BERKUASA DALAM HAYAT ATAS IBLIS
Berkuasa dalam hayat adalah untuk menaklukkan tiga musuh utama: Iblis, dosa, dan maut. Dalam berita ini kita akan melihat perkara berkuasa dalam hayat atas Iblis.
IBLIS, DOSA, DAN DAGING
Iblis adalah sumber dosa. Seperti yang telah berkali-ka-li kita tunjukkan, dosa adalah sifat Iblis yang diinjeksikan ke dalam manusia. Menurut wahyu dari Alkitab, Iblis se-bagai dosa ada di dalam daging kita, di dalam tubuh kita yang telah jatuh, yang telah tercemar. Roma 7:18 mengata-kan, “Sebab aku tahu bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai yang bersifat daging, tidak ada sesuatu yang baik.” Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan manusia dengan satu tubuh yang murni. Tetapi ketika Iblis menginjeksikan dirinya sebagai dosa ke dalam tubuh manu-sia, tubuh ini menjadi bobrok. Maka dalam Alkitab, tubuh manusia ini disebut daging.
Di dalam daging kita, kita adalah satu dengan Iblis, karena daging adalah tempat kediaman Iblis di dalam manusia. Sama prinsipnya, roh kita adalah tempat kediaman Tuhan di dalam kita. Orang yang telah beroleh selamat itu sangat rumit, karena ada Iblis sebagai dosa di dalam dagingnya, dan ada Tuhan sebagai Roh pemberi-hayat di dalam rohnya.
Iblis, dosa, dan daging berjalan seiring. Ketika Iblis menginjeksikan sifat jahatnya ke dalam manusia, Iblis men-jadi dosa di dalam manusia. Ketika sifat dosa diinjeksikan ke dalam tubuh manusia, tubuh ini berubah menjadi da-ging. Jadi, Iblis, dosa, dan daging saling berhubungan di dalam manusia. Jika kita ingin mengatasi Iblis dan berku-asa dalam hayat atas Iblis, kita perlu mengenal bahwa Iblis sebagai dosa berhuni di dalam daging kita.
Karena Iblis adalah sumber dosa dan maut, ia adalah musuh yang terbesar. Tidak cukup bila hanya berkuasa atas dosa dan maut tanpa menaklukkan Iblis. Kita juga harus mengalahkan sumber dosa dan maut ini. Kemudian kita akan dapat benar-benar berkuasa dalam hayat.
CARA UNTUK MENGATASI IBLIS
Sekarang kita harus melihat cara untuk mengalahkan Iblis. Dalam tulisan-tulisannya, Nyonya Jessie Penn-Lewis membahas banyak hal tentang mengalahkan Iblis. Namun, meskipun saya menerapkan sarannya, apa yang disarankan-nya itu tidak efektif. Apa yang ditulis oleh Nyonya Jessie Penn-Lewis mengenai perkara ini adalah benar, tetapi saya tidak bisa menerapkannya. Nyonya Jessie Penn-Lewis menu-lis buku-bukunya yang terbaik sudah lebih dari lima puluh tahun yang lalu. Oleh belas kasihan dan anugerah Tuhan, orang-orang beriman selama tahun-tahun ini melihat dua perkara yang penting yang berhubungan dengan peperang-an rohani: Tubuh dan hayat.
PERKARA HAYAT DAN TUBUH
Pada permulaan tahun 1940-an, Saudara Watchman Nee menyampaikan sejumlah berita tentang Tubuh di Shang-hai. Ia memberi tahu kami bahwa peperangan rohani itu bukanlah perkara individual, melainkan perkara Tubuh. Iblis adalah musuh Tubuh. Jadi, untuk mengatasinya, kita harus berdiri bersama Tubuh. Buku Manusia Rohani, yang diselesaikan pada tahun 1928, menyajikan peperangan ro-hani sebagai perkara individual, bukan perkara Tubuh. Kare-na alasan ini, setelah ia melihat Tubuh, Saudara Watchman Nee memberi tahu sejumlah orang dari kami bahwa ia tidak ingin buku itu dicetak kembali.
Kita bukan hanya telah melihat Tubuh, tetapi juga telah melihat tempat dari hayat ilahi ini dalam hubungan-nya dengan musuh Allah. Hayat tidak lain adalah Allah Tritunggal yang disalurkan ke dalam kita untuk menjadi isi kita. Menurut Kitab Roma, hayat dan Tubuh adalah sa-tu; keduanya tidak dapat dipisahkan. Jika tidak ada hayat, tidak akan ada Tubuh. Hayat adalah isi, dan Tubuh adalah ekspresinya.
IBLIS DIHANCURKAN DI BAWAH KAKI KITA
Dalam Kitab Roma, Paulus tidak menyinggung Iblis de-ngan namanya sampai 16:20. Dalam ayat ini, Paulus berka-ta, “Allah, sumber damai sejahtera, segera menghancurkan Iblis di bawah kakimu.” Kata Yunani yang diterjemahkan “mu” dalam ayat ini adalah jamak; ini mengacu kepada Tubuh. Allah akan menghancurkan Iblis di bawah kaki Tubuh. Roma 16 tidak mengacu kepada Tubuh universal, melainkan mengacu kepada lokal dan ekspresi Tubuh yang riil. Ini berarti Iblis hanya dapat dihancurkan di bawah kaki ekspresi Tubuh yang riil di dalam gereja-gereja lokal. Jika kita membicarakan Tubuh secara doktrin, kita tidak akan mendapatkan apa-apa selain istilahnya saja. Hanya ketika kita memiliki satu gereja lokal yang tepat sebagai ekspresi Tubuh yang riil inilah Iblis akan dihancurkan di bawah kaki kita.
Ekspresi Tubuh yang riil ini hanya mungkin ada me-lalui hayat ilahi. Kita mungkin memiliki pengalaman ter-hadap penebusan dan keselamatan, tetapi jika kita tidak mengalami hayat ilahi, kita tidak mungkin memiliki eks-presi Tubuh Kristus yang riil. Tubuh Kristus dibangun ber-sama Kristus sebagai hayat. Iblis akan diatasi oleh hayat dan oleh Tubuh ini.
ROH YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI
MENJAGA KITA
1Yohanes 5:4 mengatakan, “Sebab semua yang la-hir dari Allah, mengalahkan dunia.” Ayat ini tidak menga-takan “setiap orang”, yang mengacu kepada seseorang, me-lainkan mengatakan “semua yang”, yang mengacu kepada makhluk. Berbeda dengan 1 Yohanes 3:9, yang membicara-kan tentang “siapa saja”, atau setiap orang yang lahir dari Allah, 1 Yohanes 5:4 ini membicarakan tentang “apa saja”, atau semua yang lahir dari Allah. Jika kita memahami 1 Yohanes 5:4 dalam terang Yohanes 3:6, kita akan menyadari bahwa apa yang lahir dari Allah adalah roh insani. Yohanes 3:6 mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh.” (Tl.). Jadi, 1 Yohanes 5:4 mengacu kepada roh kita yang telah dilahirkan kembali. Ini adalah roh kelahiran kembali yang tidak berdosa dan yang akan mengalahkan dunia.
1Yohanes 5:18 mengatakan, “Kita tahu bahwa se-tiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menyentuhnya.” Siapakah “Dia” yang lahir dari Allah, dan siapakah “Dia” yang akan melindunginya? Ayat ini mengatakan bahwa Dia yang lahir dari Allah melindungi orang beriman. Semua orang beriman memiliki sesuatu di da-lam mereka yang telah dilahirkan dari Allah. Sama prinsip-nya, kita semua memiliki sesuatu yang jahat di dalam kita yang lahir dari Iblis. Setelah Adam jatuh, ia menjadi satu dengan Iblis. Tetapi puji Tuhan bahwa sekarang kita dapat memproklamirkan dengan iman bahwa kita juga memiliki sesuatu di dalam kita yang lahir dari Allah!
MELINDUNGI KITA DARI SI JAHAT
1Yohanes 5:18 mengatakan, “Si jahat tidak dapat menyentuhnya.” Selama kita dilindungi oleh apa yang lahir dari Allah, si jahat tidak akan dapat menyentuh kita. Kita dilindungi. Pelindung kita dari si jahat adalah bagian di dalam kita yang lahir dari Allah. Seperti yang telah kita tunjukkan, roh insani kita telah dilahirkan dari Allah, dila-hirkan dari Roh Kudus. Karena itu, roh kita yang telah dilahirkan kembali ini adalah pelindung kita.
Karena kita memiliki Putra, kita memiliki hayat (1 Yoh. 5:11-12). Tahukah Anda Putra Allah berada di bagian mana dari diri Anda? Dia ada di dalam roh Anda. Jadi, roh Anda adalah satu tempat perlindungan, satu menara yang tinggi. Hayat yang di dalamnya dan olehnya kita dapat mengalahkan Iblis sekarang ada di dalam roh kita yang te-lah dilahirkan kembali. Selama kita tetap tinggal di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali ini, Iblis, si jahat, ti-dak dapat menyentuh kita. Inilah cara untuk mengalahkan Iblis.
Jika kita keluar dari roh ini dan tinggal di dalam da-ging, kita akan bekerja sama dengan Iblis. Kapan saja kita ada di dalam daging, kita memiliki Iblis sebagai mitra ki-ta. Tetapi bila kita berada di dalam roh, Kristus adalah mitra kita. Iblis sebagai dosa ada di dalam daging kita, te-tapi Kristus sebagai Roh itu ada di dalam roh kita. Karena itu, kita harus memilih tinggal di dalam roh kita bersama Kristus.
Roma 8:4 mengatakan bahwa jika kita berjalan menu-rut roh, tidak menurut daging, maka tuntutan kebenaran hukum Taurat akan digenapi di dalam kita. Sewaktu kita berjalan menurut roh, kita memiliki Kristus sebagai mitra kita, mitra yang benar-benar adalah hayat bagi kita. Bila kita tinggal dengan-Nya di dalam roh kita, kita akan dilindungi di dalam sebuah menara yang tinggi, dan si jahat tidak akan dapat menyentuh kita.
Kita hanya bisa tinggal di dalam roh atau di dalam daging. Tidak ada tempat ketiga bagi kita. Kapan saja kita keluar dari roh, dengan spontan kita akan berada di dalam daging kita, di mana Iblis berhuni sebagai dosa.
MENGALAHKAN IBLIS MELALUI TINGGAL
DI DALAM KRISTUS
Jangan berusaha mengalahkan Iblis di dalam diri Anda sendiri. Tulisan-tulisan Nyonya Penn-Lewis mengenai peperangan dengan Iblis tidak salah, tetapi tulisan-tulisan itu terlalu banyak menekankan aspek negatif. Nyonya Penn-Lewis mengatakan bahwa cara untuk mengatasi Iblis ada-lah dengan melihat bahwa kita telah disalibkan bersama Kristus. Menurut Perjanjian Baru, ini adalah satu fakta bahwa melalui salib, Kristus telah menghancurkan Iblis (Ibr. 2:14). Meskipun demikian, semakin kita berusaha me-nyalibkan daging kita, daging kita akan menjadi semakin aktif dan hidup. Apa yang dilihat oleh Nyonya Penn-Lewis terutama adalah pada aspek negatif — perkara menghitung diri kita telah mati. Ia hanya melihat sedikit, jika melihat banyak, ia juga akan melihat aspek positifnya. Mengalah-kan Iblis bukanlah perkara kita memutuskan untuk mele-takkan daging kita di atas salib, melainkan perkara melihat bahwa Kristus yang adalah hayat bagi kita itu sekarang ada di dalam roh kita, kemudian melihat bahwa kita harus tinggal di dalam-Nya. Karena Kristus ada di dalam roh kita, kita harus tetap tinggal di dalam roh jika kita ingin tinggal di dalam Dia. Jika kita tinggal di dalam roh kita, ki-ta akan memiliki realitas disalibkan bersama Kristus, dan kita akan memiliki Kristus sebagai hayat kita yang berku-asa. Di dalam diri kita sendiri kita tidak dapat berkuasa me-ngalahkan Iblis, tetapi di dalam Kristus sebagai hayat yang berkuasa ini, kita dapat berkuasa mengalahkan dia.
Jangan berusaha mengalahkan Iblis. Bagi Anda, ia terlalu kuat, terlalu perkasa. Semakin Anda berusaha mengalahkannya, Anda akan makin dikalahkan olehnya. Tidak ada seorang pun di antara kita yang terkecuali. Satu-satunya cara untuk mengalahkan Iblis adalah dengan tinggal di dalam menara yang tinggi dari roh kita yang telah dilahirkan kembali. Bila kita berada di dalam menara ini, kita dapat menertawai Iblis dan berkata, “Iblis, tidak tahukah kamu bahwa aku berada di dalam menara yang tinggi di dalam rohku? Apa yang dapat kamu lakukan terhadapku? Sebentar lagi, kamu akan dihancurkan di bawah kaki kami.”
DIBANGUNKAN DI DALAM TUBUH
Selain itu, bila kita tinggal di dalam roh, kita akan di-bangunkan di dalam Tubuh secara riil. Tetapi jika kita tinggal di dalam pikiran kita, kita akan terpecah belah. Ini bukan hanya berlaku dalam hidup gereja, melainkan juga dalam hidup pernikahan. Jika saya tetap tinggal di dalam pikiran saya dan istri saya tetap tinggal di dalam pikiran-nya, maka tidak mungkin kami menjadi satu. Saya telah belajar untuk tidak tinggal di dalam pikiran saya. Oh, saya ingin berada di dalam roh saya! Kapan saja saya berada di dalam roh, tidak akan ada masalah dengan kesatuan. Baik dalam hidup gereja maupun dalam hidup keluarga kita, ki-ta perlu takut dan gentar terhadap pikiran kita yang begitu mudah diletakkan di dalam daging, harus takut terhadap perpecahan yang disebabkan oleh pikiran dan opini kita yang menyimpang (lihat Rm. 8:6). Ketika kita menemukan diri kita berpikir kritis tentang orang lain, kita perlu segera berpaling kepada Tuhan di dalam roh kita dan berdoa. Kita semua harus belajar pelajaran berpaling ke roh dan tinggal di sana.
Di dalam roh, kita bukan hanya akan mengalami Kristus sebagai hayat, tetapi juga akan mengalami Tubuh. Di dalam roh, Kristus adalah hayat kita secara pribadi dan juga hayat Tubuh. Karena itu, di dalam roh dengan hayat ilahi dan dengan Tubuh Kristus, Iblis akan dikalahkan dan bahkan dihancurkan di bawah kaki kita. Iblis bukan dikalahkan oleh individu, melainkan oleh Tubuh.
Janganlah mengabaikan roh Anda yang telah dilahir-kan kembali, menara tinggi di dalam Anda di mana Anda dapat bersembunyi dari Iblis. Kapan kala Anda dicobai un-tuk berdebat dengan istri atau suami Anda, Anda harus lari ke dalam menara ini. Perdebatan dalam hidup pernikahan berasal dari pikiran yang ditunggangi oleh daging. Kapan saja seorang saudara memiliki pikiran negatif tentang istri-nya, daging akan berusaha mengganggunya untuk berdebat dengan istrinya. Ini menunjukkan bahwa daging selalu siap membantu pikiran dalam hal negatif. Apa yang harus kita lakukan tentang hal ini? Kita harus melarikan diri ke da-lam menara yang tinggi dari roh kita yang telah dilahirkan kembali, tempat di mana Iblis tidak dapat menjamah kita, tempat di mana kita dapat menikmati Kristus sebagai ha-yat kita dan mengalami realitas Tubuh. Bila kita berada di dalam tempat yang demikian, Iblis tidak akan dapat berbu-at apa-apa terhadap kita.
Tidak sulit untuk masuk ke dalam menara yang tinggi di dalam roh kita. Kita hanya perlu berseru kepada nama Tuhan Yesus. Selama kita tinggal di dalam roh kita, kita memiliki kemenangan atas Iblis. Ia akan takluk dan bahkan akan dihancurkan di bawah kaki kita, dan kita akan ber-kuasa atasnya di dalam Kristus sebagai hayat kita. Kiranya kita semua mempraktekkan tinggal di dalam menara yang tinggi di dalam roh kita yang telah dilahirkan kembali.