← Daftar isi Bagian Kesatu Penyaluran Ilahi dari Trinitas Ilahi dan Hasilnya · bab 2/21

KENIKMATAN DAN PENERAPAN KAUM BERIMAN ATAS PENYALURAN ILAHI DARI TRINITAS ILAHI DAN HASILNYA

Garis Besar dan Pembacaan Alkitab

I. Kenikmatan dan penerapan kaum beriman ataspenyaluran ilahi dari Trinitas Ilahi:

A. Dilahirkan kembali untuk mendapatkan Roh hayat Allah, yang dilahirkan ke dalam roh kaum beriman, yaitu hayat Kristus — Yoh. 3:3-6.

B. Menghirup Kristus yang pneumatik sebagai udara — Yoh. 20:22.

C. Minum Kristus yang pneumatik sebagai air hidup — Yoh. 4:10, 14; 7:37-39.

D. Makan Kristus yang ada di dalam firman hayat yang hidup sebagai makanan rohani — Yoh. 6:48, 57b-58a, 63.

E. Bertumbuh dalam suplai yang limpah lengkap dari Kristus sebagai pohon anggur yang benar — Yoh. 15:1, 4-5.

II. Hasil dari kenikmatan dan penerapan kaum beriman atas penyaluran ilahi dari Trinitas Ilahi:

A. Mengalirkan aliran air hidup — Yoh. 7:38-39.

B. Menghasilkan buah-buah hayat — Yoh. 15:5, 16a.

C. Memberi makan anak-anak domba dalam kawanan — Yoh. 21:15; 10:16.

D. Menjadi mempelai perempuan Kristus, yang adalah Tubuh Kristus sebagai pertambahan-Nya — Yoh. 3:6b, 29-30.

E. Menjadi organisme Allah Tritunggal yang telah melalui proses — Yoh. 15:1, 5, 8.

Doa: Tuhan, dari lubuk batin kami menyembah-Mu. Engkaulah Tuhan, Sumber, dan Kepala. Syukur kepada-Mu karena Engkau telah mengumpulkan kami dalam nama-Mu sekali lagi malam ini. Kami percaya Engkau ada di sini. Kami di sini mencari-Mu dalam Roh-Mu. Tuhan, kami percaya Engkau akan mewahyukan diri-Mu kepada kami dalam firman-Mu. Kami semua di sini. Kiranya darah-Mu membersihkan kami dalam berbagai aspek, sehingga kami dapat menerima pengurapan-Mu dan pencurahan-Mu yang kaya. Tuhan, tenangkanlah hati kami, agar kami dapat sepenuhnya terbuka kepada-Mu, dan dapat menyerahkan diri kami sepenuhnya ke dalam Roh-Mu. Kiranya Roh-Mu menganugerahi setiap orang yang hadir di sini. Tuhan, beroperasilah di dalam sidang ini dan di dalam batin setiap orang di sini, sehingga tidak seorang pun yang tertinggal dan tidak terjamah, melainkan agar setiap orang mendapatkan firman-Mu. Tuhan, anugerahi setiap orang yang hadir dalam sidang ini, tidak peduli siapa dia. Setelah sidang ini selesai, semoga kami tidak melupakannya, tetapi selalu mengingat saat kami berkumpul di sini, dan mengingat di sinilah kami berjumpa dengan-Mu dan dijamah oleh-Mu, juga menjamah-Mu di dalam roh kami. Tuhan, berilah kami firman hidup dan suplai yang kaya. Transmisikanlah hasrat-Mu, kasih-Mu, pikiran-Mu, dan bahkan ekspresi-Mu ke dalam kami. Tuhan, kiranya Engkau menjadi satu roh dengan kami, dan berbicara kepada kami dalam pembicaraan kami. Tuhan, belalah jalan-Mu, permalukanlah musuh-Mu, dan berkatilah setiap orang yang mencari-Mu. Amin!

ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH MELALUI PROSES

UNTUK PENYALURAN ILAHI

Dalam berita yang lalu, kita nampak dua butir besar. Yang pertama adalah Trinitas Ilahi, dan yang lain adalah penyaluran ilahi. Trinitas Ilahi adalah Allah kita yang benar dan unik. Dialah Persona yang kita percayai, dan Persona yang kita sembah. Pada-Nya ada perbedaan Bapa, Putra, dan Roh. Bapa terekspresi dalam Putra, dan Putra direalisasikan sebagai Roh. Putra adalah manifestasi Bapa, dan Roh adalah realitas Putra. Ketiganya bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah. Allah yang unik ini adalah Bapa, Putra, dan Roh untuk tujuan yang pasti, yaitu menyalurkan diri-Nya ke dalam kaum beriman-Nya. Ia adalah satu Allah Tritunggal, tetapi Ia dapat disalurkan ke dalam jutaan orang. Ini adalah satu hal yang misterius. Meskipun kita telah mengilustrasikan penyaluran Allah Tritunggal — Bapa, Putra, dan Roh — ke dalam kita dengan mengambil contoh semangka yang dipotong-potong dan diperas menjadi jus, kenyataannya perkara ini tidaklah sesederhana itu. Perkara ini terlalu dalam, begitu dalamnya sehingga kita tidak dapat menduganya atau memahaminya. Namun, dalam alam semesta memang ada perkara semacam ini.

Allah Tritunggal memiliki kesenangan dan hasrat dalam kekekalan lampau sebelum dunia diciptakan. Berdasarkan kesenangan dan hasrat itu, Trinitas Ilahi mengadakan rapat ke-Allahan dan memutuskan untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, sehingga dari satu manusia yang diciptakan-Nya, Ia dapat membiakkan banyak orang. Jauh sebelum ada waktu, dan sebelum langit dan bumi diciptakan, Ia menakdirkan kita menurut pengetahuan dini-Nya dan pandangan dini-Nya serta menandai kita. Dengan demikian, suatu hari kita mendengarkan Injil, dan tanpa tahu sebabnya kita pun percaya. Kemudian, semakin lama kepercayaan kita semakin teguh. Bahkan kita sendiri merasa takjub dan heran, tidak tahu mengapa hal itu terjadi. Sebenarnya, seluruh perkara ini tidak tergantung pada kita. Kita telah dipilih oleh Dia. Bahkan jika kita tidak mau Dia, Ia masih mau kita.

Ditinjau dari diri kita, keselamatan itu hanyalah pengalaman yang kecil. Tetapi ditinjau dari diri Allah, keselamatan bukanlah perkara kecil. Pertama, Ia harus menciptakan segala sesuatu. Kemudian Ia harus menciptakan manusia. Setelah menciptakan manusia, karena manusia gagal, Ia harus menunggu selama empat ribu tahun. Akhirnya, Ia sendiri menjadi manusia. Dalam menciptakan segala sesuatu, Ia dapat menjadikan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Tetapi dalam menjadi daging, Ia harus bekerja menurut hukum perkembangbiakan yang Ia ciptakan dalam diri manusia. Suatu hari, Roh Kudus datang kepada seorang perawan, Maria, dan sesuatu yang ajaib terjadi padanya. Yang kudus dikandung di dalam Maria. Yang kudus di dalam kandungan Maria itu adalah Allah, Firman yang kekal (Mat. 1:20). Allah yang adalah Firman masuk ke dalam rahim seorang perawan, Maria, dan tinggal di sana selama sembilan bulan. Setelah tiba waktunya, Ia dilahirkan dalam sifat insani. Inilah Tuhan Yesus. Yang masuk ke dalam Maria adalah Allah, dan yang keluar pada waktu lahir adalah Allah dengan keinsanian. Inilah yang dikatakan dalam Yesaya 9:5, seorang anak telah dilahirkan bagi kita, dan seorang putra telah diberikan kepada kita. Putra ini adalah Allah yang perkasa, dan Putra ini adalah Bapa yang kekal.

Setelah Tuhan Yesus lahir, Herodes berusaha membunuh-Nya; Yusuf dan Maria membawa-Nya mengungsi ke Mesir. Kemudian mereka kembali ke sebuah kampung kecil di Galilea, Nazaret. Di sanalah Ia menghabiskan waktu tiga puluh tahun dalam sebuah keluarga yang miskin. Pada umur tiga puluh, yang menurut Kitab Suci adalah umur seorang imam melaksanakan tugasnya, Ia dibaptis dan diurapi dengan Roh Kudus. Selanjutnya, Ia diuji. Sejak saat itu dan seterusnya, Ia mulai berbicara bagi Allah dan bekerja. Ke mana saja Ia pergi, Ia membicarakan Allah, mengekspresikan Allah, dan mewahyukan Allah kepada manusia. Setelah tiga setengah tahun, Ia dikhianati, dibelenggu, dan disalahkan, dan Ia disalibkan di Gunung Golgota di luar Kota Yerusalem. Yohanes mengatakan bahwa Yesus yang disalibkan ini mempunyai tiga status. Pertama, Ia adalah Anak Domba Allah, menjadi Penebus kita, mengangkut dosa dunia. Kedua, Ia adalah ular tembaga, digantung di atas tiang untuk menyingkirkan sifat setan di dalam kita. Ketiga, Ia adalah sebiji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati, membebaskan hayat ilahi dan menghasilkan banyak butir.

Selain itu, seluruh diri-Nya — roh, jiwa, dan tubuh — bangkit dan menjelma menjadi Roh pemberi-hayat. Roh ini adalah Roh pemberi-hayat yang majemuk. Dalam Roh ini ada keilahian, keinsanian, kehidupan insani Yesus, dan kematian-Nya yang almuhit dengan kuasa kebangkitan-Nya. Inilah minyak urapan kudus yang digambarkan dalam Keluaran 30. Inilah perbauran satu hin minyak zaitun dengan empat macam rempah-rempah. Roh itu sebagai minyak urapan yang kudus, mengurapi kita dalam batin sehingga kita dapat mengambil bagian dalam semua unsur Allah Tritunggal. Dengan demikian, melalui inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi-hayat, Allah Tritunggal telah mencapai satu hal yang besar, yaitu merampungkan penyaluran ilahi-Nya. Hari ini, Allah kita bukan hanya Firman yang ada sejak semula. Ia telah menjadi daging, bekerja bagi Allah di bumi, naik ke salib, merampungkan pekerjaan penebusan, masuk ke alam maut, mengalahkan maut, dan keluar dari maut. Dalam kebangkitan, Ia telah menjadi Roh pemberi-hayat. Kini, Ia begitu tersedia bagi kita. Asal kita percaya kepada Dia dan menyeru nama-Nya, Ia akan menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Inilah Injil!

PENYALURAN ILAHI ADALAH INJIL

Hari ini, kita harus memberitakan Injil ini kepada orang lain. Kita tidak seharusnya memberitakan Injil yang dangkal, yang diberitakan oleh kekristenan pada umumnya. Injil yang mereka beritakan mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka telah berdosa dan harus menerima hukuman neraka, tetapi karena Allah telah mengasihani mereka, dan telah memberikan Putra-Nya yang terkasih mati bagi mereka, untuk menebus mereka, dan bangkit bagi mereka, dan asal mereka mau bertobat dan percaya kepada Dia, mereka akan menerima hidup yang kekal dan akan masuk ke surga. Lebih lanjut, Injil itu mengatakan meskipun dunia penuh dengan penderitaan, mereka dapat mempercayai Dia, belajar berbuat baik, dan memuliakan Allah. Meskipun ini memang Injil, tetapi ini adalah Injil yang rendah. Injil yang tinggi yang kita beritakan mengatakan bahwa Firman yang adalah Allah sejak semula, telah menjadi daging, melewati hidup manusia, disalibkan, bangkit, dan telah menjadi Roh pemberi-hayat untuk merampungkan pekerjaan besar dari penyaluran ilahi.

Hari ini, Yesus bukan hanya Penebus kita dan Juruselamat kita, Ia juga Allah yang menyalurkan diri-Nya ke dalam semua orang yang percaya kepada-Nya. Ketika Ia disalurkan ke dalam kita, kaum beriman, Ia menjadi anugerah kita dan realitas kita, sehingga kita memiliki sesuatu dan tidak hampa lagi. Hidup kita memiliki tujuan dan sasaran. Karena Kristus telah merampungkan penyaluran ilahi dan telah menjadi Roh pemberi-hayat dan sekarang ada di mana-mana, Ia dapat masuk ke dalam orang-orang yang berseru kepada-Nya kapan saja dan di mana saja. Kapan saja, bila seseorang percaya kepada-Nya dan menyeru nama-Nya, Ia akan masuk ke dalam orang itu dan akan menjadi hayat dan segala sesuatunya.

Saya tahu dengan jelas bahwa saya adalah orang yang beroleh selamat. Saya juga tahu dengan jelas kapan saya beroleh selamat. Bulan April 1925, seorang perempuan muda datang dari Shanghai untuk memberitakan Injil, dan saya mendengarkan dia karena ingin tahu. Ketika saya mendengar firman yang diberitakannya, saya ditangkap oleh Tuhan. Tidak ada teriakan yang nyaring, juga tidak ada lompatan. Saya hanya merasakan bahwa saya ditangkap oleh Tuhan. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya tidak mau dirampas lagi oleh Iblis. Saya tidak mau dunia lagi. Selesai sidang, dalam perjalanan pulang, dan sebelum saya sampai ke rumah, saya mengangkat kepala, menengadah ke langit dan berkata, “Tuhan, mulai hari ini, bahkan sekalipun seluruh dunia diberikan kepadaku, aku tidak akan mengambilnya. Aku ingin pergi dan memberitakan Yesus.” Satu atau dua tahun kemudian, saya menemukan bahwa saya mengalami perubahan. Hiburan duniawi yang sebelumnya saya nikmati semuanya tertanggal dari diri saya. Mulai hari itu dan seterusnya, saya mulai mengasihi Tuhan, mengejar Dia, dan melayani Dia. Dalam kehidupan kristiani saya, banyak sekali perkara yang menegaskan kepada saya bahwa pengalaman rohani semacam itu adalah normal. Semakin normal suatu pengalaman, semakin tepat pengalaman itu. Nyatanya, perkara itu normal namun ajaib. Alasannya adalah karena Allah Tritunggal telah disalurkan ke dalam saya untuk menjadi hayat saya.

KENIKMATAN DAN PENERAPAN KAUM BERIMAN

ATAS PENYALURAN ILAHI DARI TRINITAS ILAHI

Dilahirkan Kembali untuk Mendapatkan Roh Hayat Allah,

yang Dilahirkan ke Dalam Roh Kaum Beriman, yaitu Hayat Kristus

Setelah Tuhan merampungkan penyaluran ilahi-Nya, Ia mengutus orang untuk memberitakan Injil. Ketika kita mendengar Injil, pilihan kita satu-satunya adalah percaya. Begitu kita percaya dan menyeru nama Tuhan, terjadilah hal-hal berikut. Pertama, kita dilahirkan kembali. Ketika kita menerima Tuhan, penyaluran Allah Tritunggal mulai beroperasi di dalam kita. Roh yang dihasilkan melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus masuk ke dalam roh kita, dan kita menerima Roh hayat Allah, yang masuk ke dalam roh kita, dan Roh hayat Allah itu adalah hayat Kristus (Yoh. 3:3-6). Dengan kata lain, kita menerima hayat Allah di samping hayat kita di dalam daging. Sejak saat itu dan seterusnya, kita lahir dari Allah dan menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13). Allah adalah Bapa kita, dan kita adalah keluarga-Nya.

Menghirup Kristus yang Pneumatik sebagai Udara

Kristus bukan hanya hayat kita untuk melahirkan kita kembali. Ia juga nafas kudus untuk nafas kita. Yohanes 20:22 mengatakan bahwa ketika Tuhan Yesus datang ke tengah-tengah murid-murid, Ia berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Ini berarti setiap orang beriman dapat menghirup Tuhan melalui menyeru nama-Nya. Penghirupan ini adalah penghirupan Kristus yang pneumatik sebagai udara (Yoh. 20:22). Bait 2 dari Kidung No. 65 mengatakan, “Asal hirup nama Yesus, air hayat kuminum.”

Minum Kristus yang Pneumatik sebagai Air Hidup

Ketiga, menghirup nama Tuhan Yesus bukan hanya menghirup Tuhan sebagai udara, tetapi juga minum Kristus yang pneumatik sebagai air hidup (Yoh. 4:10, 14; 7:37-39). Karena itu, Ia bukan hanya hayat kita dan udara kita, tetapi juga air hidup kita.

Makan Kristus yang Ada di Dalam Firman Hayat yang Hidup

sebagai Makanan Rohani

Selain itu, kita dapat makan Kristus yang ada di dalam firman hayat yang hidup sebagai makanan rohani. Dalam Yohanes 6:63 Tuhan berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hayat.” (Tl.). Roh dan hayat inilah yang membuat kita memiliki suplai hayat rohani. Dua Timotius 3:16 juga mengatakan bahwa seluruh Kitab Suci adalah hembusan Allah. Firman Allah adalah hembusan Allah. Apa yang dihembuskan Allah, kita hirup. Dengan demikian, kita akan menerima suplai hayat.

Meskipun Alkitab berisi banyak pengajaran dan anjuran, ketika kita menerimanya, pertama-tama kita harus menerima suplainya, dan kemudian menerima pengajarannya. Kebanyakan orang menerima ajarannya lebih dulu. Ini salah. Alkitab adalah hembusan Allah. Alkitab mengandung unsur Allah sendiri, dan itu adalah untuk suplai kita.

Dalam Roma 10:5-8 Paulus mengutip perkataan hukum Taurat dalam Ulangan 30:12-14. Ia menerapkan perkataan hukum Taurat kepada Kristus, karena meskipun itu adalah perkataan hukum Taurat, itu berasal dari mulut Allah, dan Kristus adalah Yang keluar dari Allah. Jadi, firman Alkitab yang tertulis dan firman hidup Kristus adalah firman atau perkataan Allah. Ketika Tuhan Yesus dicobai, tiga kali Ia mengutip perkataan dari Kitab Ulangan untuk menentang Iblis. Ia berkata kepada si pencoba itu bahwa manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat. 4:4). Firman Allah dapat merawat manusia, karena firman Allah tidak lain adalah Kristus.

Karena itu, ketika kita membaca Alkitab, pertamatama kita harus melatih roh kita untuk menyeru nama Tuhan sebelum kita membaca. Dengan demikian, roh kita akan menerima suplai dari Kristus. Kemudian ketika Anda mencoba memahami arti firman Tuhan, Anda akan mendapatkan lebih banyak, karena Kristus bukan hanya menyuplai roh Anda, tetapi juga akan membukakan pengertian Anda dan akan menerangi pikiran Anda untuk memahami arti firman Allah. Akhirnya, suplai yang Anda terima bukan hanya masuk ke dalam roh Anda, tetapi juga ada di dalam pikiran Anda, emosi Anda, dan tekad Anda. Inilah artinya makan Kristus sebagai makanan rohani.

Bertumbuh dalam Suplai yang Limpah Lengkap dari Kristus

sebagai Pohon Anggur yang Benar

Selain itu, Kristus juga adalah pohon anggur yang benar. Kita adalah ranting-ranting-Nya, ranting-ranting pohon anggur itu. Ketika kita tinggal di dalam Dia untuk menikmati seluruh kekayaan-Nya, kita akan bertumbuh dalam hayat-Nya. Bila kita menghirup Dia, makan Dia, dan minum Dia, penyaluran ilahi-Nya akan masuk ke dalam kita menjadi udara kita, air hidup kita, dan makanan rohani kita. Dengan demikian, kita akan dapat tinggal di dalam Dia untuk menikmati suplai limpah lengkap dari Dia sebagai pohon anggur.

Dari hal ini, kita tahu bahwa menghirup, makan, dan minum Dia adalah semacam penyaluran. Tinggal di dalam Dia untuk menyerap kekayaan-Nya juga merupakan semacam penyaluran. Sepanjang hari, kapan saja, asal kita berpaling kepada-Nya, penyaluran-Nya akan terus berlangsung di dalam kita.

Karena itu, mulai sekarang, kita harus mengubah konsepsi kita. Kita bukan hanya dapat mendoa-bacakan dua ayat pada pagi hari, tetapi sepanjang hari kita dapat selalu menyeru nama Tuhan. Begitu kita mengontak firman Tuhan atau menyeru nama-Nya, suplai akan datang. Ini lebih diperlukan dalam kehidupan pernikahan. Tidak ada dua orang yang hidup bersama dapat terhindar dari masalah. Sebab itu, saya perlu mengatakan satu prinsip rohani kepada Anda: setiap kali pihak lain membuat Anda tidak senang, atau membuat Anda marah, Anda harus mengingatkan diri Anda untuk menyeru nama Tuhan lebih dulu. Ini adalah dosis yang almuhit. Begitu Anda berseru, “O Tuhan Yesus,” semua amarah akan hilang. Setiap kali kita menghadapi masalah, cara terbaik untuk menanggulanginya adalah menyeru nama Tuhan.

Jika Anda bertanya kepada saya mengapa saya begitu sehat, saya dapat mengatakan bahwa saya selalu melakukan semacam latihan atau olah raga, yaitu berjalan keliling sesudah makan. Beberapa langkah saja memberikan bantuan yang besar kepada saya. Begitu pula hayat rohani kita. Di tengah-tengah kesibukan kita, jika kita mau berhenti sebentar dan menyeru nama Tuhan sebentar, dan memikirkan Dia sebentar, kita akan dikuatkan. Sebuah kidung mengatakan bahwa jika kita memberi tahu kepada Tuhan, semua bereslah. Setiap kali kita menemui godaan, kita hanya perlu memberi tahu kepada Tuhan, semua bereslah. Entah itu istri yang marah kepada suaminya, atau suami yang bersalah kepada istrinya, tidak perlu mengatakan apa-apa kepada satu sama lain. Asalkan kita memberi tahu kepada Tuhan, amarah itu akan lenyap. Ini sungguh dan riil. Kita tidak boleh terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang mengatakan bahwa seseorang harus berpuasa atau tidak tidur agar sesuatu bisa terjadi. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyeru nama Tuhan dengan terus-menerus. Dengan spontan, kita akan mendapat suplai dari hayat Tuhan. Jika kita menyeru nama Tuhan senantiasa, menghirup Dia, minum Dia, makan Dia melalui perkataan Alkitab, dan tinggal di dalam Dia untuk menerima suplai-Nya, kita akan bertumbuh dalam hayat Allah.

HASIL DARI KENIKMATAN DAN PENERAPAN KAUM BERIMAN ATAS PENYALURAN ILAHI DARI TRINITAS ILAHI

Ketika kita menikmati dan menerapkan penyaluran ilahi secara demikian, akan timbul lima hasil. Pertama, dari diri kita akan mengalir aliran air hidup (Yoh. 7:38-39). Kedua, kita akan menghasilkan buah-buah hayat (Yoh.15:5, 16a). Ketiga, kita akan memberi makan anak-anak domba dalam kawanannya (Yoh. 21:15; 10:16). Keempat, kita akan menjadi mempelai perempuan Kristus, yaitu Tubuh Kristus, sebagai pertambahan-Nya (Yoh. 3:6b, 29-30). Kelima, kita akan menjadi organisme dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk mengekspresikan diri Allah Tritunggal (Yoh. 15:1, 5, 8). Inilah kehidupan kristiani kita, juga hidup gereja.

BAGIAN KEDUA

PENYALURAN ILAHI DARI TRINITAS ILAHI

DALAM ROH, JIWA, DAN TUBUH KAUM BERIMAN

SERTA HASILNYA DAN SASARANNYA