← Daftar isi Latar Belakang dan Posisi Kitab ini · bab 13/23

MELENGKAPKAN FIRMAN ALLAH

Pembacaan Alkitab:

Kol. 1:25; 1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17; 13:13; Ef. 3:14-19

Dalam Kolose 1:25 Paulus berkata, “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan penyelenggaraan Allah yang diberikan kepadaku bagi kamu, untuk melengkapkan firman Allah” (Tl.). Dalam berita ini kita akan membahas masalah melengkapi firman Allah.

I. FIRMAN ALLAH MENCAKUP PERJANJIAN LAMA

DAN FIRMAN YANG DIBERITAKAN

PARA MURID SEBERMULA

Pada masa Paulus, firman Allah mencakup Perjanjian Lama dan firman yang diberitakan para murid sebermula. Dalam Kisah Para Rasul 4:29 murid-murid berdoa agar me-reka dapat memberitakan firman Allah dengan berani. Me-nurut Kisah Para Rasul 4:31, “mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” Dalam Kisah Para Rasul 6:4 kita nampak para rasul memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman. Kisah Para Rasul 6:7 mengatakan, “Firman Allah makin tersebar.” Orang-orang yang tersebar karena aniaya terha-dap gereja yang diikuti dengan kematian Stefanus “menjela-jahi seluruh negeri itu sambil memberitakan firman itu sebagai Injil” (Kis. 8:4 Tl.). Lagi pula, Kisah Para Rasul 12:24 mengatakan bahwa “firman Allah makin tersebar ma-kin berlimpat ganda” (Tl.).

Walaupun firman Allah yang diberitakan oleh para mu-rid pertama makin tersebar dan makin berlipat ganda, te-tapi menurut ekonomi Allah firman itu belum lengkap. Untuk kelengkapan ini, diperlukan wahyu Allah kepada Paulus. Karena orang-orang Yahudi hanya memiliki Perjan-jian Lama, mereka tidak memiliki sabda Allah yang leng-kap. Tambahan pula, walau orang Kristen mempunyai Per-janjian Lama dan Perjanjian Baru, tetapi banyak di antara mereka sebenarnya belum mempunyai wahyu Allah yang lengkap. Dalam pengalaman dan pengertian mereka, mere-ka mungkin hanya memiliki keempat kitab Injil, Kitab Kisah Para Rasul, dan sebagian dari Kitab Roma. Banyak yang telah mempelajari Alkitab, tetapi masih kekurangan suatu pengertian yang memadai atas wahyu ilahi.

Berdasarkan kepengurusan rumah tangga Allah, Paulus telah dijadikan seorang pelayan gereja untuk melengkapkan firman Allah. Coba renungkan, betapa kurangnya jika kita tidak mempunyai Surat-surat Kiriman Paulus. Tanpa su-rat-suratnya, firman Allah akan menjadi tidak lengkap. Pe-layanan Paulus adalah untuk melengkapkan firman Allah guna menyalurkan Kristus serta seluruh kekayaan-Nya ke dalam gereja. Wahyu yang diberikan kepada Paulus adalah untuk kelengkapan firman Allah. Sebab itu, penting sekali kita semua mengetahui wahyu yang diberikan kepada Paulus itu.

II. WAHYU ALLAH KEPADA PAULUS

A. Kristus Adalah Rahasia Allah

Paulus menerima wahyu Kristus sebagai rahasia Allah. Dalam Kolose 2:2 dia mengatakan tentang, “pengenalan pe-nuh akan rahasia Allah, yaitu Kristus” (Tl.). Istilah “raha-sia Allah” ini tidak terdapat dalam Perjanjian Lama. Keempat kitab Injil juga tidak mencatat bahwa istilah ini pernah dipakai oleh Tuhan Yesus. Istilah ini pertama dipakai oleh Paulus dalam Surat Kirimannya. Rahasia Allah adalah Kristus yang sebagai perwujudan Allah. Kolose 2:9 menga-takan, “sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah selu-ruh kepenuhan ke-Allahan.”

Sebagai rahasia Allah, Kristus harus menjadi perwu-judan Allah dan Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17). Semua guru Kristen fundamental percaya bahwa Kristus adalah perwujudan Allah, tetapi sedikit sekali yang nampak bahwa Dia juga adalah Roh pemberi-hayat. Untuk mengenal Kristus dalam realitas sebagai perwujudan Allah, kita perlu mengalami Dia sebagai Roh pemberi-hayat. Ka-rena musuh tahu pentingnya hal ini, ia menyerang butir ini dengan hebat. Jika kita tidak memahami bahwa Kristus adalah Roh pemberi-hayat, maka fakta Kristus sebagai per-wujudan Allah hanyalah suatu doktrin atau teori belaka. Itu hanya suatu ajaran yang obyektif yang sama sekali tidak berkaitan dengan pengalaman kita sebagai orang Kristen. Jika demikian, tidak mungkin teori bisa menjadi realitas. Realitas Kristus sebagai perwujudan Allah berada di dalam Kristus sebagai Roh pemberi-hayat.

Dalam Yohanes 14:16-18 Tuhan Yesus berkata, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepada-mu seorang Penolong (Penghibur) yang lain, supaya Ia me-nyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku ti-dak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku da-tang kembali kepadamu.” Sang Roh kebenaran (realitas) da-lam ayat 17 telah menjadi Tuhan sendiri dalam ayat 18; “Dia” telah menjadi “Aku”. Ini menunjukkan bahwa setelah bangkit, Tuhan menjadi Roh realitas. Satu Korintus 15:45, yang membahas masalah kebangkitan, meneguhkan hal ini dengan mengatakan bahwa Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan (pemberi-hayat). Paulus berani dan sama sekali tidak plin-plan dalam mengumumkan fakta bahwa Kristus adalah Roh itu. Menurut pikiran alamiah tidaklah logis Adam yang akhir, seorang manusia dalam daging, bisa menjadi Roh pemberi-hayat. Namun, Paulus mengumum-kan fakta ini tanpa tawar-menawar. Tidak hanya demikian, dalam 2 Korintus 3:17 dia berkata, “sebab Tuhan adalah Roh itu.” Menurut konteks seluruh pasalnya, Roh itu dalam ayat 17 adalah Roh yang menghidupkan dalam ayat 6. Lagi pula, dalam 2 Timotius 4:22 Paulus berkata dengan jelas, “Tuhan menyertai rohmu.” Betapa jelasnya perkataan Paulus!

Pada tahun 1964 saya diperingatkan oleh seorang sahabat akrab untuk tidak mengajarkan bahwa Kristus adalah Roh itu. Sahabat ini mengakui bahwa Alkitab meng-ajarkan bahwa Kristus adalah Roh itu. Tetapi dia tidak be-rani mengumumkannya, sebab tradisi agama membuat orang enggan menerima fakta tersebut. Saya berkata kepadanya, “Jika aku tidak mengajarkan bahwa Kristus adalah Roh pemberi-hayat, aku tidak memiliki ministri. Aku datang ke negeri ini dengan beban terutama untuk melayani menurut garis ini.” Kemudian pada tahun itu juga saya memberikan serangkaian berita tentang Kristus sebagai Roh itu. Berita itu telah dibukukan dengan judul “Ekonomi Allah” (The Economy of God).

Banyak di antara kita dapat bersaksi tentang bantuan hayat yang kita terima melalui memahami Tuhan kita hari ini sebagai Roh pemberi-hayat dalam roh kita. Kalau Kristus bukan Roh itu di dalam roh kita, bagaimana kita dapat mengalami Dia sebagai hayat kita? Kita tidak mungkin mengalami Kristus sebagai hayat. Sebaliknya, kita hanya bisa memiliki bentuk lain praktek agama. Tetapi karena kita memiliki Kristus sebagai Roh pemberi-hayat, kita tidak memiliki agama, melainkan mengalami Kristus yang hidup. Di satu pihak, Dia adalah perwujudan kepenuhan Allah, dan di pihak lain, Dia adalah Roh pemberi-hayat yang ber-huni di dalam roh kita. Wahyu tentang Kristus ini adalah bagian dari wahyu yang diberikan kepada Paulus untuk melengkapkan firman Allah.

B. Penyelenggaraan Allah

Paulus juga mendapat wahyu tentang penyelenggaraan Allah (2 Kor. 13:13; Ef. 3:14-19). Kata “penyelenggaraan” ini telah dirusak oleh pemakaian yang keliru. Bagi kebanyakan orang Kristen kata ini hanya ditujukan kepada cara-cara Allah dalam memperlakukan orang, cara-cara yang disebut penyelenggaraan. Tetapi ketika kita memakai istilah penye-lenggaraan, yang kita maksudkan adalah penyaluran. Da-lam ekonomi-Nya, Allah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Paulus adalah orang yang pertama mengatakan tentang penyelenggaraan Allah, dan tulisan-tulisannya me-wahyukan bahwa Allah sekarang sedang menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam diri kita. Sebagai contoh, 2 Korintus 13:13 mengatakan, “Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Inilah penyaluran Allah Tritunggal ke dalam diri kita. Di mana lagi dapat Anda temukan sebuah kata yang begitu jelas dalam Alkitab mengenai penyaluran Allah Tri-tunggal ke dalam kaum beriman? Dalam ayat ini kita me-miliki Bapa sebagai sumber, Anak sebagai saluran, dan Roh sebagai aliran. Indah sekali penyelenggaraan ini!

Dalam Efesus 3:14-19 Paulus juga membicarakan pe-nyelenggaraan Allah. Dia berdoa kepada Bapa agar kita di-kuatkan dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam manusia batiniah kita, agar Kristus dapat berumah di dalam hati kita. Hasilnya adalah kita berakar dan berdasar di dalam kasih, sehingga dengan kuat kita bersama-sama dengan se-mua orang kudus memahami apakah lebar, panjang, tinggi, dan dalam, dan mengenal kasih Kristus yang melampaui pengetahuan sehingga kita dipenuhi sampai kepada seluruh kepenuhan Allah. Dalam ayat-ayat ini Paulus membicara-kan tentang Allah Tritunggal — Bapa, Roh, dan Kristus (Anak). Melalui penyaluran Allah Tritunggal ke dalam diri kita, kita menjadi kepenuhan Allah, yakni ekspresi-Nya.

C. Gereja Adalah Rahasia Kristus

Dalam Efesus 3:4 Paulus membicarakan rahasia Kristus. Rahasia Allah dalam Kolose 2:2 adalah Kristus, sedang ra-hasia Kristus dalam Efesus 3:4 adalah gereja. Dalam Efesus 1:22-23 Paulus mengatakan bahwa gereja adalah Tubuh Kristus, kepenuhan-Nya. Paulus adalah orang pertama yang memakai istilah sedemikian untuk melukiskan gereja. Da-lam tulisan Petrus dan Yohanes, tidak pernah ada perkata-an bahwa gereja adalah Tubuh. Walaupun Paulus muncul lebih belakangan daripada rasul-rasul yang semula, dia de-ngan berani membicarakan wahyu ilahi ini dan dengan be-rani menggunakan istilah yang tidak pernah dipakai sebe-lumnya. Mengakui hal ini, maka Petrus memuji Paulus dalam Surat Kirimannya yang kedua, “seperti yang telah dituliskan kepada kamu oleh Paulus, saudara kita yang ter-kasih, sesuai dengan hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dilakukannya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang hal-hal ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar dipahami . . .” (2 Ptr. 3:15-16). Petrus masih dapat menulis perkataan sedemikian sekalipun ia da-hulu pernah ditegur oleh Paulus (Gal. 2:11). Karena Paulus tidak takut untuk mengutarakan wahyu Allah yang telah dikaruniakan kepadanya tentang gereja, maka dia adalah seorang yang dapat dipakai Tuhan untuk melengkapkan fir-man-Nya.

Istilah mutlak baru lain yang digunakan Paulus tentang gereja adalah manusia baru (Kol. 3:10). Paulus menerima wahyu bahwa gereja adalah manusia baru dengan Kristus sebagai unsur penyusunnya. Hanya Paulus yang memiliki keberanian memakai istilah yang sedemikian.

Hari ini ada satu keperluan yang mendesak bagi ke-lengkapan firman Allah. Walaupun Tuhan telah memakai Paulus melengkapkan wahyu ilahi berabad-abad yang lam-pau, tetapi wahyu itu tetap masih perlu dilengkapkan seca-ra praktis di antara orang-orang Kristen hari ini. Di antara kebanyakan kelompok Kristen sedikit sekali Kristus disup-laikan sebagai hayat. Tidak hanya demikian, tidak banyak orang yang berani membahas tentang gereja. Iblis, musuh Allah, melalui tipu dayanya yang licik sedang berusaha meng-hambat pelengkapan firman Allah. Musuh membiarkan orang-orang Kristen memberitakan apa yang diwahyukan dalam Perjanjian Lama, dalam keempat kitab Injil, dan da-lam Kitab Kisah Para Rasul. Tetapi dia tidak mau mem-biarkan ajaran tentang Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit atau tentang gereja sebagai rahasia Kristus. Siapa saja yang melayani menurut garis ini akan diserang oleh musuh.

Karena pendirian saya bagi gereja, saya telah menjadi sasaran banyak desas-desus jahat. Saya dituduh telah me-mutarbalikkan ajaran Saudara Watchman Nee tentang hidup gereja. Beberapa orang menyatakan bahwa setelah Perang Dunia II Saudara Watchman Nee mengubah konsepsinya mengenai tumpuan gereja. Menurut desas-desus ini, karena saya tidak mengubah sikap saya mengenai tumpuan gereja, saya dianggap telah berbeda dengan Saudara Watchman Nee dalam masalah ini. Sebagai penyingkapan dari laporan palsu ini, kita mengeluarkan buku “Further Talks on the Church Life”, yang memuat sejumlah berita tentang gereja yang disampaikan Saudara Watchman Nee setelah Perang Dunia II. Setiap berita dilengkapi dengan tanggal dan tem-pat pemberitaannya. Setelah buku ini beredar, para penen-tang mengubah siasat mereka dan mulai mengatakan bahwa buku itu bukan suatu terjemahan yang tepat, melainkan interpretasi saya sendiri. Tetapi, orang-orang yang mengerti bahasa Inggris dan Mandarin dapat bersaksi bahwa terje-mahan itu sangat tepat dan benar, sesuai dengan aslinya. Desas-desus ini menampakkan bahwa Iblis menyerang orang-orang yang pada hari ini memihak atau mempertahankan wahyu yang dikaruniakan Allah kepada Paulus, khususnya wahyu tentang Kristus sebagai rahasia Allah dan gereja se-bagai rahasia Kristus.

Banyak yang menentang kita karena mereka telah di-racuni oleh tradisi agama. Di bawah pengaruh tradisi itu, mereka menyalahkan ajaran yang sesuai dengan firman yang dilengkapkan oleh Rasul Paulus ini sebagai bidah. Ba-nyak di antara kita dapat bersaksi bahwa dalam kalangan kekristenan, kita tidak menerima wahyu yang lengkap atau firman Allah yang lengkap. Tipu muslihat musuhlah yang menyelubungi firman yang telah dilengkapkan melalui Paulus. Karena alasan ini, kita berbeban untuk melengkap-kan firman Allah.

Dalam Kolose 1:29 Paulus mengatakan, “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga se-suai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” Paulus berusaha dan bergumul dengan sekuat tenaga untuk melengkapkan firman Allah. Istilah Yunaninya menunjukkan bahwa dia bergulat, bertempur demi hal pe-lengkapan ini. Kita dapat bersaksi dengan terus terang bahwa kita juga sedang bergulat untuk melengkapkan wahyu yang diberikan kepada Paulus. Dalam ministri Tuhan, kelihatan-nya kita sedang bekerja; sebenarnya kita sedang berperang melawan agama berikut tradisinya. Tetapi kita perlu jelas bahwa pergumulan kita bukan melawan darah dan daging, melainkan melawan kuasa jahat yang di angkasa, melawan pintu alam maut yang berusaha meruntuhkan gereja. Ke-tika kita bergumul dan berperang, beban kita, kepengurus-an rumah tangga kita tidak lain menggenapkan firman Allah. Apa yang kita suplaikan hari ini ialah pelengkapan wahyu ilahi yang diberikan kepada Paulus.

Kita perlu menunjukkan berulang-ulang bahwa wahyu ini adalah tentang Kristus sebagai perwujudan Allah dan gereja sebagai ekspresi Kristus. Walau ada banyak sekali aktivitas orang Kristen di Amerika Serikat, tetapi hampir tidak ada pelengkapan firman Allah. Siapa yang berbeban untuk menyatakan bahwa Kristus Juruselamat adalah Roh pemberi-hayat yang menyalurkan hayat ilahi ke dalam kita? Siapa yang mengemban beban untuk mengatakan kepada umat Tuhan bahwa mereka harus menjadi Tubuh yang hidup demi mengekspresikan Kristus di atas tumpuan yang tepat di tiap lokal? Kita yang ada dalam pemulihan Tuhan harus menerima tanggung jawab untuk ini. Sasaran pemu-lihan Tuhan adalah melengkapkan firman Allah. Saya harap banyak saudara yang bangkit demi memenuhi ministri ini.

Hari ini ada banyak pemberitaan Injil, pengajaran Alkitab, dan pekerjaan kekristenan, tetapi di manakah pelengkapan firman Allah? Yang disebut gereja sudah ribuan banyaknya, tetapi tidak ada pelengkapan firman Allah. Tan-pa pelengkapan firman Allah, kehendak Allah tidak dapat digenapkan, dan Kristus tidak dapat memperoleh mempelai perempuan-Nya atau kembali dengan kerajaan-Nya. Kita perlu mengalami Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit dan berdiri dengan gereja di atas tumpuan yang tepat. Tak peduli berapa banyaknya kita ditentang dan dise-rang, kita harus berdiri dengan gereja dan mengalami Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita.

III. PELENGKAPAN FIRMAN ALLAH

Pelengkapan firman Allah mencakup rahasia besar Kristus dan gereja (Ef. 5:32); wahyu penuh tentang Kristus, Sang Kepala (Kol. 1:26-27; 2:19; 3:11); dan wahyu penuh tentang gereja, Tubuh (Ef. 3:3-6). Hal-hal ini tidak saja ha-rus berkesan di dalam kita; bahkan harus terinfus ke da-lam diri kita. Semoga Tuhan membuat kita semua jelas tentang pemulihan-Nya dan tentang pergumulan bagi pe-lengkapan firman Allah. Jika kita mau menjadi orang yang melengkapkan firman Allah, kita harus menyuplaikan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat dan memihak kepada gereja sebagai ekspresi Kristus yang hidup di atas tumpuan lokal yang tepat. Inilah beban kita, ministri kita, dan pepe-rangan kita.