KRISTUS — RAHASIA EKONOMI ALLAH
Pembacaan Alkitab:
Kol. 1:25-29
Dalam berita ini kita akan membahas masalah rahasia ekonomi Allah, rahasia yang sebenarnya adalah Kristus sendiri.
Dalam Kolose 1:25 Paulus membicarakan masalah ke-pengurusan rumah tangga Allah. Istilah Yunani yang diter-jemahkan kepengurusan rumah tangga: oikonomia, dapat juga diterjemahkan ekonomi atau pengaturan pemerintah-an. Kepengurusan rumah tangga adalah ekonomi, dan eko-nomi Allah ialah penyaluran-Nya. Maksud hati Allah dalam ekonomi-Nya ialah menyalurkan diri-Nya sendiri — Bapa, Anak, dan Roh — ke dalam umat pilihan-Nya.
Kristus adalah rahasia, misteri, dan fokus yang penting dan menentukan dari ekonomi ilahi. Ini berarti rahasia penyaluran Allah Tritunggal ke dalam umat pilihan Allah adalah Kristus itu sendiri. Kristus adalah titik fokus penyaluran Allah. Penyaluran Allah sepenuhnya berkaitan dengan Kristus dan berfokus pada Dia.
Orang Kristen telah berabad-abad membaca Surat Ki-riman Paulus, tetapi jarang sekali yang nampak masalah ekonomi Allah dan Kristus sebagai rahasia ekonomi ini. Saya dapat bersaksi, setelah bertahun-tahun membaca Ki-tab Efesus dan Kitab Kolose saya baru mulai nampak Kristus sebagai rahasia ekonomi Allah. Dalam awal kehidupan kris-tiani saya, saya tidak nampak bahwa Kristus adalah raha-sia penyaluran Allah. Masalah ini tersembunyi dan tidak sejalan dengan konsepsi alamiah kita. Untuk nampak hal ini, kita perlu berdoa dan memakai roh kita ketika kita mengkaji Kitab Kolose secara terperinci. Sekarang baiklah kita meninjau Kolose 1:25-29 agak mendetail.
PELAYAN GEREJA
Ayat 25 mengatakan, “Aku telah menjadi pelayan je-maat itu sesuai dengan penyelenggaraan Allah yang diberi-kan kepadaku bagi kamu, untuk melengkapkan firman Allah” (Tl.). Kata-kata “menjadi pelayan jemaat” menunjuk-kan bahwa Paulus bukan menjadi pelayan satu usaha misi tertentu atau pekerjaan pengajaran dan pengkhotbahan khusus, melainkan menjadi pelayan gereja, Tubuh Kristus, agar gereja terbangun. Kata “pelayan” menggambarkan orang yang melayani. Paulus menjadi seorang pelayan gereja yang demikian menurut kepengurusan rumah tangga, ekonomi, penyaluran, Allah. Kepengurusan rumah tangga ini telah dikaruniakan kepada Paulus untuk gereja. Sasaran kepeng-urusan rumah tangga Allah bagi gereja adalah untuk me-lengkapkan firman Allah.
RAHASIA ITU TELAH DINYATAKAN
KEPADA ORANG-ORANG KUDUS
Perhatikan bahwa ayat 25 tidak berakhir dengan se-buah tanda titik, melainkan dengan sebuah koma. Kemu-dian dalam ayat 26 Paulus melanjutkan, “Yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.” Menurut tata bahasa Yunani, rahasia dalam ayat 26 menerangkan firman-Nya dalam ayat 25 yang menunjukkan bahwa rahasia itu adalah firman Allah, yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi sekarang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus. Dari abad ke abad berarti dari kekekalan, dan dari turunan ke turunan berarti dari zaman ke zaman. Rahasia mengenai Kristus dan gereja tersembunyi dari ke-kekalan dan dari segala zaman sampai zaman Perjanjian Baru, ketika hal itu dinyatakan kepada orang-orang kudus, termasuk kita semua, kaum beriman dalam Kristus.
Dalam ayat 26 Paulus tidak mengatakan bahwa raha-sia ini dinyatakan kepada para rasul, melainkan kepada orang-orang kudus, hal ini penting sekali. Karena pengaruh tradisi agama, banyak orang beriman percaya bahwa hal-hal seperti ekonomi Allah ini tidak dapat dimengerti oleh orang-orang yang disebut sebagai orang-orang awam. Beta-pa kita bersyukur kepada Tuhan bahwa rahasia ini telah dinyatakan kepada orang-orang kudus, yakni orang-orang yang percaya kepada Kristus! Bahkan orang-orang yang termuda di antara kita pun telah memiliki posisi dan hak untuk memahami rahasia ini. Kita memiliki hak untuk nampak sesuatu yang tidak diwahyukan kepada Adam, Nuh, Abraham, Musa, atau nabi-nabi seperti Yesaya, Yeremia, dan Zakharia. Puji Tuhan kita dapat mengetahui keleng-kapan firman Allah! Kita dapat mengenal Kristus sebagai rahasia ekonomi Allah dan Tubuh sebagai kepenuhan Kristus. Tidak hanya demikian, kita dapat mengetahui bahwa gereja adalah manusia baru dengan Kristus sebagai isi dan unsur pokoknya. Tidak ada satu pun dari hal-hal ini yang pernah diwahyukan kepada umat Allah dalam Perjanjian Lama.
Hari ini kita memfokuskan perhatian kita ke atas Kristus sebagai rahasia Allah dan gereja sebagai rahasia Kristus. Sebagai rahasia Allah, Kristus yang almuhit ada-lah perwujudan Allah juga Roh pemberi-hayat. Sebagai ra-hasia Kristus, gereja adalah Tubuh Kristus, kepenuhan-Nya, dan manusia baru sebagai ekspresi penuh Kristus. Inilah rahasia yang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus.
Penulisan Paulus dalam Surat Kiriman ini sangat ru-mit. Dia memakai banyak kalimat panjang dengan berbagai anak kalimat dan kata-kata ganti relatif. Dari ayat 24-29 sebenarnya harus dianggap sebagai satu kalimat tunggal. Dalam ayat 27 yang melanjutkan ayat 26, Paulus menyata-kan, “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah (dalam) kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Kata “mereka” yang memulai ayat ini ditujukan kepada orang-orang kudus yang disebut dalam ayat yang di depan. Allah mau memberitahukan kepada kita betapa kaya dan mulia-nya rahasia ini. Rahasia ini, yakni Kristus yang menjadi pengharapan kemuliaan di dalam kita ini telah diberitahu-kan di antara bangsa-bangsa. “Kristus ada di tengah-tengah kamu” dalam ayat 27 mengacu kepada rahasia yang penuh dengan kemuliaan di antara bangsa-bangsa lain, yaitu Kristus ada di dalam kita. Kristus sebagai hayat di dalam kita ber-sifat rahasia, juga mulia. Karena Paulus membicarakan masalah yang dalam dan rahasia, maka penulisannya sangat rumit dan kalimat-kalimat yang dipakainya pun sangat panjang.
KEKAYAAN KEMULIAAN RAHASIA
Sekarang marilah kita memperhatikan lebih teliti ma-salah kekayaan kemuliaan rahasia yang dikatakan dalam ayat 27. Kekayaan kemuliaan rahasia itu di antara bangsa-bangsa adalah kekayaan dari segala apa adanya Kristus bagi kaum beriman bukan Yahudi (Ef. 3:8). Pada waktu Paulus menyurati orang-orang Kolose, orang-orang Yahudi menganggap orang-orang bukan Yahudi, bangsa-bangsa lain, seperti babi. Namun, Paulus mengatakan bahwa Allah mau memberitahukan kekayaan kemuliaan rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu di antara “babi” kafir itu. Berba-gai istilah dapat dipakai untuk menggambarkan orang ka-fir, antara lain, orang-orang berdosa, pemberontak, musuh Allah, anak-anak durhaka, anak-anak murka. Sebelum kita beroleh selamat, kita juga berada dalam kategori ini. Tetapi sekalipun di antara umat yang demikian, Allah pun mau memberitahukan kekayaan kemuliaan rahasia itu.
Setelah Anda beroleh selamat, tidakkah Anda merasa bahwa Anda telah masuk ke dalam kemuliaan? Banyak di antara kita yang mempunyai pengalaman semacam ini. Walaupun dahulu kita adalah orang-orang berdosa, musuh-musuh, dan pemberontak-pemberontak, tetapi kini kita te-lah menjadi anak-anak Allah. Kita juga adalah ahli waris Allah, teman sekutu Kristus, dan bahkan anggota-angggota Tubuh Kristus. Lagi pula, Perjanjian Baru mewahyukan bahwa kita adalah para imam dan raja. Sebagai ahli waris Allah, kita tidak saja mewarisi Allah sendiri, juga mewarisi segala sesuatu. Kita adalah anak-anak Allah, ahli waris Allah, teman sekutu Kristus, imam dan raja. Alangkah mulianya kita!
Jika kita nampak kemuliaan ini, kita akan menge-tahui kekayaan kemuliaan ini, sekalipun kita kekurangan bahasa untuk mengungkapkan kekayaan-kekayaan ini de-ngan memadai. Kekayaan ini termasuk hayat ilahi, sifat ilahi, pengurapan, dan Roh almuhit. Aspek lain dari keka-yaan ini adalah keadilan, pembenaran, pemisahan, pengu-dusan, pengubahan, pemuliaan, penghiburan, dan penyerta-an ilahi. Tidak mungkin kita mendata seluruh kekayaan ini, sebab kekayaan ini tidak terhitung. Ini adalah keka-yaan kemuliaan yang unik, kemuliaan yang juga milik kita karena kita adalah anak-anak pun ahli waris Allah, teman sekutu Kristus, imam, dan raja.
Kunci untuk memperoleh kekayaan kemuliaan ini ada-lah Kristus sendiri. Walaupun orang-orang Yahudi zaman dulu adalah umat Allah dan bukan “babi” kafir, tetapi me-reka tidak mengakui Tuhan Yesus sebagai Mesias mereka. Bagi kebanyakan orang Yahudi hari ini, istilah Mesias tidak ada realitasnya. Ketika Mesias mereka datang dan mereka mengakui-Nya, Dia hanya akan berada di tengah-tengah mereka. Namun Kolose 1:27 menunjukkan bahwa Kristus tidak saja berada di tengah-tengah kita, Dia bahkan ada di dalam kita. Bagi kita, Kristus tidak saja sebagai satu per-sona yang obyektif, tetapi juga yang subyektif yang berhuni di dalam kita. Kita perlu memberi tahu orang-orang Yahudi janganlah menanti-nantikan Mesias mereka yang datang secara lahiriah saja, sekarang ini juga mereka dapat me-miliki Kristus, Mesias yang sejati, yang dapat berhuni di dalam mereka, dan karenanya mereka boleh menjadi anak-anak Allah. Orang-orang Yahudi yang menerima Kristus ke dalam mereka tidak saja akan menjadi umat pilihan Allah, tetapi juga menjadi anak-anak Allah yang dilahirkan kem-bali oleh-Nya. Alangkah mulia dihuni oleh Kristus di dalam kita!
Sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita mengeta-hui kekayaan kemuliaan rahasia ini. Kita tidak dapat mengutarakan sepenuhnya isi kekayaan kemuliaan yang sedemikian. Semua berkat dalam Alkitab terkandung dalam kekayaan kemuliaan ini, yang adalah bagian kita. Kemu-liaan ini adalah kemuliaan rahasia di antara bangsa-bangsa, dan rahasia ini adalah Kristus ada di dalam kita. Kristus yang berhuni di batin kita itulah rahasia yang penuh de-ngan kemuliaan, dengan kekayaan yang tidak terhitung. Inilah titik kunci dalam Kitab Kolose.
KEMBALI KE DALAM RAHASIA
Tetapi sayang orang-orang Kolose telah kehilangan visi tentang rahasia ini dan telah diselewengkan oleh filsafat, tata cara, ketentuan, dan praktek-praktek. Mereka telah tertipu dan tertawan dari pahala mereka, yaitu kenikmatan atas Kristus yang almuhit. Seperti orang-orang Kolose, orang-orang Kristen hari ini juga telah kehilangan visi tentang kemuliaan Kristus sebagai rahasia ekonomi Allah. Mayori-tas orang Kristen sejati telah diselewengkan dan dibawa pergi dari Kristus sendiri kepada hal-hal lain. Karena orang-orang Kolose telah diselewengkan, maka Paulus mengata-kan dalam suratnya bahwa rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan telah dinyata-kan kepada orang-orang kudus. Rahasia ini adalah Kristus yang almuhit yang berhuni di batin kita. Karena kita me-miliki persona yang adalah segala sesuatu di dalam segala sesuatu, maka kita tidak perlu beralih ke filsafat-filsafat, ketentuan, tata cara, dan praktek-praktek. Betapa saya ber-harap kepada Tuhan agar kita semua boleh dibawa kembali ke dalam rahasia ini! Lupakanlah segala sesuatu yang bu-kan Kristus, dan perhatikan saja Dia sendiri. Kristus, ra-hasia di antara orang bukan Yahudi, memiliki satu kemu-liaan yang penuh dengan kekayaan.
PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN
Dalam ayat 27 Paulus mengatakan bahwa Kristus di dalam kita adalah pengharapan akan kemuliaan. Saat ini Kristus merupakan rahasia yang penuh dengan kemuliaan. Kemuliaan ini akan dinyatakan sepenuhnya ketika Kristus kembali untuk memuliakan orang-orang kudus-Nya (Rm. 8:30). Jadi, itulah suatu pengharapan, pengharapan akan kemuliaan. Kristus sendiri juga adalah pengharapan akan kemuliaan.
Hari ini kita boleh hidup di dalam Kristus, berdasar-kan Kristus, dan bersama Kristus. Kita boleh memperhidup-kan Kristus, mempertumbuhkan Kristus, dan menghasilkan Kristus. Bersamaan dengan itu, Dia adalah pengharapan kita akan kemuliaan. Jika kita nampak visi bahwa Kristus almuhit yang berhuni di batin kita adalah pengharapan kita akan kemuliaan, kehidupan kita akan mengalami re-volusi. Kita akan berkata, “Tuhan, sejak sekarang dan sete-rusnya aku tidak akan memperhatikan apa pun di luar Engkau. Aku tidak akan memperhatikan doktrin-doktrin, ketentuan-ketentuan, ketetapan-ketetapan, dan tradisi-tra-disi. Aku tidak memperhatikan agama, filsafat, atau unsur-unsur dunia. Tuhan, aku hanya memperhatikan Engkau sebagai perwujudan Allah dan sebagai Roh pemberi-hayat di dalam rohku. Karena Engkau begitu riil, hidup, dan praktis di dalam rohku, maka aku dapat hidup berdasarkan-Mu dan bersama-Mu. Tuhan, satu-satunya kedambaanku ialah mengalami Engkau secara demikian.”
Akhirnya, Perjanjian Baru menyuruh kita hidup menurut roh yang berbaur (Gal. 5:16, 25; Rm. 8:4). Kita perlu hidup menurut Kristus yang sebagai kemuliaan yang penuh dengan kekayaan ini. Oh, semoga kita semua nampak visi ini! Begitu kita nampak visi ini, visi ini akan mengontrol setiap aspek kehidupan sehari-hari kita.
Jika kita nampak visi ini, kita pun akan memahami betapa banyaknya orang Kristen hari ini yang telah dise-lewengkan kepada hal-hal yang bukan Kristus. Mereka mungkin memperhatikan hal-hal yang baik, yang alkitabi-ah, yang mendasar, bahkan yang rohani. Namun, semua itu bukanlah Kristus sendiri. Kita perlu sekali nampak Kristus yang adalah rahasia yang tersembunyi dari keke-kalan, tetapi sekarang telah dinyatakan kepada orang-orang kudus dalam zaman Perjanjian Baru. Allah mau memberi-tahukan kekayaan kemuliaan rahasia ini kepada bangsa-bangsa lain, yaitu Kristus di dalam kita sebagai pengharapan akan kemuliaan. Rahasia ini adalah kunci bagi kehidupan kristiani kita, juga bagi hidup gereja (church life) kita.
MEMPERSEMBAHKAN TIAP-TIAP ORANG DEWASA PENUH DALAM KRISTUS
Dalam ayat 28 Paulus mengatakan ia memberitakan Kristus. Di sini Paulus tidak mengatakan ia mengajarkan atau mengkhotbahkan Kristus, melainkan memberitakan Kristus. Ketika dia memberitakan Kristus, dia menasihati dan mengajar setiap orang dalam segala hikmat untuk mem-persembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus. Ministri Paulus, baik dalam memberitakan Kristus maupun dalam menasihati dan mengajar tiap-tiap orang dalam se-gala hikmat, semuanya adalah untuk menyuplaikan Kristus kepada tiap-tiap orang sehingga mereka dengan Kristus se-bagai unsur hayat ilahi, bertumbuh dewasa, menjadi sem-purna dan lengkap. Menjadi dewasa di dalam Kristus adalah masalah hayat. Kristus harus bertambah-tambah di dalam kita. Kemudian kita perlu bertumbuh di dalam Kristus dan berangsur-angsur lebih banyak memiliki perawakan Kristus. Akhirnya, karena Kristus tergarap ke dalam kita, kita menjadi dewasa di dalam Kristus.
Sasaran ministri Paulus ialah mempersembahkan tiaptiap orang dewasa penuh dalam Kristus. Setiap kali saya merenungkan frase yang dipakai dalam ayat ini “memper-sembahkan setiap orang dewasa penuh”, saya merasa beta-pa kurangnya saya. Roh yang dalam batin mengingatkan saya mengenai ministri saya. Saya prihatin, berapa banyak orang yang dapat saya persembahkan secara penuh dalam Kristus. Beban tanggung jawab ini berat sekali menekan saya. Dalam batin saya menerima amanat untuk memberi-takan Kristus, menasihati, dan mengajar orang-orang ten-tang Kristus agar saya dapat mempersembahkan mereka dewasa penuh dalam Kristus.
Konsepsi Paulus dalam Kolose 1:28 sama sekali berbeda dengan konsepsi pelayan-pelayan dan pendeta-pendeta Kris-ten hari ini. Konsepsi Paulus mengenai pelayanan ialah me-nyalurkan Kristus ke dalam orang lain agar mereka boleh bertumbuh hingga matang di dalam Kristus. Dia tahu Kristus harus bertambah-tambah dalam kaum beriman sam-pai mereka dewasa dalam Kristus. Kita juga perlu memiliki konsepsi yang sama seperti Paulus. Ketika para penatua memperhatikan kaum saleh dalam gereja-gereja, mereka harus berusaha mempersembahkan semua orang saleh yang terkasih dewasa penuh dalam Kristus.
BERGUMUL SESUAI DENGAN OPERASINYA
Dalam ayat 29 Paulus mengatakan lebih lanjut, “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap te-naga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” Saya percaya kata “itulah” ditujukan kepada masalah mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus. Paulus berusaha, bergumul, berperang, dan mengerahkan segala tenaga demi persembahan demikian. Akan tetapi, pergumulan Paulus sesuai dengan kuasa Kristus yang bekerja (beroperasi) di dalamnya. Haleluya, Kristus yang berhuni di batin kita sedang beroperasi di dalam kita! Pe-kerjaan ini adalah penguatan-Nya. Ketika Ia memperkuat kita dalam batin, kita perlu bekerja sama dan berjerih le-lah dengan operasi-Nya itu.
Operasi Kristus adalah operasi yang kuat. Kekuatan ini pasti adalah kekuatan atau kuat kuasa hayat kebang-kitan (Flp. 3:10) yang beroperasi di dalam rasul dan semua orang beriman (Ef. 1:19; 3:7, 20). Kristus beroperasi di da-lam kita melalui kuat kuasa hayat yang bekerja di batin yang sedemikian. Kuasa ini berbeda dengan kuasa pencipta-an Allah. Kalau kuasa penciptaan Allah adalah sumber se-gala benda materi dalam lingkungan sekitar kita, sedang-kan kuat kuasa kebangkitan Allah berada di dalam kita untuk menggenapkan hal-hal rohani bagi gereja. Paulus berusaha, bergumul, mengerahkan segala tenaga, dan ber-perang sesuai dengan kuat kuasa kebangkitan ini. Melalui operasi kuat kuasa inilah Paulus menunaikan ministrinya, yakni mempersembahkan tiap-tiap orang kudus dewasa pe-nuh dalam Kristus.
Semoga mata kita tercelik dan nampak bahwa sasaran pekerjaan dan ministri kita seharusnya adalah menyuplai-kan Kristus kepada orang agar mereka bertumbuh dewasa penuh dengan perawakan Kristus, yang adalah rahasia eko-nomi Allah.