KEKAKAUAN DAN KETENANGAN MELAKSANAKAN HIDUP GEREJA YANG UMUM
Pemulihan Tuhan datang melalui saudara Watchman Nee. Sudah bertahun- tahun kita mempelajari bahwa kita tidak seharusnya mencoba mempersatukan kaum saleh. Pada pennulaan pemulihan Tuhan di Amerika Serikat di Elden Hall, umat Pentakosta kadang-kadang datang ke tengah-tengah kita dan berbicara dalam bahasa roh. Kemudian saudara-saudara pewajib memandang saya dan mengharapkan saya berbuat sesuatu, tetapi saya memberitahu mereka agar mereka jangan berbuat apa- apa. Saya berkata, "Karena mereka adalah orang-orang Pentakosta, biarkanlah mereka menjadi Pentakosta. Bila mereka senang berbahasa roh, biarkanlah mereka berbahasa roh." Inilah yang kita maksudkan bahwa kita perlu melaksanakan hidup gereja yang umum, seperti yang saya persekutukan dalam buku bedudul "The Speciality, Generality, and Practicality of the Church Life" (Kekhususan, Keumuman, dan Kepraktisan Hidup Gereja). Berita-berita dalam buku itu disampaikan pada musim panas tahun 1971.
Karena kita bukan denominasi, melainkan umum, maka saudara-saudara yang datang ke dalam pemulihan Tuhan mempunyai kebebasan untuk melaksanakan apa saja yang mereka inginkan. Kita tidak perlu mengontrol mereka. Setiap denominasi memiliki kredo (pernyataan iman) dan kepercayaan mereka tersendiri. Berdasarkan kredo dan kepercayaan mereka itu, mereka mengontrol umatnya. Di antara kita tidak ada hal seperti itu. Kepercayaan kita adalah di dalam Tuhan sebagai Roh itu dan hayat di dalam, kaum imani. Sudah bertahun-tahun kita menyampaikan banyak berita tentang Tuhan sebagai Roh itu yang berhuni di dalam kita, sehingga kita dapat menikmati hayatNya untuk menampilkan Dia.
Rasul Paulus adalah seorang yang sangat "umum" dalam, pelaksanaannya. Dia begitu umum sehingga dia bahkan dapat diyakinkan oleh Yakobus untuk masuk ke dalam bait demi membantu orang lain dalam menggenapi sumpah Nazir (Kis. 21:18-26). Dalam hal ini Paulus bertindak terlalu jauh, sehingga Tuhan datang menimbulkan keributan besar untuk menghentikannya. Tuhan tidak bisa membiarkan Paulus berpartisipasi dalam, praktik agama Yahudi yang ketat seperti misainya sumpah Nazir. Tuhan menghentikan Paulus agar kebenaran Injil terpelihara dengan jelas bagi generasi berikutnya. Walaupun demikian, hal ini memperlihatkan bahwa Paulus adalah seseorang yang sangat umum di dalam hidup gereja.
Saya telah berbicara dalam gereja selama 61 tahun, yakni sejak tahun 1932. Dalam tahun-tahun tersebut, saya telah melalui banyak hal, karena itu peristiwa kekacauan baru-baru ini yang terjadi di antara kita, bukaniah pengalaman baru bagi saya. Pemberontakan dan oposisi seperti itu telah terjadi berkali-kali dalam Perjanjian Baru, juga dalam sejarah kita. Paulus dituduh berbuat curang terhadap orang lain (II Kor. 12:16); Tuhan Yesus ditipu; kita juga dituduh berbuat curang dengan tuduhan-tuduhan yang palsu. Namun kita tetap harus melaksanakan pelaksanaan yang umum dan kita tidak mau berbuat sesuatu untuk mengontrol orang lain. Paulus tidak berusaha untuk mengontrol, demikian juga kita.
MENJADI SEDERHANA DAN TULUS
DI TENGAH KEKAUAN
Bila tedadi suatu kekacauan, kita harus belajar untuk menjadi sederhana dengan cara tinggal bersama pohon hayat dan menjauhi segala sesuatu yang berhubungan dengan pohon pengetahuan tentang baik dan jahat. Pengajaran dalam Kekristenan mengatakan, bila Anda ingin menjadi seorang pengkhotbah, Anda perlu mengenal orang yang akan Anda khotbahi; tetapi pelaksanaan kita berbeda dengan hal ini. Kadang-kadang sebelum pergi ke suatu ternpat, beberapa sekeda bertanya kepada saya tentang apa yang harus mereka lakukan dan apa yang saya ketahui tentang orang-orang di sana. Saya memberitahu mereka bahwa bila mereka memiliki beban dari Tuhan dan merasa dipimpin oleh Tuhan, maka mereka harus pergi dan mengatakan apa yang Tuhan tunjukkan kepada mereka. Mereka tidak boleh berusaha mengetahui apa-apa, lebih baik tidak tahu apa-apa. Kita sudah belajar bahwa yang paling baik adalah menjadi sederhana, tulus, tidak berbelit-belit, menjauhi pohon pengetahuan tentang baik dan jahat.
Kekacauan baru-baru ini timbul terutama untuk menjatuhkan saya. Orang- orang tertentu memutuskan untuk menjatuhkan saya, bahkan untuk mengusir saya. Sekarang mereka sedang berusaha mengkhotbahkan doktrin-doktrin mereka untuk mencapai tujuan mereka. Mereka terus-menerus berusaha dalam kekacauan ini, tetapi saya tidak berbuat apa-apa. Sejak permulaan, saudara Watchman Nee dan saya telah belajar untuk tidak mempedulikan hal-hal yang negatif itu.
EKONOMI ALLAH TERAMPUNGKAN
MELALUI PENGACAUAN IBLIS
Rasul Paulus juga mengalami pengacauan, perusuhan, dan pemberontakan dalam gereja. Dalam Pedanjian Baru tidak ada gereja yang sempurna. Sebaliknya, gereja-gereja dalam Perjanjian Baru itu penuh dengan masalah-masalah. Betapa mengecewakan keadaan dalam 2Timotius! Di sana Paulus berkata, bahwa mereka yang berada di Asia telah berpaling dari ministrinya (1:15). Hanya sekelompok kecil saudara-saudara, termasuk Timotius, yang tinggal bersama dia untuk merawat dia. Tetapi ketika dia akan mati martir, dia masih sangat kuat. Dia berkata, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran, yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya..." (4:7-8). Paulus memiliki keyakinan bahwa sebuah mahkota telah dipersiapkan baginya. Dia tidak kecewa.
Paulus menyelesaikan amanat yang dari Tuhan, dan sepenuhnya merampungkan dan menyelesaikan ministrinya. Itulah sebabnya selama berabad- abad setiap orang Kristen yang sungguh-sungguh mencari Tuhan sangat menghargai keempat belas surat-suratnya. Di antara kedua puluh tujuh kitab Perjanjian Baru, yang paling membantu adalah kitab yang ditulis Paulus - Roma, 1 dan 2Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2Tesalonika, I dan 2Timotius, Titus, Filemon, dan Ibrani. Kita semua sungguh berhutang kepada Paulus.
Saudara Watchman Nee pernah berkata, bahwa di antara dua belas orang yang dipilih Tuhan Yesus terdapat Yudas. Bila kita yang menjadi Tuhan Yesus, kita tidak akan pernah memilih Yudas. Dua belas orang yang kita pilih pastilah orang-orang yang top. Tetapi Tuhan memilih Yudas, si anak binasa, di antara dua belas orang itu. (Yoh. 17:12). Ini memperlihatkan bahwa penderitaan kita hari ini tidak berbeda dengan apa yang diderita Tuhan Yesus dan apa yang diderita para rasul, terutama Paulus. Dalam aspek ini saya sangat menyukai 2Timotius. Kitab itu sangat menghibur saya.
Kita tidak dapat mengharapkan hal-hal yang lebih baik daripada yang telah Paulus alami dalam pekedaannya. Namun kita perlu menyadari bahwa melalui semua situasi yang merosot dan kacau ini, gereja tetap mendapatkan faedah. Dalam bulan Mei 1992, saya telah menyampaikan berita yang beductul "Kekacauan Setani dalam Ciptaan Lama dan Ekonomi Ilahi untuk Ciptaan Baru." Kita melihat dalam berita-berita tersebut bahwa kekacauan-kekacauan yang berasal dari musuh sebenarnya membantu ekonomi Allah. Tanpa Yudas, Tuhan tidak akan dikhianati dan diserahkan ke tangan orang Farisi untuk menggenapi penyalibanNya. Keadaan Yudas saat itu berada di bawah kedaulatan Allah untuk membantu Allah merampungkan ekonomiNya. Dengan cara yang sama, meialui kekacauan baru-baru ini kita juga mengalami pendisiplinan, pendidikan, pengoreksian, dan banyak di antara kita yang diuji, distabilkan, dan diteguhkan, untuk kemajuan pergerakan Allah dalam ekonomiNya.
Sekarang kita perlu memikirkan bagaimana seharusnya sikap kita. Pertama, kita harus derni belaskasihan dan kasih karunia Tuhan, melati roh kita untuk memperhatikan Tuhan. Kedua, kita harus memperhatikan TubuhNya, yaitu gereja. Kita harus membedakan situasi, tidak mengharapkan setiap orang untuk mengikuti perasaan kita sendiri. Kitajuga harus dengan kuat melaksanakan hal-hal yang perlu dilaksanakan berdasarkan pimpinan Tuhan.
Saya telah berbicara lebih dari setengah abad, dan saya telah melewati banyak kesulitan, tetapi saya tidak pernah mengubah visi saya. Orang-orang tertentu menyebarkan berita-berita bohong bahwa Witness Lee itu benar sampai tahun 1984, tetapi mulai saat itu Witness Lee berubah dan perubahannya mempengaruhi sifat pemulihan. Maka, orang-orang itu ingin menjadi "pahlawan-pahlawan" yang menyelamatkan pemulihan Tuhan dari perubahan Witness Lee.
Dalam masa sekarang ini, kita harus meialui memperhatikan Tuhan dan memperhatikan TubuhNya, membedakan situasi yang sebenamya, agar kita hidup bagi kepentingan Tuhan. Tidak mudah bagi saya untuk menerbitkan buku yang berjudul "Peragian Pemberontakan Belakangan ini." Saya sangat lama mempertimbangkannya di hadapan Tuhan, apakah saya boleh atau tidak mengungkapkan, fakta tentang kekacauan dan pemberontakan yang didalangi oleh orang-orang itu. Banyak perkara yang telah terjadi yang masih merupakan suatu misteri bagi kaum saleh. Berdasarkan perasaan saya dalam Tuhan, akhirnya saya merasa terbeban untuk mengungkapkan semuanya kepada kaum saleh. Terhadap hampir setiap butir dalam buku itu saya memiliki bukti berupa tulisan atau kesaksian lisan.
Saya menulis buku mengenai pemberontakan belakangan ini berdasarkan prinsip Paulus dalam 2Timotius. Di sana dia menyinggung nama-nama yang merusak gereja dan ministri itu. Dia menyebut Himeneus dan Filetus sebagai orang- orang yang mengandaskan iman orang lain (2:17-18), dan dia menyebut Aleksander tukang tembaga sebagai orang yang melakukan banyak perkara jahat terhadap Paulus dan menentang Paulus (4:14- 15). Apa yang terjadi pada saya adalah suatu pengulangan dari apa yang tedadi pada saudara Wacthman Nee. Saya melihat hal ini ketika saya masih bersama dia. Perbedaannya adalah bahwa saat itu saudara Nee adalah sebagai "payung," sehingga payung yang melindungi ini akhimya menjadi sasaran. Sekarang setelah pemulihan datang ke dunia Barat, saya telah menjadi sasaran itu. Salah satu pemberontak itu mengatakan bahwa masalah yang sesungguhnya di antara kita adalah "filsafat seorang raja". Ini memperlihatkan bahwa saya telah rnenjadi sasaran oposisi mereka. Mereka masih terus berusaha mencapai tujuan mereka.
Setelah buku saya tentang pemberontakan belakangan ini diterbitkan, gereja-gereja di California mengeluarkan sebuah surat terbuka untuk memberitahukan bahwa mgmka telah mengalami banyak kerugian di Amerika Serikat akibat perpecahan yang dibuat oleh orang-orang itu. Para oknum pemecah itu mengadakan suatu sidang istimewa di Buena Park, dekatAnaheim, tanpa bersekutu dengan gereja-gereja di sekitamya dan mengadakan perjamuan Tuhan yang terpisah di Anaheim. Bagi kepentingan gereja-gereja, saya terpaksa menerbitkan "Peragian Pemberontakan Belakangan Ini," dan para penatua gereja-gereja di California juga terpaksa memberitahukan gereja-gereja di bumi ini tentang apa yang terjadi di California.
Gereja-gereja di Kanada dan Amerika Serikat terbuka untuk pemulihan Tuhan melalui ministri ini, tetapi saya telah mengalami penderitaan. Saya telah melihat saudara Wacthman Nee mengalami penderitaan yang sama. Dalam bulan Februari 1986, saya mengadakan pelatihan penatua secara mendadak; dalam pelatihan itu saya menekankan masalah kesehatian,dan juga dengan gamblang menjelaskan ajaranku (Lihat Pelatihan Para Penatua Buku 7, "Sehati Bagi Pergerakan Tuhan"). Saya mengatakan bahwa menjadi tentara itu berbeda dengan menjadi rakyat. Tidak semua orang dalam suatu negara menjadi tentara. Gideon akhirnya hanya memiliki 300 orang yang menjadi tentaranya (Hak. 7:7). Saya pergi ke Taipei tahun 1984 karena saya terbeban untuk membangkitkan suatu pasukan yang mau melaksanakan jalan yang ditetapkan Allah. Tetapi saya tidak bertujuan atau mengharapkan semua orang saleh dalam pemulihan dapat melakukan hal yang sama. Dalam pelatihan para penatua tahun 1986, saya menunjukkan bahwa bila ada yang memutuskan untuk tidak mengambil jalan ministri ini, mereka tetap merupakan anggota gereja dalam pemulihan. Namun saya juga meminta kepada mereka untuk tidak mengritik atau menentang, sebab hal ini dapat menimbulkan masalah dan perpecahan.
Saya pergi ke Taipei tahun 1984 dan memulai pelatihan di sana secara resmi pada tahun 1986. Ketika latihan itu dicanangkan, muncullah beberapa kabar bohong dan desas desus dari luar negeri. Ketika saya berbicara tentang kesehatian, banyak yang salah paham terhadap saya. Tapi walaupun ada masalah, kita tetap harus menjalankan pimpinan Tuhan. Kita juga harus melatih roh kita ditambah hikmat dari Tuhan untuk membedakan perkara-perkara dalam kekacauan baru-baru ini. Kita tidak boleh buta atau bodoh.
Kesimpulannya, kita harus nampak, bahwa apa yang telah kita alami semuanya sesuai dengan apa yang tercatat dalam Alkitab. Kita harus terhibur oleh hal ini. Tetapi untuk melaksanakan amanat Allah dan pimpinan Tuhan, kita harus setia, agar dapat membedakan apa yang harus kita terima dan apa yang tidak boleh kita terima, apa yang harus kita lanjutkan dan apa yang tidak boleh kita lanjutkan. Kita perlu membuang semua perkara negatif dan maju secara positif untuk melaksanakan hidup gereja sesuai dengan Alkitab. Bahkan bila ada beberapa orang dari tempat lain mengritik kita, kita tidak perlu menanggapinya. Akhirnya, bila hal ini benar-benar berasal dari Tuhan, Tuhan akan menyatakannya, dan banyak orang akan mendapatkan bantuan. Bila kita melakukan sesuatu secara positif, kita tidak perlu mempromosikannya. Kita hanya perlu melakukannya. Gereja-gereja di Taiwan dengan sederhana bedalan dengan Tuhan secara positif. Mereka tidak mempromosikan apa-apa atau menuduh siapa. Saya harap semua gereja-gereja dapat mengikuti contoh ini.
Beban saya adalah menyelesaikan pelajaran hayat seluruh Alkitab. Saya memerlukan dua, tiga tahun untuk melakukan hal ini. Saya juga berbeban untuk menyampaikan berita mengenai Roh dan hayat dalam sidang istimewa tahunan. Dalam Sidang Istimewa Hari Pemyataan Terima Kasih (Thanksgiving Day) tahun 1992, kita berbicara mengenai pendirian dan pembangunan Tubuh Kristus. Semua orang saleh perlu nampak hal ini, tetapi bagaimanapun Anda mengharapkan para saleh melihatnya, tidak banyak orang saleh yang dapat melihatnya. Selama berabad- abad banyak orang telah menerima bantuan dari tulisan-tulisan Paulus. Namun akhimya apa yang kita lihat hari ini adalah suatu agama yang besar dari Kekristerian dengan Katholikisme, Protestanisme, dan aliran Kaum Saudara. Namun Tuhan masih mendapatkan sesuatu, dan saya percaya bahwa firmanNya tidak akan sia-sia.
TUHAN MEMANGGIL PARA PEMENANG
Hari ini Tuhan memanggil para pemenang. Allah tidak mencapai hasil pada ras Adam, kemudian Dia mendapatkan Abraham. Pada ras Abraham, Dia juga tidak mendapatkan apa yang Dia inginkan, sehingga Dia berpaling kepada gereja. Namun setelah melewati hampir dua ribu tahun sejarah gereja, gereja kembali mengecewakan Tuhan. Sebab itu, dalam kitab terakhir dalam Alkitab. Tuhan memanggil para pemenang. Tuhan masih memelihara gereja-gereja, karena dalam Wahyu 2 dan 3 Dia mengoreksi dan membenahi gereja-gereja. Tidak semua dari kita yang berada dalam gereja pemulihan akan menjadi para pemenang. Tetapi keberadaan kita dalam gereja pemulihan akan menguatkan kita dan membantu kita dimatangkan untuk menjadi para pemenang.
Sebenarnya, kitab Wahyu adalah kitab mengenai para pemenang. Anak laki-laki dalam Wahyu 12, buah bungar dalam Wahyu 14, dan mereka yang menang yang berdiri di atas lautan kaca dalam pasal 15 adalah para pemenang. Kita tidak dapat menghindari kemerosotan, kekacauan, dan perpecahan, namun kita harus menjadi para pemenang. Kekacauan yang telah kita lihat di antara kita persis seperti yang diungkapkan dalam Perjanjian Baru. Tetapi kita perlu menyadari bahwa melalui semua kekacauan itu, Tuhan akan mendapatkan para pemenang dan merampungkan ekonomiNya.