PENYALURAN ILAHI DARI TRINITAS ILAHI MENYUSUN KARUNIA UNTUK MEMPERLENGKAPI KAUM SALEH
BAGI PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS YANG ORGANIK
Garis Besar dan Pembacaan Alkitab
I. Penyaluran ilahi Roh itu sebagai esens Tubuh Kristus membuat semua anggota Tubuh Kristus memiliki satu pengharapan akan kemuliaan, yaitu penebusan tubuh mereka, agar seluruh diri mereka dapat masuk ke dalam kemuliaan ilahi — Ef. 4:4.
II. Penyaluran ilahi Tuhan sebagai unsur Tubuh-Nya membuat semua anggota-Nya:
A. Memiliki kesatuan hayat dengan Dia dalam unsur ilahi-Nya melalui iman.
B. Dan memiliki perpindahan pemisahan dari Adam dan dunia Adam melalui baptisan — Ef. 4:5.
III. Penyaluran ilahi Allah Bapa terhadap Tubuh Kristus sebagai Yang di atas semua, seperti penaungan Bapa; sebagai Yang melalui semua, seperti perhatian dan simpati Putra, dan sebagai Yang di dalam semua, seperti penyertaan Roh, memungkinkan semua anggota Tubuh Kristus mengalami Allah Tritunggal dan menikmati penyertaan-Nya yang kaya — Ef. 4:6.
IV. Penyaluran ilahi dari Dia yang turun ke alam maut, yang bangkit, dan yang naik ke surga, yaitu Kristus Sang Kepala yang bangkit dan naik, yang menyusun banyak karunia-Nya dan membuat karunia-karunia itu menjadi:
A. Karunia-karunia yang Dia berikan kepada Tubuh-Nya.
B. Yang juga memperlengkapi orang-orang kudus melalui penyaluran ilahi agar semua orang kudus:
1. Dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yaitu membangun Tubuh Kristus yang organik.
2. Agar semua anggota Tubuh Kristus dalam segala hal dapat bertumbuh ke dalam Kristus, Sang Kepala:
a. Dan dari Kepala menerima penyaluran suplai-Nya yang kaya.
b. Melalui setiap sendi suplai yang kaya, Tubuh terikat erat.
c. Dan melalui fungsi tiap-tiap anggota, membuat Tubuh rapi tersusun.
d. Tubuh berangsur-angsur bertumbuh, dan membangun dirinya dalam kasih — Ef. 4:8-16.
Dari Efesus 1, 2, dan 3, kita telah nampak satu visi demi satu visi. Visi-visi ini disimpulkan dengan seluruh kekayaan Allah, yang dapat dianggap sebagai puncak. Namun, ini hanyalah bagian pertama dari kitab ini. Setelah pasal-pasal tadi, masih ada pasal 4, 5, dan 6. Kini, dari pasal 4, kita akan memandang penyaluran ilahi dalam ekonomi ilahi dari sudut lain. Sudut ini sangat tinggi, khusus, dan riil, memperlihatkan bahwa penyaluran ilahi dimulai dengan Allah Tritunggal dan berakhir dengan kita, kaum beriman. Ini sangat bermakna.
Dalam Efesus 4:4-6, mula-mula Paulus menyebut satu Tubuh, satu Roh, dan satu pengharapan dari panggilan kita. Kemudian ia menyebut satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan. Terakhir, ia menyebut satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua. Inilah Allah Tritunggal. Ayat 4 menyinggung Allah Roh, ayat 5 menyinggung Allah Putra, dan ayat 6 membicarakan Allah Bapa. Selain itu, setiap persona disebutkan dengan beberapa kualifikasi. Pada Roh ada tiga butir: satu Tubuh, satu Roh, dan satu pengharapan. Pada Putra ada tiga butir: satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan. Pada Bapa juga ada tiga butir: di atas semua, melalui semua, dan di dalam semua.
PENYALURAN ILAHI ROH ITU SEBAGAI ESENS TUBUH KRISTUS
Dalam Matius 28:19 Tuhan Yesus memberikan amanat kepada murid-murid agar mereka pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya, membaptis mereka ke dalam nama Bapa, dan Anak (Putra), dan Roh Kudus. Dalam ayat ini, Bapa disebutkan lebih dulu, kemudian Putra, dan terakhir Roh. Tetapi dalam Efesus 4:4-6, urutannya berbeda — Roh disebut lebih dulu, kemudian Putra, lalu Bapa terakhir. Semula, ketika kita membaptis orang ke dalam Allah Tritunggal, Bapa adalah yang pertama, karena Bapa adalah sumbernya. Melalui baptisan, orang-orang dibaptis ke dalam Tubuh Kristus. Tubuh Kristus tidak dimulai dengan Bapa, tetapi dengan Roh. Ketika kita dibaptis, kita dibaptis ke dalam Bapa, Putra, dan Roh. Kini dalam Tubuh Kristus, kita mengalami Roh, Putra, dan Bapa. Dalam kasus yang satu, urutannya adalah dari atas ke bawah sampai kepada hasilnya. Dalam kasus yang lain, urutannya adalah dari bawah ke atas sampai kepada sumbernya. Hari ini, gereja sebagai Tubuh Kristus ada di dalam Roh Kudus. Jika kita tidak di dalam Roh Kudus, tidak ada gereja. Gereja ada di dalam Roh Kudus. Hanya ketika kita ada di dalam Roh Kudus, barulah kita bebas dari daging, dan hanya dengan demikianlah baru ada gereja.
Efesus 4:4 mengatakan, “Satu Tubuh, dan satu Roh.” Roh ini adalah esens Tubuh Kristus. Esens lebih intrinsik daripada unsur. Roh bukanlah unsur Tubuh, tetapi esens Tubuh. Jika kita tidak memiliki Roh di dalam kita, kita bukanlah gereja. Kita adalah gereja karena kita memiliki Roh di dalam diri kita. Keseluruhan Roh di dalam Anda, di dalam saya, dan di dalam semua orang beriman adalah gereja.
Penyaluran ilahi Roh itu sebagai esens Tubuh Kristus menghasilkan satu pengharapan yang mulia di dalam semua anggota Tubuh Kristus, dan pengharapan ini adalah tubuh kita tertebus, yaitu dimuliakan (Rm. 8:23-25). Seluruh diri kita akan masuk ke dalam kemuliaan ilahi. Saat ini, tubuh kita belum masuk ke dalam kemuliaan. Tetapi kita memiliki pengharapan bahwa suatu hari, ketika Tuhan datang, tubuh kita yang merupakan ciptaan lama akan dibawa masuk ke dalam kemuliaan ciptaan baru. Dengan kata lain, Roh di batin kita secara terus-menerus memeteraikan kita, merawat kita, dan menjenuhi kita. Ketika Ia sudah sepenuhnya meresapi kita, kita akan dimuliakan. Pada saat itu, seluruh pengharapan kita akan menjadi realitas. Tubuh kita tidak lagi menjadi tubuh daging, melainkan menjadi tubuh rohani yang diresapi dengan Roh.
PENYALURAN ILAHI TUHAN SEBAGAI UNSUR TUBUH-NYA
Efesus 4:5 mengatakan, “Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.” Ini menunjukkan bahwa penyaluran ilahi Tuhan sebagai unsur Tubuh-Nya menyebabkan semua anggota-Nya memiliki kesatuan hayat dengan Dia dalam unsur ilahi-Nya melalui iman, dan memiliki peralihan dari Adam dan dunia Adam melalui baptisan.
Tuhan Yesus adalah unsur yang menyusun kita menjadi Tubuh Kristus. Penyusunan ini mula-mula dilaksanakan melalui iman. Pada suatu saat kita tidak ada hubungan dengan Kristus. Tetapi suatu hari kita mendengar Injil, dan iman dihasilkan atau timbul di dalam kita. Melalui iman ini kita percaya kepada Tuhan dan masuk ke dalam kesatuan hayat dengan Dia. Iman ini membuat kita bersatu dengan Tuhan dan dengan Tubuh-Nya, gereja. Selanjutnya, sebelum kita percaya kepada Tuhan, kita berada di dalam Adam. Melalui iman, kita dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus; tetapi hubungan kita dengan Adam belum sepenuhnya diakhiri. Sebab itu, kita memerlukan baptisan. Iman membawa kita ke dalam kesatuan hayat dengan Tuhan, dan baptisan mengakhiri hubungan kita dengan Adam.
Melalui satu iman dan satu baptisan, kita telah disatukan dengan Kristus dan dengan Tubuh-Nya, gereja. Dengan demikian, Kristus menjadi hayat kita, dan gereja menjadi kehidupan kita. Sebelum kita percaya kepada Tuhan, kita ada di dalam dunia. Melalui iman dan melalui baptisan, kita disatukan dengan Kristus dan Tubuh-Nya. Melalui hal ini, hubungan kita dengan Adam berakhir dan kita dipisahkan dari dunia. Setelah disatukan dengan Tubuh, hidup gereja menjadi “dunia” kita. Jika kita tidak dibebaskan dari Adam, kita tidak dapat bebas dari dunia. Adam adalah kepala dunia, sama halnya Kristus adalah Kepala gereja. Tetapi sekarang, kita sudah percaya dan dibaptis ke dalam Kristus, dan sudah masuk ke dalam hidup gereja karena gereja adalah Tubuh Kristus. Pada saat yang sama, kita dipisahkan dari Adam dan dunia Adam.
Sebab itu, Kristus adalah unsur gereja. Pada-Nya ada iman dan baptisan. Melalui iman, kita disatukan dengan Dia dan Tubuh-Nya, dan hari ini Tubuh-Nya telah menjadi dunia rohani kita. Melalui baptisan kita dipindahkan dari Adam dan dipisahkan dari Adam juga dari dunia Adam. Kini gereja ada di dalam Kristus, berada dalam kesatuan dengan Dia dan unsur-Nya, dan dipindahkan dari Adam dan dunia Adam.
PENYALURAN ILAHI ALLAH BAPA TERHADAP TUBUH KRISTUS
SEBAGAI YANG DI ATAS SEMUA, MELALUI SEMUA,
DAN DI DALAM SEMUA
Setelah kita nampak penyaluran ilahi dari Roh itu dan Putra kepada Tubuh Kristus, kita tiba pada penyaluran ilahi Allah Bapa. Efesus 4:6 memperlihatkan bahwa penyaluran ilahi Allah Bapa kepada Tubuh Kristus dalam diri-Nya sebagai Yang di atas semua, seperti penaungan Bapa; sebagai Yang melalui semua, seperti perhatian dan simpati Putra, dan sebagai Yang di dalam semua, seperti penyertaan Roh, memungkinkan semua anggota Tubuh Kristus mengalami Allah Tritunggal dan menikmati penyertaan-Nya yang kaya.
Bapa adalah Allah kita juga Bapa kita. Dia adalah Bapa kita, ini berarti kita lahir dari Dia. Sebagai Allah kita, ini berarti kita diciptakan oleh Dia. Jika kita hanya diciptakan oleh Allah tetapi tidak dilahirkan dari Dia, kita tidak berada dalam gereja. Dengan dilahirkan dari Allah, kita masuk ke dalam hubungan hayat dan kesatuan organik dengan Dia. Mula-mula, Allah menciptakan kita, dan kemudian Ia melahirkan kita. Karena kita diciptakan oleh Allah dan dilahirkan dari Allah, hubungan kita dengan Dia beraspek dua. Pertama, kita adalah makhluk ciptaan Allah, dan Ia adalah Pencipta kita. Kemudian, kita adalah anak-anak Allah, dan Ia adalah Bapa kita. Jika tidak ada anak-anak Allah, tidak akan ada gereja. Dalam gereja kita telah diciptakan oleh Allah dan dilahirkan dari Allah. Jadi, kita diciptakan sebagai manusia yang normal dan dilahirkan sebagai anak-anak Allah. Inilah gereja.
Sebab itu, esens gereja adalah Roh itu, unsur gereja adalah Kristus, dan sumber gereja adalah Bapa. Bapa yang melahirkan kita ada di atas kita, sebagai penaungan Bapa. Ini seperti seekor burung elang yang menaungi anak-anak-nya, dan seperti seorang ibu yang merangkul anaknya bila ada bahaya. Allah Bapa juga melalui kita, sebagai perhatian dan simpati Putra, dan Ia ada di dalam kita, sebagai penyertaan Roh di dalam kita. Jadi, Bapa yang di atas kita, melalui kita, dan di dalam kita adalah Dia sendiri sebagai Bapa, Putra, dan Roh — Allah Tritunggal.
Apakah gereja? Gereja adalah satu Tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, dan melalui semua, dan di dalam semua — inilah gereja. Dalam alam semesta, tidak ada yang seperti gereja. Betapa ajaibnya! Akhirnya, gereja adalah sekelompok orang yang berada dalam kesatuan dengan Allah Tritunggal dan berbaur dengan Allah Tritunggal. Allah Tritunggal dan gereja adalah empat dalam satu. Karena Bapa, Putra, dan Roh bersatu dengan Tubuh Kristus, kita boleh mengatakan bahwa Allah Tritunggal kini adalah “Allah yang empat dalam satu”. Keempatnya adalah Bapa, Putra, Roh, dan Tubuh. Tiga dari Trinitas Ilahi tidak dapat dicampuradukkan atau dipisahkan, dan empat dalam satu ini juga tidak dapat dipisahkan atau dicampuradukkan. Kesatuan dan perbauran yang misterius dari Allah Tritunggal dengan Tubuh Kristus adalah untuk tujuan penyaluran. Roh itu sebagai esens Tubuh Kristus terus-menerus menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Pada saat yang sama, Tuhan juga secara terus-menerus menyalurkan unsur-Nya ke dalam kita. Demikian pula, ketika Bapa di atas kita, menaungi kita, ketika Ia memperhatikan kita, bersimpati kepada kita, dan ketika Ia ada di dalam kita, tinggal bersama kita, Ia terus-menerus menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Jadi, gereja adalah hasil penyaluran Allah Tritunggal.
Demikian Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam kaum beriman-Nya, maka gereja sebagai suatu organisme dihasilkan di alam semesta. Selanjutnya, Allah Tritunggal terus-menerus, sedikit demi sedikit, menyalurkan diri-Nya ke dalam semua anggota sebagai unsur mereka, esens mereka, dan kenikmatan mereka.
PENYALURAN ILAHI KEPALA, KRISTUS,
DALAM MENYUSUN BANYAK KARUNIA
Efesus 4:4-6 membicarakan sifat Allah Tritunggal dan apa adanya gereja. Selanjutnya, ayat 7 membicarakan karunia. Kemudian ayat 8-16 mewahyukan bagaimana Dia yang turun ke dalam alam maut, yang bangkit, dan yang naik ke surga, yaitu Kristus, Sang Kepala yang bangkit dan naik, menyusun banyak karunia-Nya dan membuat karunia-karunia itu menjadi karunia-karunia yang diberikan-Nya kepada Tubuh-Nya melalui penyaluran ilahi-Nya. Karuniakarunia ini juga memperlengkapi orang-orang kudus melalui penyaluran ilahi sehingga semua orang kudus dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yaitu membangun Tubuh Kristus yang organik, agar semua anggota Tubuh Kristus dalam segala sesuatu dapat bertumbuh ke dalam Kristus, Sang Kepala.
Dengan ayat 7 sebagai pengantar, Paulus mulai berbicara tentang karunia yang disusun oleh Kepala, Kristus, dalam ayat 8. Setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus dalam kenaikan-Nya menawan orang-orang yang semula ditawan oleh Iblis. Dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya, Kristus tidak hanya menaklukkan Iblis, dosa, dan maut, tetapi membawa semua orang yang berada di bawah tawanan Iblis. Di satu pihak, tidak ada seorang pun dari kita yang sudah pernah ke surga. Tetapi di pihak lain, kita semua sudah didudukkan bersama Kristus di surga.
Ketika Kristus bangkit dan naik ke surga, Ia membawa kita bersama-Nya ke surga. Di surga, Ia mempersembahkan kita, orang-orang tebusan-Nya, sebagai pemberian kepada Allah Bapa. Menurut Mazmur 68:19, Bapa memberikan kita kembali kepada Kristus sebagai pemberian. Tidak hanya demikian, Kristus menggunakan hayat yang di dalam Putra untuk menyusun semua karunia ini menjadi orang-orang yang berguna. Sebagian disusun-Nya menjadi rasul-rasul, sebagian menjadi nabi-nabi, sebagian menjadi penginjil-penginjil, dan sebagian menjadi gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Semua orang yang berkarunia ini dapat berbicara dan berfungsi dengan pembicaraan mereka. Allah menawan semua orang yang berada di bawah perhambaan Iblis, membawa mereka ke surga, dan menyusun mereka menjadi orang-orang yang dapat berbicara bagi Dia. Allah memberikan semua orang itu kepada Kristus, dan kemudian Kristus memberikan mereka kepada gereja (Ef. 4:8). Ini adalah Kepala, Kristus, dalam kenaikan-Nya memberikan pemberian kepada gereja.
Karunia-karunia yang Kristus berikan kepada Tubuh-Nya memperlengkapi kaum saleh melalui penyaluran ilahi agar semua orang kudus dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru. Orang-orang yang berkarunia memperlengkapi dan mengajar orang-orang kudus seperti profesor mengajar mahasiswa di perguruan tinggi. Empat tahun kemudian, semua orang yang lulus institut keguruan menjadi guru-guru yang memenuhi syarat untuk mengajar orang lain. Dengan cara yang sama, setelah menerima pengajaran yang terus-menerus dari para rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar, orang-orang kudus di dalam gereja semuanya akan diperlengkapi untuk melakukan pekerjaan ministri yaitu membangun Tubuh Kristus.
Di satu pihak, orang-orang yang berkarunia memperlengkapi kita, dan di pihak lain, mereka menyalurkan kekayaan ilahi kepada kita. Pengajaran mereka adalah penyaluran mereka, dan belajarnya kita adalah penerimaan kita terhadap penyaluran mereka. Penyaluran dan penerimaan ini membuat anggota-anggota Kristus dalam segala hal bertumbuh ke dalam Kristus, Sang Kepala (ayat 15) — bukan hanya dalam perkara-perkara besar, tetapi juga dalam perkara-perkara kecil seperti cara kita bercukur dan menyisir rambut kita, dan cara kita berpakaian. Dalam penyaluran ilahi ini, unsur ilahi masuk ke dalam kita dan membuat kita bertumbuh dalam hayat. Ketika kita bertumbuh, kita pun diubah. Pengubahan diri kita berasal dari penyaluran unsur ilahi secara batiniah dari jam ke jam. Semakin bertumbuh, kita semakin meninggalkan hal-hal duniawi dan hal-hal daging, dan bersatu dengan Kristus dan Tubuh-Nya.
Begitu kita bertumbuh ke dalam Kepala, dari Kepala kita akan menerima penyaluran suplai yang kaya. Di satu pihak, melalui setiap sendi suplai yang kaya, yaitu melalui semua orang yang berkarunia, Tubuh akan diikat erat menjadi satu. Di pihak lain, melalui fungsi tiap-tiap anggota, yaitu melalui setiap orang kudus, Tubuh akan sepenuhnya rapi tersusun (Ef. 4:16). Sendi suplai itu seperti kerangka suatu bangunan yang dengan kokoh menyatukan bangunan itu. Dalam Tubuh, sendi-sendi itu terjalin di dalam Roh menjadi “kerangka” Tubuh. Di samping sendi-sendi sebagai rangka, banyak bagian lain di dalam Tubuh. Setiap bagian berfungsi menurut kadarnya masing-masing, dan hal itu menyebabkan Tubuh terjalin bersama secara korporat. Kepala memberikan karunia-karunia kepada Tubuh, dan karunia-karunia memperlengkapi orang-orang kudus sehingga orang-orang kudus dapat melakukan apa yang dilakukan karunia-karunia itu, yaitu pekerjaan ministri Perjanjian Baru. Dengan demikian, setiap bagian Tubuh berfungsi di dalam ukurannya atau menurut kadarnya masing-masing untuk menyuplai Tubuh, dan Tubuh akan bertumbuh dan akan membangun dirinya di dalam kasih.
PARA PEMENANG
Ekonomi Allah dan Kegagalan Manusia
Menang Atas Meninggalkan Kasih yang Semula
Menang Atas Penganiayaan, Keduniawian, dan Kematian Rohani
Menang Atas Ketiga Agama yang Menyimpang
Menang Atas Arus Tidak Memelihara Firman Tuhan,
Arus Menyangkal Nama Tuhan, dan Keadaan Suam-suam Kuku
Kesimpulan Akhir Para Pemenang
PRAKATA
Buku ini berisi berita-berita yang disampaikan oleh saudara Witness Lee di Seattle, Washington, pada tanggal 4-7 September 1992.