BERKUASA DALAM HAYAT MELALUI ANUGERAH
Dalam berita sebelumnya kita telah membahas sejumlah hal negatif yang darinya kita perlu diselamatkan dalam hayat Kristus: hukum dosa, dunia, alamiah, individualisme, perpecahan, dan rupa-diri. Sekarang kita akan melanjutkan kepada perkara memerintah dalam hayat.
ANUGERAH BERKUASA AGAR ORANG MEMPEROLEH HAYAT YANG KEKAL
Roma 5:17 mengatakan, “Sebab, jika karena pelanggar-an satu orang, maut telah berkuasa melalui satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelim-pahan anugerah dan karunia kebenaran, akan hidup dan berkuasa (berkuasa dalam hayat) karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus”. Ini adalah satu-satunya ayat dalam Alkitab yang membicarakan tentang berkuasa (memerin-tah) dalam hayat. Mengikuti ayat 17, ayat 21 mengatakan, “Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, de-mikian anugerah akan berkuasa oleh pembenaran untuk hi-dup (hayat) yang kekal, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.” Mungkin Anda telah mendengar bahwa anugerah itu ber-limpah, tetapi Anda mungkin tidak memiliki konsepsi ten-tang anugerah berkuasa. Tetapi anugerah adalah raja yang berkuasa atas segala sesuatu. Meskipun dalam teksnya ayat 21 ini datang setelah ayat 17, tetapi dalam pengalaman ayat 21 ini datang sebelum ayat 17. Menurut ayat 21, anugerah berkuasa agar orang memperoleh hayat yang kekal, yang berarti berkuasanya anugerah ini akan mendatangkan ha-yat yang kekal. Dalam hayat yang kekal inilah kita akan berkuasa.
Meskipun ada banyak buku Kristen tentang kemenang-an dan pemenang, tetapi saya tidak tahu apakah ada buku tentang berkuasa (memerintah) dalam hayat. Ada sejumlah buku yang menulis tentang berkuasa bersama Kristus da-lam Kerajaan Seribu Tahun. Namun, berkuasa dalam hayat seharusnya bukan hanya perkara untuk masa yang akan datang saja. Ini seharusnya menjadi pengalaman kita pada hari ini. Saya tidak puas dengan janji-janji tentang menjadi seorang raja di masa yang akan datang; saya damba berku-asa dalam hayat sebagai raja pada hari ini. Dalam Roma 5:17, Paulus tidak menunjuk kepada Kerajaan Seribu Tahun. Jika Anda melihat ayat ini dalam konteksnya, Anda akan menyadari bahwa Paulus sedang membicarakan ten-tang kehidupan sehari-hari kita sekarang. Puji Tuhan ka-rena hari ini kita dapat berkuasa dalam hayat!
KELANJUTAN DARI INJIL YOHANES
Sebelum kita menyelidiki lebih jauh perkara berkuasa dalam hayat ini, kita perlu melihat hubungan antara Injil Yohanes dengan Kitab Roma. Kitab Roma merupakan satu kelanjutan dari Kitab Yohanes. Yohanes 1:4 mengatakan, “Di dalam Dia ada hayat” (Tl.) dan ayat 14 pada pasal yang sama berkata, “Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita . . . penuh anugerah dan realitas” (Tl.). Ayat 16 melanjutkan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” Jadi, dalam Injil Yohanes pasal 1 ini, kita memiliki hayat dan anugerah. Da-lam Yohanes 10:10, Tuhan Yesus berkata, “Aku datang, su-paya mereka mempunyai hidup (hayat), dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Yohanes 8 membicarakan ten-tang hal-hal negatif, seperti dosa dan maut. Ayat 24 menga-takan, “Jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Ini berarti orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus akan tetap berada dalam maut. Selanjutnya dalam ayat 34, Tuhan memberi-kan satu firman tentang menjadi hamba dosa: “Sesungguh-nya Aku berkata kepadamu, setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Dalam ayat 36, Tuhan membicarakan tentang dimerdekakan: “Jadi, apabila Anak itu memerdeka-kan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Orang-orang yang berada di bawah belenggu dosa dan di dalam maut da-pat dibebaskan oleh Putra Allah yang hidup, Dia yang ada-lah realitas yang hidup. Karena itu, dalam Injil Yohanes kita memiliki hayat, anugerah, kelimpahan hayat, dosa, maut, perbudakan, dan dibebaskan dari dosa dan maut.
Semua perkara ini juga ditemukan dalam Kitab Roma, di mana kebenaran mengenai hal-hal ini dikembangkan lebih jauh lagi. Meskipun Kitab Yohanes dan Kitab Roma membicarakan banyak subyek yang sama, dan bahkan memakai sejumlah istilah yang sama, tetapi Injil Yohanes tidak membicarakan tentang anugerah berkuasa, atau tentang berkuasa dalam hayat. Pemakaian kata “berkuasa” dalam Kitab Roma dalam hubungannya dengan anugerah dan hayat ini memperlihatkan satu pengembangan makna dari apa yang telah dibahas dalam Injil Yohanes. Meskipun Injil Yohanes itu kaya dan dalam dan meskipun Yohanes mem-bicarakan tentang kelimpahan hayat, tetapi Yohanes tidak mengatakan sesuatu tentang berkuasanya anugerah atau tentang berkuasanya hayat. Karena Paulus adalah orang yang berkuasa dalam anugerah dan dalam hayat, maka ia dapat membicarakan tentang hal-hal itu dalam Kitab Roma. Berkebalikan dengan banyak orang Kristen pada hari ini, Paulus tidak menunggu sampai masa seribu tahun untuk berkuasa bersama Kristus.
Dalam Roma 5 kita diberi tahu bahwa anugerah berku-asa dan orang-orang yang telah menerima kelimpahan anu-gerah dapat berkuasa dalam hayat. Karena anugerah ber-kuasa agar orang memperoleh hayat yang kekal, maka kita juga dapat berkuasa dalam hayat. Berkuasa adalah menjadi raja; ini berarti menaklukkan sesuatu dan memerintah atas-nya. Berkuasa juga berarti memiliki satu pemerintahan atau satu kerajaan. Kehidupan kristiani kita pada hari ini seharusnya bukan hanya satu kehidupan yang menang dan kehidupan pemenang; melainkan juga harus menjadi satu kehidupan yang rajani, satu kehidupan yang berkuasa. Hari demi hari kita dapat menjadi raja-raja.
MEMERINTAH ATAS TIGA MUSUH UTAMA
Sebagai raja-raja yang berkuasa dalam hayat, kita harus menaklukkan musuh-musuh dan memerintah atas mereka. Jangan menganggap istri atau suami Anda sebagai musuh yang atasnya Anda harus memerintah. Menurut Injil Yoha-nes dan Kitab Roma, musuh-musuh utama kita adalah dosa, maut, dan Iblis (Satan). Bahkan amarah Anda pun adalah salah satu dari musuh-musuh utama ini. Jika dosa, maut, dan Iblis dikalahkan, amarah Anda juga akan dikalahkan dan bahkan akan menjadi sesuatu yang manis. Dosalah yang membuat amarah Anda itu menjadi demikian menjeng-kelkan. Dalam prinsip yang sama, penyebab mengapa ego itu begitu buruk adalah karena dosa, maut, dan Iblis mem-buat tempat tinggal mereka di dalam kita. Jika hal-hal ini ditaklukkan, maka ego kita bahkan akan menjadi elok. Ka-rena itu, kita hanya memiliki tiga musuh utama ini — do-sa, maut, dan Iblis.
Paulus membicarakan musuh-musuh ini dalam Kitab Roma. Dalam 8:2, yang membicarakan tentang hukum dosa dan maut, kita melihat dua musuh, yaitu dosa dan maut. Kemudian dalam 16:20, Paulus menyinggung Iblis: “Allah, sumber damai sejahtera, segera menghancurkan Iblis di ba-wah kakimu.” Jangan berharap menjadi raja atas istri atau suami Anda. Suami-suami, Tuhan telah menunjuk kalian untuk menjadi kepala atas istri kalian, tetapi bukan untuk menjadi raja yang memerintah atas mereka. Orang tua ti-dak seharusnya menjadi raja atas anak-anak mereka. Te-tapi kita akan memerintah sebagai raja-raja atas dosa, ma-ut, dan Iblis. Dalam hubungannya dengan anggota-anggota keluarga kita dan dengan saudara saudari dalam gereja, ki-ta adalah hamba-hamba. Tetapi dalam hubungannya de-ngan dosa, maut, dan Iblis, kita adalah raja-raja.
ALLAH DISALURKAN KE DALAM KITA MENJADI BAGIAN KITA
Jika kita ingin tahu apakah arti anugerah berkuasa agar orang memperoleh hayat yang kekal, kita harus me-miliki pemahaman yang tepat terhadap anugerah. Anugerah adalah Allah dalam Kristus diberikan kepada kita dan disa-lurkan ke dalam roh kita untuk menjadi bagian kita. Jika kita memiliki pandangan yang menyeluruh terhadap Alkitab, kita akan paham bahwa Allah tidak bermaksud memberi-kan sesuatu selain diri-Nya sendiri kepada kita. Segala se-suatu selain Allah adalah sia-sia. Salomo, raja yang berhik-mat, berkata, “Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia” (Pkh. 1:2). Dalam perkataan-perkataan Rasul Paulus, segala sesuatu di luar Kristus adalah sampah (Flp. 3:8). Bagian kita yang satu-satunya adalah Allah sendiri, dan anugerah adalah Allah menjadi bagian kita untuk par-tisipasi, pengalaman, dan kenikmatan kita.
Jika kita melihat Yohanes 1:1 dan 1:4 dalam konteks-nya, kita akan menampak bahwa anugerah adalah Allah datang kepada kita untuk disalurkan ke dalam kita bagi ke-nikmatan kita. Yohanes 1:16 mengatakan, “Karena dari ke-penuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” Dalam Roma 5:17, Paulus membicarakan ten-tang bukan hanya menerima anugerah, melainkan juga menerima kelimpahan anugerah. Karena anugerah itu hi-dup dan bertumbuh, maka anugerah itu berlimpah. Anuge-rah yang berlimpah ini juga berkuasa. Anugerah bukanlah unsur yang tanpa hayat, melainkan adalah satu Persona yang hidup, bahkan diri Allah sendiri.
DUA RAJA
Dalam Roma 5, dosa dan anugerah itu dipersonifikasi-kan. Sebagaimana ayat 21 menunjukkan, baik dosa mau-pun anugerah dapat berkuasa, anugerah bersifat positif dan dosa bersifat negatif. Dosa adalah perwujudan sifat jahat Iblis dalam daging kita, dan anugerah adalah Allah di dalam Kristus terwujud dalam roh kita. Karena itu, kita memiliki dua raja — dosa dan anugerah — di dalam kita. Dalam daging, kita memiliki raja dosa; dalam roh, kita me-miliki raja anugerah. Di dalam kita ada satu peperangan yang sedang berkecamuk di antara dua raja ini.
MENERIMA KELIMPAHAN ANUGERAH
Anda mungkin ingin tahu bagaimana Anda dapat me-miliki kelimpahan anugerah. Satu-satunya jalan untuk me-milikinya adalah menerimanya. Dalam menerima anugerah ini kita tidak perlu berjerih lelah atau membayar harga. Kita hanya menerima saja. Kitab Yohanes dan Kitab Roma membicarakan tentang menerima anugerah. Kita telah me-lihat Yohanes 1:16 mengatakan bahwa dari kepenuhan-Nya kita telah menerima anugerah demi anugerah. Dalam Roma 5:17, Paulus membicarakan tentang kita menerima anuge-rah yang berlimpah. Kita perlu datang kepada Allah yang adalah anugerah dan berulang-ulang menerima anugerah ini sampai kita dipenuhi dengan anugerah. Hanya bila kita dipenuhi dengan anugerah, barulah kita dapat mengalami berkuasanya anugerah. Ketika anugerah dipersilakan meme-nuhi kita, maka anugerah ini akan melimpah di dalam kita dan kemudian berkuasa di dalam kita. Berkuasanya anuge-rah selalu mengikuti anugerah yang berlimpah.
Jika kita kekurangan anugerah, anugerah ini tidak da-pat berkuasa di dalam kita. Hanya bila anugerah memenuhi kita sampai puncaknya dan kemudian meluap dari kita, ba-rulah kita dapat mengalami berkuasanya anugerah. Ketika anugerah berkuasa, maka dosa, maut, dan Iblis akan tak-luk dan berada di bawah kaki kita, dan kita akan menjadi raja-raja dalam anugerah. Sewaktu anugerah berkuasa di dalam kita, kita pun berkuasa dalam hayat.
Jangan mengira bahwa pengalaman berkuasa dalam hayat melalui anugerah ini adalah satu hal yang tidak mungkin. Saya dapat bersaksi bahwa adalah mungkin bagi kita untuk berkuasa dalam hayat. Kapan saja kita dipenuhi dengan anugerah, anugerah ini akan meluap dan berkuasa. Kemudian melalui anugerah ini kita akan berkuasa dalam hayat atas dosa, maut, dan Iblis. Kita bukan hanya dibebas-kan dari tiga musuh utama ini, tetapi juga berkuasa atas mereka. Prinsip berkuasa dalam hayat diwahyukan dalam pasal 5, tetapi pengalaman berkuasa dalam hayat ada da-lam pasal 8. Berkuasa dalam hayat itu lebih besar dan le-bih tinggi daripada diselamatkan dalam hayat Kristus.
TERBUKA SUPAYA DIPENUHI
Dalam perkara ini, doktrin, pengajaran, dan nasihat ti-dak ada gunanya. Dikatakan dari satu aspek, bahkan doa ki-ta pun tidak berkhasiat untuk membuat kita berkuasa da-lam hayat melalui anugerah. Satu-satunya hal yang ber-khasiat adalah datang kepada sumber ilahi dan membuka diri kita dari kedalaman diri kita supaya dipenuhi dengan Allah sebagai anugerah. Untuk dipenuhi, kita perlu memo-hon Tuhan menyingkirkan semua sekatan dan penghalang. Kita perlu berdoa, “Tuhan, aku rela setiap halangan dising-kirkan. Aku ingin menjaga diriku selalu terbuka kepada-Mu. Tuhan, penuhi aku sepenuhnya dengan diri-Mu sendiri sebagai anugerah.” Di mana saja Anda berada, di tempat kerja, di sekolah, maupun di dalam mobil Anda, tetaplah ter-buka kepada Tuhan, supaya dipenuhi dengan Dia sebagai anugerah. Inilah yang dimaksud dengan menerima kelim-pahan anugerah. Bila Anda menerima anugerah dengan cara ini, Anda akan dipenuhi dengan anugerah dan akhirnya anugerah ini akan meluap di dalam Anda. Kemudian Anda akan berkuasa dalam hayat melalui anugerah atas dosa, maut, dan Iblis. Dalam pengalaman Anda, tiga musuh uta-ma ini akan sepenuhnya takluk.
Dosa, maut, dan berkuasa masih bekerja di dalam kita. Tetapi jika kita datang kepada sumber surgawi dan mem-buka diri kita sepenuhnya untuk dipenuhi dengan anuge-rah, kita akan berkuasa dalam hayat atas mereka. Inilah keperluan kita hari ini dalam hidup gereja. Meskipun saya sangat mengapresiasi semua hal yang ada dalam Injil Yo-hanes, tetapi kita harus melanjutkannya dari Kitab Yohanes ke Roma 5:17 dan 21 untuk menerima kelimpahan anugerah supaya anugerah dapat berkuasa dalam kita dan kita dapat berkuasa dalam hayat.