← Daftar isi Keluaran (6) · bab 8/17

TABUT KESAKSIAN (4)

Pembacaan Alkitab: Kel. 25:17-22

Dalam mempelajari Kemah Suci dan perabotannya, kita tidak hanya ingin mengetahui lambang-lambang tersebut dalam cara yang doktrinal, bahkan menerapkan lambang-lambang tersebut pada pengalaman rohani kita. Dalam berita ini dan dua berita selanjutnya, saya berbeban untuk membicarakan perkataan lebih lanjut mengenai tutup pendamaian. Kita telah melihat bahwa tutup pendamaian menandakan Kristus sebagai tutup hukum Allah yang adil, juga adalah tempat Allah berbicara kepada umat tebusan-Nya dalam anugerah. Tutup pendamaian ini dibuat dari emas murni yang menandakan sifat ilahi Kristus, dan ukurannya menandakan suatu kesaksian. Lagi pula kedua kerub emas yang ada di atas tutup pendamaian menandakan kemuliaan Allah, dan menunjukkan bahwa kemuliaan Allah terpancar dari Kristus sebagai tutup pendamaian untuk menjadi suatu kesaksian. Dalam berita sebelumnya, kita telah menekankan fakta bahwa Allah bertemu dan berbicara dengan umat tebusan-Nya di dalam Kristus Sang pendamai. Ia berbicara kepada mereka dari antara kedua kerub, menunjukkan bahwa Ia berbicara kepada umat-Nya dari kemuliaan yang diekspresikan di dalam Kristus Sang pendamai sebagai kesaksian-Nya.

KRISTUS YANG TINGGAL DI DALAM ROH KITA

Kita telah menunjukkan bahwa tabut kesaksian berada pada bagian yang paling dalam dari Kemah Suci. Kemah Suci dikelilingi oleh pelataran luar. Bagian dalam Kemah Suci terbagi atas dua bagian tempat kudus dan tempat maha kudus. Tempat maha kudus boleh disamakan dengan bagian kita yang paling dalam, yaitu roh kita. Tempat maha kudus ialah bagian yang paling dalam dari Kemah Suci, dan pada bagian yang paling dalam inilah tabut perjanjian menduduki tempat inti.

Sebagaimana diri kita terdiri atas tiga bagian, yaitu tubuh, jiwa, dan roh, demikian pula Kemah Suci dan termasuk pelataran luarnya terdiri atas tiga bagian. Pelataran luar sepadan dengan tubuh kita, tempat kudus sepadan dengan jiwa kita, dan tempat maha kudus sepadan dengan roh kita. Tabut kesaksian dalam tempat maha kudus menandakan Kristus yang tinggal di dalam roh kita. Kristus, yaitu Dia yang telah bangkit, hidup sebagai Roh di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali. Sebenarnya, berita ini bukan merupakan penjelasan yang rinci mengenai tutup pendamaian. Sebaliknya berita ini merupakan penjelasan tentang Kristus yang hidup di dalam roh kita.

Mungkin Anda hafal tentang perkataan Paulus, “Tuhan menyertai rohmu” (2Tim. 4:22), dan boleh jadi Anda memiliki beberapa pengalaman atas Kristus yang tinggal di dalam Anda. Tetapi tahukah Anda, Kristus macam apa yang tinggal di dalam Anda? Ia menakjubkan dan almuhit. Namun jika kita tidak pernah memperoleh terang mengenai tabut kesaksian dan tidak memiliki visi tentang tabut kesaksian sebagai lambang Kristus beserta maknanya bagi pengalaman kita, kita tidak akan memiliki pengenalan yang penuh akan Kristus yang tinggal di dalam roh kita. Boleh jadi kita tahu istilah dan ayat-ayat yang berbicara tentang Kristus yang tinggal di dalam kita, tetapi kita tidak tahu apa dan Kristus macam apa yang tinggal di dalam roh kita itu. Jika kita mau mengenal Kristus ini, kita memerlukan visi tentang tabut kesaksian. Khususnya kita perlu memperoleh terang mengenai tutup pendamaian.

KESAKSIAN ALLAH

Tabut ialah suatu kotak yang berbentuk seperti meja (mimbar) yang tegak. Kita telah melihat bahwa tabut melambangkan Kristus. Kristus yang tinggal dalam roh kita ialah tabut, dan tabut ini adalah meja yang tegak. Dalam Alkitab, benda apa pun yang berdiri tegak menunjukkan suatu kesaksian. Berdiri tegak berarti memberikan kesaksian. Sebagai tabut, Kristus adalah kesaksian Allah. Ia tegak sebagai kesaksian Allah di dalam roh kita dan di dalam alam semesta ini.

Karena tabut adalah sebuah kotak, yaitu sebuah wadah, maka tabut memiliki isi yang khusus. Keluaran 25:21 mengatakan, “. . . dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum (kesaksian) yang akan Kuberikan kepadamu.” Kesaksian ini, yaitu loh hukum, boleh dianggap sebagai potret, gambar Allah. Karena itu, isi Kristus sebagai tabut ialah hukum Taurat sebagai gambar, potret, definisi tentang Allah. Selanjutnya, buli-buli emas berisi manna dan tongkat Harun yang bertunas juga diletakkan di dalam tabut.

ALLAH-MANUSIA

Kita telah melihat bahwa tabut perjanjian dibuat dari kayu penaga yang dilapisi emas. Kayu penaga dan emas melambangkan dua sifat Kristus: emas melambangkan sifat ilahi-Nya, sedangkan kayu penaga melambangkan sifat insani-Nya. Baik bagian dalam maupun bagian luar tabut dilapisi dengan emas. Ini menunjukkan bahwa Kristus itu ilahi, Ia adalah Allah. Namun, Ia bukan hanya Allah, juga manusia. Karena itu, Kristus adalah Allah-manusia. Tabut “emas-kayu” melambangkan Kristus sebagai Allah-manusia.

Membantah kebenaran bahwa Kristus adalah manusia-Allah menunjukkan kebutaan dan kebodohan. Beberapa penentang kita rupa-rupanya hanya memperhatikan emas tabut perjanjian, yaitu keilahian Kristus. Mereka kurang memperhatikan fakta bahwa tabut perjanjian dibuat dari kayu penaga yang dilapisi emas, yaitu fakta bahwa Kristus adalah benar-benar Allah-manusia. Kita semua tentu percaya bahwa Kristus itu Allah. Tetapi kita juga menyadari bahwa sebagaimana tabut perjanjian dibuat dari kayu penaga yang dilapisi emas, demikian pula Kristus memiliki sifat insani di dalam sifat ilahi-Nya.

Dalam tahun-tahun mendatang akan lebih banyak orang beriman yang mengerti bahwa sebagai Dia yang dilambangkan dengan tabut perjanjian yang dilapisi dengan emas, Kristus ialah Allah-manusia. Kebenaran akan diberitakan, dan kebenaran ini akan meyakinkan, menaklukkan, dan menerangi. Puji Tuhan atas hal ini.

Sebagai Allah-manusia, yaitu Dia yang memiliki sifat ilahi dan insani, Kristus adalah Sang pencipta pun ciptaan. Beberapa tahun yang lalu, orang-orang yang menentang kebenaran ini mengatakan, “Kristus kita adalah Sang pencipta Ia bukan ciptaan.” Alangkah butanya! Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus adalah yang sulung dari segala yang diciptakan (Kol. 1:15). Karena Kristus itu almuhit, maka Ia adalah yang utama dari segala ciptaan, dan Ia adalah Pencipta segala sesuatu. Jika Kristus hanyalah Allah dan bukan manusia, yaitu hanya sebagai Sang pencipta dan bukan ciptaan, Ia tidak almuhit dan bukan sebagai realitas segala sesuatu yang positif dalam alam semesta ini.

Akhirnya, baik pada zaman ini maupun pada zaman yang akan datang, para penentang hari ini akan percaya bahwa Kristus itu almuhit (meliputi segala sesuatu). Dalam kekekalan kita semua akan tahu bahwa Kristus adalah Allah juga manusia, Sang pencipta dan ciptaan, karena Ia adalah tabut yang dibuat dari kayu penaga yang dilapisi emas.

BAGIAN TERTINGGI DARI KRISTUS

Bagian yang terpenting dari tabut kesaksian ialah tutup-nya. Banyak bangunan kuno yang memiliki sesuatu yang disebut dengan puncak bangunan. Tutup pendamaian tabut menandakan bagian yang tertinggi dari Kristus. Kata “tutup” di sini dalam bahasa Ibraninya berarti tudung. Tetapi banyak penerjemah yang tidak menganggap kata tudung sebagai terjemahan yang memadai, karena mereka menyadari bahwa makna tutup ini tidaklah sederhana. Sebagai contoh, di atas tutup tabut terdapat dua kerub. Meskipun tidak ada orang yang dapat menggambarkan kerub-kerub tersebut, namun kita tahu bahwa kerub-kerub tersebut memiliki wajah, mata, dan sayap. Keluaran 25:20 mengatakan, “Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.” Kerub dibuat pada kedua ujung tutup pendamaian, dan sayap-sayapnya menudungi keseluruhan tutup pendamaian. Kerub dibuat dari emas tempaan, menandakan bahwa kemuliaan ilahi Kristus terekspresi melalui penderitaan. Berdasarkan Alkitab, kerub-kerub ini menandakan kemuliaan Allah. Di mana saja kerub berada, di situ kemuliaan Allah berada. Jadi, gambaran mengenai tutup pendamaian dengan kerub, menyatakan bahwa kemuliaan Allah yang diwakili oleh kerub, berada pada diri Kristus.

Ayat-ayat yang sedemikian ini perlu diterjemahkan dengan tepat, baru bisa memperoleh pengertian yang memadai. Tetapi menerjemahkan Alkitab itu tidak mudah. Janganlah beranggapan bahwa seseorang yang telah memiliki pengetahuan bahasa tingkat sarjana yang berhubungan dengan Alkitab pasti memenuhi syarat untuk menerjemahkan Alkitab dengan tepat. Untuk menerjemahkan Alkitab dengan tepat, kita harus mengetahui seluruh kebenaran Alkitab dan memiliki pengalaman di dalam Tuhan.

Berdasarkan kebenaran Alkitab, darah dipercikkan ke atas tutup pendamaian pada tabut. Darah ini berasal dari kurban yang dipersembahkan di atas mezbah tembaga pada pelataran luar, yaitu kurban untuk mengadakan perdamaian antara orang dosa dengan Allah. Darah dari kurban-kurban ini dibawa ke dalam tempat maha kudus, dan dipercikkan tujuh kali ke atas tutup pendamaian. Tidak disangsikan lagi, setidak-tidaknya sebagian besar dari tutup tersebut tertutup oleh darah. Dengan demikian tabut menjadi tempat pendamaian antara Allah dengan manusia.

Dalam berita sebelumnya telah kita tunjukkan bahwa tabut kesaksian memiliki bingkai emas. Versi King James menggunakan kata “mahkota”, yang menunjukkan bahwa tutup tabut kesaksian adalah sebuah mahkota. Ini menandakan bahwa Kristus yang dilambangkan sebagai tabut, mengenakan mahkota. Mahkota selalu terletak di atas kepala seseorang, dan dikenakan sebagai topi atau tutup yang khusus.

Ketika kita berusaha untuk memahami makna tabut kesaksian terhadap pengalaman rohani kita, kita tidak seharusnya mengandalkan kemampuan pikiran alamiah kita. Mengandalkan kemampuan pikiran alamiah kita sama seperti seekor lembu yang mendengarkan musik yang indah: suara musik dapat didengar, tetapi tidak dapat dipahami atau diapresiasi. Bertahun-tahun yang lalu, adakalanya, saya seperti seekor lembu yang mendengarkan berita. Meskipun setahun kemudian saya masih dapat menceritakan semua butir dari suatu berita, tetapi saya tidak memahami “musik” tersebut dan tidak mengapresiasinya. Saya tidak memiliki visi rohani yang sejati, dan saya kekurangan terang Tuhan. Namun karena belas kasihan Tuhan, situasi saya hari ini sangatlah berbeda. Sekarang saya bisa mengapresiasi “musik” yang saya dengar dari firman Tuhan. Saya harap lebih banyak orang beriman yang juga bisa mengekspresi musik ini. Mengenai tabut perjanjian, kita memerlukan terang dari Tuhan. Khususnya, kita memerlukan terang mengenai tutup pendamaian, kerub, bingkai, dan pemercikan darah pada tutup pendamaian.

Keluaran 25:22 mengatakan, “Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.” Ayat ini menunjukkan bahwa Allah dapat bertemu dan berbicara dengan manusia dari antara kedua kerub yang ada di atas tabut. Apakah Anda memiliki keberanian untuk memasuki tempat maha kudus, berdiri di hadapan tabut perjanjian, dan berhadapan muka dengan Allah? Meskipun telah bertahun-tahun saya mengetahui anugerah Allah, namun saya belum memiliki keberanian yang sedemikian.

GAMBARAN MENGENAI ALLAH YANG BERTEMU DENGAN MANUSIA

Pada butir ini, kita perlu secara rinci memperhatikan gambaran mengenai tabut perjanjian. Allah berada di antara kedua kerub, siap untuk bertemu dengan manusia. Tempat maha kudus, yang di dalamnya terdapat tabut kesaksian, adalah ruangan yang sangat terbatas, hanya sepuluh hasta persegi luasnya. Di bawah kemuliaan dan di dalam kemuliaan, Allah bertemu dan berbicara dengan manusia. Dalam berita sebelumnya telah kita katakan bahwa Allah selalu bertemu dan berbicara dengan kita dalam kemuliaan. Berdasarkan gambaran dalam Perjanjian Lama, Allah berada di tengah-tengah kemuliaan kerub, dan di bawah kaki-Nya terdapat tutup pendamaian yang telah diperciki dengan darah. Di sini kita memiliki gambaran mengenai Allah bertemu dengan manusia. Sekarang kita harus melihat bahwa gambaran ini menandakan keseluruhan Kristus. Kristus bukan hanya tabut itu, tetapi juga puncak, tutup tabut perjanjian. Inilah Kristus yang berada dalam roh kita. Tetapi, sedikit sekali di antara kita yang menyadari bahwa Kristus yang tinggal di dalam roh kita adalah Dia yang sedemikian.

Kita memerlukan bahasa yang baru untuk menjelaskan Kristus yang hidup di dalam kita. Kristus ini ialah tabut yang tegak sebagai suatu kesaksian dan wadah. Isi Kristus sebagai tabut ialah hukum Allah sebagai definisi, penjelasan, dan gambaran Allah. Lagi pula, Kristus memiliki dua sifat, yakni sifat ilahi dan insani. Ia juga memiliki bagian yang paling tinggi, yang ditunjukkan dengan tutup tabut kesaksian, yaitu tutup pendamaian. Pada ujung-ujung tutup pendamaian terdapat kerub yang berhubungan dengan kemuliaan Allah. Semua ini menggambarkan Kristus yang tinggal di dalam roh kita.

DARAH DI ATAS TUTUP PENDAMAIAN

Darah yang dipercikkan di atas tutup pendamaian berasal dari hewan kurban. Meskipun hewan kurban disembelih di atas mezbah yang ada di pelataran luar, namun darahnya dibawa ke dalam tempat maha kudus dan dipercikkan di atas tabut kesaksian. Ini menunjukkan bahwa keefektifan darah kurban tidak hanya pada mezbah yang ada di pelataran luar, tetapi juga pada tabut kesaksian di tempat maha kudus. Namun sebagian besar orang Kristen hari ini memandang darah tersebut terbatas pada darah yang ditumpahkan di atas salib. Banyak kidung yang mengatakan tentang darah salib. Dalam hidup kekristenan mereka, boleh jadi mereka menghabiskan seluruh waktu mereka pada salib, yaitu mezbah. Mungkin ada juga orang-orang yang menghabiskan seluruh kehidupan kekristenan mereka dengan membuat lingkaran yang mengelilingi salib. Sedikit sekali orang Kristen yang masuk ke dalam tempat maha kudus.

Perhatikan pengalaman Anda yang lampau. Ketika Anda berada di denominasi, pernahkah Anda masuk ke dalam tempat maha kudus? Bukankah Anda menghabiskan sebagian besar dari waktu Anda hanya pada salib saja? Bukankah Anda hanya menyanyikan kidung yang menekankan darah di atas mezbah saja? Darah yang ditumpahkan di Golgota telah dibawa ke tempat ruang maha kudus dan dipercikkan ke atas tutup pendamaian. Berdasarkan Perjanjian Lama, darah yang ditumpahkan di atas mezbah pertama-tama dipercikkan pada mezbah. Ini menandakan penggenapan penebusan. Kemudian setelah penebusan atau pendamaian digenapkan, darah ini dibawa ke dalam tempat maha kudus dan dipercikkan ke atas tutup tabut perjanjian. Ini memungkinkan Allah bertemu dengan manusia dan berbicara kepada mereka dari antara kedua kerub. Saat Allah datang untuk bertemu dengan kita, tempat berpijak-Nya ialah darah penebusan. Karena darah telah dipercikkan ke atas tutup pendamaian dan karena tempat berpijak Allah ialah darah, maka Allah dapat bertemu dengan kita di tengah-tengah pancaran kemuliaan-Nya. Semua ini berhubungan dengan Kristus yang hidup di dalam kita.

Sekarang kita telah memiliki Kristus yang ajaib dan tinggal di dalam roh kita. Tetapi karena kebutaan dan kebodohan kita, tidak banyak di antara kita yang memiliki pengetahuan yang cukup akan Kristus. Banyak orang Kristen yang sama sekali tidak mengetahui bahwa Kristus yang hidup di dalam kita adalah Dia yang digambarkan dengan tabut perjanjian beserta tutup pendamaian. Tetapi, kita tidak boleh merasa puas hanya karena mendengar Kristus yang sedemikian ini dan mengenal-Nya secara doktrinal. Kita harus mengalami-Nya secara terus-menerus.