Berita Keempat Puluh Satu
DISELAMATKAN DALAM HAYAT DARI ALAMIAH
Kitab Roma dapat disimpulkan dalam tiga kata: Penebusan, hayat, pembangunan. Pasal-pasal yang pertama meliput tentang penebusan, bagian tengahnya meliput tentang hayat, dan bagian terakhir menyinggung tentang pembangunan, yang adalah hasil dari penebusan dan hayat. Dalam berita-berita sebelumnya, kita telah melihat bahwa setelah diselamatkan, dibenarkan, dan diperdamaikan dengan Allah, kita masih perlu diselamatkan dalam hayat Kristus (5:10). Penebusan, pembenaran, dan pendamaian telah digenapkan oleh kematian Kristus di kayu salib. Melalui kematian Kristus, masalah kita dengan Allah pada aspek negatif telah dibereskan. Tetapi tujuan Allah pada aspek positif masih harus dipenuhi. Tujuan Allah itu bukan hanya menyelamatkan kita dari neraka atau dari penghakiman-Nya; tujuan-Nya di alam semesta ini adalah untuk membangun Tubuh sebagai ekspresi korporat dari Putra-Nya. Karena alasan ini, Kitab Roma tidak berhenti sampai penebusan atau pembenaran saja, melainkan terus maju sampai mencapai tujuan kekal Allah.
Satu-satunya jalan yang Allah pakai untuk menggenapkan tujuan-Nya adalah hayat. Dalam pasal 5, perkara hayat ini diperkenalkan dalam pengalaman. Dalam 5:10 Paulus berkata, “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan dalam hayat-Nya!” (Tl.) Perhatikan kalimat ini: Kita pasti akan diselamatkan dalam hayat-Nya. Setelah pendamaian, kita masih perlu diselamatkan dalam hayat. Meskipun kita telah beroleh selamat, kita masih perlu diselamatkan. Di satu pihak, kita telah diselamatkan dari neraka dan dari penghakiman Allah. Ini telah digenapkan sekali untuk selamanya melalui kematian Kristus di kayu salib. Tetapi di pihak lain, kita masih perlu diselamatkan dari begitu banyak masalah pada hari ini. Banyak orang Kristen menunggu naik ke surga. Namun, jika mereka tiba-tiba diangkut ke surga, setelah mereka tiba di sana mereka mungkin akan merasa bahwa mereka tidak cocok dengan kemuliaan surga. Surga itu mulia, tetapi dalam berbagai hal kita masih terlalu rendah. Apakah Anda senang dengan apa adanya Anda hari ini? Paskah Anda dengan diri Anda? Saya gembira karena saya masih berada dalam proses penyelamatan Kristus. Saya perlu diselamatkan karena saya masih terlalu banyak berada di dalam hayat alamiah saya. Meskipun saya tidak mau berada di dalam manusia alamiah saya dan berusaha sekuat tenaga untuk dibebaskan dari manusia alamiah saya, saya harus mengakui bahwa saya masih alamiah. Karena itu, saya perlu diselamatkan setiap hari, bahkan setiap jam, dalam hayat Kristus dari manusia alamiah saya.
DISELAMATKAN DALAM PERSONA KRISTUS
Menurut 5:10, kita perlu diselamatkan dalam hayat Kristus. Kita bukan hanya diselamatkan melalui hayat-Nya, tetapi juga dalam hayat-Nya. Hayat adalah Persona Kristus itu sendiri. Dalam Injil Yohanes, Tuhan mengatakan dengan tepat dan tegas, “Akulah . . . hayat” (14:6 Tl.). Karena itu, diselamatkan dalam hayat-Nya sebenarnya adalah diselamatkan dalam Persona Kristus itu sendiri.
Keselamatan Nuh dan keluarganya di dalam bahtera adalah satu lambang dari keselamatan kita di dalam Kristus. Nuh dan keluarganya bukan hanya diselamatkan melaluibahtera itu, tetapi juga di dalam bahtera itu. Hari ini sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita berada di dalam Dia sebagai bahtera pada hari ini. Kristus adalah hayat kita dan kita ada di dalam Dia. Di dalam Dia kita diselamatkan. Selama kita ada di dalam Dia, kita berada dalam proses diselamatkan di dalam hayat-Nya.
Kita telah melihat bahwa kita diselamatkan di dalam hayat Kristus dari hukum dosa. Hukum dosa bekerja di dalam kita dengan spontan dan otomatis. Kita tidak perlu bergumul untuk berbohong atau marah. Berbohong dan marah adalah satu hasil otomatis dari pekerjaan spontan hukum dosa. Meskipun demikian, hukum Roh hayat di dalam Kristus Yesus telah membebaskan kita dari hukum dosa dan maut (8:2). Selama kita berada di dalam Kristus sebagai hayat, kita dengan spontan akan dibebaskan oleh hukum hayat-Nya dari hukum dosa dan maut.
Kita juga diselamatkan di dalam hayat Kristus dari dunia. Ini berarti di dalam hayat-Nya kita dikuduskan, dipisahkan dari dunia. Kita semua lahir ke dalam situasi dunia dan kemudian terlatih untuk menjadi duniawi. Kecenderungan untuk menjadi duniawi ini ada di dalam sifat kita. Karena itu, kita perlu berada di dalam hayat ilahi supaya dibebaskan dari dunia. Hayat ilahi ini memisahkan kita dari dunia dan menguduskan kita secara posisi dan watak. Kita tidak dapat diselamatkan dari dunia dengan mengikuti petunjuk-petunjuk atau peraturan-peraturan agama tertentu, seperti yang ditemukan pada kelompok agama tertentu. Penganut peraturan-peraturan yang demikian, paling-paling hanya dapat menghasilkan pengudusan lahiriah, pengudusan posisi. Namun, pengudusan yang dibicarakan dalam Kitab Roma, bukan hanya secara posisi, tetapi juga secara watak, satu perkara yang ada di dalam, yang mempengaruhi kedalaman diri kita. Dalam hayat Kristus kita dikuduskan secara batiniah.
SATU PERUBAHAN METABOLIK
Selain diselamatkan dari dosa dan dunia, kita perlu diselamatkan dalam hayat dari alamiah. Ini berarti kita perlu diubah (ditransformasi). Kita bukan hanya memerlukan satu perubahan yang di luar, tetapi juga satu perubahan yang di dalam. Perubahan yang di dalam ini disebut transformasi. Transformasi berhubungan dengan suatu perubahan metabolik di dalam diri kita. Satu unsur yang baru, unsur yang ilahi, kudus, surgawi, harus ditambahkan kepada unsur alamiah kita untuk menghasilkan satu perubahan metabolik, perubahan organik. Hasil dari perubahan ini adalah transformasi.
Misalnya, seseorang yang berwajah pucat merias wajahnya untuk memperbaiki penampilannya. Perubahan yang demikian adalah yang lahiriah; ini mutlak bukan hasil dari transformasi yang di dalam. Cara Allah berbeda. Pertama-ta-ma, Dia membersihkan dosa-dosa kita untuk memenuhi tuntutan-tuntutan kebenaran-Nya. Kemudian, ketika mengubah kita, Dia terutama tidak memperhatikan penampilan lahiriah kita, melainkan memperhatikan apa adanya kita secara organik. Kita lanjutkan dengan ilustrasi rias. Cara yang paling baik untuk memperbaiki warna (penampilan) wajah kita bukan dengan meriasnya, melainkan dengan makan makanan yang bergizi. Makanan ini akan membuat satu perubahan organik yang akhirnya akan memperbaiki warna wajah kita. Perubahan ini adalah transformasi. Dengan transformasi yang di dalam, penampilan lahiriah kita akan berubah.
DITRANSFORMASI BAGI
PEMBANGUNAN TUBUH
Transformasi yang organik ini sangat berhubungan dengan pembangunan Tubuh. Meskipun kita telah diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Kristus, tetapi kita masih sangat alamiah. Dalam hidup gereja kita memiliki kaum beriman dari berbagai kebangsaan: Amerika, China, Meksiko, Filipina, Inggris, Perancis, Jerman, Korea, Gha-na. Namun, jika kita tetap tinggal di dalam status alamiah kita, kita tidak dapat menjadi Tubuh Kristus. Bagaimana orang China dapat dibangun bersama orang Jepang, atau orang Barat dengan orang Timur? Namun, di dalam Tubuh Kristus kita harus menjadi satu dan dibangun bersama. Untuk ini, kita perlu ditransformasi.
Secara jasmani, ada laki-laki, juga ada perempuan. Namun, perbedaan alamiah ini bahkan menyebabkan masalah dalam hidup gereja (church life). Seorang saudara yang meninggikan status laki-lakinya akan menyebabkan masalah bagi para saudari dalam hidup gereja. Karena itu, dalam hal menjadi laki-laki atau perempuan, kita perlu ditransformasi bagi pembangunan Tubuh. Jika kita tetap tinggal dalam hayat alamiah kita, kita tidak dapat dibangun bersama orang lain. Lagi pula, jika para saudari tidak ditransformasi, mereka tidak dapat dibangunkan satu dengan yang lainnya. Dalam status alamiah kita, apakah itu laki-laki atau perempuan, kita tidak dapat dibangun menjadi Tubuh. Sekali lagi kita melihat bahwa kita perlu ditransformasi, diselamatkan dalam hayat Kristus dari alamiah kita.
Dalam berbicara dengan orang-orang kudus atau dalam menjawab pertanyaan mereka, saya takut menjadi alamiah. Tahukah Anda apakah watak itu? Watak adalah ekspresi alamiah kita, diri alamiah kita. Watak kita adalah apa adanya kita terwujud dalam sifat kita. Bagaimanakah gereja dapat dibangun jika kita tetap tinggal dalam watak alamiah kita? Bagaimanakah orang-orang dengan watak yang berbeda-beda dapat dibangun menjadi satu? Tanpa transformasi, hal ini tidak mungkin terjadi. Beberapa orang yang telah menyadari hal ini menjadi putus asa karena mereka mengira tidak ada harapan untuk menempuh hidup gereja yang riil. Pada saat demikian, mereka bahkan mempertimbangkan untuk melepaskan hidup gereja. Namun, tidak ada jalan bagi kita untuk kembali. “Kereta” yang kita naiki ini hanya berjalan ke satu arah; tidak akan pernah berbalik lagi. Bahkan ketika kita putus asa, “kereta” hidup gereja ini membawa kita terus ke depan. Kita tidak mempunyai pilihan lain selain maju terus. Inilah sasaran kita. Kita lahir untuk ini dan bahkan ditentukan untuk hal ini. Kita hanya harus berjalan bersama dengan apa yang sedang Tuhan lakukan dalam hidup gereja pada hari ini.
SEGALA SESUATU BEKERJA SAMA
BAGI TRANSFORMASI KITA
Beberapa orang memberi tahu saya bahwa mereka lelah menjadi orang Kristen dan tidak mau lagi menjadi orang Kristen. Tetapi sekali Anda menjadi orang Kristen, tidak mungkin lagi berhenti menjadi orang Kristen. Alam semesta ini bukan berada di bawah kendali kita. Kita adalah makhluk ciptaan dan keputusan-keputusan tertentu mengenai kita telah dibuat sebelum kita lahir. Bukanlah kita yang memutuskan untuk lahir ke dalam dunia ini. Ini adalah perkara yang berasal dari Allah. Ini adalah alam semesta-Nya dan bumi-Nya, dan kita adalah umat-Nya. Menurut ekonomi Allah, sebagai manusia, kita harus menjadi orang Kristen. Sebagai orang Kristen, kita telah melihat bahwa kita harus berada dalam hidup gereja. Karena kita tidak punya pilihan dalam perkara ini, maka marilah kita menempatkan diri kita ke dalam tangan transformasi Allah dan mempersilakan Dia mengerjakan pekerjaan transformasi-Nya di dalam kita. Di antara kita yang telah menikah, kita memiliki istri atau suami yang tepat, yang kita perlukan. Begitu pula dalam hidup gereja, kita memiliki saudara dan saudari yang tepat, yang kita perlukan. Semua orang yang terkasih dalam hidup gereja diperlukan untuk transformasi kita. Tuhan itu berdaulat, dan kita harus menyembah Dia untuk kedaulatan-Nya. Dia tidak pernah salah. Kadang-kadang saya dicobai untuk menjadi tidak sabar terhadap kelambatan saudara-saudara atau terhadap kesalahan yang mereka lakukan di bawah kedaulatan Tuhan. Pada saat demikian, Roh yang berhuni mengingatkan saya bahwa semuanya ini adalah bagi transformasi saya. Pada waktu-waktu lainnya saya diingatkan, mungkin oleh istri saya, bahwa Allah membuat segala sesuatu bekerja sama demi kebaikan kita. Segala sesuatu bekerja sama untuk kebaikan kita melalui transformasi. Kita perlu transformasi ini supaya diselamatkan dari alamiah kita.
PEMBARUAN PIKIRAN
Roma 12:2 memberi tahu kita agar ditransformasi melalui pembaruan pikiran (LAI: budi). Sumber kesulitan kita adalah pikiran kita, yang telah dijenuhi dan diresapi dengan segala macam konsepsi alamiah. Pikiran yang dipenuhi dengan konsepsi alamiah ini adalah penyebab kesulitan dalam membangun Tubuh. Saudara, saudari, yang tua, yang muda, semuanya memiliki konsepsi mereka masing-masing. Selain itu, orang-orang yang lahir di Timur dan yang lahir di Barat memiliki konsepsi mereka masing-masing. Bagaimanakah kita dapat dibangun bersama-sama jika kita berpegang kepada konsepsi kita yang berbeda-beda? Bagi pembangunan Tubuh ini, pikiran kita perlu diperbarui. Kita tidak hanya perlu membuang konsepsi yang bukan Kristen, tetapi juga konsepsi orang Kristen, yaitu konsepsi yang kita ambil ketika kita ada di dalam denominasi. Denominasi adalah perpecahan yang terbentuk berdasarkan berbagai konsepsi. Sekarang Tuhan, dalam belas kasihan-Nya, telah membawa kita bersama bagi hidup gereja, maka kita perlu pembaruan pikiran. Kita perlu dikosongkan secara batiniah dari konsepsi kita. Ini berhubungan dengan pertumbuhan dalam hayat. Semakin kita bertumbuh dalam hayat, kita akan semakin dijenuhi dengan hayat. Kemudian hayat ini akan mengubah kita secara organik. Maka dengan spontan konsepsi ini akan ditelan oleh pertumbuhan hayat yang di dalam kita.
Kita telah belajar untuk tidak berdebat dengan orang-orang kudus mengenai konsepsi mereka. Sebaliknya, kita harus berdoa bagi mereka dan meministrikan hayat kepada mereka supaya mereka dapat bertumbuh. Ketika orang-orang kudus ini bertumbuh, mereka akan mengalami transformasi dalam jiwa mereka oleh pembaruan pikiran. Melalui bertumbuh bersama dengan cara ini di dalam hayat Kristus, kita akan sampai kepada memiliki satu pikiran. Kemudian, kita menjadi satu, bukan menurut konsepsi, melainkan menurut hayat batiniah.
MEMINISTRIKAN HAYAT
Jika seorang saudara atau saudari memegang satu konsepsi yang memecah belah, jangan berusaha meyakinkan orang itu untuk mengubahnya. Semakin Anda berusaha meyakinkannya, semakin kuat konsepsi perpecahan yang akan terjadi. Cara yang paling baik untuk membantu orang yang demikian adalah dengan membiarkan hayat batiniah memecahkan masalahnya. Misalnya, Anda melukai lengan Anda. Setelah mengoleskan obat pada luka itu, biarkanlah luka itu dan ia akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika Anda mengorek-ngorek lukanya, Anda hanya akan menunda proses penyembuhan. Hayat di dalam tubuh kita pada akhirnya akan merawat luka itu. Demikian juga cara yang paling baik untuk merawat orang yang memecah belah adalah dengan tidak melakukan apa-apa. Jika masalahnya dibiarkan saja, maka cepat atau lambat, ia akan menjadi tidak puas dengan perpecahannya. Bukan mengoreksinya atau berusaha mengubahnya, melainkan meministrikan hayat kepadanya. Yang diperlukan oleh saudara saudari adalah suplai hayat yang batiniah dan organik. Anda dapat meministrikan hayat kepada seseorang bahkan tanpa banyak berkata-kata kepadanya. Hanya dengan memandangnya, Anda dapat mentransfusikan hayat ke dalamnya. Jangan berbicara kepada orang lain menurut pohon pengetahuan. Sebaliknya, latihlah roh Anda untuk mentransfusikan hayat dari roh Anda ke dalam mereka. Hayat ini, yang adalah Kristus yang hidup itu, akan bekerja di dalam mereka untuk mentransformasi mereka secara batiniah. Akhirnya, hayat batiniah akan memperbarui pikiran mereka dan mereka akan ditransformasi. Kemudian konsepsi perpecahan itu akan ditelan habis.
Hari ini, bagi pembangunan gereja, kita memerlukan transformasi semacam ini. Semakin ditransformasi, kita semakin diselamatkan di dalam hayat Kristus. Kita berdoa supaya Tuhan memberikan transformasi batiniah yang sejati, yang organik kepada kita. Inilah keperluan kita pada hari ini.