Janda, Istri dan Gadis
“Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.”
Lukas 18:3
“Berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.”
Wahyu 18:7
“Lalu datanglah salah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku, ‘Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.’”
Wahyu 17:1
“Sebab seorang istri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi, selama suaminya hidup ia dianggap berzina, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia tidaklah berzina, kalau ia menjadi istri laki-laki lain. Sebab itu, Saudara-saudaraku, kamu juga telah mati terhadap hukum Taurat melalui tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.”
Roma 7:2-4
“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.”
2 Korintus 11:2-3
Ayat-ayat Alkitab yang kita baca di atas memberitahu kita, bahwa gereja atau orang-orang Kristen mempunyai tiga keadaan di hadapan Allah. Sebelum saya membicarakan ketiga keadaan itu, terlebih dulu saya ingin menyatakan satu hal: mulai dari Kejadian sampai Wahyu, ada suatu garis, yaitu Allah sering menggunakan perempuan untuk mewakili umatNya. Ayat-ayat Alkitab di atas menunjukkan Allah menyamakan anak-anak-Nya dengan perempuan. Pertama, disamakan seperti seorang janda; kedua, disamakan seperti seorang isteri; ketiga, disamakan seperti seorang gadis. Setiap orang Kristen di bumi ini adalah seorang janda, bersamaan dengan itu juga adalah seorang isteri, juga adalah seorang gadis. Dalam dunia ini, entah berapa besar perbedaan antara seorang janda, seorang isteri, dan seorang gadis. Tetapi dalam Alkitab, khususnya dalam Injil Lukas dikatakan, bahwa orang Kristen berada pada kedudukan sebagai seorang janda; dalam Roma 7 dikatakan, orang Kristen berada pada kedudukan sebagai seorang isteri; dan dalam 1 Korintus 11 dikatakan, orang Kristen berada pada kedudukan sebagai seorang gadis.
Sikap setiap orang Kristen terhadap dunia, sama seperti seorang janda. Sikap setiap orang Kristen terhadap kenikmatan akan kekayaan Kristus, sama seperti seorang istri. Sikap setiap orang Kristen terhadap disiplin diri demi Kristus, sama seperti seorang gadis.
1. JANDA
“Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku” (Luk. 18:3).
“Berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung” (Why. 18:7).
“Lalu datanglah salah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku, ‘Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya’” (Why. 17:1).
Satu hal yang sangat menjamah hatiku, yaitu hari ini kita hidup di dunia ini adalah dalam suasana hati seorang janda. Aku tidak bisa mencintai dunia ini, bukan karena dunia ini tidak menarik, bukan karena Alkitab memerintahkan supaya aku tidak mencintai, bukan pula karena dunia beserta nafsunya akan berlalu. Aku akan berkata, bahwa dunia ini cukup menarik, perkara, benda, dan manusia di dunia, semuanya menarik. Walaupun Alkitab terdiri dari enam puluh enam kitab, namun yang mengatakan, bahwa semua yang di bawah matahari adalah sia-sia hanya satu kitab, yaitu kitab Pengkhotbah. Orang Kristen tidak bisa mencintai dunia ini, bukan karena dunia ini sia-sia, melainkan karena Tuhanku di dunia ini telah disalibkan oleh manusia dan mati, sebab itulah hatiku adalah hati seorang janda.
Di mana orang yang Anda kasihi berada, tempat itu menjadi menarik, tempat itu menjadi tempat yang menyenangkan. Dia tidak berada di sini lagi, karena itu, hatiku adalah hati seorang janda. Dunia ini bagiku telah menjadi kosong sia-sia. Itulah sebabnya, kita tidak dapat ditarik oleh dunia ini, bukan karena dunia ini tidak menarik. Pakaian yang indah, makanan yang enak, bisa membuat orang merasa nyaman, menyenangkan; tetapi karena hatiku telah ditawan oleh seorang yang kucintai, semuanya ini tidak terhitung apa-apa lagi. Karena Dia tidak ada di sini, maka pahitlah duniaku. Bagi seorang perempuan, jika suami yang dicintainya meninggal, tetapi dia masih dapat berpakaian yang indah-indah, makan yang enak-enak, melewati hari-hari dengan gembira, seolah-olah tidak ada perkara apa-apa, tetangga-tetangganya pasti akan mencela dia dengan mengatakan: hati macam apakah yang ia miliki! Apakah tidak boleh berpakaian indah dan makan makanan enak? Hanya karena Dia tidak lagi berada di sini, maka hatinyapun tidak lagi memperhatikan semuanya itu. Bukan karena semuanya itu hambar, melainkan karena di dalamku telah tawar. Bukan karena dunia ini tidak menarik, tetapi karena di dalam hatiku tidak ada yang kucintai lagi.
Di antara kerumunan orang, aku merasa sendirian, karena Dia tidak ada di sini. Ketika aku seorang diri, hatiku membara, karena aku teringat, bahwa Dia ada. Ketika aku menelusuri pantai, melihat aluran ombak, mendengar deru ombak, aku tidak merasakan sendirian, tidak merasa terisolir, karena Dia telah menghiburku. Saudara saudari, mungkin dalam dunia ini banyak hal yang menarik bagi Anda, tetapi kalau Tuhan telah memenuhi diri Anda, semua itu tidak akan berarti apa-apa lagi.
Di dunia ini, Ia telah dibunuh oleh manusia. Yang ditinggalkan-Nya hanyalah sebuah salib, sebuah kubur yang kosong. Tuhanku telah mati, karena itu aku adalah seorang janda. Dunia ini bukannya tidak baik, bukan pula tidak menarik, melainkan karena Dia tidak lagi berada di sini. Saudara saudari, kedudukan kita di dunia ini benar-benar adalah seorang janda. Tuhan kita tidak di bumi ini lagi, karena itu bagiku dunia tidak menarik lagi. Kalau ada seorang saudara atau saudari yang tidak memerlukan Tuhan untuk memuaskan hatinya, aku tak tahu, entah hati macam apa yang ia miliki? Dalam Lukas 18 Tuhan berkata, “Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, belalah hakku terhadap lawanku.” Inilah keadaan kita di dunia ini, seorang janda, yang diremehkan orang lain.
Wahyu 18 memakai Babilon untuk menyatakan gereja yang jatuh. Dalam hati dia berkata, “Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.” Hanya orang yang jatuh yang dapat menganggap, bahwa dirinya bukan seorang janda. Begitu Anda jatuh, saat itu pula Anda akan kehilangan ciri khas seorang janda. Oh, di dunia ini, kalau kita mau setia melayani Tuhan, kedudukan kita terhadap dunia ini adalah seorang janda. Terhadap dunia kita harus memegang satu sikap — sikap seorang janda. Pada suatu kali, murid-murid Yohanes Pembaptis menemui Yesus dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat. 9:14-15). Oh, hari ini Dia tidak ada lagi di sini, hari ini adalah saatnya bagi kita berpuasa. Apakah Anda berpuasa atau tidak terhadap dunia? Dunia ini bukan rumahku, aku tidak mempunyai kegembiraan di dunia ini, karena Dia tidak ada lagi di sini.
Hari ini roti yang terbentang di sini, memberi tahu kita, bahwa Dia tidak ada di sini. Cawan di sini juga memberi tahu kita, Dia tidak ada di sini. Roti menyatakan kepada kita, Dia pernah dibunuh; cawan menyatakan Dia pernah mengalirkan darah. Karena Dia tidak ada di sini, hatiku juga tidak ada di sini. Adakah barang yang dapat mewakili Dia untuk mengisi hati Anda? Ini tidak mungkin. Kita mau menyingkirkan dunia, bukan karena dunia tidak menarik, melainkan karena Dia yang kukasihi telah tidak ada di sini. Karena di mana hartamu, di sanalah hatimu. Harta mustikaku tidak di sini, karena itu hatiku juga tidak di sini.
2. ISTRI
“Sebab seorang istri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzina, kalau ia menjadi istri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia tidaklah berzina, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, Saudara-saudaraku, kamu juga telah mati terhadap hukum Taurat melalui tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, (perhatikan kata-kata selanjutnya ini) agar kita berbuah bagi Allah” (Rm. 7:2-4).
Alkitab tidak saja mengatakan, bahwa di dunia ini setiap orang Kristen adalah seorang janda, Roma 7 juga mengatakan, setiap orang Kristen seperti seorang istri. Aku tidak tahu, apakah Anda tahu, perbedaan antara seorang janda dengan seorang istri? Seorang janda adalah orang yang tidak mempunyai suami lagi, tidak mempunyai sandaran. Seorang istri adalah orang yang mempunyai suami, mempunyai sandaran. Siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap keperluan keuangan keluarga? Seorang suami, bukan istri. Kalau seorang suami bersandar kepada istri untuk menghidupi keluarganya, ini terbalik. Seorang janda di bumi adalah orang yang telah kehilangan sandaran. Seorang istri dapat memperoleh semua keperluan dari suaminya. Saudara saudari, tidak tahukah Anda, bahwa hubungan kita dengan Kristus seperti hubungan antara seorang istri dengan suaminya? Semua keperluan kita akan diberi oleh-Nya. Anda tidak perlu berikhtiar bagaimana mendapatkan keperluan bulan ini, dari Kristus kita bisa mendapatkan semua keperluan kita. Mungkin tabiat Anda tidak baik, Anda sombong, tidak mau mengampuni orang lain, tidak bertenaga untuk bekerja, tidak bisa berdoa, tidak berselera dalam membaca Alkitab. Saudara saudari, ketahuilah, semuanya itu bisa dibereskan melalui Kristus. Demi kekuatan kebangkitan-Nya dari kematian, kita dapat berbuah.
Ada satu hukum yang umum di dunia ini, yaitu begitu seorang gadis menikah, dia segera bisa memakai nama suaminya. Saya ingin bertanya, siapakah yang bisa memakai nama saudara “X”? Saudara-saudaranya tidak bisa, anak-anaknya tidak bisa, orang tuanya juga tidak bisa. Hanya isterinya, yang bisa memiliki nama yang sama dengan dia. Banyak orang Kristen tidak tampak mustika ini — “Demi nama-Ku”. Dalam kata “demi nama-Ku”, entah berapa banyak berkatnya. Demi nama-Ku meminta apapun akan mendapatkan; demi nama-Ku dapat mengusir setan, demi nama-Ku dapat mengoleskan minyak bagi orang sakit, demi namaKu mengampuni dosa, demi namaKu mengabarkan Injil; apakah maksud semuanya itu? Siapa yang dapat memakai nama Tuhan? Ada orang mengira, karena mengucapkan sepatah kata “demi nama Tuhan” mengusir setan, maka setan akan terusir. Ada orang mengira, ketika dia membaptis, harus menurut hukum mengucapkan kata “demi nama Tuhan” membaptis orang. Saya ingin bertanya, dapatkah kita masuk ke dalam bank, lalu demi nama saudara “X” mengambil uang? Nama itu miliknya, bukan nama saya, saya hanya dapat menggunakan namaku. Kita bersyukur dan memuji Allah, setiap orang Kristen dapat memakai nama Tuhan, karena kita milik Dia, maka semua milikNya juga menjadi milik kita. Dia adalah Kristus, kita adalah orang-orang milik-Nya. Saudara saudari, semoga hari ini kita tampak, setiap orang Kristen, mempunyai hak “demi nama Tuhan”. Pada waktu kita percaya Tuhan, kita telah bersatu dengan Dia, sehingga nama-Nya adalah nama kita, kita dapat berdoa demi nama-Nya. Bisa demi nama-Nya, karena kita telah bersatu dalam kebangkitan-Nya. Jika demikian, masih adakah yang tidak bisa kita peroleh di hadapan Allah? Sebagaimana seorang suami mengasihi, bersimpati, memberi, menunjang isterinya sendiri, demikian pula Kristus memperlakukan kita. Semoga kita ingat: terhadap kelimpahan Kristus, aku bukan seorang janda, melainkan seorang istri.
3. GADIS
“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya” (2 Kor. 11:2-3).
Alkitab tidak hanya mengatakan, bahwa sikap kita terhadap dunia adalah sikap seorang janda; terhadap kelimpahan Kristus, kita berkedudukan sebagai istri; juga mengatakan, bahwa kita menunggu kembalinya Tuhan dengan posisi sebagai seorang gadis. Ini berarti, kita harus menjaga kesucian diri, menunggu kedatangan-Nya kembali.
Paulus berkata, “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi.” Apakah cemburu itu? Cemburu adalah iri. Maksud Paulus ialah, “Karena Kristus, aku cemburu kalau-kalau ada yang mendapatkan hatimu.” Anda adalah milik Tuhan, siapapun tidak seharusnya menarik Anda, membawa pergi Anda. Misalnya, seorang temanku telah bertunangan. Temanku itu tidak di sini, tetapi pasangannya itu ternyata mempunyai kedambaan kepada orang lain. Karena temanku itu, di dalamku akan timbul suatu hati yang cemburu. Ia tidak seharusnya berlaku demikian terhadap temanku. Bagi temanku, aku cemburu kepada yang telah mengambil hati pasangannya itu.
Paulus takut kalau-kalau pikiran orang-orang Korintus disesatkan, sehingga mereka kehilangan hati yang suci dan murni terhadap Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Kita, setiap orang Kristen, harus memiliki sebuah hati yang tanpa noda dan tidak dijamah oleh siapapun. Semoga hari ini kita di hadapan Allah melihat, apakah kita telah kehilangan hati yang suci dan murni terhadap Kristus? Orang Kristen yang hanya memikirkan kesenangannya sendiri, tidak memikirkan Kristus, tidak akan diperkenan Tuhan. Saudara saudari, hari ini kita perlu melakukan satu hal, yaitu berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan, aku milikMu. Mohon Engkau menjaga bersih pakaianku, menjaga bersih hatiku, menjaga bersih pikiranku, menjaga bersih segalaku.” Oh tidak ada siapapun yang boleh menjamah aku. Seperti Kidung Agung mengatakan, “Dinda pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.” Mengapa selalu dikatakan, tertutup, termeterai? Karena tamanku tidak boleh dimasuki seorangpun, kecuali kekasihku. Tidak ada orang lain yang boleh memperoleh air dariku untuk memuaskan hatinya, untuk meleraikan dahaganya. Sumurku, mata airku, hanya untuk Dia. Saudara saudari, hari demi hari kita harus mempertahankan sikap demikian. Aku untuk Tuhan, siapapun tidak patut menjamah aku. Paulus berkata, “Sejak saat ini, jangan ada yang mengganggu aku lagi, karena di atas tubuhku terdapat tanda Kristus.” Oh, di atas tubuhku ada tanda salib, siapapun tidak patut menganggu aku lagi.