PERKEMBANGBIAKAN DI ASIA KECIL DAN EROPA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK
SEKERJA PAULUS
(10)
Pembacaan Alkitab: Kis. 16:6-10
Dalam berita ini kita akan mulai membahas 16:6-10, yang menggambarkan bagaimana Paulus dan sekerja-sekerjanya dipimpin Allah untuk pergi ke Makedonia, satu propinsi di Kekaisaran Romawi di sebelah tenggara Eropa. Kita akan khusus memperhatikan Roh Kudus dalam ayat 6 dan Roh Yesus dalam ayat 7.
PENCEGAHAN ROH KUDUS
Kisah Para Rasul 16:6 mengatakan, ”Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.” Pergerak-an rasul Paulus dan para sekerjanya untuk perluasan Injil bukanlah menurut keputusan dan pilihan mereka, juga bukan menurut jadwal yang ditentukan oleh rapat manusia, melainkan melalui Roh Kudus menurut kehendak Allah, seperti di dalam misi Filipus (8:29, 39). Mereka ingin memberitakan firman di Asia, tetapi Roh Kudus mencegah mereka. Pencegahan juga merupakan satu bagian dari pimpinan Roh Kudus.
ROH YESUS TIDAK MENGIZINKAN
Kisah Para Rasul 16:7 melanjutkan, ”Setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.” Roh Kudus mencegah mereka membelok ke kiri, ke Asia (ay. 6), dan Roh Yesus tidak mengizinkan mereka membelok ke kanan, ke Bitinia, menunjukkan rasul Paulus dan sekerjanya harus berjalan lurus. Jika kita melihat peta, kita akan melihat bahwa pimpinan yang demikian itu mengarah ke timur Eropa, khususnya ke Makedonia dan Akhaya. Tetapi, Paulus tidak memiliki pemkiran untuk pergi ke sana. Hal ini memerlukan Tuhan memberinya sebuah penglihatan di malam itu, dan dalam penglihatan itu seorang Makedonia memanggil Paulus datang (ay. 9).
Karena itu mereka melintasi Misia dan Troas, langsung pergi ke Makedonia (ay. 8).
DUA GELAR ILAHI YANG TIDAK DITEMUKAN DALAM PERJANJIAN LAMA
Kita perlu memperhatikan dengan teliti dua gelar ilahi dalam ayat 6-7: Roh Kudus dan Roh Yesus. Roh Yesus dan Roh Kudus dalam ayat sebelumnya digunakan secara bergantian, mewahyukan Roh Yesus adalah Roh Kudus. Dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus adalah sebutan umum terhadap Roh Allah. Roh Yesus adalah ungkapan khusus terhadap Roh Allah, dan mengacu kepada Roh Juruselamat yang menjadi daging. Juruselamat ini adalah Yesus dalam keinsanian-Nya, melewati kehidupan insani dan kematian di kayu salib. Ini menunjukkan bahwa di dalam Roh Yesus tidak hanya ada unsur ilahi Allah, tetapi juga unsur insani Yesus serta unsur kehidupan insani-Nya dan penderitaan kematian-Nya. Roh almuhit yang sedemikian diperlukan untuk ministri pem-beritaan rasul, ministri penderitaan di dalam hayat manusia untuk umat manusia, dan di antara manusia.
Kita telah melihat bahwa dalam Kisah Para Rasul 16 Lukas pertama-tama membicarakan tentang Roh Kudus dan kemudian Roh Yesus. Dalam Perjanjian Lama kita membaca tentang Roh Allah dalam Kejadian 1:2b: ”Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Di sana Roh Allah mengerami di atas air kematian. Roh Allah dalam Perjanjian Lama disebut Roh Yehova (Hak. 3:10; Yeh. 11:5). Gelar ”Roh Kudus” tidak dipakai dalam Perjanjian Lama. ”Roh-Mu yang kudus” dalam Mazmur 51:13 dan ”Roh Kudus-Nya” dalam Yesaya 63:10-11 seharusnya diterjemahkan ”Roh kekudusan”. Karena itu, gelar utama Roh Allah dalam Perjanjian Lama adalah Roh Allah dan Roh Yehova. Roh Allah tidak pernah disebut Roh Elia atau Roh Daud. Dari hal ini kita melihat bahwa dalam Kisah Para Rasul 16 Lukas memakai dua gelar untuk Roh Allah yang tidak ditemukan dalam Perjanjian Lama.
Gelar ”Roh Kudus” dipakai untuk kali pertama pada waktu keterkandungan Tuhan Yesus. Istilah Roh Kudus dipakai ketika tiba waktunya untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus dan mempersiapkan satu tubuh insani bagi-Nya untuk memulai dispensasi Perjanjian Baru (Luk. 1:15, 35; Mat. 1:18, 20). Untuk memahami pemakaian yang pertama dari gelar Roh Kudus ini, kita perlu melihat bahwa gelar ini berkaitan dengan inkarnasi Tuhan. Maka, menurut prinsip dari sebutan yang pertama, Roh Kudus berhubungan dengan inkarnasi dan kelahiran Kristus.
Dalam Kisah Para Rasul 16:7 Lukas berpaling dari Roh Kudus kepada Roh Yesus. Sebagai seorang manusia, Yesus pertama-tama menempuh suatu kehidupan insani kemudian disalib dan bangkit, dan Dia naik ke surga dan dijadikan Tuhan dan Kristus. Roh Yesus mencakup lebih banyak hal daripada Roh Kudus. Roh Kudus hanya mencakup inkarnasi dan kelahiran Tuhan Yesus, sedangkan Roh Yesus mencakup keinsanian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya.
SATU PERGERAKAN BARU DI DALAM EKONOMI
PERJANJIAN BARU ALLAH
Dalam Kisah Para Rasul 16 kita melihat bahwa pergerakan para rasul di dalam pekerjaan pemberitaan Injil mereka dikatakan secara tegas bukanlah oleh Roh Allah, melainkan oleh Roh Kudus, yang terlibat dengan inkarnasi dan kelahiran Tuhan, dan oleh Roh Yesus, yang terlibat dengan keinsanian, Kehidupan insani, kematian, kebangkit-an, dan kenaikan Tuhan. Dua gelar ilahi ini menunjukkan dengan tegas bahwa pergerakan Paulus di dalam pekerjaan pemberitaan Injilnya bukanlah sesuatu yang dilaksanakan dalam cara dispensasi yang lama. Jika ini adalah satu per-gerakan dalam cara dispensasi yang lama, maka Roh Allah atau Roh Yehova harus disinggung. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 16 tidak disinggung mengenai Roh Allah maupun Roh Yehova. Sebaliknya, kita diberi tahu bahwa Paulus dan sekerja-sekerjanya dicegah oleh Roh Kudus untuk memberitakan firman di Asia dan tidak diizinkan oleh Roh Yesus untuk masuk ke Bitinia. Fakta bahwa Lukas membicarakan tentang Roh Kudus dan Roh Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan pemberitaan Injil dari para rasul itu adalah satu pergerakan baru di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah. Seperti yang telah kita tunjukkan, kita tidak berbeban untuk membahas semua butir kecil dalam Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul ini. Beban kita adalah melihat pergerakan Allah di bumi bagi ekonomi Perjanjian Baru-Nya dan semua butir peralihan zaman yang penting yang berhubungan dengan pergerakan ini.
Ekonomi Perjanjian Baru Allah dilaksanakan melalui inkarnasi, keinsanian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan. Roh Kudus dan Roh Yesus men-cakup perkara-perkara ini. Ini berarti bahwa Roh itu yang sekarang disebut Roh Kudus dan Roh Yesus adalah totalitas dan perampungan akhir dari inkarnasi, keinsanian, kehidup-an insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Bila kita memiliki Roh Kudus dan Roh Yesus ini, maka kita memiliki Kristus di dalam inkarnasi-Nya, keinsanian dan kehidupan insani-Nya, dan di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya.
Kita telah menunjukkan bahwa setelah kebangkitan-Nya dan di dalam kebangkitan-Nya Kristus telah menjadi Kristus yang pneumatik. Kristus yang pneumatik ini identik dengan Roh itu (1 Kor. 15:45; 2 Kor. 3:17). Roh Kudus, yang adalah juga Roh Yesus, adalah totalitas dari Kristus yang pneumatik ini. Kristus yang pneumatik ini tersusun dari unsur-unsur tertentu: inkarnasi, keinsanian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan. Di alam semesta Dialah satu-satunya yang memiliki enam persyaratan ini. Hanya Dialah yang layak dengan inkarnasi, keinsanian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan. Maka, Roh Yesus adalah realisasi dari Yesus yang layak ini. Roh Yesus adalah totalitas dari Dia yang almuhit ini. Dalam Kisah Para Rasul 16 Paulus dan sekerja-sekerjanya bergerak di bawah pimpinan Roh yang demikian, Roh yang adalah totalitas dari Kristus yang almuhit.
KEBENARAN DI DALAM LUBUK
DARI FIRMAN ITU
Apa yang telah saya ministrikan dalam berita ini mengenai Roh Kudus dan Roh Yesus bukanlah suatu produk dari imajinasi saya. Tetapi, ini adalah hasil dari mempelajari Firman Kudus dan tulisan orang lain selama lebih dari setengah abad ditambah dengan menyelidiki pengalaman orang-orang kudus dan pengalaman saya sendiri. Karena itu, persekutuan saya mengenai dua gelar dari Roh ilahi ini berdasar pada pelajaran, penyelidikan, dan pengalaman bertahun-tahun.
Jika kita melihat makna dari gelar Roh Kudus dan Roh Yesus ini, kita akan mengeluh dan meratap atas situasi yang kasihan di antara orang-orang Kristen pada hari ini dalam hubungannya dengan memahami perkara-perkara ini. Siapakah yang mengetahui bahwa Roh Yesus adalah totalitas dan realisasi dari Kristus sebagai Dia satu-satunya yang layak, Dia yang layak melalui inkarnasi, keinsanian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan? Kita benar-benar tidak sombong akan apa yang telah Tuhan perlihatkan kepada kita, di dalam belas kasihan-Nya. Tetapi kita berbeban untuk memberi tahu kebenaran ini kepada umat yang mencari Allah. Kedalaman-kedalaman dari kebenaran mengenai Roh ini tidak ditemukan di dalam teologi yang tradisional; sebaliknya, ini ada di dalam lubuk Firman itu. Jika kita ingin mengenal kedalaman-kedalaman ini, kita tidak boleh puas dengan ”meluncur di atas es” di atas permukaan Firman itu. Kita di dalam pemulihan Tuhan tidak boleh tinggal di atas permukaan seperti itu.
Kita benar-benar perlu melihat dua gelar ilahi dalam Kisah Para Rasul 16:6-7 ini. Paulus dan Silas dicegah untuk memberitakan firman di Asia bukan oleh Roh Allah ataupun oleh Roh Yehova, melainkan oleh Roh Kudus, yang melaksanakan pengandungan Sang Juruselamat. Ketika mereka mencoba masuk ke Bitinia, bukan Roh Allah atau Roh Yehova yang tidak mengizinkan mereka adalah Roh Yesuslah yang tidak mengizinkan mereka pergi ke sana. Roh Yesus adalah Roh dari Dia dengan keinsanian, yang menempuh satu kehidupan insani di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, yang menempuh kematian yang almuhit, yang bangkit dari antara orang mati untuk mengembang-biakkan hayat ilahi ini dengan membagikannya ke dalam semua orang beriman-Nya dan yang naik ke surga untuk dijadikan Tuhan dan Kristus. Roh yang tidak mengizinkan para rasul masuk ke Bitinia ini adalah Roh Yesus. Roh ini adalah totalitas dan realisasi yang penuh dari Yesus yang almuhit. Ayat-ayat ini membuktikan bahwa para rasul bergerak di bawah petunjuk dan bimbingan Roh almuhit yang demikian. Kiranya kita semua melihat wahyu ini di sini dan tidak puas dengan pemahaman yang dangkal terhadap Firman Allah.
TERSUSUN DARI ROH KUDUS
DAN ROH YESUS
Pekerjaan yang kita lakukan bagi Tuhan tergantung pada macam Roh, yang oleh-Nya kita dibimbing, dipimpin, diperintah, dan disusun. Paulus bukan disusun dengan Roh Allah atau Roh Yehova melainkan dengan Roh Kudus dan Roh Yesus. Sebagai satu bejana yang menampung Allah Tritunggal, Paulus sepenuhnya disusun dengan Roh Kudus, yang terlibat dengan inkarnasi dan kelahiran Tuhan, dan dengan Roh Yesus, yang terlibat dengan keinsanian, kehidup-an insani, kematian yang almuhit, kebangkitan yang membagikan hayat, dan kenaikan Tuhan. Paulus adalah seorang yang tersusun dengan Roh yang almuhit ini. Jadi, ketika ia keluar untuk memberitakan, ia benar-benar dapat memberitakan Yesus Kristus. Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa pekerjaan yang kita lakukan bagi Tuhan ini tergantung pada Roh itu yang oleh-Nya kita dibimbing dan disusun. Sebenarnya, Roh ini harus menjadi penyusun kita. Maka pekerjaan kita akan menjadi ekspresi dari Roh ini. Misalnya, apakah Anda mengira Elia bisa dipimpin oleh Roh Kudus atau melakukan satu pekerjaan bagi Yesus sebagai Dia yang telah menjadi daging dengan keinsanian, kehidup-an insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan? Tidak, Elia tidak memiliki Roh ini. Ia hanya memiliki Roh Allah dan Roh Yehova. Elia mungkin memiliki satu Roh yang penuh kuat kuasa, tetapi ia tidak tersusun dengan Roh Yesus. Karena alasan ini, ia tidak mungkin melakukan pe-kerjaan meministrikan Yesus sebagai Dia yang almuhit atau menyampaikan Dia sebagai Dia yang demikian ini kepada orang lain.
MELIHAT MAKNA DARI ROH KUDUS
DAN ROH YESUS
Dalam membaca Kisah Para Rasul 16 kita mudah memperhatikan perkara pimpinan dari Roh itu secara umum. Seperti yang telah kita lihat, Paulus tidak melaksanakan pekerjaan bagi penyebaran Injilnya menurut keputusan, kegemaran, dan jadwal tetapi oleh Roh itu. Pemahaman ini juga bersifat umum. Kita memerlukan visi surgawi untuk melihat apa yang ditunjukkan oleh dua gelar ilahi Roh Kudus dan Roh Yesus ini. Untuk memahami gelar-gelar ini kita perlu menggali ke dalam lubuk Alkitab mengenai Roh ini. Kita perlu mempelajari Roh ini di seluruh kitab Suci, melihat Roh Allah dalam kitab Kejadian dan Roh Yehova di mana saja dalam Perjanjian Lama. Kemudian kita perlu melihat mengapa istilah Roh Kudus baru dipakai pada waktu Allah berinkarnasi. Bila kita melihat hal ini, kita akan menyadari bahwa gelar ”Roh Kudus” itu terlibat dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Khususnya, gelar ini menunjukkan kedatangan Allah ke dalam manusia untuk menjadi satu dengan manusia di dalam inkarnasi. Dalam Perjanjian Baru gelar Roh Kudus menunjukkan bahwa Allah sekarang membaurkan diri-Nya sendiri dengan manusia.
Kita juga perlu pandangan untuk melihat makna dari Roh Yesus. Gelar Roh ini mengacu kepada Tuhan sebagai Dia yang almuhit yang adalah seorang manusia, yang menempuh suatu kehidupan insani di dalam keinsanian-Nya, yang pergi ke salib dan menempuh kematian yang almuhit, yang bangkit bagi perkembangbiakan hayat ilahi, dan yang naik ke surga untuk dijadikan Tuhan dan Kristus. Jika kita menggali ke dalam kitab Suci dan memiliki visi surgawi mengenai Roh ini, kita akan melihat bahwa Roh Yesus ini menyiratkan keinsanian, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan.
Mudah sekali memperoleh satu pemahaman yang dangkal terhadap Alkitab. Bahkan dengan membaca Alkitab satu kali saja Anda dapat memperoleh pengetahuan yang dangkal. Tetapi untuk melihat wahyu surgawi kita perlu menggali ke dalam lubuk Kitab Suci itu. Kita juga perlu pandangan untuk melihat apa yang diwahyukan dalam Firman itu. Tuhan Yesus memiliki pemahaman yang dalam terhadap kitab Suci ketika Dia menunjukkan bahwa gelar ”Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub” menunjukkan kebangkitan (Mat. 22:31-33).
Kiranya kita semua belajar menggali ke dalam lubuk Firman Allah untuk mengenal kebenaran-kebenaran yang lebih dalam yang telah terkubur selama berabad-abad. Khususnya, kiranya kita semua mempelajari arti dari dua gelar ilahi yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 16:6-7 Roh Kudus dan Roh Yesus.