← Daftar isi Bagian Kesatu Penyaluran Ilahi dari Trinitas Ilahi dan Hasilnya · bab 21/21

KESIMPULAN AKHIR PARA PEMENANG

Pembacaan Alkitab:

Wahyu 6:9-11; 12:1-6; 14:1-5; 15:2-4; 13:7a; 11:3-12;

II Korintus 5:10; Wahyu 11:18c; 19:7-9; 17:14; 19:14;

Yoel 3:11; Wahyu 19:19-21; 11:15; 20:4,6; Matius 5:20; 19:23-30;

I Korintus 6:9-10; Galatia 5:19-21; Efesus 5:3-5; II Petrus 1:11;

Matius 19:28; Wahyu 22:36; 2:26-27; 12:5; 2:7; Matius 13:43;

Daniel 12:2-3,13; Wahyu 21:1-3,9-12,14; 22:17

GARIS BESAR

I. Komposisi Para Pemenang:

A. Para pemenang yang berseru kepada Tuhan memohon pembalasanNya pada meterai kelima, meliputi semua martir dari Habel sampai orang-orang martir sebelum meterai kelima -- Wahyu 6:9-11.

B. Anak laki-laki yang dilahirkan perempuan universal --Wahyu 12:1-5:

1.

Meliputi martir yang berseru pada meterai kelima dan martir lain sebelum kesusahan besar.

2.

Dibangkitkan dan diangkat ke takhta Allah sebelum tiga setengah tahun kesusahan besar -- ayat 413-6.

C. Seratus empat puluh empat ribu pemenang yang masih hidup terangkat sebelum kesusahan besar ke gunung Sion di sorga di depan takhta Allah sebagai buah sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba -- Wahyu 14:1-5.

D. Para martir dalam kesusahan besar di bawah penganiayaan Antikristus, bangkit dan terangkat untuk berdiri di lautan kaca, menjelang akhir kesusahan besar. --Wahyu 15:2-4; 13:7a.

E. Kedua saksi yang menjadi martir, bangkit dan terangkat ke sorga dalam awan pada akhir kesusahan besar --Wahyu 11:3-12.

II. Kesimpulan akhir para pemenang.

A. Dinyatakan sebagai pemenang korporat setelah mereka terangkat.

B. Diberi pahala di depan takhta penghakiman Kristus --II Korintus 5:10; Wahyu 11:18c.

C. Menjadi mempelai perempuan yang menikah dengan Anak Domba -- Wahyu 19:7-9.

D. Menjadi pasukan Anak Domba -- Wahyu 17:14; 19:14:

1.

Datang sebagai orang-orang yang perkasa bersama Kristus -- Yoel 3:11.

2.

Bersama Kristus mengalahkan Antikristus dan pasukannya -- Wahyu 19:19-21.

3.

Mengakhiri kesusahan besar dan jaman ini.

E. Mendatangkan kerajaan Allah dan Kristus -- Wahyu 11:15; 20:4,6.

F. Mewarisi kerajaan Allah dan Kristus dalam kenikmatan yang lebih penuh atas hidup kekal -- Matius 5:20; 19:23-30; I Korintus 6:9-10; Galatia 5:19-21; Efesus 5:3-5; II Petrus 1:11:

1.

Menjadi raja bersama Kristus -- Wahyu 20:4,6; Matius 19:28.

2.

Menjadi imam-imam Allah dan Kristus -- Wahyu 20:6; 22:3b.

3.

Menikmati menjalankan kekuasaan atas bangsa-bangsa --Wahyu 2:26-27; 12:5.

G. Menjadi Yerusalem Baru, sebagai mempelai perempuan Kristus selama seribu tahun, dalam tahap awal dan segar:

1.

Sebagai Taman Firdaus Allah dalam kerajaan milenium --Wahyu 2:7.

2.

Bersinar seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka di bagian sorgawi kerajaan milenium -- Matius 13:43; bd. Daniel 12:2-3,13.

H. Merampungkan dan menggenapkan Yerusalem Baru sepenuhnya, sebagai kemah Allah dan istri Kristus di langit baru, dan bumi baru sampai selama-lamanya -- Wahyu 21:1-2, 9-10:

1.

Bersama dengan semua orang kudus yang telah disempurnakan bagi kematangan mereka dalam hayat ilahi, melalui pendisiplinan dalam kerajaan -- Wahyu 21:2, 12,14.

2.

Untuk ekspresi yang kekal dari Allah Tritunggal yang terproses, sampai tahap yang paling limpah, dalam, dengan dan melalui semua orang kudus yang tripartit, yang dilahirkan ulang, diubah, dan dimuliakan dalam kekekalan -- Wahyu 21:10-11.

I. Merampungkan ekonomi kekal Allah Tritunggal dalam Kristus melalui Roh yang merupakan wujud akhir Allah Tritunggal -- Wahyu 22:17.

J. Berbagian dalam kenikmatan yang paling penuh atas Allah Tritunggal yang terproses dan genap, dalam persekutuan dengan semua orang kudus yang telah ditebus dan dimuliakan sampai selama-lamanya.

Dalam bab ini kita akan melihat kesimpulan akhir para pemenang. Jika kita membaca Alkitab dengan tuntas, kita dapat nampak bahwa para pemenang adalah garis hayat, denyut hayat dari seluruh Alkitab. Pemenang pertama di antara umat Allah adalah Habel (Kejadian 4:2-8). Dalam Matius 23:35, Tuhan Yesus menyinggung kematian Habel sebagai martir, menunjukkan bahwa dia adalah pemenang pertama. Mulai dari Habel, Tuhan terus-menerus mendapatkan para pemenang sampai akhirnya merampungkan ekonomiNya dan mendatangkan kerajaan Kristus dan Allah (Wahyu 11:15).

Telah kita bahas bahwa kitab Wahyu membahas para pemenang dan Yerusalem Baru. Para pemenang menghasilkan sesuatu yang tegas, dan hasil itu adalah kesimpulan wahyu ilahi. Yerusalem Baru adalah akhir, kesimpulan, dan totalitas dari wahyu ilahi dalam keenam puluh enam kitab dari Alkitab.

Hal-hal penting dalam Wahyu pasal 21 dan 22 mengenai Yerusalem Baru sudah disebutkan sebelumnya dalam Alkitab. Butir yang paling menonjol dalam Yerusalem Baru adalah pohon hayat, yang disebutkan pada permulaan Alkitab (Kejadian 2:9). Jika tidak ada pohon hayat dalam kota kudus, tidak akan ada makanan bagi orang-orang yang ditebus oleh Allah, sehingga mereka tidak bisa hidup. Pohon hayat adalah sentralitas dan universalitas kota kudus itu.

Yerusalem Baru sebenarnya sebuah gunung yang tinggi setinggi 12.000 stadia (2176 km). Kota itu berbentuk kubus dengan panjang, lebar dan tinggi yang sama (Wahyu 21:16). Tempat Mahakudus dalam kemah pertemuan dan dalam bait juga berbentuk kubus, dengan panjang, lebar dan tinggi yang sama (Keluaran 26:2-8; I Raja-raja 6:20). Jadi, Yerusalem Baru yang berbentuk kubus melambangkan .bahwa seluruh kota itu akan menjadi tempat Mahakudus. Di dalamnya, semua orang yang ditebus Allah akan melayani dan menyembah Allah, akan melihat dan menjamah hadir Allah, dan akan hidup dan tinggal dalam hadir Allah selama-lamanya. Pusat Yerusalem Baru adalah pohon hayat untuk memberi makan dan merawat seluruh kota itu.

Kini kita perlu membahas bagaimana satu batang pohon dapat memberi makan seluruh kota. Pohon hayat itu tidak seperti pohon cemara. Karena pohon cemara begitu tinggi, tentu tidak mudah kita jangkau. Pohon hayat seperti pohon anggur. Kristus adalah pokok anggur (Yohanes 15:1) dan Dia adalah hayat (Yohanes 14:6a), maka Dia adalah pohon hayat itu. Sebatang pohon hayat itu tumbuh di kedua sisi sungai air hayat (Wahyu 22:2), melambangkan bahwa pohon hayat itu adalah seperti pohon anggur yang menjalar dan bertumbuh sepanjang aliran air hayat, untuk diterima dan dinikmati oleh umat Allah. Pohon cemara bertumbuh ke atas, tetapi pohon anggur bertumbuh menjalar. Jika kita ingin makan pohon hayat, kita tidak membutuhkan “tangga", karena pohon ini seperti pohon anggur, yang mudah kita jangkau dan kita makan buahnya.

Sungai air hayat dalam Yerusalem Baru ada pada jalan emas (Wahyu 22:1). Pohon hayat bertumbuh di dalam dan sepanjang sungai air hayat, yang melingkar menuruni gunung untuk menjangkau kedua belas pintu gerbang kota itu. Pohon hayat yang seperti pohon anggur yang besar adalah makanan yang mudah didapat, rawatan bagi umat tebusan Allah dalam kekekalan, maka pohon hayat itu adalah denyut nadi Yerusalem Baru. Pada tahun 1958, saya pergi ke Inggris, dan seseorang membawa saya melihat sebatang pohon anggur yang besar, yang disebut pohon anggur Ratu. Tetapi pohon anggur itu kecil sekali dibandingkan dengan pohon anggur yang pernah saya lihat. Saya telah melihat pohon anggur yang besar, pohon hayat, dalam Yerusalem Baru. Tuhan Yesus berkata, bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar (Yohanes 15:1). Dia adalah pohon anggur dan kita adalah ranting-rantingnya (ayat 5). Dia adalah sentralitas dan universalitas ekonomi Allah, dan ekonomi Allah berkesimpulan pada Yerusalem Baru.

Wahyu ilahi dalam Alkitab, mulai dari penciptaan Allah dalam Kejadian 1, tersimpul dengan dua pasal yang panjang, Wahyu 21-22. Dalam kedua pasal itu, terdapat Yerusalem Baru sebagai tanda yang besar dan tegas dari ekonomi Allah. Sentralitas dan universalitas kota kudus ini adalah pohon hayat, pohon anggur yang terbesar di alam semesta. Pohon anggur ini meliputi Allah kita, Tuhan kita, Tuan kita, Bapa kita, Tuhan kita Yesus Kristus dan kita. Kita adalah sebagian dari pohon anggur ini, karena kita adalah ranting-rantingnya.

Dalam Kejadian 2, kita nampak pohon hayat, dan setelah melewati semua jaman, pohon hayat itu tetap ada dalam Yerusalem Baru. Allah Tritunggal yang terwujud dalam Kristus adalah pohon hayat pada awalnya, tetapi pada akhir Alkitab, pohon hayat itu menjalar ke seluruh kota kudus itu. Jadi, Alkitab dimulai dengan pohon hayat dan berakhir pada pohon hayat.

Dalam Kejadian 2, selain pohon hayat, juga ada sebuah sungai. Sungai ini bercabang empat dan mengalir ke empat penjuru bumi (ayat 10-14). Kemudian dalam Yerusalem Baru, ada sebatang sungai tempat tumbuhnya pohon hayat. Jadi, ada sungai pada awal dan akhir Alkitab. Pada aliran sungai dalam Kejadian 2, terdapat emas, damar bedolah (sejenis mutiara), dan batu krisopras, sejenis batu permata (ayat 11-12). Kemudian pada akhir Alkitab, kota kudus itu dibangun dengan emas, mutiara dan batu permata (Wahyu 21:18-21). Pada awal dan akhir Alkitab terdapat gambaran yang sama, yaitu pohon hayat dengan sungai yang mengalir, yang menghasilkan emas, mutiara dan batu permata.

Dalam Kejadian 2, bahan-bahan itu hanya tergeletak di sana, tetapi pada akhir Alkitab, emas, mutiara dan batu permata terbangun menjadi satu kota. Pada awal Alkitab ada sebuah taman yang diciptakan oleh Allah, tetapi pada akhirnya, taman itu menjadi sebuah kota. Kota itu adalah yang diciptakan oleh Allah, yang dibangun melalui pengubahan. Kota Yerusalem Baru adalah bangunan dari emas, mutiara, dan batu permata. Awal dan akhir Alkitab saling berpadanan. Yerusalem Baru sebagai sebuah kota memiliki dua belas pintu gerbang, dan pada akhir kitab Yehezkiel, juga ada satu kota yang bernama Yerusalem dengan dua belas pintu gerbang (48:31-35). Ini menunjukkan kepada kita, bahwa di satu pihak, Yerusalem Baru itu baru, tetapi di pihak lain, kota itu kuno.

Seluruh Alkitab adalah wahyu dan catatan dari ekonomi Allah, dan ekonomi Allah berkesimpulan pada Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah sesuatu yang ada dalam hati Allah sejak kekekalan yang lampau. Kota ini adalah keinginan hati Allah, kesenangan Allah. Saya percaya, Allah sudah nampak Yerusalem Baru dalam kekekalan yang lampau. Ketika Dia memandang kota itu, Dia bergembira.

Lebih dari lima puluh tahun yang lalu, ketika saya di Chefoo, saya membayangkan sedang membangun balai sidang yang besar untuk menyampaikan firman. Angan-angan itu boleh disebut ekonomiku, keinginan hatiku, kesenanganku. Tetapi akhirnya Cina direbut oleh Komunis, dan saya tidak bisa melihat penggenapan angan-anganku, mendirikan balai sidang semacam itu. Kemudian saya diutus ke Taiwan. Di Taiwan, kami tidak bisa memiliki sebuah balai sidang yang besar seperti yang pernah saya bayangkan. Saya mulai melayani di Amerika Serikat pada tahun 1962, dan akhirnya kami pindah ke Anaheim pada tahun 1974. Di Anaheim, kami memperoleh tanah seluas dua setengah acre (10.125 m2) untuk mendirikan balai sidang menurut impian saya di Chefoo bertahun-tahun yang lalu. Balai sidang Anaheim yang ada saat ini sudah ada dalam pikiran saya bertahun-tahun yang lampau, sebelum bangunan itu didirikan.

Allah juga memiliki sebuah impian dan impian itu adalah hendak memiliki Yerusalem Baru, kota yang terbangun sebagai kesimpulan akhir ekonomiNya. Pada permulaan Alkitab, kita nampak pohon hayat, sungai yang mengalir dan barang-barang berharga. Pada akhir Alkitab, kita juga menemukan pohon hayat, sungai yang mengalir dan barang-barang berharga yang terbangun menjadi satu kota menurut ekonomi Allah. Dari sini kita bisa nampak betapa konsistennya Alkitab. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 penulis dalam selang waktu sekitar 1.500 tahun. Kelihatannya kitab Kejadian jauh berbeda dengan Matius, dan Matius jauh berbeda dengan kitab Wahyu. Nampaknya keenam puluh enam kitab dari Alkitab berbeda satu sama lain. Sebenarnya, esensi yang paling dasar dari Alkitab tetap konsisten. Alkitab konsisten dalam satu hal -- Yerusalem Baru.

Yerusalem Baru meliputi Allah Tritunggal dan umat pilihan, dan tebusanNya. Allah Tritunggal telah melewati proses yang ajaib. Dalam kekekalan yang lampau, Dia adalah Allah, hanya memiliki sifat ilahi; tetapi pada suatu hari, sesuai dengan ekonomiNya, Dia menjadi manusia. lni dikarenakan ekonomiNya, cetak biruNya menunjukkan, bahwa Dia ingin menjadi satu dengan manusia.

Dia mengambil langkah berinkarnasi, 4.000 tahun setelah Adam diciptakan. Dari Adam sampai Abraham ada waktu 2.000 tahun, dan dari Abraham sampai Kristus ada waktu 2.000 tahun. Allah Tritunggal menjadi manusia. Dia tidak menjadi manusia secara mujizat. InkarnasiNya sepenuhnya sesuai dengan prinsip yang Dia tetapkan dalam penciptaan-Nya. Bila seseorang hendak muncul ke dunia, dia harus dikandung dan tinggal dalam rahim ibunya selama sekitar sembilan bulan. Kemudian dia dilahirkan dan bertumbuh sebagai manusia. Demikianlah cara Yesus datang. Dia dikandung dalam rahim seorang perawan, dan Dia dilahirkan dari rahim perawan itu. Kemudian Dia menempuh masa kanak-kanak dan memasuki kedewasaan. Dia hidup di bumi ini selama tiga puluh tiga setengah tahun.

Sungguh mengherankan! Allah Tritunggal yang mahakuasa, tidak terbatas, dan kekal, mau masuk ke dalam rahim perawan Maria untuk dilahirkan olehnya dan menjadi manusia biasa yang hidup, berjalan dan bekerja di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun! Allah yang mahakuasa, yang menciptakan langit, bumi dan segala sesuatu telah menjadi seorang manusia dan hidup di bumi sebagai manusia yang kecil selama tiga puluh tiga setengah tahun, dianiaya, diremehkan, ditolak, dibenci dan tidak disukai oleh makhluk ciptaanNya. Itu berarti Dia telah melewati satu proses, dan melalui proses itu Dia telah digenapi menjadi Allah Tritunggal yang terproses dan genap. Allah sedemikian tercakup dalam Yerusalem Baru, dan kita ada di sana berbaur dengan Dia sebagai satu kesatuan.

Yerusalem Baru adalah satu tanda besar, karena kitab Wahyu adalah kitab tanda. Wahyu 1:1 mengatakan, bahwa wahyu dari kitab ini disampaikan (diberitahukan) dengan tanda-tanda, lambang-lambang dengan makna rohani. Ketujuh kaki dian adalah tanda-tanda yang melambangkan ketujuh gereja (1:20). Anak Domba melambangkan Kristus sebagai Allah yang menebus (5:6). Tuhan Yesus bukanlah anak domba dengan empat buah kaki dan sebuah ekor. Anak Domba adalah tanda. Demikian pula, seluruh Yerusalem Baru adalah tanda, yang melambangkan kegenapan akhir ekonomi Allah. Kita memerlukan tanda-tanda karena sebuah gambar lebih baik daripada seribu kata. Sulit sekali menggambarkan seseorang, maka cara yang paling baik untuk mengetahuinya adalah memiliki foto orang itu. Yerusalem Baru dalam Alkitab adalah "foto" dari semua rahasia / misteri dari ekonomi Allah.

Dalam ekonomiNya, Allah bukan hendak merampungkan segalanya berdasarkan diriNya sendiri. Dalam ekonomi-Nya, Dia telah menetapkan untuk melakukan segalanya dalam dan dengan umat manusia. Ciptaan lama Allah tergenap dalam enam hari, tetapi untuk merampungkan ekonomiNya demi mendapatkan Yerusalem Baru, Allah membutuhkan waktu sedikitnya tujuh ribu tahun. Allah memerlukan waktu begitu lama karena Dia membutuhkan manusia. Dia memerlukan kerja sama manusia.

Kita didapatkan oleh Tuhan guna merampungkan ekonomiNya. Bertahun-tahun yang lalu, saya berusaha meraih pendidikan yang paling baik. Saya tahu, bahwa dari segi manusia, pendidikan adalah masa depan saya. Suatu sore, saya mendengar ada seorang perempuan muda akan memberitakan Injil di tempat perhimpunan yang besar di kampung halaman saya, yang dihadiri lebih dari seribu orang. Saat itu saya berumur sembilan belas, dan dia berumur dua puluh lima. Saya benar-benar ingin tahu dan ingin mendengar apa yang hendak dikatakannya. Dalam sidang itu, sebagai seorang pemuda yang ambisius, saya tertangkap, "terkait” oleh Tuhan Yesus. Sambil berjalan pulang dari sidang itu, saya mempersembahkan seluruh hidup dan masa depan saya kepada Tuhan. Saya memberitahu Tuhan, bahwa saya ingin pergi ke kampung-kampung untuk memberitakan Kristus. Saya "terkait” olehNya.

Ketika Allah Tritunggal yang berencana ini sedang merampungkan ekonomiNya, Dia melintasi bumi, dan di sana sini, Dia mendapatkan kita demi merampungkan maksud hati-Nya. Dia menebus kita, membasuh kita, membenarkan kita, dan memperdamaikan kita dengan diriNya. Dia melahirkan kita kembali dengan masuk ke dalam kita secara tersembunyi. Ketika kita mendengar Injil, bertobat, menyesali dosa-dosa kita, dan percaya ke dalam Kristus, kita tidak menyadari, bahwa Allah masuk ke dalam kita. Tetapi itulah yang terjadi ketika kita dilahirkan ulang. Sejak saat itu, Dia terus menguduskan kita, memperbarui kita, mengubah kita, menyerupakan kita dengan gambar Anak Sulung Allah. Ketika kita berada dalam proses ini, kita menantikan dan mengharapkan saat Dia datang untuk memuliakan kita. Ketika Dia memuliakan kita, Dia akan membawa seluruh diri kita ke dalam kemuliaanNya, menjadikan kita sepenuhnya serupa dengan Dia dalam segala hal.

Tentu saja, kita bukan Allah dan tidak memiliki status keAllahan, agar orang-orang menyembah kita. Kita bukan bermaksud untuk disembah orang, tetapi kita memiliki hayat Allah (I Yohanes 5:12) dan sifat Allah (II Petrus 1:4). Kita kudus seperti Dia, rohani seperti Dia, dan ilahi seperti Dia. Kita, orang-orang Kristen yang telah dilahirkan ulang ini, memiliki sifat insani, juga sifat ilahi. Sebagai orang yang insani dan ilahi, kita semua menjadi sebagian dari Yerusalem Baru. ltulah cara Allah merampungkan ekonomiNya, menyempurnakan karya agungNya yang ajaib, Yerusalem Baru.

Rancangan dan komposisi ilahi Yerusalem Baru sungguh ajaib. Emas melambangkan Allah dalam sifat ilahiNya, dan seluruh gunung Yerusalem Baru terbuat dari emas (Wahyu 21:18). Dalam sifatNya, Allah adalah dasar untuk pembangunan Yerusalem Baru. Kota itu juga dibangun dengan batu permata. Dasar kota itu terbuat dari dua belas lapis batu permata (ayat 19-20). Di atas kedua belas lapis batu permata itu tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba (ayat 14). Kedua belas lapis dasar itu memiliki penampilan seperti pelangi, melambangkan bahwa kota itu dibangun di atas dan dijamin oleh kesetiaan Allah dalam memelihara perjanjianNya (Kejadian 9:8-17); dasar kota itu bisa dipercaya dan bisa diandaikan.

Kota itu juga memiliki dua belas pintu gerbang mutiara (Wahyu 21:21). Mutiara dihasilkan oleh tiram dalam air kematian. Ketika seekor tiram terluka karena sebutir pasir, ia mengeluarkan cairan hayatnya untuk membungkus sebutir pasir itu, dan menjadikannya sebutir mutiara yang mahal. Hal itu menggambarkan Kristus sebagai yang hidup masuk ke dalam air kematian, dilukai oleh kita, dan mengeluarkan hayatNya bagi kita untuk menjadikan kita mutiara yang berharga bagi pembangunan ekspresi kekal Allah.

Yerusalem Baru bukan hanya suatu komposisi melainkan juga suatu konstitusi Allah dengan manusia. Allah telah tersusun ke dalam manusia dan manusia telah tersusun ke dalam Allah. Allah tinggal di dalam manusia dan manusia tinggal di dalam Allah. Allah dengan manusia saling huni, yaitu mendiami satu sama lain. Akhirnya, Yerusalem Baru merupakan perbauran Allah dengan manusia. Di alam semesta, akan ada satu kubus yang besar, Yerusalem Baru, yang merupakan perbauran keilahian dengan keinsanian.

I. KOMPOSISI PARA PEMENANG

Komposisi para pemenang mengacu kepada kategori atau jenis-jenis pemenang.

A. Para Pemenang yang Berseru kepada Tuhan

Memohon PembalasanNya pada Meterai Kelima,

Meliputi Semua Martir dari Habel sampai Orang-orang Martir Sebelum Meterai Kelima

Wahyu 6:9-11 mewahyukan para pemenang yang berseru kepada Tuhan, memohon pembalasanNya pada meterai kelima. Kelompok pemenang ini meliputi semua martir dari Habel sampai orang-orang martir sebelum meterai kelima. Hari ini kita ada dalam keempat meterai yang pertama. Meterai kelima belum tiba, tetapi akan segera tiba. Dalam Perjanjian Lama, ada sejumlah martir yang mengorbankan diri mereka untuk mati bagi kepentingan Tuhan (Ibrani 11:35-38). Mereka adalah para pemenang dalam Perjanjian Lama. Kemudian, dalam Perjanjian Baru, dari jaman rasul-rasul pertama sampai jaman kita, lebih banyak lagi martir. Selama kira-kira sembilan belas abad dari sejarah gereja, banyak orang kudus yang setia telah menjadi martir. Beberapa orang tidak menjadi martir secara jasmani, melainkan secara psikologis. Mereka menjadi martir dalam jiwa mereka, psikologi mereka, emosi mereka, pikiran mereka, dan tekad mereka. Setiap hari, kita, para pencinta Yesus, sedang mengalami semacam keadaan martir. Menjelang tibanya meterai kelima, akan banyak pemenang yang berseru kepada Tuhan memohon pembalasanNya. Seruan mereka kepada Tuhan akan mempercepat datangnya meterai keenam, yang akan menjadi awal kesusahan besar.

B. Anak Laki-taki yang Dilahirkan Perempuan Universal

Jenis kedua dari pemenang adalah anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan universal (Wahyu 12:1-5). Perempuan universal itu adalah totalitas umat Allah. Dari umat Allah, akan lahir anak laki-laki. Anak laki-laki itu meliputi martir-martir yang berseru pada meterai kelima dan martir-martir lain yang ada sebelum kesusahan besar. Antara meterai kelima dengan permulaan kesusahan besar hanya terbentang waktu yang singkat. Tetapi dalam waktu yang sesingkat itu, akan ada sejumlah martir. Para martir itu akan tercakup di dalam anak laki-laki itu. Jadi, anak laki-laki adalah kelompok yang lebih besar daripada orang-brang yang berseru kepada Tuhan pada meteral kelima. Anak laki-laki akan dibangkitkan dan diangkat ke takhta Allah sebelum tiga setengah tahun kesusahan besar (ayat 4b-6).

C. Seratus Empat Puluh Empat Ribu Pemenang yang Masih Hidup

Wahyu 14:1-5 membicarakan 144.000 pemenang yang masih hidup, yang diangkat sebelum kesusahan besar ke gunung Sion di sorga, di depan takhta Allah sebagai buah sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba (Wahyu 14:1-5). Anak laki-laki adalah para pemenang yang mati dan sudah menjadi martir. Mereka akan dibangkitkan dan diangkat ke takhta sebelum kesusahan besar. Buah sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba adalah para pemenang yang masih hidup, yang tentu saja menempuh hidup yang menderita di bawah penyaliban Kristus, dengan kematian Kristus. Sebelum kesusahan besar,.mereka juga akan diangkat. Mereka tidak perlu dibangkitkan karena mereka tidak pernah mati. Semua pemenang martir yang dibangkitkan dan pemenang yang masih hidup akan diangkat ke langit tingkat tiga sebelum kesusahan besar untuk menikmati Tuhan sebagai bintang fajar (Wahyu 2:28). Pada penampakanNya yang kedua, Kristus akan menjadi bintang fajar bagi para pemenangNya yang berjaga-jaga menantikan kedatanganNya. Bagi semua orang lain, Dia akan menampakkan diri hanya sebagai matahari (Maleakhi 4:2).

D. Para Martir dalam Kesusahan Besar

Wahyu 15 membicarakan para martir dalam kesusahan besar di bawah penganiayaan Antikristus, yang dibangkitkan dan diangkat untuk berdiri di atas lautan kaca pada akhir kesusahan besar (ayat 2-4; 13:7a). Lautan kaca yang bercampur dengan api adalah lambang lautan api, maka para martir ini berdiri di atas lautan api. Mereka adalah para pemenang terakhir yang akan melalui kesusahan besar dan mengalahkan Antikristus dan penyembahan Antikristus. Mereka akan menjadi martir di bawah penganiayaan Antikristus dan kemudian dibangkitkan untuk memerintah bersama Kristus dalam milenium (20:4).

Ketika anak laki-laki dan buah sulung terangkat ke langit tingkat tiga, banyak orang imani akan tertinggal di bumi karena mereka belum matang. Ini menunjukkan, bahwa mereka menempuh hidup dengan pertumbuhan yang sangat sedikit dalam Kristus, sehingga mereka akan tertinggal di bumi untuk mengalami kesusahan besar. Itu akan menjadi pencobaan mereka, ujian bagi mereka dan akan membantu mereka untuk membuang dunia. Seandainya seorang saudara mengasihi Tuhan, namun dia masih mengasihi dunia. Ketika kesusahan besar menimpa, dan para pemenang terangkat, apakah saudara semacam itu masih mengasihi dunia? Mungkin dia akan berseru, "Tuhan Yesus, mengapa Engkau meninggalkan aku di sini? Saudara anu yang melayani bersamaku bertahun-tahun sudah diangkat, tetapi aku masih di sini." Saudara itu pasti akan bertobat kepada Tuhan, berpaling kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia tidak akan mau tertinggal di dunia sampai hari terakhir kesusahan besar. Hal itu akan menghasilkan kematangan dirinya.

Kebangkitan dan keterangkatan bagian terbesar kaum saleh akan sangat dekat dengan akhir kesusahan besar. Bahkan beberapa di antara mereka akan menerima pahala karena mereka akan matang melalui kesusahan besar. Sesudah pengangkatan itu, Tuhan akan melangsungkan penghakiman-Nya di angkasa untuk menghakimi semua orang imani (II Korintus 5:10). Kaum imani akan diberi pahala berupa kerajaan selama seribu tahun atau akan masuk ke dalam kegelapan di luar untuk menderita pendisiplinan (Matius 25:21,23,30).

E. Kedua Saksi yang Menjadi Martir, Bangkit, dan Terangkat ke Sorga dalam Awan

pada Akhir Kesusahan Besar

Wahyu 11:3-12 menunjukkan kepada kita dua orang saksi, yang akan menjadi martir, bangkit, dan terangkat ke sorga dalam awan pada akhir kesusahan besar. Kedua orang itu adalah Musa dan Elia, saksi hidup Allah. Musa, mewakili hukum Taurat, dan Elia, mewakili para nabi, keduanya akan bersaksi bagi Allah. Mereka akan menjadi martir karena Antikristus, dan mayat mereka akan tergeletak di jalan selama tiga setengah hari. Kemudian mereka akan dibangkitkan dan diangkat di depan mata semua penganiaya mereka. Sebagai para pemenang, kedua saksi itu akan diberi pahala dan akan berada dalam kerajaan. Musa dan Elia menampakkan diri di hadapan Tuhan di gunung pengubahan (Matius 17:1-3). itu adalah miniatur manifestasi kerajaan.

Dari persekutuan kita, kita nampak bahwa para pemenang adalah orang-orang yang menempuh hidup sebagai martir. Menjadi martir itu mulia. Selama Pemberontakan Pesilat (Boxer Rebellion) di Cina pada awal tahun 1900-an, banyak orang Kristen yang menjadi martir. Ada orang yang mengisahkan suatu cerita kepadaku tentang seorang perempuan muda yang menjadi martir pada saat itu. Suatu hari, dia sedang bekerja ketika para Pesilat berpawai di jalan dengan pedang panjang mereka dalam sikap yang ganas (mengancam). Dari celah-celah pintu, dia mengintip, dan melihat mereka menyeret seorang perempuan Kristen untuk dibunuh. Perempuan muda itu tidak takut, malah menyanyi dan memuji. Ketika orang itu melihat perempuan itu, dia terguncang dan berkata dalam hatinya, tentu menjadi orang Kristen itu ada keistimewaannya. Karena itu, dia berusaha menyelidiki apa yang dimaksud dengan menjadi orang Kristen melalui "agama asing" itu, dan dia diselamatkan oleh Tuhan. Sebenarnya, dia beroleh selamat melalui perempuan muda yang martir itu. Kemudian dia berhenti bekerja dan menjadi penginjil keliling. Ketika saya di Chefoo, dia mengisahkan cerita itu kepada saya, tentang bagaimana dia beroleh selamat dan menjadi pelayan Kristus. Perempuan muda yang martir itu, yang membuat dia beroleh selamat, benar-benar seorang pemenang.

II. KESIMPULAN AKHIR PARA PEMENANG

Kini akan kita lihat kesimpulan akhir para pemenang. Kita perlu melihat apa yang dirampungkan dan digenapkan oleh para pemenang.

A. Dinyatakan Sebagai Pemenang Korporat Setelah Mereka Terangkat

Akhirnya, semua pemenang akan dinyatakan sebagai pemenang korporat setelah mereka diangkat. Setelah mereka diangkat, mereka semua menjadi satu kesatuan. Mereka benar-benar terbangun bersama. Ini dapat dibuktikan dengan dua hal. Pertama, semua pemenang akan menjadi satu mempelai perempuan bagi Kristus (Wahyu 19:7-9). Kristus tidak akan memiliki banyak mempelai perempuan, melainkan hanya satu mempelai perempuan, yang tersusun dari semua pemenang. Kedua, mereka menjadi pasukan sorgawi yang mengikuti Kristus untuk mengalahkan Antikristus dan orang-orang yang mengikutinya (ayat 11-21). Semua pemenang mula-mula menjadi mempelai perempuan, dan sesudah menikah dengan Kristus, mempelai perempuan itu menjadi pasukan. Semua pemenang benar-benar satu.

Hal itu berarti, hari ini, dalam jaman sebelum keterangkatan, kita harus belajar bagaimana menjadi satu dan bagaimana berkoordinasi satu sama lain tanpa opini. Kita harus menolak opini kita dan hanya memperhatikan pertumbuhan, pengubahan, dan pembangunan kita dalam Kristus. Jika kita adalah orang yang demikian, hidup gereja akan menyenangkan bagi kita. Bila kita adalah orang-orang yang benar, segalanya akan benar dan menyenangkan bagi kita. Tetapi bila kita adalah orang yang tidak benar, kita akan merasa tertekan, segalanya salah, dan tidak menyenangkan bagi kita. Bila kita benar di dalam keadaan yang menang, kita akan mengasihi segalanya, semua orang, atau semua situasi tidaklah menjadi masalah bagi kita. Hari ini dalam hidup gereja, orang-orang yang mengecam dan mengeritik orang lain adalah orang-orang yang tidak benar. Jika seseorang datang kepada kita, mengatakan sesuatu yang negatif mengenai gereja, mengenai penatua, mengenai ministri, mengenai saudara, atau mengenai saudari, kita harus sadar, bahwa orang itu adalah orang yang tidak benar. Kita harus menghindar dari orang semacam itu (Roma 16:17). Kalau tidak, kita akan tercemar. Dalam jaman ini, kita harus belajar berkoordinasi dengan semua orang pencinta Kristus. Kemudian, setelah kita diangkat, kita akan siap berjalan bersama orang lain, dan kita akan menjadi satu kesatuan sebagai mempelai perempuan Kristus dan pasukan Kristus.

B. Diberi Pahala di Depan Takhta Penghakiman Kristus

Para pemenang akan diberi pahala di depan takhta penghakiman Kristus (II Korintus 5:10; Wahyu 11:18c). Kristus akan menghakimi kaum imaniNya bukan atas hal keselamatan kekal mereka, melainkan atas hal pahala dalam jaman mereka (I Korintus 4:4-5; 3:13-15).

C. Menjadi Mempelai Perempuan yang Menikah dengan Anak Domba

Para pemenang akan menjadi mempelai perempuan yang menikah dengan Anak Domba (Wahyu 19:7-9).

D. Menjadi Pasukan Anak Domba

Mereka juga akan menjadi pasukan Anak Domba (Wahyu 17:14; 19:14). Menurut Yoel 3:11, mereka akan datang sebagai orang-orang yang perkasa bersama Kristus untuk mengalahkan Antikristus dan pasukannya (Wahyu 19:19-21), untuk mengakhiri kesusahan besar dan jaman sekarang ini. Kita tidak seharusnya menjadi orang yang mengasihi jaman ini, karena kita perlu menjadi orang yang mengakhirinya. Para pemenang akan datang bersama Kristus untuk mengakhiri jaman yang jahat dan buruk ini. Kita dapat mempercepat kedatangan Tuhan dan pengakhiran jaman ini dengan menjadi para pemenang untuk berdiri melawan arus dan kecenderungan seluruh situasi dan lingkungan di bumi ini.

E. Mendatangkan Kerajaan Allah dan Kristus

Ketika kita mengakhiri kesusahan besar dan jaman ini, kita akan mendatangkan kerajaan Allah dan Kristus (Wahyu 11:15; 20:4,6). Kerajaan itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kerajaan itu akan datang melalui kemenangan Kristus.

F. Mewarisi Kerajaan Allah dan Kristus

dalam Kenikmatan yang Lebih Penuh atas Hidup Kekal

Para pemenang akan mewarisi kerajaan Allah dan Kristus dalam kenikmatan yang lebih penuh atas hidup kekal (Matius 5:20; 19:23- 30; 1 Korintus 6:9-10; Galatia 5:19-21; Efesus 5:3-5; II Petrus 1:11). Pertama, mereka mendatangkan kerajaan, dan kemudian mereka mewarisinya. Mereka akan menjadi raja bersama Kristus (Wahyu 20:4,6; Matius 19:28). Kristus akan menjadi pemimpin raja-raja, dan para pemenang akan menjadi raja bersama Kristus, memerintah bersama Kristus. Para pemenang juga akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus dalam milenium (Wahyu 20:6; 22:3b) untuk menikmati menjalankan kekuasaan atas bangsa-bangsa (Wahyu 2:26-27; 12:5). Bagi manusia, para pemenang akan menjadi raja-raja. Bagi Allah dan Kristus, mereka akan menjadi imam. Benar-benar suatu berkat yang besar!

G. Menjadi Yerusalem Baru, sebagai Mempelai Perempuan Kristus,

selama Seribu Tahun, Dalam Tahap Awal dan Segar

Yang Allah inginkan adalah Yerusalem Baru, yang merupakan totalitas apa adanya para pemenang itu. Akhirnya, semua pemenang akan menjadi Yerusalem Baru, dalam tahap awal dan segar. Seribu tahun ini akan dianggap satu hari (II Petrus 3:8), hari perkawinan. Hal itu akan menjadi tahap awal dan tahap yang segar dari Yerusalem Baru sebagai mempelai perempuan Kristus.

Para pemenang juga akan menjadi Yerusalem Baru sebagai Taman Firdaus Allah dalam kerajaan milenium (Wahyu 2:7). Mempelai perempuan ini akan menjadi Taman Firdaus Allah. Tiga hal itu adalah satu: mempelai perempuan, kota, dan Taman Firdaus Allah.

Para pemenang akan bersinar seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka dalam bagian sorgawi kerajaan milenium (Matius 13:43; bd. Daniel 12:2-3,13). Kerajaan milenium akan terbagi dua: bagian sorgawi dan bagian bumi. Orang Israel yang beroleh selamat, yang bertobat pada kedatangan kembali Tuhan (Roma 11:26-27; Zakharia 12:10; Yehezkiel 36:25-28) akan menjadi imam dalam bagian bumi (Zakharia 8:20-23; Yesaya 2:2-3), yang akan menjadi kerajaan Anak Manusia (Matius 13:41; Wahyu 11:15); sedangkan kaum imani yang menang akan berada dalam bagian sorgawi untuk bersinar seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. Selama seribu tahun, para pemenang akan memancarkan terang, dan terang itu adalah Allah Tritunggal itu sendiri (I Yohanes 1:5).

H. Merampungkan dan Menggenapkan Yerusalem Baru Sepenuhnya,

sebagai Kemah Allah dan Istri Kristus

di Langit Baru dan Bumi Baru Sampai Selama-lamanya

Akhirnya, Yerusalem Baru akan dirampungkan dan digenapkan sepenuhnya, sebagai kemah Allah dan istri Kristus di langit baru dan bumi baru, sampai selama-lamanya (Wahyu 21:1-3,9-10). Dalam kerajaan seribu tahun, Yerusalem Baru hanya akan terdiri dari para pemenang. Di samping para pemenang, masih ada sejumlah besar orang kudus yang belum matang, tetapi setelah kerajaan seribu tahun, semua orang imani akan matang. Tuhan mempunyai cara untuk membuat semua orang imani matang. Jika kita tidak matang dalam jaman ini, kita akan matang dalam jaman yang akan datang. Namun, proses menjadi matang dalam jaman yang akan datang akan sangat serius. Akhirnya, semua orang imani akan bergabung dengan para pemenang untuk membuat Yerusalem Baru menjadi lebih luas daripada ketika dalam kerajaan seribu tahun. Itu akan merampungkan dan menggenapkan Yerusalem Baru sepenuhnya, sebagai kemah Allah dan istri Kristus dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya.

Dalam kekekalan, Yerusalem Baru akan menjadi istri Kristus. Pada hari perkawinan, istri adalah mempelai perempuan, tetapi setelah hari perkawinan, dia bukan lagi mempelai perempuan, melainkan istri. Kaum imani yang tidak menang dalam jaman ini akan berbagian dalam Yerusalem Baru sebagai istri, tetapi mereka tidak akan berbagian dalam Yerusalem Baru sebagai mempelai perempuan, karena mereka terlambat matang. Yerusalem Baru dalam kekekalan yang akan datang akan mencakup semua orang kudus yang telah disempurnakan bagi pematangan mereka dalam hayat ilahi melalui pendisiplinan dalam jaman kerajaan (Wahyu 21:2,12,14). Ini akan menjadi ekspresi yang kekal, tingkat yang paling tinggi, dari Allah Tritunggal yang terproses, di dalam, dengan dan melalui semua orang kudus yang tripartet, yang dilahirkan ulang, diubah, dan dimuliakan dalam kekekalan (Wahyu 21:10-11).

I. Merampungkan Ekonomi Kekal Allah Tritunggal dalam Kristus

Melalui Roh yang Sempurna

Para pemenang akan merampungkan ekonomi kekal Allah Tritunggal dalam Kristus melalui Roh yang sempurna. Ini dibuktikan oleh Wahyu 22:17 -- "Roh itu dan pengantin perempuan itu berkata, Marilahl" Pengantin perempuan itu adalah para pemenang, dan Roh itu adalah Allah Tritunggal yang sudah terproses dan sempurna. Inilah kesimpulan akhir dari seluruh ekonomi Allah, dan penggenapan ini adalah kaum saleh yang dimuliakan menjadi pasangan Allah Tritunggal yang terproses dan sempurna.

J. Berbagian dalam Kenikmatan yang Paling Penuh

atas Allah Tritunggal yang Terproses dan Genap

Para pemenang akan berbagian dalam kenikmatan yang paling penuh atas Allah Tritunggal yang terproses dan sempurna, dalam persekutuan dengan semua orang kudus yang ditebus dan dimuliakan, sampai selama-lamanya. Dalam kerajaan seribu tahun, para pemenang akan gembira, tetapi mereka akan kehilangan kerabat rohani mereka, saudara dan saudari yang lain dalam Kristus. Tetapi setelah seribu tahun, semua orang imani akan matang, dan digabungkan dengan para pemenang sebagai Yerusalem Baru untuk selama-lamanya. Kemudian kita akan menikmati Allah Tritunggal dalam persekutuan dengan semua orang kudus di sepanjang jaman sebagai Yerusalem Baru, selama-lamanya berada dalam kemuliaanNya sebagai ekspresiNya, untuk kepuasanNya. Dalam bab ini kita telah nampak Yerusalem Baru. "Impian" kita adalah menjadi Yerusalem Baru sebagai kegenapan akhir dari para pemenang dan kesimpulan akhir ekonomi Allah.

KATA PENUTUP

Dalam layar universal, yang pokok ada dua persona --Allah dan manusia. Masih ada jutaan barang yang tidak berhayat dan barang yang organik, yang mungkin bisa dianggap sebagai dekorasi bagi alam semesta ciptaan Allah. Allah senang akan keindahan, karena Dia adalah Allah keindahan. Makhluk hidup dan hayat tumbuh-tumbuhan sangat indah. Allah tidak menciptakan langit yang kosong dan bumi yang gersang, melainkan suatu alam semesta yang indah. Semua unsur keindahan dalam alam semesta yang diciptakan oleh Allah, dapat dianggap sebagai "dekorasi" Allah, tetapi hal pokok dalam alam semesta adalah dua persona -- Allah dan manusia.

Jika Anda menyingkirkan Allah dan manusia, alam semesta akan tidak memiliki sejarah yang riil. Alam semesta memiliki sejarah sekitar enam ribu tahun, dimulai dengan penciptaan manusia. Sejarah yang riil dari alam semesta menyangkut Allah dengan manusia, dan Allah di dalam manusia. Perjanjian Lama, dari Kejadian sampai Maleakhi, adalah sejarah Allah dengan manusia. Kejadian 1 mengatakan, bahwa Allah menciptakan manusia, dan Maleakhi 4 mengatakan, bahwa Allah akan datang kepada manusia sebagai Matahari keadilan dengan kesembuhan pada sayapNya (ayat 2). Matahari melenyapkan semua kegelapan, dan kesembuhan menelan semua penyakit. Dalam jaman pemulihan, kita akan memiliki Allah yang unik sebagai Matahari kita dan kesembuhan kita. Segalanya akan dipulihkan oleh kesembuhanNya dan dengan penyinaranNya. Ketika Dia bersinar dan menyembuhkan, kita terpulih.

Sejarah alam semesta dalam Perjanjian Lama adalah sejarah Allah dengan manusia, tetapi itu bukan kesimpulan akhir. Kita masih memiliki Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru, kita nampak sejarah lanjutan dari Allah. Kini Allah bukan sekadar bersama manusia, Dia bahkan ada di dalam manusia. Pasal pertama dari injil Matius memberitahu kita bagaimana Dia masuk ke dalam manusia. Dia dikandung dalam rahim seorang perawan. Dia adalah Pencipta, yang bisa mengadakan sesuatu dari yang tidak ada. Dalam ciptaan lama, Dia menjadikan sesuatu dengan firmanNya. Ketika Dia berkata, "Jadilah terang," terang pun jadilah (Kejadian 1:3). Itulah cara-Nya menciptakan. Tetapi dalam Perjanjian Baru, Dia dikandung dalam rahim seorang perawan dan tinggal di sana selama sembilan bulan.

Matius 1:20 mengatakan, "Anak yang dilahirkannya berasal dari Roh Kudus." Allah lahir dalam Maria melalui Roh-Nya. Yang lahir dalam Maria adalah Allah. Allah dilahirkan di sana, dan Dia tinggal di dalam rahimnya selama sembilan bulan. Ini benar-benar suatu langkah besar. Ketika Dia menciptakan alam semesta, Dia hanya menggunakan waktu enam hari. Tetapi untuk masuk ke dalam manusia, tidaklah begitu sederhana. Masuk ke dalam manusia berarti bergabung dengan manusia dan bersatu dengan manusia.

Allah memiliki hayat yang ilahi, yang bukan ciptaan, dan manusia memiliki hayat insani, hayat ciptaan. Bagaimana kedua hayat itu bersatu, dan bagaimana mungkin kehidupan kedua hayat itu menjadi satu? Itulah sebabnya Allah masuk ke dalam manusia. Dia ilahi tetapi terlahir sebagai manusia. Tidak ada yang dapat mempelajari dan memahami Yang ajaib ini. Siapakah Dia? Dia adalah Allah, tetapi Dia lebih dari sekadar Allah. Dia juga manusia. Dia adalah Allah yang sempurna dan juga manusia yang sempurna. Kita harus menyebutNya Allah-manusia. Istilah "Allah-manusia" menyiratkan banyak hal. Orang ini yang adalah Allah kita, Juruselamat kita, Penebus kita, Tuhan kita dan Tuan kita, sungguh ajaib dan melampaui pengertian alamiah kita.

Dalam Matius 1, kita dapat nampak betapa Allah yang unik menjadi seorang manusia. NamaNya adalah "lmanuel”, yang berarti "Allah beserta kita" (ayat 23). Dia adalah Allah beserta manusia. Kemudian Dia hidup di bumi, dan Dia mengalami kematian yang ajaib, menggantikan dan almuhit untuk mengakhiri setiap perkara negatif dalam alam semesta. KematianNya juga kematian yang membebaskan hayat. Dalam kematianNya, Dia membebaskan diriNya dari "selongsong" manusia yang dikenakanNya. KebangkitanNya adalah kebangkitan yang membagikan hayat. Dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi hayat (I Korintus 15:45b), inilah langkah-Nya yang kedua untuk masuk ke dalam manusia.

Dalam langkah pertama (inkarnasi), Dia masuk ke dalam manusia dengan esensi ilahi, untuk membawa Allah ke dalam manusia, tetapi melalui tahap kedua (kebangkitan), Dia masuk ke dalam manusia dengan dua esensi, esensi ilahi dan esensi insani. Esensi bauran ilahi-insani ini masuk ke dalam manusia. Ketika Dia masuk ke dalam kita dalam tahap kedua, semua aspek dari personaNya dan pekerjaanNya sudah tercakup. Ketika Dia masuk ke dalam kita, Allah yang sempurna dan manusia yang sempurna masuk dengan penghidupanNya sebagai manusia, penyalibanNya, kebangkitanNya, dan kenaikanNya. Ketika kita dilahirkan oleh orang tua manusia kita, kita tidak tahu semua hal yang kita dapatkan secara genetik. Seprinsip dengan itu, ketika kita dilahirkan kembali, ketika Allah masuk ke dalam kita, kita tidak tahu bahwa banyak hal yang ajaib masuk ke dalam kita. Ketika kita mengutamakan Kristus, menempatkanNya sebagai kasih kita yang semula, kita bertumbuh di dalamNya. Dengan pertumbuhan kita dalam hayatlah kita mulai mengetahui apa yang kita warisi melalui kelahiran ilahi kita.

Dalam proses menempuh hidup sebagai orang Kristen, saya sudah menemukan banyak hal, bukan oleh pengalaman saya sendiri, tetapi juga oleh wahyu dalam Alkitab. Dalam ekonomi Allah, ada tiga faktor penting -- Allah, manusia dan Alkitab, yang mewahyukan sejarah Allah di dalam kesatuan-Nya dengan manusia. Dalam Alkitab kita nampak, bahwa Allah yang unik damba digarapkan ke dalam manusia, menjadikan diriNya satu dengan manusia. Dia hidup dalam manusia itu, dan manusia itu hidup di dalamNya. Keduanya ini memiliki satu penghidupan.

Rasul Paulus berkata, bahwa manusia lahiriah kita makin merosot tetapi manusia batiniah kita diperbarui dari sehari ke sehari (II Korintus 4:16). Makin merosot berarti berkurang, dan diperbarui berarti bertambah. Manusia lama itu makin merosot, berkurang, dan manusia baru itu makin bertambah. Manusia batiniah kita diperbarui oleh Allah. Ini berarti, Allah Tritunggal sedang menggarapkan diriNya sendiri ke dalam kita. Jika kita suka menerima penggarapanNya, mengatakan "ya" kepada pekerjaanNya, kita akan menjadi para pemenang.

Para pemenang menikmati Allah di dalam mereka sebagai kasih karunia mereka, untuk kenikmatan mereka. Hasilnya adalah Allah Tritunggal tergarap ke dalam dan berbaur dengan diri kita yang memiliki tiga bagian, menjadikan kita satu persona, satu kesatuan. Yerusalem Baru, yang merupakan totalitas semua pemenang, adalah perbauran ilahi Allah Tritunggal yang terproses dengan manusia yang terdiri dari tiga bagian, yang ditebus dan diubah; suatu perbauran antara sifat ilahi dengan sifat insani, menghasilkan persona yang universal, korporat dan misterius. Inilah kesimpulan dari seluruh Alkitab dan dari sejarah Allah, terlebih dulu dengan manusia, dan kemudian di dalam manusia.

Dalam alam semesta, hal yang penting adalah Allah ditambah manusia ditambah wahyu ilahi, yaitu Alkitab. Pada kesimpulan wahyu ilahi, semua umat pilihan dan tebusan Allah akan mutlak menjadi satu dalam Allah Tritunggal. Dia itu tiga tetapi satu secara unik, maka dalam Allah Tritunggal, Allah tiga-esa, kita dapat menjadi satu. Kesimpulan wahyu ilahi adalah Yerusalem Baru, yaitu Allah Tritunggal yang terproses dan rampung tergarap ke dalam diri kita yang diciptakan oleh Allah dan terdiri dari tiga bagian, sehingga Allah Tritunggal dan kita menjadi satu kesatuan.