← Daftar isi Orang yang Paling Lembut · bab 4/5

SUNAT

“Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga melalui kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh karena pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.”

Kolose 2:10-13

“Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: ‘Akulah Allah yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.’”

Kejadian 17:1

“Lagi firman Allah kepada Abraham: ‘Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap lakilaki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.’”

Kejadian 17:9-14

“Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham. Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.”

Kejadian 17:22-23

Mari kita baca Kolose 2:11: “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan tubuh yang berdosa.” Ini membuat kita mengetahui satu hal, yaitu orang Kristen telah menerima sunat yang bukan dilakukan oleh manusia. Artinya, orang Kristen dalam Kristus mempunyai satu bagian warisan, yaitu disunat di dalam Kristus. Mungkin ada orang tidak mengerti makna sunat, sebab itu kita harus kembali kepada Kejadian 17 untuk melihat hal ini sebentar, karena di sinilah kali pertama Alkitab membicarakan perkara sunat. Setelah mengerti apa yang dikatakan di sini, baru bisa mengerti apa yang dikatakan dalam Kolose 2.

Sebelum membicarakan sunat dalam Kejadian 17, kita harus terlebih dulu mengerti sedikit sejarah Abraham. Saat itu Abraham berusia sembilan puluh sembilan tahun (Kej. 17:1). Belasan tahun sebelumnya, yaitu sebelum dia berusia 86 tahun, Allah pernah berjanji satu hal kepada Abraham, yaitu akan memberi dia satu anak. Tidak saja berjanji memberi dia satu anak, juga menghendaki dia menjadi bapa satu bangsa. Abraham berpikir dirinya sudah tua, Sarah juga telah berhenti haidnya, sedikit pun tidak ada harapan. Lalu Sarah memberi usulan kepadanya, supaya dia mengambil Hagar sebagai gundiknya. Mereka ingin dengan daging membantu Allah, mengira dengan demikian bisa melahirkan anak. Abraham mendengarkan perkataan Sarah, pada umur 86, Abraham benar-benar melahirkan seorang anak laki-laki, yaitu Ismael (Kej. 16:16). Dalam keadaan demikian, bagaimana tindakan Allah? Allah tidak menghendaki orang melakukan itu, Allah tidak menyuruh mereka dengan daging membantu-Nya. Setelah mereka bersandar daging, lalu Allah tidak mengacuhkan mereka. Dari umur 86 sampai 99, selama 13 tahun ini, tidak ada yang bisa dicatat, boleh dikatakan, Abraham tidak bersekutu dengan Allah. Pada saat Abraham berumur 86, dia masih memiliki tenaga bekerja; sampai umur 99, dia tidak mempunyai tenaga, tidak mempunyai pengharapan. Allah membawa dia sampai tahap ini, barulah Allah datang mengadakan perjanjian dengannya — Setiap laki-laki di antara kamu harus disunat. Satu tahun setelah menetapkan perjanjian ini, Sarah melahirkan Ishak. Terlebih dulu disunat, barulah melahirkan Ishak, sebelum disunat, belum ada Ishak. Dipandang dari latar belakang ini dapat dimengerti apa maknanya Allah menetapkan sunat. Yang Allah kerjakan berkebalikan dengan yang dilakukan oleh Abraham. Ketika Abraham berumur 86 tahun, ia masih bisa memakai kekuatan daging, masih bisa memakai cara manusia. Sampai umur 99 tahun, dia terhadap diri sendiri sama sekali tidak menaruh harapan, kalau akan melakukannya, hanya bersandar kepada Allah yang Mahakuasa. “Allah yang Mahakuasa” dipakai untuk kali pertama dalam Alkitab dalam Kejadian 17:1. Saat ini, Abraham baru bisa mengerti kecuali Allah yang Mahakuasa yang melakukan, manusia sama sekali tidak ada kekuatan. Inilah arti sunat. Sekarang marilah kita membahas masalah sunat.

1. HUKUMAN BAGI YANGTIDAK BERSUNAT

Ayat 14 mengatakan, “Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” Satu hal yang harus kalian ingat, siapa yang tidak disunat, Allah tidak menghitungnya sebagai umat-Nya, Allah tidak bisa berhubungan dengannya. Dia tidak bisa terhitung sebagai keturunan Abraham, janji Abraham tidak akan turun ke atas dirinya.

2. SIFAT SUNAT

Ayat 12 mengatakan, “Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun.” Kita tahu, sunat adalah mengerat selembar kulit dari tubuh manusia. Coba pikirkan: Allah melahirkan satu orang, mengapa dari tubuh orang itu akan mengerat selembar kulit lagi? Apakah seorang anak yang dilahirkan itu adalah ciptaan Allah? Ya, ia adalah ciptaan Allah. Kalau Allah telah memberi anak kecil itu satu kehidupan, mengapa Allah masih menghendakinya menambah satu pekerjaan, mengerat selembar kulit? Mengapa Allah tidak membuat anak kecil itu sejak lahir sudah disunat? Mengapa menyuruh orang yang mengeratnya? Apa artinya anak yang berumur delapan hari harus disunat? Kita tahu, hari kedelapan adalah hari kebangkitan Tuhan. Disunat pada hari kedelapan artinya melalui kebangkitan Kristus, mengenyahkan nafsu daging kita. Arti disunat adalah menyingkirkan nafsu daging.

Mengapa Allah tidak membuat manusia begitu lahir langsung sudah tersunat, tetapi memerintahkan anak yang berumur delapan hari harus disunat? Ini menunjukkan bahwa penciptaan berbeda dengan penebusan, alamiah berbeda dengan kebangkitan. Kita semua mengerti Injil. Apakah Allah menyuruh orang begitu lahir sudah menjadi orang Kristen, menjadi orang yang mempunyai hayat rohani? Dari Alkitab kita tahu, anak yang dilahirkan oleh sepasang suami istri yang sangat baik pun tetap perlu dilahirkan kembali. Karena yang lahir dari alamiah, hanya memiliki kekuatan penciptaan Allah di atas dirinya, tidak ada kekuatan penebusan di atas dirinya. Manusia diciptakan oleh Allah, tetapi manusia tidak memiliki hayat kebangkitan — tidak mempunyai hayat Allah. Di seluruh dunia, yang paling indah adalah anak yang baru lahir. Seorang yang baru lahir, benar-benar polos. Tetapi sampai hari kedelapan, kalau dia tidak disunat — tidak disunat dalam Kristus, dia akan dilenyapkan.

Saudara saudari, mungkin Anda asalnya sangat baik, sangat lemah lembut, tidak terganggu oleh dosa. Mungkin Anda merasakan moral Anda lebih tinggi daripada orang lain, tetapi kalau Anda tidak disunat, Anda bukan umat Allah. Seorang anak yang baru dilahirkan saja perlu disunat, apalagi Anda dan saya? Seorang anak yang baru lahir sampai hari kedelapan harus disunat, apalagi Anda dan saya yang telah hidup di dalam dunia ini selama sepuluh tahuh lebih, dua puluh tahun lebih, tiga puluh tahun lebih, empat puluh tahun lebih? Tangan kita tidak tahu sudah tercemar kenajisan berapa banyak; kaki kita tidak tahu sudah tercemar tanah berapa banyak, bukankah kita lebih perlu disunat pada hari kedelapan? Tidak ada seorang pun yang bisa menurut keadaan alamiahnya menemui Allah. Kalau tidak disunat, meskipun telah mendengarkan banyak khotbah, tetap akan binasa; karena menurut keadaan alamiah manusia pasti akan binasa.

3. ORANG MACAM APA YANGPERLU DISUNAT

Ayat 12 mengatakan, “Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turuntemurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.” Orang macam apa yang harus disunat? Dua macam orang: satu adalah yang dilahirkan dalam rumah, yang satu lagi adalah yang dibeli dengan uang. Baik yang lahir maupun yang dibeli, semuanya harus disunat. Puji syukur kepada Allah, kita dilahirkan oleh Allah, juga dibeli oleh Allah. Kita tidak saja dibeli oleh Allah, juga dilahirkan dari Allah. Satu Petrus 1:18-19 mengatakan, “Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” Satu Korintus 6:20 mengatakan, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar; Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” — Ini mengatakan kita telah dibeli oleh Allah. Yohanes 3:6 mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh” (Tl.) Satu Yohanes 3:9 mengatakan, “Setiap orang yang lahir dari Allah.” — Ini mengatakan bahwa kita dilahirkan oleh Allah.

Kita bersyukur kepada Allah, meskipun Dia tidak mengadakan perjanjian dengan kita (orang kafir), tetapi kita semua memiliki kemungkinan untuk disunat. Keluaran 12:48 mengatakan, “Tetapi apabila seorang asing telah menetap padamu dan mau merayakan Paskah bagi TUHAN, maka setiap laki-laki yang bersama-sama dengan dia, wajiblah disunat; barulah ia boleh mendekat untuk merayakannya; ia akan dianggap sebagai orang asli.” Ini memberi tahu kita, seorang asing diperbolehkan disunat. Hari ini, kalau ada orang yang belum percaya Tuhan, tetapi mau disunat, Anda juga akan seperti umat Allah.

4. ARTI SUNAT

Arti sunat adalah menyingkirkan nafsu daging. Tidak ada orang yang bisa bersandar daging melayani Allah. Tuhan berkata, daging sama sekali tidak berguna (Yoh. 6:63). Roma 8:7 mengatakan, daging adalah perseteruan terhadap Allah. Kalau kita mau melayani Allah, ingin memiliki bagian dalam perjanjian, damba melakukan pekerjaan Allah, kita harus menyingkirkan daging.

Apa arti daging? Yaitu yang dimiliki sejak lahir, yang asalnya sudah dimiliki orang, yang dimiliki orang sebelum percaya Tuhan. Daging yang demikian, tidak peduli yang baik atau yang tidak baik, semua harus disunat. Karena daging tidak taat kepada Allah, juga tidak bisa taat kepada Allah. Meskipun daging telah melakukan pekerjaan yang baik, tetap tidak bisa mendapatkan perkenan Allah. Setelah kita percaya Tuhan, kalau ingin diperkenan Allah, harus dari hati menerima sunat. Keturunan Abraham menerima sunat di atas tubuhnya; kita harus menerima sunat di dalam hati. Tidak saja dalam Perjanjian Baru ada sunat di dalam hati, Perjanjian Lama juga ada.

Yeremia 4:4 mengatakan, “Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu.” Hati yang najis tidak bisa melihat Allah. Saudara saudari, saya terus terang bertanya kepada kalian, “Apakah hati kalian sudah bersih, tidak ada kenajisan?” Entah berapa banyak orang hatinya sangat sombong, sangat iri, sangat najis, kalau tidak disingkirkan, tidak bisa melihat Allah. Kalau hati tidak bersih (suci), tidak bisa melihat Allah (Mat. 5:8). Kalau tidak suci, tidak bisa melihat Allah. Mungkin kelakuan Anda yang di luar sangat baik, tetapi batin Anda mengasihi dunia, apa yang dilakukan oleh orang yang amoral, juga dilakukan oleh hati Anda. Apakah di dalam batin Anda tidak mengingini rumah, lembu, domba, hamba, dan istri/suami orang lain? Kalau hal-hal ini tidak disingkirkan dari dalam hati Anda, Anda tidak ada bagian dengan perjanjian Allah.

Yeremia 9:25-26 mengatakan, “Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: . . . sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.” Bangsa-bangsa tidak bersunat di atas tubuhnya, orang Israel meskipun di atas tubuhnya sudah disunat, namun hati mereka tidak bersunat. Orang-orang ini akan dibinasakan oleh Allah. Hari ini kita bukan memperhatikan sunat yang sudah lalu, melainkan ingin bertanya bagaimana hati kita? Saudara saudari, hati kita paling sulit menang. Luar kita bisa dihiasi dengan baik, tetapi hati kita sungguh tidak baik! Orang yang hatinya belum disunat, tidak bisa mendekati Allah. Hari ini kita tidak bertanya bagaimana luarnya, melainkan bertanya bagaimana dalamnya?

Ulangan 10:16 mengatakan, “Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” Maksud ayat ini adalah menyingkirkan kenajisan.

Ulangan 30:6 mengatakan, “Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu.” Arti ayat ini sama dengan ayat yang di atas, yaitu mengerat kenajisan dalam hati.

Ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang dikutip di atas sangat memperhatikan sunat di hati; Perjanjian Baru lebih memperhatikan ini. Roma 2:28-29 sangat jelas membicarakan hal ini. Di sini dengan jelas mengatakan, sunat tidak tergantung apa yang dilakukan secara lahiriah, tetapi tergantung apa yang dilakukan secara batiniah; bukan tergantung pada yang harfiah, tetapi tergantung pada roh. Apa yang Allah katakan kepada Abraham adalah masalah sunat di atas tubuh; hari ini Allah melangkah lebih maju, menghendaki manusia menerima sunat dalam hati. Kalau hati seseorang belum disunat, ia tidak ada bagian dalam perjanjian yang diberikan kepada Abraham. Sebelum hukum Taurat diturunkan, Allah sudah berjanji kepada Abraham; yang kita dapatkan telah ada sebelum hukum Taurat; kalau kesombongan, kedengkian hati kita tidak disingkirkan, kita tidak ada bagian dengan perjanjian yang diberikan kepada Abraham, bahkan akan dibinasakan.

Kalau kita membicarakan arti sunat sampai di sini saja, ini sama dengan memberitakan hukum Taurat, tidak memberitakan Injil. Kita bersyukur kepada Allah, kita mempunyai Injil, kita mempunyai jalan untuk menyingkirkan hawa nafsu hati kita.

5. ORANG KRISTEN DALAM KRISTUS TELAH MENERIMA

SUNAT YANG BUKAN DILAKUKAN OLEH MANUSIA

Kolose 2:11 mengatakan, “Dalam Dia (Kristus) kamu (orang Kristen) telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan tubuh yang berdosa.” Haleluya! Puji Allah, karena ayat ini mengatakan bahwa di dalam Kristus, kita telah disunat. Kalau mengatakan “akan” itu salah, itu adalah Injil neraka. Firman Allah mengatakan “telah”. Semoga kita bisa memperbesar kata “telah” ini! Bukan “secepatnya” melainkan “telah”. Dalam Kristus kita telah disunat bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia. Lalu bagaimana? Ini adalah pekerjaan Allah! Hati kita sangat najis! Tetapi pada hari Kristus mati, semua kenajisan ini sudah terpaku di atas salib, sudah dikerat. Ini bukan dilakukan oleh manusia, juga bukan dilakukan oleh diri sendiri, melainkan Kristus yang melepaskan kita dari kenajisan hawa nafsu daging. Inilah Injil!

Saudara saudari, menurut keadaan Anda sejak lahir, Anda adalah najis. Kalau Anda berkata, “Aku melihat diri sendiri tidak ada sesuatu tidak baik.” Berkata demikian berarti menipu diri sendiri. Apa yang dikatakan 1 Yohanes 1:8 ? “Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” Orang yang menipu diri sendiri adalah penipu paling besar dalam dunia. Penipu besar menipu orang lain, penipu yang lebih besar lagi menipu diri sendiri. Kita benar-benar kotor, penuh dengan dosa. Kita mengira bertekad, berjanji, atau lebih banyak berdoa, lebih banyak membaca Alkitab, semuanya akan beres, tetapi kesemuanya itu tidak bisa membuat Anda menjadi menang. Mungkin Anda mengira, sampai hari ini Anda belum pernah melakukan dosa-dosa yang najis, mungkin Anda sudah menang; tetapi ketahuilah, itu bukan kemenangan. Saudara saudari, kemenangan tidak tergantung pada bagaimana tekad Anda, bagaimana doa Anda, bagaimana pembacaan Alkitab Anda; kemenangan tergantung pada hari kematian Kristus itu, Allah sudah menyalibkan semua kenajisan Anda. Inilah Injil! Hari ini tergantung Anda percaya atau tidak? Hari ini mungkin Anda tidak merasakan ada perubahan apa-apa, tidak merasakan ada kedamaian, tetapi saya harap Anda bisa percaya, bila Anda bisa percaya semuanya beres.

Anda harus memperhatikan, berada di dalam Kristus, bukan berada di dalam diri Anda sendiri. Berada di dalam Anda masih tetap usang, berada di dalam Dia baru ada kemenangan. Asal Anda bersatu dengan Dia. Dia adalah pokok anggur, Anda adalah ranting-ranting-Nya; Dia adalah Kepala, Anda adalah anggota Tubuh-Nya. Kita bisa berada di dalam Kristus adalah karena Allah. Kristus di atas salib tidak hanya menebus kita, supaya kita beroleh hidup yang kekal; juga menyalibkan “aku” yang tidak baik ini di atas salib. Di dalam Dia semuanya sudah genap, inilah Injil!

Allah bukan pada hari ini melakukan sesuatu untuk Anda, tetapi Allah sudah melakukan semuanya itu di dalam Kristus. Kalau mulai hari ini Anda tidak lagi melihat diri sendiri, hanya menengadah kepada Tuhan, Anda akan berkata, “Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu!” Inilah Injil! Jangan salah tangkap, ini bukan berarti menyuruh Anda menyalibkan diri. Dalam Perjanjian Baru tidak ada satu tempat yang menyuruh Anda menyalibkan diri. Ayat-ayat Alkitab mengatakan, aku sudah disalibkan, sudah disunat, semuanya sudah dilakukan. Saudara saudari, sekarang masalahnya adalah apakah Anda bisa percaya? Apakah Anda bisa berkata, “Pada hari Kristus tersalib, aku sudah disunat?” Kalau Anda percaya, fakta ini akan menjadi pengalaman Anda.

Kalau Anda melihat diri sendiri dan mengira, “Injil yang aku dengar mengatakan aku sudah disunat, tetapi mengapa aku masih demikian saja?” Pada saat ini, Iblis akan datang mencobai Anda. Dia akan berkata, “Kamu memang hanya demikian saja, kamu mempunyai perubahan apa? Perkataan Allah yang mengatakan bahwa kamu telah disunat mungkin tidak benar!” Iman Anda dengan tidak terasa akan goyang! Banyak orang berpikir, kalau ingin mengalahkan pencobaan dan benar-benar bisa tidak terjamah oleh dosa, sebaiknya Allah memberi dia satu bukti di dalam hatinya, supaya dia merasakan dirinya jauh lebih baik daripada yang dulu. Tetapi ketahuilah, selain firman Allah, tidak ada bukti lain yang dapat dipercayai. Kalau Anda percaya firman Allah, inilah buktinya. Bukti yang paling besar adalah Allah berbicara, bukan Anda berubah baik, atau merasakan baik. Sebab itu, saudara saudari, firman Allah berkata bahwa di dalam Kristus kita telah disunat bukan dengan cara manusia; kalau Anda bisa percaya, sudahlah cukup. Banyak orang tidak mau percaya firman Allah kalau tidak melihat dirinya berubah menjadi baik. Ini salah besar. Ini bukan iman. Ketika Anda pulang ke rumah, menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, Anda seharusnya percaya firman Allah tetap benar. Tidak peduli bagaimana pengalaman Anda, tidak bisa mengubah firman Allah menjadi tidak benar, juga tidak bisa mengubah firman Allah menjadi lebih benar. Kalau Anda mengira diri Anda lebih sabar, lalu mengira apa yang Anda dengar hari ini lumayan dan Anda telah disunat; atau setelah Anda mengalahkan satu cobaan, lalu mengira Anda telah disunat; demikian ini bukan iman, tetapi melihat gejala penyakit diri Anda, melihat pengalaman diri sendiri. Kalau Anda demikian, pasti akan gagal. Saya pernah mengalami, begitu saya tidak mempedulikan diri saya baik atau tidak baik, asal bersandar firman Allah saja, saya akan menjadi mantap, kaki saya berdiri pada batu karang, apa pun tidak bisa menggoyahkan saya. Kalau Anda mengira diri Anda sudah baik, hanya setengah bersandar diri sendiri, Anda akan segera jatuh. Kalau Anda dengan tulus percaya firman Allah, Allah berbicara apa, Anda benar-benar seperti yang difirmankan-Nya, Anda akan melihat kekuatan Allah yang Mahabesar akan terwujud di atas diri Anda, membuat Anda mengalahkan segala pencobaan dan dosa yang dulu tidak bisa Anda kalahkan. Anda akan merasakan ini bukan Anda yang melakukan, melainkan Allah yang melakukan. Anda akan melihat segala kenajisan akan terlepas dari diri Anda, sama seperti orang yang disunat dagingnya, ada kulit yang terkerat dari dirinya.

Allah dalam Kristus telah mengerjakan semuanya itu. Baik Anda merasakan atau tidak merasakan, itu bukan masalah, yang penting adalah Anda percaya Allah berkata bahwa di dalam Kristus Anda sudah disunat, Anda telah disunat. Tidak perlu Anda berpegang pada sesuatu. Allah memperhatikan kesetiaan firman-Nya lebih daripada keinginan Anda beroleh kemenangan. Anda cukup percaya saja, dan Allah yang mengurusi penggenapannya. Banyak orang beriman muda, ingin dengan kekuatan diri sendiri memegang kemenangan, tetapi begitu ada pencobaan, segera jatuh. Iblis akan berkata kepada Anda, dulu Anda demikian, setelah Anda percaya, juga tetap demikian. Lalu Anda berpikir sejenak, merasa benar demikian, lalu Anda lemas. Kalau ada satu “tokoh” iman, yang sejak percaya sampai memiliki pengalaman, selang waktu di tengah-tengahnya ia bisa berdiri teguh, bisa mempertahankan sikap “Apa yang telah Allah ucapkan, itulah yang terhitung”, maka Allah akan mendapatkan kemuliaan. Dalam segala keadaan yang menentang firman Allah, tetapi Anda masih bisa tetap percaya firman Allah, saat itu Allah akan mendapatkan kemuliaan. Meskipun di depan ada awan, tetapi matahari di atas awan masih tetap ada. Meskipun keadaannya gelap, tetapi firman Allah masih tetap benar. Kalau Anda dalam keadaan apa pun bisa percaya firman Allah, di atas kepala Anda tidak akan ada awan, matahari Anda juga sungguhsungguh ada. Tidak percaya firman Allah adalah dosa yang paling besar di seluruh dunia.

Saudara saudari, hari ini ada satu Injil yang diberitakan kepada Anda, ada satu berita yang disampaikan kepada Anda, yaitu Anda bisa menang. Kalau Anda tidak bisa menang, itu dikarenakan Anda tidak mempunyai iman. Kalau Anda masih ada hawa nafsu, bukan karena Kristus yang tidak menggenapkan, melainkan Anda yang tidak mau, tidak ingin, tidak percaya. Andalah yang ingin najis, bukan Kristus yang tidak menggenapkan. Kalau ada orang dosa yang tidak beroleh selamat, bukan Kristus yang tidak menyelamatkan dia, bukan Kristus yang tidak berdarah menebus dia, melainkan karena dia tidak mau percaya. Kalau Anda pulang ke rumah tidak bisa mewujudkan firman Allah, itu berarti Anda hanya mengenal firman Allah di otak saja, Anda belum memiliki iman. Kalau hari ini kita ingin, kita mau, asal percaya firman Allah, hari kemuliaan akan datang. Kita berjalan di bumi, akan terus melihat matahari, tidak akan ada awan yang menutupi. Semoga Allah memberi kita iman. Semoga kita hari ini bisa percaya firman Allah. Kalau kita percaya, kita akan segera mendapatkannya.

6. FILIPI 3:3

Kalau kita membiarkan Roh Kudus memakai salib melakukan pekerjaan yang lebih dalam, sunat yang kita terima akan lebih nyata sehari lewat sehari. “Sebab kitalah orang-orang bersunat yang beribadah oleh Roh Allah dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak mengandalkan hal-hal lahiriah” (Flp. 3:3). Percaya bahwa hati daging sudah tidak ada lagi, karena telah disunat bukan dengan sunat yang dilakukan oleh tangan manusia. Di sini rasul dengan “bermegah dalam Kristus Yesus” sebagai inti segala sesuatu, dia menunjukkan kepada kita: di satu pihak ada bahaya, tetapi di pihak lain ada jaminan. Bersandar kepada daging adalah satu hal yang paling bisa merusak kemegahan dalam Kristus Yesus; beribadah dalam Roh, membuat kita bisa mendapatkan berkat bahagia dari hayat dan kebenaran. Roh Kudus meninggikan Tuhan Yesus, tetapi Tuhan merendahkan daging. Kalau kita ingin benar-benar bermegah dalam Kristus, juga menghendaki Dia mendapatkan kemegahan dari diri kita, dan kalau kita benar-benar ingin dalam pengalaman sering hanya dengan Kristus Yesus sebagai kemuliaan, kita seharusnya di satu pihak menerima sunat dari salib, di pihak lain belajar beribadah dalam Roh Kudus. Jangan terlalu memaksa, karena memaksa adalah pekerjaan daging. Tidak perlu dengan cara tertentu, karena suatu cara baru berguna kalau ada bantuan dari daging. Tetapi harus mutlak tidak percaya kepada daging, tidak peduli diri sendiri seberapa baiknya, seberapa besar kemampuannya; harus hanya percaya kepada Roh Kudus, juga hanya taat kepada-Nya. Kalau ada kepercayaan dan ketaatan yang demikian, daging baru bisa direndahkan, dan akan tinggal di kedudukan yang terkutuk, dan akan kehilangan kekuasaannya. Semoga Allah memberkati kita, supaya kita lebih memandang rendah diri sendiri, lebih menyadari diri sendiri tidak bisa diandalkan, lebih mengerti diri kita tidak berguna sama sekali, — mutlak tidak percaya kepada daging diri sendiri. Ini barulah mati yang sesungguhnya. Kalau tidak mati, tidak ada kenyataan ini.