PENYALURAN ILAHI DARI KRISTUS YANG ALMUHIT MENJADI FAKTOR PERTUMBUHAN, KEMATANGAN,
DAN PEMBANGUNAN GEREJA
Garis Besar dan Pembacaan Alkitab
I. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai dasar pembangunan gereja, menunjang dan menyuplai kaum beriman dengan unsur gizi bagi pertumbuhan mereka dalam hayat — 1 Kor. 3:11, 6-7:
A. Tidak hanya sebagai dasar terbangunnya kaum beriman — 1 Kor. 3:12a.
B. Tetapi juga menjadi penyaluran ilahi yang mengubah kaum beriman dalam hayat ilahi, menjadi batu permata untuk pembangunan gereja — 1 Kor. 3:12b.
II. Kristus yang almuhit memperlengkapi kaum beriman dengan penyaluran ilahi Roh yang menyalurkan karunia rohani kepada kaum beriman, menyuplai mereka dengan kapasitas rohani, untuk membangun Tubuh Kristus — 1 Kor. 12:4, 7-11:
A. Bukan hanya berbagian dalam ministri Tuhan dalam membangun Tubuh-Nya berdasarkan karunia-karunia dan fungsi Roh yang menyalurkan — 1 Kor. 12:5.
B. Tetapi juga berbagian dalam operasi yang dengannya Allah merampungkan ekonomi kekal-Nya berdasarkan karunia dan operasi yang sama — 1 Kor. 12:6.
III. Penyaluran ilahi dari Kristus yang almuhit kepada kaum beriman yang mencari Dia dan melayani Dia ketika mereka memandang kemuliaan-Nya, memungkinkan mereka menerima unsur ilahi-Nya dan diubah menjadi gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan — 2 Kor. 3:18:
A. Menyusun mereka menjadi minister-minister Perjanjian Baru untuk membangun Tubuh Kristus — 2 Kor. 3:6.
B. Memungkinkan mereka mengemban ministri Perjanjian Baru yang memiliki gambar mulia Kristus dan yang menyalurkan diri-Nya — 2 Kor. 4:1.
IV. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai harta di dalam kaum beriman saat mereka melayani dan memberitakan Dia — 2 Kor. 4:7a:
A. Menyusun mereka menjadi minister-minister Perjanjian Baru — 2 Kor. 3:6.
B. Memungkinkan mereka dengan kekuatan yang unggul menggenapkan ministri Perjanjian Baru mereka dalam hal memberitakan Injil bagi pembangunan gereja — 2 Kor. 4:7b, 2-4.
V. Kristus yang almuhit adalah penyaluran ilahi sebagai anugerah Allah yang cukup untuk menjadi kekuatan Kristus yang menaungi kaum beriman — 2 Kor. 12:9:
A. Bukan hanya sebagai kekuatan kaum beriman untuk lebih banyak berjerih lelah bagi Allah — 1 Kor. 15:10.
B. Tetapi juga menjadi kenikmatan dan tuaian yang kaya dari jerih lelah kaum beriman bagi Allah — 1 Kor. 15:58.
Dari berita-berita yang lalu kita sudah menerima satu visi bahwa Allah kita memiliki satu ekonomi ilahi yaitu hendak menyalurkan diri-Nya dalam Kristus kepada orang-orang pilihan-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dari saat kita beroleh selamat dan dilahirkan kembali, Kristus yang adalah perwujudan Allah telah disalurkan ke dalam kita menjadi hayat kita, suplai kita, dan segala sesuatu bagi kita, sehingga kita dibenarkan, dikuduskan, dan ditebus. Ini bukanlah etika manusia, filsafat manusia, atau agama manusia. Sebaliknya, ini adalah Allah Tritunggal yang melalui proses dan disalurkan ke dalam kita, dan kemudian diperhidupkan dari diri kita. Kini kita adalah anakanak Allah dan anggota-anggota Kristus. Hari demi hari kita menerima transfusi dari Kristus, dan saat demi saat kita menerima perawatan hayat. Hasilnya, kita bertumbuh dalam hayat Allah, berkoordinasi dan terbangun bersama menjadi satu bejana korporat, yaitu gereja, Tubuh Kristus, bahkan tempat kediaman Allah. Inilah sasaran ekonomi Allah.
Karena alasan ini, setelah kita dilahirkan kembali, kita harus belajar tidak hidup berdasarkan diri sendiri melainkan hidup berdasarkan Kristus, setiap hari menempuh hidup yang mati dan bangkit. Dengan demikian, unsur Allah dapat ditambahkan ke dalam kita hari demi hari, dan perlahan-lahan kita dapat dilepaskan dari diri kita yang alamiah. Ketika kita memperhidupkan Kristus sedemikian, gereja akan ternyata.
Kini kita akan mengambil beberapa ayat yang penting dari Kitab 1 dan 2 Korintus untuk membuktikan bahwa Kristus menjadi hayat kita di batin dan kehidupan kita di lahir untuk membangun gereja-Nya.
PENYALURAN ILAHI SEBAGAI DASAR BAGI PEMBANGUNAN GEREJA
Satu Korintus 3:11 mengatakan, “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” Kristus adalah dasar unik Allah bagi pembangunan gereja. Ia adalah batu dasar yang hidup yang menunjang gereja. Pada saat Ia menunjang gereja, Ia juga menyuplai gereja (1 Kor. 3:6-7). Ia menyuplai keperluan hayat kita di batin, sehingga kita dapat bertumbuh bersandarkan Dia; demikianlah kita semua bersama-sama ditunjang.
Dari 1 Korintus 3 kita dapat melihat pertumbuhan dan pembangunan gereja. Di satu pihak, gereja adalah ladang Allah. Ladang ini akan menghasilkan hayat tumbuh-tumbuhan bila ada penanaman, penyiraman, dan pertumbuhan. Di pihak lain, gereja adalah bangunan Allah, dengan benda-benda berharga seperti emas, perak, dan batu permata sebagai bahan yang tepat bagi pembangunannya. Dari pertumbuhan tanaman ini sampai pembangunan benda-benda berharga, terjadi suatu proses pengubahan. Sebab itu, Kristus bukan hanya dasar bagi pembangunan kaum saleh (1 Kor. 3:12a), Ia pun penyaluran ilahi yang olehnya kaum beriman diubah dalam hayat ilahi menjadi benda-benda berharga bagi gereja (1 Kor. 3:12b). Semakin banyak kita menerima penyaluran Kristus dan bertumbuh dalam hayat Allah, sifat batiniah kita akan semakin banyak diubah oleh unsur Allah menjadi bahan-bahan bagi pembangunan gereja.
MEMPERLENGKAPI KAUM BERIMAN DENGAN PENYALURAN ILAHI
DARI ROH YANG MENYALURKAN KARUNIA ROHANI
Satu Korintus 12:4 mengatakan, “Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh.” Dari sini kita nampak bahwa karunia rohani disalurkan oleh Roh itu. Itulah sebabnya kita harus belajar hidup dalam roh dan bukan dalam diri kita sendiri, agar Roh itu memiliki kedudukan untuk berkembang di dalam kita. Roh yang berkembang ini akan menjadi karunia kita. Sebab itu, ketika Anda menghadiri sidang, saya anjurkan Anda sekalian belajar berdoa dulu. Ini adalah hal yang paling sederhana untuk dilakukan. Kedua, Anda harus belajar bersaksi. Ketiga, Anda harus belajar bertutursabda bagi Tuhan. Jika Anda mau mempraktekkan hal ini dan mau memegang kesempatan untuk berdoa, bersaksi, atau bertutur-sabda dalam sidang, karunia Roh Kudus akan dapat berkembang di dalam diri Anda, dan dengan spontan fungsi Anda akan nyata.
Selama bertahun-tahun, di antara kita sudah sering dibicarakan tentang pelayanan gereja, dan kita sudah mendorong kaum saleh untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Tetapi pelayanan gereja yang kita bicarakan kebanyakan adalah urusan pekerjaan, seperti pelayanan kebersihan, pengaturan balai sidang, menyambut tamu, dan pemberian tumpangan. Hal-hal itu memang penting. Tetapi pelayanan yang sejati dari gereja terletak bukan pada urusan pekerjaan itu, melainkan pada hal-hal rohani. Ketika Anda memperhatikan sidang istimewa ini, Anda memang benar jika berusaha sekuatnya memenuhi keperluan dalam urusan pekerjaan. Tetapi bila Anda menghadiri sidang, Anda harus membebaskan roh Anda, dan Anda harus berdoa dengan kuat, satu per satu. Kesaksian Anda haruslah tepat pada sasaran, dan tutur-sabda Anda harus ada isinya. Jika Anda mempraktekkan hal ini terus-menerus, melatih roh Anda, pikiran Anda, tutur kata Anda, dan keberanian Anda, sidang-sidang akan menjadi kaya. Dengan demikian seluruh gereja akan dapat memasuki pelayanan yang rohani. Hal utama pada pelayanan rohani adalah pemberitaan Injil untuk menyelamatkan orang dosa, merawat anak domba, saling menggembalakan, saling menggenapkan, dan bertutur-sabda bagi Tuhan. Bila semua orang kudus telah diperlengkapi dengan karunia rohani yang disalurkan oleh Roh itu, Injil akan berkembang dengan lebih hebat, dan lebih banyak orang kudus akan terawat, terpelihara, dan terbina, dan sidangsidang akan menjadi lebih hidup dan lebih kaya.
Satu Korintus 12 memperlihatkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala dari Tubuh-Nya, memperlengkapi dan menyuplai setiap anggota-Nya dengan Roh yang menyalurkan karunia rohani, agar mereka tidak hanya dapat berbagian dalam ministri Tuhan, yaitu membangun Tubuh Kristus (1 Kor. 12:5), dengan karunia dan kapasitas Roh yang menyalurkan, tetapi dengan karunia dan fungsi yang sama, juga dapat berbagian dalam operasi untuk perampungan ekonomi kekal-Nya (1 Kor. 12:6), untuk pembangunan Tubuh Kristus. Karena itu, kita harus terus-menerus menerima penyaluran Roh itu di dalam kita dan menuruti operasi Roh itu, sehingga karunia Roh itu dapat berkembang di dalam kita. Dengan demikian, fungsi rohani akan nyata, dan kita akan ada bagian dalam ministri pembangunan gereja.
Jadi, kita dapat melihat bahwa hari ini, masalahnya bukan menantikan Allah atau menantikan Roh, melainkan Kristus, Roh itu, yang menyalurkan karunia rohani, yang menantikan kita. Sebab itu, dalam sidang atau di luar sidang, kita harus bergerak bersama Roh itu ketika Ia mengalir di dalam kita. Jika demikian, kita semua tidak hanya dapat melayani dalam sidang, tetapi kita juga akan penuh dengan pelayanan rohani di luar sidang.
PENYALURAN ILAHI KEPADA KAUM BERIMAN
YANG MENCARI DIA DAN MELAYANI DIA,
KETIKA MEREKA MEMANDANG KEMULIAAN-NYA
Dua Korintus 3:18 mengatakan, “Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Ketika kita memandang kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung, Tuhan juga akan menyingkapkan diri-Nya dan akan mentransfusi kita dengan apa adanya Dia. Kita semua memiliki pengalaman semacam ini. Khususnya di pagi hari, ketika kita membuka diri kita kepada Tuhan dan bersekutu dengan Dia bertatapan muka, kekayaan Tuhan akan disalurkan ke dalam kita, dan kita akan diubah sedikit demi sedikit menjadi serupa dengan gambar-Nya yang mulia. Dengan demikian, kita akan disusun menjadi minister Perjanjian Baru bagi pembangunan Tubuh Kristus (2 Kor. 3:6). Kita akan mampu membantu orang lain beroleh selamat dan membantu mereka bertumbuh dan disempurnakan. Kita juga akan dapat memiliki ministri Perjanjian Baru yang mengandung gambar mulia Kristus dan yang menyalurkan Kristus (2 Kor. 4:1).
Ketika kita sedikit demi sedikit disusun menjadi minister-minister Perjanjian Baru, kita akan dapat mengemban ministri Perjanjian Baru. Hanya dengan demikianlah kita dapat membawa kenalan kita percaya kepada Tuhan dan beroleh selamat. Hanya dengan demikianlah kita dapat merawat orang beriman yang baru beroleh selamat, mengajar, dan memperlengkapi kaum saleh satu demi satu. Demikian, kita akan menjadi orang yang mengemban ministri Perjanjian Baru. Di antara kita, jika orang yang demikian semakin banyak, keadaan gereja akan banyak berubah. Kita tidak hanya perlu memiliki pelayanan rohani dalam sidang-sidang, tetapi kita juga harus memiliki pelayanan rohani di mana saja dan di setiap tempat dalam hidup kita sehari-hari di luar sidang. Bagi kita, bekerja hanyalah untuk mempertahankan hidup. Profesi kita yang sejati adalah melayani Tuhan. Kesempatan untuk melayani dalam sidang sangatlah terbatas. Tetapi dalam hidup sehari-hari, banyak kesempatan bagi kita untuk menyalurkan Kristus kepada orang lain.
PENYALURAN ILAHI SEBAGAI HARTA DI DALAM KAUM BERIMAN
YANG MELAYANI DAN MEMBERITAKAN DIA
Dua Korintus 4:7 mengatakan, “Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Harta di sini adalah Kristus yang mulia yang adalah perwujudan Allah menjadi hayat kita dan segala sesuatu kita. Ia hidup di dalam kita, kaum beriman, dan Ia penuh dengan operasi. Ia menyuplai kita terus-menerus dengan kekuatan yang unggul melalui penyaluran-Nya, menyusun kita, bejana yang tidak berharga dan lemah, menjadi minister-minister Perjanjian Baru (2 Kor. 3:6), sehingga kita dapat menunaikan ministri Perjanjian Baru kita, yaitu pemberitaan Injil untuk pembangunan gereja (2 Kor. 4:7b, 2-4).
PENYALURAN ILAHI SEBAGAI ANUGERAH ALLAH YANG CUKUP
Dua Korintus 12:9a mengatakan, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku, ‘Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’” Anugerah di sini adalah Kristus sendiri yang sudah melalui kematian dan kebangkitan, disalurkan ke dalam kita dalam kebangkitan, dan menjadi suplai kita dan kenikmatan kita. Oleh anugerah inilah Paulus lebih berjerih lelah daripada rasulrasul yang lain. Ia paling berjerih lelah bagi Allah, tetapi ia berkata bahwa bukan dia, melainkan anugerah Allah yang ada bersamanya (1 Kor. 15:10). Sebab itu, bagi hidup dan pelayanan dalam gereja, setiap hari kita perlu berkontak dan bersekutu dengan Kristus sebagai anugerah Allah, agar kekayaan-Nya dapat terus-menerus disalurkan ke dalam kita sebagai anugerah yang kita nikmati. Dengan demikian, kita akan memiliki kekuatan Kristus yang menaungi kita; kita dapat lebih berjerih lelah bagi Allah dan dapat melakukan apa yang Tuhan kehendaki kita lakukan. Pada akhirnya, Kristus yang almuhit akan menjadi kenikmatan kita yang kaya dalam jerih lelah kita bagi Allah, dan kita akan menuai tuaian yang berlimpah (1 Kor. 15:58), yaitu penggenapan kaum saleh dan pembangunan gereja.