HUKUM TENTANG KURBAN PENEBUS SALAH
Pembacaan Alkitab: Im. 7:1-10
Ketika saya mempelajari biografi dan sejarah, saya menerima banyak bantuan dari kehidupan dan pelaksaaan dua orang, George Müller dan Hudson Taylor. George Müller, salah satu pemimpin di antara Kaum Saudara di Inggris, bangun setiap pagi untuk berjalan-jalan di ruang yang terbuka, membaca Alkitab dan berdoa sambil berjalan. Ketika membaca, dia berdoa. Dia bersaksi, dari pelaksanaan ini dia menerima perawatan, pembinaan, dan pengetahuan, dan pembangunan yang terbaik dalam kehidupan kristianinya. Pelaksanaan Hudson Taylor, pendiri China Inland Mission, sangat mirip. Dia juga bangun pagi-pagi, meluangkan waktu bersekutu dengan Tuhan dalam firman; dia juga bersaksi atas perawatan yang dia terima.
Saya menyebutkan praktek George Müller dan Hudson Taylor karena saya prihatin kepada kehidupan kristiani orang-orang muda. Dalam kehidupan kristiani, kelahiran rohani hanyalah satu permulaan. Jika seseorang ingin dibesarkan dengan tepat dan bertumbuh secara memadai dalam setiap tahap kehidupan, dia harus lahir dalam rumah yang baik dan mengikuti sekolah dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Ini adalah hukum menurut kehidupan jasmani. Prinsipnya sama dengan kehidupan kristiani. Kita perlu rumah rohani tempat kita dapat bertumbuh, dan sekolah rohani tempat kita menerima pendidikan yang tepat. Selain itu, kita perlu berperilaku, bekerja sama dengan rumah dan sekolah. Ini adalah hukum menurut hayat rohani.
Ketika kita dilahirkan kembali, kita menerima hayat yang lain, hayat ilahi, hayat Allah, yang berbeda dengan hayat alamiah kita. Entah hayat alamiah kita baik atau buruk, kita perlu melupakan hayat ini dan mengikuti hayat kedua, yaitu hayat ilahi. Dalam hayat kedua ini ada hukum yang sesuai dengan lima hukum dalam Imamat 6 dan 7 mengenai kenikmatan atas Kristus dalam lima aspek. Hari ini, kita perlu mengikuti secara ketat hayat kedua ini. Jika kita melakukan ini, kita akan menerima banyak manfaat rohani.
Setiap hayat memiliki hukumnya sendiri dan perasaannya sendiri. Karena itu, hayat ilahi memiliki hukum, juga perasaan. Bagi kita hari ini, hayat ini tidak obyektif, melainkan benar-benar subyektif. Hayat ilahi ada di dalam kita. Hayat ini di dalam kita begitu subyektif sampai sering kali kita kesulitan membedakan hayat asli kita, hayat alamiah, dengan hayat kita yang kedua, hayat ilahi. Walaupun demikian, ini adalah fakta bahwa hayat ilahi ada di dalam kita, dan hayat ini memiliki perasaan khusus.
Beberapa ilustrasi akan membantu Anda memahami apa yang saya maksud dengan perasaan hayat ilahi di dalam kita. Sebelum Anda beroleh selamat, mungkin Anda telah menikmati hiburan duniawi tertentu. Ketika Anda ingin berbagian dalam jenis hiburan ini, Anda langsung saja melakukannya. Namun, setelah beroleh selamat dan dilahirkan kembali, sering kali Anda memiliki perasaan di dalam yang tidak setuju kalau Anda berbagian dalam hiburan duniawi itu. Anda kemudian mungkin merasa bahwa lebih baik memakai waktu itu untuk berdoa, dan sesuatu di dalam Anda, perasaan hayat ilahi, akan setuju.
Kadang-kadang perasaan batin tidak setuju dengan maksud Anda untuk memakai waktu tertentu dalam doa. Setelah mempertimbangkan lagi, mungkin Anda ingin mengunjungi saudara sepupu Anda untuk memberitakan Injil, dan perasaan batin mungkin setuju. Berdoa dan memberitakan Injil itu hal yang baik dan kudus; namun, perasaan batin mungkin setuju dengan yang belakangan dan tidak setuju dengan yang di depan. Jadi, Anda tidak memiliki damai sejahtera untuk tinggal di rumah dan berdoa, tetapi Anda memiliki damai sejahtera untuk pergi memberitakan Injil. Pengalaman demikian memberi tahu Anda bahwa sekarang Anda memiliki sesuatu yang Anda tidak miliki sebelum Anda beroleh selamat, hayat ilahi dengan hukumnya dan perasaannya. Jika Anda memperhatikan perasaan batin ini, perasaan hayat ilahi, berarti Anda memelihara hukum hayat ini.
Saya ingin membantu Anda untuk memutuskan, menetapkan untuk hidup dan berjalan menurut hukum hayat baru. Anda perlu memutuskan untuk tidak lagi hidup menurut cara lama. Anda bukan lagi diri Anda sebelum beroleh selamat. Anda adalah ciptaan baru, orang yang telah dilahirkan kembali, anggota manusia baru.
Segera setelah dilahirkan kembali, banyak orang beriman bukan saja memiliki kedambaan dan aspirasi, bahkan berambisi menjadi orang yang baru, kudus, dan surgawi. Namun, mungkin beberapa dari kalian belum membuat keputusan ini. Saya prihatin Anda akan terus hidup, bertindak, dan berperilaku dalam cara yang lama. Karena itu, saya mendorong Anda, bahkan meminta Anda, membuat keputusan bahwa Anda tidak akan menjadi seperti Anda di masa lalu.
Karena kita adalah orang-orang yang dilahirkan kembali, kita harus berbeda dalam segala hal dari apa adanya kita di masa lalu. Kita dilahirkan melalui orang tua kita untuk menerima hayat alamiah, hayat insani, tetapi kita dilahirkan kembali oleh Allah untuk menerima hayat ilahi dan karenanya menjadi anak-anak Allah. Sekarang kita perlu hidup sebagaimana anak-anak Allah. Jika Anda diadopsi oleh presiden, tentu Anda akan memutuskan dengan spontan untuk hidup dan bertindak sebagai anak presiden. Kita perlu menyadari bahwa kita adalah anak-anak Tuhan alam semesta, Dia yang jauh lebih tinggi daripada presiden. Karena kita adalah anak-anak Allah yang demikian, maka kita harus berperilaku sebagai anak-anak-Nya.
Walaupun kita adalah anak-anak Allah, mungkin kita datang ke sidang gereja dalam cara yang tidak tepat. Banyak orang mungkin datang ke sidang Hari Tuhan dengan pakaian yang tidak rapi. Sebagian mungkin datang terlambat dan duduk di tempat yang disukainya. Tentu saja sidang penuh dengan anugerah, dan mungkin anugerah mencurahi mereka, tetapi patut dipertanyakan berapa banyak anugerah yang akan mereka terima dan berapa banyak mereka akan memustikakannya. Yang lain mungkin datang ke sidang Hari Tuhan dengan segar dan rapi, dan menyiapkan bukan saja roh mereka, tetapi juga seluruh diri mereka. Mereka bahkan datang lebih awal, mengambil tempat duduk yang pantas, dan berdoa untuk sidang. Jelas mereka akan menerima lebih banyak anugerah, dan mereka akan memustikakan apa yang mereka terima. Mereka akan menerima manfaat rohani, dan mereka akan menjadi manfaat untuk gereja.
Kita perlu berbagai pengaturan dalam kehidupan kristiani kita. Banyak orang merasa bahwa ini sangat legal, tetapi di sini dalam lambang kita memiliki hukum, pengaturan, untuk menikmati Kristus. Sekarang mari kita perhatikan berbagai aspek hukum tentang kurban penebus salah.
I. KURBAN PENEBUS SALAH IALAH PERSEMBAHAN MAHA KUDUS
“Inilah hukum tentang kurban penebus salah. Kurban itu ialah persembahan maha kudus” (Im. 7:1). Seperti kurban sajian dan kurban penghapus dosa, kurban penebus salah ialah persembahan maha kudus. Ini melambangkan bahwa Kristus sebagai kurban penebus salah ialah maha kudus dalam menanggulangi dosa-dosa tingkah laku kita.
Ketika kita menerapkan Kristus sebagai kurban penebus salah, kita harus melakukan hal ini dalam cara yang kudus. Kita tidak boleh menerapkan kurban persembahan ini dalam cara yang kendur dan ceroboh, lebih-lebih dengan dosa. Mengenai kurban penebus salah, kita perlu mengingat bahwa Allah memakai kurban persembahan ini untuk membimbing kita kepada kurban penghapus dosa, mengingatkan kita bahwa dosa ada di dalam daging kita dan dosa melibatkan Iblis, yang adalah bapa segala dusta (Yoh. 8:44), dunia (1Yoh. 5:19), dan perebutan kekuasaan. Kurban penebus salah juga mengarahkan kita kepada kurban bakaran, mengingatkan kita bahwa kita melakukan dosa-dosa karena kita tidak sepenuhnya dan mutlak untuk Allah. Penyebab kita marah atau bertengkar dengan orang beriman tertentu adalah karena kita tidak sepenuhnya untuk Allah. Karena kurban penebus salah mengarahkan kita kepada kurban penghapus dosa dan kurban bakaran, kita seharusnya tidak meremehkan kurban penebus salah. Sebenarnya, hampir seluruh kehidupan kristiani melibatkan kurban penebus salah. Karena itu, kita harus memiliki pemahaman yang tepat atas kurban persembahan ini dan menerapkannya menurut hukumnya.
II. KURBAN PENEBUS SALAH DISEMBELIH
DI TEMPAT KURBAN BAKARAN DISEMBELIH
“Di tempat orang menyembelih kurban bakaran, di situlah harus disembelih kurban penebus salah” (Im. 7:2a). Ini melambangkan Kristus sebagai kurban penebus salah kita menanggulangi dosa-dosa dalam tingkah laku kita berdasarkan diri-Nya sebagai kurban bakaran untuk Allah.
Kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah keduanya berdasar pada kurban bakaran. Karena Kristus adalah kurban bakaran, Dia bersyarat menjadi kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah. Jika Kristus tidak mutlak untuk Allah, Kristus tidak akan bersyarat menjadi kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah kita. Sebaliknya, Dia sendiri perlu seseorang menjadi kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah-Nya. Kemutlakan untuk Allah adalah fondasi, dasar untuk Juruselamat kita menjadi kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah. Ini mengingatkan dan menguatkan kita, ketika kita menerapkan Dia sebagai kurban penebus salah kita juga menerapkan Dia sebagai kurban bakaran, supaya di dalam Dia, dengan Dia, dan melalui Dia, kita dapat mutlak untuk Allah.
III. SETIAP LAKI-LAKI DI ANTARA
PARA IMAM MAKAN KURBAN PENEBUS SALAH DI TEMPAT YANG KUDUS
“Setiap laki-laki di antara para imam haruslah memakannya; haruslah itu dimakan di suatu tempat yang kudus; itulah bagian maha kudus” (ayat 6). Setiap laki-laki di antara para imam makan kurban penebus salah di tempat yang kudus melambangkan bahwa semua orang yang kuat dapat menikmati Kristus sebagai kurban penebus salah ketika melayankan Kristus kepada orang lain, ketika menanggulangi dosa-dosa dalam tingkah laku mereka. Melayankan Kristus sebagai kurban penebus salah kepada saudara yang melakukan dosa-dosa memerlukan Anda menjadi orang yang kuat.
Kenikmatan atas Kristus ini harus dilakukan di tempat yang kudus, di ruang lingkup yang disisihkan, dikuduskan. Jika kita mau membantu orang lain menerima Kristus sebagai kurban penebus salah untuk dosa-dosanya, kita harus kuat, dan kita harus melakukan ini bukan di ruang lingkup yang umum atau duniawi, tetapi yang kudus dan dikuduskan, disisihkan dari semua tempat yang lain.
IV. SEPERTI HALNYA KURBAN PENGHAPUS DOSA,
DEMIKIAN JUGA HALNYA DENGAN KURBAN PENEBUS SALAH,
SATU HUKUM BERLAKU ATAS KEDUANYA
“Seperti halnya dengan kurban penghapus dosa, demikian juga halnya dengan kurban penebus salah; satu hukum berlaku atas keduanya” (ayat 7a). Ini menyatakan dosa dan kesalahan (dosa-dosa) termasuk dalam kategori yang sama. Semua adalah dosa secara keseluruhan. Inilah alasan kata dosa dalam Yohanes 1:29 mencakup dosa dan dosadosa; yaitu, mencakup totalitas kategori dosa.
V. IMAM YANG MENGADAKAN PENDAMAIAN
DENGAN KURBAN PENEBUS SALAH, BAGI DIALAH KURBAN ITU
“Imam yang mengadakan pendamaian dengan kurban itu, bagi dialah kurban itu” (ayat 7b). Ini melambangkan bahwa orang yang menyuplaikan Kristus sebagai kurban penebus salah, berbagian dalam Kristus yang demikian. Ketika kita menyuplaikan Kristus sebagai kurban penebus salah kepada orang lain, kita berbagian dalam Dia sebagai kurban persembahannya. Ini mendorong kita untuk menyuplaikan Kristus.
VI. IMAM YANG MEMPERSEMBAHKAN KURBAN BAKARAN BAGI ORANG LAIN,
MENDAPATKAN KULIT KURBAN BAKARAN
“Imam yang mempersembahkan kurban bakaran seseorang, bagi dia juga kulit kurban bakaran yang dipersembahkannya itu” (ayat 8). Ini melambangkan bahwa orang yang menyuplaikan Kristus sebagai kurban bakaran akan berbagian dalam dan menikmati kuat kuasa Kristus yang menyelubungi.
Ketika kita melayani orang lain dengan Kristus, kita pun menikmati satu bagian khusus Kristus ”kulit”-Nya, yang melambangkan kuat kuasa-Nya yang menyelubungi. Menyelubungi sesuatu adalah membalutnya dengan semacam penudung sebagai pelindung. Kuat kuasa Kristus yang menyelubungi adalah kuat kuasa-Nya yang menudungi, melindungi, dan memelihara. Jika seekor sapi tidak memiliki kulit, sapi itu tidak terlindungi dan terpelihara. Hari ini Kristus adalah penudung kita. Dia bukan hanya penudung kita, tetapi juga pelindung dan pemelihara kita dan segala sesuatu yang berhubungan dengan diri kita. Kita mengalami Kristus sebagai kuat kuasa yang menudungi, melindungi, dan memelihara kita ketika kita melayankan Dia sebagai kurban bakaran kepada orang lain. Karena kita memiliki kulit tebal yang menudungi dan melindungi kita, maka kita dilindungi dalam segala cara, dan tidak akan ada yang menyakiti kita.
VII. TIAP-TIAP KURBAN SAJIAN YANG DIBAKAR DI DALAM PEMBAKARAN ROTI,
ATAU DIOLAH DI DALAM WAJAN ATAU DI ATAS PANGGANGAN
ADALAH BAGI IMAM YANG MEMPERSEMBAHKAN
“Tiap-tiap kurban sajian yang dibakar di dalam pembakaran roti, dan segala yang diolah di dalam wajan dan di atas anggangan adalah bagi imam yang mempersembahkannya” (ayat 9). Di sini kita melihat bahwa kurban sajian yang dipersembahkan imam, akhirnya menjadi kenikmatannya untuk jabatan imam. Ini melambangkan bahwa orang yang menyuplai Kristus sebagai Dia yang menderita, akan berbagian dalam dan menikmati Kristus yang demikian. Asal kita melayankan Kristus kepada orang lain, kita akan menikmati Kristus yang kita layankan.
VIII. TIAP-TIAP KURBAN SAJIAN
YANG DIOLAH DENGAN MINYAK ATAU
YANG KERING ADALAH BAGI SEMUA IMAM
“Tiap-tiap kurban sajian yang diolah dengan minyak atau yang kering adalah bagi semua anak-anak Harun, semuanya dapat bagian” (ayat 10). Ini melambangkan bahwa setiap orang yang berbaur dengan Roh itu, atau di dalam Kristus menyuplaikan Kristus, sama-sama berbagian dan menikmati Kristus yang demikian.
Apa yang kita miliki dalam ayat ini adalah hukum tentang kurban penebus salah. Jika kita menyuplaikan Kristus kepada orang lain, kita akan menikmati Dia. Ini adalah hukum, pengaturan yang dibuat Allah.