PASKAH (2)
Pembacaan Alkitab:
Kel. 12:11-28, 43-51; 13:2-11; 1Kor. 5:7-8
Catatan perayaan Paskah yang disajikan dalam Kitab Keluaran sangat rinci. Di tempat lain dalam Alkitab kita tidak menemukan catatan yang sedemikian rincinya mengenai penebusan Kristus. Alasannya karena Allah ingin umat-Nya benar-benar mengenal penebusan Kristus dan tidak melupakannya. Kata “peringatan” dipergunakan dua kali (12:14; 13:9), ini menunjukkan maksud Allah, supaya kita tidak melalaikan penebusan Kristus atau melupakannya; bahkan supaya kita ingat akan penebusan Kristus, bukan secara umum, melainkan secara khusus dan rinci.
Rincian pertama dalam catatan perayaan Paskah adalah makan daging domba. Daging domba Paskah mengias-kan penyaliban Kristus dan hayat kebangkitan yang adalah suplai kita. Dalam Yohanes 6:53 Tuhan Yesus berkata bahwa jika kita ingin mempunyai hayat, kita harus makan daging Anak Manusia. Dalam ayat 55 Ia melanjutkan perkataan-Nya, “Daging-Ku benar-benar makanan.” Melalui inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan, daging Kristus menjadi makanan kita.
Rincian lainnya bertalian dengan tulang-tulang domba Paskah. Dalam Keluaran 12:46, orang-orang Israel diberi tahu bahwa tulang-tulang dari domba yang dimakan dalam perayaan Paskah tidak boleh dipatahkan. Ini sangat bermakna. Ketika Tuhan Yesus disalibkan, tulang-tulang-Nya tidak ada yang dipatahkan (Yoh. 19:33, 36). Ini menyatakan bahwa di dalam Kristus ada sesuatu yang tidak bisa dipatahkan dan tidak bisa dibinasakan. Tulang Kristus yang tidak bisa dipatahkan mengiaskan hayat yang menyalurkan hayat. Ini dilambangkan oleh Hawa yang dihasilkan dari rusuk Adam. Sebagaimana tulang Adam dapat menyalurkan hayat ke dalam Hawa dan menjadikan dia pasangan Adam; demikian juga hayat Kristus yang tidak bisa dibinasakan ini telah menyalurkan hayat ke dalam kita dan menjadikan kita pasangan-Nya. Rusuk Adam melambangkan hayat Kristus yang menyalurkan hayat. Di dalam Kristus ada hayat yang dikiaskan oleh tulang domba Paskah yang tidak dipatahkan. Hayat ini adalah hayat Kristus yang kekal, yang ilahi, yang menyalurkan hayat ke dalam kita.
Kita perlu memiliki kesan yang dalam mengenai rincian dalam perayaan Paskah. Ketika kita memperhatikan rincian ini, kita menyadari bahwa catatan Paskah ini tidaklah demikian sederhana atau mudah dipahami.
IV. JALAN UNTUK MENERAPKAN
DOMBA PASKAH
Dalam berita ini kita akan membicarakan jalan untuk menerapkan domba Paskah. Domba Paskah sangat ajaib, tetapi jika kita tidak tahu bagaimana menerapkannya, domba ini akan tidak begitu berarti di dalam pengalaman subyektif kita sehari-hari. Karena itu, perhatian kita dalam berita ini kita tujukan kepada pengalaman subyektif terhadap Kristus sebagai domba Paskah.
A. MAKAN DENGAN PINGGANG BERIKAT,
KASUT PADA KAKI, TONGKAT DI TANGAN,
DAN DENGAN BURU-BURU
Keluaran 12:11 mengatakan, “Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan.” Ketika orang-orang Israel makan domba Paskah, mereka seperti seorang prajurit. Keluaran 12:51 mengatakan bahwa Tuhan membawa orang-orang Israel “keluar dari tanah Mesir, menurut pasukan mereka”. Tak banyak orang Kristen hari ini yang menyadari bahwa mereka adalah pasukan. Sebaliknya, mereka menganggap setiap orang Kristen yang percaya di dalam Tuhan Yesus akan ditaruh ke dalam tandu dan diangkat ke surga. Akan tetapi, menurut gambaran dalam Kitab Keluaran, bila orang yang telah beroleh selamat menerapkan Paskah secara demikian, dia akan menjadi pasukan Allah.
Menurut Keluaran 12:11, orang-orang Israel makan dengan pinggang berikat. Sebelum kita diselamatkan, kita agak kendor; diri kita tak berikat. Berikat merupakan sebagian persiapan menjadi seorang tentara dalam angkatan perang. Dengan mengikat diri, kita akan siap untuk berperang.
Injil yang diberitakan oleh banyak orang Kristen hari ini kurang lengkap. Ketika Anda mendengarkan Injil, apakah Anda diberi tahu supaya bertobat, percaya Tuhan Yesus, menerima-Nya, dan kemudian mengikat diri Anda sendiri? Jarang sekali di antara kita yang diberi tahu bahwa kita perlu mengikat diri kita sendiri. Namun, masalah mengikat diri sendiri justru ada dalam Keluaran 12. Catatan ini lengkap. Bila kita telah mengikat pinggang, kita memenuhi syarat untuk merayakan Paskah. Jika kita kendor, kita tak dapat merayakan Paskah secara tepat.
Orang-orang Israel juga diberi tahu supaya mengenakan kasut pada kaki mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka bersiap-siap melakukan perjalanan. Dalam angkatan perang, semua tentara memerlukan sepatu yang memadai. Sebelum kita beroleh selamat, kaki kita tak bersepatu. Jika kita ingin berperang bagi Tuhan, kita memerlukan semacam sepatu yang tepat untuk kaki kita. Saya merasa sedih karena pengabaran Injil di kekristenan hari ini jarang menyisipkan perihal perlunya mengenakan sepatu pada kaki kita untuk merayakan Paskah. Saya berharap Roh Kudus akan berbicara banyak mengenai ini.
Selanjutnya dalam Keluaran 12:11, orang-orang Israel juga diberi tahu supaya makan Paskah dengan tongkat di tangan mereka. Tongkat juga dipakai dalam menempuh perjalanan. Pada zaman kuno, ketika orang-orang menempuh perjalanan, mereka kebanyakan membawa tongkat. Ikat pinggang, sepatu, dan tongkat, hampir semuanya terpakai dalam perjalanan orang Israel. Perjalanan ini bukanlah suatu perjalanan yang damai tenteram, melainkan suatu perjalanan perang. Paling tidak mereka harus berperang untuk bisa keluar dari Mesir.
Syukur kepada Tuhan, walaupun kita mungkin tidak mendengar tentang ini ketika Injil diberitakan kepada kita, banyak di antara kita yang memiliki beberapa pengalaman ini sewaktu beroleh selamat. Ketika kita mengambil keputusan akan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, dalam batin kita merasa bahwa kita sedang siap-siap untuk menempuh perjalanan jauh. Inilah pengalaman saya. Saya nampak bahwa saya telah menyelesaikan perjalanan yang sebelumnya, dan siap untuk memulai suatu perjalanan yang baru, mempunyai hayat yang baru serta permulaan yang baru. Apakah Anda mempunyai pengalaman ini ketika Anda percaya kepada Tuhan? Tidakkah Anda siap menempuh suatu perjalanan baru? Boleh jadi Anda tidak mempunyai kata-kata ini, tetapi Roh Kudus akan memperlengkapi Anda sedemikian rupa dan memimpin Anda menempuh suatu perjalanan perang. Anda tahu bahwa satu hayat yang baru dan suatu perjalanan yang baru telah dimulai.
Terakhir, Keluaran 12:11 mengatakan bahwa umat tebusan Allah makan Paskah dengan buru-buru. Karena malam itu juga harus meninggalkan tanah Mesir, maka mereka harus makan domba Paskah dengan buru-buru. Para tentara sering dituntut untuk memakan makanan mereka cepat. Setiap orang yang ada di dalam ketentaraan mengerti bahwa setiap tentara dilatih makan sedemikian rupa. Karena peperangan terbentang di depan kita, kita harus makan domba Paskah dengan buru-buru. Janganlah beralasan dengan mengatakan bahwa Anda dilahirkan dengan perangai lamban. Orang-orang yang lamban boleh jadi merupakan orang pertama yang diserang oleh musuh dari belakang. Mereka yang makan cepat-cepat boleh jadi adalah orang-orang yang berada di barisan depan.
B. DENGAN SEIKAT HISOP MENYAPU AMBANG ATAS
DAN KEDUA TIANG PINTU DENGAN DARAH
Keluaran 12:22 mengatakan, “Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu harus kamu sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu.” Perhatikan bahwa darah disapukan pada pintu masuk, bukan pada atap rumah. Fungsi pintu masuk adalah membiarkan orang-orang dan benda-benda yang tepat masuk ke dalam rumah. Siapa saja atau apa saja yang tidak tepat dihalangi masuk oleh pintu masuk itu. Fakta bahwa darah domba Paskah disapukan pada ambang atas dan kedua tiang pintu berarti bahwa darah membuka jalan bagi kita untuk mencapai Kristus, yang dilambangkan oleh rumah. Orang yang ditebus masuk ke dalam rumah bukan melalui atap atau melalui jendela, melainkan melalui pintu yang telah diolesi darah penebusan. Haleluya, masuknya kita ke dalam Kristus digaransi oleh darah tebusan-Nya! Bila kita masuk ke dalam Kristus melalui pintu yang telah diolesi dengan darah, kita akan menerima sambutan hangat.
Tidak hanya demikian, darah pada pintu melindungi kaum tebusan dari penghakiman Allah. Seperti yang dinyatakan oleh 12:13, darah menjadi “tanda bagimu pada rumah-rumah” di mana orang Israel tinggal. Ayat 23 mengatakan lebih lanjut, “Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.” Demikian juga, darah membuka jalan bagi kaum tebusan untuk mencapai rumah dan terlindung dari si pemusnah, dengan demikian melindungi kaum tebusan Allah dari penghakiman. Terpujilah Tuhan, karena kita mempunyai pintu gerbang yang telah diolesi dengan darah penebusan! Pintu ini terbuka terhadap kita untuk anugerah Allah dengan segala apa adanya Dia serta semua yang Ia miliki bagi kita. Lebih jauh, pintu ini tertutup terhadap semua hal negatif. Haleluya, kita berada di dalam rumah yang pintunya telah diolesi dengan darah!
Dalam berita terdahulu saya telah menunjukkan bahwa domba maupun rumah melambangkan Kristus. Ini berarti domba adalah rumah dan rumah juga adalah domba. Domba adalah cara penebusan, dan rumah adalah cara perlindungan. Siapa saja yang ditebus oleh domba dipelihara dan dilindungi oleh rumah. Ini menunjukkan siapa saja yang diselamatkan oleh Kristus, dilindungi oleh Dia. Sebagai Sang Penebus, Ia adalah domba, dan sebagai Sang Pelindung, Ia adalah rumah. Jadi, darah domba ada pada pintu, dan daging domba ada di dalam rumah. Domba, rumah, dan mereka yang menikmati Paskah akhirnya menjadi satu. Inilah gambar kesatuan orang-orang tebusan dengan Kristus.
Seikat hisop dipakai untuk menyapukan darah domba pada ambang atas dan tiang pintu. Satu Raja-raja 4:33 mengatakan bahwa dalam hikmatnya, Salomo “bersajak tentang pohon-pohonan, dari pohon aras yang di gunung Libanon sampai kepada hisop yang tumbuh pada dinding batu.” Hisop adalah tanaman terkecil di antara banyak tanaman. Menurut Kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru, benda yang jumlahnya paling kecil adalah iman kita (Mat. 17:20). Karena itu, hisop mewakili iman. Allah tidak menuntut iman kita sebesar pohon aras, karena tidak seorang pun di antara kita yang dapat memenuhi tuntutan seperti itu. Allah hanya meminta supaya kita mempunyai sedikit iman. Sekalipun iman kita kecil, kita tetap masih bisa menerapkan domba Paskah. Jika seorang berdosa berdoa, “Tuhan Yesus, terima kasih untuk wafat-Mu bagiku”, maka ia akan diselamatkan. Iman sekecil itu dapat menyelamatkan dia. Sebenarnya, seseorang dapat diselamatkan hanya dengan berkata, “Tuhan, terima kasih.” Inilah iman yang laksana hisop yang tumbuh pada dinding batu. Dengan sedikit iman seperti ini darah Kristus diterapkan.
Menurut Keluaran 12:22, darah domba Paskah ada di dalam pasu, bukan di dalam bejana yang luas. Banyak orang dapat mempersaksikan bahwa dalam pengalaman pengubahan atas diri mereka, darah penebusan Kristus tersedia sedemikian rupa bagi mereka sehingga ringan dan mudah menerapkannya, tidak perlu mempunyai iman yang besar. Dengan sedikit iman saja cukuplah bagi mereka untuk beroleh selamat. Inilah makna penggunaan seikat hisop untuk penerapan darah domba Paskah. Baik pasu maupun hisop adalah ringan dan dapat dipegang dengan mudah oleh setiap orang. Betapa mudah menerapkan Kristus!
Setiap orang yang belum beroleh selamat yang membaca berita ini tidak perlu menunggu hingga sesuatu yang besar terjadi. Sewaktu ia membaca, ia dapat berkata, “Tuhan, aku berterima kasih.” Bahkan melalui penggunaan sedikit hisop seperti ini, darah akan diterapkan kepadanya, dan seluruh Paskah akan menjadi miliknya. Darah domba Paskah diterapkan bukan dengan iman yang besar, cukup dengan iman kecil. Puji Tuhan, dengan sedikit iman sudah cukup! Melalui menerapkan darah dengan sedikit iman, kita mempunyai pintu masuk ke dalam Kristus, dan kita segera diantar ke dalam Dia sebagai rumah, di mana keseluruhan Paskah menjadi milik kita.
C. TINGGAL DI DALAM RUMAH
YANG PINTUNYA TELAH DIOLESI DENGAN DARAH
Orang-orang Israel diharuskan tinggal di dalam rumah yang pintunya telah diolesi dengan darah; mereka tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi (Kel. 12:22). Untuk memahami makna ini kita perlu melihat bahwa konsep dasar dalam Alkitab mengenai penebusan adalah kesatuan atau keesaan. Tanpa kesatuan tak akan ada pergantian, yang diperlukan untuk penebusan. Di kayu salib Kristus mati sebagai ganti kita. Akan tetapi, diri-Nya yang adalah pengganti kita menuntut kita satu dengan Dia.
Dalam Perjanjian Lama, bahtera Nuh adalah suatu contoh yang menggambarkan masalah kesatuan ini. Agar selamat dari penghakiman air, Nuh dan keluarganya harus berada di dalam bahtera. Berada di dalam bahtera adalah bersatu dengan bahtera, menjadi satu dengan bahtera. Nasib bahtera dengan sendirinya adalah nasib setiap orang yang berada di dalamnya. Apa pun yang terjadi pada bahtera menjadi pengalaman orang-orang yang bersatu dengan bahtera itu. Begitu pintu bahtera tertutup, orang-orang lain mungkin bisa menggayuh bahtera pada saat-saat genting, tetapi mereka tidak bersatu dengan bahtera atau esa dengan bahtera. Jalan satu-satunya untuk bersatu dengan Kristus adalah masuk ke dalam Dia. Dalam 1Korintus 1:30 tertulis kata-kata, “tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus”. Allah telah menaruh kita ke dalam Kristus. Seperti kedelapan orang yang berada di dalam bahtera, demikian juga kita, kaum tebusan, berada di dalam Kristus.
Kita masuk ke dalam Kristus melalui pintu yang telah diolesi darah. Ketika kita menggunakan hisop untuk mengoleskan darah pada pintu, kita bisa masuk ke dalam Kristus. Setelah kita masuk ke dalam Kristus, kita perlu tinggal di dalam Dia. Dalam Yohanes 15 Tuhan Yesus bersabda, “Tinggallah di dalam Aku.” Tinggal di dalam Kristus adalah tinggal di dalam Dia, berarti memelihara kesatuan kita, keesaan kita dengan Dia.
Akibat dari banyak pengajaran dalam kekristenan membuat kaum beriman terpisah dari Kristus dan kehilangan kesatuan dengan-Nya. Pengajaran apa pun yang menyebabkan kita kehilangan kesatuan dengan Kristus itu tidak berguna. Segala sesuatu yang terpisah dari Kristus merupakan usaha atau jerih lelah manusia. Kita tidak perlu meronta-ronta atau berusaha. Kita hanya perlu masuk ke dalam rumah melalui pintu yang telah diolesi dengan darah. Karena kita berada di dalam rumah, kita bersatu dengan rumah dan esa dengan rumah.
Banyak orang yang percaya di dalam Kristus berada di dalam rumah pada saat pertobatan mereka. Tetapi tak lama kemudian, menurut pengalaman riil mereka sehari-hari, mereka telah keluar dari rumah. Dalam pengalaman, tidak banyak orang Kristen yang tinggal di dalam rumah setelah pertobatan mereka. Ini berarti bila mereka percaya ke dalam Kristus dan beroleh selamat, mereka masuk ke dalam rumah. Tetapi kemudian mereka mulai melakukan banyak hal yang terpisah dari rumah, dan di luar rumah. Ini berarti mereka melakukan hal-hal yang di luar Kristus.
Ini adalah pengalaman banyak orang di antara kita. Kita masuk ke dalam Kristus ketika kita beroleh selamat. Tetapi ketika kita berusaha menyenangkan hati Allah berdasarkan diri kita sendiri, kita keluar dari Allah. Kita tidak tinggal di dalam Dia.
Setelah kita datang ke dalam gereja, kita dibawa kembali ke dalam rumah melalui ministri firman. Tetapi mereka yang masuk ke dalam hidup gereja (church life), mungkin saja belum secara riil berada di dalam Kristus. Inilah sumber kesulitan di dalam gereja. Setiap orang di dalam gereja seharusnya berada di dalam Kristus. Akan tetapi, ada kemungkinan timbul suatu keadaan yang abnormal di mana banyak orang yang berada di dalam hidup gereja tidak tinggal di dalam Kristus. Sebelum datang ke dalam hidup gereja, Anda boleh jadi telah berusaha dengan tenaga Anda sendiri untuk menyenangkan Tuhan. Sekarang Anda telah masuk ke dalam gereja, yang adalah bagian dari rumah, Anda juga perlu kembali ke rumah. Ini berarti Anda perlu kembali kepada Kristus dan tinggal di dalam Dia.
Kita semua telah beroleh selamat di dalam Kristus. Tetapi seperti orang-orang Galatia, kita mencoba berjalan terus dengan terpisah dari Kristus. Jadi, kita harus dibawa kembali kepada Kristus. Tak perlulah kita melakukan demikian banyak perkara. Kita hanya perlu memelihara kesatuan kita dengan Kristus, terus-menerus mengakui bahwa kita bukanlah apa-apa, hanya Dialah segala-galanya. Kita perlu nampak bahwa kita ada di dalam Dia dan Dia juga ada di dalam kita. Selama kita tinggal di dalam Dia, Ia akan tinggal di dalam kita. Seperti yang Tuhan katakan dalam Yohanes 15, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”
Ada orang mungkin telah mendengar pengajaran ini sebelum mereka masuk ke dalam hidup gereja. Akan tetapi masalah yang penting bukanlah apakah Anda telah mengetahui pengajaran tentang tinggal di dalam Kristus atau tidak, melainkan apakah Anda benar-benar tinggal di dalam Dia atau tidak. Di manakah Anda saat ini? Apakah Anda di dalam Kristus, atau terpisah dari Kristus? Tuhan Yesus berkata bahwa di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh. 15:5). Tinggal di dalam rumah berarti tinggal di dalam Kristus dan satu dengan Dia. Dengan kata lain, kita tetap bersatu dengan Tuhan.
Problem terbesar di antara kaum beriman hari ini ada di dalam pengalaman mereka. Mereka berada di luar Kristus, terpisah dari kesatuan dengan Kristus. Musa menyuruh orang-orang Israel makan domba di dalam rumah dan kemudian tinggal di dalam rumah. Jika mereka keluar dari rumah, mereka akan kehilangan segala sesuatu. Di dalam rumah mereka mempunyai kenikmatan Paskah yang sempurna. Hanya di dalam rumah, barulah Paskah menjadi pengalaman mereka.
Kita perlu mengerti dengan jelas mengenai apakah rumah itu dan di manakah rumah itu hari ini? Kita telah menegaskan fakta bahwa rumah adalah Kristus. Tetapi di manakah rumah itu? Rumah adalah di mana ada olesan darah. Tanda satu-satunya dari rumah bukanlah apa adanya kita, apa yang kita miliki, atau apa yang kita perbuat, melainkan olesan darah Kristus. Di mana ada penebusan, di sana ada Kristus. Di luar penebusan, kita tidak mempunyai kedudukan. Kedudukan kita satu-satunya adalah darah penebusan Kristus.
Jika Anda membaca Kitab Galatia, Anda akan nampak bahwa orang-orang Galatia dikacaukan dari kedudukan penebusan. Mereka keluar dari rumah dan karenanya mereka kehilangan anugerah dan faedah di dalam Kristus. Jika orang-orang Israel tidak tinggal di dalam rumah, mereka akan kehilangan anugerah, faedah, kenikmatan, dan pengalaman Paskah. Untuk ikut berbagian dalam Paskah, perlu tinggal di dalam rumah.
Kita tidak setuju dengan demikian banyak pengajaran kekristenan hari ini, karena pengajaran-pengajaran itu menyebabkan orang-orang Kristen keluar dari rumah, tidak lagi tinggal dalam kedudukan penebusan. Begitu kita beroleh selamat, kita perlu tinggal di tempat kita telah ditebus, di tempat darah telah disapukan. Di sini, di tempat ini kita mempunyai rumah.
Darah penebusan memelihara kita di dalam Kristus. Kapan saja kita mencoba dengan tenaga kita sendiri melakukan sesuatu bagi Allah, kita telah melanggar prinsip penebusan. Prinsip penebusan adalah kita tidak perlu melakukan sesuatu pun selain menggunakan hisop kita iman kita, untuk menerapkan darah. Setiap kali hisop kita menerapkan darah pada pintu masuk, jalan untuk tinggal di dalam Kristus terbuka bagi kita. Baiklah kita tinggal di tempat penebusan, di rumah dengan pintu masuk yang telah diolesi dengan darah. Janganlah kita mempraktekkan hal-hal yang menyebabkan kita keluar dari rumah. Bahkan seharusnyalah kita tinggal di dalam rumah di mana kita berbagian dalam Paskah.
Semakin kita tinggal di dalam rumah, semakin banyak terang yang kita terima; dan semakin banyak terang yang kita terima, semakin banyak pula kita nampak bahwa segala sesuatu yang kita perlukan ada di dalam rumah. Jika Anda tinggal di dalam rumah, Anda akan diisi, dilayakkan, diperlengkapi, dan dibentuk menjadi suatu pasukan. Satu-satunya keperluan kita adalah tinggal di dalam Kristus sebagai rumah.
Semasa muda, saya mendengar beberapa berita tentang Paskah. Semua berita itu menekankan satu hal, yaitu bila Allah nampak darah, Ia akan melewati kita. Sebuah lagu Injil yang sangat terkenal memakai kata-kata dari Keluaran 12:13: “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu.” Tetapi dalam seluruh berita pada waktu itu, saya hanya mendengar tentang Paskah, tidak satu patah kata pun yang menyinggung tentang tinggal di rumah. Kita hanya dua kali diberi tahu bahwa bila Allah melihat darah, Ia akan melewati kita. Tetapi berkali-kali Musa membicarakan tentang rumah.
Jika Anda diterangi Tuhan, Anda akan menyadari bahwa sekarang pun Anda boleh jadi berada di luar rumah, di luar Kristus. Satu-satunya jalan untuk mencapai rumah adalah melalui darah penebusan yang dioleskan pada pintu masuk. Tak mungkinlah memisahkan darah penebusan dari rumah, karena darah dan rumah adalah satu. Bila kita memelihara kedudukan darah penebusan, kita berada di dalam Kristus. Tetapi bila kita berusaha keras dengan tenaga alamiah kita untuk menyenangkan Allah, kita meninggalkan kedudukan darah penebusan dan berada di luar Kristus.
Tahukah Anda apa yang dilakukan orang-orang Israel di dalam rumah? Mereka makan daging domba Paskah. Keluaran 12:14 menunjukkan bahwa mereka berhari raya. Ayat ini mengatakan, “Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun” Apakah artinya berhari raya bagi Tuhan? Itu berarti kita tinggal di dalam rumah dan menikmati serta mengambil bagian sepenuhnya atas domba. Dengan jalan seperti ini kita berhari raya atas domba itu. Namun, Tuhan lebih menikmati hari raya ini daripada kita. Berhari raya bagi Dia berarti kita berhari raya untuk Dia dan dengan Dia. Kita yang makan, tetapi Dia yang menikmati. Kita yang berhari raya dan Dia yang bahagia. Semakin kita berhari raya, semakin banyak kenikmatan yang Ia miliki dan semakin senanglah Ia. Namun, semakin kita berusaha keras melakukan banyak hal, kita semakin tidak menyenangkan Dia, karena usaha kita tidak memberikan kenikmatan sedikit pun bagi Dia.
Betapa miskinnya situasi yang ada dalam kekristenan hari ini! Kebanyakan orang Kristen berada di luar rumah sembari mencoba melakukan banyak perkara bagi Tuhan. Mereka bukannya berada di dalam rumah berhari raya bagi Tuhan. Puji Tuhan, karena kita yang berada di dalam gerejagereja lokal berada di rumah berhari raya bagi Tuhan!
Prinsip tinggal di rumah dengan mempertahankan kedudukan penebusan haruslah menguasai seluruh kehidupan kekristenan kita. Sepanjang hari kita, kaum tebusan, haruslah tinggal di dalam rumah. Ketika sebagian orang mendengar hal ini, mereka boleh jadi menunjukkan bahwa orang-orang Israel meninggalkan rumah untuk melakukan perjalanan keluar dari Mesir. Namun, sejangka waktu yang telah mereka luangkan untuk tinggal di dalam rumah menunjukkan rangkaian penebusan yang sempurna.
Sewaktu kita tinggal di dalam rumah merayakan Paskah, kita diperlengkapi. Sebenarnya, hari raya merupakan perlengkapan. Ketika orang-orang Israel sudah dikenyangkan dengan domba Paskah, mereka siap melakukan perjalanan keluar dari Mesir. Jadi, melalui dikenyangkan dengan domba mereka diperlengkapi. Inilah alasan kita mengatakan bahwa tinggal di dalam rumah meliputi rangkaian penebusan yang sempurna.
Janganlah mengira bahwa darah yang dioleskan pada ambang atas dan kedua tiang pintu cukup untuk segala se-suatu. Darah ini cukup untuk mengantar kita masuk ke dalam rumah dan menghindarkan kita dari penghakiman Allah, tetapi tidak cukup untuk memperlengkapi kita. Darah tak dapat membuat kita menempuh perjalanan. Untuk ini, kita perlu memanggang domba, dan dengan buru-buru memakan dagingnya di dalam rumah serta dikenyangkan dengan domba. Setiap bagian dari domba Paskah haruslah dimakan, termasuk kepala, kaki, dan isi perutnya (bagian-bagian dalam). Tidak ada satu pun yang boleh tertinggal. Boleh jadi orang-orang Israel harus mendorong satu sama lain untuk makan bagian-bagian tertentu dari domba tersebut. Sebagian orang boleh jadi mau bagian dalam atau kepala, tetapi bagaimanapun juga, mereka harus makan keseluruhan domba itu, supaya diperlengkapi sepenuhnya untuk menghadapi peperangan.
Ketika kita memakan Kristus sebagai Domba Paskah, Allah merasa senang dan penuh nikmat. Kemudian Ia dapat berkata, “Iblis, lihatlah umat-Ku. Mereka diperlengkapi dengan merayakan Paskah. Karena mereka diperlengkapi seperti ini, mereka akan sanggup mengalahkanmu.”