OPERASI DAN PENYALURAN HUKUM ROH HAYAT DALAM KETIGA BAGIAN KAUM BERIMAN
Garis Besar dan Pembacaan Alkitab
I. Mulai dari roh kaum beriman:
A. Oleh Roh Allah tinggal di dalam kaum beriman — Rm. 8:9a.
B. Roh Kristus, yaitu Kristus yang pneumatik, berumah di dalam roh kaum beriman — Rm. 8:9b-10a.
C. Agar kaum beriman, meskipun tubuh mereka mati karena dosa, tetapi roh adalah hidup karena kebenaran — Rm. 8:10b.
II. Berlanjut di dalam jiwa kaum beriman:
A. Melalui kaum beriman menaruh pikiran mereka, bagian jiwa mereka, di atas roh — Rm. 8:6b.
B. Agar penyaluran ilahi yang tinggal di dalam roh kaum beriman dapat meluas ke dalam jiwa kaum beriman, agar pikiran mereka bisa diubah dan jiwa mereka diperbarui — Rm. 12:2b.
III. Rampung dalam tubuh kaum beriman:
A. Melalui Roh Dia yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati, berumah di dalam roh dan jiwa kaum beriman — Rm. 8:11a.
B. Agar Ia yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati, melalui Roh-Nya berumah di dalam kaum beriman — Rm. 8:11b.
C. Agar tubuh fana kaum beriman juga dapat menerima suplai dan penjenuhan hayat ilahi — Rm. 8:11b.
Doa: Tuhan, kami memuji dan bersyukur kepada-Mu karena Engkau menyertai kami. Kami percaya Engkau akan berbicara kepada kami di dalam Roh-Mu. Tuhan, berbicaralah lebih banyak. Berbicaralah di dalam kami, dan berbicaralah melalui pembicaraan kami, perkataan ditambah perkataan, roh ditambah roh, sehingga setiap orang di antara kami berjumpa dengan Engkau dan dijamah oleh Engkau. Kiranya Engkau mendapatkan kemuliaan, Iblis dipermalukan, dan kaum saleh diberkati. Amin!
ALLAH ADALAH TRITUNGGAL
Berita-berita kali ini membahas Roma 8. Roma 8 dapat dianggap sebagai salah satu pasal yang paling dalam dari Alkitab. Kedalamannya terletak pada dua aspek: pertama, Allah kita adalah Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh; kedua, Allah Tritunggal ini sedang menggarapkan diri-Nya ke dalam diri kita yang tripartit. Menurut wahyu Alkitab, Allah itu tritunggal. Ia adalah Bapa, Putra, dan Roh. Ini berarti persona yang kita layani, sembah, percayai, terima, dan yang olehnya kita hidup adalah Allah Tritunggal. Allah Tritunggal ini memiliki seluk-beluk yang sangat misterius: Ia adalah Allah yang unik, tetapi memiliki tiga persona. Itulah sebabnya Ia disebut Allah Tritunggal.
Kata tritunggal tampaknya bukan merupakan istilah yang sangat tepat. Kata atau istilah ini berasal dari bahasa Sansekerta dan terbentuk dari dua kata: tri yang berarti tiga, dan tunggal yang berarti satu. Sebab itu, kata tritunggal berarti tiga satu.
Menurut catatan Alkitab, sebelum Tuhan Yesus menjadi daging, dan bahkan sebelum Ia bangkit, Ia tidak pernah mewahyukan Trinitas Ilahi kepada manusia. Setelah Ia melalui inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kematian, dan kebangkitan, barulah Ia mewahyukan hal ini kepada manusia. Ketika Ia masuk ke dalam kebangkitan, Ia segera menjadi Roh pemberi-hayat. Ini adalah hal yang luar biasa. Saya katakan lagi: Kristus adalah jelmaan Allah Tritunggal yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Dalam kebangkitan Ia menjadi Roh pemberi-hayat. Roh ini adalah Roh hayat yang disebutkan dalam Roma 8. Sebelum naik ke surga, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan berpesan kepada mereka, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak (Putra) dan Roh Kudus” (Mat. 28:18-19). Nama yang di dalamnya orang-orang dibaptis adalah nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Bapa, Putra, dan Roh adalah tiga, tetapi namanya satu. Ada tiga persona dengan hanya satu nama. Nama ini adalah gelar gabungan dari Sang Ilahi. Nama ini mewakili Allah Tritunggal itu sendiri.
ALLAH TRITUNGGAL — BAPA, PUTRA, DAN ROH
Yohanes 1:1 mengatakan, “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dari hal ini kita nampak bahwa Firman itu tidak dapat dipisahkan dari Allah. Keduanya adalah satu. Firman adalah definisi, penjelasan, dan ekspresi Allah. Firman ini bukan hanya membicarakan Allah, tetapi membicarakan Allah sampai masuk ke dalam manusia, karena Firman ini adalah Allah yang sudah didefinisikan, dijelaskan, dan diekspresikan. Suatu hari, Firman ini menjadi daging (Yoh. 1:14). Yang menjadi daging adalah Firman, yaitu Allah, Allah Tritunggal yang lengkap. Firman menjadi daging berarti Allah Tritunggal menjadi manusia yang terbentuk dari daging. Dengan demikian, Ia menjadi manusia-Allah yang tidak berdosa, Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna, memiliki keilahian dan keinsanian. Inilah Yesus. Inilah Allah Tritunggal.
Manusia-Allah Yesus ini tinggal di bumi bersama murid-murid selama tiga setengah tahun. Suatu hari, seorang murid-Nya, Filipus, berkata kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh. 14:8). Setelah mendengar perkataan ini, Tuhan Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa . . . Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya” (Yoh. 14:9-10). Tuhan seolah-olah menegur Filipus dan berkata, “Mengapa kamu meminta-Ku menunjukkan Bapa? Tidak tahukah kamu bahwa Aku adalah Bapa?” Ini menunjukkan bahwa yang kedua dari Allah Tritunggal, Putra, adalah yang pertama dari Allah Tritunggal, Bapa. Putra adalah Bapa.
Sesudah itu, Tuhan Yesus berkata, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran . . . Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh. 14:16-18). Roh Kebenaran atau Roh Realitas ini adalah Tuhan sendiri. Ini menunjukkan bahwa Kristus di dalam daging telah melalui kematian dan kebangkitan menjadi Roh hayat. Roh hayat ini adalah Kristus yang pneumatik. Roh ini adalah realitas Kristus (1 Yoh. 5:6, 20), membuat Kristus menjadi riil dalam kaum beriman. Sebab itu, yang ketiga dari Allah Tritunggal, Roh, juga adalah realitas dari yang kedua, Putra. Selain itu, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid, “Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh. 14:20). Hari itu mengacu kepada hari kebangkitan Tuhan. Pada hari kebangkitan-Nya, yang ketiga dari Allah Tritunggal, Roh, yang adalah Penolong atau Penghibur yang lain, masuk ke dalam murid-murid dengan semua realitas Allah Tritunggal untuk tinggal di dalam mereka. Pada waktu itu, murid-murid tahu bahwa Putra di dalam Bapa, murid-murid di dalam Putra, dan Putra di dalam murid-murid. Karena Putra di dalam Bapa, ketika Putra masuk ke dalam kita, Bapa juga masuk ke dalam kita. Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh — bersatu dengan kita, kaum beriman.
Allah Tritunggal dan Manusia Tripartit
Dalam kitab Injilnya, Yohanes menyingkapkan bahwa Allah yang kita sembah, layani, percayai, dan yang olehnya kita hidup adalah Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh. Paulus juga mewahyukan kepada kita dalam Surat-surat Kirimannya bahwa kita yang diciptakan oleh Allah adalah manusia tripartit, yang tersusun dari roh, jiwa, dan tubuh. Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh — adalah rahasia dan sama sekali tidak sederhana. Ketiga bagian dari diri kita — roh, jiwa, dan tubuh — juga rahasia dan tidak sederhana. Ketika kita pergi ke sekolah untuk menerima pendidikan, kita memuaskan keperluan jiwa, sehingga kita dapat memiliki jiwa yang kuat. Di sekolah kita juga melakukan latihan jasmani untuk memenuhi keperluan tubuh, sehingga kita dapat memiliki tubuh yang kuat. Tetapi meskipun kita belajar dan melakukan kegiatan jasmani, kita sering merasa kosong. Ini dikarenakan roh kita belum dipuaskan. Roh kita perlu diisi oleh Allah. Kita memerlukan Allah. Hanya Allah yang dapat “menyalakan” roh kita. Jika kita benar dalam ketiga bagian dari diri kita, kita akan menjadi orang yang sehat jasmani, kuat dalam jiwa, dan jernih dalam roh.
Dalam Roma 8:9-10 Paulus berkata, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena pembenaran.” Di sini kita dapat nampak bahwa Roh Allah adalah Roh Kristus. Keduanya adalah satu Roh, dan Kristus adalah kedua Roh itu. Sebab itu, Roh Allah, Roh Kristus, dan Kristus itu sendiri — ketiganya — adalah satu. Kemudian Paulus berkata, “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, tinggal di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu” (Rm. 8:11). Ini berarti jika kita mengizinkan Roh Allah Tritunggal tinggal di dalam kita, dalam pengalaman kita, kita tidak akan berada di dalam daging, melainkan di dalam roh. Jika demikian, Ia sebagai Roh itu akan meluas dari roh kita ke jiwa kita, yang diwakili oleh pikiran, dan akhirnya akan menghidupkan (memberikan hayat) kepada tubuh kita yang fana.
PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL KE DALAM MANUSIA TRIPARTIT
Bagaimana Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh — menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit yangterdiri atas roh, jiwa, dan tubuh? Pertama, Kristus masuk ke dalam roh kita dan menghidupkan roh kita. Pada saat ini, jiwa kita masih mati karena dosa. Berikutnya, jika kita menaruh pikiran kita di atas roh secara terus-menerus, Roh itu akan masuk ke dalam jiwa kita, sehingga pikiran kita akan dipenuhi dengan Roh dan akan menjadi hayat ilahi. Dengan demikian, bukan hanya di dalam roh kita ada hayat, di dalam pikiran kita juga ada hayat. Terakhir, Ia yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati akan memberikan hayat kepada tubuh kita yang fana oleh Roh kebangkitan, yang diam di dalam kita, sehingga tubuh kita juga memiliki hayat. Mula-mula, dalam roh kita ada hayat. Kemudian dalam jiwa kita ada hayat. Terakhir, tubuh kita juga memiliki hayat. Demikianlah cara Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit. Ini juga rahasia yang paling besar dan paling dalam di alam semesta.
Kita semua adalah manusia tripartit yang memiliki roh, jiwa, dan tubuh. Kita tidak hanya perlu menjadi kuat di dalam pikiran dan tubuh kita; kita pun perlu menjadi jernih di dalam roh kita. Hanya dengan demikianlah kita baru dapat diatur dan dipimpin oleh Roh Allah, dan hanya dengan demikianlah baru ada orang yang tepat yang berguna bagi keluarga, kerabat, sahabat, masyarakat, dan negara kita. Orang semacam ini telah mendapatkan Allah dan didapatkan oleh Allah. Sebelum kita percaya kepada Tuhan, tubuh kita mungkin tidak begitu tepat. Jiwa kita tidak baik, dan roh kita gelap dan mati. Namun, syukur kepada Tuhan, kita sudah percaya kepada Yesus, dan Allah Tritunggal yang rahasia telah masuk ke dalam kita. Begitu Ia masuk, Roh itu datang, dan Bapa serta Putra juga datang. Betapa kaya sekarang karena Bapa ada di dalam kita, Putra di dalam kita, dan Roh juga ada di dalam kita! Seluruh diri kita sekarang sepenuhnya diambil alih oleh Allah Tritunggal. Allah Titunggal telah melahirkan kita dengan diri-Nya dan telah menyusun ulang kita dengan unsur ilahi-Nya sendiri. Kini kita adalah orang-orang yang memiliki Allah, orang-orang yang memiliki penyaluran Allah dan dijenuhi serta disusun dengan Allah. Jadi, kita adalah manusia-Allah.
Pekerjaan menggarapkan Allah Tritunggal ke dalam kita ini adalah suatu penyaluran. Penyaluran ini sama sekali tidak kasar, melainkan sangat halus dan lembut. Asalkan Anda mengaku bahwa Anda adalah orang dosa, Anda percaya kepada Tuhan Yesus, maka Allah Tritunggal ini — Bapa, Putra, dan Roh — akan masuk ke dalam Anda menjadi hayat dan segala sesuatu Anda. Jika Anda adalah seorang suami, Ia akan menjadi “kasih” yang dengannya Anda mengasihi istri Anda. Jika Anda adalah seorang istri, Ia akan menjadi “ketaatan” yang dengannya Anda taat kepada suami Anda. Anda dapat mengasihi istri Anda karena Yesus, dan Anda dapat taat kepada suami Anda karena Yesus. Kerendahan hati Anda, kelembutan Anda, dan kesabaran Anda semuanya adalah Yesus. Yesus telah menjadi segala sesuatu Anda.
Selain itu, melalui penyaluran-Nya di dalam Anda, perlahan-lahan Anda akan menyadari bahwa Ia adalah Kepala Anda. Di hadapan-Nya Anda seperti seorang istri. Anda akan mengerti bahwa Ia adalah Tuhan Anda, hanya Dia yang memiliki kedaulatan yang sejati atas diri Anda. Allah Tritunggal ini yang ada di dalam Anda adalah hayat Anda dan segala sesuatu Anda. Ia juga Kepala Anda, Suami Anda, dan Tuhan Anda. Kemudian, Ia adalah hukum Anda, hukum Roh hayat. Hukum ini adalah satu hal yang luar biasa. Bila Anda melihat kipas angin listrik sedang berputar, tahulah Anda bahwa ada hukum listrik yang beroperasi di dalam kipas angin listrik itu. Listrik itu ditransmisikan dari pembangkit tenaga listrik ke dalam rumah, dan kemudian dihubungkan ke kipas angin listrik itu. Ada lagi satu tombol. Bila Anda ingin memutar kipas angin itu, Anda tidak perlu memutarnya dengan tongkat bambu. Anda hanya perlu menekan tombol, dan dengan segera kipas angin itu akan berputar dan angin yang sejuk akan terasa.
Sebagai orang Kristen hari ini, apakah Anda menempuh hidup sebagai orang Kristen dengan “memutar kipas angin menggunakan tongkat bambu” atau “menekan tombol” agar kipas angin itu berputar sendiri? Ada orang yang sudah lama berdoa mohon Tuhan membantu mereka dan menguatkan mereka agar mereka dapat menghormati orang tua mereka dan mengendalikan amarah mereka. Sebenarnya, doa semacam itu seperti memutar kipas angin dengan tongkat bambu. Sudahkah Anda nampak bahwa Anda tidak perlu lagi memutar kipas angin dengan tongkat bambu? Anda perlu nampak bahwa satu fakta telah genap — listrik dari pembangkit tenaga listrik telah dipasang ke dalam rumah ini. Kipas angin listrik ini ada di sini. Tombolnya juga sudah dipasang. Anda tidak perlu melakukan apa-apa, hanya perlu menekan tombol, dan kipas angin itu akan berputar.
OPERASI ALLAH TRITUNGGAL DI DALAM KAUM BERIMAN
Kita semua harus nampak bahwa Allah Tritunggal adalah “listrik” yang paling besar. Ia telah dipasang di dalam kita. Hari demi hari Ia beroperasi di dalam kita dengan lembut dan halus. Jika Anda mengontak Dia, Anda akan menerima kenikmatan. Jika Anda mengabaikan Dia, Anda akan kehilangan kenikmatan. Sedikit sekali orang Kristen yang nampak hal ini. Karena itu, kita perlu mohon Tuhan membukakan konsepsi kita dan memalingkan doa kita, sehingga kita tidak lagi meminta-minta dengan memelas. Kita harus memuji dan bersyukur kepada-Nya, berkata, “Terima kasih, Tuhan, Engkau adalah hukum Roh hayat, dan Engkau telah masuk ke dalamku dan tinggal di dalamku sejak hari pertama sampai sekarang. Engkau tidak pernah berhenti ‘beroperasi’. Tuhan, aku memuji-Mu. Engkau masih beroperasi di dalamku hari ini dalam berbagai cara.” Allah Tritunggal sedang beroperasi di dalam kita dari hari ke hari. Operasi ini adalah penyaluran diri-Nya secara lembut, halus, dan cermat ke dalam kita semua.
Malam ini kita semua telah makan. Ketika makanan itu masuk ke dalam kita, terjadilah suatu operasi (pergerakan) di dalam kita. Operasi ini adalah pencernaan kita, dan pencernaan ini adalah hukum yang beroperasi di dalam tubuh kita. Tujuan hukum ini dan operasi ini adalah menyalurkan makanan sedikit demi sedikit ke dalam tubuh kita, agar unsur-unsur yang bergizi dapat sedikit demi sedikit diserap oleh tubuh kita. Tuhan dengan jelas mengatakan dalam Injil Yohanes bahwa Ia adalah roti yang turun dari surga. Bila kita makan Dia, akan terjadi suatu operasi di dalam kita, membuat kita mampu hidup oleh Dia (Yoh. 6:35, 50-51, 57-58). Ia juga memberi tahu kita bahwa Ia adalah air hidup. Kita dapat minum Dia dengan cuma-cuma, dan Ia akan memuaskan dahaga kita (Yoh. 4:14; 7:37). Ini juga suatu operasi di batin kita. Operasi ini adalah penyaluran-Nya.
Selanjutnya, Tuhan mewahyukan kepada kita bahwa Ia adalah nafas kudus, dan kita dapat menghirup Dia (Yoh. 20:22). Nafas kudus ini adalah Roh Kudus, yang juga Allah Tritunggal itu sendiri. Ia terus beroperasi dan menghembuskan, agar kita dapat terus-menerus menghirup dan menikmati Dia. Dengan demikian, ada kesatuan organik antara Dia dengan kita, kesatuan yang di dalamnya Ia terus-menerus menyalurkan dan kita terus-menerus menerima. Pada akhirnya, kita tidak akan kekurangan apa-apa dan akan bertumbuh di dalam hayat Allah melalui pertambahan penyaluran-Nya di dalam kita. Hari ini, di dalam kita masing-masing ada hukum yang demikian. Allah Tritunggal bukan hanya hayat kita, Ia juga hukum yang penuh dengan operasi untuk terus-menerus menyalurkan diri-Nya ke dalam kita.
Membiarkan Hukum Roh Hayat Beroperasi
Selanjutnya, Roma 8 mengatakan bahwa di dalam kita ada satu hukum lain, yaitu hukum dosa dan maut di dalam daging kita. Hukum dosa dan maut ini membuat tubuh kita menjadi lemah dan tidak berdaya dalam melaksanakan kehendak Allah. Hukum ini juga membuat kita menjadi kuat dan bersemangat melakukan apa yang bertentangan dengan Allah. Hukum ini adalah hukum dosa, juga hukum maut. Bila keduanya bergabung, kita menjadi tidak berdaya berbuat baik dan tidak ada perasaan dalam berbuat jahat. Hukum dosa dan maut ini tidak lain Iblis yang ada di dalam daging kita. Ketika manusia berdosa, Iblis masuk ke dalam manusia. Namun, ketika kita percaya kepada Tuhan, ada hukum lain masuk ke dalam kita, yaitu Allah Tritunggal yang masuk ke dalam kita menjadi hayat kita. Hayat ini bukan di dalam daging kita, melainkan di dalam roh kita. Hari ini, manusia sangat mudah berdosa. Begitu hukum dosa dan maut bekerja sebentar saja, manusia akan dengan spontan berbohong dan menipu. Sebenarnya bukan kita yang melakukan hal-hal itu, melainkan hukum dosa dan maut yang melakukan hal itu di dalam kita. Demikian pula, di dalam kita ada hukum lain, yaitu hukum Roh hayat. Hukum ini adalah satu persona, Allah Tritunggal. Ia mengatur dari dalam kita hari demi hari. Kita tidak perlu minta Dia membantu kita. Asal Ia beroperasi, segalanya akan beres. Ia tidak jauh dari kita; tidak jauh tinggi di surga. Sebaliknya, Ia ada di dalam kita. Karena itu, kita harus belajar menyerahkan diri kita kepada-Nya dan membiarkan Dia menjadi segala sesuatu kita. Ia adalah hayat di batin kita, Ia pun adalah hukum di batin kita.
Kita tahu bahwa setiap hayat memiliki unsurnya, sifatnya, kemampuannya, dampaknya, dan bentuknya. Selain itu, setiap hayat dapat berkembang biak. Pohon persik memiliki unsur persik. Berdasarkan unsur itu, pohon persik memiliki sifatnya, dan sifat ini menghasilkan suatu kemampuan. Kemampuan ini menghasilkan suatu dampak yang membuat pohon persik menghasilkan buah persik. Tambahan pula, pohon persik memiliki satu bentuk, yang menentukan bentuk luar yang khas. Demikian pula, kita manusia memiliki unsur, sifat, kemampuan, dampak, dan bentuk hayat manusia. Ini berlaku bukan hanya bagi hayat jasmani, juga bagi hayat rohani kita. Jika kita membiarkan Allah Tritunggal melaksanakan penyaluran-Nya yang lembut dan halus ke dalam ketiga bagian kita setiap hari, kita akan bertumbuh dan berkembang biak demi pertumbuhan-Nya di dalam kita.