PENYALURAN ILAHI DARI KRISTUS YANG ALMUHIT DALAM MENYUPLAI DAN MENUNJANG KAUM BERIMAN
Garis Besar dan Pembacaan Alkitab
I. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai bagian bersama dari Allah untuk kaum beriman, menyuplaikan kekayaan Allah dalam Kristus kepada mereka:
A. Dinikmati bersama oleh kaum beriman — 1 Kor. 1:2b.
B. Allah telah memanggil kaum beriman ke dalam Kristus — 1 Kor. 1:9.
II. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai kekuatan dari Allah untuk kaum beriman, menyuplai dan menunjang mereka dalam apa adanya mereka dan apa yang mereka lakukan — 1 Kor. 1:24a:
A. Memiliki kekuatan yang dinamis.
B. Menguatkan kaum beriman.
III. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai hikmat dari Allah untuk kaum beriman, menunjang mereka dalam rencana ekonomi ilahi — 1 Kor. 1:24b, 30:
A. Memberikan nasihat.
B. Melengkapi kaum saleh dengan taktik.
IV. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai kebenaran dari Allah untuk kaum beriman, menyuplai mereka dengan jalan yang benar — 1 Kor. 1:30.
A. Dalam prosedur dan metode.
B. Agar kaum beriman dapat menjadi benar dan tepat dengan sempurna terhadap Allah, terhadap manusia, dan terhadap segala sesuatu.
V. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai pengudusan dari Allah untuk kaum beriman, menyuplai mereka dengan sifat kudus Allah — 1 Kor. 1:30:
A. Dalam kedudukan dan sifat.
B. Agar roh, jiwa, dan tubuh kaum beriman dapat dikuduskan seluruhnya.
VI. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai penebusan dari Allah untuk kaum beriman, menyuplai mereka setiap hari dengan kemuliaan ilahi yang menyatakan Allah — 1 Kor. 1:30:
A. Bukan hanya untuk hidup dan perilaku kaum beriman hari ini.
B. Tetapi untuk penebusan tubuh yang akan datang, agar seluruh diri mereka dapat masuk ke dalam kemuliaan Allah dan dapat menyatakan kemuliaan Allah dan terang Allah selama-lamanya.
Doa: Tuhan, kami menyembah-Mu dari lubuk batin kami, karena Engkau telah mengumpulkan kami sekali lagi dalam nama-Mu. Tuhan, kami percaya Engkau beserta dengan kami, Roh-Mu ada di sini, dan firman-Mu terbuka kepada kami. Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu karena dalam zaman yang gelap ini, kami memiliki firman-Mu yang kudus dan cerah dalam tangan kami, seperti lampu yang bersinar di tempat gelap. Kami sepenuhnya percaya bahwa malam ini Engkau akan membebaskan diri-Mu dari dalam firman-Mu. Tuhan, kami ingin sepenuhnya terbuka kepada-Mu. Semoga Roh-Mu bergerak dengan bebas dalam sidang ini. Tuhan, penuhilah kami semua, transfusikanlah keinginan-Mu, firman-Mu ke dalam kami, juga ke dalam mulut kami. Semoga pembicaraan kami menjadi pembicaraan-Mu, dan semoga Engkau berbicara di dalam pembicaraan kami. Tuhan, lepaskanlah kami dari perkataan yang sia-sia dan tidak ada gunanya, agar kami dapat berbicara tentang Engkau, kemuliaan-Mu, pribadi-Mu, apa adanya diri-Mu, dan apa yang telah Engkau lakukan, dan semoga kami semua mendapatkan sesuatu dari-Mu. Tuhan, tudungi kami semua dengan darah-Mu yang menang. Lawanlah bagi kami semua kuasa kegelapan. Semoga kemuliaan bagi-Mu dan berkat bagi kaum saleh. Amin.
Selama sepuluh tahun yang lampau, dari 1980 sampai sekarang, pimpinan Tuhan di tengah-tengah kita telah perlahan-lahan membukakan arah tertentu dari rahasia dalam Alkitab kepada kita. Arah ini adalah ekonomi ilahi. Pada ekonomi ilahi, ada penyaluran ilahi. Kata “ekonomi” khususnya dipakai oleh Paulus dalam surat-suratnya (Ef. 1:10; 3:9; 1 Kor. 9:17; 1 Tim. 1:4). Kata “ekonomi” ini berarti rencana, pengaturan, perhitungan. Ekonomi, rencana, pengaturan, perhitungan Allah adalah menyalurkan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya, umat ciptaan-Nya, dan umat tebusan-Nya. Ketika kita bertobat dan percaya kepada Tuhan, Allah menebus, membenarkan, dan melahirkan kita kembali. Langkah pertama ini, kelahiran kembali, yang dengannya Allah masuk ke dalam roh kita, adalah permulaan penyaluran Allah ke dalam kita. Sebab itu, kelahiran kembali adalah permulaan penyaluran ilahi dari ekonomi ilahi. Melalui penyaluran ini, Allah yang lengkap disalurkan ke dalam jutaan orang. Ia ada di dalam Anda dan pada saat yang sama ada di dalam saya. Ia ada di dalam semua orang yang telah percaya kepada Tuhan. Sepanjang zaman, jutaan orang yang percaya memiliki Allah yang sama di dalam mereka. Ia telah menyalurkan diri-Nya kepada kita, tetapi Ia sendiri tidak terbagi-bagi. Ia lengkap dan utuh di dalam setiap orang di antara kita yang telah percaya. Persona ini lengkap, tetapi Ia disalurkan ke setiap orang, dan setiap orang memiliki bagian di dalam-Nya.
Ini seperti rumah yang telah dipasangi kabel listrik. Bila kabel listrik itu dihubungkan dengan sumber listrik, masuklah listrik itu. Sejak saat itu, listrik yang tersimpan di pembangkit tenaga listrik terus-menerus disalurkan ke dalam rumah itu, dan semua perabot listrik jadi bisa berfungsi. Penggunaan semua perabot listrik itu tergantung pada penyaluran dari pembangkit tenaga listrik. Bila listrik berhenti disalurkan, semua perabot listrik tidak bisa digunakan lagi. Hari ini, di alam semesta ada satu hal yang luar biasa. Allah kita seperti listrik. Suatu hari Ia memasang diri-Nya dari pusat pembangkit tenaga listrik surgawi ke dalam kita, kaum beriman. Selama sepuluh tahun yang lampau, Tuhan telah menunjukkan di tengah-tengah kita secara terus-menerus bahwa Allah memiliki ekonomi yang rahasia, yaitu menyalurkan diri-Nya sebagai persona yang lengkap ke dalam setiap orang di antara kita. Ketika kita menyeru nama Tuhan, percaya, dan dibaptis, Allah ditransmisikan ke dalam kita. Allah Tritunggal telah menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Di dalam kita, terjadi penyaluran ajaib semacam itu.
Dalam berita yang lampau, kita sudah nampak penyaluran Allah dari Injil Yohanes dan dari Kitab Roma. Nanti, kita akan membahas penyaluran Allah dari Kitab Efesus. Sekarang kita akan membahas penyaluran Allah dari Kitab 1 dan 2 Korintus.
ADALAH PENYALURAN ILAHI SEBAGAI
BAGIAN BERSAMA DARI ALLAH UNTUK KAUM BERIMAN
Melalui penyaluran ilahi, Kristus yang almuhit menjadi bagian bersama yang diberikan dari Allah kepada kaum beriman, terus-menerus menyuplai kaum beriman dengan kekayaan Allah dalam Kristus. Ini dapat dianggap sebagai gambaran umum dari penyaluran ilahi dalam Kitab 1 dan 2 Korintus. Di bawah gambaran umum ini ada lima hal yang membicarakan Kristus yang almuhit sebagai kekuatan, hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan, dari Allah untuk kaum beriman.
Sebagai persona yang almuhit, Kristus adalah milik semua orang beriman. Ia dapat dinikmati oleh semua orang beriman (1 Kor. 1:2b). Ia adalah bagian kita yang diberikan oleh Allah kepada kita (Kol. 1:12). Selain itu, Ia adalah persona yang ke dalam-Nya Allah telah memanggil kaum beriman. Satu Korintus 1:9 mengatakan, “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” Ini memperlihatkan kepada kita bahwa kita telah berbagian dalam kesatuan dengan Yesus Kristus, Anak (Putra) Allah, dan telah berbagian dalam persekutuan-Nya. Allah telah memanggil kita ke dalam persekutuan semacam ini, menikmati Kristus sebagai bagian yang Allah berikan kepada kita, yang meliputi kekuatan, hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan. Kelima hal ini mengandung penyaluran Allah yang ilahi dan kaya. Allah telah menyalurkan Kristus sebagai kelima hal ini kepada kita.
Siapakah Kristus? Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal. Bagi Allah, memberikan Kristus kepada kita berarti memberikan diri-Nya sendiri kepada kita. Sebagai apakah Ia diberikan kepada kita? Mengatakan Ia diberikan kepada kita sebagai Juruselamat dan Penebus kita adalah pengertian yang dangkal. Mengatakan Ia diberikan kepada kita sebagai hayat itu lebih dalam. Dari 1 Korintus 1 kita nampak bahwa Allah telah memberikan Kristus kepada kita, yaitu Ia telah memberikan diri-Nya kepada kita, menjadi kekuatan, hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita. Ini terjadi bukan hanya pada saat kita dilahirkan kembali, tetapi setelah itu pun Kristus terus-menerus diberikan oleh Allah kepada kita. Ini seperti listrik yang ada dalam pembangkitnya. Sejak rumah dibangun dan kabel listrik dipasang di dalam rumah itu, listrik terus-menerus ditransmisikan ke dalam rumah itu dan telah tersedia bagi kita untuk menjalankan setiap perabot listrik.
Dari kali pertama kita menyeru, “O Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu, aku menerima-Mu”, Tuhan Yesus sebagai listrik surgawi telah dihubungkan dengan kita, dan transmisi pun terjadi. Sejak saat itu dan seterusnya, transmisi itu tidak pernah berhenti. Ditinjau dari diri saya, selama enam puluh lima tahun yang lalu, selalu ada transmisi dari Allah kepada saya. Pada kita masing-masing sebagai orang yang sudah dilahirkan kembali dan sudah beroleh selamat, ada transmisi semacam itu di dalam diri kita. Meskipun kita sering lemah, berada dalam kegelapan, dan bahkan berdosa dan terputus untuk sementara, kita beroleh pengampunan, dan disambungkan lagi setiap kali kita berpaling dan mengaku dosa-dosa kita. Transmisi Kristus pulih kembali, dan kita dapat menikmati Kristus sebagai kekuatan, hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita.
ADALAH PENYALURAN ILAHI SEBAGAI
KEKUATAN DARI ALLAH UNTUK KAUM BERIMAN
Satu Korintus 1:24 memberi tahu kita bahwa Kristus yang tersalib adalah kekuatan Allah. Sebagai kekuatan Allah, Kristus memiliki kekuatan yang dinamis; Ia menguatkan kaum beriman, menyuplai dan menunjang mereka dalam apa adanya mereka dan apa yang mereka lakukan. Dalam segala lingkungan dan keadaan kita, Kristus sebagai kekuatan dari Allah mula-mula membuat kita dapat menanggung derita, kedua, membuat kita dapat memikul beban, ketiga, menunjang kita sehingga kita tidak tergoyahkan, dan keempat membuat kita dapat berdiri teguh. Hal ini dapat dibandingkan dengan yang dikatakan oleh Paulus, “Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13). Kristus sebagai kekuatan Allah setiap hari menyuplai kita dan menunjang kita melalui penyaluran ilahi-Nya.
ADALAH PENYALURAN ILAHI SEBAGAI
HIKMAT DARI ALLAH UNTUK KAUM BERIMAN
Satu Korintus 1:24 juga memberi tahu kita bahwa Kristus yang tersalib adalah hikmat Allah. Melalui inkarnasi dan penyaliban Kristus, Allah menyingkirkan dosa manusia dan memusnahkan Iblis yang merusak manusia, dengan demikian membebaskan hayat ilahi dan membuatnya tersedia bagi semua orang yang percaya kepada Dia. Inilah hikmat Allah. Hikmat ini penuh dengan nasihat, memberikan jalan kepada kaum saleh. Dalam hidup gereja hari ini, asal kita memiliki Kristus sebagai hikmat kita dari Allah, semua masalah tidak akan menjadi masalah lagi.
ADALAH PENYALURAN ILAHI SEBAGAI
KEBENARAN DARI ALLAH UNTUK KAUM BERIMAN
Sebagai kebenaran dari Allah untuk kita (1 Kor. 1:30), Kristus bukan hanya untuk pembenaran kesalahan kita di masa lalu, tetapi juga untuk kehidupan kita hari ini. Kebenaran ini membuat kita menjadi benar dan adil terhadap Allah, manusia, dan segala sesuatu dalam hal prosedur dan cara. Kristus disalurkan dari Allah ke dalam kita menjadi hayat, kekuatan, dan hikmat kita, sehingga kita dapat memperhidupkan kehidupan yang benar dan adil dalam setiap perkataan, perbuatan, pergerakan, dan tindakan.
ADALAH PENYALURAN ILAHI SEBAGAI
PENGUDUSAN DARI ALLAH UNTUK KAUM BERIMAN
Sebagai pengudusan dari Allah untuk kita (1 Kor. 1:30), Kristus bukan hanya menguduskan kita dalam aspek kedudukan, tetapi juga dalam watak (sifat), sehingga kita dapat disisihkan bagi Allah dari segala sesuatu yang umum. Ia adalah kekuatan pengudusan kita, dan Ia juga adalah faktor untuk pengudusan kita. Melalui Dia, penyaluran ilahi terus-menerus dipancarkan ke dalam kita, menguduskan seluruh diri kita — roh, jiwa, dan tubuh — membuat kita kudus, penuh dengan unsur ilahi untuk memperhidupkan kehidupan yang unggul.
ADALAH PENYALURAN ILAHI SEBAGAI
PENEBUSAN DARI ALLAH UNTUK KAUM BERIMAN
Terakhir, Kristus sebagai penebusan dari Allah untuk kita (1 Kor. 1:30) akan mengubah, mentransfigurasi tubuh kita melalui hayat ilahi-Nya, sehingga kita memiliki tubuh mulia-Nya (Flp. 3:21). Betapa kita perlu tahu bahwa segala sesuatu yang Allah muliakan harus melalui penghakiman salib, dan ditebus. Pertama, ada penebusan, kemudian ada kemuliaan. Sedikit atau banyak, setiap orang di antara kita masih dalam ciptaan lama dan dalam hayat alamiah. Karena itu, kita perlu menerima penghakiman salib agar kita dapat menerima Kristus sebagai penebusan kita dan dapat memenuhi syarat untuk menikmati kemuliaan Allah. Ini bukan hanya untuk kehidupan kaum beriman pada hari ini, melainkan untuk penebusan tubuh mereka di masa yang akan datang, sehingga seluruh diri mereka dapat masuk ke dalam kemuliaan Allah dan dapat mengekspresikan kemuliaan Allah serta terang-Nya selama-lamanya.
Hari ini, dalam hidup gereja, setiap hari kita memerlukan Kristus yang almuhit menjadi kekuatan, hikmat, kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita. Semua kekayaan ilahi Kristus terus-menerus disalurkan dari Allah ke dalam kita. Semakin banyak Ia disalurkan ke dalam kita, semakin banyak pula unsur ilahi yang di dalam kita bertambah, sehingga akhirnya seluruh diri kita disuplai dan ditunjang oleh Dia.