← Daftar isi Bagian Kesatu Penyaluran Ilahi dari Trinitas Ilahi dan Hasilnya · bab 20/21

MENANG ATAS ARUS TIDAK MEMELIHARA FIRMAN TUHAN, ARUS MENYANGKAL NAMA TUHAN, DAN KEADAAN SUAM-SUAM KUKU DALAM KESAKSIAN TUHAN

Pembacaan Alkitab:

Wahyu 3:7-8b, 10-13, 14-21; 2:20; 3:2; I Petrus 1:7;

Keluaran 25:11; Wahyu 1:20; 21:18; I Yohanes 2:27;

I Korintus 15:45b; Efesus 3:8; Wahyu 20:4,6

GARIS BESAR

I. Menang atas arus tidak memelihara firman Tuhan:

A. Dalam Katholikisme, firman Tuhan dikesampingkan dan bahkan tertutup; mereka memelihara perkataan nabiah Izebel yang mengajarkan bidat -- Wahyu 2:20.

B. Dalam Protestanisme, firman Tuhan sudah terbuka, tetapi tidak dipelihara dengan mutlak -- Wahyu 3:2.

C. Dalam pemulihan Tuhan, firman Tuhan dipelihara dengan mutlak, bahkan dengan "sedikit kekuatan" yang ada pada kita -- Wahyu 3:8b.

II. Menang atas arus menyangkal nama Tuhan:

A. Firman Tuhan adalah ekspresi Tuhan; nama Tuhan menyatakan persona Tuhan.

B. Dalam Protestanisme ada arus yang kuat yang menyangkal nama Tuhan, dengan menggantikannya dengan nama lain, seperti Episkopalian, Lutheran, Methodis, Baptis, Presbiterian dan sebagainya.

C. Dalam pemulihan Tuhan, nama Tuhan Yesus Kristus, adalah nama satu-satunya, tanpa pengganti.

D. Pahala karena memelihara firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Tuhan:

1.

Terhindar dari masa pencobaan, yang akan menimpa seluruh bumi, untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi -- Wahyu 3:10.

2.

Menerima mahkota Wahyu 3:11.

3.

Dijadikan sokoguru (bagi pembangunan Allah) dalam bait Allah, dan di atasnya tertulis nama Allah, nama kota Allah, Yerusalem Baru, dan nama baru Kristus – Wahyu 3:12.

III. Menang atas keadaan suam-suam kuku dalam kesaksian Tuhan -- Wahyu 3:15-16; 12:17b:

A. Membenci kesombongan dan kebanggaan manusia (mengaku dirinya kaya; faktanya hanya kaya dalam pengetahuan doktrinal yang sia-sia) -- Wahyu 3:17a.

B. Mengenal keadaan rohani kita -- melarat (karena kesombongan dan rasa bangga atas kesia-siaan), malang (karena kemiskinan, ketelanjangan dan kebutaan), miskin (dalam pengalaman atas Kristus dan dalam realitas ekonomi Allah), buta (kekurangan pandangan rohani dalam hal-hal rohani yang sejati), dan telanjang (tanpa penudung Kristus sebagai kebenaran yang subjektif) -- Wahyu 3:17b.

C. Membeli -- Wahyu 3:18:

1.

Emas yang dimurnikan, melambangkan iman yang hidup (I Petrus 1:7), untuk memperoleh Allah Tritunggal yang terwujud dalam Kristus sebagai emas yang murni (Keluaran 25:11), agar kita menjadi kaki dian emas yang murni (Wahyu 1:20), untuk pembangunan Yerusalem Baru yang terbuat dari emas (Wahyu 21:18), agar kita benarbenar kaya.

2.

Pakaian putih, melambangkan Kristus tertampil melalui diri kita sebagai kebenaran yang subjektif untuk menutupi ketelanjangan kita.

3.

Salep mata (minyak), melambangkan pengurapan Roh pemberi hayat (I Yohanes 2:27; I Korintus 15:45b), agar kita memiliki pandangan untuk melihat hal-hal yang rohani dan ilahi untuk menyembuhkan kebutaan rohani kita.

D. Membuka diri kita kepada Tuhan, yang terkunci di luar pintu gereja -- Wahyu 3:20a.

E. Pahala:

1.

Berpesta bersama Tuhan, melambangkan kenikmatan yang penuh dan kaya atas kekayaan Kristus yang tidak terduga itu -- Wahyu 3:20b, Efesus 3:8.

2.

Berbagian dalam duduk bersama Kristus di takhta, untuk bersekutu dalam kekuasaan status rajaNya -- Wahyu 3:21; 20:4,6.

Dengan membaca surat kiriman Tuhan kepada gereja-gereja dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3, kita dapat nampak apa yang perlu kita atasi. Surat kiriman kepada gereja di Efesus menunjukkan, bahwa kita perlu menang atas meninggalkan Kristus sebagai kasih kita yang semula, supaya kita dapat makan Dia sebagai pohon kehidupan untuk menjadi kaki dian, secara korporat memancarkan terang ilahi (2:4-5,7). Surat kiriman kepada gereja di Smirna menunjukkan bahwa kita perlu menang atas penganiayaan, termasuk kesusahan, kemiskinan, pencobaan, pemenjaraan dan fitnahan dari agama Iblis yang telah rusak (2:9-10a). Selanjutnya, kita harus menang atas keduniawian Pergamus, supaya kita dapat makan Tuhan Yesus sebagai manna yang tersembunyi untuk perawatan kita, suplai kita, dan tunjangan kita, sehingga kita menjadi batu putih, yang dibenarkan dan diakui oleh Tuhan bagi pembangunan ilahiNya (2:13,17b). Kita tidak seharusnya menjadi duniawi, melainkan menjadi orang-orang yang menikmati dan makan Tuhan Yesus secara khusus dan tersembunyi. Hal itu akan membuat kita menjadi barang-barang berharga bagi pembangunanNya. Agar kita dapat berbagian dalam pembangunan ilahiNya, kita harus diselamatkan dan dilepaskan dari keduniawian.

Kita juga telah nampak, bahwa kita perlu menang atas kematian rohani Sardis (3:1-2). Butir penting tentang orang-orang dalam gereja di Sardis adalah mereka mati dan sekarat. Mereka dikatakan hidup, padahal mereka mati. Untuk menang atas kematian rohani, kita perlu berjaga-jaga dan mempertahankan hal-hal hayat yang hampir mati. Kita harus menang, sehingga kita tidak tercemar oleh noda kematian rohani (ayat 2,4).

Kita pun telah nampak, bahwa kita perlu menang atas ketiga agama yang sudah menyimpang -- Yahudiisme, yang disebut “jemaah iblis”; Katholikisme, terlihat pada gereja di Tiatira; dan Protestanisme, terutama terlihat pada gereja di Sardis. Kita dapat menang atas "isme" ini dengan memberikan keutamaan kepada Kristus. Kita harus mengatakan kepada Tuhan, ketika kita menanggulangi "isme" ini, kita ingin memberikan keutamaan kepadaNya. Kita perlu memberiNya keutamaan dalam segala hal, dari hal kecil sampai hal besar. Dalam Wahyu pasal 2 dan 3, Tuhan memanggil kita menjadi para pemenang. Kemenangan dalam kedua pasal itu terutama bukan ditujukan kepada kemenangan dalam hidup sehari-hari kita, tetapi ditujukan kepada kemenangan atas hal-hal besar tentang agama yang telah menyimpang. Kita harus menjadi orang-orang yang menang atas kekristenan yang merosot.

Dalam bab ini kita akan melihat, bahwa kita perlu menang atas kecenderungan (arus) tidak memelihara firman Tuhan, arus menyangkal nama Tuhan, dan keadaan suam-suam kuku dalam kesaksian Tuhan.

I. MENANG ATAS ARUS TIDAK MEMELIHARA FIRMAN TUHAN

Gereja sudah ada di dunia selama lebih dari sembilan belas abad. Pada hari Pentakosta, tiga ribu orang beroleh selamat, dibaptis, dan mulailah ada hidup gereja (Kisah Para Rasul 2:41). Mereka semua menerima pencurahan Roh Kudus. Kemudian mereka mulai bersidang dalam rumah-rumah, dan mereka bersama-sama bertekun dalam persekutuan dan ajaran rasul-rasul (ayat 42). Pengajaran rasul-rasul adatah firman Tuhan. Mereka bertekun siang dan malam dalam dua hal -- dalam persekutuan dan dalam ajaran rasul-rasul. Tidak diragukan lagi, mereka sangat ketat dalam memelihara firman Allah.

Itu sungguh baik, tetapi sejak saat itu, pemeliharaan firman Allah yang begitu rajin dan ketat itu mulai kendur. Hari ini, berapa banyak orang Kristen yang memelihara firman Allah dengan ketat, tekun dan setiap hari? Sulit sekali menemukan orang yang memelihara firman Tuhan sedemikian. Hari ini di antara orang Kristen ada arus (kecenderungan) tidak memelihara firman Tuhan. Mereka memiliki Alkitab, tetapi Alkitab kebanyakan tersimpan dalam rak buku mereka. Banyak orang di antara mereka yang tidak membawa Alkitab ketika mereka mengikuti kebaktian Minggu pagi.

A. Dalam Katholikisme, Firman Tuhan Dikesampingkan dan Bahkan Tertutup

Orang-orang dalam Katholikisme beranggapan, bahwa orang-orang yang disebut kaum awam tidak bersyarat, tidak mampu, dan tidak bisa memahami firman yang kudus. Jadi, mereka merasa biar paus, kardinal, uskup agung, uskup dan pastur saja yang mengkaji Alkitab dan memahaminya, lalu menafsirkannya. Bagi mereka, yang penting bukanlah apa yang dikatakan Alkitab, melainkan apa yang dikatakan paus, apa yang dikatakan gereja. Menurut Wahyu 2:20, mereka memelihara perkataan nabiah Izebel yang mengajarkan bidat. Izebel, melambangkan Gereja Katholik hari ini, adalah perempuan yang disebut dalam Matius 13:33, yang meragikan seluruh ajaran tentang Kristus. Itulah keadaan Katholikisme terhadap firman Allah.

B. Dalam Protestanisme, Firman Tuhan Sudah Terbuka,

tetapi Tidak Dipelihara dengan Mutlak

Sejak saat Martin Luther, Alkitab sudah terbuka, tetapi masih belum terbuka bagi pemahaman orang-orang. Hari ini, firman Tuhan tidak dipelihara dengan mutlak. Sangat jarang kita temukan orang-orang Kristen yang takut dan gentar dalam berhubungan dengan firman Allah.

Sering kali orang Kristen berkata, "Aku tahu apa yang dikatakan Alkitab, tetapi . . ." Selalu ada “tetapi" dalam sikap mereka terhadap apa yang dikatakan firman Allah. Kita tidak seharusnya mengatakan "tetapi" terhadap firman Allah. Itu sangat menyalahi Tuhan. Tuhan berkata, "Sangkallah dirimu" (Matius 16:24). Kita berkata, “Tetapi aku tak dapat melakukannya." Tuhan berkata, "Kasihilah seorang akan yang lain"(Yohanes 13:34). Kita berkata, "Tuhan Yesus, aku mau mengasihi semua orang yang percaya kepadaMu, tetapi beberapa orang dari mereka tidak patut dikasihi." Kita perlu ditanggulangi oleh Roh Kudus, sehingga tidak lagi berkata “tetapi” kepada Tuhan. Sebaliknya, kita seharusnya berkata, "Ya, Tuhan."

Kita memiliki satu kidung yang mengatakan, "Pada lblis s'lalu "Tidak"; pada Bapa pasti "Ya”". Kita harus belajar mengatakan "ya" kepada Bapa, dan "tidak" kepada Iblis sepanjang masa. Tetapi sering kali pengalaman kita berlawanan dengan ini. Kita berkata "tidak" kepada Bapa, dan berkata "ya" kepada Iblis. Ketika saudari-saudari melihat iklan obralan di koran, dalam batin mereka terjadi perontaan. Sesuatu di batin mereka mendorong mereka untuk membeli barang itu, dan sesuatu di batin mereka menyuruh mereka jangan pergi. Jadi, mereka harus memutuskan sendiri. Apakah mereka akan mengatakan "tidak" kepada Iblis, dan "ya" kepada Bapa? Mereka mungkin mengatakan kepada Tuhan, "Tuhan, saya mohon Engkau memberiku kebebasan untuk pergi satu kali ini saja. Nanti saya tidak akan melakukannya lagi." Kita semua memiliki "penyakit" ini. Kita membaca Alkitab, tetapi apakah kita memelihara perkataan Alkitab? Kita harus menjadi orang-orang yang memelihara firman Tuhan dengan mutlak.

C. Dalam Pemulihan Tuhan, Firman Tuhan Dipelihara dengan Mutlak

Dalam pemulihan Tuhan, firman Tuhan dipelihara dengan mutlak, meskipun dengan "sedikit kekuatan" yang ada pada kita (Wahyu 3:8b). Tuhan menyuruh gereja di Filadelfia memelihara firmanNya, meskipun dengan "sedikit kekuatan" yang mereka miliki. Hari ini di bumi sulit sekali kita temukan orang yang setia kepada firman Allah setiap hari dan bahkan setiap saat. Kita harus mengatasi arus saat ini yang tidak memelihara firman Tuhan.

Dalam pemulihan Tuhan, firman Tuhan dipelihara dengan mutlak. Jika tidak ada pemeliharaan yang mutlak sedemikian terhadap firman Tuhan, kita bukanlah dalam pemulihan Tuhan. Kita harus memelihara firman Tuhan meskipun dengan "sedikit kekuatan" yang kita miliki. Kita harus memelihara firman Allah semampu kita. Saya telah belajar dari Alkitab dan juga dari pengalaman, bahwa Tuhan itu adil. Tuhan tidak akan "menuntut secara berlebihan" dari diri kita. Dia tidak akan menuntut sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Kita harus tenang, dan berkata, "ya" kepadaNya setiap saat.

Saya belajar pelajaran untuk selalu berkata "ya" kepada Tuhan, tetapi setelah saya berkata "ya", saya lanjutkan lagi, "Tuhan, saya senang memelihara firmanmu, tetapi Engkau tahu bahwa saya lemah." Kemudian Tuhan menegur saya dengan berkata, "Jangan katakan, bahwa engkau lemah. Aku tahu engkau lemah, tetapi Akulah kasih karuniamu, dan kasih karuniaKu cukup bagimu untuk memelihara firmanKu." Kita perlu kembali sepenuhnya kepada firman Tuhan dan memelihara firman itu dengan mutlak berdasarkan Tuhan sebagai kasih karunia kita yang serba cukup.

II. MENANG ATAS ARUS MENYANGKAL NAMA TUHAN

Hari ini ada arus tidak memelihara firman Tuhan dan ada pula arus menyangkal nama Tuhan. Gereja-gereja Protestan hari ini telah mengambil banyak nama selain nama Tuhan Yesus Kristus.

A. Firman Tuhan adalah Ekspresi Tuhan,

dan Nama Tuhan Menyatakan Persona Tuhan

Firman Tuhan adalah ekspresi Tuhan dan nama Tuhan menyatakan persona Tuhan. Gereja yang dipulihkan tidak hanya berpaling sepenuhnya kepada firman Tuhan, tetapi juga telah menolak semua nama selain nama Tuhan Yesus Kristus.

B. Arus yang Kuat dari Menyangkal Nama Tuhan

dalam Protestanisme

Dalam Protestanisme ada arus yang kuat dari menyangkal nama Tuhan dengan menggantikannya dengan banyak nama lain seperti Lutheran, Methodis, Baptis, Presbiterian, dan sebagainya. Banyak orang Kristen berkata, bahwa mereka pergi ke gereja Lutheran, gereja Mehodis, atau gereja Presbiterian. Ada pula gereja Episkopalian, gereja Anglikan, Gereja Inggris. Kata Episkopalian berasal dari bahasa Latin episkopus, yang berarti uskup. Gereja Inggis adalah gereja negara di bawah pemerintahan seorang uskup.

Kita dapat nampak bahwa Protestanisme telah menggantikan nama Kristus dengan banyak nama yang lain. Hari ini orang-orang sangat mudah mendirikan gereja dan memberinya nama. Banyak gereja-gereja di California yang diberi nama lain yang bukan Kristus. Salah satu denominasi menyebut dirinya Gereja Presbiterian Taiwan. Yang lain menyebut dirinya Gereja Injil Taiwan. Menjadikan gereja sebagai suatu denominasi dengan mengambil nama lain selain nama Tuhan adalah perzinahan rohani. Gereja, sebagai perawan yang suci dan telah dipertunangkan kepada Kristus (II Korintus 11:2), tidak seharusnya memiliki nama lain selain nama Suaminya. Semua nama lain adalah kekejian dalam pandangan Allah.

Sungguh serius jika seorang perempuan mengambil nama lain selain nama suaminya. Jika seorang perempuan menikah dengan Tuan Jones, dia tidak seharusnya menyebut dirinya Nyonya Smith. Bila kaum imani menyebut diri mereka dengan nama lain selain nama Kristus, itu menunjukkan mereka mengambil orang lain atau sesuatu yang lain dari Kristus sebagai Suami mereka. Jika Nyonya Jones menyebut dirinya Nyonya Smith, itu berarti dia memiliki dua orang suami. Gereja adalah perawan suci yang telah dipertunangkan kepada Kristus, maka gereja adalah istri Kristus, dan Kristus adalah sang Suami. Seorang istri seharusnya hanya memiliki satu orang suami, dan nama suaminya akan menjadi namanya. Sejak mereka menikah, dia menjadi milik suaminya, dan nama keluarganya harus memakai nama suaminya. Tetapi apa yang disebut gereja-gereja hari ini memakai nama lain menggantikan nama Kristus. Ini benar-benar suatu aib besar bagi Kristus.

Pada awal tahun 1800-an, beberapa saudara dibangkitkan oleh Tuhan di Inggris dan meletakkan semua nama yang bisa memecah belah. Mereka hanya mau mempertahankan satu nama, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus. Akhirnya, orang lain tidak tahu bagaimana menjadikan mereka suatu denominasi, sehingga mereka menyebut saudara-saudara itu "The Brethren" (Kaum Saudara), sebab mereka menyebut diri mereka "saudara-saudara", atau "brethren".

Ketika kita dibangkitkan oleh Tuhan di Cina, kita sadar, bahwa kita tidak seharusnya menjadikan diri kita denominasi dengan banyak nama. Denominasi adalah sekelompok orang Kristen yang menjadikan diri mereka denominasi dengan nama-nama tertentu seperti Lutheran, Wesleyan, Anglikan, Presbiterian, Baptis dan sebagainya. Mereka tidak sadar, bahwa hal itu merupakan aib bagi Kristus. Tegasnya, itu adalah perzinahan rohani. Jika nama suami kita adalah Kristus, dan kita mengambil nama Lutheran, berarti kita mengambil suami yang lain.

Di samping itu, banyak nama yang disandang dalam Protestanisme hari ini dengan tegas menyiratkan perpecahan. Gereja yang dipulihkan hanya memiliki satu nama yang unik, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus. Setiap kelompok yang mengambil nama lain selain Kristus adalah satu perpecahan. Kristus itu unik dan tidak terpecah belah; semua nama yang lain bersifat memecah belah. Dalam I Korintus Paulus berkata, "Kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi?"(1:12-13a). Ini jelas serupa dengan berkata, "Aku orang Lutheran," "Aku orang Wesleyan," "Aku orang Presbiterian," "Aku orang Episkopalian," dan sebagainya. Semua sebutan semacam itu harus dikecam dan ditolak. Selain itu, mengatakan, "Aku adalah milik Kristus" dengan mengecualikan rasul-rasul dan ajaran mereka, atau dengan mengecualikan kaum imani lain, itu sama saja dengan mengatakan "Aku dari . . . (ini atau itu)", yang bersifat memecah belah. Perpecahan dapat dihapuskan dan diakhiri hanya dengan mengambil Kristus sebagai pusat unik di antara semua orang imani. Dalam bukunya yang berjudul Further Talks on The Church Life (Pembicaraan Lebih Lanjut Tentang Hidup Gereja), saudara Watchman Nee mengatakan, bahwa orang-orang dalam denominasi mungkin mengatakan mereka saling mengasihi, tetapi mereka "berjabatan tangan di atas pagar" denominasi mereka. Kita harus menang dan merobohkan semua pagar agar dapat memiliki persekutuan Tubuh Kristus dalam keesaan.

C. Dalam Pemulihan Tuhan, Nama Tuhan Yesus Kristus,

adalah Satu-satunya, Tanpa Pengganti

Dalam gereja pemulihan Tuhan, tidak mengambil nama apapun. Kita adalah gereja. Bulan itu bulan, tidak diberi embel-embel nama lain. Gereja tidak seharusnya memiliki embelembel. Jika kita memberi embel-embel kepada gereja, gereja akan menjadi denominasi, perpecahan. Denominasi memotong-motong Tubuh Kristus. Nama denominasi yang manapun akan memecah belah dan merupakan hal yang jahat. Kita perlu mengatasi arus menyangkal nama Tuhan. Mengambil nama lain selain Kristus adalah kekejian dalam pandangan Allah, karena hal itu adalah perzinahan rohani.

D. Pahala karena Memelihara Firman Tuhan

dan Tidak Menyangkal Nama Tuhan

Kini kita hendak melihat pahala karena memelihara firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Tuhan.

1. Terhindar dari Masa Pencobaan

Pahala pertama kepada para pemenang adalah terhindar dari masa pencobaan, yang akan menimpa seluruh bumi, untuk mencobai mereka yang diam di bumi (Wahyu 3:10). Pencobaan di sini tentunya mengacu kepada kesusahan besar (Matius 24:21), yang akan menimpa seluruh bumi. Tuhan Yesus berjanji kepada para pemenang di Filadelfia, bahwa sebelum kesusahan besar ittu terjadi, Dia akan membawa mereka pergi. Ini menunjukkan, bahwa kaum saleh yang memelihara firman Tuhan dan tidsak menyangkal nama Tuhan akan diangkat sebelum kesusahan besar. Ini adalah janji yang besar dan pahala.yang besar.

2. Menerima Mahkota

Para pemenang akan menerima mahkota (Wahyu 3:11), yang menunjukkan kemenangan dan kekuasaan mereka. Dalam Perjanjian Baru, mahkota selalu mengacu kepada hadiah yang ditambahkan kepada keselamatan (Wahyu 2:10; 3:11; Yakobus 1:12; II Timotius 4:88; I Petrus 5:4; I Korintus 9:25).

3. Dijadikan Sokoguru (bagi Pembangunan Allah) dalam Bait Allah

Para pemenang yang memelihara firman Tuhan dan tidak menyangkal namaNya, akan dijadikan sokoguru (untuk pembangunan Allah) di dalam bait Allah, yang ditulisi nama Allah, nama kota Allah, Yerusalem Baru, dan nama baru Kristus (Wahyu 3:12). Dalam Wahyu 2:17, pemenang akan menjadi batu yang diubah untuk pembangunan Allah. Dalam 3:12 pemenang akan menjadi sokkoguru yang dibangun dalam bait Allah. Karena dia dibangun dalam bangunan Allah, dia tidak akan keluar lagi dari sana. .Janji ini, sebagai hadiah bagi pemenang, akan digenapi dalam kerajaan milenium.

Sokoguru dalam bait Allah akan ditulisi nama Allah, nama Yerusalem Baru dan juga nama baru Kristus. Ini menunjukkan, bahwa pemenang dimiliki oleh dan bersatu dengan Allah, Yerusalem Baru dan Kristus. lni juga menunjukkan, bahwa pemenang adalah milik ketiga nama itu. Bila seseorang membeli sebuah Alkitab baru, dia akan menandatangani Alkitab itu. Namanya menunjukkan, bahwa Alkitab itu adalah miliknya. Para pemenang akan menjadi milik Allah, milik Kristus, dan milik Yerusalem Baru. Sebenarnya, mereka adalah bagian dari Yerusalem Baru, sehingga mereka juga menyandang nama Yerusalem Baru.

Para pemenang menyandang nama baru Kristus. Ini tidak berarti, bahwa Kristus memiliki nama yang baru, melainkan Kristus akan dialami oleh para pemenang itu secara baru. Jadi, Kristus yang mereka alami adalah baru bagi mereka. Jika kita memutuskan untuk menempuh jalan kemenangan, kita akan mengalami Kristus secara baru, dan Kristus akan menjadi baru bagi kita. Pemilik kita adalah Allah, Yerusalem Baru dan Kristus yang baru.

Bagi banyak orang di antara kita, Kristus itu usang, tidak baru. Pada permulaan hidup kita sebagai orang Kristen, Kristus itu baru bagi kita. Tetapi lambat laun Kristus yang baru itu menjadi usang bagi kita. Kita memiliki Kristus tetapi barukah Kristus itu bagi kita? Kebanyakan pengalaman kita terhadap Kristus terlalu usang. Boleh jadi pengalaman kita terhadapNya sama saja dengan sepuluh tahun yang lalu. Dia usang bagi kita. Tetapi jika kita memutuskan hendak menjadi pemenang dalam jaman ini, kita akan memiliki perasaan, bahwa Kristus begitu segar dan baru. Kita akan menikrnati Dia sebagai rahmat Allah yang baru, yang menyegarkan kita setiap pagi (Ratapan 3:22-23).

Jadi, orang-orang yang menang atas arus tidak memelihara firman Tuhan dan arus menyangkal namaNya, akan diangkat sebelum kesusahan besar, akan menerima mahkota, dan akan dijadikan sokoguru bagi bangunan Allah, yang ditulisi nama Allah, nama Yerusalem Baru dan nama baru Kristus.

III. MENANG ATAS KEADAAN SUAM-SUAM KUKU DALAM KESAKSIAN TUHAN

Kita juga perlu menang atas keadaan suam-suam kuku dalam kesaksian Tuhan (Wahyu 3:15-16; 12:17b). Menjadi suam-suam kuku berarti tidak panas juga tidak dingin.

A. Membenci Kesombongan dan Kebanggaan Manusia

(Mengaku Dirinya Kaya; Faktanya Hanya Kaya Dalam Pengetahuan Doktrinal Yang Sia-sia)

Untuk mengatasi keadaan yang suam-suam kuku, kita harus membenci dan membuang kesombongan kita. Kita mungkin terlalu sombong dan puas dengan keadaan kita saat ini. Kita juga harus membenci dan membuang rasa bangga karena kaya dan berlimpah dalam pengetahuan doktrinal yang hampa (Wahyu 3:17a). Mungkin kita sudah di dalam pemulihan selama bertahun-tahun, dan selama itu kita mungkin mengira kita sudah mengumpulkan banyak kebenaran. Mungkin kita mengira kita kaya, tetapi mungkin pula kita hanya kaya dalam pengetahuan doktrinal yang hampa. Kita bisa tahu doktrin, tetapi tidak memiliki pandangan rohani untuk memahami realitas yang sejati dalam ekonomi Allah. Kita harus membenci hal itu, karena pengetahuan semacam itu sia-sia dan tidak berarti.

B. Mengenal Keadaan Rohani Kita

Untuk mengatasi keadaan suam-suam kuku, kita juga harus mengenal keadaan rohani kita. Menurut Wahyu 3:17, keadaan orang-orang di Laodikia melarat (karena sombong dan rasa bangga yang hampa), malang (karena kemiskinan, ketelanjangan dan kebutaan), miskin (dalam pengalaman atas Kristus dan dalam realitas ekonomi Allah), buta (kekurangan pandangan rohani dalam hal-hal rohani yang sejati), dan telanjang (tanpa penudung Kristus sebagai kebenaran yang subjektif). Kita harus mengenal keadaan rohani kita dan memiliki permulaan yang baru dalam hidup rohani ktta.

C. Membeli Emas, Pakaian Putih, dan Salep Mata

Membeli menuntut membayar harga. Gereja pemulihan yang merosot harus membayar harga untuk membeli emas, pakaian putih dan salep mata, yang sangat dibutuhkannya (Wahyu 3:18).

1. Emas yang Dimurnikan, Melambangkan Iman yang Hidup

Kita perlu membeli emas yang dimurnikan, yang melambangkan iman yang hidup (I Petrus 1:7), untuk memperoleh Allah Tritunggal yang terwujud dalam Kristus sebagai emas murni (Keluaran 25:11), agar kita dapat menjadi kaki dian emas yang murni (Wahyu 1:20), untuk pembangunan Yerusalem Baru yang terbuat dari emas (Wahyu 21:18), agar kita benar-benar kaya. Iman kita yang hidup adalah emas, dan Kristus yang adalah perwujudan Allah itu juga emas. Sebenarnya, iman kita dan Kristus adalah satu, maka keduanya sama-sama emas.

Dalam Perjanjian Baru, iman kita, iman yang hidup, adalah satu persona, dan persona itu adalah Kristus. Itulah sebabnya kita harus menengadah kepadaNya, berdoa kepadaNya, bersekutu denganNya, dan membaca firmanNya. Semakin banyak firmanNya yang kita baca, dan semakin sering kita mendengar firmanNya, Kristus yang hidup akan semakin disingkapkan dalam batin kita, dan Kristus yang batini itu akan menjadi iman kita yang spontan. Iman bukan hanya satu tindakan, tetapi satu persona yang hidup, yang hidup di dalam kita dan bertindak di dalam kita. Iman yang hidup, yang adalah diri Kristus ini, adalah emas yang harus kita beli.

2. Pakaian Putih, Melambangkan Kristus Tertampil Melalui Diri Kita

sebagai Kebenaran yang Subjektlf Untuk Menutupi Ketelanjangan Kita

Kita juga perlu membeli pakaian putih, yang melambangkan Kristus tertampil dari diri kita sebagai kebenaran subjektif kita untuk menutupi ketelanjangan kita. Berapa banyak Kristus yang kita miliki sebagai kebenaran subjektif kita, yaitu Kristus tertampil dari diri kita? Kita semua harus mengakui kekurangan kita dalam hal ini. Kita perlu Tuhan tertampil dari diri kita sebagai pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan kita.

3. Salep Mata, Melambangkan Pengurapan Roh Pemberi Hayat,

Agar Kita Memiliki Pandangan untuk Melihat Hal-hal yang Rohani dan llahi

untuk Menyembuhkan Kebutaan Rohani Kita

Kita juga perlu membeli salep mata, yang melambangkan pengurapan Roh pemberi hayat (I Yohanes 2:27; I Korintus 15:45b). Hal itu supaya kita memiliki pandangan untuk melihat hal-hal yang rohani dan ilahi untuk penyembuhan kebutaan rohani kita. Kita semua perlu membayar harga untuk ketiga hal ini: emas yang dimurnikan, pakaian putih dan salep mata.

D. Membuka Diri Kita kepada Tuhan, yang Terkunci di Luar Pintu Gereja

Untuk mengatasi keadaan suam-suam kuku, kita perlu membuka diri kita kepada Tuhan, yang terkunci di luar pintu gereja yang suam-suam kuku. Wahyu 3:20 mewahyukan, . bahwa Tuhan berada di luar pintu gereja di Laodikia. Jadi, Dia tidak ada di dalam gereja di Laodikia, melainkan di luar dan sedang mengetuk pintu. Pintu itu adalah pintu gereja, tetapi pintu itu dibuka oleh kaum imani individual. Bagi orang yang membuka pintu, Tuhan akan masuk ke dalamnya untuk berpesta bersamanya. Kita harus memiliki kepastian, bahwa setiap pagi pintu kita terbuka lebar-lebar kepada Tuhan, sehingga Dia dapat masuk dan makan bersama kita, berpesta bersama kita.

E. Pahala

1. Berpesta Bersama Tuhan, Melambangkan Kenikmatan yang Penuh dan Kaya

atas Kekayaan Kriatus yang Tidak Terduga Itu

Para pemenang akan diberi pahala Kristus. Mereka akan berpesta bersama Tuhan, melambangkan kenikmatan yang penuh dan kaya atas kekayaan Kristus yang tidak terduga itu (Wahyu 3:206; Efesus 3:8). Ketika kita terbuka kepada Tuhan, Dia dan kita akan saling menikmati. Kemudian hadir-Nya menjadi pesta kita, dan hadir kita menjadi pestaNya. Jadi, kita makan bersama, berpesta bersama. Itulah kenikmatan atas Kristus yang praktis dan penuh dalam hidup sehari-hari kita. Setiap hari kita harus memiliki pesta semacam itu.

2. Berbagian dalam Duduk Bersama Kristus di Takhta,

Untuk Bersekutu dalam Kekuasaan Status RajaNya

Terakhir, para pemenang akan berbagian dalam hal duduk bersama Kristus sebagai Raja di takhtaNya, untuk bersekutu, berpartisipasi, dalam kekuasaan statusNya sebagai raja, sebagai raja-rekananNya dalam otoritas untuk memerintah atas segala bangsa (Wahyu 3:21; 20:4,6).

Dari persekutuan ini kita dapat nampak, bahwa kita semua perlu damba menjadi para pemenang. Kita harus menang atas hal-hal besar seperti tiga agama yang menyimpang dan hal-hal kecil seperti sikap kita dan cara kita berpakaian. Ketika seorang suami marah-marah kepada istrinya, pada saat itu dia bukanlah pemenang melainkan seorang yang gagal dalam hidupnya sehari-hari. Hari demi hari kita harus menang dalam segala hal kecil.

Kita tidak seharusnya berkata "tidak" kepada Tuhan, dan "ya" kepada Iblis. Kita harus selalu mempraktikkan berkata "ya" kepada Tuhan, dan "tidak" kepada Iblis. Kita harus berkata "tidak" kepada semua "isme". Kita harus berkata "tidak" kepada denominasi, kepada perkara meninggikan nama lain selain nama unik Kristus. Bila orang Kristen mengambil nama lain selain nama Kristus, itu adalah sesuatu yang memalukan dan aib bagiNya. kita harus membuat keputusan yang tegas untuk menempuh jalan Tuhan, jalan sebagai pemenang. Kita harus menang atas arus tidak memelihara firman Tuhan, arus menyangkal nama Tuhan, dan keadaan suam-suam kuku dalam kesaksian Tuhan.