Daftar isi Roma (3) · Berita Keempat Puluh Enam · bab 15/19

Berita Keempat Puluh Enam

BERKUASA DALAM HAYAT MELALUI ANUGERAH

Dalam berita sebelumnya kita telah membahas sejumlah hal negatif yang darinya kita perlu diselamatkan dalam hayat Kristus: hukum dosa, dunia, alamiah, individualisme, perpecahan, dan rupa-diri. Sekarang kita akan melanjutkan kepada perkara memerintah dalam hayat.

ANUGERAH BERKUASA AGAR ORANG MEMPEROLEH HAYAT YANG KEKAL

Roma 5:17 mengatakan, “Sebab, jika karena pelanggaran satu orang, maut telah berkuasa melalui satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan anugerah dan karunia kebenaran, akan hidup dan berkuasa (berkuasa dalam hayat) karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus”. Ini adalah satu-satunya ayat dalam Alkitab yang membicarakan tentang berkuasa (memerintah) dalam hayat. Mengikuti ayat 17, ayat 21 mengatakan, “Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian anugerah akan berkuasa oleh pembenaran untuk hidup (hayat) yang kekal, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.” Mungkin Anda telah mendengar bahwa anugerah itu berlimpah, tetapi Anda mungkin tidak memiliki konsepsi tentang anugerah berkuasa. Tetapi anugerah adalah raja yang berkuasa atas segala sesuatu. Meskipun dalam teksnya ayat 21 ini datang setelah ayat 17, tetapi dalam pengalaman ayat 21 ini datang sebelum ayat 17. Menurut ayat 21, anugerah berkuasa agar orang memperoleh hayat yang kekal, yang berarti berkuasanya anugerah ini akan mendatangkan hayat yang kekal. Dalam hayat yang kekal inilah kita akan berkuasa.

Meskipun ada banyak buku Kristen tentang kemenangan dan pemenang, tetapi saya tidak tahu apakah ada buku tentang berkuasa (memerintah) dalam hayat. Ada sejumlah buku yang menulis tentang berkuasa bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun. Namun, berkuasa dalam hayat seharusnya bukan hanya perkara untuk masa yang akan datang saja. Ini seharusnya menjadi pengalaman kita pada hari ini. Saya tidak puas dengan janji-janji tentang menjadi seorang raja di masa yang akan datang; saya damba berkuasa dalam hayat sebagai raja pada hari ini. Dalam Roma 5:17, Paulus tidak menunjuk kepada Kerajaan Seribu Tahun. Jika Anda melihat ayat ini dalam konteksnya, Anda akan menyadari bahwa Paulus sedang membicarakan tentang kehidupan sehari-hari kita sekarang. Puji Tuhan karena hari ini kita dapat berkuasa dalam hayat!

KELANJUTAN DARI INJIL YOHANES

Sebelum kita menyelidiki lebih jauh perkara berkuasa dalam hayat ini, kita perlu melihat hubungan antara Injil Yohanes dengan Kitab Roma. Kitab Roma merupakan satu kelanjutan dari Kitab Yohanes. Yohanes 1:4 mengatakan, “Di dalam Dia ada hayat” (Tl.) dan ayat 14 pada pasal yang sama berkata, “Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita . . . penuh anugerah dan realitas” (Tl.). Ayat 16 melanjutkan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” Jadi, dalam Injil Yohanes pasal 1 ini, kita memiliki hayat dan anugerah. Dalam Yohanes 10:10, Tuhan Yesus berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup (hayat), dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Yohanes 8 membicarakan tentang hal-hal negatif, seperti dosa dan maut. Ayat 24 mengatakan, “Jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Ini berarti orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus akan tetap berada dalam maut. Selanjutnya dalam ayat 34, Tuhan memberikan satu firman tentang menjadi hamba dosa: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” Dalam ayat 36, Tuhan membicarakan tentang dimerdekakan: “Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Orang-orang yang berada di bawah belenggu dosa dan di dalam maut dapat dibebaskan oleh Putra Allah yang hidup, Dia yang adalah realitas yang hidup. Karena itu, dalam Injil Yohanes kita memiliki hayat, anugerah, kelimpahan hayat, dosa, maut, perbudakan, dan dibebaskan dari dosa dan maut.

Semua perkara ini juga ditemukan dalam Kitab Roma, di mana kebenaran mengenai hal-hal ini dikembangkan lebih jauh lagi. Meskipun Kitab Yohanes dan Kitab Roma membicarakan banyak subjek yang sama, dan bahkan memakai sejumlah istilah yang sama, tetapi Injil Yohanes tidak membicarakan tentang anugerah berkuasa, atau tentang berkuasa dalam hayat. Pemakaian kata “berkuasa” dalam Kitab Roma dalam hubungannya dengan anugerah dan hayat ini memperlihatkan satu pengembangan makna dari apa yang telah dibahas dalam Injil Yohanes. Meskipun Injil Yohanes itu kaya dan dalam dan meskipun Yohanes membicarakan tentang kelimpahan hayat, tetapi Yohanes tidak mengatakan sesuatu tentang berkuasanya anugerah atau tentang berkuasanya hayat. Karena Paulus adalah orang yang berkuasa dalam anugerah dan dalam hayat, maka ia dapat membicarakan tentang hal-hal itu dalam Kitab Roma. Berkebalikan dengan banyak orang Kristen pada hari ini, Paulus tidak menunggu sampai masa seribu tahun untuk berkuasa bersama Kristus.

Dalam Roma 5 kita diberi tahu bahwa anugerah berkuasa dan orang-orang yang telah menerima kelimpahan anugerah dapat berkuasa dalam hayat. Karena anugerah berkuasa agar orang memperoleh hayat yang kekal, maka kita juga dapat berkuasa dalam hayat. Berkuasa adalah menjadi raja; ini berarti menaklukkan sesuatu dan memerintah atasnya. Berkuasa juga berarti memiliki satu pemerintahan atau satu kerajaan. Kehidupan kristiani kita pada hari ini seharusnya bukan hanya satu kehidupan yang menang dan kehidupan pemenang; melainkan juga harus menjadi satu kehidupan yang rajani, satu kehidupan yang berkuasa. Hari demi hari kita dapat menjadi raja-raja.

MEMERINTAH ATAS TIGA MUSUH UTAMA

Sebagai raja-raja yang berkuasa dalam hayat, kita harus menaklukkan musuh-musuh dan memerintah atas mereka. Jangan menganggap istri atau suami Anda sebagai musuh yang atasnya Anda harus memerintah. Menurut Injil Yohanes dan Kitab Roma, musuh-musuh utama kita adalah dosa, maut, dan Iblis (Satan). Bahkan amarah Anda pun adalah salah satu dari musuh-musuh utama ini. Jika dosa, maut, dan Iblis dikalahkan, amarah Anda juga akan dikalahkan dan bahkan akan menjadi sesuatu yang manis. Dosalah yang membuat amarah Anda itu menjadi demikian menjengkelkan. Dalam prinsip yang sama, penyebab mengapa ego itu begitu buruk adalah karena dosa, maut, dan Iblis membuat tempat tinggal mereka di dalam kita. Jika hal-hal ini ditaklukkan, maka ego kita bahkan akan menjadi elok. Karena itu, kita hanya memiliki tiga musuh utama ini — dosa, maut, dan Iblis.

Paulus membicarakan musuh-musuh ini dalam Kitab Roma. Dalam 8:2, yang membicarakan tentang hukum dosa dan maut, kita melihat dua musuh, yaitu dosa dan maut. Kemudian dalam 16:20, Paulus menyinggung Iblis: “Allah, sumber damai sejahtera, segera menghancurkan Iblis di bawah kakimu.” Jangan berharap menjadi raja atas istri atau suami Anda. Suami-suami, Tuhan telah menunjuk kalian untuk menjadi kepala atas istri kalian, tetapi bukan untuk menjadi raja yang memerintah atas mereka. Orang tua tidak seharusnya menjadi raja atas anak-anak mereka. Tetapi kita akan memerintah sebagai raja-raja atas dosa, maut, dan Iblis. Dalam hubungannya dengan anggota-anggota keluarga kita dan dengan saudara saudari dalam gereja, kita adalah hamba-hamba. Tetapi dalam hubungannya dengan dosa, maut, dan Iblis, kita adalah raja-raja.

ALLAH DISALURKAN KE DALAM KITA MENJADI BAGIAN KITA

Jika kita ingin tahu apakah arti anugerah berkuasa agar orang memperoleh hayat yang kekal, kita harus memiliki pemahaman yang tepat terhadap anugerah. Anugerah adalah Allah dalam Kristus diberikan kepada kita dan disalurkan ke dalam roh kita untuk menjadi bagian kita. Jika kita memiliki pandangan yang menyeluruh terhadap Alkitab, kita akan paham bahwa Allah tidak bermaksud memberikan sesuatu selain diri-Nya sendiri kepada kita. Segala sesuatu selain Allah adalah sia-sia. Salomo, raja yang berhikmat, berkata, “Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia” (Pkh. 1:2). Dalam perkataan-perkataan Rasul Paulus, segala sesuatu di luar Kristus adalah sampah (Flp. 3:8). Bagian kita yang satu-satunya adalah Allah sendiri, dan anugerah adalah Allah menjadi bagian kita untuk partisipasi, pengalaman, dan kenikmatan kita.

Jika kita melihat Yohanes 1:1 dan 1:4 dalam konteksnya, kita akan menampak bahwa anugerah adalah Allah datang kepada kita untuk disalurkan ke dalam kita bagi kenikmatan kita. Yohanes 1:16 mengatakan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” Dalam Roma 5:17, Paulus membicarakan tentang bukan hanya menerima anugerah, melainkan juga menerima kelimpahan anugerah. Karena anugerah itu hidup dan bertumbuh, maka anugerah itu berlimpah. Anugerah yang berlimpah ini juga berkuasa. Anugerah bukanlah unsur yang tanpa hayat, melainkan adalah satu Persona yang hidup, bahkan diri Allah sendiri.

DUA RAJA

Dalam Roma 5, dosa dan anugerah itu dipersonifikasikan. Sebagaimana ayat 21 menunjukkan, baik dosa maupun anugerah dapat berkuasa, anugerah bersifat positif dan dosa bersifat negatif. Dosa adalah perwujudan sifat jahat Iblis dalam daging kita, dan anugerah adalah Allah di dalam Kristus terwujud dalam roh kita. Karena itu, kita memiliki dua raja — dosa dan anugerah — di dalam kita. Dalam daging, kita memiliki raja dosa; dalam roh, kita memiliki raja anugerah. Di dalam kita ada satu peperangan yang sedang berkecamuk di antara dua raja ini.

MENERIMA KELIMPAHAN ANUGERAH

Anda mungkin ingin tahu bagaimana Anda dapat memiliki kelimpahan anugerah. Satu-satunya jalan untuk memilikinya adalah menerimanya. Dalam menerima anugerah ini kita tidak perlu berjerih lelah atau membayar harga. Kita hanya menerima saja. Kitab Yohanes dan Kitab Roma membicarakan tentang menerima anugerah. Kita telah melihat Yohanes 1:16 mengatakan bahwa dari kepenuhan-Nya kita telah menerima anugerah demi anugerah. Dalam Roma 5:17, Paulus membicarakan tentang kita menerima anugerah yang berlimpah. Kita perlu datang kepada Allah yang adalah anugerah dan berulang-ulang menerima anugerah ini sampai kita dipenuhi dengan anugerah. Hanya bila kita dipenuhi dengan anugerah, barulah kita dapat mengalami berkuasanya anugerah. Ketika anugerah dipersilakan memenuhi kita, maka anugerah ini akan melimpah di dalam kita dan kemudian berkuasa di dalam kita. Berkuasanya anugerah selalu mengikuti anugerah yang berlimpah.

Jika kita kekurangan anugerah, anugerah ini tidak dapat berkuasa di dalam kita. Hanya bila anugerah memenuhi kita sampai puncaknya dan kemudian meluap dari kita, barulah kita dapat mengalami berkuasanya anugerah. Ketika anugerah berkuasa, maka dosa, maut, dan Iblis akan takluk dan berada di bawah kaki kita, dan kita akan menjadi raja-raja dalam anugerah. Sewaktu anugerah berkuasa di dalam kita, kita pun berkuasa dalam hayat.

Jangan mengira bahwa pengalaman berkuasa dalam hayat melalui anugerah ini adalah satu hal yang tidak mungkin. Saya dapat bersaksi bahwa adalah mungkin bagi kita untuk berkuasa dalam hayat. Kapan saja kita dipenuhi dengan anugerah, anugerah ini akan meluap dan berkuasa. Kemudian melalui anugerah ini kita akan berkuasa dalam hayat atas dosa, maut, dan Iblis. Kita bukan hanya dibebaskan dari tiga musuh utama ini, tetapi juga berkuasa atas mereka. Prinsip berkuasa dalam hayat diwahyukan dalam pasal 5, tetapi pengalaman berkuasa dalam hayat ada dalam pasal 8. Berkuasa dalam hayat itu lebih besar dan lebih tinggi daripada diselamatkan dalam hayat Kristus.

TERBUKA SUPAYA DIPENUHI

Dalam perkara ini, doktrin, pengajaran, dan nasihat tidak ada gunanya. Dikatakan dari satu aspek, bahkan doa kita pun tidak berkhasiat untuk membuat kita berkuasa dalam hayat melalui anugerah. Satu-satunya hal yang berkhasiat adalah datang kepada sumber ilahi dan membuka diri kita dari kedalaman diri kita supaya dipenuhi dengan Allah sebagai anugerah. Untuk dipenuhi, kita perlu memohon Tuhan menyingkirkan semua sekatan dan penghalang. Kita perlu berdoa, “Tuhan, aku rela setiap halangan disingkirkan. Aku ingin menjaga diriku selalu terbuka kepada-Mu. Tuhan, penuhi aku sepenuhnya dengan diri-Mu sendiri sebagai anugerah.” Di mana saja Anda berada, di tempat kerja, di sekolah, maupun di dalam mobil Anda, tetaplah terbuka kepada Tuhan, supaya dipenuhi dengan Dia sebagai anugerah. Inilah yang dimaksud dengan menerima kelimpahan anugerah. Bila Anda menerima anugerah dengan cara ini, Anda akan dipenuhi dengan anugerah dan akhirnya anugerah ini akan meluap di dalam Anda. Kemudian Anda akan berkuasa dalam hayat melalui anugerah atas dosa, maut, dan Iblis. Dalam pengalaman Anda, tiga musuh utama ini akan sepenuhnya takluk.

Dosa, maut, dan berkuasa masih bekerja di dalam kita. Tetapi jika kita datang kepada sumber surgawi dan membuka diri kita sepenuhnya untuk dipenuhi dengan anugerah, kita akan berkuasa dalam hayat atas mereka. Inilah keperluan kita hari ini dalam hidup gereja. Meskipun saya sangat mengapresiasi semua hal yang ada dalam Injil Yohanes, tetapi kita harus melanjutkannya dari Kitab Yohanes ke Roma 5:17 dan 21 untuk menerima kelimpahan anugerah supaya anugerah dapat berkuasa dalam kita dan kita dapat berkuasa dalam hayat.