← Daftar isi Bagian Kesatu Penyaluran Ilahi dari Trinitas Ilahi dan Hasilnya · bab 19/21

MENANG ATAS KETIGA AGAMA YANG MENYIMPANG

Pembacaan Allkitab:

Wahyu 2:9b; Keluaran 20:8-11; Kejadian 17:10-14;

Imamat 11; Lukas 24:44; II Korintus 3:6; Galatia 1:6-16;

Filipi 3:2-3; II Timotius 1:14; Matius 13:33;

Wahyu 2:20,24; 17:1,5-6,16; 14:8; II Timotius 4:7;

Wahyu 2:26,6,14-15; Kolose 1:18;

I Korintus 14:23a, 24, 26, 31, 3-5; Filipi 3:10; 1:19b

GARIS BESAR

I. Yahudiisme:

A. Sebuah agama yang didirikan (tetapi tidak sepenuhnya), berdasarkan perintah hukum Allah, namun telah dirusak oleh manusia dan menjadi agama yang setani -- "jemaah Iblis" -- Wahyu 2:9b:

1.

Menempatkan hukum Taurat pada kedudukan yang keliru; hukum Taurat sebenarnya adalah pemberian Allah sebagai tambahan bagi Kristus yang merupakan pokok dalam ekonomiNya.

2.

Menerapkan pemeliharaan hari Sabat dengan keliru --Keluaran 20:8-11.

3.

Menafsirkan sunat jasmani dengan keliru -- Kejadian 17:10-14.

4.

Terlalu memperhatikan urusan makanan yang tahir --Imamat 11.

B. Tidak menghargai Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal, yang ditetapkan Allah menjadi sentralitas dan universalitas dari ekonomiNya:

1. Dilambangkan dengan tabernakel (kemah pertemuan), imamat, dan korban persembahan dalam kelima kitab tentang hukum Taurat.

2. Dinubuatkan dalam kitab Taurat Musa, Nabi-nabi, dan Mazmur -- Lukas 24:44.

C. Menjadi ibadah yang harfiah, memadamkan Roh sehingga membuat orang mati, membunuh persekutuan manusia dengan Allah dalam hayat, dan bertentangan dengan Injil Kristus dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah -- II Korintus 3:6; Galatia 1:6-16; Filipi 3:2-3.

D. Menang atas agama setani semacam itu melalui Roh Pemberi Hayat yang almuhit, dengan memegang ajaran rasul-rasul (Perjanjian Baru) -- II Timotius 1:14.

II. Katholikisme:

A. Perempuan yang meragikan "tepung tiga sukat" (seluruh ajaran tentang elemen Kristus dalam personaNya dan pekerjaanNya) -- Matius 13:33.

B. Perempuan Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajarkan dan memimpin umat Allah dengan "seluk-beluk (rahasia) Iblis" -- Wahyu 2:20,24.

1.

Menyebarluaskan percabulan.

2.

Memperkenalkan penyembahan berhala.

C. Terbangun sebagai jenjang/tingkatan agamawi.

D. "Pelacur besar", "Rahasia, Babilon Besar, ibu segala sun-dal dan kekejian di bumi", menyerap banyak praktik kafir -- Wahyu 17:1,5.

E. Membunuh kaum saleh dan saksi-saksi Yesus -- Wahyu 17:6.

F. Dibenci, ditinggalkan menjadi sunyi, dan dibakar oleh Antikristus bersama sepuluh rajanya, pada awal kesusahan besar -- Wahyu 17:16; 14:8.

G. Menang atas agama yang menyimpang semacam itu dengan memelihara iman dalam persona ilahi dan insani Kristus dan segala pekerjaanNya dalam inkarnasiNya, penyalibanNya, kebangkitanNya, kenaikanNya, turun-Nya, dan penampilanNya yang kedua -- II Timotius 4:7c; Wahyu 2:26.

III. Protestanisme:

A. Mempraktikkan pekerjaan Nikolaus (pekerjaan kaum paderi dalam jenjang agamawi) -- Wahyu 2:6.

B. Memegang ajaran Bileam, yang menaruh batu sandungan di depan umat Allah, untuk menerima penyembahan berhala dan berbuat zinah -- Wahyu 2:14.

C. Memegang ajaran Nikolaus untuk mendirikan jenjangan dan praktik sistem kaum paderi -- Wahyu 2:15.

D. Tidak menghargai kekepalaan Kristus dalam TubuhNya - - Kolose 1:18.

E. Meniadakan fungsi anggota-anggota Tubuh Kristus.

F. Memelihara/mempertahankan kebanyakan sidang gereja bagi pelayanan kaum paderi, dan hampir-hampir tidak menyisakan sidang untuk penyataan karunia semua anggota Tubuh untuk pembangunan organik Tubuh Kristus dalam kekayaan Kristus yang tidak terduga itu -- bd. I Korintus 14:23a,24,26,31,3-5,

G. Menang atas agama yang mati dan sekarat semacam itu melalui Kristus Sang Roh itu dalam kebangkitanNya, dan suplai yang serba lengkap dari Roh yang almuhit -- Filipi 3:10; 1:19b.

Sampai di sini, kita telah nampak, bahwa kita perlu menang atas perkara meninggalkan kasih yang semula, menang atas penganiayaan, menang atas keduniawian, dan menang atas kematian rohani. Dalam bab ini kita akan melihat, bahwa kita perlu menang atas tiga agama yang telah menyimpang --Yahudiisme, Katholikisme, dan Protestanisme.

Kita, orang-orang Kristen, memiliki satu Allah Tritunggal -- Bapa, Putra, dan Roh. Kita memiliki satu Alkitab, satu wahyu ilahi. Kita pun adalah satu gereja, satu Tubuh. Kita adalah Tubuh, gereja, berdasarkan wahyu ilahi yang diwahyukan dalam satu Alkitab dari satu Roh, satu Putra, dan satu Bapa -- satu Allah Tritunggal. Betapa baiknya jika tidak ada "agama"! Kita seharusnya menjadi orang-orang yang membenci "agama" dan yang mengasihi satu Allah Tritunggal, satu Bapa, satu Putra, dan satu Roh; mengasihi satu Alkitab, satu wahyu ilahi; dan mengasihi satu gereja, satu Tubuh.

Dalam setiap "agama" terdapat hal-hal yang setani dan milik Iblis, termasuk kekeliruan, bidat, dan penyembahan berhala. Dalam kitab Wahyu, Gereja Katholik Roma diperlihatkan sebagai sundal besar dengan banyak putri (Wahyu 17:1,5). Alkitab tidak memberitahu kita berapa banyak putri dari sundal besar itu, tetapi tidak perlu diragukan, dia tentu memiliki banyak putri. Kita harus menyingkapkan keadaan ini. Setiap agama harus disingkapkan dalam pandangan kita yang diterangi, supaya kita jelas nampak Allah Tritunggal -- Bapa, Putra, Roh; Alkitab, wahyu ilahi; dan gereja, Tubuh Kristus.

Hari ini kita memiliki satu Alkitab, tetapi banyak orang, yang mengatakan dirinya memiliki satu Alkitab, selalu memperdebatkan hal-hal yang terdapat dalam Alkitab. Orang ini mempunyai penafsirannya sendiri, orang lain juga demikian. Banyak perdebatan dan konflik di sepanjang sejarah gereja mengenai Allah Tritunggal. Perdebatan tentang doktrin itu dan penafsiran yang berbeda-beda atas Alkitab itu telah memberi kesempatan kepada Iblis untuk menyesatkan orang dan membujuk mereka untuk membentuk agama-agama.

Hari ini, ada empat agama besar di dunia: Yahudiisme, Katholikisme, Protestanisme, dan "satu lagi", yang bisa dianggap sebagai tiruan yang keliru dari Yahudiisme. Keempat agama ini sangat menonjol. Kita perlu memperhatikan, di mana kita berada hari ini. Kita tidak berada dalam Yahudiisme, Katholikisme, Protestanisme, juga tidak di dalam yang "satu lagi" itu. Kita berada di dalam satu Allah Tritunggal -- satu Bapa, satu Putra dan satu Roh; dalam satu Alkitab, satu wahyu ilahi; dan dalam satu gereja, satu Tubuh Kristus. Dalam bab ini kita akan mempersekutukan tiga agama yang telah menyimpang, yang diwahyukan dalam kitab Wahyu -- Yahudiisme, Katholikisme, dan Protestanisme. Ketiganya tidaklah sederhana.

I. YAHUDIISME

Yahudiisme adalah agama orang Yahudi. Orang Yahudi memiliki sejarah yang paling tua. Kelima kitab pertama dari Alkitab, Pentateukh, ditulis kira-kira pada tahun 1500 SM. Alkitab membahas sejarah manusia mulai dari penciptaan Adam, kira-kira 6.000 tahun yang lalu. Dari Adam sampai Abraham ada selang waktu 2.000 tahun, dari Abraham sampai Kristus juga 2.000 tahun, dan dari Kristus sampai hari ini sudah hampir 2.000 tahun. Setelah itu akan ada selang waktu lain selama 1.000 tahun, milenium. Jadi, Kitab Suci ini mengupas sejarah umat manusia selama paling sedikit 7.000 tahun, seluruh masa sejarah manusia. Alkitab membicarakan generasi pertama dari umat manusia, Adam dan generasi kedua, Habel. Kemudian dilanjutkan dengan mewahyukan generasi sejarah manusia sampai hari ini. Semua faktor dasar dari agama Yahudi diwahyukan dalam Alkitab.

A. Sebuah Agama Yang Didirikan (Tetapi Tidak Sepenuhnya),

Berdasarkan Perintah Hukum Allah, namun Telah Dirusak oleh Manusia

dan Menjadi Agama yang Setani – “Jemaah Iblis"

Yahudiisme adalah agama yang didirikan (tetapi tidak sepenuhnya), berdasarkan perintah hukum Allah. Hukum Taurat Allah yang ditetapkan oleh Allah melalui Musa adalah dasar yang baik, tetapi agama ini dirusak oleh manusia, sehingga menjadi agama setani – “Jemaah lblis". Dalam Wahyu 2:9b Tuhan menyebut "fitnahan dari mereka yang menyebut dirinya Yahudi, yang sebenarnya bukan demikian, melainkan suatu jemaah lblis". Orang-orang Yahudi menyebut diri mereka orang Yahudi, tetapi mereka bukanlah orang Yahudi. Mereka memang orang Yahudi menurut daging, tetapi bukan orang Yahudi menurut roh (Roma 2:28-29). Hanya sebagai keturunan Abraham tidak bisa membuat mereka menjadi orang Yahudi yang sejati. Orang-orang yang merupakan anak-anak dari daging bukanlah anak-anak Allah (Roma 9:7-8).

Wahyu 2:9b mewahyukan, bahwa Yahudiisme adalah agama setani. Ayat ini memberitahu kita, bahwa jemaah (sinagoge) orang Yahudi hari ini bukan berasal dari Allah, tapi dari Iblis. Ini menampakkan kepada kita, meskipun secara luaran orang-orang Yahudi yang agamawi itu menyembah Allah, tapi sebenarnya mereka bersatu dengan Iblis, musuh Allah.

1. Menempatkan Hukum Taurat pada Kedudukan yang keliru;

Hukum Taurat Sebenarnya adalah Pemberian Allah sebagai

Tambahan dari Kristus yang Merupakan Pokok dalam EkonomiNya

Dalam suratnya kepada orang-orang Galatia, Paulus menyebut dua perempuan dalam kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama, untuk melambangkan dua perkara (4:22-31). Kedua perempuan itu adalah Sara, istri Abraham, dan Hagar, gundik Abraham. Sara melambangkan kasih karunia Allah dan Hagar melambangkan hukum Taurat Allah. Kedudukan hukum Taurat adalah sebagai gundik, dan kedudukan kasih karunia Allah adalah sebagai istri yang resmi. Hukum Taurat diberikan oleh Allah dan berasal dari Allah, tetapi Allah menaruh hukum Taurat pada kedudukan gundik. Orang Yahudi membuat suatu kesalahan dengan mendudukkan hukum Taurat sebagai istri. Itu berarti mereka menempatkan hukum Taurat pada kedudukan yang keliru.

Allah memberikan hukum Taurat sebagai tambahan bagi Kristus, yang merupakan pokok dari ekonomi Allah. Dalam ekonomi Allah, ada dua perkara, yang satu adalah perkara yang pokok, yang lain adalah perkara tambahan. Perkara yang pokok adalah Kristus dan perkara tambahan adalah hukum Taurat. Kristus adalah pokok utama dari Alkitab. Kristus berdiri sebagai hal utama dan bahkan sebagai jalur utama Alkitab. Ketika kita mengendarai mobil, kita tidak senang mengendarainya di garis pinggir, melainkan di jalur utama. Kita "mengendarai" di dalam Kristus, menganggap Kristus sebagai jalur utama kita. Namun orang-orang Yahudi ada di garis pinggir, tetap tinggal bersama hukum Taurat yang adalah seorang gundik.

Salah satu orang Yahudi, Saulus dari Tarsus, kemudian menjadi seorang rasul. Dia berusaha sebisanya untuk mengoreksi orang Yahudi karena mereka tidak berada dalam jalur utama. Yahudiisme bersifat setani karena Yahudiisme tidak berada di garis yang ditetapkan oleh Allah. Menurut Alkitab, Allah memberikan hukum Taurat untuk membantu orang-orang Yahudi menyadari, bahwa mereka tidak dapat memelihara hukum Taurat. Berusaha memelihara hukum Taurat itu bodoh. Sebaliknya, kita seharusnya tinggal bersama Kristus. Kita tidak boleh keluar dari Kristus. Dialah jalur utama kita. Paulus menerima Kristus sedemikian, tetapi orang Yahudi tidak mau menerima nasihat Paulus.

Menurut perkataan Paulus dalam Roma 7, hukum Taurat itu adalah alat yang dipakai dosa untuk menipu dan membunuh manusia (ayat 11). Kuasa dosa adalah hukum Taurat (I Korintus 15:56). Fakta ini seharusnya mengingatkan kita untuk tidak berpaling kepada hukum Taurat dan berusaha memeliharanya, karena dengan berbuat demikian, berarti kita memberikan kesempatan kepada dosa untuk menipu dan membunuh kita. Orang-orang dalam Yahudiisme sudah dibunuh oleh hukum Taurat. Ada lima juta anggota Yahudiisme di Amerika Serikat hari ini, dan semuanya sudah diselewengkan dari Kristus. Mereka berada di garis pinggir hukum Taurat, melakukan "bunuh diri". Hagar beserta anaknya, yang melambangkan hukum Taurat, telah diusir keluar (Galatia 4:30-31). Dengan demikian, orang-orang yang berada di bawah perhambaan hukum Taurat, diusir keluar dari kasih karunia Allah.

Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bernama Ismail. Hari ini, banyak orang Ismail yang berperang melawan Israel. Yang keluar dari Hagar adalah orang-orang yang berperang melawan umat Allah. Ismail menganiaya Ishak (Kejadian 21:9, TI.). Orang-orang Yahudi, keturunan Abraham menurut daging, juga menganiaya orang imani, keturunan Abraham menurut Roh; seperti Ismail menganiaya Ishak (Galatia 4:29).

2. Menerapkan Pemeliharaan Hari Sabat dengan Keliru

Orang-orang dalam Yahudiisme juga menerapkan pemeliharaan hari Sabat dengan keliru (Keluaran 20:8-11). Dalam sejarah, Allah menetapkan satu hari yang disebut Sabat. Allah menciptakan langit dan bumi dan segala makhluk dalam enam hari. Setelah enam hari itu, Allah mengumumkan hari ketujuh sebagai hari perhentian. Hari Sabat adalah perhentian Allah. Kemudian Allah menyuruh umatNya memelihara hari itu sebagai peringatan penciptaan Allah. Manusia disuruh memelihara hari Sabat untuk mengingat penciptaan Allah, yaitu mengingat bahwa Yehova, Elohim, adalah Pencipta alam semesta dan manusia.

Namun kita perlu sadar, bahwa perintah Allah mengenai memelihara hari Sabat adalah perintah yang bersifat dispensasional (sejaman). Dalam Alkitab, Allah dengan cara dan jaman yang berbeda memperlakukan manusia. Dalam perlakuan Allah terhadap manusia pada jaman pertama, ada ketetapan agar manusia memelihara hari Sabat. Ketetapan itu adalah untuk jaman itu. ltu bukanlah ketetapan yang kekal, melainkan ketetapan yang bersifat sejaman. Bila jaman, atau selang waktu itu berlalu, pemeliharaan hari Sabat pun berlalu.

Namun, orang-orang Yahudi tidak nampak hal itu, sehingga mereka menerapkan secara keliru pemeliharaan hari Sabat itu. Sebelum Yesus datang, Musa menyuruh Israel memelihara hari Sabat. ltu adalah sesuai dengan perintah Allah. Namun, ketika Yesus datang, Dia adalah hari Sabat itu sebagai perhentian bagi umat Allah (Matius 11:28-30). Hari Sabat adalah suatu lambang, suatu bayangan dari Kristus. Bila Persona itu datang, bayangannya berlalu. Kita tidak seharusnya memelihara bayangan, bila kita memiliki personanya. Bila seseorang ada di sini, bersama kita, tentu kita tidak akan tidak menghormatinya dengan memperhatikan fotonya saja. Itu perbuatan yang bodoh. Jadi, ketika Yesus datang, liturgi luaran mengenai memelihara hari Sabat sudah berlalu.

Orang-orang Yahudi menentang Yesus terutama karena pemeliharaan hari Sabat. Pemeliharaan hari Sabat sudah dihapuskan oleh Tuhan Yesus dalam ministriNya (Matius 12:1-12). Hal itu benar-benar menyinggung orang Yahudi. Mereka ingin membunuh Dia karena hal itu (ayat 14; Yohanes 5:16). Jadi, mereka menerapkan pemeliharaan hari Sabat dengan keliru.

3. Menafsirkan Sunat Jasmani Dengan Keliru

Orang Yahudi juga menafsirkan ketetapan mengenai sunat jasmani dengan keliru (Kejadian 17:10-14). Untuk memelihara umat pilihanNya tetap istimewa, berbeda dari bangsa kafir, Allah menetapkan mereka untuk disunat. Secara jasmani, sunat adalah pengeratan sedikit daging. Pengeratan ini, pada aspek subyektif, tidak berarti apa-apa bagi manusia batiniah kita.

Sebenarnya, sunat melambangkan umat pilihan Allah harus mengerat kedagingan. Itulah makna yang sejati dari sunat. Tetapi orang Yahudi menafsirkannya secara keliru, menjadikan perbuatan jasmani sunat itu sesuatu yang sangat penting. Banyak orang imani Yahudi bersikeras, kalau orang tidak disunat menurut kebiasaan yang ditetapkan Musa, mereka tidak bisa beroleh selamat (Kisah Para Rasul 15:1). Itu berarti meniadakan iman dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah dan benar-benar suatu bidat, yang menyebabkan timbulnya pertentangan besar dalam Kisah Para Rasul 15. Sunat adalah bayang-bayang penyaliban Kristus dalam hal menanggalkan daging, seperti yang dilambangkan dengan baptisan (Kolose 2:11- 12). Praktik sunat dianggap tidak berarti dalam wahyu yang diterima Paulus dalam ministrinya (Galatia 5:6; 6:15).

4. Terlalu Memperhatikan Urusan Makanan yang Tahir

Pendukung Yahudiisme juga terlalu menekankan makanan yang tahir dan haram. Dalam Imamat 11, Allah menyuruh umat pilihanNya, Israel, memperhatikan makanan mereka secara khusus dan tidak mengikuti bangsa-bangsa lain. Semua bangsa-bangsa lain, makan banyak barang yang najis dan haram. Allah itu bijaksana. Aturan makan yang diwahyukan dalam Imamat adalah makanan yang sangat menyehatkan, tetapi kita perlu nampak, bahwa ketetapan tentang makanan ini juga berlaku untuk satu jaman saja.

Peraturan mengenai makanan telah ditiadakan oleh Roh itu dalam ministri Petrus (Kisah Para Rasul 10:9-20). Allah ingin memakai Petrus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain, tetapi orang Yahudi tidak mau berhubungan dengan bangsa-bangsa lain. Bagi orang Yahudi, bangsa-bangsa lain itu sama seperti binatang yang najis. Suatu hari Petrus melihat visi sorgawi mengenai kain yang lebar yang turun dari sorga, di antaranya ada binatang yang najis. Suatu suara dari sorga berkata, "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" (ayat 13). Petrus menolak melakukan hal itu, karena dia tidak pernah makan sesuatu yang haram dan tidak tahir. Hal itu terjadi sampai tiga kali, dan kemudian kain lebar itu terangkat ke sorga. Visi sorgawi yang Petrus terima telah meniadakan peraturan mengenai makanan dalam Imamat 11.

Sebenarnya, peraturan tentang makanan yang kudus melambangkan orang-orang yang bersih dan orang-orang yang tidak bersih, orang-orang yang seharusnya dikontaki oleh umat kudus Allah dan orang-orang yang tidak seharusnya dikontaki oleh mereka (Kisah Para Rasul 10:11-16, 34-35). Allah mewahyukan kepada Petrus, bahwa binatang-binatang yang najis dalam penglihatannya itu, sebenarnya ditujukan kepada orang-orang, dan dia tidak boleh menyebut manusia yang telah dibersihkan oleh Allah dengan darah penebusan Kristus sebagai manusia yang haram dan tidak tahir (ayat 15, 28). Petrus diajar oleh Tuhan sedemikian, tetapi ketika dia berada di Antiokhia, dia mundur dan memisahkan dirinya dari bangsa-bangsa lain, karena takut kepada orang-orang yang bersunat. Petrus menjadi munafik (Galatia 2:11-14). Semua hal itu menunjukkan, bahwa agama Yahudi telah terlalu menekankan makna makanan yang tahir dan najis.

Jadi, hukum Taurat dengan praktik sunat, Sabat, dan makanan yang haram atau najis, membentuk Yahudiisme, yang dirusak oleh manusia sehingga menjadi agama Iblis. Hukum Taurat diberikan kepada umat pilihan Allah bukan untuk dipelihara melainkan untuk menguji, mengungkapkan umat Allah, sehingga mereka dapat nampak, bahwa mereka penuh dosa dan jahat. Kita tidak mempunyai kemampuan untuk memelihara hukum Taurat. Sebaliknya, kita harus menaruh keyakinan kita sepenuhnya dan dengan mutlak di dalam Kristus. Dalam pelajaran hayat kitab Mazmur, kita tunjukkan bahwa maksud penulisan kitab Mazmur bukanlah menyuruh kita memelihara hukum Taurat, melainkan memalingkan kita dari hukum Taurat kepada Kristus. Paulus dengan jelas berkata dalam Galatia 2, bahwa jika kebenaran itu berasal dari hukum Taurat, sia-sialah kematian Kristus (ayat 21). Jadi, kita dapat nampak, bahwa agama Yahudi telah menjadi setani, “jemaah Iblis".

B. Tidak Menghargai Kristus sebagai Perwujudan Allah Tritunggal,

yang Ditetapkan Allah menjadi Sentralitas dan Universalitas dari EkonomiNya

Agama Yahudi mengabaikan Kristus dan juga tidak menghargai Kristus. Dalam Pentateukh, yakni kelima kitab pertama dari Alkitab, banyak nubuat dan lambang dari Kristus. Orang Yahudi telah kehilangan semua nubuat dan lambang itu, karena mereka hanya memperhatikan hukum Taurat dan mengabaikan Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal (Kolose 2:9). Di luar Kristus, tanpa Kristus, kita tidak memiliki Allah Tritunggal. Orang-orang Yahudi mengira mereka menyembah Allah, Elohim, Yehova, tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yehova, Elohim telah terwujud dalam Kristus. Seluruh Allah Tritunggal ada di dalam Kristus, maka di luar Kristus kita tidak bisa mendapatkan Allah. Kristus adalah tempat kediaman Allah, Kristus adalah alamat Allah, Kristus adalah rumah Allah. Jika Anda mau Allah, tetapi tidak mau Kristus, Anda tidak bisa memiliki Allah.

Orang-orang Yahudi juga ingin menyalibkan Kristus. Mereka berteriak berkali-kali, "Salibkan Dia!" dan suara mereka menang (Markus 15:13-14). Mereka tidak tahu, bahwa Kristus ini sebagai perwujudan Allah, sudah ditetapkan oleh Allah sebagai sentralitas dan universalitas ekonomiNya. Kalau Anda tidak menghargaiNya, Anda tidak menghargai semuanya.

Kristus dilambangkan dengan kemah pertemuan, susunan imamat dan korban persembahan dalam kelima kitab hukum Taurat. Allah menaruh sesuatu yang sangat penting di dalam kitab Taurat. Hal yang penting itu adalah kemah pertemuan beserta imamat yang korporat yang melayani Allah dalam kemah pertemuan setiap hari dengan mempersembahkan korban-korban. Orang-orang Yahudi menerima hal ini sebagai suatu peraturan ibadah. Mereka tidak mengerti apa yang dilambangkan oleh hal-hal itu. Mereka tidak tahu, bahwa kemah pertemuan adalah lambang Kristus (Yohanes 1:14) sebagai tempat kediaman Allah, juga tempat umat Allah berkontak dengan Allah, masuk ke dalam Allah dan menikmati Allah. Ketika orang-orang Yahudi berdosa, mereka tahu bahwa hukum Taurat menyuruh mereka mempersembahkan korban penghapus dosa, tetapi mereka tidak tahu bahwa korban itu adalah lambang Kristus. Mereka memiliki lambang yang kongkrit, tetapi tidak mengerti maknanya, sehingga mereka dengan sendirinya mengabaikan Kristus.

Perkataan Tuhan dalam Lukas 24:44 menunjukkan, bahwa Dia bernubuat dalam hukum Taurat Musa, Nabi-nabi, dan Mazmur. Dalam Kejadian 3:15, Allah berjanji, bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular. Itu adalah satu nubuat yang jelas tentang Kristus. Kemudian Allah bernubuat kepada Abraham, bahwa segala bangsa akan diberkati melalui keturunannya, dan keturunannya itu adalah Kristus (Kejadian 22:18; Galatia 3:16). Yesaya dengan jelas mengatakan, bahwa seorang dara akan melahirkan seorang anak yang namanya disebut Imanual (Yesaya 7:14). Anak itu adalah "Allah beserta manusia". Itu adalah nubuat yang tegas tentang Kristus, tetapi orang Yahudi mengabaikannya. Orang Yahudi memiliki Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak mempedulikan nubuat-nubuat tentang Kristus.

C. Menjadi lbadah yang Harfiah, Memadamkan Roh, sehingga Membuat Orang Mati,

Membunuh Persekutuan Manusia dengan Allah dalam Hayat,

dan Bertentangan dengan Injil Kristus dalam Ekonomi Perjanjian Baru Allah

Di bawah tangan Iblis yang tidak bisa diam, orang-orang dalam Yahudiisme menentang Tuhan Yesus (Matius 12:9-14; Lukas 4:28-29; Yohahes 9:22). Mereka juga menentang rasul Paulus (Kisah Para Rasul 13:45-46,50; 14:1-2,19; 17:1,5-6). Kisah Para Rasul 21 memberitahu kita, bahwa orang-orang Yahudi dari Asia melihatnya dalam bait suci di Yerusalem, lalu menangkapnya. Ketika mereka hendak membunuhnya, kepala pasukan Romawi menghentikan mereka dan membawa Paulus ke dalam tahanan (ayat 27-33). Kemudian, lebih dari empat puluh orang Yahudi membentuk satu komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, dengan mengatakan, bahwa mereka tidak akan makan atau minum sebelum mereka membunuh Paulus (23:12-13). Akhirnya, dia dipindahkan dari Palestina ke Roma untuk diadili langsung oleh Kaisar (25:9-12). Itulah cara orang Yahudi menganiaya Paulus, hamba Tuhan. Jadi, kita dapat nampak, bahwa mereka mengabaikan Kristus, menyingkirkan semua perkara rohani, dan bertentangan dengan Injil Kristus.

D. Menang Atas Agama Setani Semacam itu Dengan Memegang Ajaran Rasul-rasul

Cara untuk menang atas agama setani semacam itu adalah melalui Roh pemberi hayat yang almuhit dengan memegang ajaran rasul-rasul (Perjanjian Baru) (II Timotius 1:14). "Kitab Taurat" kita hari ini adalah Perjanjian Baru, ajaran rasul-rasul. Kita harus berpegang kepada ajaran ini melalui Roh pemberi hayat yang almuhit.

II. KATHOLIKISME

A. Perempuan yang Meragikan 'Tepung Tiga Sukat" (Seluruh Ajaran tentang

Elemen Kristus dalam PersonaNya dan PekerjaanNya)

Dalam Matius 13:33, Katholikisme dilambangkan dengan seorang perempuan yang meragikan "tepung tiga sukat" (seluruh ajaran tentang elemen Kristus dalam personaNya dan pekerjaanNya). Gereja Katholik menerima ajaran Perjanjian Baru, tetapi mereka meragikannya. Roti tanpa ragi tidak enak dimakan. Roti yang beragi itu empuk dan enak dimakan. Itulah alasan Gereja Katholik. Orang-orang Katholik memiliki gambar yang disebut gambar Yesus, dan banyak orang percaya, bahwa itu adalah Yesus. Jika Anda bertanya kepada pastur dalam Gereja Katholik, mengapa mereka melakukan hal itu, mereka akan berkata, bahwa Yesus itu rohani, misterius, dan sulit dipahami oleh orang, maka mereka memerlukan sesuatu yang nyata seperti lukisan atau patung untuk memahamiNya. Diri alamiah kita suka memakai hal-hal tertentu untuk memudahkan menyerap perkara-perkara rohani. Itulah yang disebut ragi dalam Alkitab.

Gambar "Yesus" adalah gambar seorang laki-laki yang tampan, tetapi Yesaya memberitahu kita, bahwa Dia tidak tampan dan semarakNya pun tidak ada (Yesaya 53:2), dan begitu buruk rupaNya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi (52:14). Di suatu katedral Katholik di Manila terdapat satu patung Yesus, dan semua orang yang beribadah ke sana harus menyentuh kaki patung itu sebelum masuk ke dalam katedral. Betapa penuh takhayulnya hal itu! Seorang saudara yang dibesarkan dalam keluarga Katholik, masuk ke dalam pemulihan Tuhan dan nampak, bahwa Yesus hidup di dalamnya, maka dia kembali ke rumah memberitahu sanak saudaranya. Sanak saudaranya menanggapinya dengan mengatakan, bahwa dia juga memiliki Yesus, sambil menunjuk kepada lukisan "Yesus" yang tergantung di dinding. Lukisan dan patung itu adalah berhala.

Pada tahun 1937, ketika saya pergi ke Cina Utara, terjadi satu kasus, seorang saudari kerasukan setan. Saya bertanya kepada kaum saleh di sana, apakah di rumahnya ada berhala-berhala. Akhirnya, saya tahu, bahwa di dinding rumahnya ada lukisan yang disebut "lukisan Yesus". Kemudian saya menyuruh saudari itu membakar lukisan itu. (Banyak orang Katholik berlutut, menyembah dan berdoa kepada lukisan itu). Setelah dia selesai membakar lukisan itu, setan itu pun pergi. Berhala, termasuk lukisan dan patung, adalah alat yang digunakan setan untuk menyembunyikan diri. Yang disebut lukisan Yesus adalah berhala. Dari hal ini kita dapat nampak, bahwa Gereja Katholik benar-benar takhayul.

Di katedral Katholik di Manila, saya lihat banyak orang membeli lilin dan menaruhnya di depan patung dan berhala di dinding. Beberapa dari berhala itu diberi tulisan di bawahnya, yang mengatakan, "Jika Anda mengucapkan doa tertentu setiap hari selama sejangka waktu, Anda akan mengurangi masa penyucian dalam purgatori dari sanak saudara Anda yang sudah meninggal." Purgatori dalam Katholikisme Roma adalah tempat orang-orang yang sudah meninggal dimurnikan dari dosa-dosanya melalui penderitaan.

Katholikisme telah menyerap banyak perkara kafir dan berhala. G.H. Pember menunjukkan dalam bukunya yang berjudul The Great Prophecies (Nubuat-nubuat Besar), bahwa Budha sebenarnya adalah satu orang kudus dalam Kalender Katholik Roma dengan nama Santo Yosafat (lihat Pelajaran Hayat Kitab Wahyu). Itulah sebabnya Wahyu 2:24 mengatakan, bahwa Gereja Katholik memiliki hal-hal yang dalam (rahasia) dari Iblis. Gereja Katholik Roma memiliki banyak misteri setani. Bahkan arsitektur dari katedral-katedral Katholik dengan jendela-jendela kaca yang berlukisan, atap-atapnya yang juga berlukisan, membuatnya remang-remang gelap. Di samping itu, katedral itu penuh dengan berhala. Dalam Gereja Katholik Roma, penyembahan berhala justru diajarkan. Penyembahan berhala adalah semacam sihir untuk menghubungi setan.

Gereja Katholik tidak memelihara kebenaran yang murni, malahan telah meragikan kebenaran Alkitab dengan hal-hal yang jahat, bidat dan kafir. Begitu tepung itu diragikan, tidak mungkin bisa dimurnikan lagi. Hari ini seluruh Gereja Katholik adalah campuran kebenaran dengan ragi. Mereka mengakui Kristus itu Allah, tetapi mereka menyebut Maria "ibu" dari Allah dan mengatakan, dia (Maria) tidak berdosa. Hal itu menunjukkan bidat dan ketakhayulan Katholik Roma.

B. Perempuan Izebel Menyebut Dirinya Nabiah

Katholikisme digambarkan seperti perempuan Izebel yang menyebut dirinya nabiah, mengajarkan dan memimpin umat Allah, dengan "hal-hal yang dalam dari Iblis" (Wahyu 2:20, 24). Orang-orang Katholik tidak mengatakan, "Alkitab mengatakan . . ." Sebaliknya, mereka mengatakan, "Gereja mengatakan . . ." Gereja di sini dilambangkan oleh Izebel. Gereja Katholik hari ini adalah perempuan yang dinubuatkan Tuhan dalam Matius 13, dan dia juga Izebel yang dibicarakan dalam Wahyu 2. Izebel adalah istri kafir raja Ahab, seorang raja yang jahat (I Raja-raja 16:30-31), dan dia melakukan banyak kejahatan (II Raja-raja 9:7). Gereja Katholik dalam pandangan Allah seperti Izebel yang jahat, yang mengajarkan bidat. Gereja yang murtad ini menganggap dirinya nabiah, orang yang merasa diberi wewenang oleh Allah untuk berbicara bagi Allah.

Gereja Katholik memimpin orang ke dalam percabulan rohani dan jasmani (Wahyu 2:20). Seorang penulis mengatakan, dekat sebuah biara, ada tempat yang penuh dengan tulang bayi. Jadi, kita dapat nampak, bahwa Gereja Katholik Roma menyebarkan percabulan dan menganjurkan penyembahan berhala.

C. Terbangun sebagai Jenjang/Tingkatan Agamawi

Gereja Katholik terbangun sebagai jenjang agamawi dengan paus sebagai kepalanya. Di bawah paus ada kardinal, uskup agung, uskup, dan pastur. Kardinal dianggap anggota kabinet paus untuk menjalankan pemerintahannya. Gereja Katholik adalah organisasi yang memiliki jenjangan yang kuat dan tegas.

D. Pelacur Besar

Wahyu 17 menyebut Gereja Katholik Roma sebagai "pelacur besar" dan juga menyebutnya "Rahasia, Babilon Besar, lbu dari sega/a pelacur dan kekejian di bumi" (ayat 1,5 TI.). Gereja Katholik digambarkan seperti pelacur yang menyerap banyak praktik kafir. Ke mana saja Gereja Katholik berkembang, ia akan mengambil praktik kafir dari tempat itu. Hal itu dilakukannya dengan tujuan membawa orang di tempat itu ke dalam Katholikisme.

E. Membunuh Kaum Saleh dan Saksi-saksi Yesus

Wahyu 17:6 mewahyukan, bahwa Gereja Katholik membunuh kaum saleh dan saksi-saksi Yesus. Sejarah memberstahu kita,bahwa Gereja Katholik Roma telah membunuh lebih banyak orang saleh daripada Kekaisaran Romawi.

F. Dibenci, Dijadikan Sunyi, dan Dibakar oleh Antikristus barsama Sepuluh Rajanya, pada Awal Kesusahan Besar

Akhirnya, Gereja Katholik akan dibenci, dijadikan sunyi, dan dibakar oleh Antikristus bersama sepuluh orang rajanya, pada awal kesusahan besar. Menurut Wahyu 17:16, Antikristus dan sepuluh orang rajanya akan membuat Gereja Roma menjadi "sunyi dan telanjang". Maksudnya, mereka akan menghancurkan dia, merampas kekayaannya, dan menyingkapkan keadaannya; mereka akan "memakan dagingnya”; maksudnya mereka akan membunuh anggota-anggotanya; dan mereka akan "membakarnya dengan api”, maksudnya mereka akan melenyapkannya sama sekali.

Dalam Wahyu 14:8, seorang malalkat mengumumkan, "Sudah rubuh, sudah rubuh Babilon Besar, yang membuat seluruh bangsa minum dari anggur murka persundalannya!" Itulah kejatuhan Babilon agamawi. Babilon agamawi digambarkan dalam Wahyu 17, dan Babilon material diperlihatkan dalam Wahyu 18. Babilon agamawi akan jatuh lebih dulu pada awal kesusahan besar, dan Babilon material, kota Roma, akan jatuh pada akhir kesusahan besar.

G. Menang atas Agama yang Menyimpang Ini

Kita bisa menang atas agama yang menyimpang ini dengan memelihara iman terhadap persona ilahi dan insani Kristus dan dalam segala pekerjaanNya: dalam inkarnasiNya, penyalibanNya, kebangkitanNya, kenaikanNya, turunNya dan penampakanNya yang kedua (II Timotius 4:7c; Wahyu 2:26). Cara untuk menang atas agama Katholik adalah dengan iman kita ke dalam dua hal: persona Kristus dan pekerjaan Kristus. Kita harus percaya ke dalam persona Kristus dan ke dalam pekerjaan penebusan Kristus menurut pengajaran Perjanjian Baru dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Itulah sebabnya kita harus mempelajari Perjanjian Baru. Kita mengatakan "amin" yang tegas kepada pengajaran Perjanjian Baru, bahwa Yesus adalah Allah, Allah yang sempurna, dan manusia, manusia yang sempurna. Dia berinkarnasi, Dia hidup di bumi sebagai manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun; kematianNya adalah kematian pengganti dan kematian yang almuhit; Dia bangkit, naik ke sorga dan kemudian turun lagi dari sorga. Kini Dia ada di sorga, dan akan menampakkan diri lagi pada kedatanganNya yang kedua. Karena kita sudah mempelajari perkara-perkara itu dengan segala maknanya, maka gereja yang menyesatkan itu tidak akan bisa menyesatkan kita. Kita memiliki pandangan yang jelas tentang pengajaran Perjanjian Baru, pengajaran rasul-rasul. ltulah cara yang benar bagi kita untuk memelihara iman Kristiani kita.

III. PROTESTANISME

A. Mempraktikkan Pekerjaan Nikolaus, Pekerjaan Kaum Paderi dalam Jenjang Agamawi

Protestanisme mempraktikkan pekerjaan Nikolaus, pekerjaan kaum paderi dalam jenjang agamawi (Wahyu 2:6). Ini adalah tanda yang kuat dari gereja-gereja Protestan hari ini. Dalam gereja-gereja Protestan ada satu tingkatan/jenjang di antara kaum paderi dan kaum yang disebut awam. Sejumlah kecil orang adalah kaum paderi dan bagian yang lebih besar adalah orang awam. Jika kita mempraktikkan hal tersebut, kita bukan dalam pemulihan.

Kita harus memperhatikan, benarkah kita tidak menerapkan jenjang kaum paderi dan kaum awam dalam sidang-sidang kita. Mungkin kita tidak menggunakan istilah kaum paderi itu, tetapi dalam kenyataannya, mungkin kita membangun jenjang paderi. Asal kita memaksa mempertahankan sistem satu orang bicara tanpa praktik wajar dari setiap anggota gereja bernubuat, kita sedang membangun jenjang kaum paderi.

Saudara Nee nampak kebenaran mengenai sidang gereja dalam bentuk saling yang diwahyukan dalam I Korintus 14 pada tahun 1937. Ministrinya mengenal hal ini dibukukan dengan judul "Penghidupan Gereja yang Normal". Pada tahun 1948, dia membicarakan hal ini sekali lagi dalam buku yang berjudul "Church Affairs" (Administrasi Gereja). Tetapi dari tahun ke tahun, kita tidak bisa menggantikan sistem satu orang bicara dengan semua orang kudus bernubuat. Pada tahun 1984, saya sengaja pergi ke Taiwan untuk mengkaji ulang keadaan kita dalam pemulihan. Dari pengkajian itu saya terdorong dan dikuatkan oleh Tuhan untuk mengemukakan praktik sidang gereja yang diwahyukan dalam I Korintus 14.

Akhirnya, dimulai dari gereja di Taipei, kita menghentikan praktik satu orang bicara pada sidang hari Minggu. Kini kita mempraktikkan bernubuat dalam sidang-sidang yang dilakukan oleh semua orang kudus. Kita sadar, bahwa kita tidak bisa melakukan hal ini dalam sidang yang sangat besar, maka gereja di Taipei membagi tiga ribu orang saudara saudari ke dalam sejumlah sidang wilayah. Setiap sidang wilayah memiliki kira-kira lima puluh orang kudus. Hari ini banyak gereja lokal mempraktikkan bernubuat oleh semua orang kudus, dan bukan mendengarkan satu orang berkhotbah pada hari Minggu.

Dalam Wahyu 2:6, Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan, bahwa Dia membenci pekerjaan Nikolaus, sistem paderiawam (lihat catatan 61 -- Versi Pemulihan). Kita perlu menolak apa saja dari sistem itu. Kita semua harus menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus yang berfungsi. Di mana ada sistem paderi-awam, jenjang segera terbangun. Sistem semacam itu mengubah sifat gereja dalam pemulihan.

B. Memegang Ajaran Bileam

Protestanisme memegang ajaran Bileam, yang menaruh batu sandungan di depan umat Allah, mengajarkan umat Allah untuk menerima penyembahan berhala dan melakukan perzinahan (Wahyu 2:14). Bileam adalah nabi dari bangsa kafir yang mengucapkan dan mengajarkan firman Allah dengan maksud mencari untung, membujuk umat Allah ke dalam percabulan dan penyembahan berhala (Bilangan 25:1-3; 31:16).

C. Memegang Ajaran Nikolaus

Protestanisme juga memegang ajaran Nikolaus, membangun jenjangan dan mempraktikkan sistem paderi. Dalam ketujuh surat kepada gereja-gereja, pekerjaan Nikolaus disebut lebih dulu (Wahyu 2:6). Mula-mula hanya ada praktik jenjang kaum paderi-awam. Kemudian praktik ini menjadi suatu ajaran (ayat 15). Hari ini, dalam Protestanisme terdapat ajaran semacam itu. Orang-orang didorong untuk mengabdikan diri mereka kepada Tuhan, mempersembahkan diri untuk menjadi pendeta. Mereka dikirim ke seminari-seminari, dan setelah lulus, mereka menjadi anggota kelas paderi. ltulah praktik dan ajaran dalam Protestanisme.

D. Tidak Menghargai Kekepalaan Kristus dalam TubuhNya

Dalam Protestanisme hari ini, juga ada sikap tidak menghargai kekepalaan Kristus dalam TubuhNya (Kolose 1:18). Dalam gereja-gereja Protestan hari ini, hampir tidak ada pengajaran tentang Tubuh Kristus dan tentang Kristus sebagai Kepala dari Tubuh itu. Dalam pengajaran kita selama bertahun-tahun, kita dengan tegas menekankan pembangunan Tubuh Kristus dan kekepalaan Knstus.

E. Meniadakan Fungsi Anggota-anggota Tubuh Kristus

Gereja-gereja Protestan meniadakan fungsi anggota-anggota dalam Tubuh Kristus. Mereka mempertahankan anggapan, bahwa satu orang berbicara lebih baik daripada semua orang kudus berfungsi. Mereka merasa, satu orang berbicara akan membuat sidang teratur dan terjamin adanya perkataan yang baik untuk didengar orang-orang yang hadir. Mereka merasa sidang yang diserahkan kepada semua orang kudus akan menjadi kacau dan kalut. Dengan membaca I Korintus 14, kita dapat melihat, Paulus menyadari, bahwa praktik semua orang bernubuat itu tidaklah begitu mudah. Itulah sebabnya Paulus menyuruh mereka melakukan segala hal dengan tertib dan teratur (ayat 40).

Kita senang tertib, tetapi kita juga tidak senang mati. Sebaliknya, kita ingin hidup. Saya suka bertanya kepada orang, "Apa yang lebih Anda sukai -- Makam dekat hutan atau sebuah tempat bermain?" Tempat bermain sering tidak teratur, tetapi makam dekat hutan sangat teratur. Kita tidak ingin memiliki sidang gereja yang serupa dengan suasana makam. Sidang-sidang gereja kita harus sangat hidup. Kitab Mazmur mendorong kita untuk bersorak bagi Tuhan (Mazmur 100:1). Kita memerlukan sorak sorai yang riuh dalam sidang-sidang gereja.

F. Memelihara/Mempertahankan Kebanyakan Sidang Gereja

bagi Pelayanan Kaum Paderi

Dalam Protestanisme, kebanyakan sidang gereja dipelihara untuk pelayanan kaum paderi, dan hampir-hampir tidak ada sidang untuk penyataan karunia semua anggota Tubuh bagi pembangunan organik Tubuh Kristus dalam kekayaan Kristus yang tidak terduga (bd. I Korintus 14:23a,24,26,31,3-5). Sidang-sidang kita mungkin berisik, tetapi dari berisiknya semua orang kudus itu kekayaan Kristus bisa tertampil.

G. Menang atas Agama yang Mati dan Sekarat

Kita menang atas agama yang mati dan sekarat itu melalui Kristus Sang Roh itu dalam kebangkitanNya, dan dengan suplai yang serba lengkap dari Roh yang almuhit (Filipi 3:10; 1:19b). Di satu pihak, Kristus adalah Putra Allah. Di pihak lain, Dia adalah Roh pemberi hayat. Satu Korintus 15:45b mengatakan, Kristus sebagai Adam yang akhir dalam daging telah menjadi Roh pemberi hayat melalui kebangkitanNya. Jadi, hari ini Dia adalah Kristus Sang Roh itu. Demi, Kristus Sang Roh itu, dan demi suplai yang serba lengkap dari Roh pemberi hayat yang almuhit, kita dapat menang atas Protestanisme hari ini.