← Daftar isi 1 Yohanes · bab 12/16

KEBAJIKAN KELAHIRAN ILAHI UNTUK MENGALAHKAN DUNIA, MAUT, DOSA, IBLIS, DAN BERHALA (1)

Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 5:4-13

Dalam 1Yohanes 2:28-5:21 kita nampak kebajikan-kebajikan kelahiran ilahi. Pertama, dalam 1Yohanes 2:28-3:10a kita mempunyai praktek kebenaran ilahi. Kemudian dalam 1Yohanes 3:10b-5:3 kita mempunyai praktek kasih ilahi. Untuk mempraktekkan kebenaran ilahi kita perlu satu dasar, dan dasar ini adalah kelahiran ilahi. Kita juga perlu satu sarana. Sarana ini adalah hayat ilahi. Melalui tinggal di dalam persekutuan ilahi menurut pengurapan ilahi, kita bisa mempraktekkan kebenaran ilahi. Untuk mempraktekkan kasih ilahi, kita perlu hayat ilahi sebagai benih ilahi, dan kita juga perlu Roh ilahi (3:10b-24). Kemudian kita perlu menguji roh-roh (4:1-6), dan kita juga perlu Allah sebagai kasih yang tertinggi dan Roh yang berlimpah (4:7-5:3).

Ekonomi Allah adalah menggarapkan diriNya sendiri ke dalam kita. Karena itu, kita perlu dilahirkan dari Dia; yaitu, kita perlu kelahiran ilahi. Kelahiran ilahi ini memasukkan hayat ilahi dengan sifat ilahi ke dalam kita. Sebagai orang yang telah lahir dari Allah, kita sekarang mempunyai Allah Tritunggal yang bergerak dan bekerja di dalam kita sebagai pengurapan. Hari demi hari kita perlu tinggal, berhuni, di dalam kenikmatan atas Allah Tritunggal menurut pengurapan ini. Saya berharap kita memiliki kesan yang dalam dengan fakta bahwa Allah Tritunggal sedang menggarapkan diriNya sendiri ke dalam diri kita. Kita mempunyai Dia sebagai hayat ilahi dengan sifat ilahi bergerak dan bekerja di dalam kita sebagai pengurapan ilahi. Sekarang kita hanya perlu berhuni di dalam Dia menurut pengurapan ilahi ini.

Dalam berita ini kita akan mulai membahas kebajikan kelahiran ilahi untuk mengalahkan dunia, maut, dosa, Iblis, dan berhala (5:4-21). Kemenangan kita atas hal-hal negatif ini bukan oleh diri kita sendiri, oleh apa adanya kita, atau oleh apa yang dapat kita lakukan, tetapi oleh hayat kekal di dalam Putra. Jelas, perihal mengalahkan dunia, maut, dosa, Iblis, dan berhala adalah satu kebajikan kelahiran ilahi. Satu Yohanes 5:4-13, yang akan kita bahas dalam berita ini, mewahyukan bahwa oleh hayat kekal di dalam Putralah kita mempunyai pengalaman yang riil tentang mengalahkan kelima kategori hal-hal negatif ini.

ROH KITA DILAHIRKAN KEMBALI

OLEH HAYAT ILAHI

Dalam 5:4 Yohanes mengatakan, “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita.” Kata “semua” mengacu kepada setiap orang yang telah dilahirkan dari Allah. Namun, ungkapan ini khususnya mengacu kepada roh orang yang dilahirkan kembali, yaitu bagian yang telah dilahirkan kembali oleh hayat ilahi (Yoh. 3:6). Roh kelahiran kembali dari orang beriman yang telah dilahirkan kembali tidak berbuat dosa (1Yoh. 3:9), mengalahkan dunia. Kelahiran ilahi kaum beriman oleh hayat ilahi adalah faktor dasar dari kehidupan yang menang semacam ini.

Baik dalam Injilnya maupun dalam Surat Kirimannya, Yohanes menekankan kelahiran ilahi (Yoh. 1:13; 3:3, 5; 1Yoh. 2:29; 3:9; 4:7; 5:1, 4, 18), yang melaluinya hayat ilahi disalurkan ke dalam kaum beriman dalam Kristus (Yoh. 3:15-16, 36; 1 Yoh. 5:11-12). Kelahiran ilahi ini, yang mendatangkan hayat ilahi, adalah faktor dasar dari segala rahasia mengenai hayat ilahi, seperti persekutuan hayat ilahi (1:3-7), pengurapan Trinitas ilahi (2:20-27), tinggal di dalam Tuhan (2:28-3:24), dan kehidupan ilahi yang mempraktekkan kebenaran ilahi (1:6), kehendak ilahi (2:17), kebenaran ilahi (2:29, 3:7), dan kasih ilahi (3:11, 22-23; 5:1-3) untuk mengekspresikan persona ilahi (4:12). Kelahiran ilahi oleh hayat ilahi juga merupakan faktor dasar dalam bagian ini, 1Yohanes 5:4-21. Kelahiran ilahi ini menjamin kaum beriman yang dilahirkan Allah, memberi mereka keyakinan dalam kemampuan dan kebajikan hayat ilahi.

Karena kaum beriman yang dilahirkan kembali memiliki kemampuan hayat ilahi untuk mengalahkan dunia, yaitu sistem dunia setani yang berkuasa, maka perintah-perintah Allah tidak berat atau bukan merupakan beban bagi mereka (5:3).

Kelahiran kembali terjadi di dalam roh kita dengan pasti dan khusus. Yohanes 3:6 mengatakan bahwa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Ini menunjukkan bahwa kelahiran kembali terjadi di dalam roh kita. Karena roh kita telah dilahirkan kembali, ia tidak dapat berdosa. Sebaliknya, roh kita dapat mengalahkan semua hal negatif.

Roh kita telah dilahirkan kembali oleh hayat ilahi. Ini berarti hayat ilahi telah ditanamkan atau diinfuskan ke dalam roh kita. Akan tetapi, tubuh kita belum dilahirkan kembali, dan jiwa kita masih tetap tanpa hayat Allah. Karena alasan inilah, begitu kita dilahirkan kembali di dalam roh kita, kita harus berhuni di dalam hayat ilahi sehingga hayat itu ada jalan untuk menyebar ke dalam jiwa kita. Penyebaran hayat ilahi dari roh kita yang dilahirkan kembali ke dalam jiwa kita menghasilkan satu perubahan metabolis di dalam diri kita, satu perubahan yang dalam Perjanjian Baru disebut transformasi. Dengan ini kita melihat bahwa setelah kelahiran kembali di dalam roh kita, kita perlu hayat ilahi menjenuhi jiwa kita untuk melakukan pengubahan di dalam manusia batiniah kita, perubahan metabolis atas jiwa kita. Akhirnya, akan tiba waktunya tubuh kita ditransfigurasi oleh kekuatan hayat ilahi ke dalam tubuh yang mulia.

Sebagai manusia, kita mempunyai tiga bagian: roh, jiwa, dan tubuh. Dalam penyelamatan Allah ada tiga langkah: kelahiran kembali, transformasi (pengubahan), dan transfigurasi. Kelahiran kembali terjadi di dalam roh kita ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus. Sekarang jika kita tinggal di dalam persekutuan hayat ilahi, ini akan membuka jalan bagi hayat ilahi untuk menyebar ke dalam jiwa kita dan mengubah bagian-bagian batiniah kita. Ketika Tuhan Yesus datang kembali, Dia akan mentransfigurasi tubuh kita.

Kemudian kita akan sepenuhnya di dalam hayat ilahi dan di dalam kemuliaan ilahi.

Hari ini jiwa dan tubuh kita menyebabkan masalah bagi kita. Jika kita tidak tinggal di dalam persekutuan hayat ilahi, tubuh dan jiwa kita akan menyulitkan kita. Puji Tuhan atas pengharapan bahwa tubuh kita yang menyusahkan akan diubah! Kita juga bersyukur kepada Tuhan atas pengubahan jiwa kita. Semua orang beriman telah mengalami kelahiran kembali, langkah awal penyelamatan Allah. Melalui kelahiran kembali, kelahiran ilahi, kita menerima hayat ilahi, hayat kekal, yang ada di dalam Putra. Sebenarnya, hayat kekal ini adalah Putra itu sendiri.

ROH YANG DILAHIRKAN KEMBALI

MENGALAHKAN DUNIA

Menurut 1Yohanes 5:4, semua yang telah dilahirkan dari Allah mengalahkan dunia. Kita telah melihat bahwa “semua” mengacu kepada roh insani. Karena itu, yang mengalahkan dunia adalah roh insani yang telah dilahirkan kembali. Mengenai mengalahkan dunia, kita tidak boleh bersandar kepada kemampuan atau usaha kita. Dari pengalaman saya dapat bersaksi bahwa kita perlu bersandar pada roh kita. Roh kita dapat mengalahkan Iblis dan dunia, sistem si jahat. Tetapi kita sendiri tidak dapat mengalahkan dunia. Bila kita menggunakan roh kita, tinggal di dalam roh kita, dan hidup berdasarkan roh kita, kita akan nampak bahwa roh kita mempunyai kemampuan hayat untuk mengalahkan semua hal negatif. Inilah sebabnya kita perlu menggunakan roh kita untuk bersekutu dengan Tuhan dan berdoa untuk kenikmatan atas Tuhan. Kita juga perlu menggunakan roh kita untuk menyeru nama Tuhan dan mendoabacakan firman. Berlatih semacam ini membangkitkan kemampuan di dalam roh kita untuk mengalahkan dunia.

Yang mempunyai kemampuan untuk mengalahkan dunia yang jahat dan setani adalah hayat ilahi di dalam roh kita. Kita dikelilingi dengan godaan-godaan. Siapa yang dapat mengalahkan godaan itu? Hayat ilahi di dalam roh kita. Kita semua perlu nampak bahwa roh kita berbaur dengan hayat ilahi dan adalah organ yang dapat mengalahkan dunia.

IMAN KITA

Dalam 5:4b Yohanes mengatakan, “Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita.” Ini adalah iman yang percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah (5:5), agar kita dapat dilahirkan dari Allah dan memiliki hayat ilahiNya, yang dengannya kita dapat mengalahkan dunia yang dijajah dan disusun oleh Iblis.

Sebenarnya, kepercayaan kita tidak boleh bertumpu pada iman kita sendiri. Iman kita sendiri tidak mengalahkan dunia. Iman kita membawa kita ke dalam kesatuan yang organik, dan kesatuan yang organik inilah, bukan iman secara langsung, yang mengalahkan dunia. Kita dapat menggunakan menyalakan saklar aliran listrik sebagai ilustrasi. Tindakan menyalakan saklar itu bukanlah tenaga itu sendiri, melainkan sarana yang dengannya alat-alat listrik dibawa ke dalam kesatuan dengan listrik. Dengan cara yang sama, kita dapat mengatakan bahwa iman adalah sarana bagi kita untuk “dinyalakan” kepada Allah Tritunggal. Dengan percaya kepada Tuhan Yesus, kita dibawa ke dalam kesatuan yang organik dengan Allah Tritunggal; kita “dinyalakan” kepada Dia. Kesatuan ini, yang dihasilkan oleh iman, mengalahkan dunia.

DIA YANG PERCAYA

BAHWA YESUS ADALAH ANAK ALLAH

Dalam 5:5 Yohanes melanjutkan, “Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Allah?” Orang beriman semacam ini adalah orang yang sudah dilahirkan dari Allah dan telah menerima hayat ilahi (Yoh. 1:12-13; 3:16). Hayat ilahi ini menguatkannya untuk mengalahkan dunia jahat yang digerakkan oleh Iblis. Kaum Gnostik dan Cerintus, yang bukan orang-orang beriman semacam itu, tetap menjadi korban sistem setani yang jahat. Tetapi kepercayaan kita bahwa Yesus adalah Anak Allah, membawa kita ke dalam satu kesatuan organik dengan Anak, yang adalah perwujudan Allah Tritunggal. Kesatuan organik dengan Allah Tritunggal di dalam Anak inilah yang mengalahkan dunia.

AIR, DARAH, DAN ROH

Dalam 5:6 Yohanes selanjutnya berkata, “Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran.” Dia, Yesus Kristus, datang sebagai Putra Allah, supaya kita dapat dilahirkan dari Allah dan memiliki hayat ilahi (Yoh. 10:10; 20:31). Dalam AnakNya, Allah memberi kita hayat kekal (1Yoh. 5:11-13). Yesus, Orang Nazaret, diakui sebagai Putra Allah berdasarkan air yang dilaluiNya dalam pembaptisanNya (Mat. 3:16-17; Yoh. 1:31), berdasarkan darah yang dicurahkanNya di atas salib (Yoh. 19:31-35; Mat. 27:50-54), juga berdasarkan Roh yang diberikanNya dengan tidak terbatas (Yoh. 1:32-34; 3:34). Dengan ketiga hal ini, Allah telah mempersaksikan bahwa Yesus adalah PutraNya yang diberikan kepada kita (1 Yoh. 5:7-10). Dalam Dia kita dapat menerima hayat kekalNya dengan percaya ke dalam namaNya (5:11-13; Yoh. 3:16, 36; 20:31). Air baptisan mengakhiri mereka dari ciptaan lama dengan mengubur mereka; darah yang dicurahkan di atas salib menebus orang-orang yang Allah pilih dari antara ciptaan lama; dan Roh itu, yang adalah realitas, realitas dalam hayat (Rm. 8:2), menunaskan orang-orang yang telah Allah tebus dari ciptaan lama, dengan melahirkan mereka kembali dengan hayat ilahi. Dengan demikian mereka lahir dari Allah dan menjadi anak-anakNya (Yoh. 3:5, 15; 1:12-13) dan menempuh hidup yang mempraktekkan kebenaran (1Yoh. 1:6), kehendak Allah (2:17), kebenaran Allah (2:29), dan kasih Allah (3:10-11) untuk ekspresiNya.

Dalam 5:6 Yohanes mengatakan bahwa Roh bersaksi karena Roh adalah kebenaran. Roh, yang adalah kebenaran, realitas (Yoh.14:16-17; 15:26), mempersaksikan bahwa Yesus adalah Putra Allah, yang di dalamNya terkandung hayat kekal. Melalui kesaksian ini, Dia menyalurkan Putra Allah ke dalam kita menjadi hayat kita (Kol. 3:4). Dalam ayat 6 kebenaran mengacu kepada realitas dari segala apa adanya Kristus sebagai Putra Allah (Yoh. 16:12-15).

Ayat 7-8 mengatakan, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian: Roh dan air dan darah, dan ketiganya adalah satu.” “Adalah satu” juga berarti sampai ke yang satu itu, yaitu sampai ke satu hal, satu butir atau tujuan dalam kesaksian mereka.

Satu Yohanes 5:6-8 mengatakan, Allah bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah. Allah mempersaksikan hal ini dalam tiga langkah: oleh air, oleh darah, dan oleh Roh. Air mengacu kepada baptisan Tuhan Yesus. Menurut catatan keempat kitab Injil, segera setelah Tuhan keluar dari air, langit terbuka dan ada suara mengumumkan bahwa Dia adalah Putra terkasih Allah. Itu adalah kesaksian Allah bahwa Yesus Kristus adalah AnakNya, kesaksian oleh air, oleh baptisan. Tiga setengah tahun kemudian, Tuhan Yesus wafat di atas salib, mengucurkan darah-Nya. Seseorang yang berdiri dekat salib bersaksi, setelah Tuhan wafat, bahwa Dia adalah Anak Allah. Itu adalah kesaksian Allah dengan darah bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah. Berikutnya, kita mempunyai kesaksian Roh. Dalam kebangkitan, Kristus menjadi Roh pemberihayat.

Jika kita membaca 1Yohanes 5:6 dengan cermat, kita akan nampak bahwa Tuhan Yesus datang melalui air dan melalui darah, tetapi tidak dikatakan bahwa Dia datang melalui Roh. Kemudian dalam ayat 7-8 dengan jelas dikatakan ada tiga yang bersaksi, dan ketiganya adalah Roh, air, dan darah. Kristus datang melalui air, melalui darah, dan sebagai Roh. Tentu saja, Dia tidak datang sebagai air, atau sebagai darah, tetapi akhirnya, dalam kebangkitan, Dia datang sebagai Roh. Selanjutnya, menurut ayat 6, Kristus datang di dalam air dan di dalam darah. Tetapi ayat ini tidak mengatakan bahwa Dia datang di dalam Roh. Mengenai Roh, ayat ini menggambarkannya sebagai persona, karena ayat ini mengatakan “Rohlah yang bersaksi”. Karena itu, kita perlu nampak dengan jelas bahwa Kristus datang melalui air, melalui darah, dan sebagai Roh.

Frase “dengan air dan darah” mengacu kepada baptisan pada awal ministriNya dan penyaliban pada akhir ministriNya. Setelah ini, dalam kebangkitan Kristus menjadi Roh pemberi hayat, dan dengan demikian Dia datang sebagai Roh itu. Putra Allah datang melalui air dan melalui darah, yaitu melalui baptisanNya dan melalui penyalibanNya. Kita juga dapat mengatakan bahwa Dia datang di dalam air dan di dalam darah. Kemudian, Dia tidak datang melalui Roh atau di dalam Roh, tetapi sebagai Roh itu.

Air baptisan mengakhiri ciptaan lama, dan darah yang tercucur di atas salib menebus apa pun yang telah dipilih Allah dari ciptaan lama. Kemudian Roh itu datang untuk menunaskan apa yang telah dipilih dan ditebus Allah. Karena itu, di sini kita mempunyai pengakhiran, penebusan, dan penunasan. Sebagai ciptaan lama, kita telah diakhiri. Tetapi sebagai umat pilihan Allah, kita pertama-tama ditebus dan kemudian ditunaskan menjadi ciptaan baru. Ciptaan baru ini adalah satu komposisi dari anak-anak Allah.

Dengan tiga langkah pengakhiran, penebusan, dan penunasan ini, Yesus Kristus tidak hanya dipersaksikan sebagai Putra Allah, tetapi juga telah masuk ke dalam kita. Melalui air baptisanNya, melalui darah salibNya, dan sebagai Roh itu, Kristus telah dipersaksikan sebagai Putra Allah. Dengan ketiga langkah ini Dia juga masuk ke dalam Roh kita. Ini berarti dengan pengakhiran, penebusan, dan penunasan, Kristus sekarang ada di dalam kita. Haleluya, kita adalah orang yang diakhiri, ditebus, dan ditunaskan! Kita bukan lagi ciptaan lama; kita adalah ciptaan baru dengan kelahiran baru dan hayat baru. Karena kita adalah anak-anak Allah, kita mempunyai kemampuan hayat untuk mengalahkan dunia dan segala hal negatif.

KESAKSIAN ALLAH

Dalam 5:9 Yohanes selanjutnya mengatakan, “Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab inilah kesaksian Allah, yaitu bahwa Ia bersaksi tentang AnakNya.” Kesaksian Allah di sini adalah kesaksian demi air, darah, dan Roh itu bahwa Yesus adalah Putra Allah. Kesaksian ini lebih besar daripada kesaksian manusia.

Ayat 10 mengatakan, “Siapa yang percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; siapa yang tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya kepada kesaksian yang diberikan Allah tentang AnakNya.” Allah bersaksi tentang AnakNya (PutraNya) agar kita dapat percaya ke dalam PutraNya dan memiliki hayat ilahiNya. Jika kita percaya ke dalam PutraNya, kita menerima dan memiliki kesaksianNya dalam diri kita; kalau tidak, kita tidak percaya akan apa yang dipersaksikanNya, dan kita menjadikanNya pendusta.

HAYAT KEKAL DI DALAM ANAK

Dalam 5:11-12 Yohanes melanjutkan, “Dan inilah ke-saksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” Kesaksian Allah bukan hanya menyatakan Yesus adalah Putra Allah, tetapi juga mencakup Dia mengaruniakan hayat yang kekal kepada kita dalam PutraNya. PutraNya adalah sarana yang melaluiNya Dia mengaruniakan hayat kekalNya, dan hayat kekal ini adalah tujuanNya bagi kita. Karena hayat ada dalam Putra (Yoh. 1:4) dan Putra adalah hayat (Yoh. 11:25; 14:6; Kol. 3:4), maka Putra dan hayat adalah satu, tidak dapat dipisahkan.

Jika kita mempunyai Putra Allah, kita mempunyai hayat kekal, karena hayat kekal ada di dalam Putra. Kita dapat mengatakan bahwa Putra adalah wadah hayat kekal. Bila kita menerima Putra dengan percaya kepada Dia, kita mempunyai hayat kekal.

Kita dapat mengatakan bahwa hayat kekal, hayat ilahi, adalah “modal” kehidupan kristiani kita. Sebenarnya, hayat kekal ini adalah Putra, dan Putra adalah perwujudan Allah Tritunggal. Dengan ini kita nampak bahwa hayat kekal adalah Allah Tritunggal. Sekarang Allah Tritunggal sedang bergerak dan bekerja di dalam kita sebagai pengurapan. Pengurapan ini juga adalah pergerakan hayat kekal. Hayat kekal bukanlah satu hal, melainkan seorang persona yang adalah perwujudan Allah Tritunggal. Sekarang persona ini sedang bergerak di dalam kita untuk mengurapi kita dengan diriNya sendiri, yaitu dengan hayat kekal dan dengan esens hayat ini, yang adalah Allah Tritunggal. Allah Tritunggal adalah isi, esens, hayat kekal. Karena itu, bila hayat kekal mengurapi kita, ia mengurapi kita dengan Allah Tritunggal. Ini memberi kita dasar dan sarana untuk menempuh hidup yang mempraktekkan kebenaran ilahi, mempraktekkan kasih ilahi, dan mengalahkan dunia, maut, dosa, Iblis, dan berhala.

Ada orang mengajarkan bahwa pengajaran yang tertinggi adalah mengolah dan mengembangkan apa yang dia sebut kebajikan yang cemerlang. Tetapi ekonomi Perjanjian Baru Allah mengajarkan bahwa hayat kekal adalah perwujudan Allah Tritunggal dan hayat ini mengurapi kita dengan esens Allah Tritunggal. Akhirnya, melalui pengurapan yang terus-menerus, kita akan menjadi sama dalam hayat dan sifat seperti Allah Tritunggal, yaitu esensNya akan menjadi milik kita, menjadikan kita sama seperti Dia. Kemudian kita akan menempuh hidup yang penuh dengan kebenaran dan kasih, satu hayat yang dengan spontan mengalahkan dunia, maut, dosa, Iblis, dan berhala. Kita tidak perlu mencoba memperhidupkan satu hayat semacam ini. Asalkan kita berhuni dalam persekutuan hayat kekal menurut pengurapan, kita akan dengan spontan melakukan kebenaran dan kasih dan dengan serentak mengalahkan semua hal negatif.

MENGETAHUI BAHWA KITA

MEMPUNYAI HAYAT KEKAL

Dalam 5:13 Yohanes mengatakan, “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.” Perkataan yang tertulis dalam Alkitab adalah jaminan bagi kaum beriman yang percaya ke dalam nama Putra Allah bahwa mereka memiliki hayat yang kekal. Berdasarkan percaya kita telah menerima hayat yang kekal, dan ini adalah fakta; perkataan Alkitab adalah jaminan atas fakta ini adalah sertifikat hak milik keselamatan kekal kita. Dengan ini kita dijamin dan memiliki janji bahwa asal kita percaya ke dalam nama Putra Allah, kita memiliki hayat yang kekal.

Perkataan Alkitab adalah janji hayat kekal. Alkitab juga adalah sertifikat hak keselamatan kita. Inilah sebabnya Alkitab disebut perjanjian atau wasiat. Kita tidak hanya mempunyai fakta hayat kekal; kita juga mempunyai janji, garansi, sertifikat hak, untuk membuktikan bahwa kita mempunyai hayat kekal. Puji Tuhan karena kita mempunyai keselamatan dan hayat kekal dan juga sertifikat hak untuk membuktikannya.