← Daftar isi Kisah para Rasul (2) · bab 11/23

PERKEMBANGBIAKAN DI ASIA KECIL DAN EROPA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK

SEKERJA PAULUS

(4)

Pembacaan Alkitab: Kis 13:13-52

Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat Kisah Para Rasul 13. Kita telah melihat bahwa Paulus pergi ke rumah ibadat untuk membicarakan firman Allah kepada orang Yahudi dan orang Kafir yang mencari Allah. Pembicaraan Paulus dipusatkan pada Kristus. Dalam 13:27-35 ia membicarakan secara khusus mengenai kematian dan kebangkitan Kristus. Kita telah melihat bahwa kebangkitan adalah kelahiran bagi manusia Yesus. Dia dilahirkan Allah di dalam kebangkitan-Nya untuk menjadi Putra sulung Allah di antara banyak saudara (Rm. 8:29). Sejak kekekalan Dia adalah Putra tunggal Allah (Yoh. 1:18; 3:16). Setelah inkarnasi, dan melalui kebangkitan, Dia dilahirkan Allah di dalam keinsanian-Nya untuk menjadi Putra sulung Allah. Sebagai Putra tunggal Allah Kristus adalah perwujudan dari hayat ilahi, tetapi sebagai Putra sulung Allah Dia adalah perkembangbiakan hayat ini.

JANJI-JANJI KUDUS YANG DAPAT DIPERCAYAI

YANG DIBERIKAN KEPADA DAUD

Dalam 13:34 Paulus membicarakan perkataan lebih lanjut mengenai kebangkitan Kristus: ”Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan, seperti yang telah difirmankan-Nya, Aku akan memberikan kepadamu yang kudus dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud (Tl.)” Frase ”yang kudus yang dapat dipercayai yang tidak Kuberikan kepada Daud” telah menyulitkan para penerjemah Perjanjian Baru. Ayat 33-34 berhubungan dengan kebangkitan Kristus. Ayat 33 mengatakan, ”telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang tertulis dalam mazmur kedua: Engkaulah Anak-Ku! Aku telah menjadi Bapa-Mu pada hari ini.” Kita telah menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus adalah kelahiran-Nya kali kedua untuk menghasilkan Dia sebagai Putra sulung Allah. Allah berjanji untuk memberikan Dia kepada umat-Nya, dan Dia yang bangkit ini adalah yang kudus yang dapat dipercayai yang diberikan kepada Daud. Frase ”yang kudus yang dapat dipercayai yang telah Kuberikan kepada Daud” menunjukkan bahwa Kristus berasal dari Daud, karena dari keturunan Daudlah Allah membangkitkan Dia ini. Bagi Allah, Kristus yang bangkit adalah Putra sulung, tetapi bagi kita Dia adalah Juruselamat. Selain itu, Dia adalah satu karunia besar yang diberikan Allah kepada umat pilihan-Nya, dan karunia ini disebut ”yang kudus yang dapat dipercayai.”

Kristus yang Bangkit

Kata Yunani untuk ”yang kudus” berbentuk jamak. Kata Yunani yang sama (hosios) tetap berbentuk tunggal untuk ”Orang Kudus” dalam ayat berikutnya. Ini bukan kata yang biasa digunakan untuk kudus, yang adalah hagios. Hosios adalah satu kata Yunani yang sama dengan kata dalam bahasa Ibrani chesed. Alkitab versi King James dan versi Septuagin dalam 2 Tawarikh 6:42 dan Mazmur 89:2; dan Yesaya 55:3 (versi King James) menerjemahkannya mercies (belas kasih). Alkitab bahasa Indonesia menerjemahkannya kasih setia. Kata kasih setia (jamak) dalam Mazmur 89:2 sama dengan kata Yang Kudus (tunggal) dalam ayat 19. Yang Kudus ini adalah Kristus, anak Daud, dan kasih setia Allah berpusat pada diri-Nya dan disalurkan melalui diri-Nya. Karena itu, yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah diberikan kepada Daud mengacu kepada Kristus yang bangkit. Ini sepenuhnya dibuktikan oleh konteksnya, ter-utama oleh ”Orang Kudus-Mu” dalam ayat berikutnya (Kis. 13:35), dan dalam ayat setelah Yesaya 55:3.

Pemikiran Paulus dalam 13:33-34 itu sangat dalam. Kristus yang bangkit, yang adalah Putra sulung Allah yang dihasilkan melalui kelahiran-Nya kali kedua, kebangkitan-Nya, adalah yang kudus yang dapat dipercayai. Kristus yang bangkit adalah yang kudus yang dapat dipercayai yang diberikan Allah kepada kita. Di sini Paulus menunjukkan bahwa Kristus yang bangkit bukan hanya Juruselamat kita yang membawa keselamatan Allah kepada kita, juga bukan hanya Putra sulung Allah; Dia yang bangkit ini pun adalah yang kudus yang dapat dipercayai sebagai satu karunia yang diberikan Allah kepada kita.

Mudah kita pahami bahwa Kristus adalah Juruselamat kita. Lebih sulit untuk memahami bahwa Kristus adalah Putra sulung Allah. Tetapi sangat sulit untuk memahami bahwa Kristus yang bangkit adalah yang kudus yang dapat dipercayai. Banyak dari antara kita yang belum pernah diajar bahwa Kristus yang bangkit adalah yang kudus yang dapat dipercayai, yang diberikan Allah kepada kita. ”Yang kudus yang dapat dipercayai” ini mencakup suatu jangkauan yang luas, lebih luas daripada yang dicakup oleh sebutan ”Juruselamat” dan ”Putra sulung Allah”. Frase ”yang kudus yang dapat dipercayai” sebenarnya adalah satu sebutan ilahi, sebutan Kristus. Dalam ayat-ayat ini Kristus disebut sebagai yang kudus yang dapat dipercayai. Allah Juruselamat yang dibangkitkan dari keturunan Daud telah menjadi yang kudus yang dapat dipercayai.

Berbagai Aspek Hakiki Kristus

Apakah yang kudus yang dapat dipercayai ini? Ini adalah berbagai aspek hakiki Kristus. Menurut Perjanjian Baru, Kristus adalah hayat, terang, kasih karunia, keadilan, kekudusan, pengudusan, dan pembenaran. Dia juga adalah roti hayat dan air hidup. Selain itu, yang kudus yang dapat dipercayai ini mencakup semua aspek Kristus yang tersingkap dalam 1 Korintus: kekuatan, hikmat, keadilan, pengudusan, penebusan, kemuliaan, hal-hal yang tersembunyi dari Allah, pondasi unik bangunan Allah, Paskah, roti yang tidak beragi, makanan rohani, minuman rohani, batu karang rohani, Kepala, Tubuh, buah sulung, Manusia kedua, dan Adam yang akhir. Kita melihat lebih banyak aspek tentang Kristus dalam kitab Injil Yohanes, seperti Gembala dan padang rumput. Oh, betapa kayanya Kristus bagi kita sebagai yang kudus yang dapat dipercayai! Sebagai Dia yang bangkit, Dia adalah Putra sulung Allah, Juruselamat, dan semua yang kudus yang dapat dipercayai.

Kristus sebagai Belas Kasihan bagi Kita

Dalam Perjanjian Lama, yang kudus yang dapat dipercayai dipandang sebagai belas kasihan. Yesaya 55:3 membicarakan tentang ”belas kasihan yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud” (Tl.). 2 Tawarikh 6:42 ”belas kasihan-Mu kepada Daud, Hamba-Mu itu” (Tl.), dan Mazmur 89:2 mengatakan, ”Aku hendak menyanyikan belas kasihan TUHAN selama-lamanya” (Tl.). Tahukah Anda apakah belas kasihan itu? Belas kasihan menyiratkan kasih dan kasih karunia (anugerah), tetapi belas kasihan ini mencapai lebih jauh daripada kasih. Di mana kasih dan kasih karunia tidak dapat mencapainya, belas kasihan dapat mencapainya. Semua yang kudus yang dapat dipercayai adalah Kristus itu sendiri sebagai belas kasihan bagi kita. Hayat adalah suatu belas kasihan, dan terang juga adalah suatu belas kasihan. Demikian juga, keadilan, kekudusan, pembenaran, dan pengudusan adalah belas kasihan. Dalam Injil Yohanes 10 kita memiliki pintu, padang rumput, dan Gembala, semuanya ini adalah belas kasihan. Cobalah hitung semua aspek dari belas kasihan ini. Jika Anda mengeluarkan waktu untuk menghitungnya, Anda akan memiliki daftar belas kasihan yang panjang.

Kasih seorang suami kepada istrinya dan ketaatan istri kepada suaminya adalah Kristus sebagai belas kasihan bagi kita. Jika di dalam Kristus saya mengasihi istri saya, ini tentunya merupakan suatu belas kasihan. Kasih saya kepadanya adalah Kristus itu sendiri sebagai belas kasihan bagi saya. Demikian juga, jika seorang saudari, di dalam Kristus taat kepada suaminya, itu juga merupakan suatu belas kasihan. Ketaatannya adalah Kristus itu sendiri sebagai belas kasihan baginya.

Saya dapat bersaksi, saya membicarakan firman Allah tahun demi tahun, ini sungguh merupakan suatu belas kasihan. Sungguh suatu belas kasihan bahwa saya dapat membicarakan firman dengan tidak habis-habisnya. Dulu saya meluangkan waktu beberapa bulan setiap tahun di Filipina untuk melayankan firman. Ada seorang saudari tua, yaitu nyonya rumah yang menampung saya, sangat heran karena saya selalu memiliki sesuatu yang baru untuk dikatakan. Ia mengira setelah beberapa tahun, saya tidak akan memiliki apa-apa lagi untuk dilayankan. Satu hari sesuai suatu konferensi, ia berkata, ”Aku kira Anda akan kehabisan dan tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan. Tetapi sekarang ministri Anda bahkan lebih segar dan lebih kaya. Dari manakah Anda mendapatkan semua hal yang dibicarakan ini?” Jika saya pada hari ini ditanya demikian, saya akan mengatakan bahwa pembicaraan firman saya adalah Kristus sebagai suatu belas kasihan bagi saya. Ini bukanlah kemampuan atau karunia saya. Ini benar-benar adalah belas kasihan.

Membicarakan firman Allah bukan hanya merupakan belas kasihan bagi saya, bahkan Juruselamat yang terkasih ini adalah pembicaraan saya. Pembicaraan saya adalah Kristus, dan bagi saya pembicaraan Kristus ini adalah suatu belas kasihan. Saya tidak memiliki satu gelar tinggi, dan pembicaraan saya itu tidak fasih. Meskipun demikian, pembicaraan ini penuh dengan Kristus. Ini sepenuhnya karena Kristus adalah belas kasihan bagi saya dalam membicarakan firman Allah.

Kristus yang Diberitakan oleh Paulus

Kita semua harus melihat bahwa Kristus yang bangkit ini adalah Putra sulung Allah, Juruselamat, dan yang kudus yang dapat dipercayai yang diberikan kepada Daud. Semua orang Kristen sejati mengenal bahwa Kristus adalah Putra tunggal Allah, dan ada beberapa orang yang mungkin menyadari bahwa Kristus adalah Putra sulung Allah. Tetapi pernahkah Anda mendengar bahwa Kristus yang bangkit ini adalah semua yang kudus yang dapat dipercayai sebagai belas kasihan yang diberikan Allah kepada kita, sebagai satu karunia yang almuhit? Kita mungkin tidak pernah mendengar hal ini, tetapi inilah Kristus yang diberitakan oleh Paulus dalam Kisah Para Rasul 13. Saya sangat gembira melihat bahwa Paulus, dalam berita Injilnya, tidak hanya memberitakan Kristus dari Perjanjian Lama, tetapi juga memberitakan Kristus yang bangkit sebagai yang kudus yang dapat dipercayai. Sebenarnya apa yang Paulus proklamirkan di sini dalam pemberitaan Injilnya memerlukan semua surat kiriman yang ditulis olehnya untuk mendefinisikannya. Karena itu, jika Anda ingin melihat lebih banyak mengenai Kristus sebagai yang kudus yang dapat dipercayai, Anda perlu mempelajari empat belas surat Rasul Paulus.

Dalam pemberitaannya, Paulus mendirikan satu teladan yang sangat baik untuk kita ikuti dalam pemberitaan Injil kita pada hari ini. Seperti Paulus, kita perlu memberitakan Kristus dengan kaya dan tinggi.

Dalam 13:35-37 Paulus melanjutkan, ”Sebab itu Ia mengatakan juga dalam mazmur yang lain, Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan. Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak mengalami kebinasaan.” Kata ”melakukan kehendak Allah” dalam ayat 36 menunjukkan bahwa pemerintahan Daud sebagai raja adalah suatu pelayanan kepada orang-orang pada zamannya menurut kehendak Allah. Secara harfiah, kata Yunani yang diterjemahkan ”dibaringkan” itu berarti ”ditambahkan kepada”. Seperti dalam Kisah Para Rasul 13:30, Paulus kembali menekankan fakta dalam ayat 37 bahwa Allah membangkitkan Manusia Yesus ini.

PENGAMPUNAN DAN PEMBENARAN

Dalam 13:38-39 Paulus selanjutnya berkata, ”Jadi, ke-tahuilah, Saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Oleh hukum Musa kamu tidak dapat dibenarkan. Sedangkan di dalam Dia setiap orang yang percaya dibenarkan.” Menerima pengampunan dosa ada di aspek negatif (ay. 38) untuk pembebasan kita dari penghakiman. Pembenaran ada di aspek positif, untuk pendamaian kita dengan Allah, diperkenan Allah.

Dalam ayat 38-39 Paulus membicarakan tentang ”Dia”. Siapakah Dia ini? Ini adalah Dia yang telah dibangkitkan untuk menjadi Putra sulung Allah, Juruselamat kita, dan yang kudus yang dapat dipercayai. Karena itu, melalui Dia yang adalah yang kudus yang dapat dipercaya sebagai belas kasihan Allah bagi kita, kita diampuni dan dibenarkan. Pernahkah Anda mendengar Injil yang demikian? Melalui Dia yang adalah Putra sulung Allah, Juruselamat, dan yang kudus yang dapat dipercayai, pengampunan dosa-dosa diberitakan kepada kita. Dan melalui Dia ini kita dibenarkan dari segala hal yang darinya kita tidak dapat dibenarkan oleh hukum Musa.

Dia yang oleh-Nya kita diampuni dan dibenarkan ini bukan hanya Juruselamat kita; Dia sendiri adalah pengampunan dan pembenaran kita. Pengampunan dan pembenaran adalah belas kasihan Allah bagi kita, dan belas kasihan ini adalah aspek dari Kristus yang bangkit. Hari ini Kristus di dalam kebangkitan-Nya adalah pengampunan kita dan pembenaran kita. Jangan sekali-kali menganggap pengampunan dan pembenaran sebagai sesuatu yang terpisah dari Kristus. Pengampunan dan pembenaran adalah berbagai aspek dari Kristus itu sendiri sebagai belas kasihan dari Allah bagi kita, dan belas kasihan ini adalah yang kudus yang dapat dipercayai.

Tidakkah Anda menganggap pengampunan dan pembenaran sebagai karunia-karunia yang Allah berikan kepada kita? Tidakkah Anda percaya bahwa pengampunan dan pembenaran ini adalah yang kudus yang dapat dipercayai? Sesungguhnya, pengampunan dan pembenaran adalah karunia-karunia Allah, dan keduanya tentu adalah yang kudus yang dapat dipercaya. Jika kita memiliki pemahaman ini, kita akan melihat bahwa pengampunan dan pembenaran itu bukan hal yang biasa. Sebaliknya, pengampunan dan pembenaran itu kudus. Selain itu, pengampunan dan pembenaran itu dapat dipercayai, pasti, setia. Saya sangat mengapresiasi pemberitaan Paulus tentang Kristus di dalam Kisah Para Rasul 13. Melalui pemberitaannya banyak orang diselamatkan.

TETAP HIDUP DI DALAM KASIH KARUNIA ALLAH

Dalam 13:40-41 Paulus mengucapkan satu perkataan peringatan: ”Karena itu, waspadalah, supaya jangan berlaku atas kamu apa yang telah dikatakan dalam kitab nabi-nabi: Perhatikanlah, hai kamu penghina-penghina, tercenganglah dan lenyaplah, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu, suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika diceritakan kepadamu.” Kemudian ketika orang-orang keluar dari rumah ibadat, ”mereka diminta untuk berbicara lagi tentang hal-hal itu pada hari Sabat berikutnya” (ay. 42). Ayat 43 mengatakan, ”Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam anugerah (kasih karunia) Allah”. Seperti dalam 2:10, penganut agama itu adalah orang Kafir yang bertobat masuk agama Yahudi (6:5). Kasih karunia yang di dalamnya orang Yahudi dan penganut agama Yahudi yang mengikuti Paulus dan Barnabas dinasihati untuk tetap hidup, adalah Allah Tritunggal yang diterima dan dinikmati oleh kaum beriman dan diekspresikan dalam keselamatan mereka, perubahan dalam hidup mereka, dan kehidupan mereka yang kudus.

Kita perlu menaruh perhatian khusus kepada perkataan ”kasih karunia” dalam 13:43. Kita bahkan perlu menganalisis kasih karunia ini. Meskipun kita kenal dengan perkataan ini, kita perlu menyadari bahwa kasih karunia dalam 13:43 adalah satu bentuk majemuk yang terdiri dari sejumlah unsur. Kasih karunia ini berbaur dengan semua yang kudus yang dapat dipercayai.

Jika kita ingin memahami hal ini, kita perlu melihat bahwa ayat 43 adalah kelanjutan dari ayat 34. Dalam ayat 34 kita memiliki Kristus yang bangkit sebagai yang kudus yang dapat dipercayai. Menurut janji dan nubuat Perjanjian Lama, yang kudus yang dapat dipercayai ini adalah belas kasihan. Kita telah menunjukkan bahwa belas kasihan ini adalah berbagai aspek dari hakiki Kristus. Dalam ayat 43 pernyataan itu diubah dari ”yang kudus yang dapat dipercayai” menjadi ”kasih karunia”. Allah telah memberikan Kristus yang bangkit sebagai yang kudus yang dapat dipercayai kepada kita, dan kita percaya kepada-Nya dan telah menerima semua yang kudus yang dapat dipercayai ini. Tetapi apakah yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari? Kita mengalami kasih karunia yang majemuk, yang almuhit, yang adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses, Allah yang telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, ketersaliban, dan kebangkitan. Inilah alasan Paulus menasihati kaum beriman untuk tetap hidup di dalam kasih karunia Allah.

Tetap hidup di dalam kasih karunia menyiratkan kita telah menerima kasih karunia ini. Setelah menerima kasih karunia Allah, kita sekarang perlu tetap hidup di dalamnya. Sebenarnya, kaum beriman itu menerima yang kudus yang dapat dipercayai yang dibicarakan dalam ayat 34. Kemudian kudus yang dapat dipercayai ini menjadi kasih karunia Allah dalam ayat 43. Maka, kasih karunia Allah membawa dengan semua yang kudus yang dapat dipercayai.

DITOLAK OLEH ORANG-ORANG YAHUDI Tidak Layak Memperoleh Hayat yang Kekal

Dalam 13:44-52 kita melihat bahwa Paulus dan Barnabas ditolak oleh orang-orang Yahudi. Ayat 44-46 mengatakan, ”Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Tuhan. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: Memang ke-pada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.” Penolakan seseorang ter-hadap firman Allah adalah bukti bahwa ia, menurut anggapannya sendiri, tidak layak memperoleh hidup yang kekal.

Dalam pemberitaannya yang tercatat dalam pasal ini, Paulus tidak membicarakan tentang hayat yang kekal. Sebaliknya, ia membicarakan tentang Putra Allah, Juruselamat, yang kudus yang dapat dipercaya, dan kasih karunia Allah. Tetapi sekarang, dalam hubungannya dengan orang-orang Yahudi yang menolak mereka, Paulus dan Barnabas mengatakan bahwa mereka menganggap diri mereka sendiri tidak layak untuk memperoleh hayat yang kekal. Ini adalah satu bukti yang tegas bahwa totalitas dari semua yang Paulus beritakan mengenai Kristus yang bangkit, Putra Allah, Juruselamat, yang kudus dan yang dapat dipercayai, dan kasih karunia Allah adalah hayat yang kekal.

Jika kita ingin memiliki satu pemahaman yang tepat tentang hayat yang kekal dalam 13:43, kita perlu pengalaman rohani yang memadai. Dari pengalaman kita, kita tahu bahwa hayat yang kekal itu adalah Juruselamat, Putra sulung Allah, yang kudus yang dapat dipercayai, dan kasih karunia yang almuhit. Ketika orang-orang Yahudi menolak firman yang dibicarakan oleh Paulus dan Barnabas, mereka menganggap diri mereka sendiri tidak layak untuk memperoleh hayat yang kekal, yang adalah Juruselamat, Putra Allah, yang kudus yang dapat dipercayai, dan kasih karunia Allah.

Terang bagi Bangsa Kafir

Dalam 13:47 Paulus berkata kepada orang-orang Yahudi yang menolak itu, ”Sebab inilah yang diperintahkan Tuhan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Perkataan ini dikutip dari Yesaya 49:6, mengacu kepada Kristus sebagai Hamba Allah, yang diangkat Allah menjadi, terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Dia membawa keselamatan-Nya sampai ke ujung bumi. Karena Paulus ber-satu dengan Kristus ketika melaksanakan keselamatan Allah di dalam Kristus, maka ia menerapkan perkataan nubuat ini kepada dirinya sendiri dalam ministri pemberitaan Injilnya; karena penolakan orang Yahudi, mereka mengalihkan Injil dari orang Yahudi kepada orang Kafir. Dalam ministri-Nya di bumi, Tuhan dalam Lukas 4:24-27 menyatakan hal yang sama kepada orang Yahudi yang keras kepala.

Orang-orang yang Ditentukan untuk Hayat yang Kekal

Kisah Para Rasul 13:48 melanjutkan, ”Mendengar itu bergembiralah semua orang dari bangsa-bangsa lain dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup (hayat) yang kekal, menjadi percaya.” Penolakan seseorang terhadap Injil adalah bukti bahwa ia tidak layak memperoleh hayat yang kekal (ay. 46); percayanya seseorang adalah bukti bahwa ia telah ditentukan atau ditetapkan Allah untuk hayat yang kekal. Penetapan atau penentuan Allah atas keselamatan manusia adalah berdasarkan kedaulatan-Nya sendiri. Tetapi Dia tetap membiarkan manusia memiliki kehendak yang bebas. Seseorang mau percaya atau menolak keselamatan-Nya tergantung pada keputusannya sendiri.

Apakah kita ditentukan untuk hayat yang kekal atau tidak itu dinyatakan dengan kita menolak atau percaya kepada Injil. Jika Anda menerima firman Injil, itu adalah satu bukti bahwa Allah telah menentukan Anda untuk hayat yang kekal. Tetapi jika seseorang menolak firman Injil, itu adalah satu bukti bahwa ia tidak layak memperoleh hayat yang kekal, bahwa ia tidak ditentukan untuk hayat yang kekal. Mengenai hal ini, Allah memiliki wewenang dan yurisdiksi-Nya, dan manusia memiliki satu kehendak yang bebas. Di satu pihak, Allah memiliki kuasa untuk menentukan, menunjuk; di pihak lain, manusia boleh menerima atau menolak.

Dalam ayat-ayat ini kita memiliki Jururselamat, Putra Allah, yang kudus yang dapat dipercayai, kasih karunia Allah, dan hayat yang kekal. Ketika kita menikmati hayat yang kekal, kita menikmati kasih karunia Allah. Ketika kita menikmati kasih karunia ini, kita menikmati yang kudus yang dapat dipercayai. Ketika kita menikmati yang kudus yang dapat dipercayai, kita menikmati Putra sulung Allah dan Juruselamat.

Murid-murid Penuh dengan Sukacita dan dengan Roh Kudus

Kisah Para Rasul 13:49-52 mengatakan, ”Lalu firman Tuhan disebarkan di seluruh daerah itu. Namun orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah dan pembesar-pembesar di kota itu. Mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. Murid-murid di Antiokhia tetap penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.” Dalam ayat 52 kata Yunani yang diterjemahkan ”penuh” adalah pleroo, yang berarti dipenuhi di dalam. Menurut pemakaiannya dalam kitab Kisah Para Rasul, pleroo mengacu kepada memenuhi bejana secara batin, seperti angin memenuhi rumah di dalam dalam 2:2. Dalam 13:52 pemenuhan oleh Roh ini adalah di aspek esensial untuk hayat, bukan untuk kuasa.

Selain Juruselamat, Putra Allah, yang kudus yang dapat dipercayai, kasih karunia Allah, dan hayat yang kekal dalam ayat 34-48, kita sekarang memiliki Roh Kudus dalam ayat 52. Juruselamat, Putra Allah, yang kudus yang dapat dipercayai, kasih karunia Allah, dan hayat yang kekal dibaurkan di dalam satu Roh Kudus pemberi-hayat yang almuhit. Roh yang almuhit ini sekarang adalah ”sandwich” untuk kita alami dan nikmati. Ketika kita berbagian dalam ”sandwich” ini, kita menikmati hayat yang kekal, kasih karunia, yang kudus yang dapat dipercayai, Putra sulung Allah, dan Juruselamat.

Dalam berita ini kita telah melihat cara mempelajari Alkitab dan cara memberitakan Injil. Pertama kita memiliki Kristus Yesus, dan akhirnya kita memiliki Roh Kudus. Kita memiliki Kristus Yesus sebagai Juruselamat, Putra sulung Allah, yang kudus yang dapat dipercayai, kasih karunia, dan hayat yang kekal. Sekarang kita melihat bahwa semua hal ini ada di dalam Roh Kudus, dan kita dipenuhi dengan Roh ini secara esensial. Syukur kepada Tuhan bahwa di dalam Roh Kudus yang almuhit ini kita memiliki pengampunan, pembenaran, pengudusan, keadilan, kekudusan, kekuatan, tenaga, kekuasaan, hayat, dan terang. Puji Tuhan untuk segala yang tercakup di dalam Roh yang almuhit ini!