← Daftar isi Kejadian (3) · bab 3/15

DISELAMATKAN MELALUI AIR

(4). Diselamatkan melalui Air

Karunia keselamatan Allah kepada Nuh tidak hanya menyelamatkannya dari penghakiman Allah, tetapi juga menolongnya keluar dari angkatan yang bengkok, bejat, dan jahat. Agar dapat tertolong lepas dari angkatan yang jahat itu, dia harus diselamatkan melalui air. 1 Petrus 3:20 dengan jelas sekali mengatakan bahwa Nuh diselamatkan melalui air. Apa artinya ini? Untuk memahami hal ini, kita harus mengetahui latar belakang zaman Nuh.

Nuh hidup pada zaman yang bengkok dan jahat. Aki-bat kejatuhan manusia kali pertama, sifat jahat Iblis (Satan) terinjeksikan ke dalam diri manusia. Dalam kejatuh-an manusia kali kedua, manusia keluar dari hadirat Allah, jatuh ke dalam kebudayaan manusia sendiri. Dari kejatuhan kali pertama sampai kejatuhan kali kedua, sifat jahat Iblis yang terinjeksikan ke dalam diri manusia telah berkembang menjadi kebudayaan manusia yang tak ber-Allah. Dalam kejatuhan kali ketiga, kebudayaan ini men-datangkan suatu angkatan yang jahat, yang mengakibatkan suatu angkatan bengkok, bobrok, dan murtad. Dalam pandangan Allah, angkatan ini adalah terhukum. Nuh di-lahirkan dalam angkatan yang demikian. Tidak saja Allah menghukum angkatan itu, pada waktu itu di bumi juga penuh dengan kuasa jahat kegelapan. Pada waktu manusia jatuh untuk ketiga kalinya, kuasa jahat kegelapan sudah merusak bumi, sehingga bumi penuh dengan kekerasan. Maka Allah turun tangan untuk menghakimi angkatan itu dan mengakhiri zaman itu. Orang yang hidup pada zaman itu berada di bawah dua perkara: penghakiman Allah dan kuasa jahat kegelapan.

Kini kita hidup dalam angkatan yang sama. Dalam Matius 24 dan Lukas 17, Tuhan Yesus memisalkan za-man kita ini serupa zaman Nuh. Latar belakang Nuh tepat seperti latar belakang kita; boleh dikatakan lambang latar belakang kehidupan kita. Coba perhatikan keadaan dunia masa kini. Jelas, di bawah penghakiman Allah dan di bawah kuasa kejahatan, pengaruh yang rusak. Tidak ada seorang pun, baik orang muda atau orang dewasa, yang dapat bertahan terhadap kuasa kejahatan atau pe-ngaruh masyarakat moderen ini. Para orang tua Kristen mendoakan anak-anak mereka, bahkan sebelum anak-anak mereka lahir. Mereka mempersembahkan anak-anak mereka kepada Allah, dengan takut dan gentar berusaha membantu mereka mengenal Allah, agar dapat menjauhi pengaruh dunia yang gelap ini. Tetapi anak-anak yang sudah berumur 6 tahun harus masuk sekolah. Begitu bersekolah, mereka segera berada di bawah pengaruh kuasa kegelapan zaman ini. Setiap anak sedikit banyak pasti terpengaruh. Tidak satu pun yang bebas pengaruh. Kita bisa menemukan kuasa jahat ini, pengaruh bejat kegelapan ini, meliputi bumi ini. Setiap orang berada di bawah penghakiman Allah dan di bawah kuasa dan kegelapan si jahat. Jadi, karunia keselamatan yang sempurna oleh Allah tidak saja melepaskan kita dari hukuman-Nya, tetapi ju-ga menolong kita lepas dari kuasa jahat zaman kegelapan beserta pengaruhnya. Pada hari Pentakosta, Petrus me-nasihati orang-orang, “Berikanlah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini” (Kis. 2:40 Tl.).

Saya tegaskan bahwa dalam Kitab Kejadian segala sesuatu adalah suatu benih, yang perlu bertumbuh dan berkembang. Diselamatkan melalui air adalah perihal baptisan. 1 Petrus 3:20-21 mewahyukan bahwa air yang dilalui oleh Nuh adalah suatu lambang baptisan, juga dapat dianggap sebagai baptisan yang pertama-tama disebutkan dalam Alkitab. Karena itu, ini adalah benih baptisan. Benih ini mula-mula berkembang dalam hal bani Israel menyeberangi Laut Merah. 1 Korintus 10:1-2 memberi tahu kita bahwa bani Israel menyeberangi Laut Merah. Proses ini adalah lambang baptisan air. Kemudian ketika zaman Perjanjian Baru tiba, yang pertama-tama sebagai pembukaan zaman ini ialah baptisan dengan air. Allah mengutus Yohanes pembaptis untuk mengerjakan-nya. Dia datang dengan tujuan membaptis orang-orang dengan air.

Sekarang marilah kita melihat bani Israel. Meskipun mereka adalah umat pilihan Allah, tetapi mereka telah jatuh dan mengembara ke Mesir. Waktu itu seluruh Mesir berada di bawah penghakiman Allah. Dan karena orang Israel berada di Mesir, sudah tentu mereka juga berada di bawah penghakiman Allah. Di samping itu mereka juga berada di bawah kekuasaan Raja Firaun, sekaligus orang Mesir. Kemudian mereka keluar dari Mesir. Keluarnya mereka bukan menghindari penghakiman Allah, melain-kan melarikan diri dari orang Mesir, supaya bebas dari perbudakan Mesir.

Selanjutnya mari kita lihat keselamatan yang dinikmati oleh orang Israel. Pertama, mereka menikmati penebusan darah anak domba. Mereka membunuh anak domba dan mengoleskan darahnya pada ambang pintu. Dengan demikian orang Israel dapat bebas dari penghakiman Allah melalui berada di bawah darah penebusan. Ketika Allah melaksanakan penghakiman atas Mesir, siapa saja yang berada di bawah darah akan selamat. Karena darah, orang Israel diselamatkan dari penghakiman Allah. Kemudian mereka makan daging anak domba. Tujuan makan daging itu bukan untuk bebas dari penghakiman, me-lainkan agar menguatkan diri mereka, untuk keluar dari Mesir. Setelah mereka makan daging anak domba, mereka memakai sepatu, membawa tongkat, dan siap untuk berjalan. Sebenarnya, pada waktu mereka makan, mereka sudah siap untuk meninggalkan Mesir.

Apa yang menyelamatkan orang Israel keluar dari Mesir dan dari kekuasaan Firaun? Meskipun Allah menye-lamatkan mereka dari penghakiman-Nya, tetapi Firaun raja Mesir tidak membiarkan mereka pergi. Firaun adalah lambang dari Iblis, ia seolah-olah berkata, “Kalian orang Israel sudah diselamatkan dari penghakiman Allah, juga sudah makan daging domba. Sekarang siap-siap akan pergi. Apakah kalian mengira dapat pergi begitu mudah? Tempat ini adalah daerahku, kekuasaanku, kerajaanku, dan di bawah pimpinanku. Aku berkuasa di sini dan tidak mengizinkan kalian pergi.” Firaun segera memerintahkan bala tentaranya untuk mengejar orang Israel. Namun Allah menyelamatkan orang Israel; Dia bukan mengutus malaikat atau menurunkan api untuk membakar Firaun dan bala tentaranya, melainkan membelah Laut Merah, supaya orang Israel dapat menyeberang. Ketika orang Israel menyeberangi Laut Merah, bala tentara Firaun berusaha mengejarnya. Saat pasukan Firaun itu sampai di tengah-tengah Laut Merah, Allah memerintahkan Musa untuk mengulurkan tangannya, supaya air berbalik (kembali seperti semula), menenggelamkan orang-orang Mesir (Kel. 14:26). Demikianlah Musa berbuat, dan air laut sungguh-sungguh kembali seperti semula, hingga bala tentara Firaun serta segala kekuasaan orang Mesir semuanya terkubur di laut. Orang Israel beroleh selamat. Mereka diselamatkan dari apa? Mereka diselamatkan bukan dari penghakiman Allah, melainkan dari kekuasaan Mesir dan Firaun. Mereka diselamatkan dari dunia dan kuasa Iblis.

Orang Israel menikmati keselamatan ganda. Keselamatan pertama adalah darah penebusan, keselamatan kedua adalah air penghakiman. Puji Tuhan atas darah penebusan dan air penghakiman! Kita semua tahu apakah darah penebusan itu. Namun saya khawatir, tidak banyak orang yang tahu apakah air penghakiman itu. Bagi kita, air penghakiman adalah salib Kristus. Kematian Yesus pada salib itulah air penghakiman. Iblis beserta dunia telah dihakimi di atas salib. Ketika Tuhan Yesus akan disalibkan, Dia mengumumkan, “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar” (Yoh. 12:31). Iblis dan dunia telah dihakimi di atas salib.

Melalui penghakiman dunia ini Tuhan menyelamatkan umat-Nya. Dia melaksanakan penghakiman atas Mesir; bagi orang Israel, penghakiman ini adalah penyelamatan. Bagi Iblis dan dunia, salib adalah suatu penghakiman. Tetapi bagi kita penghakiman salib adalah keselamatan. Bukannya diselamatkan dari hukuman Allah, melainkan dari kuasa Iblis dan pengaruh jahat zaman gelap ini. Ini sangat jelas. Sekarang marilah kita kembali ke kisah Nuh.

(a) Melalui Bahtera yang Ditutupi Pakal, Nuh Diselamatkan dari Penghakiman Allah

Tidak diragukan, tadinya Nuh juga berada di bawah hukuman Allah. Dia juga berada di bawah pengaruh kuasa jahat zaman itu. Nuh membuat sebuah bahtera, yang di dalam dan di luarnya ditutup dengan pakal. Pakal ini merupakan lambang darah penebusan. Dengan demikian Nuh terselamatkan dari penghakiman Allah karena pakal yang terdapat pada bahtera itu.

(b) Melalui Air Penghakiman,

Nuh Diselamatkan dari Dunia yang Terhukum

Apa yang menyelamatkan Nuh dari zaman yang jahat? Yaitu air bah yang dikirim Allah untuk menghakimi zaman jahat itu. Air bah penghakiman itulah yang memisahkan Nuh dari zaman itu. Seperti halnya Laut Merah yang mengubur orang Mesir, sekaligus memisahkan orang Israel dari dunia Mesir. Demikian pula air bah bagi Nuh. Di satu aspek menghakimi zaman yang jahat itu, dan di aspek lain memisahkan Nuh dengan zaman yang jahat. Air yang menghakimi dunia menyelamatkan Nuh keluar dari zaman yang jahat. Akibat dua aspek karunia keselamatan Allah yang sempurna, Nuh diselamatkan dari hukuman Allah, juga terselamatkan keluar dari zaman yang jahat.

Pada umumnya orang Kristen hampir tidak memahami keselamatan Allah aspek yang kedua ini. Setiap orang Kristen sejati mengetahui bahwa darah adi menyelamatkan kita (orang Kristen) dari penghakiman Allah, dari binasa kekal. Untuk ini kita berterima kasih kepada Allah. Tetapi, ada berapa banyak orang Kristen yang memuji Allah karena mereka diselamatkan melalui air? Saya sering memuji Allah karena hal ini. Lebih dari 40 tahun yang lampau, saya mulai memuji Tuhan karena diselamatkan melalui darah adi, dan diselamatkan melalui air: “Tuhan, terima kasih kepada-Mu, karena saya sudah diselamatkan dari penghakiman Allah dan kuasa Iblis. Haleluya! Saya telah keluar dari Mesir!” Karena sangat sedikit orang Kristen yang mengetahui bahwa mereka sudah diselamatkan keluar dari zaman jahat dunia ini, maka beban saya adalah menampakkan kepada mereka aspek kedua karunia keselamatan Allah yang sempurna. Karunia keselamatan Allah yang agung ini tidak hanya menyelamatkan kita dari penghakiman-Nya, juga menyelamatkan kita dari kuasa Iblis.

1) Dunia Beserta Semua Zamannya Dihukum oleh Allah

Dunia beserta semua zamannya dihukum oleh Allah. Dunia hanya satu, namun zamannya beraneka ragam. Ada zaman kuno, ada zaman moderen. Ada zaman model rambut pendek, ada pula zaman model rambut panjang. Masing-masing dari zaman itu telah dihukum oleh Allah. Dunia pada zaman Nuh telah dihukum (Kej. 6:11-13). Begitu pula dunia zaman Mesir (Kel. 14:26-28).

Seluruh dunia merupakan suatu sistem Iblis, yang mensistematikkan semua umat manusia. Di samping itu dunia ini tidak saja memiliki zaman yang berlainan, tetapi juga mempunyai macam-macam bagian. Pada satu zaman, ada berbagai bagian, seperti pendidikan, ekonomi, agama, dan lain-lain. Setiap bagian itu adalah salah satu dari sistem Iblis untuk mensistematikkan manusia. Karena itu seluruh dunia beserta masing-masing zaman dan bagiannya berada di bawah penghakiman Allah (Yoh. 12:31, 16:11). Perhatian saya bukan hanya supaya kita dapat melihat penghakiman oleh Allah itu, melainkan kita hanya melihat sepintas hal ini. Sekarang marilah kita maju selangkah untuk melihat keselamatan Allah.

2) Melalui Penghakiman Allah atas Dunia, Umat Allah Diselamatkan Terlepas dari Dunia Ini

Karena Allah menghakimi dunia ini, umat Allah diselamatkan terlepas dari dunia. Dengan apakah Allah menyelamatkan kita terlepas dari dunia yang terhukum ini? Allah mempergunakan hal yang sama, seperti waktu Ia menghakimi dunia pada zaman Nuh. Dengan air bah Allah menghakimi dunia yang kuno, dengan air bah itu pula Allah menyelamatkan Nuh terlepas dari dunia itu. Demikian pula Allah menggunakan Laut Merah untuk menghakimi orang Mesir, dan dengan Laut Merah itu pula menyelamatkan orang Israel terlepas dari kuasa jahat orang Mesir. Allah menggunakan salib untuk menghakimi Iblis berikut dunianya, dan dengan salib itu pula Allah menyelamatkan kita terlepas dari dunia yang terhukum ini.

Kita orang-orang Kristen beroleh selamat melalui salib penghakiman Kristus. Salib ini bertugas melaksanakan penghakiman Allah terhadap Iblis dan dunia. Kita diselamatkan dari penghakiman Allah melalui darah penebusan Kristus (Rm. 5:9). Dan kita diselamatkan dari dunia yang terhukum ini melalui kematian penghakiman Kristus. Galatia 1:4 mengatakan, “(Dia) yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini.” Walaupun Kristus mati untuk dosa kita, tetapi tujuannya ialah untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini. Saya telah mendengar cukup banyak pemberitaan yang menyatakan bahwa kematian Kristus adalah untuk melepaskan kita dari dosa. Tetapi boleh dikatakan tidak pernah mendengar pemberitaan yang menyatakan bahwa tujuan kematian Kristus adalah untuk melepaskan kita dari dunia jahat sekarang ini.

Galatia 6:14 mengatakan, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” Bagi Paulus, dunia telah disalibkan; bagi dunia, Paulus telah disalibkan. Bagi Anda, apakah dunia telah disalibkan? Bagi dunia, apakah Anda telah disalibkan? Dalam pandangan kita, dunia seharusnya berada di atas salib, telah disalibkan. Apakah Anda menyukai sesuatu yang telah disalibkan? Bagi dunia, kita berada di atas salib. Sering kali saya mendengar para orang tua kaum saleh mengatakan, “Anakku sudah mati.” Ada pula suami yang mengatakan bahwa istrinya sudah mati. Sebaliknya ada istri yang mengatakan bahwa suaminya sudah mati. Hal ini memang benar. Semua orang Kristen, baik suami, istri, anak laki-laki maupun anak perempuan, sudah mati. Bagi dunia, kita adalah mati. Bagi kita, dunia melalui kematian penghakiman Kristus, juga sudah mati.

(c) Baptisan Air Menandakan Kematian Penghakiman

Kristus yang Menyelamatkan Kita dari Dunia

yang Dihukum Allah

Ketika Anda dibaptis, Anda telah dikubur. Kalau ingin menyingkirkan seseorang dari dunia, tidak ada cara yang lebih baik selain dikubur. Demikian pula, agar Anda keluar dari dunia ini tidak ada cara yang lebih baik selain dibaptis. Misalnya, ada seseorang yang sangat mengasihi dunia. Di dunia ini ia mempunyai banyak hubungan, seperti istri, anak, sanak keluarga, semuanya itu sangat dikasihinya. Di samping itu, ia mempunyai tabungan uang di bank; menguasai beberapa perusahaan. Bagaimana caranya supaya orang seperti ini dapat terlepas dari dunia? Cara yang paling mudah adalah mengubur dirinya. Saat upacara penguburan dirinya dilakukan oleh familinya, dia sudah tamat terhadap dunia. Jadi, supaya seseorang dapat terlepas dari dunia, tidak ada cara lain yang lebih baik selain dikubur.

Apakah baptisan itu? Maafkan saya berkata bahwa banyak orang menganggap baptisan tidak lain adalah suatu upacara yang membuat seseorang menjadi anggota dari suatu gereja tertentu. Sebelum saya mengalami baptisan yang riil, saya pernah menerima upacara ini. Tetapi jangan sekali-kali kita membaptis orang demi upacara ini. Setiap kali kita akan membaptis seseorang, terlebih dulu kita harus berdoa atas kekuasaan dan nama Tuhan Yesus yang berkuasa, serta melatih roh kita. Kemudian barulah kita membaptis seseorang, memasukkannya ke dalam “kubur” dan menguburnya. Penguburan demikian barulah dapat membuat orang tersebut terpisah dengan dunia.

Kita telah dibaptis ke dalam kematian Kristus (Rm. 6:3). Kita sudah melalui baptisan, dikubur bersama Kristus (Kol. 2:12). Kita sudah mati, juga sudah dikubur, terlepas dari segala peraturan dunia (Kol. 2:20). Kita sudah melalui air bah dan Laut Merah. Air bah yang telah menghakimi angkatan Nuh, telah pula menyelamatkan Nuh. Laut Merah yang menghakimi orang Mesir, telah pula menyelamatkan orang Israel. Inilah keselamatan yang kita perlukan sekarang. Setiap orang Kristen memerlukan aspek kedua keselamatan yang sempurna dari Allah. Apakah Anda juga sudah mengalami keselamatan-Nya ini? Saya dapat berseru mengumumkan “Saya sudah terpisah dari tanah Mesir. Saya sudah terpisah dari angkatan yang bengkok, sesat, dan jahat ini!”

1) Dilambangkan oleh Air Bah

Air bah adalah lambang baptisan air yang menyelamatkan Nuh dari angkatannya yang jahat itu (1 Ptr. 3:20, 21). Nuh dibaptis di sebuah “kolam” baptisan yang sangat besar, dan cukup lama, sedikitnya 40 hari. Bilangan 40 ini menandakan suatu percobaan. Tidak seorang pun yang dapat membuat kolam baptisan sedemikian besar, yang dapat memuat air sedemikian banyak. Baptisan yang disebutkan pertama-tama oleh Alkitab adalah baptisan yang mencakup seluruh dunia. Baptisan kita seharusnya juga demikian. Sekali Anda masuk baptisan, Anda tidak mungkin dapat keluar lagi. Memang kita mudah sekali keluar dari kolam baptisan di balai sidang. Tetapi Nuh tidak bisa keluar dari kolam baptisannya. Nuh dikubur di kuburan sebesar dunia. Demikianlah benih baptisan. Kematian Kristus mencakup segala-galanya. Baptisan yang terwujud berdasarkan kematian-Nya adalah sebesar dunia, sebesar jagat raya, yang di dalamnya penuh air yang menghakimi dan mengubur.

2) Dilambangkan oleh Air Laut Merah

Baptisan air yang menandakan kematian penghakim-an Kristus itu juga dilambangkan oleh air Laut Merah, yang menyelamatkan orang Israel dari dunia orang Mesir (Kel. 14:26-28). Ada dua lambang baptisan air, yaitu air bah dan Laut Merah. 1 Petrus 3:20-21 mengatakan bah-wa air bah yang dilalui Nuh adalah lambang baptisan yang menyelamatkan kita. Sedangkan 1 Korintus 10:1-2 memberi tahu kita bahwa Laut Merah yang dilalui oleh orang Israel adalah lambang baptisan yang menyelamat-kan umat Allah keluar dari perbudakan musuh dan kuasa jahat. Segala pekerjaan duniawi, hiburan, olahraga, dan lain-lain, telah dikubur di Laut Merah baptisan kita. Baptisan yang berkhasiat dalam kuasa Roh Kudus ini dapat menyelamatkan kita terlepas dari dunia, terlepas dari angkatan jahat yang dihakimi dan dihukum oleh Allah.

3) Dinyatakan oleh Bejana Pembasuhan, Laut Tembaga, dan Lautan Kaca

Selain lambang-lambang baptisan tersebut, dalam Al-kitab terdapat beberapa tanda yang dipakai untuk menyatakan makna baptisan. Bejana pembasuhan yang terdapat di depan Kemah adalah tanda baptisan (Kel. 30:18-21). Di depan Kemah terdapat bejana pembasuhan. Daerah di luar batas Kemah mewakili dunia. Misalnya, ada seseorang keluar dari dunia ingin menjadi imam. Ia masuk ke dalam kemah datang ke hadapan Allah. Pertama-tama yang dilaluinya ialah mezbah, yang menandakan salib Kristus; mempersembahkan kurban penebusan dosa di atas mezbah. Dengan demikian dosanya sudah ditanggulangi, ia beroleh selamat. Kebanyakan orang Kristen mengira, jika seseorang sudah melewati mezbah, dia sudah diperbolehkan masuk ke tempat kudus yang berada di dalam kemah. Tetapi tidaklah demikian, tidak semudah atau secepat itu. Sesudah melewati mezbah, ia masih perlu pembasuhan dari bejana pembasuhan. Bejana ini tidak berfungsi menanggulangi dosa (ingat, dosa sudah ditanggulangi di mezbah), melainkan untuk menanggulangi kenajisan yang mencemarinya di bumi. Kenajisan dari bumi masih terdapat pada dirinya, karena itu, dia perlu dibasuh, supaya najisnya hilang. Darah hanya ada di atas mezbah, tidak ada di bejana pembasuhan. Sesudah dosanya ditanggulangi di mezbah, dan kenajisannya dari bumi dibasuh di bejana pembasuhan, barulah dia diperbolehkan masuk ke tempat kudus, datang ke hadapan Allah.

Banyak orang Kristen tidak memiliki jalan untuk datang ke hadirat Allah. Memang, mereka sudah beroleh selamat pada salib, tetapi pada diri mereka masih terda-pat suatu sekatan, suatu penghalang, yang menghalangi mereka masuk ke hadapan Allah. Apakah penghalang itu? Tidak lain adalah kenajisan dunia. Mereka belum melalui (kekurangan) pembasuhan dari bejana pembasuhan, yang dapat menyingkirkan kenajisan dunia mereka. Dengan kata lain, dosa mereka sudah ditanggulangi di atas salib, tetapi dunia mereka belum dikubur di dasar Laut Merah. Bejana pembasuhan adalah tanda baptisan, begitu pula air bah dan Laut Merah.

Pada prinsipnya, demikian juga dengan sebuah laut tembaga dan sepuluh buah bejana pembasuhan yang ada di depan Bait Suci. Ketika orang Israel sudah menetap di Tanah Kanaan, mereka membangun sebuah Bait Suci. Selain itu mereka membuat sebuah laut tembaga dan sepuluh buah bejana pembasuhan (1 Raj. 7:23, 38). Tembaga menandakan penghakiman. Laut tembaga dan kesepuluh buah bejana pembasuhan itu menandakan realitas kepenuhan baptisan. Karena itu, Anda tidak akan dapat masuk ke hadapan Allah, kecuali Anda melalui baptisan yang benar, yaitu menguburkan dunia.

Seperti halnya kita harus menguburkan perbelanjaan kita secara duniawi. Ketika Anda membaca berita ini, roh Anda dapat memberi tahu Anda bahwa dalam hal berbelanja, Anda mempunyai masalah, karena Anda berbelanja bukan di bawah pimpinan Tuhan. Kalau Anda berbelanja di bawah pimpinan Tuhan, Anda tidak mempunyai masalah apa pun. Namun jika Anda berbelanja tanpa pimpinan Tuhan, meski hanya sekali, Anda akan mati beberapa hari. Sejangka waktu itu Anda tidak dapat berdoa dengan baik, dan juga tidak dapat datang ke hadapan Tuhan. Anda boleh beralasan bahwa tidaklah salah kalau Anda membeli sebuah baju itu. Dari segi moral memang Anda tidak salah. Tetapi roh Anda bisa memberi tahu Anda bahwa begitu Anda memakai baju itu, Anda tidak dapat berdoa di hadapan Allah. Meskipun Anda bisa tetap berdoa tanpa penyertaan Allah, namun tanpa mengganti baju itu, bagaimanapun Anda tidak bisa berdoa hingga masuk ke hadapan Allah. Saat itu, apa yang harus Anda lakukan? Anda harus melompat masuk ke dalam laut tembaga.

Lautan kaca (Why. 4:6) juga merupakan tanda baptisan. Dalam Wahyu 4, Yohanes di dalam roh melihat takhta Allah dan di hadapan takhta itu terdapat lautan kaca. Apakah artinya ini? Tembaga bermakna pengha-kiman, sedang kaca berarti penyingkapan. Apa pun yang dibasuh di laut tembaga atau di bejana pembasuhan tidak dapat dilihat dari samping. Tetapi lautan kaca jernih, bagaikan kristal, hingga setiap barang yang dicuci di dalamnya dapat terlihat dengan jelas. Wahyu 15:2 mengatakan bahwa lautan kaca itu bercampur api. Ini juga merupakan tanda baptisan secara universal. Lautan semestinya penuh dengan air, namun lautan ini bercampur dengan api. Apa maksudnya? Karena kejatuhan Iblis (Satan) dan manusia, ciptaan lama sudah dihakimi oleh Allah. Dari semula Allah sudah berkali-kali menghakimi. Allah telah menggunakan air untuk menghakimi zaman sebelum Adam. Pada masa Nuh, Allah juga menggunakan air untuk menghakimi zaman Adam. Tetapi setelah air bah, Allah berkata tidak akan menggunakan air lagi untuk menghakimi dunia ini (Kej. 9:11). Allah akan menghakimi dengan api. Karena itu, Wahyu 15:2 mengatakan bahwa lautan ini bercampur dengan api; api menyala di dalam lautan. Terhadap ciptaan lama yang telah jatuh, Allah mempergunakan dua sarana penghakiman: dengan air dan dengan api. Lautan kaca yang bercampur api akhirnya akan bergabung menjadi lautan api (Why. 20:10, 14-15). Ketika Anda dibaptis, setiap barang Anda yang dikubur, semuanya akan dibuang ke lautan api.

Wahyu 15:2-3 mengatakan bahwa orang yang beroleh selamat akan berdiri di atas lautan kaca dengan bersukaria dan berkidung. Mereka menyanyikan dua buah nyanyian, yaitu nyanyian Musa (nyanyian ini pertama kali dinyanyikan di tepi Laut Merah) dan nyanyian Anak Domba. Mereka menyanyikan nyanyian Musa, karena Musa membawa mereka menyeberang Laut Merah. Mereka menyanyikan nyanyian Anak Domba Allah, karena Allah memimpin mereka menyeberang laut baptisan. Karena itu, semua orang yang beroleh selamat berada di atas lautan kaca. Lautan kaca ini adalah suatu kolam baptisan jagat raya. Akhirnya, seluruh makhluk ciptaan akan dibakar (2 Ptr. 3:6-7, 10, 12). Segala makhluk ciptaan akan melewati baptisan ini. Yang usang akan dibakar dan digusur oleh kobaran api ke dalam samudera api. Itulah baptisan jagat raya.

4) Di Langit dan Bumi Baru Tidak Ada Lagi Dunia dan Air Penghakiman

Akhirnya, langit baru dan bumi baru, yang merupa-kan ciptaan baru, akan dibawa ke hadapan Allah, dan tu-runlah Yerusalem Baru. Tatkala Allah ada di sana, tidak akan ada lautan lagi (Why. 21:1). Semua baptisan pada setiap zaman akhirnya berkumpul menjadi lautan api. Sedang yang lain akan ada di hadapan Allah, yang mengambil Yerusalem Baru sebagai tempat kediaman-Nya yang kekal. Jadi arti “diselamatkan melalui air” ialah “yang bukan milik Allah dan bukan bagi Allah pasti dilenyapkan oleh air bah.” Akhirnya, air bah ini akan bercampur dengan api, menjadi lautan api. Dan kita yang telah membasuh dan melenyapkan berbagai hal di luar Allah, akan berakhir pada Yerusalem Baru.

Demikian juga prinsip hidup gereja pada hari ini. Gereja adalah miniatur Yerusalem Baru. Kolam baptisan adalah lambang dari lautan api. Setiap kali pembaptisan adalah satu gambaran yang memberi tahu kita bahwa semua hal negatif yang terkubur dalam kolam baptisan, kelak akan mengalir ke lautan api. Sekarang perkenankanlah saya bertanya. Ke manakah “shopping” duniawi Anda itu? Ke mana dan bagaimana model Anda yang modern itu? Bagaimana pula rambut panjang dan rok mini Anda? Semua itu akan ada di kolam baptisan. Kolam ini akan membawanya ke lautan api. Demikianlah makna beroleh selamat melalui air. Keselamatan semacam ini akan mengakhiri zaman lama dan mendatangkan zaman baru. Keselamatan ini akan membawa kita keluar dari angkatan yang usang, bengkok, dan sesat untuk masuk ke dalam Kerajaan Kristus. Dalam berita selanjutnya, kita akan melihat kehidupan kerajaan dalam kebangkitan.