KATA PENUTUP UNTUK KURBAN-KURBAN PERSEMBAHAN DAN JABATAN IMAM
Pembacaan Alkitab:
Ibr. 1:2-3; 2:14; 3:1; 4:14-15; 6:20; 7:22, 25
26; 8:1-2; 9:11-12, 24-28; 10:5-7, 9-10, 19-21;
12:2, 24; 13:21
Berita ini, yang akan berfokus pada Surat Ibrani sebagai penjelasan Kitab Imamat, adalah kata penutup untuk semua berita yang lalu mengenai kurban-kurban persembahan dan jabatan imam.
KRISTUS YANG ALMUHIT YANG DIWAHYUKAN DALAM SURAT IBRANI
Dalam Surat Ibrani ada banyak referensi untuk Kitab Imamat, khususnya kurban-kurban persembahan dan jabatan imam. Sebagai contoh, Kitab Imamat sering membicarakan imam besar. Tidak ada kitab lain dalam Perjanjian Baru yang membicarakan tentang Kristus sebagai Imam Besar sebanyak Surat Ibrani. Dalam Kitab Imamat sendiri kita tidak dapat melihat betapa agung, unggul, ajaib, almuhit, dan tak terduganya Kristus yang kita persembahkan dan nikmati sebagai kurban-kurban persembahan. Dalam Kitab Imamat kita dapat melihat bahwa semua kurban persembahan melambangkan Kristus, tetapi kita tidak melihat dan tidak merasakan betapa agungnya Kristus. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan keagungan Kristus yang sebagai semua kurban persembahan. Untuk memiliki wahyu tentang kealmuhitan Kristus, kita perlu datang ke Surat Ibrani. Mari kita sekarang secara singkat menelusuri aspek-aspek Kristus yang diwahyukan dalam Surat Ibrani.
Pencipta, Penopang, dan Ahli Waris
Ibrani 1:2-3 memberi tahu kita bahwa Kristus adalah Pencipta alam semesta, juga Penopang alam semesta yang Dia ciptakan. Selain itu, Allah menetapkan Kristus sebagai Ahli Waris segala sesuatu di alam semesta.
Cahaya Kemuliaan Allah dan Gambar Keberadaan Allah
Dalam ayat 3 kita melihat Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar keberadaan Allah. Cahaya kemuliaan Allah adalah seperti pancaran dan terangnya sinar matahari. Kristus adalah sinar, cahaya kemuliaan Bapa. Gambar keberadaan Allah adalah seperti gambar suatu meterai. Kristus Putra adalah ekspresi apa adanya Allah Bapa.
Yang Memusnahkan Iblis
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan turut mengalami keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis yang berkuasa atas maut” (Ibr. 2:14). Sang ajaib, yang adalah Pencipta alam semesta, berbagian dalam darah dan daging untuk memusnahkan Iblis, untuk menghabisi dia. Dalam kegenapan waktu, Anak Allah datang menjadi daging (Yoh. 1:14; Rm. 8:3) melalui dilahirkan oleh seorang perawan (Gal. 4:4), supaya Dia dapat memusnahkan Iblis dalam daging manusia melalui kematian-Nya di atas salib.
Rasul dan Imam Besar
Dalam Ibrani 3:1, kita melihat bahwa Kristus adalah “Rasul dan Imam Besar yang kita akui.” Sebagai Rasul, Kristus adalah Dia yang diutus kepada kita dari Allah dan bersama Allah. Sebagai Imam Besar, Kristus adalah Dia yang kembali kepada Allah dari kita dan bersama kita. Sebagai Rasul, Kristus datang kepada kita bersama Allah untuk membaginikmatkan Allah dengan kita, supaya kita dapat berbagian dalam hayat, sifat, dan kelimpahan ilahi. Sebagai Imam Besar, Kristus pergi kepada Allah bersama kita untuk mempersembahkan kita kepada Allah, supaya kita dan semua perkara kita, sepenuhnya diperhatikan oleh Dia. Maka, Ibrani 4:14-15 mengatakan, “Jadi, karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita berpegang teguh pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak berbuat dosa.” Sebagai Imam Besar yang demikian, Kristus memikul kita di hadirat Allah dan memperhatikan semua keperluan kita.
Perintis
Ibrani 6:20 mewahyukan bahwa Kristus adalah Perintis kita. Tuhan Yesus sebagai Perintis memimpin melewati laut berbadai dan masuk ke tingkat-tingkat langit, “sampai ke belakang tabir” (ayat 19), menjadi Imam Besar untuk kita menurut peraturan Melkisedek, peraturan jabatan imam ini yang ada dalam keinsanian dan keilahian. Sebagai Perintis, Dia telah membuka jalan ke dalam kemuliaan.
Jaminan dari Suatu Perjanjian yang Lebih Baik
“Itulah sebabnya Yesus telah menjadi jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik” (Ibr. 7:22). Dalam ayat ini Kristus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik. Kristus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik berdasarkan diri-Nya sebagai Imam Besar yang hidup dan kekal. Kata “jaminan” di sini berarti Kristus telah memeteraikan diri-Nya sendiri ke perjanjian yang baru dan untuk kita semua. Dia adalah penjamin, menjamin bahwa Dia akan melakukan segala yang diperlukan untuk menggenapkan perjanjian yang baru.
Imam Besar yang Sanggup Menyelamatkan Kita dengan Sempurna
“Karena itu, Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang melalui Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi daripada tingkat-tingkat surga” (Ibr. 7:25-26). Setelah melintasi semua langit (Ibr. 4:14) dan bahkan tingkat-tingkat langit (Ibr. 7:26), Tuhan Yesus senantiasa hidup untuk berdoa syafaat bagi kita. Kristus sebagai Imam Besar kita menanggung masalah kita melalui berdoa syafaat bagi kita. Dia tampil di hadapan Allah untuk kepentingan kita, berdoa bagi kita supaya kita dapat diselamatkan dan sepenuhnya dibawa ke dalam tujuan kekal Allah.
Minister (Pelayan) di Surga
“Inti semua yang kita bicarakan itu ialah: Kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga, dan melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia” (Ibr. 8:1-2). Kristus yang surgawi adalah pelayan dalam kemah sejati yang dibuat oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. Kemah ini, tempat kudus ini, ada di langit ketiga, yang di dalamnya ada tempat maha kudus surgawi. Kristus, sebagai Pelayan Kemah yang sejati (surgawi), menyuplaikan surga (yang bukan hanya suatu tempat, tetapi juga keadaan hayat) ke dalam kita, supaya kita boleh menempuh hidup yang surgawi di bumi seperti yang Dia tempuh ketika Dia ada di bumi.
Dia yang Masuk ke Dalam Tempat Maha Kudus
di Surga dan Mendapat Penebusan yang Kekal
“Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah kambing jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dengan itu Ia telah mendapat kelepasan (penebusan) yang kekal” (Ibr. 9:11-12). Karena Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29) melalui mempersembahkan diri-Nya sendiri di atas salib sebagai kurban persembahan untuk dosa sekali untuk selama-lamanya (Ibr. 9:14; 10:12), maka darah-Nya, yang Dia percikkan di kemah surgawi, telah merampungkan penebusan yang kekal untuk kita. Melalui ini, Kristus “mendapat penebusan yang kekal”. Kata “mendapat” di sini berarti memperoleh, meraih. Melalui pemercikan darah-Nya di surga di hadapan Allah, Kristus mendapatkan, memperoleh, meraih penebusan yang kekal untuk kita.
Dia yang Tampil di Hadapan Allah bagi Kita
Kali pertama Kristus tampil, Dia menghapus sifat dosa kita dan perbuatan dosa kita; Dia akan tampil kali kedua, itu tidak berhubungan dengan dosa (9:24-28). Ibrani 9:24 mengatakan bahwa Kristus sekarang “menghadap hadirat Allah bagi kepentingan kita. Dia “hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa dengan kurban diri-Nya” (ayat 26b). Ini menunjukkan bahwa Dia adalah kurban penghapus dosa. Ayat 28 selanjutnya mengatakan bahwa Dia telah “satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.” Ini menunjukkan bahwa Dia juga adalah kurban penebus salah.
Menggantikan Kurban-kurban Persembahan Perjanjian Lama
Ibrani 10:5-10 mengatakan bahwa setelah Kristus datang, Allah tidak menginginkan lagi atau memperkenan dan menghendaki kurban binatang (ayat 6, 8). Kedatangan Kristus membatalkan kurban-kurban persembahan orang Lewi. Walaupun demikian, makna dari semua kurban persembahan tetap adalah Kristus. Allah menyiapkan tubuh manusia untuk Kristus, Manusia-Allah yang berinkarnasi (ayat 5), supaya Dia dapat menggantikan kurban-kurban persembahan Perjanjian Lama. Melalui menggantikan kurban-kurban persembahan dari perjanjian yang pertama dengan diri-Nya sendiri, Kristus melakukan kehendak Allah (ayat 7, 9), menghapuskan yang pertama, kurban-kurban persembahan Perjanjian Lama, dan mendirikan yang kedua, diri-Nya sebagai realitas semua kurban persembahan ini.
Dalam Kitab Imamat kita memiliki kategori pertama dari kurban-kurban persembahan. Sebagai pengganti kurban-kurban persembahan ini, Kristus adalah kategori kedua dari kurban-kurban persembahan. Sekarang Dia adalah kurban bakaran, kurban sajian, kurban pendamaian, kurban penghapus dosa, dan kurban penebus salah. Dia juga kurban timangan, kurban unjukan, kurban pentahbisan (persembahan) diri, kurban api-apian, dan kurban ucapan syukur. Karena itu, Allah tidak lagi memperkenan kurban persembahan dalam perjanjian yang pertama. Hari ini Allah hanya memperkenan satu persona yang unik, Yesus Kristus. Dia, Kristus yang almuhit, adalah semua kurban persembahan.
KRISTUS, BAGIAN KEKAL KITA
Semua aspek Kristus yang diwahyukan dalam Surat Ibrani tidak habis terutarakan. Dia adalah Pencipta, Penopang, Ahli Waris, Dia yang memusnahkan Iblis, Rasul, Imam Besar, Perintis, Jaminan, Pelayan surgawi, Yang tampil di hadapan Allah bagi kepentingan kita, dan menggantikan semua kurban persembahan Perjanjian Lama. Kristus adalah realitas dari segala hal yang positif (Kol. 2:16-17), termasuk Anda dan saya (Flp. 1:21; Gal. 2:20).
Kristus yang ajaib ini adalah bagian kekal kita. Ini berarti Kristus yang almuhit adalah bagian kekal kita untuk kita nikmati. Kita bukan saja mempersembahkan Kristus kepada Allah, kita juga menikmati Dia seperti kita mempersembahkan Dia kepada Allah. Maka kita menikmati Kristus bersama Allah, sebab kita dan Allah adalah rekan makan, makan Kristus bersama-sama dalam persekutuan. Kenikmatan ini menakjubkan, dan tidak mungkin perkataan manusia menggambarkannya dengan memadai.
KRISTUS, KARUNIA YANG KITA TERIMA DARI ALLAH
Kristus adalah karunia Allah untuk kita. “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yoh. 3:16). Dalam kurbankurban persembahan, Kristus juga karunia yang kita persembahkan kepada Allah. (Kata Ibrani yang diterjemahkan kurban persembahan dalam Imamat 1:2, “corban”, berarti pemberian, karunia, atau hadiah). Karunia apakah yang lebih besar dibandingkan dengan Kristus? Kristus jelas adalah karunia terbesar!
Kita menikmati Kristus sebagai karunia Allah dalam “toko karunia” gereja. Setiap gereja lokal adalah toko karunia yang menyajikan Kristus. Karunia unik ini memiliki ribuan aspek. Seperti berlian memiliki banyak segi, maka Kristus memiliki sangat banyak segi. Dalam satu segi Dia adalah Bapa, sementara dalam segi lainnya Dia adalah Putra.
Menikmati Kristus dalam berbagai aspek adalah untuk penyembahan kita terhadap Allah; juga untuk persekutuan kita dengan Dia dan dengan satu sama lain, dan untuk kita makan dalam kehidupan kita setiap hari. Penyembahan yang dilakukan secara insani adalah kekejian di mata Allah. Penyembahan sejati adalah memberikan Kristus kepada Allah sebagai hadiah, pemberian, dan kemudian menikmati pemberian ini bersama Allah. Jadi, Kristus adalah untuk Allah juga untuk kita. Dalam penyembahan kita, kita dapat berkata, “Bapa, kami persembahkan Anak-Mu sebagai satu hadiah untuk Engkau nikmati.” Ketika kita berbuat demikian, Bapa mungkin berkata, “Bagian pemberian ini adalah untukmu dan untuk dinikmati semua saudara dan saudarimu.”
POKOK PIKIRAN KITAB IMAMAT
Pokok pikiran Kitab Imamat adalah: Kristus yang universal, almuhit, dan tak habis terutarakan ini adalah segala sesuatu untuk Allah dan umat Allah. Hari ini kita dapat membicarakan kenikmatan atas Kristus, tetapi suatu hari segala sesuatu akan dikepalai oleh Kristus (Ef. 1:10). Pada waktu itu, Kristus akan menjadi segala sesuatu untuk Allah dan manusia. Kenikmatan atas persona ini akan menjadi perayaan unik di alam semesta. Sang ajaib ini memiliki ribuan aspek, gelar, dan nama, dan setiap aspek, gelar, dan nama itu adalah untuk kita nikmati.
KRISTUS YANG TAK HABIS TERUTARAKAN
ADALAH ROH PEMBERI-HAYAT YANG TINGGAL DI DALAM KITA
Ibrani 13:21 mengatakan bahwa Allah melengkapi kita dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, melalui Yesus Kristus. Ayat ini menunjukkan bahwa Kristus yang agung, ajaib, dan tak habis terutarakan sekarang ada di dalam kita. Kristus yang di dalam kita ini adalah Roh pemberi-hayat (1Kor. 15:45). Sebagai Roh di dalam kita, Dia tersedia dan mudah dialami. Jika kita mau berdoa sejenak saja, kita akan mendoakan diri kita ke dalam roh kita untuk menjamah Dia dan menikmati Dia. Dia tidak habis terutarakan, tetapi sangat tersedia. Ketika kita menikmati Dia dalam aspek-aspek yang disebutkan di atas, kita akan dipimpin masuk ke dalam pengalaman atas keinsanian-Nya, keilahian-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya, dan kita akan bertumbuh dalam Dia dalam segala aspek ini.