← Daftar isi Kisah para Rasul (2) · bab 8/23

PERKEMBANGBIAKAN DI ASIA KECIL DAN EROPA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK

SEKERJA PAULUS

(1)

Pembacaan Alkitab: Kis. 12:25—13:12

Bagian Kisah Para Rasul yang berkenaan dengan perkembangbiakan (2:1-28:31) memiliki dua bagian: perkembangbiakan di Yerusalem, Yudea, dan Samaria melalui ministri sekelompok sekerja Petrus (2:1 — 12:24) dan perkembangbiakan di Asia Kecil dan Eropa melalui ministri sekelompok sekerja Paulus (12:25 —28:31). Dalam berita ini, pertamatama kita akan melihat permulaan dalam 12:25 dan kemudian mulai melihat 13:1-12.

PERKENALAN

Kisah Para Rasul 12:25 mengatakan, ”Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesai-kan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes yang disebut juga Markus.” Kisah Para Rasul 12:1-24 adalah satu bagian yang disisipkan, satu catatan tentang penganiayaan terhadap Petrus. Kisah Para Rasul 12:25 adalah kelanjutan dari 11:30, yang, pada ayat-ayat sebelumnya dari 11:22, adalah satu penuturan tentang Paulus dengan sepenuhnya masuk ke dalam ministri kerasulannya. Kita telah melihat bahwa Paulus diselamatkan oleh Tuhan secara langsung (9:3-6) dan dibawa ke dalam kesatuan dengan Tubuh Kristus melalui Ananias (9:10-19). Kemudian ia dikenalkan kepada persekutuan yang riil dengan murid-murid di Yeru-salem melalui Barnabas (9:26-28). Setelah itu, juga melalui Barnabas, ia dipekenalkan ke dalam pergerakan Tuhan dalam pemberitaan Injil Kerajaan-Nya kepada dunia Kafir (11:25-26; 13:1-3). Bagian dari 11:19 sampai 12:25 adalah satu catatan transisi di antara ministri kerasulan Petrus kepada orang Yahudi dalam pasal 2-11, dan ministri kerasulan Paulus kepada bangsa Kafir dalam pasal 13-28 (lihat Gal. 2:7-8).

BELOKAN BARU DALAM PERGERAKAN TUHAN

Dalam 13:1-12 kita melihat pergerakan Tuhan di antara orang-orang yang berkarunia. Di sini kita tidak memiliki permulaan yang baru, namun kita memiliki satu belokan yang baru dalam pergerakan Tuhan. Pergerakan Tuhan telah dimulai dari Yerusalem, dari sana mengalir ke Antiokhia. Sekarang di Antiokhia ada satu belokan baru.

Yerusalem adalah pusat agama Yahudi. Tetapi, Antiokhia adalah pusat bagi dunia Kafir. Antiokhia adalah pusat yang strategis. Karena itu, kota ini dipilih Tuhan untuk satu belokan yang baru dari pergerakan-Nya di bumi, yakni berbelok ke dunia Kafir.

PARA NABI DAN PENGAJAR DI ANTIOKHIA

Kisah Para Rasul 13:1 mengatakan, ”Pada waktu itu da-lam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.” Nabi-nabi adalah orang-orang yang berbicara bagi Allah dan mengutarakan Allah dengan wahyu Allah. Adakalanya mereka menerima gerakan dan mengucapkan nubuat-nubuat (11:27-28). Pengajar-pengajar adalah orang-orang yang mengajarkan kebenaran menurut pengajaran para rasul (2:42) dan wahyu para nabi. Baik para nabi maupun para pengajar bersifat universal dan lokal (Ef. 4:11).

Sewaktu aliran itu dimulai dengan seratus dua puluh orang di Yerusalem, hanya orang Yahudi saja yang terlibat. Tetapi menurut catatan dalam 13:1, nabi-nabi dan pengajar-pengajar di gereja di Antiokhia berasal dari sejumlah sumber yang berbeda. Barnabas adalah seorang Lewi, kelahiran Siprus (4:36). Niger, yang namanya berarti hitam seharus-nya mengacu kepada seorang Negro, mungkin berasal dari Afrika. Lukius berasal dari Kirene di Afrika Utara. Jika ia adalah Lukius dalam Roma 16:21, sanak keluarga Paulus, maka ia adalah orang Yahudi. Menahem adalah saudara angkat Herodes dan dalam pemerintahan berhubungan dengan orang-orang Roma. Karena itu, Menahem pasti telah terpengaruh oleh kebudayaan Eropa. Herodes dalam 13:1 adalah orang yang membunuh Yohanes Pembaptis (Luk. 9:7-9). Ini adalah pengaturan kedaulatan Tuhan bahwa saudara angkat pembunuh Yohanes Pembaptis menjadi salah satu anggota pemimpin yang berfungsi dalam gereja. Terakhir, 13:1 menyebutkan tentang Saulus, seorang Yahudi yang lahir di Tarsus dan pernah diajar oleh Gamaliel menurut hukum Taurat Musa (22:3).

Kelima nabi dan pengajar yang tercatat di sini terdiri atas orang Yahudi dan orang Kafir, masing-masing memiliki latar belakang, pendidikan, dan status yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa gereja terdiri atas berbagai bangsa dan tingkatan orang, tanpa berkaitan dengan latar belakang mereka. Ini juga menunjukkan bahwa karunia dan fungsi rohani yang diberikan kepada anggota-anggota Tubuh Kristus bukan didasarkan pada status alamiah mereka.

Di sini, dalam 13:1, Tuhan mendirikan satu teladan. Dari Antiokhia pergerakan Tuhan berbelok mencapai dunia Kafir, dan di dunia Kafir ada banyak macam orang, orang-orang dengan kebudayaan, ras, dan status yang berbeda-beda. Karena itu, pada permulaan belokan ini teladan itu di-dirikan untuk menunjukkan bahwa gereja-gereja terdiri dari semua ras dan kelas bangsa.

Di antara orang-orang Kristen hari ini, dewan-dewan dan komite-komite ditunjuk untuk mengumpulkan dana guna menopang aktivitas-aktivitas tertentu. Selain itu masih, ada banyak organisasi. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 13, situasinya sangat berbeda. Di sinikita tidak melihat dewan, komite, pengumpulan dana, atau organisasi.

DIHASILKANNYA NABI-NABI

DAN PENGAJAR-PENGAJAR

Menurut 13:1, ada nabi-nabi dan pengajar-pengajar di gereja di Antiokhia. Kita perlu meneliti dengan cara bagaimanakah nabi-nabi dan pengajar-pengajar itu dihasilkan. Tidak ada seminari atau pentahbisan. Jadi, bagaimanakah Barnabas, Niger, Lukius, Menahem, dan Saulus dihasilkan sebagai nabi-nabi dan pengajar-pengajar?

Dimanifestasikan secara Perlahan-lahan

Dalam Efesus 4:11 Paulus mengatakan bahwa Kristus, Kepala Tubuh, telah memberikan empat kategori karunia kepada Tubuh: rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Karunia-karunia itu dibangunkan oleh Kepala dan diberikan-Nya ke-pada Tubuh. Karunia-karunia itu bukan dihasilkan dengan cara manusia melalui pendidikan, pemilihan, atau pentah-bisan. Tetapi, di antara orang-orang kudus yang mengasihi Tuhan dan yang mencari Dia, ada beberapa yang dimani-festasikan secara perlahan-lahan sebagai pemberita-pem-berita Injil, nabi-nabi, atau pengajar-pengajar. Mereka dihasilkan oleh manifestasi mereka dalam hayat dan kehidupan kristiani mereka. Misalnya, Stefanus dalam pasal 7 dimanifestasikan sebagai seorang guru besar, dan dalam pasal 8 Filipus dimanifestasikan sebagai pemberita Injil. Setelah itu dalam pasal 9 Paulus mula-mula dimanifestasikan sebagai seorang pemberita Injil dan kemudian sebagai seorang guru. Tetapi, ketika ia berada di gereja di Antiokhia, ia tidak melaksanakan pekerjaan pemberita Injil, melainkan melakukan pekerjaan pengajaran. Kisah Para Rasul 11:26 mengatakan bahwa ia dan Barnabas ”tinggal bersama-sama dengan jemaat itu selama satu tahun penuh, sambil mengajar banyak orang.” Ini menunjukkan bahwa Barnabas dan Saulus adalah pengajar. Mungkin tiga nama lainnya yang disebutkan dalam 13:1 Niger, Lukius, dan Menahem adalah nabi. Memang, Paulus juga memiliki karunia memberitakan, tetapi di Antiokhia ia berfungsi sebagai seorang pengajar.

Lima orang yang disebut dalam 13:1 bukan dihasilkan sebagai karunia-karunia dengan cara manusia. Sebaliknya, mereka dihasilkan oleh manifestasi mereka secara perlahan-lahan di antara orang-orang kudus. Akhirnya, orang-orang kudus mengenal bahwa orang-orang ini memiliki karunia-karunia tertentu. Kemudian, karena karunia-karunianya, mereka menjadi orang-orang yang berkarunia.

Cara Organik Tubuh Kristus

Dalam pemulihan Tuhan hari ini, kita harus mengikuti teladan Kisah Para Rasul 13, yakni bukan dengan cara ma-nusia menghasilkan pemberita-pemberita. Kita tidak meng-ambil cara pemilihan atau organisasi manusia. Sebaliknya, kita memandang kepada Tuhan agar Dia menghasilkan se-suatu dari Tubuh-Nya. Cara yang kita ambil bukanlah orgnisasi, melainkan ini adalah organik. Jika beberapa saudara dan saudari melayani Tuhan sepenuh waktu, ini harus dilakukan bukan dengan cara organisasi, melainkan dengan cara Tubuh yang organik.

Belakangan ini, ratusan orang kudus di Taipei mempersembahkan dirinya untuk melayani Tuhan sepenuh wak-tu. Kita memberi tahu orang-orang kudus ini bahwa kita tidak mengikuti cara organisasi. Cara kita dalam pemulihan Tuhan bersifat organik; ini adalah cara hayat. Yang penting adalah bagaimana orang-orang kudus itu bertumbuh dalam Tuhan dan bagaimana hayat ilahi berkembang di dalam mereka guna menghasilkan satu kemampuan untuk berfungsi. Ini adalah cara yang organik berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan hayat ilahi di dalam kita. Kita semua perlu melihat hal ini.

Tidak ada Metode Pengumpulan Dana Manusia

Akan terjadi kemerosotan bila kita meninggalkan cara organik dan mengambil cara organisasi. Melakukan hal yang demikian akan jatuh lagi ke dalam praktek kekristenan yang tradisional. Karena itu, kita harus membuang cara organisasi, cara pengendalian dan metode manusia dalam pengumpulan uang. Ministri Tuhan dilaksanakan terpisah dari organisasi dan metode keuangan manusia.

Belum lama ini, saya memberi tahu orang-orang kudus di Taipei yang telah menyerahkan dirinya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu agar tidak mendiskusikan perkara keuangan atau pengumpulan dana. Pada tahun 1949, ketika para sekerja di bawah pimpinan Saudara Watchman Nee me-mutuskan untuk mengutus saya keluar dari daratan China, tidak ada dana yang diberikan kepada saya, dan saya tidak tahu harus pergi ke mana. Akhirnya, menurut pimpinan Tuhan, saya pergi ke Taiwan, dan saya pergi ke sana tanpa tunjangan dari manusia.

Situasinya mirip sekali ketika saya datang ke Amerika Serikat. Ketika saya datang ke negara ini, tidak ada seorang pun yang menunjang saya dalam hal keuangan. Kenyataannya, beberapa saudara di Amerika Serikat mengira bahwa saya ditunjang oleh orang-orang kudus di Timur Jauh, dan orang-orang di Timur Jauh mengira saya ditunjang oleh orang-orang kudus di Amerika Serikat. Sebagai bukti bahwa saya tidak ditunjang oleh sarana manusia, saudara yang membantu saya mengurus pajak pendapatan saya pada tahun 1964 memberi tahu saya, bahwa sepanjang tahun itu gereja di Los Angeles memberikan uang sebesar enam ratus dolar. Mungkin Anda heran bagaimana saya hidup. Saya hanya dapat bersaksi bahwa saya hidup. Bagaimanakah saya hi-dup? Saya hidup seperti burung pipit dan bunga bakung. Maksud saya dalam mengutarakan hal ini ialah bahwa dalam melayani Tuhan sepenuh waktu, kita tidak boleh cemas tentang keuangan. Tuhan tidak akan membiarkan kita kelaparan.

Dalam Kisah Para Rasul 13 tidak ada diskusi tentang pengumpulan dana atau tentang berapa banyak yang harus diberikan kepada Barnabas dan Saulus. Barnabas tidak berkata, ”Saudara Paulus, tenanglah, aku akan memperhatikan biaya hidupmu.” Demikian juga, Paulus tidak berkata, ”Sau-dara-saudara, kalian menumpangkan tangan atasku, tetapi bagaimana dengan biaya perjalananku? Bagaimana aku dapat hidup? Kalian mengutus aku keluar, tetapi siapakah yang akan menunjangku ? Bagaimana kalian dapat mengi-rimkan uang kepadaku ?” Cara dalam Kisah Para Rasul 13 itu benar-benar berbeda dengan yang dipraktekkan oleh ba-nyak kelompok Kristen pada hari ini.

Izinkan saya memberikan satu kesaksian mengenai pe-kerjaan penerbitan di negara ini. Pada tahun 1963, kita mu-lai menerbitkan satu majalah kecil The Stream (Arus Hayat). Kita memulai pekerjaan ini hanya dengan dua ratus dolar. Selama dua puluh satu tahun belakangan ini, peker-jaan penerbitan ini telah berkembang pesat. Tuhan telah memakai ministri penerbitan ini, dan banyak orang telah menikmati buku-buku yang telah dicetak ini. Hari ini pekerjaan ini memiliki tiga kantor satu di Anaheim, satu di Irving, dan satu lagi di Taipei dan banyak orang ku-dus yang bekerja sepenuh waktu bagi ministri penerbitan ini. Semua ini adalah pekerjaan Tuhan; pekerjaan ini digenapkan tanpa organisasi atau pengumpulan dana.

Jika Tuhan memimpin Anda untuk melayani Dia sepenuh waktu, tempuhlah cara-Nya. Jangan membicarakan tentang uang atau organisasi, dan jangan memikirkan posisi, tingkatan, atau gelar Anda. Lupakan semua hal itu dan yakinlah bahwa Tuhan akan memperhatikan segalanya.

PERLUNYA PEKERJA-PEKERJA

SEPENUH WAKTU

Bagi pergerakan Tuhan dalam merampungkan pemulihan-Nya pada hari ini, perlu ada cukup banyak pekerja sepenuh waktu, khususnya di Amerika Serikat. Di negara ini mungkin hampir ada seratus gereja, tetapi kita tidak memiliki pekerja sepenuh waktu yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan ini. Pergerakan Tuhan telah terbatasi karena kekurangan ini. Sungguh perlu ada pekerja sepenuh waktu.

Bagaimanakah para pekerja sepenuh waktu yang diperlukan ini dihasilkan? Tentunya bukan dengan cara pemilihan manusia. Sebaliknya, mereka akan dihasilkan melalui orang-orang kudus ini bertumbuh dalam hayat dan kemudian dimanifestasikan menurut hakiki mereka. Kemudian orang-orang tertentu akan dipimpin oleh Tuhan untuk melayani Dia sepenuh waktu, dan mereka akan menerima pimpinan-Nya dengan iman. Orang-orang yang mengikuti Tuhan dengan cara ini tidak seharusnya cemas tentang biaya kehidupan mereka. Mereka harus menyerahkan hal ini kepada Tuhan. Selain itu, mereka tidak boleh memperhatikan kedudukan, tingkatan, atau gelar. Mereka hanya harus mem-perhatikan pergerakan Tuhan dan damba untuk berada da-lam pergerakan-Nya.

Sebagai seorang yang telah melayani Tuhan sepenuh waktu selama lebih dari lima puluh tahun, saya dapat bersaksi bahwa seseorang yang melayani tidak seharusnya ce-mas tentang keuangan atau kedudukan. Sejak saya melepaskan pekerjaan saya pada tahun 1933 untuk melayani Tuhan, saya dapat bersaksi bahwa saya tidak pernah memikirkan kedudukan, tingkatan, atau gelar saya. Selama bertahun-tahun saya hanya mengenal satu hal berjerih lelah siang dan malam. Saya tidak peduli siapa saya, dan saya tidak memperhatikan kedudukan, tingkatan, atau gelar. Saya ingin orang lain menyebut saya sebagai ”Saudara Lee” saja. Nama ini sudah cukup. Saya hanya seorang saudara yang berjerih lelah. Kedambaan saya adalah meneladani Paulus bagi kepentingan Tuhan dan memperhatikan semua gereja.

Saya harap orang-orang yang membaca berita ini mau berdoa mengenai perlunya pekerja-pekerja sepenuh waktu. Akankah Tuhan memimpin Anda untuk melayani Dia sepenuh waktu? Mungkin Dia akan memimpin Anda dengan cara ini.

Diperlukan banyak pekerja sepenuh waktu bukan hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Amerika Latin dan Eropa. Banyak negara di Amerika Tengah dan Selatan telah terbuka bagi pemulihan Tuhan. Ada banyak gereja di Mexico dan Brazil; juga ada gereja-gereja di Guatemala, Colombia, Argentina, Chili, Peru, Bolivia, Uruguay, dan Paraguay. Meskipun ada begitu banyak gereja di Amerika Latin, tetapi sangat sedikit pekerja sepenuh waktu. Benar-benar perlu ada sejumlah orang kudus yang rela melayani Tuhan sepenuh waktu, bersandar di dalam-Nya untuk memenuhi keperluan ini. Juga perlu ada pekerja-pekerja sepenuh waktu di Eropa.

Kita semua perlu membawa perkara ini kepada Tuhan, jangan membuat keputusan dengan sembarangan. Sebalik-nya, berdoalah, terbukalah kepada Tuhan, dan carilah kehendak-Nya. Kiranya Tuhan memenuhi keperluan akan pekerja-pekerja sepenuh waktu bagi penyebaran pemulihan-Nya di bumi pada hari ini.