PENYALURAN ILAHI DARI RENCANA ALLAH DALAM EKONOMI-NYA DAN DARI TUGAS PENYELENGGARAAN RASUL YANG MELAYANKAN KEKAYAAN KRISTUS KEPADA KAUM BERIMAN
DAN MENDATANGKAN GEREJA
UNTUK MENGEKSPRESIKAN PELBAGAI RAGAM HIKMAT ALLAH
Garis Besar dan Pembacaan Alkitab
I. Penyaluran ilahi dari rencana Allah dalam ekonomi-Nya memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga itu sebagai Injil kepada orang kafir:
A. Menjelaskan apa artinya ekonomi rahasia, yang dari zaman ke zaman telah tersembunyi di dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu.
B. Mendatangkan gereja untuk mengekspresikan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah di surga — Ef. 3:8-10.
II. Penyaluran ilahi dari tugas penyelenggaraan rasul melayankan kekayaan Kristus kepada kaum beriman kafir sebagai anugerah Allah, agar:
Rahasia Kristus—gereja—dapat dinyatakan.
Kaum beriman kafir juga dapat menjadi ahli waris, dan Tubuh, dan peserta dalam janji Allah dalam Kristus—Ef.3:2-6.
III. Tugas penyelenggaraan rasul menyempurnakan kaum saleh kepada pekerjaan ministri Perjanjian Baru—membangun Tubuh Kristus—Ef. 4:11-12
Rasul Paulus menulis Kitab Efesus dengan sangat bermakna. Dalam pasal 1 ia menunjukkan bagaimana Tubuh Kristus dihasilkan dan muncul karena penyaluran Allah Tritunggal. Kemudian, dalam pasal 2 ia berbicara dari sudut yang lain untuk menunjukkan sejarah orang-orang yang telah digarap oleh penyaluran Allah menjadi Tubuh Kristus. Dengan hal itu sebagai latar belakang, ia menunjukkan bahwa gereja, satu hal yang berharga yang dihasilkan dari penyaluran Allah, adalah suatu karya agung, syair yang sangat indah di alam semesta yang senang dinyanyikan oleh para malaikat. Bila malaikat melihat seorang dosa beroleh selamat, mereka menyanyi. Bila mereka melihat gereja, mereka pasti menyanyi lebih semangat. Kemudian Paulus menunjukkan bahwa dalam kematian Kristus dan kebangkitan Kristus, Ia menggunakan unsur ilahi-Nya sebagai bahan untuk menghasilkan manusia baru alam semesta. Terakhir, karya agung ini, manusia baru ini, yang dapat merampungkan ekonomi kekal Allah, dibawa kepada Allah dalam satu Roh, mendekat kepada Allah, tanpa sekatan apa pun, dan tinggal di hadirat Allah untuk menerima penyaluran Allah yang kekal dan terus-menerus. Seperti arus yang mantap, Allah menyalurkan diri-Nya sedikit demi sedikit ke dalam orang-orang yang berbagian dalam manusia baru ini. Penyaluran yang kekal, mantap, dan terus-menerus inilah yang mengkoordinir mereka, menyusun mereka, dan membangun mereka. Gereja yang terbangun ini adalah Kerajaan Allah di bumi untuk melaksanakan administrasi-Nya. Gereja ini juga keluarga untuk menyalurkan kasih-Nya, dan sebagai keluarga yang demikian, gereja menjadi tempat tinggal kekal-Nya di dalam roh kita. Setelah membaca kedua pasal yang pertama kita seharusnya memiliki pandangan yang jelas tentang gereja.
PELAKSANAAN PENYALURAN ILAHI
Dalam pasal 3 Paulus selanjutnya menunjukkan kepada kita dari sudut pandang yang lain, bagaimana penyaluran Allah dilaksanakan dan dirampungkan. Ia berbicara tentang rahasia Allah dalam kekekalan, dan rahasia ini adalah ekonomi-Nya. Penyaluran Allah sepenuhnya adalah sesuatu yang berada dalam ekonomi-Nya, sesuatu dalam rencana-Nya, sesuatu dalam tujuan-Nya dan pengaturan-Nya. Untuk melaksanakan penyaluran ini dan untuk merampungkan penyaluran ini, Allah Tritunggal memilih sekelompok orang yang diperkenan-Nya, dan yang dapat dipakai-Nya, dan membuat mereka menjadi para penyalur-Nya, dengan kaya memberikan anugerah-Nya kepada mereka. Melalui anugerah Allah yang kaya, terjadilah suatu operasi kuat kuasa Allah dalam orang-orang itu. Para rasul dan nabi kemudian memenuhi ministri mereka berdasarkan operasi Allah. Di bawah keadaan yang demikian, ministri orang-orang itu disebut tugas penyelenggaraan. Mereka adalah penyelenggara karena mereka ada untuk melaksanakan penyaluran Allah.
Dalam bahasa Yunani, kata ekonomi (oikonomia) menunjukkan suatu hukum keluarga, administrasi keluarga. Administrasi keluarga semacam ini adalah untuk mengelola seluruh kekayaan keluarga agar kekayaan itu dapat disalurkan kepada anggota-anggota keluarga dan agar tuan rumah merasa puas dan dengan demikian keinginannya terpenuhi. Untuk merampungkan hal ini, Allah telah berencana mendapatkan banyak rasul dan nabi untuk dijadikan penyelenggara dalam manajemen keluarga-Nya, mengurus penyaluran kekayaan keluarga besar-Nya, agar semua anggota keluarga-Nya, yaitu orang-orang yang berbagian dalam keluarga ini, dapat berbagian dalam kekayaan keluarga besar Allah dan dengan demikian memuaskan hasrat-Nya.
Rasul Paulus memang penyelenggara yang demikian. Ia melaksanakan tugas penyelenggaraannya untuk menyalurkan anugerah Allah yang kaya, yaitu kekayaan Kristus yang tidak terduga itu, kepada orang lain. Sebab itu, tugas penyelenggaraan Paulus adalah melaksanakan ekonomi Allah. Dalam 3:9 kata “oikonomia” diterjemahkan “rencana” (LAI), sedangkan dalam 3:2 diterjemahkan “penyelenggaraan” (LAI). Dalam bahasa aslinya, keduanya sama, “oikonomia”, tetapi diterjemahkan berlainan. Ekonomi Allah, administrasi keluarga universal Allah, adalah menyalurkan kekayaan Allah yang tidak terbatas dalam Kristus. Paulus berkata bahwa ia menerima amanat yang khusus, anugerah yang khusus, dan operasi yang khusus untuk mentransmisikan kekayaan Kristus yang tidak terduga kepada orang kafir yang dipilih oleh Allah. Inilah tugas penyelenggaraannya. Sebab itu, tugas penyelenggaraan adalah ekonomi Allah. Pelaksanaan ekonomi Allah tergantung pada tugas penyelenggaraan. Tanpa tugas penyelenggaraan, Allah tidak ada jalan untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Gereja dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi. Ini berarti gereja dibangun di atas wahyu dan visi yang mereka lihat. Ini serupa dengan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 16:18. Ia akan membangun gereja-Nya di atas “batu karang ini”. Batu karang ini terutama bukan batu karang itu sendiri, melainkan wahyu tentang batu karang. Petrus berkata kepada Tuhan, “Engkau adalah Mesias, Kristus, Anak Allah yang hidup.” Wahyu itu menjadi dasar pembangunan gereja. Wahyu dan visi yang dilihat para rasul adalah dasar bagi pembangunan gereja. Di atas dasar ini, terbangun seluruh kekayaan Kristus, kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kekayaan Kristus yang tidak terduga itu adalah anugerah Allah yang tidak terbatas. Namun, kekayaan itu, anugerah itu, bukanlah bahan langsung pembangunan, melainkan harus lebih dulu terwujud di dalam diri setiap orang beriman, membuat orang-orang beriman yang tidak tepat dan tidak berguna ini menjadi bahan-bahan bagi pembangunan gereja.
HASIL PENYALURAN ILAHI
Karena itu, di sini harus ada proses transformasi. Satu Korintus 3 mewahyukan bahwa kaum beriman semula adalah tanaman, tetapi melalui proses transformasi oleh kekayaan Kristus dan oleh hayat-Nya, tanaman ini menjadi mineral atau barang tambang. Mereka diubah dari tanaman menjadi emas, perak, dan batu permata. Menurut prinsip Alkitab, batu permata bukanlah barang ciptaan, melainkan hasil pengubahan dari unsur yang semula. Proses pengubahan ini adalah proses penyaluran. Rasul Paulus dan sekerjanya mengemban tanggung jawab menjadi penyelenggara dalam keluarga besar Allah untuk melaksanakan penyaluran ini yang menyalurkan kekayaan keluarga besar ini, yaitu kekayaan Kristus, sedikit demi sedikit kepada kita semua. Penyaluran ini ditujukan kepada orang-orang yang hidup pada masa lalu, juga yang hidup pada zaman ini. Setelah kita menikmati seluruh kekayaan ini, kekayaan ini menghasilkan suatu pengubahan di dalam kita. Paulus juga menggunakan istilah di dalam salah satu Surat Kirimannya yang lain, yang mengatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan zaman ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan pikiranmu” (Rm. 12:2, Tl.). Kita harus diubah dari kayu, rumput kering, dan jerami menjadi emas, perak, dan batu permata, agar dapat memenuhi syarat menjadi bahan pembangunan gereja. Paulus mengingatkan kita bahwa dasar itu sudah diletakkan, dan tidak ada orang yang dapat meletakkan dasar yang lain. Tetapi ketika kita membangun di atas dasar ini, kita harus waspada terhadap bahan yang kita pakai untuk membangun. Apakah kita membangun dengan kayu, rumput kering, dan jerami, atau dengan emas, perak, dan batu permata? Jika tidak ada emas, perak, atau batu permata yang cukup banyak, tetapi hanya ada kayu, rumput kering, dan jerami, pada hari penghakiman, api penghakiman Tuhan akan menguji untuk memastikan mana yang tertinggal dan mana yang terbakar (1 Kor. 3:10-15). Dalam 1 Korintus 3 Paulus dengan jelas mengatakan bahwa pekerjaan sekelompok orang akan terbakar. Tetapi ini tidak berarti orang-orang itu akan binasa. Kita beroleh selamat bukan karena perbuatan kita, melainkan karena penebusan Tuhan! Namun, jika pekerjaan seseorang terbakar, ia sendiri akan diselamatkan, tetapi “seperti melalui api”. Yang akan tertinggal adalah emas, perak, dan batu permata. Emas mengacu kepada sifat Bapa, perak mengacu kepada penebusan Putra, dan batu permata mengacu kepada pengubahan Roh, yang menghasilkan batu permata. Sebab itu, membangun gereja dengan emas, perak, dan batu permata adalah menggunakan Allah Tritunggal sebagai unsur pembangunan. Hari ini, Allah Tritunggal terwujud di dalam Kristus. Seluruh kepenuhan berdiam di dalam Kristus secara jasmaniah. Yang telah kita terima dari para rasul adalah penyaluran ilahi, yang menyalurkan seluruh kekayaan ilahi dalam Kristus ke dalam kita. Malam ini, ketika kita datang kepada firman Tuhan, kita menerima penyaluran firman ini, yang menyalurkan kekayaan unsur ilahi Kristus ke dalam kita. Dalam penyaluran ini ada kekudusan, kebenaran, penebusan, dan banyak lagi hal yang lain. Ini jelas diwahyukan dalam Perjanjian Baru.
Pada akhir Perjanjian Baru, kita nampak Yerusalem Baru yang akan datang. Seluruh kota itu mengandung sifat emas Allah. Kota itu adalah kota emas yang dibangun di gunung emas. Kedua belas pintu gerbangnya adalah dua belas mutiara, yang mengacu kepada penyaluran hayat dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Ini dapat dilihat dari cara sebuah tiram menghasilkan mutiara. Ketika sebuah tiram terluka karena sebutir pasir, tiram itu mengeluarkan unsur hayatnya dan membungkus pasir itu, yang akhirnya menghasilkan mutiara. Ini melambangkan Kristus mengeluarkan hayat-Nya dalam kebangkitan untuk membungkus kita, menjadikan kita mutiara. Tembok Yerusalem Baru di keempat sisinya dibangun dengan permata yaspis, yang penampilannya sama seperti Allah. Jadi, kota itu sepenuhnya memancarkan kemuliaan Allah dan mengekspresikan gambar Allah. Kota semacam itu menyimpulkan wahyu tentang Kristus dalam Alkitab, khususnya yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Kristus ini akhirnya diperluas dan diperbesar menjadi satu kota. Perluasan dan perbesaran ini adalah gereja. Gereja adalah perluasan-Nya, kelanjutan-Nya, dan kelengkapan-Nya. Bila kita nampak dan mengerti Yerusalem Baru, kita akan memahami bahwa hasil penyelenggaraan para rasul dalam menyalurkan kekayaan Kristus adalah gereja. Perampungan sempurna dari gereja ini adalah Yerusalem Baru. Inilah penyaluran yang kita bicarakan di sini.
PENYALURAN ILAHI DARI TUGAS PENYELENGGARAAN RASUL
Penyaluran ini dimulai dengan ekonomi Allah. Sebelum zaman bermula, Allah dalam alam semesta memiliki satu keinginan di dalam diri-Nya, yaitu menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam orang-orang yang dipilih-Nya, diciptakan-Nya, ditebus-Nya, dan dilahirkan kembali oleh-Nya, agar Ia bisa menjadi hayat mereka dan unsur ilahi mereka. Meskipun mereka adalah manusia, orang-orang ini lahir dari Allah dan memiliki sifat Allah dan hayat Allah, dan dengan demikian menjadi anak-anak yang sejati dari Allah. Sebagai orang-orang yang demikian, orang-orang ini menjadi ekspresi Allah, dan ekspresi ini menjadi Tubuh Kristus, yang juga adalah kepenuhan Kristus. Kepenuhan ini adalah kekayaan Allah Tritunggal yang sepenuhnya digarapkan ke dalam orang-orang yang dipilih-Nya, dilahirkan kembali oleh-Nya, dan diubah-Nya. Untuk merampungkan hal ini, Allah dalam ekonomi-Nya harus memiliki pengaturan dan rencana, dan Ia harus memiliki orang-orang yang setia dan dapat dipakai dan mempercayakan tanggung jawab ini kepada mereka. Di antara mereka, kelompok yang paling penting adalah rasulrasul sebermula. Allah memberi mereka tugas penyelenggaraan, sehingga mereka memikul tanggung jawab menyalurkan seluruh kekayaan Kristus kepada anak-anak Allah, yaitu Tubuh Kristus. Keempat belas surat kiriman Paulus adalah wahyu yang lengkap. Surat-surat itu menunjukkan bagaimana Paulus dan sekerjanya melaksanakan penyelenggaraan menyalurkan kekayaan Kristus dalam keluarga besar Allah melalui menulis empat belas surat. Surat-surat itu mendatangkan penyaluran yang tidak terduga dan yang selalu segar dari zaman ke zaman, bahkan sampai hari ini. Malam ini, dalam sidang kecil ini, yang kita lakukan dan jamah adalah penyaluran ini. Kita berhimpun dalam nama-Nya, yaitu dalam Roh-Nya. Di sini kita berkumpul membahas firman-Nya untuk melihat wahyu dalam firman-Nya, dan khususnya visi yang ditunjukkan dalam keempat belas Surat Kiriman Paulus. Jika kita nampak visi ini, kita akan menyadari bahwa keperluan kita adalah kekayaan Kristus yang disalurkan kepada kita oleh Paulus. Kita tidak memerlukan penggarapan rohani atau reformasi rohani macam apa pun. Kita hanya perlu menerima penyaluran ilahi ini dari Paulus sekali demi sekali dengan perlahan-lahan tetapi mantap dari pagi hingga malam dan dari malam hingga pagi. Secara praktis, Kristus dalam kebangkitan adalah Kristus yang pneumatik. Karena itu, di mana saja dan kapan saja, Ia dapat masuk ke dalam kita, beserta dengan kita, dan menjadi hayat serta unsur kita dalam batin.
Kebanyakan orang Kristen hari ini telah meninggalkan kebenaran yang tepat dan telah berpaling dari penyaluran Kristus yang batiniah kepada pekerjaan manusia, jasa manusia, dan agama manusia. Kita sudah cukup lama berada di bawah pengaruh ini dan belum bebas dari pengaruh ini bahkan sampai hari ini. Setiap kali kita membaca sesuatu dari Alkitab, kita bertekad untuk melakukan dan menggenapkannya. Namun, ketetapan itu harus disalahkan dan ditolak. Allah tidak menghendaki kita memutuskan melakukan apa yang dikatakan Alkitab; Ia hanya menghendaki kita menerima penyaluran-Nya.
Saya akan mengutipkan Kidung nomor 382. Kidung ini dengan sangat baik mengungkapkan apa yang hendak saya katakan. Ayat 1 mengatakan:
Kristus mulia, Jurus’lamat,
Perwujudan mulia Allah!
Asal Allah nan tak batas
Jadi insan dalam waktu
Koor:
Kristus mulia, jelmaan Allah
Ajaib, limpah, tak bersudah!
Persona yang satu ini adalah untuk kita nikmati,
dan bukan untuk kita tiru.
Mahakudus, Mahainsan,
Dalam rohku jadi bahagia.
Ia hidup di dalam kita bukan sebagai standar kita. Jika demikian, kita harus melakukan sesuatu. Sebaliknya, Ia hidup di dalam kita sebagai bagian kita yang penuh berkat, sehingga kita dapat menikmati Dia. Pakar gizi modern mengatakan bahwa kita menjadi apa yang kita makan. Orang-orang Amerika makan daging sapi dalam jumlah banyak. Akibatnya, badan mereka berbau sapi. Apa saja yang kita nikmati sebagai gizi kita, akan menyusun diri kita. Dalam Yohanes 6:57, Tuhan Yesus berkata bahwa siapa saja yang makan Dia akan hidup oleh Dia. Orang yang makan Dia, bukanlah orang yang meniru Dia; orang yang makan Dia adalah orang yang menikmati Dia. Tuhan Yesus dapat dimakan dan diminum. Orang yang makan Dia dan minum Dia, akan memiliki Dia di dalam diri mereka sebagai hayat mereka dan gizi hayat mereka, dan akan dapat hidup oleh Dia. Inilah ekonomi Allah dan penyaluran Allah. Inilah sasaran pekerjaan Paulus atas diri kita, agar melalui surat-surat kirimannya, ia dapat mentransfusi kita, menguatkan kita, dan menyalurkan Kristus yang dialaminya kepada kita sedikit demi sedikit. Ia mengalami Kristus bukan sebagai teladan kita, juga bukan sebagai kekuatan kita, melainkan sebagai gizi kita. Gizi ini akhirnya menjadi kekuatan kita. Ini bukanlah sesuatu yang dihasilkan dari pekerjaan kita, melainkan dari pertumbuhan kita. Ayat 2 mengatakan:
Di dalam-Mu limpah Allah Ekspresikan mulia Allah Dalam daging g’nap tebusan Di roh kini d’ngan ku esa
Jika Ia belum menjadi Roh, Ia tidak dapat bersatu dengan kita. Perjanjian Baru mengatakan bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Ini mungkin terjadi karena dalam kebangkitan Ia telah menjadi Roh pemberi-hayat. Ayat 3 mengatakan:
Milik Bapa warisan-Mu Dalam Roh semua ada-Mu Roh di rohku, realitas-Mu Ku dapat alami Dikau
Tidak dikatakan bahwa Ia akan menjadi teladan kita, melainkan menjadi pengalaman kita. Pengalaman-Nya adalah sejarah saya. Hidup saya hari ini adalah kelanjutan dari sejarah-Nya. Ayat 4 mengatakan:
Demi Sabda-Mu yang hidup Roh riilkan di batinku T’rima sabda, menjamah Roh Dikau jadi suplaianku
Ia tidak ada di dalam kita sebagai standar kita, melainkan sebagai suplai kita. Ayat 5 mengatakan:
Sembah, ‘natap di dalam roh Memantulkan mulia-Mu Ku berubah serupa-Mu Hingga ternyatalah Dikau
Ini berarti kita telah menjadi duplikat-Nya. Ia telah diduplikasikan, digandakan, dan diperhidupkan dari dalam diri kita. Ia dan kita sepenuhnya menjadi satu. Ia adalah hayat kita di dalam batin kita, dan kita menjadi kehidupan-Nya di lahir. Dengan demikian, Ia terekspresi melalui kita. Ayat atau bait terakhir mengatakan:
Roh resapi ku merata semua Kristus semua Allah awak diri lucut lontar g’nap kaum saleh kediaman-Nya.
Inilah yang dimaksud dengan dibangun di dalam roh menjadi tempat tinggal Allah di dalam roh. Inilah yang dikehendaki Allah, dan ini pula yang hendak dicapai oleh para rasul melalui tugas penyelenggaraannya.
Saya harap semua saudara dan saudari, entah tua atau muda, entah baru beroleh selamat atau sudah lama melayani Tuhan, semuanya akan nampak satu visi. Hari ini, Allah tidak bermaksud menyuruh kita melakukan sesuatu sendirian. Memang apa saja yang Ia kehendaki kita lakukan harus kita lakukan. Tetapi Allah menghendaki kita melakukan apa saja dengan bersandar Dia, dengan Dia sebagai hayat, dan membiarkan Dia menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Bila kita menikmati Dia dan mengalami Dia, kita dapat mengekspresikan Dia. Inilah yang dikehendaki Allah. Setelah kalian pulang, kalian tidak perlu bertekad untuk melakukan sesuatu. Yang Anda perlukan adalah duduk tenang di hadapan Tuhan. Anda tidak perlu berlutut. Ini tidak berarti kita harus tidak berlutut, melainkan berlutut bukanlah satu keharusan. Jika Anda tinggal tenang di hadapan Tuhan, dan membiarkan roh Anda memantulkan terang yang Anda lihat dalam beberapa hari ini, Anda akan nampak bahwa yang Anda perlukan dan kekurangan Anda bukanlah melakukan sesuatu, melainkan menerima penyaluran-Nya hari demi hari. Anda perlu menerima firman Tuhan setiap hari, dan mengontak Roh-Nya. Dengan demikian, Tuhan akan menjadi suplai Anda. Jika Anda mudah marah, suka memarahi istri atau anak Anda, mungkin Anda berpikir, “Setelah mendengarkan beberapa berita ini, aku merasa benar-benar malu. Aku telah menjadi orang Kristen selama 28 tahun. Hari ini aku masih sering memarahi istri dan anakku. Ini membuatku malu. Setelah pulang, aku harus puasa tiga hari dan minta Tuhan menyelamatkan aku, mengasihani aku, dan mengubah tabiatku. Aku tidak memiliki kekuatan di dalam diriku. Aku tidak bisa melakukannya. Tetapi aku mau bersandar kepada Tuhan dan minta Dia mengubah diriku.” Ketahuilah, doa semacam ini tidak akan dijawab. Doa semacam ini menghina Allah. Ia ingin masuk ke dalam Anda dan menjadi Anda, juga menggantikan Anda. Anda harus menyerahkan diri Anda kepada-Nya. Kemudian Ia akan memberikan diri-Nya kepada Anda. Ia akan menempuh kehidupan yang terokulasi bersama Anda. Bila dua pohon diokulasikan, keduanya tidak berganti hayat, melainkan keduanya akan berbaur menjadi satu hayat, dan kedua pohon itu akan berbaur menjadi satu pohon. Keduanya hidup, tetapi tidak hidup secara terpisah, melainkan hidup bersama dalam satu sama lain. Ranting yang diokulasikan hidup di dalam pohon itu, dan pohon itu hidup di dalam ranting yang diokulasikan. Kedua hayat itu menjadi satu hayat, dan kedua kehidupan itu menjadi satu kehidupan. Inilah hayat yang diokulasikan, juga hayat yang berbaur.
Galatia 2:20 membicarakan hayat yang demikian. Setelah mengatakan, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,” selanjutnya dikatakan, “melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani (di dalam daging) adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah . . .” Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup yang di dalamnya Kristus memperhidupkan diri-Nya dari diriku. Memang benar Kristus hidup, tetapi Ia hidup di dalam kita. Kita perlu melihat dengan jelas bahwa apa yang Tuhan kehendaki adalah kita dan Dia berbaur menjadi satu. Tuhan adalah persona kita, dan kita adalah ekspresi-Nya; keduanya menjadi satu. “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia” (1 Kor. 6:17). Inti semua Surat Kiriman Paulus dengan ribuan kata dan ajarannya adalah: Kristus hidup di dalam kita dan terekspresi melalui kita. Kita tidak perlu melakukan atau mengadakan sesuatu. Inilah tugas penyelenggaraan yang Paulus terima. Selama dua ribu tahun yang lampau, ia telah melakukan pekerjaan penyaluran ini di bumi. Meskipun ia tidak bersama kita hari ini, perkataannya masih ada. Meskipun ia sudah meninggal, ia masih berbicara. Melalui pembicaraan ini, kekayaan Kristus yang pneumatik disalurkan sedikit demi sedikit ke dalam diri kita. Dengan demikian, Kristus bertambah di dalam kita dan melalui pertambahan ini kita bertumbuh dalam hayat. Dalam pertumbuhan ini, diri kita, manusia alamiah kita, dibasmi dan disingkirkan, dan kita dilepaskan dari diri kita dan disatukan dengan kaum saleh untuk dibangun menjadi tempat kediaman Allah, yaitu gereja.
TUGAS PENYELENGGARAAN RASUL MENYEMPURNAKAN
KAUM SALEH KEPADA PEKERJAAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
Selanjutnya, dalam Efesus 4, Paulus memberi tahu kita bahwa Allah memiliki satu ekonomi. Ekonomi ini adalah untuk menyalurkan kekayaan-Nya dalam Kristus kepada orang-orang pilihan-Nya yang telah percaya kepada-Nya. Ekonomi ini membutuhkan sekelompok orang seperti para rasul untuk pelaksanaan dan penggenapannya. Tetapi jangan mengira bahwa dalam ekonomi Allah tugas penyelenggaraan hanya dipercayakan kepada para rasul dan nabi dan hanya mereka yang merampungkan pekerjaan ini. Tugas penyelenggaraan rasul adalah untuk memperlengkapi kaum saleh bagi pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yaitu membangun Tubuh Kristus. Jika di antara kita ada beberapa orang yang telah menerima anugerah ini dan menerima tugas penyelenggaraan rasul, mereka harus ingat bahwa mereka ada di sini bukan untuk melakukan semua pekerjaan seorang diri. Mereka harus belajar dari rasul Paulus. Paulus mengatakan bahwa Kepala telah memberikan karunia-karunia kepada Tubuh, seperti para Rasul, para nabi, para penginjil, para gembala dan para pengajar. Orang-orang ini adalah untuk memperlengkapi kaum saleh, yaitu untuk menyalurkan Kristus kepada orang kudus yang lain, memperlengkapi mereka sedemikian rupa sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yaitu membangun Tubuh Kristus secara langsung.
Misalnya saja ada tiga ratus lima puluh orang kudus yang bersidang di sini, dan kita memiliki beberapa pelayanan gereja. Yang saya prihatinkan adalah jika Anda menganggap pelayanan gereja hanyalah membersihkan lantai, melap jendela, menyambut tamu, dan sebagainya. Izinkan saya bertanya, dapatkah hal-hal itu dianggap pelayanan gereja? Ini sulit dijawab. Mungkin hal-hal itu bisa dianggap pelayanan gereja jika dalam urusan-urusan itu kita menyalurkan Kristus kepada orang lain. Pada prinsipnya, hanya satu hal yang terhitung dalam pelayanan gereja, yaitu menyalurkan Kristus kepada orang lain. Memberitakan Injil dan membawa orang beroleh selamat jelas menyalurkan Kristus kepada orang lain. Itu benar-benar pelayanan gereja. Setelah orang-orang beroleh selamat, mereka menjadi kaum beriman baru, anak-anak domba. Kita harus memberi makan anak-anak domba itu. Pemberian makan kepada anak-anak domba itu setelah pemberitaan Injil juga adalah penyaluran Kristus kepada orang lain. Setelah itu, kita harus tetap membimbing mereka. Kita bukan hanya harus memberi mereka makan selama dua atau tiga bulan, mungkin kita harus meluangkan waktu satu tahun atau dua tahun untuk merawat mereka. Kita tidak hanya perlu memperhatikan mereka secara pribadi, tetapi juga harus membawa mereka ke dalam sidang. Ini juga menyalurkan Kristus kepada mereka. Satu Korintus 14 juga mengajar kita bahwa ketika seluruh jemaat berkumpul, setiap orang harus menyajikan sesuatu kepada orang lain. Ini bukanlah yang disebut “ibadah penyembahan” dalam kekristenan, melainkan sidang yang di dalamnya setiap orang menyajikan sesuatu. Paulus mengatakan bahwa kita semua dapat bernubuat (bertutur-sabda), yaitu berbicara untuk Allah, membicarakan Allah, dan menyampaikan Allah ke dalam orang lain satu per satu. Sebab itu, setiap kali kita berkumpul bersama, setiap orang harus belajar berbicara untuk Tuhan. Yang kita lihat hari ini dalam kekristenan sebagai ibadah pagi hari Minggu sepenuhnya merupakan praktek yang tidak alkitabiah. Alkitab mengatakan bahwa bila seluruh jemaat berkumpul, setiap orang harus mempersembahkan sesuatu. Dengan kata lain, setiap orang seharusnya memiliki sesuatu untuk dikatakan. Membereskan kesalahan dan menangani urusan bukanlah pelayanan. Dalam lambang, hal-hal itu bukanlah pekerjaan imam, melainkan pekerjaan orang Lewi, pekerjaan rupa-rupa. Pekerjaan imam adalah mempersembahkan kurban, menyalakan pelita, dan membakar ukupan. Adakah imam yang tidak mempersembahkan kurban? Jika seseorang tidak mempersembahkan kurban, ia bukanlah imam. Hari ini dalam pelayanan gereja, kita harus dapat menyalurkan Kristus kepada orang lain. Dalam sidang, yang perlu Anda lakukan adalah mengatakan dengan tepat, “Kristus adalah hayatku. Ia menempuh hidup yang membunuh temperamen dalam diriku. Aku tidak pernah bisa mengendalikan temperamen sendiri. Bahkan sekalipun aku dapat mengendalikannya, itu tidak terhitung dalam pandangan Allah. Yang diinginkan Allah adalah Kristus hidup melalui diriku.” Jika Anda mengatakan beberapa kalimat ini berarti Anda sudah melayankan Kristus. Tetapi hari ini kita sudah terpengaruh oleh latar belakang dan lingkungan kita. Kita memiliki konsepsi yang salah bahwa pada hari Minggu, kita harus menyampaikan khotbah yang panjang atau tidak berbicara sama sekali. Pada akhirnya, semakin lama seseorang tidak berbicara, mereka akan semakin tidak bisa berbicara. Kita harus menciptakan satu lingkungan atau suasana di antara kita yang mendorong setiap orang untuk berbicara. Jika Anda tidak dapat berbicara banyak, berbicaralah sedikit. Jika Anda tidak bisa mengucapkan tiga kalimat, ucapkanlah satu kalimat. Saya berkata demikian untuk menjelaskan kepada Anda bahwa pelayanan gereja adalah melayankan Kristus kepada orang lain. Karena itu, pada permulaan pasal 3 Paulus mengatakan bahwa ia menerima anugerah yang khusus: Allah memberinya tugas penyelenggaraan anugerah agar ia dapat melayankan dan menyalurkan anugerah Allah kepada orang lain. Pada pasal 4, ia melanjutkan dengan menggambarkan apa yang telah diberikan Kepala kepada gereja — rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar. Semuanya adalah untuk memperlengkapi kaum saleh, sehingga seluruh kaum saleh dapat berbagian dalam pembangunan Tubuh Kristus, satu-satunya pekerjaan yang dipercayakan kepada para rasul. Dengan demikian, bukankah itu berarti bahwa setelah diperlengkapi, setiap orang kudus dalam gereja menjadi seorang rasul? Percayakah Anda bahwa setiap orang dalam gereja dapat melayankan Kristus, dan bahwa setiap saudari di antara kalian sedikit banyak dapat melayankan Kristus dan menyalurkan Kristus kepada orang lain? Jawabannya pasti ya. Sebab itu, kita semua dapat membangun Tubuh Kristus. Semua orang yang membangun Tubuh Kristus adalah para rasul, atau para nabi, atau para penginjil, atau para gembala dan para pengajar. Dengan demikian, kita semua menjadi orang-orang itu. Kita semua akan menjadi para rasul, para nabi, para penginjil, para gembala dan para pengajar.
Penyaluran Allah adalah untuk penggenapan rencana kekal-Nya, yaitu membangun gereja sebagai Tubuh-Nya dan tempat kediaman-Nya di bumi. Ini sepenuhnya perkara penyaluran ilahi. Penyaluran dalam ekonomi-Nya ini terjadi dalam tiga tingkat. Pertama, Allah dalam ekonomi-Nya menyalurkan diri-Nya dalam menghasilkan rasul-rasul, nabinabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala dan pengajarpengajar. Kedua, orang-orang yang berkarunia itu melaksanakan pelayanan mereka dengan memperlengkapi orang kudus yang lain. Ketiga, orang-orang kudus yang diperlengkapi itu melakukan pekerjaan para rasul dan nabi, yaitu pekerjaan ministri Perjanjian Baru, yakni membangun Tubuh Kristus. Dengan demikianlah penyaluran Allah dapat mencapai sasaran akhirnya — pembangunan Tubuh Kristus.