bahwa kelihatannya gereja-gereja di sana dibangun oleh sekerja itu, tetapi sebenamya mereka dibangun oleh elemen ministri saudara Lee. Saya mengadakan beberapa sidang pelatihan para penatua secara mendadak, karena saya menyadari adanya kecenderungan untuk tedadi perpecahan di antara kita akibat beberapa orang yang ingin melakukan pekerjaannya sendiri dalam pemulihan. Mereka menggunakan "iktikad baik", faedah dari pemulihan untuk melakukan pekedaan mereka sendiri.

Pelaksanaan Kita dalam Pemulihan Tuhan

Tidak Cukup Kuat

Problem lain di antara kita ialah pelaksanaan kita dalam pemulihan Tuhan tidak cukup kuat. Dalam pelaksanaan hidup gereja kita, kita telah mengesampingkan kebenaran-kebenaran dasar dalam pemulihan. Kita hanya memperhatikan kondisi, tetapi tidak memperhatikan fondasi. Kta tidak menekankan dan melaksanakan butir- butir penting dari kebenaran-kebenaran dasar dalam pemulihan Tuhan, seperti mengalami Tritunggal Ilahi yang telah melalui proses, kenikmatan atas Kristus yang aimuhit dan yang luas tak terbatas, secara penuh limpah menerapkan Roh almuhit yang telah rampung sempuma, dengan tegas menjaga kesatuan Tubuh Kristus yang unik, dengan tepat melaksanakan gerejagereja lokal di atas pendirian lokal yang tepat, dan sebagainya. Ini adalah kelemahan yang fatal dalam pelaksanaan pemulihan Tuhan. Kita harus lebih kuat dan tegas dalam hal kebenaran-kebenaran dasar yang disebut di atas ketika melaksanakan pemulihan Tuhan.

Tidak Memperhatikan Disiplin

Problem kelima ialah Idta tidak memperhatilian disiplin. Disiplin adalah untuk menghindari segala penyebab kesulitan dan kerepotan. Selain para penentang yang di luar kita, juga ada kekacauan di dalam kita. Karena orang-orang itu berusaha membuat perpecahan di antara kita dan berusaha membuat orang lain tersandung, lalu apa yang harus kita lakukan? Menurut pengajaran para rasul, kita harus menghindari mereka dan tidak membiarkan. Itulah sebabnya saya terpaksa menerbitkan "Peragian Pemberontakan Belakangan Ini."

Dalam Perjanjian Lama ada contoh orang yang menderita kusta. Adik perempuan Harun menderita kusta dan dia dikarantina (Bil. 12:9-16). Musa dan Harun harus menolak hubungan dan kasih alamiah mereka agar dapat menaati perkataan Allah untuk menanggulangi Miriam. Menurut contoh dalam Perjanjian Lama, siapa yang menderita kusta itu ditentukan oleh keputusan imam, imam adalah orang yang mengenal hukum Taurat (firman Allah yang tertulis), dan yang memiliki firman seketika menurut Urim dan Tumim (1m. 13). Tidaklah mudah bagi seorang imam untuk membedakan apakah seseorang itu kena kusta atau tidak. Mungkin ada orang yang terkena kusta, namun orang lain tidak dapat mengetahuinya. Mungkin ada orang lain kelihatannya seperti terkena kusta, namun sebenamya tidak. Hanya orang yang tepat, yakni orang yang memiliki firman Allah yang tertulis dan firman yang hidup, memiliki daya pembeda untuk menentukan apakah seseorang itu menderita kusta.

Dalam buku "Peragian Pemberontakan Belakangan Ini," saya menyinggung hanya empat nama dari mereka yang harus dikarantina. Gereja-gereja di California, Malaysia Barat, dan Taiwan juga mengirim sebuah surat terbuka untuk mengkarantina mereka. Dalam perkara ini kita menjamah kebenaran yang besar, kebenaran Tubuh. Apakah kita menghormati Tubuh? Gereja-gereja di California, Malaysia Barat, dan Taiwan adalah bagian-bagian dari Tubuh. Bukankah kita harus menghormati mereka dan menghargai perasaan mereka? Tetapi banyak yang tidak jelas dan tidak kuat dalam berpegang pada kebenaran ini, yaitu mempertahankan perasaan Tubuh yang terdiri dari semua gereja-gereja.

Kita harus jelas dan kuat dalam kebenaran, dan kita harus melaksanakan kebenaran. Kita harus melaksanakan kebenaran dalam Roma 16:17 dan Titus 3: 10. Apapun yang kita lakukan semuanya melibatkan Tubuh, karena itu kita harus memelihara kebenaran. Satu-satunya penyelamat untuk situasi ini adalah mereka yang setia harus kembali kepada kebenaran. Kita harus menjadi para pemenang, menjadi orang yang mengatasi situasi ini. Kta harus kembali kepada kebenaran untuk melaksanakan pemulihan dalam jalan pemulihan menurut Firman Tuhan, bukan menurut apa yang kita pikirkan atau apa yang kita rasakan.