MENGUJI ROH-ROH (2)
Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 4:1-6
AJARAN YANG BERBEDA
DAN ROH YANG BERBEDA
Dalam 4:1 Yohanes mengatakan, “Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya kepada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Ayat ini dengan jelas menyuruh kita menguji, membedakan roh-roh. Kita tidak boleh mengira bahwa suatu ajaran hanya berasal dari si pengajar. Tidak, setiap pengajaran, benar atau salah, berasal dari satu roh. Karena ada ajaran yang berbeda, tentu ada roh yang berbeda. Sebab itu, kita perlu menguji roh-roh untuk melihat apakah mereka bersumber dari Allah, apakah mereka berasal dari Allah. Dalam ayat 2 Yohanes mengatakan bahwa setiap roh yang mengakui bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging berasal dari Allah. Tetapi dalam ayat 3 dia mengatakan bahwa setiap roh yang tidak mengakui Yesus, tidak berasal dari Allah, karena ini adalah roh antikristus.
Ungkapan “setiap roh” dalam ayat 2 dan 3 dan “roh-roh” dalam ayat 1 mengacu kepada roh nabi-nabi (1 Kor. 14:32) yang digerakkan oleh Roh Kebenaran, atau roh nabi-nabi palsu yang digerakkan oleh penyesat. Setiap nabi, entah seorang nabi sejati atau nabi palsu, mempunyai rohnya sendiri. Bila seorang nabi sejati berbicara, pada rohnya ada gerakan dari Roh Allah. Tetapi bila seorang nabi palsu berbicara, rohnya digerakkan oleh roh yang lain, oleh roh penyesat. Sebab itu, kita perlu membedakan roh-roh dengan menguji mereka untuk melihat apakah mereka berasal dari Allah.
Kita tidak boleh mengira bahwa pengajaran hanyalah satu masalah pikiran dan mulut. Dalam setiap macam pembicaraan, setiap macam pengajaran, roh si pembicara bisa digerakkan oleh Roh Allah atau digerakkan oleh roh penyesat. Ini berarti pembicaraan setiap macam doktrin selalu berasal dari semacam roh, entah dari roh nabi sejati digerakkan oleh Roh Allah atau dari roh nabi palsu yang digerakkan oleh roh jahat.
MENGAKUI YESUS KRISTUS
TELAH DATANG DALAM DAGING
Menurut 1Yohanes 4:2, pembedaan roh-roh berdasar pada apakah roh itu mengakui Yesus Kristus telah datang dalam daging. Karena roh dari seorang nabi sejati digerakkan oleh Roh Kudus kebenaran, roh ini akan mengakui keterkandungan ilahi Yesus dan mengakui bahwa Dia dilahirkan sebagai Putra Allah. Setiap roh semacam ini pasti berasal dari Allah.
Kata “daging” (LAI: manusia) dalam 1Yohanes 4:2 sangat penting. Sebagai umat manusia, kita semua dilahirkan dari daging untuk menjadi daging (Yoh. 3:6a). Dengan demikian setiap manusia adalah daging. Mengakui Yesus Kristus datang dalam daging berarti mengakui Dia dikandung secara ilahi, dilahirkan sebagai Putra Allah (Luk. 1:31-35). Ini sangat mengagumkan! Kristus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi seorang manusia melalui kehamilan kudus. Dia tidak mempunyai seorang bapa insani, karena Dia dikandung dari Roh Kudus. KeterkandunganNya adalah kudus karena dilaksanakan oleh Roh Kudus. Meskipun Dia dikandung dari Roh Kudus, kehamilan ini terjadi di dalam rahim seorang perawan. Karena itu, Dia, Allah, menjadi seorang manusia dalam daging. Berlawanan dengan ajaran Dosetis yang salah, tubuhNya bukanlah seperti hantu. Sebaliknya, Dia mempunyai satu tubuh yang nyata, tubuh jasmani yang konkret hakikatnya. Dia dikandung dari Roh Kudus; Dia menjadi daging dan dilahirkan dari perawan Maria. Karena Dia dikandung dari Roh dan dilahirkan dalam daging, maka Roh Kudus tidak pernah menyangkal bahwa Dia telah datang dalam daging melalui kehamilan ilahi.
Setiap orang yang menyangkal Yesus Kristus telah datang dalam daging menyangkal Dia dikandung dari Roh Kudus. Tidak hanya demikian, setiap orang yang menolak Yesus Kristus datang dalam daging menolak keinsanianNya dan kehidupan insaniNya. Orang semacam ini juga menolak penebusan Kristus. Jika Kristus tidak menjadi seorang manusia sejati, Dia tidak dapat mempunyai darah manusia untuk dialirkan bagi penebusan umat manusia. Jika Dia tidak menjadi daging melalui dikandung dari Roh Kudus dalam rahim perawan Maria, Dia tidak mungkin menjadi Pengganti kita disalib untuk memikul penghakiman kita di hadapan Allah. Karena itu, menyangkal Yesus Kristus telah datang dalam daging adalah menyangkal keterkandungan kudusNya, inkarnasiNya, kelahiranNya, keinsanianNya, kehidupan insaniNya, dan juga penebusanNya. Perjanjian Baru menekankan dengan jelas bahwa penebusan Kristus dirampungkan dalam tubuh insaniNya dan oleh pengucuran darahNya.
Setiap orang yang menolak inkarnasi Kristus dan dengan demikian menolak penebusanNya, juga menyangkal kebangkitan Kristus. Jika Kristus tidak pernah melewati maut, Dia tidak mungkin masuk ke dalam kebangkitan.
Menyangkal bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging adalah satu bidah yang besar. Ajaran bidah ini membuat orang tidak bisa mempunyai kenikmatan atas Trinitas. Menurut wahyu Trinitas dalam Perjanjian Baru, Putra datang dalam daging bersama Bapa dan dalam nama Bapa. Putra disalibkan, dan dalam kebangkitan Dia menjadi Roh pemberi hayat. Karena itu, kita mempunyai Roh itu sebagai realitas Putra bersama Bapa. Ini meliputi inkarnasi, kehidupan insani, penebusan oleh pengucuran darah insani, mati dalam tubuh insani, penguburan, dan kebangkitan. Semua ini adalah komponen, unsur penyusun dari kenikmatan kita atas Allah Tritunggal. Jika seseorang menyangkal inkarnasi Kristus, orang itu menyangkal kelahiran kudus, keinsanian, kehidupan insani, penebusan melalui penyaliban, dan kebangkitan Kristus. Ini sepenuhnya menghapus kenikmatan terhadap Trinitas ilahi yang sejati. Mengetahui keseriusan masalah ini, Yohanes memasukkan 4:1-6 dalam suratnya sebagai satu peringatan kepada kaum beriman mengenai perlunya menguji roh-roh.
ALLAH TRITUNGGAL DALAM KAUM BERIMAN
Dalam 1Yohanes 4:4 Yohanes melanjutkan, “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.” Kaum beriman berasal dari Allah karena mereka dilahirkan dari Allah (4:7; 2:29; 3:9).
Dalam ayat 4, orang-orang yang telah dikalahkan oleh anak-anak adalah nabi-nabi palsu (ayat 1), antikristus-antikristus (ayat 3), yang mengajarkan bidah tentang persona Kristus. Kaum beriman mengalahkan mereka dengan tinggal di dalam kebenaran mengenai keilahian Kristus dan mengenai keinsanianNya melalui proses terkandung secara ilahi, menurut ajaran pengurapan ilahi (2:27).
Dalam ayat 4, Yohanes mengatakan kepada kaum beriman bahwa Dia yang di dalam mereka lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia. Yang di dalam kaum beriman mengacu kepada Allah Tritunggal, yang tinggal di dalam kaum beriman sebagai Roh yang mengurapi, memberi hayat, almuhit, dan menguatkan mereka dari dalam dengan segala unsur yang kaya dari Allah Tritunggal (Ef. 3:16-19). Yang demikian ini jauh lebih besar dan lebih kuat daripada Iblis, roh jahat.
Kata “roh yang ada di dalam dunia” mengacu kepada Iblis, malaikat yang jatuh, yang sebagai roh jahat merampas umat manusia yang telah jatuh dan yang bekerja dalam orang-orang jahat, komponen sistem dunianya. Yang ini jauh lebih kecil dan jauh lebih lemah daripada Allah Tritunggal.
NABI-NABI PALSU DAN SISTEM DUNIA
Dalam ayat 5 Yohanes selanjutnya mengatakan, “Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.” Dalam ayat ini “mereka” menunjukkan nabi-nabi palsu, antikristus-antikristus. Penganut bidah dan ajaran bidah mengenai persona Kristus berasal dari sistem dunia yang setani. Karena itu, orang-orang yang merupakan komponen sistem jahat ini mendengarkan mereka dan mengikuti mereka.
MENGENAL ROH KEBENARAN
DAN ROH PENYESAT
Dalam ayat 6 Yohanes menyimpulkan, “Kami berasal dari Allah: Siapa yang mengenal Allah, ia mendengarkan kami; siapa yang tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.” Rasul-rasul, kaum beriman, dan kebenaran yang mereka percayai dan ajarkan tentang Kristus berasal dari Allah. Jadi, orang-orang yang mengenal Allah, yang dilahirkan dari Allah (ayat 7), mendengarkan mereka dan tinggal bersama mereka. Anak-anak dunia tidak berasal dari Allah, sebab mereka tidak dilahirkan dari Allah. Karena itu, mereka tidak mendengarkan kaum beriman.
Secara harfiah, dalam bahasa Yunani kata yang diterjemahkan “itulah tandanya” dalam ayat 6 berarti “dari inilah”, mengacu kepada apa yang disebutkan dalam ayat 5 dan 6. Kaum bidah dan apa yang mereka katakan dari roh mereka, digerakkan oleh roh penyesat, berasal dari dunia; kita, dan apa yang kita katakan dari roh kita, digerakkan oleh Roh kebenaran, berasal dari Allah; dari fakta inilah kita mengenal Roh kebenaran dan roh penyesat. Ini menyiratkan bahwa Roh Kudus kebenaran bersatu dengan roh kita yang mengatakan kebenaran, dan roh jahat penyesat bersatu dengan roh kaum bidah yang mengatakan penyesatan.
Dalam ayat 6 Yohanes membicarakan tentang Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan. Roh kebenaran adalah Roh Kudus, Roh realitas (Yoh. 14:17; 15:26; 16:13). Roh penyesatan adalah Iblis, roh jahat, roh kepalsuan (Ef. 2:2). Kata “kebenaran” dalam 4:6 mengacu kepada realitas ilahi yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru, di sini khususnya mengenai inkarnasi ilahi Tuhan Yesus, yang dipersaksikan oleh Roh Allah (1Yoh. 4:2). Realitas ini berlawanan dengan penyesatan roh jahat, roh antikristus, yang menyangkal inkarnasi ilahi Yesus (ayat 3).
MELAKSANAKAN PRINSIP ANTIKRISTUS
Dalam berita sebelumnya kita telah menjelaskan bahwa prinsip antikristus adalah menyangkal suatu aspek persona Kristus dan menggantikannya dengan sesuatu yang bukan Kristus. Jika seseorang menyangkal suatu aspek Kristus yang diwahyukan dalam Kitab Suci, orang itu mengikuti prinsip antikristus, meskipun apa yang mereka lakukan itu mungkin dilakukan tanpa sadar dan tanpa sengaja. Demikian juga, jika seseorang menggantikan suatu aspek Kristus dengan sesuatu yang bukan Kristus, dia juga melaksanakan prinsip antikristus.
Pengajaran di antara orang-orang Kristen hari ini, sedikitnya sampai taraf tertentu, mengikuti prinsip itu. Misalnya, pengajaran tradisional mengenai Trinitas tidaklah lengkap. Tidak hanya demikian, pengajaran itu membuat Trinitas menjadi satu doktrin yang obyektif yang sangat sedikit hubungannya dengan pengalaman orang Kristen. Beberapa orang mengajarkan bahwa Yang berhuni di dalam kita hanyalah Roh, mewakili Putra dan Bapa, yang ada di surga. Ini adalah ilustrasi-ilustrasi pengajaran mengenai Trinitas yang tidak tepat dan tidak lengkap.
Menurut kondisi saat ini, kita setuju dengan banyak pengajaran tradisional, fundamental. Kita benar-benar percaya bahwa Allah menciptakan alam semesta dan khususnya manusia menurut gambarNya; bahwa manusia berdosa dan jatuh; bahwa Allah sangat mengasihi dunia sehingga Dia mengutus PutraNya menjadi Juruselamat dan Penebus kita untuk mati di atas salib karena dosa-dosa kita; bahwa Kristus, Putra Allah, bangkit dari kematian dan naik ke surga, di mana Dia sekarang adalah Tuhan; bahwa Roh Kudus telah diutus untuk meyakinkan orang-orang, bergerak di dalam mereka, dan membantu mereka bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus; dan bahwa Roh Kudus memungkinkan kita berkelakuan yang memuliakan nama Allah. Meskipun semuanya ini benar, di sini tidak disinggung kenikmatan dan pengalaman atas Allah Tritunggal.
Ketika saya bersama Kaum Saudara, dari Surat 1Yohanes saya diajarkan mengasihi orang lain. Saya diberi tahu bahwa Allah adalah kasih dan orang Kristen harus meniru Allah dengan mengasihi orang lain. Akan tetapi, saya tidak diajarkan bahwa Allah, yang adalah kasih ini, tinggal di dalam saya dan Dia ingin menanamkan diriNya ke dalam diri saya dan menjenuhi saya dengan diriNya sehingga saya dapat menikmati Dia di dalam batin sebagai kasih. Saya tidak diajarkan bahwa kasih ini akan menjenuhi saya sampai ia menjadi kasih yang dengannya saya mengasihi orang lain. Dari cara saya diajarkan, saya mengerti bahwa Allah ada di atas takhta dan Allah ini adalah kasih. Ketika Dia memandang kepada kita, Dia mengasihi setiap orang, dan sekarang Dia memerintahkan kita, anak-anakNya, untuk mengasihi orang lain. Tetapi saya tidak menyadari bahwa kasih saya harus berkaitan dengan kasihNya. Sebaliknya, kasihNya disajikan sebagai satu contoh untuk saya tiru. Kedua macam kasih ini tidak terkait satu sama lain.
Wahyu mengenai kasih dalam Surat 1Yohanes sangat berbeda. Yohanes mengatakan bahwa Allah adalah kasih. Allah yang adalah kasih ini tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalam Dia. Satu Yohanes 3:24 mengatakan, “Dengan inilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dengan Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.” Roh ini memelihara kita dalam kesatuan organik dengan Allah yang adalah kasih, menyebabkan Allah ini menjadi hayat kita dan bahkan menjadi apa adanya diri kita. Tidak hanya demikian, Roh ini menjenuhi kita dengan hakikat Allah yang adalah kasih. Akhirnya, susunan seluruh diri kita akan disusun oleh esens kasih Allah. Ini berarti kasih ilahi menjadi kita. Kemudian dengan spontan kita mengasihi orang lain. Akan tetapi, kita tidak mengasihi mereka dengan kasih kita sendiri; kita mengasihi mereka dengan Allah sebagai kasih kita. Betapa besarnya perbedaan antara kasih semacam ini dengan kasih yang hanyalah usaha manusia meniru kasih Allah!
Apa yang dimiliki oleh banyak orang Kristen hari ini paling-paling agama yang obyektif dengan ajaran-ajaran dan peraturan-peraturan. Sering kali kaum beriman dinasihati dan dianjurkan untuk berbuat baik. Akan tetapi, pengajaran ini tidak berhubungan dengan hayat ilahi, yang sebenarnya adalah Allah Tritunggal di dalam kita. Dalam hal ini, ke-banyakan pengajaran di antara orang-orang Kristen hari ini adalah dalam prinsip antikristus, meskipun secara tidak sengaja, entah menyangkal aspek-aspek tertentu dari Kristus atau menggantikan Kristus dengan hal-hal yang lain.
Semua kebajikan dalam kehidupan insani kita haruslah Kristus sendiri sebagai perwujudan Allah Tritunggal terekspresi dari dalam kita. Kristus harus menjadi kasih, kerendahan hati, kebaikan, kelemahlembutan, kesabaran kita. Dapatkah Anda melihat bahwa pengajaran yang memperbaiki kelakuan dan karakter kita menggantikan Kristus yang hidup yang berhuni di dalam kita? Paulus dapat mengatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus” (Flp. 1:21). Kristus adalah kasih, kesabaran, dan kerendahan hati Paulus. Kristus adalah setiap aspek kebajikan insani Paulus. Dengan ini kita nampak bahwa kita tidak boleh mempunyai apa pun dari diri kita untuk menggantikan Kristus. Jika kita menggantikan Kristus dengan sesuatu dari kelakuan dan karakter kita, kita melaksanakan prinsip antikristus dalam hal membiarkan hal-hal tertentu menggantikan Kristus.
Kita semua perlu menerapkan perkataan ini untuk kita sendiri dan berjaga-jaga agar tidak mengikuti prinsip antikristus. Jika kita menyangkal satu aspek dari persona Kristus, kita menentang Dia, anti Dia. Jika kita mempunyai sesuatu dalam hidup kita sehari-hari yang menggantikan Kristus, kita juga menentang Kristus, anti Kristus. Menjadi anti Kristus berarti menentang Kristus dan menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain. Jika kita menggantikan Kristus dengan karakter dan kelakukan baik kita, kita melaksanakan prinsip antikristus. Secara riil, kita menentang pengurapan, menentang pergerakan, pekerjaan, dan penjenuhan Allah Tritunggal di dalam kita. Kita tidak boleh menentang pengurapan, kita harus hidup menurut pengurapan. Kalau tidak, kita akan menentang Kristus atau kita akan menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain.
Apakah Anda menyadari bahwa kita mungkin mengikuti prinsip antikristus dalam kehidupan kita sehari-hari? Kita mungkin menggantikan Kristus dengan hal-hal dari kebudayaan kita atau hayat alamiah kita. Bangsa China mungkin menggantikan Kristus dengan etika-etika mereka; bangsa Jepang, dengan kemisteriusan diri mereka; bangsa Amerika dengan kelugasan mereka; bangsa Eropa Utara, dengan kekolotan mereka. Apa pun ras atau kebudayaan kita, kita dapat menggantikan Kristus dengan kebudayaan kita atau dengan cara hidup kita sehari-hari menurut kebudayaan kita. Menggantikan Kristus dengan cara ini adalah melaksanakan prinsip antikristus.
Surat 1Yohanes membahas persekutuan hayat ilahi. Ini berarti surat ini berkaitan dengan menikmati dan mengalami Allah Tritunggal. Persekutuan ilahi adalah satu masalah menikmati Trinitas ilahi, karena hayat ilahi sebenarnya adalah Allah Tritunggal sendiri. Sebab itu, bila kita berbicara tentang persekutuan hayat ilahi, sebenarnya yang kita maksudkan adalah mengalami dan menikmati Allah Tritunggal. Kita telah nampak bahwa persekutuan ini, kenikmatan ini, dilaksanakan oleh pengurapan di dalam kita (2:27). Pengurapan adalah pergerakan, pekerjaan Allah Tritunggal di dalam kita untuk menjenuhi kita dengan diriNya sendiri dan menjadikan diriNya segala sesuatu kita. Saya percaya pemikiran ini ada di dalam hati Rasul Yohanes ketika dia menulis kitab ini.
Di satu pihak, teologi tradisional mungkin menyangkal aspek-aspek tertentu dari apa adanya Kristus. Di pihak lain, teologi ini mungkin menjadikan Allah Tritunggal hanyalah satu doktrin yang tidak berhubungan dengan kehidupan kristiani kita sehari-hari. Karena itu, teologi ini mungkin menurut prinsip antikristus yaitu menyangkal sesuatu dari apa adanya Kristus atau menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain. Kristus mungkin digantikan dengan agama, kebudayaan, perbaikan karakter, atau kelakuan yang baik. Siapa saja yang memegang ajaran teologi tradisional mungkin malah tidak percaya bahwa Kristus berhuni di dalam kaum beriman. Mereka mungkin hanya percaya bahwa Roh Kudus adalah kekuatan untuk mengilhami kita sehingga kita dapat berbuat baik. Tetapi teologi semacam ini tidak berhubungan dengan esens Allah tergarap ke dalam diri kita menjadi kenikmatan dan pengalaman kita sehari-hari. Dengan ini kita dapat melihat bahwa kebanyakan teologi hari ini adalah di dalam prinsip antikristus.
Tetapi bagaimanakah dengan kita? Mungkin secara doktrin kita tidak menyangkal persona Kristus. Tetapi dalam kehidupan kita sehari-hari kita mungkin menggantikan Kristus dengan banyak hal yang alamiah, agamawi, berbudaya, dan etis. Kita mungkin menggantikan Kristus dengan pemikiran dan kebiasaan kita, dengan standar-standar kebudayaan kita, dengan tradisi keagamaan kita, dengan konsepsi etika kita, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengurapan. Dalam hal ini, kita mungkin menurut prinsip antikristus. Meskipun kita tidak menentang Kristus, kita mungkin anti Kristus dalam hal menggantikan Kristus dengan hal-hal yang lain, bahkan hal-hal yang baik dari agama, kebudayaan, dan etika.
Kita perlu bertobat karena menggantikan Kristus dengan hal-hal yang lain. Kita perlu bertobat karena menempuh hidup sehari-hari yang di dalam prinsip antikristus, yang membiarkan kebudayaan, agama, etika, dan konsepsi alamiah menggantikan Kristus. Kita perlu berdoa, “Tuhan, selamatkan kami, tolonglah kami, dan lepaskan kami dari semua pengganti. Tuhan, bawa kami kembali kepada pengurapanMu. Kami tidak ingin menjadi anti Kristus dengan cara apa pun. Kami tidak ingin menjadi anti pengurapan. Tuhan, kami ingin hidup dan berjalan di dalam, bersama, melalui, dan oleh pengurapan. Kami ingin hidup dan berjalan oleh pergerakan, pekerjaan, dan penjenuhan Allah Tritunggal di dalam kami.” Inilah wahyu Alkitab, dan ini juga adalah beban kita dalam pemulihan Tuhan hari ini.