Baptisan dan Keselamatan
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”
Markus 16:16
“Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
Roma 10:9-10
Dalam pemikiran banyak orang, Markus 16:16 mengatakan, “Siapa yang percaya dan diselamatkan akan dibaptis.” Mereka mengira bahwa asalkan mereka percaya kepada Allah, mereka akan diselamatkan, dan setelah mereka diselamatkan, mereka harus dibaptis. Tetapi Alkitab kita tidak mengatakan demikian, melainkan berkata, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan.” Ini berarti tidaklah cukup bila seseorang hanya percaya; dia juga harus dibaptis agar dia diselamatkan. Apa artinya? Anda harus menyadari bahwa kata keselamatan memiliki banyak makna. Salah satu artinya mengacu kepada berkat dalam kerajaan. Arti yang lainnya mengacu kepada terangkatnya kita dari dunia ini pada saat Tuhan datang kembali. Arti yang ketiga adalah kemenangan kita saat ini, dan arti yang keempat mengacu kepada naiknya kita ke surga.
Roma 10 dan Markus 16 memiliki arti yang berbeda dengan empat arti keselamatan di atas. Kedua kitab ini tidak menunjuk kepada berkat dalam masa seribu tahun. Keduanya juga tidak menunjuk kepada penebusan tubuh kita pada waktu kedatangan Tuhan, ataupun keselamatan hayat jiwa kita di masa mendatang. Kitab Markus dan Roma di sini mengacu kepada sesuatu yang lain, sesuatu yang bersifat khusus. Setiap orang yang percaya dapat mengalami bermacam-macam aspek keselamatan yang telah disebutkan di atas. Saya tidak dapat membahas semua aspek tersebut hari ini. Ketika saya mendengar ada seseorang akan dibaptis hari ini, saya berpikir tentang keselamatan. Saya ingin tahu berapa banyak orang yang memahami keselamatan yang disinggung dalam Roma 10 dan Markus 16. Karena itu, kini kita akan meluangkan waktu sebentar untuk melihat hal ini.
Adalah suatu pemikiran umum bahwa seseorang dibaptis ketika dia telah percaya dan diselamatkan. Namun dengan jelas Alkitab mengatakan bahwa orang yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Pertama-tama baptisan, lalu keselamatan. Anda mungkin bertanya, keselamatan ini mengacu kepada apa. Mari kita mengingat kembali bagaimana seseorang menerima hayat (hidup) kekal. Dia menerima hayat itu melalui percaya. Dia menerima hayat kekal melalui sungguh-sungguh dari dalam hati menerima Tuhan Yesus sebagai hayatnya. Injil Yohanes dengan jelas menyatakan ini. Anda mungkin telah percaya, namun bagaimana saya tahu bahwa Anda telah percaya? Anda mungkin berkata bahwa Anda telah menerima hayat kekal, namun bagaimana saya dapat mengetahuinya?
Misalkan saja seseorang telah percaya, tetapi dia tidak pernah bersidang, tidak pernah memecahkan roti bersama kita, dan belum dibaptis. Dia terus menjadi orang Kristen dengan diam-diam dan hidup seperti manusia duniawi, tanpa membiarkan orang lain tahu bahwa dia adalah orang Kristen. Saya akan mengatakan bahwa dia memiliki hayat, tetapi dia belum diselamatkan. Sebenarnya, di hadapan Allah, dia sudah diselamatkan. Namun di hadapan kita dan di hadapan dunia ini, dia belum diselamatkan. Maka Anda harus ingat bahwa salah satu aspek dari keselamatan berhubungan dengan pemisahan kita dari dunia.
Seseorang bisa menjadi Kristen dengan diam-diam dan masuk ke surga bila meninggal. Meskipun dia mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi ketika Tuhan datang untuk menghakimi orang-orang beriman, dia tahu bahwa dia memiliki keselamatan yang kekal. Namun dalam masa hidupnya selama lima puluh atau enam puluh tahun di bumi, dia tidak diselamatkan. Dalam pandangan Tuhan, dia diselamatkan. Namun dalam pandangan manusia, dia tidak diselamatkan; karena walaupun dia telah percaya, dia belum dibaptis. Karena itu, bagi orang lain dia belum diselamatkan. Keselamatan di hadapan Tuhan tidak lain adalah kita mendapatkan hayat-Nya; tetapi kita harus memperhidupkan hayat ini, agar orang lain dapat melihat hayat-Nya; demikian kita diselamatkan dalam pandangan mereka. Setelah ini, orang-orang beriman lainnya akan mengakui kita sebagai saudara, dan orang-orang kafir akan menyebut kita orang Kristen. Dunia akan menyadari bahwa kita bukan lagi miliknya, dan saudara-saudara akan berkata bahwa kita termasuk dalam kelompok mereka. Kemudian kita akan mengalami satu perubahan. Kita akan dibebaskan dari wilayah lama dan memasuki kehidupan baru, dan orang lain akan merasa bahwa kita sudah benar-benar terpisah dari mereka. Inilah yang dimaksud dengan keselamatan melalui percaya dan dibaptis.
Hari ini ada keluarga orang yang dibaptis; saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan beberapa patah kata. Asalkan seseorang percaya Tuhan, dia memiliki hayat. Tetapi dia harus dibaptis agar dapat diselamatkan. Di kalangan masyarakat tertentu, banyak orang yang menjadi Kristen secara diam-diam. Tidak ada seorang pun yang mengusik mereka bila mereka hanya percaya Tuhan. Namun begitu mereka dibaptis, mereka mungkin akan diracuni; karena begitu dibaptis, mereka diselamatkan dan dipisahkan dari orang lain, dan orang lain melihat satu perbedaan di dalam diri mereka. Mereka telah membuktikan secara lahiriah bahwa mereka adalah orang Kristen dan memperlihatkan iman yang ada di dalam hati mereka. Karena itu, kelompok masyarakat itu tidak lagi dapat membiarkan mereka. Percaya berarti memiliki hayat di dalam, sedangkan dibaptis berarti diselamatkan di luar. Ketika seseorang dibaptis, dia menunjukkan secara lahiriah bahwa dia menjadi milik Kristus, dan orang lain menyadari bahwa dia berbeda dengan orang lain. Jadi, baptisan bukanlah perkara sepele.
Roma 10:10 mengatakan hal yang sama: “Dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan”. Apakah ini berarti asalkan seseorang mengaku dengan mulutnya dia dapat masuk surga? Haruskah seseorang mengaku dengan mulutnya agar dia dapat masuk surga? Tidak, banyak orang bisu yang dapat masuk surga. Mengaku dengan mulut hanya menunjukkan kepada orang-orang dunia bahwa Anda berbeda dengan mereka, dan bahwa Anda telah keluar dari tengah-tengah mereka. Karena itulah saudara-saudara, marilah kita memperhatikan aspek keselamatan ini. Banyak orang Kristen mempunyai hayat di dalam mereka, namun hayat itu sama sekali tidak terlihat dari luar. Meskipun mereka diselamatkan di hadapan Tuhan, tetapi di hadapan teman-teman, kerabat, keluarga, dan sejawat mereka, mereka belum diselamatkan.
Saya dapat menggambarkannya dengan satu contoh. Beberapa waktu yang lalu saya melakukan perjalanan dengan kapal, saya bercakap-cakap dengan banyak penumpang lain yang menanyakan pekerjaan saya. Sulit bagi saya untuk menjelaskan kepada mereka. Apa yang dapat saya katakan? Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya seorang penginjil, karena saya tidak menganggap bahwa ini merupakan satu profesi atau suatu golongan orang yang khusus. Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya ini orang Kristen karena menjadi orang Kristen bukanlah satu pekerjaan atau usaha; bila saya berkata demikian berarti sama dengan tidak menjawab. Kemudian, terlintas pikiran bahwa saya menulis banyak artikel, dan saya berkata bahwa saya seorang penulis. Namun pada saat saya mengatakan hal itu, saya menjadi seseorang yang tidak diselamatkan di antara mereka, karena saya tidak menunjukkan perbedaan saya kepada orang lain. Saya menjadi sama dengan mereka. Seseorang mungkin sebagai wartawan, dan yang lainnya sebagai kasir atau bagian pembukuan, sedangkan saya seorang penulis. Dalam hal ini, kita semua sama. Di mata mereka, saya bukanlah seseorang yang keluar dari tengah-tengah mereka. Saya dapat menjadi orang yang berbeda dengan mereka dengan mengatakan, “Saya orang Kristen.” Ini akan menandai satu batasan yang jelas antara mereka dengan saya, dan akan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka adalah orang-orang berdosa, sedangkan saya telah diselamatkan. Mereka mutlak berbeda dengan saya. Sesungguhnya, mungkin kita telah diselamatkan, tetapi orang lain tidak dapat mengetahui bahwa kita telah diselamatkan; mereka mungkin mengira kita sama dengan mereka. Inilah makna ayat ini, “Dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
Persoalannya pada hari ini bukanlah apakah Anda telah percaya, melainkan apakah Anda telah dibaptis atau belum. Kita tidak menanyakan apakah Anda telah menerima Tuhan, namun menanyakan apakah orang lain telah melihat perubahan ini pada diri Anda. Percaya adalah secara rohani Anda telah melewati satu pos, secara batiniah Anda berpindah dari dalam maut ke dalam hidup. Dibaptis adalah secara jasmani Anda telah melewati satu pos, secara lahiriah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup. Percaya berarti berpindah dari dalam maut ke dalam hidup di hadapan Allah; sedangkan dibaptis berarti berpindah dari dalam maut ke dalam hidup di hadapan manusia. Percaya berarti secara batiniah menerima hayat kekal, sedangkan dibaptis berarti secara lahiriah mengumumkan kepada orang lain bahwa sejak hari ini, Anda telah membuka diri untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda adalah seorang Kristen, dan bahwa Anda tidak tersembunyi lagi. Sebelumnya, Anda adalah seorang Nikodemus yang tersembunyi, namun sekarang Anda menunjukkan kepada orang lain dengan terus terang bahwa Anda telah diselamatkan dan berbeda dengan mereka.
Orang yang telah dibaptis sepertilah orang yang telah memasuki liang kubur. Akhir dari orang-orang yang sangat kita kasihi adalah liang kubur. Pernikahan berlansung sampai maut menjemput. Liang kubur adalah nasib akhir manusia. Bila seseorang meninggal, jenazahnya masih dapat dilihat, tetapi ketika dia memasuki liang kubur, dia pergi selamanya dan tidak pernah dilihat lagi. Baptisan berarti tidak terlihat lagi. Ini bukanlah “Sampai jumpa besok,” melainkan “Selamat berpisah selamanya.” Air melambangkan liang kubur. Ketika kita memasuki liang kubur yang dilambangkan dengan air, kita dipisahkan dari dunia; dunia akan mengakui bahwa kita sudah terpisah darinya dan kita tidak lagi menjadi miliknya. Karena itulah kitab Kisah Para Rasul menunjukkan bahwa orang yang telah diselamatkan ditambahkan kepada gereja, karena gereja lokal adalah persekutuan lahiriah dari semua orang yang telah diselamatkan. “Seluruh jemaat” dalam Kisah Para Rasul 15:22 adalah persekutuan semua orang yang dipanggil oleh Tuhan.
Apa yang Anda lakukan pada saat Anda dibaptis? Anda menyatakan kepada orang lain bahwa sejak hari ini, kedatangan dan kepergian Anda tidak akan sama seperti sebelumnya; sudut pandang Anda terhadap dunia ini telah berubah. Meskipun Anda sebelumnya menempuh jalan yang sama dengan orang lain selama bertahun-tahun, hubungan itu telah berakhir hari ini. Sejak hari ini, Anda berpijak di tempat yang berbeda; Anda telah keluar dari tengah-tengah mereka, dan tidak lagi berada di antara mereka. Percaya adalah kelepasan batiniah kita, sedangkan dibaptis adalah kelepasan lahiriah kita. Percaya adalah kelepasan dalam roh, sedangkan dibaptis adalah kelepasan dalam tubuh. Percaya adalah dilepaskan dari dunia secara moral, sedangkan dibaptis adalah dilepaskan dari dunia dalam perilaku seseorang. Ini adalah keselamatan yang disebutkan dalam Markus 16 dan Roma 10.
Anda juga harus ingat bahwa Anda bukanlah satu-satunya orang di dunia ini yang diselamatkan. Masih banyak orang yang juga diselamatkan. Sebagian besar orang yang membaca buku ini telah diselamatkan. Orang yang telah diselamatkan sangat banyak, dan Anda hanyalah salah satu di antaranya. Di masa lampau, Anda berada dalam dunia, membantu dunia, berusaha memperbaiki dunia, dan menggunakan kekuatan Anda untuk melayani di dalam masyarakat dunia. Sekarang Anda telah dilepaskan dari dunia, dan Anda menjadi bagian dari masyarakat yang berbeda. Sekarang Anda seperti sebelumnya, Anda memiliki banyak teman. Teman-teman Anda itu adalah orang-orang yang percaya, dan sekarang mereka dipersatukan dengan Anda. Karena itu, Anda tidak lagi menjadi orang Kristen yang individu dan tidak lagi bertindak secara individu. Karena Anda telah disatukan dengan mereka, maka segala sesuatu yang Anda perbuat mewakili saudara dan saudari Anda. Setelah dibaptis, kita menjadi satu Tubuh. Di manapun Anda berada, gereja juga ada di sana. Jika ada satu tempat yang seharusnya tidak dikunjungi seseorang, namun dia tetap pergi ke sana, maka dia merusak kesatuan tersebut. Jika kita dibatasi dalam setiap hal oleh kesatuan Tubuh itu, setiap langkah kaki kita akan terjaga dan kita terhindar dari banyak masalah. Karena itu, kita harus ingat bahwa apa pun yang kita lakukan, kita melibatkan saudara-saudara kita.
Seorang saudara dari Barat pernah menyampaikan suatu kisah. Seorang saudari pergi mendengarkan khotbah yang menghujat Tuhan dari seorang ahli teologi modern. Ketika dia pulang dari pertemuan itu, dia berkata kepada seorang saudara yang lebih tua bahwa meskipun khotbah yang didengarnya tadi itu salah, tetapi bahasa Inggris si pengkhotbah itu cukup bagus. Saudara yang lebih tua ini berkata, “Kalau engkau pergi, saat itu aku juga ada di sana.” Saudari ini berkata bahwa tidak mungkin saudara yang lebih tua itu ada di sana saat itu. Dia berkata, “Sebenarnya aku tidak ingin pergi ke sana, tetapi engkau membawaku ke sana.” Hal ini sangat tepat. Kita semua berhubungan satu sama lain sebagai anggota Tubuh Kristus. Bila seorang anggota pergi ke satu tempat, anggota-anggota lainnya juga ikut serta dengannya. Ketika hari ini Anda dibaptis, Anda sedang menyatakan kepada orang lain bahwa sejak hari ini Anda terpisah dari dunia dan memilih hidup dengan orang-orang Kristen. Apa pun yang Anda perbuat sekarang, melibatkan seluruh saudara lainnya. Karena itu, saudara-saudara, janganlah bawa saya ke tempat-tempat yang tidak ingin saya kunjungi, dan janganlah lakukan apa yang tidak ingin saya lakukan. Mungkin ini adalah satu perkara yang sangat sulit dilakukan. Namun kita harus selalu menanti untuk melihat apakah saudara-saudara kita setuju dengan perbuatan kita.
Saya berharap semua saudara saudari dapat memahami bahwa diselamatkan bukan hanya berarti masuk ke surga, namun berarti menjadi berbeda dengan dunia ini dan keluar dari dunia. Semoga Tuhan memberkati firman-Nya, dan semoga kita memiliki visi yang jelas mengenai hal ini. Semoga kita tahu bahwa pinggiran pakaian kita harus dijahit seluruhnya dengan warna biru. Kita masing-masing harus surgawi dan menjadi milik Allah; seluruh tindakan dan langkah kita harus memancarkan warna biru ini. Saudara saudari, baptisan hanyalah permulaan dari perjalanan ini; jalan yang terbentang di depan kita masih panjang! Biarlah kita terdorong untuk maju terus.