← Daftar isi Latar Belakang dan Posisi Kitab ini · bab 15/23

KRISTUS DI DALAM KAMU ADALAH PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN

Pembacaan Alkitab:

Kol. 1:26-27, 12, 15, 18-19; 2:2, 9, 16-17; 3:11; Yoh. 14:17, 20;

1 Kor. 15:45b; Flp. 1:19; 2 Tim. 4:22; 1 Kor. 6:17; Kol. 3:4; Ef. 3:17a;

Rm. 8:23; Flp. 3:21; 2 Tes. 1:10a

Dalam berita terdahulu kita telah nampak Kristus adalah rahasia ekonomi Allah. Dalam berita ini kita akan maju melihat bahwa Kristus di dalam kita adalah pengharapan akan kemuliaan. Supaya aspek Kristus ini memberi kesan, kita perlu memperhatikan sejumlah butir penting tentang Kristus yang dibahas dalam Kitab Kolose.

I. KRISTUS, BAGIAN ORANG-ORANG KUDUS

Kristus adalah bagian orang-orang kudus. Kolose 1:12 mengatakan, “Dan mengucap syukur dengan sukacita kepa-da Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam terang.” Inilah aspek pertama dari Kristus yang di-sajikan dalam Surat Kiriman ini. Kata bagian menunjuk-kan Kristus sebagai sebidang tanah orang-orang kudus di tanah permai yang berlimpah-limpah dengan susu dan ma-du. Kristus yang berhuni di batin kita adalah tanah permai yang sedemikian. Dia adalah Kristus yang almuhit bagi ke-nikmatan kita.

II. KRISTUS, GAMBAR ALLAH

YANG TIDAK KELIHATAN

Menurut Kolose 1:15, Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Ini berarti Kristus adalah ekspresi Allah. Walaupun Allah tidak kelihatan, Ia telah diekspresi-kan di dalam Kristus. Kristus yang adalah tanah permai kita juga adalah gambar Allah Tritunggal, ekspresi-Nya. Sebagai ekspresi Allah, Kristus adalah gambar Allah.

III. KRISTUS, YANG SULUNG

DARI SEGALA YANG DICIPTAKAN

Kolose 1:15 juga mengatakan bahwa Kristus adalah “yang sulung, dari segala yang diciptakan” (Tl.). Allah yang tidak kelihatan telah diekspresikan dalam ciptaan-Nya. Roma

1:20 mengatakan, “Sebab sifat-sifat-Nya yang tidak tampak, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak dan dipahami dari karya-Nya sejak dunia dicipta-kan, . . .” Allah terekspresi melalui ciptaan-Nya, dan Kristus adalah yang sulung dari segala yang diciptakan. Karena itu, Kristus adalah sarana yang olehnya Allah mengeks-presikan diri-Nya sendiri. Fakta bahwa gambar Allah dan yang sulung dari segala yang diciptakan ini disebut dalam ayat yang sama menunjukkan bahwa gambar Allah ber-kaitan dengan penciptaan. Hal ini dengan jelas menunjuk-kan bahwa sebagai yang sulung dari segala yang diciptakan Allah, Kristus adalah gambar Allah, ekspresi-Nya.

IV. KRISTUS, YANG SULUNG, YANG PERTAMA

BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

Ciptaan Allah ada dua: ciptaan lama dan ciptaan baru. Orang yang tidak percaya hanya mengetahui ciptaan yang pertama, yaitu penciptaan alam semesta. Tetapi, menurut Alkitab, Allah juga memiliki satu ciptaan baru, yakni ge-reja. Kristus adalah yang sulung bukan hanya dari ciptaan lama, juga dari ciptaan baru. Sebagai yang sulung dari kedua ciptaan, Kristus adalah ekspresi Allah.

Kolose 1:15-20 terpaut erat sekali dan mengekspresikan satu pemikiran yang lengkap. Dalam ayat 15 dan 16 kita nampak bahwa Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala yang diciptakan, sebab segala sesuatu diciptakan di dalam Dia. Dalam bahasa asli-nya, ayat-ayat 17-18 dimulai dengan kata penghubung “dan”. Terakhir, dalam ayat 19, Paulus memberikan kesimpulan dari jalur pemikiran ini, yaitu: “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan tinggal di dalam Dia.”

Paulus memakai kata “seluruh” dalam frase “seluruh kepenuhan”, menunjukkan bahwa baik kepenuhan dalam ciptaan lama maupun ciptaan baru tinggal di dalam Kristus. Kita telah menunjukkan bahwa kepenuhan sama dengan gambar dan ekspresi. Menurut pemakaian Perjanjian Baru, kepenuhan juga menunjukkan Tubuh Kristus. Dalam Efesus 1:23 Paulus mengatakan bahwa gereja adalah Tubuh Kristus, “kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesua-tu.” Tubuh Kristus adalah kepenuhan, kepenuhan adalah ekspresi, dan ekspresi adalah gambar. Jika kita ingin me-mahami Kolose 1:15-20, kita harus nampak bahwa “gambar” dalam ayat 15 menunjukkan “kepenuhan” sebagai ekspresi dalam ayat 19. Karena itu, gambar Allah adalah ekspresi Allah, dan ekspresi ini adalah kepenuhan Allah. Kepenuh-an Allah tertampak dalam ciptaan lama, karena Kristus adalah yang sulung dari segala yang diciptakan; kepenuhan Allah juga tertampak dalam ciptaan baru, karena Kristus adalah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati. Sebab itu, ayat 19 mengatakan tentang seluruh kepenuhan. Seluruh kepenuhan itu berkenan tinggal di da-lam Kristus yang almuhit.

Jika kita memiliki pandangan rohani yang tepat, kita akan nampak Kristus ketika kita melihat alam semesta. Demikian pula, ketika kita memikirkan gereja, kita juga akan nampak Kristus. Baik dalam alam semesta maupun dalam gereja ada kepenuhan Allah, ekspresi-Nya. Ekspresi ini adalah Kristus yang sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan.

Setiap orang yang berpikiran menyadari bahwa dalam alam semesta ada beberapa jenis ekspresi. Semakin kita memikirkan alam semesta, kita akan semakin merasa bah-wa alam semesta adalah ekspresi dari sesuatu “barang”. Menurut Kitab Kolose, alam semesta adalah ekspresi kepe-nuhan Allah yang tidak kelihatan. Dalam prinsip yang sama, ketika kita melihat hidup gereja yang wajar, kita juga merasa adanya suatu ekspresi tertentu. Ekspresi ini juga adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Gambar ini adalah Kristus. Karena Kristus adalah yang sulung dari ciptaan lama dan ciptaan baru, Dia adalah ekspresi Allah yang tidak kelihatan.

V. KRISTUS, SELURUH KEPENUHAN

BERKENAN TINGGAL DI DALAM DIA

Kolose 1:19 mengatakan seluruh kepenuhan Allah ber-kenan tinggal di dalam Kristus. Pemikiran ini digemakan dalam 2:9, di mana Paulus berkata, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an”(Tl.). Kepenuhan dalam ciptaan lama dan ciptaan baru tinggal di dalam Kristus. Kepenuhan ini tidak ditujukan kepada kekayaan Allah, melainkan ekspresi kekayaan itu. Ekspresi kekayaan Allah tinggal di dalam Kristus.

Banyak orang Kristen yang membicarakan berhuninya Kristus di batin tanpa menyadari bahwa Kristus yang ber-huni di batin mereka adalah Sang almuhit. Jika ada orang bertanya Kristus yang macam apakah yang hidup di dalam mereka, mereka hanya mengatakan mengenai Kristus yang menjadi Juruselamat dan Penebus. Sudah tentu ini tidak salah, tetapi ini sangat tidak memadai. Ketika Paulus ber-kata, “Kristus ada di dalam kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan” (1:27 Tl.), yang dimaksud adalah Kristus yang sangat kaya, yaitu Kristus yang adalah tanah permai kita, ekspresi Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari ciptaan lama dan ciptaan baru, dan Dia yang di dalam-Nya seluruh kepenuhan berkenan diam. Bahkan semua istilah ini tidak bisa melukiskan segala apa adanya Kristus sampai habis. Kristus yang mencakup selu-ruh aspek inilah yang diam di dalam kita, yang menjadi pengharapan kita akan kemuliaan.

VI. KRISTUS, RAHASIA EKONOMI ALLAH

Banyak orang Kristen, bahkan pendeta-pendeta dan pelayan-pelayan Kristen tidak mengenal apa itu rahasia ekonomi Allah. Bahkan ada yang tidak mengenal istilah ini. Rahasia ekonomi Allah ialah Kristus. Kristus yang berhuni di batin kita adalah rahasia ekonomi ini, satu ekonomi yang mencakup pemerintahan Allah dalam alam semesta. Alangkah dalamnya! Allah mempunyai satu ekonomi yang universal, dan pusat, titik fokus ekonomi ini ialah Kristus. Tidak hanya demikian, ekonomi ini abstrak, dalam, dan misterius. Rahasia ekonomi alam semesta ini, unsurnya yang tak terlukiskan, ialah Kristus. Orang-orang Kolose sangat bodoh sekali karena mereka beralih dari Kristus yang sedemikian kepada aliran Gnostik, aliran mistik, dan pertapaan. Untuk apa filsafat bagi mereka kalau mereka telah memiliki Kristus yang adalah rahasia ekonomi Allah yang universal? Betapa pentingnya kita memahami bahwa Kristus yang adalah rahasia ekonomi Allah ini telah tinggal di dalam kita!

VII. KRISTUS, RAHASIA ALLAH

Dalam Kolose 2:2 Paulus mengatakan, “Sehingga mere-ka memperoleh . . . pengenalan penuh akan rahasia Allah, yaitu Kristus” (Tl.). Sebagai rahasia Allah, Kristus adalah perwujudan Allah juga Roh pemberi-hayat. Walaupun kita mudah membicarakan banyak hal, tetapi tidak mudah mem-bicarakan Kristus sebagai rahasia Allah. Mengenai hal ini, pikiran kita ibarat sebuah batu marmer yang tidak dapat menyerap cairan. Walaupun kita dapat mendengar berita demi berita tentang Kristus sebagai rahasia Allah, tetapi kita mungkin tidak dapat memahami hal-hal yang kita de-ngar. Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu dengan seorang saudara yang senang menyebut-nyebut ungkapan “Kristus di dalamku adalah pengharapan akan kemuliaan”. Tetapi, saudara ini sedikit sekali pengenalannya akan Kristus. Walau ia senang membicarakan Kristus yang ber-huni di batin, tetapi ia tidak benar-benar mengenal Kristus dalam aspek ini. Ia tidak memahami bahwa Kristus yang hidup di dalamnya adalah rahasia Allah.

VIII. KRISTUS, REALITAS

SEMUA HAL YANG POSITIF

Kolose 2:16-17 mengatakan, “Karena itu, jangan biar-kan orang menghakimi kamu mengenai makanan dan mi-numan atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang ha-rus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus.” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Kristus adalah realitas segala hal yang positif. Dia adalah matahari, udara, air, makanan, bunga-bunga, dan pepohonan yang sejati. Jika dibanding-kan dengan Kristus, berbagai pohon akan menjadi bayang-an belaka. Dialah pohon apel, pohon ara, pohon zaitun, po-hon delima, dan pohon anggur yang sejati. Dia sebenarnya adalah pohon hayat. Dia juga realitas dari semua orang yang positif dalam Perjanjian Lama. Sebagai contoh, Dia adalah Salomo dan Yunus yang lebih besar (Mat. 12:41-42).

Dalam Surat Kiriman ini, Paulus memberi tahu orang-orang Kolose bahwa mereka telah tersesat dengan beralih dari Kristus yang almuhit kepada filsafat, tata cara, dan pemujaan terhadap malaikat. Mengapa mereka tunduk ke-pada peraturan-peraturan tentang makanan, minuman, ha-ri-hari raya, bulan baru, dan hari Sabat? Padahal semua-nya itu adalah bayangan dari hal-hal rohani di dalam Kristus. Orang-orang Kolose tidak perlu kembali kepada hal-hal itu karena mereka telah memiliki Kristus, dan Kristus adalah segala sesuatu.

IX. KRISTUS, UNSUR PENYUSUN MANUSIA BARU

Dalam Kolose 3:10-11 Paulus membicarakan manusia baru, “ . . . dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Ini menunjukkan bahwa Kristus merupakan unsur penyu-sun manusia baru. Manusia baru tersusun dengan Kristus sebagai esens dan unsurnya. Orang-orang Kolose tidak perlu diduduki oleh perbedaan sifat atau budaya di antara berba-gai macam manusia. Dalam manusia baru hanya ada tem-pat bagi Kristus. Karena Kristus adalah semua dan di da-lam segala sesuatu dalam manusia baru, maka tidak ada tempat sedikit pun bagi manusia alamiah. Kristus adalah setiap anggota, dan Dia berada di dalam setiap anggota. Kristus yang berhuni di batin kita adalah suatu unsur penyusun dari manusia baru yang sedemikian.

X. KRISTUS DI DALAM KAMU

Alangkah ajaibnya Kristus yang kita miliki di batin kita! Kristus yang berhuni di batin kita memiliki seluruh aspek yang tercakup dalam berita ini. Dia adalah bagian orang-orang kudus, gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari semua ciptaan, yang pertama bangkit dari antara orang mati, yang di dalam-Nya berdiam kepe-nuhan Allah, rahasia ekonomi Allah, rahasia Allah, realitas segala hal yang positif, dan unsur penyusun manusia baru. Walaupun seluruh aspek Kristus ini telah diwahyukan dalam Kitab Kolose, tetapi kita tidak banyak melihat semua itu, karena semua itu tidak sesuai dengan konsepsi alamiah kita. Yang sesuai dengan konsepsi kita ialah ajaran Paulus tentang istri tunduk kepada suami, dan suami mengasihi istri. Sebenarnya, tanpa membaca Alkitab pun, kita sudah memiliki konsepsi ini. Jangan menerima perkataan Paulus dalam Kitab Kolose ini secara biasa, tetapi kita harus ber-usaha keras memasuki kitab ini agar seluruh aspek Kristus ini tersingkap bagi diri kita. Lalu kita perlu memuji Tuhan dan menyembah Dia berdasarkan aspek-aspek ini. Kita ha-rus berkata, “Tuhan, aku menyembah-Mu, karena Engkau adalah bagian orang-orang kudus. Aku memuji-Mu, karena Engkau adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.” Betapa indahnya menyembah Tuhan dengan cara demikian!

Jika kita mengenal Kristus dalam segala aspek ini, puji-pujian yang kita persembahkan dalam sidang perjamuan Tuhan akan dipertinggi. Saya pernah mengikuti sidang per-jamuan Tuhan lebih dari empat puluh tujuh tahun, dan dalam semua sidang ini saya telah memperhatikan puji-pu-jian kaum saleh kepada Tuhan. Kebanyakan dari puji-puji-an itu berada pada tingkat dasar. Sebagai contoh, dalam si-dang demi sidang itu kaum saleh mungkin memuji Tuhan bagi darah adi-Nya. Tentu saja itu tidak salah. Tetapi, jika kita tinggal tetap pada tingkat ini, puji-pujian kita pasti dangkal. Kita perlu memperingati Tuhan dan memuji-Nya sesuai dengan wahyu yang termuat dalam Kitab Kolose. Kita perlu memakai ungkapan-ungkapan seperti yang ter-dapat dalam bait kidung ini (No: 163):

Kaulah Putra tersayang, gambar mulia Allah;

Bagian kekal kaum saleh, kami nikmat s’lama.

Antara ciptaan Allah, kaulah yang utama;

Oleh-Mu s’mua tercipta, bagi-Mu semuanya.

Pada meja Tuhan kita perlu memperingati Tuhan sebagai bagian kaum saleh, gambar Allah, rahasia ekonomi Allah, dan realitas semua hal positif. Semoga Tuhan memperkaya puji-pujian kita!

A. Allah yang Melalui Proses

Kristus yang almuhit yang berhuni di batin kita adalah Allah yang telah melalui proses (Yoh. 14:8-11, 16-20; Mat. 28:19). Dia telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, dan kini Dia telah dinaikkan ke surga.

B. Roh Pemberi-hayat

Seperti telah kita tunjukkan berulang-ulang, Kristus yang berhuni di batin ini juga Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Roh ini, Roh almuhit dengan suplai yang limpah leng-kap (Flp. 1:19), juga merupakan Roh majemuk. Dalam Ke-luaran 30:23-30 ada sebuah lukisan dari Roh majemuk ini. Menurut bagian dari firman Allah ini, minyak urapan yang kudus itu terbuat dari empat macam rempah-rempah yang dibaurkan dengan minyak zaitun. Minyak majemuk yang dibuat dari pembauran rempah-rempah dan minyak ini di-pakai untuk mengurapi para imam, Kemah Pertemuan, dan setiap benda yang berkaitan dengan Kemah Pertemuan. Minyak melambangkan Roh Allah, dan keempat rempah-rempah melambangkan Kristus dalam sifat ilahi dan insani-Nya serta khasiat kematian-Nya dan kuat kuasa kebangkit-an-Nya. Roh majemuk yang dilambangkan oleh minyak urapan adalah Roh yang dikatakan dalam Yohanes 7:39. Pada masa Yohanes 7:39, Roh majemuk itu “belum ada”, karena Yesus belum dimuliakan. Sekarang, setelah Kristus dimuliakan, Roh itu tidak lagi sebagai Roh Allah semata, melainkan Roh majemuk, yakni Roh Allah berbaur dengan keinsanian Kristus, khasiat kematian-Nya, dan kuat kuasa kebangkitan-Nya. Sebagai Allah yang telah melalui proses, Kristus adalah Roh majemuk, almuhit, dan pemberi-hayat yang sedemikian.

C. Berhuni di dalam Roh Kita

Sekarang Kristus berhuni di dalam roh kita (2 Tim. 4:22) untuk menjadi satu roh dengan kita (1 Kor. 6:17). Sebagai Roh pemberi-hayat yang berbaur dengan roh kita, Dia adalah hayat dan persona kita (Kol. 3:4; Ef. 3:17).

XI. PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN

Dalam Kolose 1:27 Paulus tidak saja mengatakan Kristus ada di dalam kita, juga sebagai pengharapan akan kemulia-an kita. Kristus dapat menjadi pengharapan akan kemulia-an kita karena Dia tinggal di dalam roh kita sebagai hayat dan persona kita. Menurut Kolose 3:4, ketika Kristus yang adalah hayat kita dinyatakan, kita pun akan dinyatakan bersama Dia di dalam kemuliaan. Dia akan tampil dimulia-kan dalam tubuh kita yang ditebus dan ditransfigurasikan (Rm. 8:23; Flp. 3:21; 2 Tes. 1:10). Ketika Kristus datang, kita akan dimuliakan di dalam Dia, dan Dia akan dimulia-kan di dalam kita. Ini menunjukkan bahwa Kristus yang berhuni di batin akan menjenuhi seluruh diri kita, terma-suk tubuh jasmani kita. Ini akan menyebabkan tubuh kita ditransfigurasikan dan diserupakan dengan tubuh-Nya yang mulia. Pada saat itulah Kristus akan dimuliakan di dalam kita. Inilah artinya Kristus di dalam kita menjadi pengha-rapan akan kemuliaan.