← Daftar isi Kisah para Rasul (2) · bab 7/23

PERKEMBANGBIAKAN DI YERUSALEM, YUDEA, DAN SAMARIA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK

SEKERJA PETRUS

(26)

Pembacaan Alkitab: Kis. 12:1-24

SATU BAGIAN YANG DISISIPKAN

Dalam berita ini kita akan melihat 12:1-24, satu bagian yang disisipkan mengenai Petrus dalam ministrinya.

Mengapa perlu ada satu bagian yang disisipkan seperti 12:1-24 di sini? Semua penulis Perjanjian Baru diilhami oleh Roh itu untuk memilih bahan yang tepat bagi tulisan mereka, supaya tulisan mereka dapat mencapai sasarannya. Berdasarkan prinsip ini, kita perlu mempertimbangkan mengapa Lukas, penulis kitab Kisah Para Rasul ini, memasukkan kejadian yang tercatat dalam 12:1-24 pada butir ini. Roh Kudus di dalam Lukas pasti memiliki satu tujuan dalam melakukan hal ini.

Dalam 11:1-18 Petrus memberi tahu orang-orang di Yerusalem bagaimana pintu telah terbuka bagi bangsa Kafir untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Menurut 11:18, orangorang yang mendengar hal itu menjadi tenang dan memuliakan Allah. Mereka hanya dapat berkata, ”Jadi, kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.” Dalam catatan selanjutnya dari pasal 11 (ay. 19-30), Lukas memberi tahu kita tentang penyebaran Injil ke Fenisia, Siprus, dan Antiokhia melalui murid-murid yang tersebar, dan tentang persekutuan di antara gereja di Antiokhia dan gereja-gereja di Yudea. Barnabas diutus dari Yerusalem untuk mengunjungi tempat-tempat di mana Tuhan melakukan penyebaran. Ketika ia datang ke Antiokhia, ia sadar bahwa perlu ada ministri. Karena itu, ia membawa Saulus ke Antiokhia untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan di sana. Melalui hal inilah Saulus dibawa masuk ke dalam pelayanan gereja dan diperkenalkan ke dalam ministrinya.

Pemberitaan Saulus di Damsyik itu sangat berkhasiat, dan ia bahkan memiliki murid-murid. Tetapi itu bukanlah waktu yang tepat baginya untuk diperkenalkan sepenuhnya ke dalam ministri Perjanjian Baru. Kita dapat mengatakan bahwa pemberitaan Saulus di Damsyik adalah sesuatu yang dilakukan berdasarkan dirinya sendiri.

Ada tiga saudara yang khususnya berhubungan dengan Saulus: Stefanus, Ananias, dan Barnabas. Melalui Stefanus, Saulus mendengar Injil untuk kali pertama. Melalui Ananias, ia dibawa ke dalam kesatuan dengan Tubuh. Kemudian melalui Barnabas, Saulus dibawa ke dalam persekutuan di Yerusalem. Meskipun ia dibawa ke dalam persekutuan pada waktu itu, tetapi ia belum dibawa ke dalam ministri itu. Pada waktu itu ia belum sepenuhnya dibawa ke dalam ekonomi Perjanjian Baru. Suatu kali, setelah Saulus pergi dari Yerusalem ke Tarsus, waktunya tepat bagi Barnabas untuk bertemu dengan Saulus dan membawanya ke Antiokhia. Hanya ketika Saulus dibawa ke Antiokhia oleh Barnabas barulah ia dibawa dengan sepenuhnya ke dalam pelayanan untuk gereja-gereja. Kita melihat hal ini dalam murid-murid di Antiokhia yang mengirimkan persembahan materi mereka kepada saudara-saudara di Yudea melalui tangan Barnabas dan Saulus. Di sini kita melihat bahwa Barnabas dan Saulus ditugaskan untuk membawa persembahan-per-sembahan dari Antiokhia untuk membantu orang-orang kudus di Yudea. Dengan cara ini Saulus dibawa ke dalam satu pelayanan yang diakui oleh semua gereja. Selain itu, setelah Barnabas dan Saulus kembali ke Antiokhia dari Yerusalem, Saulus masuk sepenuhnya ke dalam ministri Perjanjian Baru. Karena itu, perkenalan Saulus ke dalam pelayanan gereja-gereja dan masuknya dia dengan sepenuhnya ke dalam ministri Perjanjian Baru terjadi dalam 11:19 sampai 12:25, dengan 12:1-24 sebagai bagian yang berhubungan dengan Petrus, bukan Saulus, disisipkan di dalam catatan ini.

Kelihatannya ministri Petrus telah berkurang menjelang 11:18. Kemudian dalam 11:19 kita memiliki permulaan tentang perkenalan yang penuh dari ministri Saulus. Perkenalan ini disempurnakan pada 12:25. Kemudian, seperti yang akan kita lihat, ministrinya dimulai sepenuhnya dalam 13:1.

ALASAN UNTUK PENYISIPAN BAGIAN INI

Sekarang kita perlu melihat alasan Lukas menyisipkan bagian mengenai Petrus ini. Sebenarnya, bagian ini tidak berhubungan dengan ministri Petrus. Tetapi, bagian ini mencatat satu mujizat yang melaluinya Petrus diselamatkan dari penjara. Apakah alasan untuk sisipan ini? Apakah tujuan Lukas dalam mencatat bagian ini?

Menguatkan Kesan Positif terhadap Petrus dan Ministrinya

Seandainya catatan mengenai Petrus dan ministrinya berakhir pada 11:18. Kesan yang bagaimanakah yang kita miliki terhadap Petrus? Petrus tidak berani dalam hal yang terjadi di rumah Kornelius. Jika Petrus berani, ia mungkin berkata, ”Saudara-saudara, Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa kita harus menjadi saksi-saksi-Nya sampai ke ujung bumi. Jadi, salahkah bila aku pergi ke rumah seorang per-wira Roma di Kaisarea?” Tetapi sebaliknya, Petrus sangat hati-hati. Galatia 2 mengkonfirmasikan fakta bahwa Petrus memiliki satu masalah mengenai pergaulan antara orang Yahudi dan kaum beriman Kafir. Dalam perkara ini Petrus tidak kuat. Karena itu, ketika ia ditanya mengenai hal itu, ia tidak menjawabnya dengan berani.

Dalam Kisah Para Rasul 1:8, Tuhan Yesus menubuatkan dan memerintahkan dengan berkata, ”Kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Paulus mungkin berusaha menggenapkan firman ini ketika ia ingin pergi ke Spanyol. Dalam hatinya mungkin telah ada pemikiran bahwa jika ia dapat pergi ke Spanyol, ia akan mencapai ujung bumi. Maksud Paulus adalah menggenapkan perintah Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:8.

Petrus seharusnya ingat firman Tuhan dalam 1:8 ketika ia berbicara dengan orang-orang dari golongan yang bersunat dalam Kisah Para Rasul 11. Perkataan itu akan memberikan dasar kepadanya untuk menjadi berani dalam pembicaraannya. Tetapi, Petrus tidak memberikan satu kesaksian yang berani. Sebaliknya, ia berbicara dengan halus, hati-hati, dan bahkan memakai enam saudara untuk melindungi dia.

Tanpa sisipan dari 12:1-24, kita tidak dapat memiliki kesan yang baik terhadap Petrus, khususnya terhadap ministrinya. Kita mungkin akan memiliki keraguan mengenai Petrus. Karena itu, sewaktu ia menulis tentang awal dari ministri Paulus, Lukas berbeban memasukkan sesuatu untuk menguatkan kesan positif yang ia berikan kepada para pembacanya mengenai Petrus. Saya percaya, inilah alasan pertama untuk penyisipan ini.

Memperlihatkan Dua Sumber Penganiayaan

Alasan yang kedua untuk penyisipan ini adalah untuk memperlihatkan bahwa penganiayaan atas gereja dan para rasul bukan hanya berasal dari sumber agama Yahudi, tetapi juga dari politisi Roma. Kisah Para Rasul 12:1-2 mengatakan, ”Kira-kira pada waktu itu Raja Herodes mulai ber-tindak keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.” Ini adalah Herodes Agripa I, yang penerusnya adalah Agripa II dalam 25:13. Keduanya berbeda dengan Herodes, raja wilayah dalam 13:1. Sampai sejauh ini gereja hanya menderita penganiayaan dari agama Yahudi. Sekarang politisi Kafir mulai ikut serta menganiaya bersama agama Yahudi (ay. 11). Agama Yahudi bersatu dengan pemerintahan Roma untuk menghukum Tuhan Yesus. Di sini, dalam Kisah Para Rasul 12, Lukas memperlihatkan kepada kita bahwa penganiayaan sekarang datang dari politisi-politisi Roma seperti dari agama Yahudi. Sisipan Lukas dari 12:1-24 menunjukkan hal ini.

Menurut Kisah Para Rasul 12, Herodes mengancam sejumlah orang kudus. Khususnya, ia membunuh Yakobus, saudara Yohanes. ”Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia selanjutnya menyuruh menahan Petrus juga . . . Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu . . . Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara” (ay. 3-5). Ketika Mahkamah Agama menangkap Petrus dan rasul-rasul lainnya, mereka memasukkannya ke dalam penjara bagian luar. Tetapi, Herodes memasukkan Petrus ke dalam penjara bagian dalam, di mana ia dijaga oleh empat regu prajurit. Maksud Lukas adalah untuk memperlihatkan ke-pada kita bahwa politisi-politisi Roma bergabung dengan agama Yahudi untuk menganiaya gereja.

Menyajikan Petrus sebagai Seorang Pahlawan

Selain itu, penuturan Lukas dalam 12:1-24 membuat Petrus menjadi seorang pahlawan. Pahlawan Kristen ini menderita penganiayaan dari agama Yahudi dan dari politisi-politisi Roma. Ini meninggalkan kesan yang sangat positif mengenai Petrus kepada kita. Sewaktu kita membaca pasal 12, kita menerima kesan bahwa Petrus adalah seorang pahlawan.

Dalam pasal 12:5b-19 kita melihat bahwa Petrus diselamatkan oleh Tuhan dengan ajaib. Herodes menggunakan otoritasnya untuk memasukkan Petrus ke penjara bagian dalam, di mana ia dirantai dengan dua penjaga, yang satu di sebelah kanan dan yang lainnya di sebelah kirinya. Herodes menunggu Paskah selesai untuk menghadapkan Petrus kepada orang Yahudi, karena ia mengira bahwa ini akan sangat menyenangkan orang Yahudi. ”Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai, sedangkan di depan pintu, para pengawal sedang menjaga penjara itu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam kamar penjara itu. Malaikat itu menepuk Petrus un-tuk membangunkannya, katanya: Bangunlah segera! Lalu gugurlah rantai itu dari tangan Petrus” (ay. 6-7). Sewaktu Petrus pergi dan mengikuti malaikat itu, ”ia tidak tahu bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan” (ay. 9). Malaikat itu memimpin Petrus melewati para pengawal dan melalui sebuah pintu gerbang besi, ”pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia” (ay. 10). Kemudian Petrus sadar bahwa apa yang sedang terjadi pada dirinya bukanlah satu penglihatan, melainkan kenyataan. ”Setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi. Setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa” (ay. 11-12).

Ketika seorang hamba perempuan yang bernama Rode mengenal suara Petrus dan melaporkannya kepada orang-orang yang ada di dalam rumah itu, bahwa Petrus sedang berdiri di depan pintu masuk, mereka berkata, ”Itu malaikatnya” (ay. 13-15). Bukan hanya Petrus sebagai seorang rasul memiliki seorang malaikat; bahkan yang terkecil di antara kaum beriman juga memiliki malaikat mereka masing-masing (Mat. 18:10), yang adalah hamba-hamba bagi kaum beriman yang mewarisi keselamatan Allah.

Akhirnya, ketika orang-orang di rumah itu melihat Petrus, mereka tercengang-cengang (ay. 16). ”Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceritakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita” (ay. 17). Ini menunjukkan bahwa Yakobus adalah seorang pemimpin di antara rasul-rasul dan para penatua di Yerusalem (lihat 15:13; 21:18; Gal. 1:19; 2:9, 12).

Kisah Para Rasul 12:18-19b mengatakan, ”Besok paginya gemparlah prajurit-prajurit itu. Mereka bertanya-tanya apa yang telah terjadi dengan Petrus. Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan membunuh mereka.” Segalanya telah disiapkan untuk membawa Petrus keluar dari penjara dan dihadapkan kepada orang banyak, namun satu yang kurang tawanannya telah hilang. Ini benar-benar aib bagi Herodes! Herodes marah dan memerintahkan agar para pengawal itu dibunuh.

Meskipun Herodes malu karena Petrus selamat dari penjara, ia masih tetap sombong, dan ia meninggikan dirinya sendiri. Kita dapat membaca bahwa ”Herodes sangat marah terhadap orang Tirus dan Sidon. Atas persetujuan bersama mereka pergi menghadap dia. Mereka berhasil membujuk Blastus, pengurus rumah tangga raja, ke pihak mereka, lalu mereka memohon perdamaian, karena negeri mereka mem-peroleh bahan makanan dari wilayah raja” (ay. 20). Karena negeri Herodes itu kaya dan menyuplaikan makanan ke Tirus dan Sidon, maka orang-orang di sana takut kepada Herodes. Mereka khawatir kalau suplaian makanan kepada mereka diputus, karena itu mereka melakukan sesuatu untuk menyenangkan Herodes. ”Pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. Lalu rakyatnya bersorak membalasnya: Ini suara dewa dan bukan suara manusia! Seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing” (ay. 21-23). Kelihatannya Herodes tidak lang-sung mati ketika malaikat Tuhan menampar dia. Tetapi, orang yang sombong, yang menghina Allah ini, dimakan oleh cacing-cacing.

Catatan tentang nasib Herodes dalam 12:19b-23 berhubungan dengan penderitaan Petrus dan penyajiannya sebagai seorang pahlawan. Saya percaya bahwa maksud Lukas dalam menyisipkan bagian ini ke dalam tulisannya adalah untuk menjaga kita dari memiliki kesan yang negatif terhadap Petrus. Sebaliknya, kesan kita terhadapnya haruslah sangat positif, karena catatan mengenai dia dan ministrinya berakhir dengan mujizat yang demikian. Ini menegaskan fakta bahwa sekalipun ministri Petrus menyusut, Tuhan masih tetap menyertai dia dan melakukan sesuatu baginya.

Karena catatan mengenai Petrus berakhir dengan sifat kepahlawanan, kita tidak boleh mencela Petrus atau minis-trinya. Meskipun kita tidak setuju dengan Gereja Roma Katolik dalam meninggikan Petrus sebagai seorang paus, namun kita mengakui bahwa Petrus dan ministrinya itu sangat baik. Catatan tentang ministrinya adalah catatan tentang seorang pahlawan yang diperkenan Allah. Karena itu, kita tidak boleh meninggikan Paulus dan mencela Petrus. Jika kita melakukan hal ini, kita akan seperti or-ang-orang Korintus, karena kita akan mengatakan bahwa kita adalah golongan Paulus dan bukan golongan Petrus. Karena Petrus benar-benar seorang pahlawan dalam pergerakan Tuhan, maka kita perlu menghargainya.

PEPERANGAN ANTARA ALLAH DENGAN IBLIS

Ada sejumlah perkara lainnya dalam 12:1-24 yang perlu kita bahas. Pertama, ketika Petrus berada di dalam penjara, ”jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah” (ay. 5). Ini menunjukkan bahwa di balik layar ini ada suatu peperangan antara kekuatan-kekuatan rohani, yakni suatu peperangan antara Allah dengan musuh-Nya, Iblis. Kelihatan-nya konflik itu terjadi antara Herodes dan Petrus; sebenarnya, itu adalah antara Allah dengan musuh-Nya. Tidak diragukan lagi, Herodes dihasut oleh Iblis. Iblis berada di belakangnya dan bahkan di dalamnya. Karena itu, gereja berperang dalam peperangan Allah melawan Iblis, si jahat.

Peperangan ini tidak dilakukan bersandar daging melainkan bersandar doa. Gereja berdoa, dan senjata yang dipakai gereja untuk mengalahkan Herodes dan pasukan rohani di belakangnya bukan berasal dari daging, melainkan dari Roh itu.

PARA SAUDARI MEMIMPIN UNTUK BERDOA

Kedua, dalam 12:12 kita melihat bahwa di rumah Maria ada banyak orang berkumpul dan berdoa. Ini menunjukkan bahwa doa untuk Petrus dipersembahkan terutama di rumah seorang saudari. Dari hal ini kita melihat bahwa dalam kehidupan gereja, para saudari harus memimpin dalam hal doa. Menurut prinsip dasar dalam firman Tuhan, segala aktivitas seharusnya dilaksanakan oleh saudara, dan para saudari kebanyakan melakukan pekerjaan menopang di belakang. Pekerjaan menopang yang terutama adalah berdoa. Inilah situasi yang sebenarnya dalam perkara Petrus. Setelah ia bebas, ia pergi ke rumah Maria, di mana banyak orang kudus sedang berdoa. Dalam Kisah Para Rasul 12, Tuhan benar-benar Tuhan; Dia adalah Penguasa atas raja-raja. Raja Herodes sombong, tetapi Yesus Sang Penguasa berada di atas-Nya. Tuhan Yesus melaksanakan jabatan-Nya sebagai Tuhan untuk mengutus malaikat menanggulangi Herodes, orang yang dihasut, dirampas, dan diperalat Iblis. Di sini kita dengan jelas melihat bahwa Tuhan berperang dan menang.

FIRMAN ALLAH BERTUMBUH

DAN BERLIPAT GANDA

Akhirnya 12:24 mengatakan, ”Sementara itu, firman Allah makin tersebar dan makin banyak didengar orang (berlipat ganda).” Ayat sebelumnya mengatakan bahwa Herodes mati dan dimakan oleh cacing-cacing. Kemudian ayat ini dimulai dengan ”sementara itu”. Herodes mati, tetapi firman Allah bertumbuh. Firman Allah sebenarnya adalah Tuhan sendiri, karena firman itu adalah wadah Tuhan. Karena itu, firman Allah bertumbuh sebenarnya berarti Tuhan bertumbuh.

Kisah Para Rasul 12:24 mengatakan bahwa firman Allah tidak hanya bertumbuh, tetapi juga berlipat ganda. Firman tidak bertumbuh dan berlipat ganda dengan sendirinya. Melainkan, firman itu bertumbuh bersama kaum beriman dan berlipat ganda bersama gereja. Ketika kaum beriman bertumbuh, maka firman di dalam mereka juga bertumbuh. Ketika gereja-gereja berlipat ganda, maka firman di dalam gereja-gereja juga berlipat ganda. Fakta bahwa firman Allah bertumbuh dan berlipat ganda menunjukkan bahwa kaum beriman dan gereja-gereja pada zaman dulu dipenuhi dengan firman dan bersatu dengan firman. Ini adalah satu tanda yang kuat atas kemenangan Tuhan di dalam peperangan-Nya melawan si jahat.

Pertumbuhan dan pergandaan firman dalam 12:24 adalah akibat, hasil, dari ministri Petrus. Karena itu, ayat ini menunjukkan bahwa ministri Petrus berakhir dengan kemenangan. Perkataan yang terakhir mengenai ministrinya dalam kitab Kisah Para Rasul adalah firman Allah bertumbuh dan berlipat ganda. Ini adalah satu akhir yang mulia dan menang dari ministri Petrus.

Selain itu, ayat ini adalah satu pengumuman per-gerakan Tuhan di bumi dari Yerusalem, melalui Samaria, sampai ke dunia Kafir. Pergerakan Tuhan dari pasal 2 sampai akhir pasal 12 benar-benar merupakan kemenangan atas situasi itu. Pergerakan-Nya di dalam ministri-Nya bagi per-kembangbiakan Kristus yang bangkit itu menang, tidak hanya atas agama Yahudi, tetapi juga atas politik Roma.

Karena catatan mengenai ministri Petrus dalam kitab Kisah Para Rasul berakhir dengan kemenangan, kita tidak boleh meremehkan Petrus. Perjanjian Baru mengatakan dengan jelas bahwa Petrus ditunjuk untuk orang-orang bersunat, sedangkan Paulus untuk orang-orang tak bersunat. Mereka berada di dalam dua wilayah dari ministri Perjanjian Baru. Sebagai sisipan ke dalam catatan dalam kitab Kisah Para Rasul, 12:1-24 membuktikan bahwa pergerakan Allah itu menang dalam segala keadaan.